Summer | The Game Begins (Chap 4)

Author update nih… hhehehe, author nulisnya ini waktu disaat uas loh, tapi sesudah belajar kok wwkwkw.. (kok curhat). Hahaha maafyah lama? Ada yang nunggu kaga? Semoga dapet yah feelnya di chap ini? Kalo kaga dapet atau Chap ini kurang greget bilang aje, entar di Chap selanjutnya author buat lebih greget terus feelnya dapet….

BACA: Untuk FF Meet My Little Love belum bisa diupdate yah soalnya masih dalam pengeditan dan masih perlu sedikit sentuhan tangan tuhan (?) harap sabar menungguu *kalo adasih yang nunggu*

Cast : Byun Baekhyun EXO, Park Chanyeol EXO, and other (temukanlah kejutankejutan cast dari author hahahahaha *ngakak evil*

Genre : Romance, genderswitch, fluffy (?), anything~~~~~~~~~~

Rate : T – aman deh tenang ,author kaga ngerti soalnya bikin Nc-nc'an, kalo ngerti mungkin tak bikin *eh

READ: DISINI BYUN BAEKHYUN JADI YEOJA, DAN PARA `UKE` DARI COUPLE EXO YANG MUNCUL DISINI JUGA AUTHOR SIHIR JADI YEOJA!

Happy read chinguu :3~

Keqibrothbraaa~~

.

.

.

Selamat membaca ~~~~~~~~~`

'Kau baik-baik saja baek? Kenapa kau terlihat terkejut, kau mengenal Suho Oppa?' –luhan ya luhan menyadarkanku dari lamunan ini –aniyy bukan lamunan tepatnya KETERKEJUTANKU!

Yixing memanggil sepupu sehun itu dengan kata "Chagi" –lalu apa yang terjadi dengan Kris? Sadarkan aku tuhannnnnn!

'A..a-nii Lu, maafkan ne' aku membungkuk-bungkukkan badan ke arah semua orang didalam pondok itu terasuk sepupu Sehun tadi –Suho Oppa kalo aku tidak sala dengar dari Luhan tadi..

'Ah, gwechanaa. Siapa namamu cantik?' –senyumnya seperti malaikat, tapi Kris dan Yixing ada apa? Mengapa Yixing disini dan menjadi mempelai wanita malaikat ini?

Aku bingung aku frustasi –ah tidak aku hanya berlebihan saja, aku hanyut dengan pikiranku selama acara berlangsung aku terus bertanya-tanya ada apa sebenarnya!

.

.

'Lu, maukah kau temani aku di apartement? Berhentilah bersama sehun terus, temani teman mu ini…. Aku bosan sendiri Lu dan jika ada kau aku ada teman makan malam ,aku ingin mengajakmu kesuatu tempat Lu? Yah Lu! Kau harus mauu….'

'Nona Choi Baekhyunnnn, baiklah tak perlu merengek seperti itu oke?'

'hei jangan gunakan Choi selain didepan keluargaku, itu mengganggu'

'Baek, sebenarnya aku bingung kenapa kau memilih mengenalkan dirimu dengan marga Byun dan bukan Choi? Kau itu harusnya bangga dengan marga itu?' –haruskah aku menjelaskannya Lu?

'Well… aku akn jelaskan' –'Cepat jelaskan, jangan malah kau berfikir dan membuatku menunggumu hingga mengantuk dan tertidur lantas melupakan ini, caramu basi baek, kau selalu menggunakannya semasa SMA dulu' *Luhan itu teman SMAnya Baekhyun waktu diLondon*

' –baiklah begini Lu, aku bukan tidak menyukai, atau membenci –apalagi itu?. Aku hanya tidak ingin banyak yang mengenaliku bahwa aku anak dari Choi Minho dan Choi Taemin, kau taukan Appa & Eomma ku bukan hanya terkenal di London dengan segala bisnis mereka yang membanjir ditambah aku adalah designer muda yang cukup dikenal disana, walau aku jarang menampilkan diriku. Dan terlebih itu karena aku tidak mau tiba-tiba jika bertemu pengusaha korea mereka mengajakku berkerja sama dan menyuruhku membujuk Appaku menerima tawaran mereka, ingatlah aku sedang berliur disini…'

'Oh, baiklah baek sepertinya kita sudah sampai di depan apartementmu. Dilantai berapa kamarmu, aku lelah dan ingin mandi secepat mungkn karena kau tau, matahari pantai membuat kulitku sedikit mengelupas' –'kau berlebihan Lu!'

'ahahahaha'

.

