AYURI CHAENTACHI PRESENT
My Vertion: NaruNata.
Drabble Collection. Word 250-Blablablah
Warn: AU, Minim word, minim convertition, OOC,
Typo(s), cerita yang sangat biasa, slice of life!
Sou, DLDR!
Naruto and All Character © Masashi Kishimoto
^^o0o0o0o0o0o0o^^
###Minuman###
Sings!
Desingan udara panas siang ini terasa akan meledakkan ubun-ubun. Dimana-mana bertebaran orang-orang yang minimal menggenggam air atau es ditangannya, yang dengan biasa mereka nikmati dalam perjalanan. Adat kesopanan tertinggal entah dimana. Tidak terkecuali Hinata Hyuuga. Namun, karna dia adalah seorang Hyuuga, rasa malu menegak minuman sambil berjalan masih menjadi momok yang penting untuk dia perhatikan, oleh karena itu, dengan memperhatikan sekeliling, adakah orang yang akan melihat serta mencari tempat yang bisa di dudukinya. Ya, voila Hinata melihat tangga untuk menaiki penyebrangan jalan, dengan cepat dia duduk disana. Dengan memalingkan wajah kearah tembok pegangan tangga. Hinata mulai membuka botol minuman yang dia bawa.
Gluk!
Menegaknya beberapa tegukan, rasanya jika dijabarkan seperti disurga. Inilah yang disebut dengan sumber kesegaran. Air itu memanglah sumber kehidupan.
Ini sama dengan fenomena padang pasir. Air yang jatuh ke atas pasir akan hilang tidak berbekas. Itu juga yang Hinata rasakan sekarang ini. Ingin rasanya dia kembali meneguk air dari botol minumannya kembali.
Membuka tutup botol itu, lalu dengan cepat mengarahkannya kearah bibirnya.
Ng?
Entah kenapa, air tidak kunjung menyentuh bibir Hinata, semakin dia mendongakkan kepalanya, namun, belum juga dia merasakakan air, lagi dia mendongak, lagi, lagi… dan… sekarang bagian bawah botol minuman Hinata lurus mengarah keatas tepat menunjuk matahari.
Silau!
Otomatis Hinata menutup matanya! Hanya sepersekian detik Hinata mencoba mengintip dengan sebelah matanyanya dan tetap berposisi mendongak keatas dengan botol minuman yang masih dia antengi.
"Hinatachann… airnya sudah habis…"
'Hinatachann… airnya sudah habis…'
'Hinatachann… airnya sudah habis…' gemaan suara seperti mengudara di otak Hinata, yang begitu menginginkan air.
'Habis..'
'Habis?'
'Habis!' seperti tersadar Hinata membuka cepat kedua belah matanya dan kembali menutupnya cepat dan memalingkan wajahnya kebawah. Menjauhkan botol minuman itu dari bibirnya. Hinata memperhatikan botol yang sudah kosong. Sedikit kecewa…
"Hinatachann?" suara itu lagi.
"Akh.." seperti tercekat Hinata menoleh kesumber suara. Wajah Hinata yang sudah merah karna panas yang membara dari matahari. Sekarang mataharinya malah muncul menambah rona merah pada wajahnya lebih dari matahari yang bertahta dilangit. Bagaimana tidak wajah Naruto sekarang berjarak tujuh sentimer lebih kurang dari wajah Hinata. Sepertinya dari tadi dia sudah mencoba mengambil atensi Hinata. 'Oh. Tidak jangan katakana, Naruto-kun melihat saat aku mendon—' Hinata menggila dengan pikirannya. Malunya! Hinata menjatuhkan wajahnya kearah bawah, enggan menatap Naruto.
"Hehehe, kekurangan air memang membuat orang, tidak konsentrasi, ya!" tambah Naruto yang sama sekali tidak mendapat respon dari Hinata yang sekarang dengan cepat menundukkan kepalanya.
'Kenapa Naruto-Kun disini?' batin Hinata bertanya penuh keingintahuan. "Oya. Aku sudah memanggilmu dari sejak di gerbang sekolah lo, Hinatachann… tapi, sepertinya kau tidak mendengar."
Merasa bersalah cepat Hinata menatap Naruto dan berkata, "Etto, ma-maaf Naruto-kun…"
"Tidak apa-apa! Jangan dipikirkan, lagi pula kau akan selalu bisa mengejarmu!"
"Ekh…" terkejut Hinata mengalami heart attack! Panik, Hinata menoleh ke kiri dan kekanan berusaha menyembunyikan wajahnya yang panas karena malu. 'Naruto-kun… apa maksudmu..'
Ng!
Dingin! Pipi kiri Hinata yang panas terasa dingin. "Ini, ambilah…"
"Ta-tappi.. itt"
"Sudalah Hinata, tidak apa-apa!" menarik jemari Hinata, Naruto meletakkan minuman dingin pada tangan Hinata.
Menoleh kearah Naruto, Hinata mendapat anggukan mantap. Sepertinya Hinata sudah melupakan hal yang membuatnya merasa malu. Ya, tidak ada salahnya orang yang terlalu menginginkan air, kan?
Mengalihkan perhatiannya pada minuman kaleng yang sudah berada ditangannya. Hinata mencoba membuka tutup kaleng minuman tersebut. Belum saja dia meletekkan jarinya pada cincin tempat pembuka minuman kaelng itu. tangan besar merebutnya dari pegangan Hinata. Mengikuti arah tangan itu membawa kaleng minumannya dan… Naruto… belum sempat Hinata menanyakan perihal maksud Naruto. Sebuah minuman yang sama tapi dengan penutup kalengnya yang sudah terbuka disodorkan pada Hinata.
Gyut!
Hati Hinata terasa di kipas! Dia tersentuh…
"te-terima kasih Naruto-kun."
"mm? ya!"
Memalingkan wajahnya dari Naruto Hinata meneguk minuman kaleng itu dengan senyuman.
"Ayo, Hinatachann…"
"Y-ya.."
.
.
.
.
.
Sepertinya mereka akan pulang bersama lagi!
.
.
.
.
Udah dulu, yaaa…. Dan tidak bosan-bosannya "silahkan review, yaaaa! Onegai desuuuu!"
Sunday, January 31, 2016.
FAV, FOL, N RNR
