Title : My Stepmother

Author : Minki Elfishy

Main Cast :

Lee Donghae

Kim Heechul

Choi Siwon

Kim Kibum

Tan Hankyung

Ft. Another kpop icons

Main Pair : SiHae

Genre : Romance, Family, Yaoi, BL, Hurt, Sad

Rated : T

Summary : Lee Donghae, seorang remaja pria yang kini dilanda rasa sedih dan keputus asaan karena kehilangan sang Ibu, harus menerima berbagai perubahan dalam hidupnya saat ia harus menerima kehadiran ibu tiri dalam hidupnya.

Minki Elfishy Story==================

Sebelumnya,

"Hyung… apa ini yang dinamakan takdir? Apa ini yang dinamakan kehendak Tuhan?" Tanya Donghae dengan nada lemah.

"Ne Donghae-ah. Kita semua yang hidup di dunia ini pasti akan mengalaminya juga."balas Siwon pelan.

"Naega wae? Kenapa harus ibuku? Kenapa tidak aku saja huh? Aku tahu, sesungguhnya Tuhan membenciku. Tapi haruskah ia melakukan ini padaku? Aku membencinya, sungguh aku membencinya.."ucap Donghae sambil memeluk Siwon.

Siwon hanya bisa diam seribu kata. Tangannya terasa kaku untuk sekedar membalas pelukan itu.

"Entah mengapa tanganku ini terasa begitu berat untuk membalas pelukan ini. Aku sendiri tak mengerti akan apa yang kini terjadi. Apa aku tengah bermimpi sekarang? Apa ini cuma khayalanku semata?

Aku terus saja berselimutkan dengan khayalanku ini, aku tak bisa untuk berpikir lebih jauh; untuk sekedar mengerti akan momen ini. Aku seakan tak mampu mencerna keadaan yang tengah berlangsung saat ini, pikiran ini seakan beku saat mendengar isakannya, tapi aku masih dapat merasakan hangat air matanya yang menyentuh kulit tubuh ini. Jiwaku ini seakan ingin sekali berteriak dan memarahiku, untuk sekedar mengatai betapa bodohnya aku. Ada apa ini Tuhan? Kenapa lidahku kini juga terasa kelu; aku seakan menjadi orang bisu."

1 bulan kemudian,

Kicauan burung-burung kini memberi nada nan merdu untuk menemani indahnya cuaca hari ini. Langit tampak begitu cerah dan udara panas sedikit mengusik kulit indah seorang namja manis yang tengah berada di taman sekolah. Ia duduk dengan ditemani sebuah buku; mungkin saja itu buku favoritnya. Matanya yang indah terus saja menatap dengan serius kata-kata yang terangkai indah di buku yang ia pegang sekarang. Sesekali terbentuk sebuah kurva indah dibibirnya; ia tersenyum dan sedikit menggelengkan kepalanya pelan. Apa ia sedang membaca sebuah cerita lucu? Entahlah, hanya ia yang tahu apa isinya buku itu.

Kegiatannya itu sejenak terhenti saat sebuah suara memanggilnya dari kejauhan.

"Donghae hyung….. Kamu sedang apa? Mau ke perpustakaan bersamaku?"

"A…. ne Suho-ah. Camkanmannyo.. Aku akan segera kesana." Balas Donghae dengan sedikit berteriak.

Donghae pun segera menutup buku yang ia baca, lalu berjalan menuju ke tempat Suho sedang berdiri sekarang.

Tak butuh berapa lama untuknya sampai disana, mungkin hanya beberapa menit saja.

"Yahh.. Lihatlah dirimu hyung. Penampilanmu kelihatan berbeda dibanding hari kemarin. Kau terlihat manis dengan kacamata itu." Ucap Suho dengan nada menggoda.

"Jinjjayo? Padahal kukira ini akan sedikit terlihat aneh."jawab Donghae dengan nada tak percaya.

"Sebenarnya sih begitu. Huhuhuhu" Suho membatin sambil sedikit tersenyum.

"Eh… eh? Kau sedang menertawakan penampilan aku kan? Issh! Kau ini benar-benar." Sambung Donghae sambil mengejar Suho yang sudah berlari meninggalkannya.

Tampak mereka berdua sedang berkejar-kejaran, hingga tak sengaja Donghae menabrak seseorang saat ia hendak berbelok. Donghae terdorong ke belakang dan jatuh ke lantai. Sedangkan orang yang ia tabrak tampak tidak bergeser sedikitpun dari tempat ia berdiri sekarang. Suho yang melihat itu pun berbalik dan menghampiri Donghae. Siswa yang Donghae tabrak itu juga mendekati Donghae dan berusaha membantu Donghae untuk berdiri.

"Gwaenchana hyung?" ucap siswa itu dengan nada khawatir.

"A… ne. Naega gwaenchana. Mian karena aku menabrakmu. Aku tidak sengaja. Maafkan aku." Jawab Donghae sambil menunduk hormat.

Suho yang merasa mengenal sosok itu lalu berjalan mendekati mereka. Ia kaget seketika saat tahu kalau siswa itu adalah Lay, teman sekelasnya.

"A… tidak apa-apa hyung. Justru aku yang mengkhawatirkanmu saat ini." Sambung Lay dengan nada ramah.

"Aigoo hyung.. kenapa kau malah menabrak si aneh ini? Dia ini kan pria teraneh di sekolah kita ini." Kata Suho dengan nada sedikit mengejek.

"Mwoya? Apa kamu tidak bisa sehari saja untuk tidak mengatai bahwa aku ini aneh? Aku curiga, jangan-jangan kau menyukaiku kan?"sambung Lay dengan nada sedikit menggoda.

