Survivor 4
.
"Cup cup cup dede bayi anan nanis agii," ucap seorang anak kecil bernama Moonbin dengan logat cadelnya.
"Hyunggiie,dede ayi nompooll," ucap Donghwoon yang masih berumur 3 tahun.
"Oppaaa!" lengkingan suara Jiyeon membuat Jaejoong, Yoochun, dan Junsu yang tertidur pulas menjadi terbangun dengan tersentak.
"Mana mana rampoknya mana?" ucap Yunho yang masuk ke dalam ruangan tamu tempat mereka sekarang berkumpul pada pagi hari itu sambil membawa botol susu yang belum diberi dot pada kepalanya disusul Changmin yang membawa spatula untuk memasak.
"Ada rampok!? Mana rampoknya!?" tanya Jaejoong yang melihat ke segala arah dnegan pikirannya yang masih setengah sadar.
"Selamatkan anak-anak!" seru Junsu.
Yoochun langsung menggendong Jiyeon diikuti dengan polisi lainnya yang mengungsikan semua anak yang ada di sana ke ruang rahasia mereka.
Semua anak hanya terdiam saat meilhat oppa/hyungdeul mereka menggotong mereka dengan tergesa-gesa.
"Kalian diam di sini ya," ucap Jaejoong yang kemudian berjalan keluar ruangan rahasia namun Jiyeon menarik celana Jaejoong.
"Oppa mau cemana?" tanya Jiyeon.
"Oppa mau memeriksa rampoknya dimana sayang. Tunggu di sini ne?' ucap Jaejoong menenangkan Jiyeon.
"Peyampok? Di cini gak ada peyampok," ucap Jiyeon yang dibarengi dengan mengangguknya anak-anak panti asuhan tempat Jaejoong dan Wujoong dulu dibesarkan.
"Ha? Lalu tadi?" tanya Yoochun bingung.
"Hmm? Tadi binnie biyang kalo dede bayi pipic di celana telus jiyeon bangunin hyungie. Dimana pelampoknya?," ucap Moonbin sambil mengerjab-ngerjabkan matanya lucu.
Sontak kelima polisi muda itu menepuk dahi mereka berbarengan.
Astaga. Mereka kira teriakan Jiyeon itu karena ada perampok, ternyata karena ada seorang bayi yang mengompol.
Ya, sudah 3 hari sejak kedatangan bayi-bayi tersebut ke asrama mereka.
Bayi-bayi?
Ada 3 bayi yang mereka temukan sebagai korban sindikat pencurian bayi. Mereka hampir dijual ke luar negeri.
Belum ada yang melaporkan kehilangan mengenai bayi-bayi tersebut atau bisa saja bayi-bayi tersebut hasil hubungan gelap sehingga mereka dibuang oleh umma dan appa kandung mereka sendiri.
Dan akhirnya, merekalah yang menampung ketiga bayi lucu tersebut.
"Ini ini oppa, Cun-cun ngompoy," ucap Jiyeon sambil menunjuk celana bayi tersebut yang basah.
"Cun-cun?" tanya Changmin bingung dengan nama panggilan yang diberikan oleh Jiyeon kepada bayi perempuan berkulit putih dengan mata bulat seperti Jaejoong dan berbibir hati. Sempat Yoochun, Junsu, dan Changmin mengira anak tersbeut adalah anak dari YunJae, namun tentu saja YunJae menapiknya dnegan tegas.
"Kenapa namanya Cun-cun?" tanya Yunho.
"Anioo Jiyeon, nama bayinya bukan Cun-cun capi Tam-tam," ujar seorang anak perempuan bernama Hani.
"Ishhh pokoknya nama dede bayi icu Cun-cun," ucap Joyeon tidak terima.
"Tam-tam!" ucap Hani tidak terima
"Cun-cun!"
"Tam-tam!"
"Hei hei sudah, sudah. Namanya Minyoon saja," ucap Junsu yang mendapatkan death glare dari kedua anak perempuan itu.
"Pokoknya Cun-cun!"
"Tam-tam!"
"Issh! Jiyeon kecel cama Hani!"
"Hani juga kecel cama Jiyeon! Kita mucuhan!"
Jaejoong dan Yoochun menggelengkan kepala mereka sementara yang lain hanya melihat kedua anak itu berjauhan. 'Anak kecil memang susah dimengerti.'