.

'Hai Choi!, kau tidak punya makanan kecil bahkan buah di kulkasmu, kau makan apa selama disini'

'ahahaha, tenanglah setelah makan malam ini temani aku ke supermarket untuk berbelanja. Dan kuharap kau mau tinggal disini selama beberapa hari, atau mungkin pindah saja kesini Lu'

'Apa katamu, Sehun akan menggeram seperti anjing bulldog didepan pintu kamar ini jika itu terjadi….'

'Apa masalahnya dengan itu'

'tentu dia tidak akan leluasa dengan adanya ahjumma-ahjumma sepertimu ketika menemuiku'

'ku pikir kta teman Lu' –'hahaha ayolah baek, hanya bercanda'…

.

.

Aku mengajak Luhan ke café yang sudah 3 malam terakhir selalu aku sambangi. Selama diperjalanan Luhan selalu saja cerewet dan menanyakan sebenarnya kemana arah aku membawanya –oh Luhan kau yang lebih lama dikorea tapi kenapa sepertinya kau yang menjadi wisatawannya…

'Kau mengajakku ke café ini?'

'Ada apa? Kau tak suka, tapi aku menyukainya' –'bukan baek, hanya…'

'hanya apa Lu? Berhentilah cerewet'

'dengarkan aku bodoh, kalu kau cuma ingin kesini ini sangat sering kukunjungi bersama Sehun, bahkan aku bisa makan tanpa membayar disini. Ahahhahah'

'Mwo?' –tak perlu sekaget itu baek

'Ya ini cafe sahabat Sehun'

Aku dan Luhan masuk lalu duduk ditempat biasa,karena beruntungnya setiap aku berkunjung tempat ini selalu kosong entahlah mungkin aku beruntung atau terlalu naïf saja menganggap seperti itu… 'Dimana dia?' –'Siapa yang kau cari Choi?'

'Berhenti memanggilku dengan nama itu ditempat umum bagiku itu berbahaya…' –'eng, aku mencari seseorang yang ingin kutunjukkan padamu.'

'Siapa?' dia menarik nafas sebentar –'Kekasihmu eoh?'

'Bukan' –luhan mengernyikan dahinya seperti bertanya "JADI APA BAEK?". 'Jangan seperti itu Lu, aku ingin menunjukkannya berharap kau mengenalnya dia calon suamiku.'

'Mwo! Kenapa kau baru bilang kau kemaren berkata kau hanya sendiri ke korea? Kenapa sekarang tiba-tiba ada calon suami mu di café ini? Dia pelayan disini dan Oh secepat itukah aku melupakan Kris? Kau hebat Baek' –Clap clap clap clap *Luhan heboh bertepuk tangan ditengah-tengah –ah tidak dipinggir makdusku Live café seperti ini lihatlah beberapa pengunjung memandangku dan Luhan aneh? "OH SEHUN BAWA DIA PERGI" –itu kata batinku.

'Lu!'

'Oke baek, jelaskan~'

'Begini, malam pertamaku dikorea *cielah malam pertama * aku makan malam dicafe ini dan sa-

Drttt… drttt… 'Oh sorry baek'

'angkat saja dulu…' syukurlah semoga Luhan lupa dan tidak cerewet setelah ini.

.

.

'Baek sepertinya kau harus kembali ke apartementmu sendiri dan aku akan larut karena Sehun menelponku dan meminta menemaninya ke suatu tempat….. ah apa aku saja yang berbelanja kebutuhan dapur kau bisa mengirimkan Listnya nanti ini belum terlalu malam untuk ke supermarket baek…'

'Ya! Aku baru 3 jam menculikmu, tapi sehun sudah mengambilmu lagi… Oh Lu.. baiklah aku mengelah untuk dia'

'Bye baek, sampai bertemu nanti jangan lupa berikan aku password apartementmu. Aku tidak mau menjadi gelandangan di apartement nyonya Choi~~~'

'Ya! Berhenti memanggilku seperti itu? Pergi sana~'

'Paiiii….'

.

.

.

Luhan belum sempat memakan-makanan ketika dia pergi, huh percuma aku menculiknya dari Sehun, kalau akhirnya tetap saja aku makan sendiri dan kembali lagi ke apartement sendiri dan tidak jadi belanja bersama Luhan, menyebalkan~.

.

.