"Lebih baik kita berikan nama kepada mereka. Jangan memakai kode atau anak-anak akan seperti itu lagi," ucap Yunho yang mendapatkan anggukan dari semuanya.
"Bayi ini bernama Minyoon. Lalu kedua bayi lainnya bernama siapa?" tanya Junsu.
"Hmm... Dua bayi laki-laki lainnya bernama Kyungwoon dan Baekhoon saja," ujar Changmin.
"Hmm boleh. Aku tidak bisa memikirkan nama lain untuk bayi-bayi itu," ucap Yoochun dan ternyata semuanya setuju.
"Yap satu masalah selesai. Masalah lainnya menanti. Masakanmu Changmin dan susu yang kamu buat, Yunho," ucap Jaejoong yang mendeathglare mereka.
"Oh iya!"ucap keduanya serentak dan langsung lari ke dapur.
Langsung tercium bau gosong dari dapur dan membuat Junsu langsung menepuk bahu Jaejoong.
"Hyung, kamu saja yang masak. Nanti malam biar kami berdua saja yang menjaga para bayi."
Yoochun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Arraseo. Kalian tunggulah di sini," ucap Jaejoong yang berjalan gontai ke arah dapur, sepertinya dia mengantuk sekali setelah semalaman harus mengurus ketiga bayi itu yang lapar. Mengingat tidak semua bisa memasak dan hanya dia yang bisa memasak masakan bayi, jadi mereka hanya bisa bergantung kepada Jaejoong untuk masak. Tentu Jaejoong tidak enak hati meminta kepada Ahjumma yang menjaga kantin asrama untuk membuatkan makanan bayi di malam hari.
.
"Biar hyung saja," ucap Jaejoong yang langsung mengambil panci yang gosong dan menaruhnya di tempat cuci piring.
"Arraseo hyung," ucap Changmin yang langsung menuju ke arah kamar bayi untuk mengganti popok mereka.
Jaejoong mengambil bahan-bahan yang masih tersisa di kulkas untuk dia masak. Dengan cekatan dia mencuci sayur mayur dan buah untuk dijadikan santap siang. Masih ada waktu satu jam dari jam makan siang.
Yunho hanya memperhatikan Jaejoong yang serius mencuci semua bahan sambil memeriksa hangat tidaknya dari susu bayi yang akan dia berikan kepada bayi-bayi tersebut.
Setelah semuanya hangat, Yunho memberikannya kepada tiga bayi yang sudah meraung-raung di dalam gendongan Changmin, Yoochun, dan Junsu. Sepertinya ketiga bayi itu memang lapar.
"nnnuuu," ucap ketiga bayi itu dan langsung diam setelah Yunho memberikan susu formula itu kepada mereka.
"Mereka benar-benar banyak makan seperti Changmin," ucap Junsu dan langsung Changmin menunjukan muka evilnya.
Yunho teringat Jaejoong dan kemudian menuju ke arah namja berkulit pucat itu.
.
Tek tek
Jaejoong memotong wortel kecil-kecil untuk dimasukkan ke dalam bubur yang akan dimakan oleh para bayi.
Dengan serius dia memotong semua bahan sampai dia tidak menyadari ada Yunho di belakangnya.
"Serius sekali hmm?" ucap Yunho yang langsung memeluk Jaejoong, membuat Jaejoong kaget dan hampir saja jarinya terkena pisau.
"Ya! Ataga bear, aku hampir saja memotong tanganku sendiri," omel Jaejoong dan langsung menunjukan wajah kesalnya.
"Ah? Maaf sayang, aku tidak bermaksud," ucap Yunho yang sontak meneliti jemari Jaejoong, memeriksa apakah jari Jaejoong terluka.
"Aku tidak apa-apa," ucap Jaejoong yang langsung kembali memotong wortel kembali.
"Hei.. cape ya sayang," ucap Yunho yang kembali memeluk pinggang Jaejoong.
Jaejoong mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Yunho dan terus memotong wortel menjadi kecil.
"Cape hm? Biar aku gantikan," ucap Yunho tanpa ingin melepaskan pelukan dari Jaejoong.
"Ania bear. Biar aku yang mengerjakan," ucap Jaejoong yang kemudian mengecup pipi Yunho.
"Arraseo.. Jangan terlalu capai Boo," ucap Yunho yang mengerti kalau urusan masak, Jaejoong memang jarang meminta pertolongan siapapun. Sepertinya dia ingin masak semuanya sendiri.