Kerikil ini seperti besar sekali menghalangi jalanku saja, aku sedang bosan…. Bisakah tidak ada yang mengganggu perjalanan pulangku? –ya sekarang aku sedang diperjalanan pulang menuju apartement yang sebenarnya hanya beberapa kali belokan saja dari café itu tapi terasa jauh kalau sudah bosan begini. Aku rasa setelah sampai diapartement aku akan menelpon kyungsoo saja, aku rindu saeng ku dan tumben dia tidak mencerewetiku beberapa hari setelah dia heboh tentang Kris.

'Raksasa tampan itu bersama….. ' Ah aku berntung dan mendapat kesialan secara bersamaan, beruntungku adalah melihat Si tampan itu dan kesialanku adalah kenapa aku tidka bertemunya ketika bersama Luhan agar aku bisa bertanya siapa tau si rusa itu kenal makhluk ini… dan aku seperti mengenal 2 orang yang bersamanya,yang satu yeoja dan yang satu namja tapi wajah mereka sedikit tertutup badan sitampan dan- akh sebaiknya ini *Klik* tidak rugi bukan mengantongi kamera poket di dalam jaket hodiemu walaupun malam begini dan tidak tau guananya apa, tapi sekarang berguna bukan? Beberapa foto cukup, aiklah keadaan membaik….

.

.

.

'Lu! Apa yang kau lakukan bersama Sehun huh? Hingga selarut ini, aku menunggumu'

'Ya! Baekhyun kau mengejutkanku'

'Sapa suruh kau mengendap-ngendap seperti maling di apartement ini' aku menarik napas berat 'apa kau beli semua dari list yang kukirim? Sepertinya kantong itu berat sekali'

'tentu baek' –dia sedang sibuk merapikan semua belajaan itu kedalam lemari pendingin dan bumbu-bumbu dilemari gantung dapur ini….

'Lu kau pergilah untuk membersihkan diri biar aku yang lanjutkan dan setelah ini ada yang ingin kutanyakan padamu'

'Kau selalu mengerti aku baek' –dari yang kudengar dia sudah pergi hampir keluar dari dapur tapi…. 'Apa yang ingin kau bicarakan baek?'

'Mandilah dulu! Kau pasti lelah…..' –tidak ada jawaban kurasa Luhan memang selalu menjadi anak yang penurut~

.

.

'Baek kau bilang ada yang ingin kau tanyakan?' –sekarang aku sedang duduk diatas kasurku sambil memperhatikan layar notebook ini, *you know lahhh photo makhluk tampan biarpun dari belakang~~~~~~

'Sini'

'Apa?' –dia bergumam 'Kau ingi menanyakan bagus atau tidak hasil potretanmu kali ini?' –nyaris saja anak ini ku bunuh jika tidak ingat kalau dia sahabatku.

'Aku belum berkata apapun kau sudah mengambil kesimpulan, selalu Lu'

'Hahahahaha, santailahh…. Hilangkan aura pembunuhmu baek, kau sudah cukup ,menyeramkan dengan eyeliner yang berlebihan itu'

'Lu, kau benar-benar ingin kubunuh ya!' –ingatlah disini aku sedikit menggunakan penekanan pada suaraku dan men death glare Luhan~ 'Baiklah tidak sekarang' –menarik nafas 'Kau mengenal lelaki ini dan 2 orang yang bersamanya, tapi tentang dua orang ini aku seperti mengenal mereka yang satu yeoja ini dia mirip dengan seseorang tapi aku tidak ingat Lu, dan namja yang berambut blonde disampingnya, aku seperti pernah melihatnya baru-baru ini…'

'hm… a-ak-akuu tidak mengenal mereka'

'benarkah?' –Luhan terlihat aneh dengan suara itu

'Oh ayolah baek, seoul ini luuuuaaasssss….. walaupun aku sudah lama dikorea dan sering diajak Sehun mengunjungi banyak tempat serta dikenalkan dengan banyak sahabatnya belum tentu aku mengenal orang itu'

'hmmm kau benar'

'dimana kau memotret itu?'

'belokan kedua setelah café itu, mereka didepan sebuah restoran italia sepertinya~'

'Oh.. tidurlah baek, besok aku akan mengajakmu jalan-jalan jika kau tidak keberatan…'

'Jinja! Kya Luhaannnnnnnnnnn!'

'Jangan heboh baekk…'

'Tanpa Sehun?'

'Tentu bersama sehun bleee'

'aiih, tinggallah aku jadi manekin tua berjalan disekitar kalian'

'Oh ayolah, kau akan mengenal beberapa teman Sehun nanti'

Tentu aku tidak bersungguh-sungguh membenci Sehun jika bersama Luhan dan Luhan tau itu, aku hanya merasa jika ketika ada Sehun, Luhan akan menjadi milik Sehun seutuhnya, Sehun seperti menculik Luhan dengan cara Halus, seperti menghipnotisnya dan Luhan tiak bisa menolak, contohnya beberapa jam lalu saat aku 'baru saja' sampai dicafe.