Yunho mengecup bahu Jaejoong tanpa melepaskan pelukan mereka. Dengan adanya kedatangan ketiga bayi itu, Jaejoong jadi jarang bersama dengan Yunho dna tentu hal itu membuat Yunho rindu dengan sentuhan Jaejoong.
"Bear... bagaimana kalau ketiga bayi itu tidak ada yang mau mengakui? Aku tidak tega...," ucap Jaejoong dnegan nada lirih. Dia benar-benar dnegan ketiga bayi tersebut yang ditinggal Ibunya atau bahkan dijadikan barang dagangan.
"Hmm? Bagaimana kalau kita mengadopsi mereka hmm?" ucap Yunho yang membuat Jaejoong kaget.
"Huh? Mengadopsi mereka?"
"Huum," angguk Yunho.
"Ania bear. Aku takut mereka jadi sasaran para penjahat. Kamu tau kan kalau kita sering berurusan dengan penjahat dan komplotannya? Aku takut komplotan mereka yang masih belum tertangkap akan menjadikan anak-anak sebagai target," ucap Jaejoong serius.
Yunho memeluk Jaejoong erat.
"Tidak akan sayang. Kita lah yang akan melindungi mereka," ucap Yunho meyakinkan Jaejoong.
Jaejoong tetap menggeleng keras.
"Tidak bear. Tidak akan."
"Tapi kalau begitu siapa yang akan mengurus dan merawat mereka hm?"
"Biar panti asuhan yang melakukannya. Agar mereka aman bear," ucap Jaejoong yang kembali memotong bahan untuk memasak.
"Hmm... baiklah sayang.. tapi mereka akan jauh dari jangkauan kita dan tidak bisa menjaga mereka," ucap Yunho yang melepaskan pelukan mereka dan mengecup pipi Jaejoong, kemudian ke arah YooSuMin yang sedang bermain bersama dengan ketiga bayi tersebut.
Jaejoong terdiam.
Bukan dia tidak ingin mengurus semua bayi yang ada di asrama mereka namun akan terlalu bahaya mereka apabila mereka ada di sekitar Jaejoong dan kawan-kawan.
"Hhhhh"
Jaejoong menghentikan aktivitasnya dan menghela napas berat.
"Jadi aku harus apa..?"
Ya Kim Jaejoong.. kamu tidak bisa membohongi perasaanmu sendiri.
.
"Kami minta tolong untuk menjaga anak-anak ini Ahjumma," ucap Jaejoong setelah menitipkan anak-anak tersebut di panti asuhan yang ada di dekat asrama polisi mereka.
"Baik nak. Akan kami jaga mereka dengan baik," ucap Ahjumma itu tersenyum.
"Baik, terima kasih Ahjumma," ucap Yunho membungkukkan badannya.
"Pai Pai Oppa," ucp Jiyeon yang menangis sesunggukan karena harus berpisah dengan kelima polisi tersebut.
"Jaga diri kalian ok?" ucap Changmin sambil mengelus rambut Donghwoon.
Doonghwoon menganggukkan kepalanya sambil menangis dan terus mengelap air matanya.
"Moonbin, harus jadi anak yang baik, arra?" ucap Yoocun yang melihat Moonbin menahan tangisnya.
Jaejoong membalikkan badannya. Berpisah dengan mereka semua tentu hal yang tidak mengenakan tapi semua ini dilakukan agar mereka semua selamat tanpa adanya bahaya yang mengancam mereka.
Yunho mengelus punggung Jaejoong dan meminta Jaejoong membalikkan badannya.
"Hiks hyung, Bin janji akan jaga semua dede dan dede bayi hiks..," ucap Moonbin kepada Junsu.
"Anak yang baik. Moonbin pasti bisa. Kami akan mengunjungi kalian seminggu dua kali. Bagaimana?" ucap Junsu sambil memeluk Moonbin.
Moonbin menganggukkan kepalanya. Mata musangnya terus saja mengeluarkan air mata. Dia benar-benar tidak rela kalau dia harus berpisah dengan para hyungnya.
"Ah iya ini, oppa berikan handphone khusus kepolisian untuk Jiyeon. Kalau ada apa-apa, langsung hubungi oppa ok? Kamu cukup tekan nomor 1 kalau mau menghubungi Jaejoong oppa. lalu urutan selanjutnya adalah Yunho oppa, Yoochun oppa, Junsu oppa, dan Changmin oppa. Arraseo Ji?" jelas Yoochun.
Jiyeon menganggukkan kepalanya dan mengambil handphone tersebut.
"Jangan menangis lagi sayang. Besok kami akan berkunjung," ucap Yunho yang tidak tega melihat anak-anak itu terus-menerus menangis..
Bahu Jaejoong bergetar. Dia membungkukkan badannya kepada Ahjumma dan langsung pergi ke parkiran. Dia tidak tega melihat semua anak-anak itu bersedih dan inilah pilihannya.
Melihat Jaejoong seperti itu, keempat member lainnya langsung berpamitan dan menyusul Jaejoong ke parkiran.
Jaejoong menyenderkan tubuhnya ke mobil dan menatap ke arah langit.
"Boo..," Yunho menghampiri Jaejoong dan membawanya ke dalam pelukannya, "uljima."
Jaejoong menyeka air matanya.
"Aku tidak menangis," bela Jaejoong dan kemudian masuk ke dalam mobil.
Yunho hanya mengangkat bahunya saat YooSuMin menanyakan mengenai Jaejoong.
"Biarkan dia sendiri dulu," uca* Yunho kepada semuanya. Tentu dia mengerti mana ada yang tidak sedih saat ditinggal oleh adik-adiknya sendiri.
'Ini pilihanmu Boo.. dan semoga yang terbaik...'
.
YunJaeYooSuMin sekarang ini sedang berada di kantor polisi untuk memeriksa buronan penjahat pencuri kendaraan bermotor yang marak terjadi di Seoul.
Masing-masing dari mereka mengintrograsi penjahat tersebut untuk mengetahui markas penjahat dan dapat mennagkap penjahat yang lainnya.
Selesai mengintrogasi, mereka mendapatkan posisi markas penjahat tersebut dan berisap meluncur ke sana.
Namun tiba-tiba handphone Jaejoong berdering.
"Yeoboseo."
'Jaejoong oppa hiks'
'hyung hiikkss'
'Jiyeon takut hikss oppa palli ke sini.'
'Hyung paliii'
"Takut apa Ji? Ada apa?"
'Oppa.. hiks.. ada olang jahat masuk lumah hiks hiks'
"Apa? Apa katamu Ji!?" Suara Jaejoong berhasil membuat semua polisi melihat ke arah Jaejoong.
'Oppa hikss Ji takut.. ada orang jahat di lumah.'
"Kamu dimana sekarang Ji?" tanya Jaejoong panik.
'Di kamal Moobin oppa hikss.'
'hyuuung hiks Bin takut'
"Arra, arra. Kalian sekarang sembunyi di lemari. Hyung akan segera ke sana, Binnie," ucap Jaejoong sambil mengambil tasnya tergesa.
"Boo,ada apa?" tanya Yunho ketika melihat wajah Jaejoong yang sangat panik.
"Kita harus ke panti asuhan sekarang. Anak-anak dalam bahaya. Ada penjahat di sana," ucap Jaejoong yang seketika membuat semua orang kaget.
"Ha? Di panti asuhan? Astaga hyung, mari kita ke sana," ucap Yoochun dan mendapatkan anggukan dari semuanya.
.
Dengan perlahan YunJaeYooSuMin masuk ke dalam asrama mereka agar langkah mereka tidak terdengar oleh para penjahat.
Tuk tuk kratak
Bunyi langkah sepatu dan seperti seseorang sedang mengobrak-abrik lemari.
Oeek oeek
Jaejoong dan Yunho langsung menuju ke kamar Ibu Panti Asuhan karena di sanalah ketiga bayi itu ditidurkan sementara YooSuMin mengelilingi asrama maereka takut kalau ada penjahat lain yang masuk.
YunJae bersembunyi di tembok depan kamar Ibu Panti Asuhan.
Terlihatlah seseorang yeoja dengan tinggi sekitar 155-160cm sedang mengambil bayi bernama Baekwoon sementara yang menangis adalah Minyoon.
"Bayi-bayi ini sepertinya banyak yang mau membelinya. Mereka imut-imut," ucap penjahat tersebut.
"Letakan bayi itu kembali dan angkat tangan," ucap Yunho yang menodongkan senjatanya ke pinggang penjahat tersebut.
Penjahat itu tersentak dan kemudian menurunkan bayi tersebut.