–larut dengan monologku sendiri sampai akhirnya aku terbangun dipagi ini dengan bau soup, sepertinya ulah Luhan~

'Lu' aku berjalan menuju dapur dengan kesadaran yang terbilang sangat minim karena aku masih mengantuk tapi kantung penyimpan diantara tubuhku ini mengerang dan memaksaku bangun~

'Ya! Pirang sejak kapan kau disini!' –sehun

'hehehe, maaf noona baek… aku tidak meinta ijin untuk berkunjung, tapi kata Luhan kau tidak akan marah' –sehun menampilkan wajah polos dengan senyum 'sok' polos dan mata yang terlihat seperti anak anjing malang~

'baiklah, dan maaf kau melihatku berantakan aku harap lupakan'

'baik noona'

Ya kalian mau tahu sekarang aku sangat berantakan karena kegiatan kemarin dan emosi ku membuat cukup lelah sepertinya~ ini akan buruk untuk imageku yang adalah 'designer' yang cukup 'dikenal' di London~….

.

.

'Sebenarnya kita mau kemana? Kenapa kau menyuruhku memakai celana dan tidak membolehkanku memakai dress? Ini terlalu santai untuk sebuah pesta musim panas' –aku tidak bisa berhenti mengeluh dengan saran Luhan untuk pakaianku, bagaimana bisa seseorang designer diajari cara berpakaian oleh seseorang lulusan seni music?

'justru itu baek, karena kegiatan kita nanti bukan hanya berpesta makan daging, membakar daging atau minum dan mengobrol saja.. tapi banyak baek' –diam 'Kau akan suka noona' –Sehun menyambung

'Kau akan berterima kasih nantinya, dan dengan celana itu pahamu terlihat lebih indah dan jenjang.. wuuu'

-damn dia benar! Belajar dari mana anak ini tentang mode *lupakan

.

.

.

Dan benar saja ketika kami sampai ditempat yang dijanjikan Sehun, disini sangat banyak orang dan kurasa bukan warga korea saja, tapi dari luar negeri dan Sehun sepertinya mengenal baik mereka, tanpa terkecuali Luhan dan aku menjadi orang bodoh yang hanya menempel diantar mereka berdua, sambil mereka mengenalkan ku pada beberapa orang yang ku tau mereka berasal dari China.

Ini adalah sebuah taman dan nyarus setiap musim panas mereka berkumpul dan mengadakan acara BBQ atau berkumpul dengan membawa bekal piknik dengan memainkan beberapa game seru, aku tidak menyesal mengikuti 2 orang bodoh~ -aku tidak serius.

'Lu, bisakah kau menunjukkan atau mungkin menemaniku ke toilet?'

'Ah toilet? Disana baek' –aku mengikuti arah tunjukan tangan Luhan , disudut taman ini dan agak terlindung pohon terlihat kotak persegi panjang yang cukup besar dan berjejer jumlahnya masih-masih 2 berapit berwarna putih dengan pintu biru langitnya, oke cukup descriebnya~~~~

'maaf baek aku tidak bisa menemanimu, Sehun membutuhkan bantuanku…'

'baiklah, lagi-lagi aku mengalah' –sebelum aku benar0benar pergi aku melihat Luhan tersenyum geli mendengar dialeg terakhirku dengan bahasa korea yang aneh~

'Akh….. akhirnya, angin ditaman ini sejuk tapi membuatku jadi ingin cepat pipis dan di—

Bruk –'Auw'

Aku jatuh…

'Maafkan ak, apa kau baik-baik saja'

Aku masih tentunduk, suaranya hm seperti pernah terdengar tapi dengan pengaplikasian yang berbeda, aku sedikit menaikan padanganku dengan tangan yang setia mengelu-ngelus tulang ekor ku yang terbentur tanah, tangannya cukup panjang,kokoh, dengan otot dan jemari yang menyibangi, 'sempurna'. Aku mengaitkan tanganku pada orang itu dan berdiri dengan sedikit bergopoh dan menaikan kepalaku sampai tegak.

Mataku membulat sempurna seperti mata Kyungsoo saat melihat Kai naked O_O

Mulutku menganga luas seperti Luhan yang melihat Girlband kesayangannya manggung *O*

Darahku berhenti mengalir…..

'K-kaa—kkauu?'