"Balik badanmu sekarang," ucap Jaejoong.
Penjahat tersebut menurut dan akhirnya membalikan badan.
"Jadi anda ikut dalam sindikat pencurian anak juga ya. Maju ke depan perlahan," ucap Yunho sambil tetap membuntuti penjahat tersebut.
"Ania tuan, saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ampuni saya tuan," ucap yeoja tersebut sambil berlutut.
"Oh ya? Tapi kami menemukan ini," ucap Changmin yang terlihat sedang menyeret dua namja berseragam petugas kesehatan, sama dengan penjahat yang mengaku sebagai ibu rumah tangga tersebut.
"A-aku tidak mengenal mereka."
"Sudahlah mengaku saja," ucap Jaejoong sambil memborgol tangan yeoja tersebutdan membawanya ke mobil polisi mereka.
"Bagaimana dengan anak-anak yang lain?," tanya Jaejoong kepada Yoochun dan Junsu.
"Oppa!"
"Hyung!"
Berlarianlah semua anak-anak panti asuhan tersebut.
"Dimana Ibu Panti Asuhan hmm?"
"Ibu Panti Asuhan disekap dan dibius dalam kamar mandi,hyung. Sepertinya dia dibius dengan obat bius berdosis tinggi dan kami khawatir akan berdampak pada kesehatannya," jelas Junsu.
"Baiklah, segera larikan Ibu Panti Asuhan ke rumah sakit," ucap Yunho.
"Baik hyung."
Jaejoong terdiam.
"Laihat bukan? Kalau berada di sini mereka juga bisa dikatakan tidak aman," ucap Yunho kepada Jaejoong sepeninggal YooSuMin.
Semua anak panti asuhan hanya menatap Jaejoong dan Yunho.
Jaejoong berjongkok dan memeluk semua anak panti asuhan tersebut sekaligus.
"Sepertinya kita tidak dapat dipisahkan ya, semuanya," ucap Jaejoong masih dengan memeluk mereka semua.
"Lebih baik kalian di asrama, sepertinya dan juga kalau Jaejoong hyung mengijinkan," ucap Yunho sambil mengelus kepala Moonbin.
"Kami ingin bersama kalian lagi," ucap Moonbin sambil memeluk Yunho erat.
Yunho menoleh ke arah Jaejoong dan Jaejoong juga melakukan hal yang sama.
"Arra bear.. lebih baik kita bawa mereka ke asrama saja..," ucap Jaejoong yang kemudian menggendong Jiyeon.
"Toh lagipula dengan adanya mereka, asrama menjadi lebih ramai dan tidak menjadi sepi."
Yunho menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Bayi-bayi itu juga kan Boo?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya, "tentu mereka juga ikut."
"Kita punya banyak anak Boo," ucap Yunho.
"Iya Bear kkk dan mereka akan memanggilku 'Appa'."
"Ania, mereka akan memanggilmu 'Umma'," ucap Yunho sambil mengembangkan smirknya.
"Ya! Enak saja!" ujar Jaejoong tidak terima.
"Ummmaa!" teriak semua anak panti asuhan.
"Oh Bear.. kamu akan mendapatkan hukumanmu. Tidak ada makan malam!" Jaejoong tidak terima.
"Ya! Kim Jaejoong!"
Jaejoong mempoutkan bibirnya dan Yunho langsung mencium bibir cherry iiu di hadapan anak-anak panti asuhan.
"Aigoooo Umma, Appa!" teriak Jiyeon sambil menutupi matanya dan mata Donghwoon sementara yang lain hanya bengong melihat adegan live tersebut.
"Astaga hyung..," ucap Changmin, Yoochun, dan Junsu sambil membawa anak-anak semuanya pergi karena YunJae tanpa ada niatan mau melepas ciuman mereka.
"Dasar orang dewasa," ucap Moonbin sambil menggelengkan kepalanya.
.
Jadi.. Kapan YunJae, YooSu, dan ChangKyu akan memiliki bayi mereka sendiri?
.
TBC
.
Hello readers ^^
Maaf baru update, semoga kalian suka dengan chapter kali ini hehe. Survivor akan selesai sebentar lagi.
Maaf apabila masih banyak typo bertebaran ^^
Silahkan baca ff saya yang terbaru 'Holding Back The Tears' yang bertema fantasi ^^
Terima kasih atas dukungan kalian ^^