Tidak terima akan hal itu, akhirnya terjadi baku adu mulut antar keduanya. Donghae yang melihat pertengkaran itu hanya menggeleng. Ia pun memilih untuk meninggalkan keduanya sendirian.

"Aigoo.. mereka berdua seperti anak SD saja. Lebih baik aku ke perpustakaan saja sekarang."

Suasana tenang kini sedang Donghae rasakan waktu ia memasuki pintu perpustakaan. Bagaimana tidak? Semua siswa-siswi yang ada disini tampak serius mengerjakan tugas mereka masing-masing. Ada yang membaca buku, menyalin catatan, dan ada juga yang sedang menulis sebuah karangan; dan banyak lagi hingga Donghae tak bisa menjelaskan semuanya satu persatu.

Ia pun berjalan menuju rak buku dan mulai memilih sebuah buku disana. Ia tampaknya masih memilah-milah mana buku yang akan diambilnya. Kemudian, matanya menangkap sebuah buku yang ada susunan yang paling atas. Niat untuk mengambil buku itu sempat terhambat karena jangkauan tingginya yang tidak mendukung dirinya untuk mengambil buku yang ia inginkan. Hingga sebuah tangan menjulur persis kearah buku itu dan kemudian menyodorkan buku itu kearahnya. Sejenak Donghae tertegun, lalu ia putuskan untuk tidak menerimanya dan berlalu,

"Hae…

Minki Elfishy

Di tempat lain, sebuah mobil equus hitam kini berhenti tepat di sebuah rumah. Tak berapa lama, turunlah sosok pria berdasi bersama seorang pria yang lain dengan kacamata hitam yang tampak melekat di matanya itu.

Mereka berdua berjalan memasuki rumah itu dengan pria berkacamata menggandeng tangan pria berdasi tersebut. Kelihatannya, mereka seperti sepasang kekasih atau apalah,

"Yeobo, Apa ini rumah kita?"Tanya pria berkacamata itu.

"Ne yeobo. Ini akan menjadi istana kita berdua bersama putra-putra kita."sambung pria berdasi itu sambil mencium kening sang istri; mungkin istri barunya. Karena pria itu adalah Tan Hankyung, ayah dari seorang Lee Donghae.

Lalu, apa maksudnya? Putra-putra kita. Apa Donghae akan mempunyai seorang saudara?

"Jeongmal gomawo Hankyungie.. Nan jeongmal saranghae." Sambung pria berkacamata itu.

"Nado Chullie-ah."

Tanpa menghiraukan panggilan itu, Donghae terus saja berjalan menyusuri rak-rak panjang disampingnya. Melihat hal itu, Kibum pun mengejarnya dan berusaha menahan pergerakan Donghae dengan memegang tangan Donghae dari belakang. Donghae diam sejenak dan kemudian berbalik menatap Kibum.

"Bisakah kau enyah sekarang? Aku tidak ingin melihat wajahmu saat ini."

"Tapi Hae.. kita perlu bicara."jawab Kibum dengan nada melemah.

"Tssk..! Tak usah lagi kau pasang wajahmu yang seperti itu."Aku sudah melupakan kejadian itu dan aku juga telah memaafkanmu. Jadi lupakanlah, dan bisakah kau lepaskan tanganmu itu?" sahut Donghae tanpa menatap kearah Kibum.

"Hae-ah.. Tolong jangan seperti ini. Aku benar-benar…"

"Geummanhae!"

belum selesai Kibum menyelesaikan perkataannya, Donghae sudah memotong ucapannya dengan satu kata. Donghae kemudian mengangkat wajahnya dan menatap mata Kibum dalam.

"Anggap saja itu semua hanyalah lelucon. Jadi, lupakanlah." Ucap Donghae seraya meninggalkan Kibum yang masih tak percaya mendengarkan hal itu.

"Dia pikir dia itu siapa? Huh? Aku bukannya benar-benar ingin menyakitinya, tapi dalam hal ini, akulah orang yang paling tersakiti. Tapi, aku akan bertahan melewati keadaan ini. Aku tidak akan kembali ke dalam pelukan dan kebohongannya. Aku anggap ini semua hanyalah mimpi buruk yang pernah kualami disaat yang lalu."

"Yeobseyo.. Wae eomma?" Tanya seorang dibalik telepon.

"Aniyo.. Ibu hanya mau bilang, kalau sekarang kita akan tinggal bersama ayahmu yang baru; Tan Hankyung."

"ohhhh.. Jadi ayah baruku itu namanya Hankyung. Sepertinya aku tak terlalu asing dengan nama ini." Ucap penerima telpon itu lagi.

"A… Geureosseo. Sudah dulu ya. Ibu dan ayah akan menjemputmu nanti. Sepertinya, kamu satu sekolah dengan anak dari ayah Hankyung." Sambung penelpon itu.

"Eoh? Nuguya eomm…" ti ti ti ti ti….. Aigoo.. dia selalu saja begitu." Ucap penerima telpon itu kesal saat sambungnya panggilan itu terputus.

"Saudara? Satu sekolah denganku? Kira-kira siapa ya..?" orang itu bertanya dengan dirinya sendiri. Ia penasaran dengan apa yang dikatakan ibunya tadi.

Disisi lain, Donghae sedang dalam pikirannya yang kalut. Ia benar-benar tak habis pikir kenapa ia dapat bertemu dengan Kibum di perpustakaan tadi.

Lama akan lamunannya, ia kemudian bangun dari alamnya itu saat bel sekolah berbunyi; tandanya waktu pulang.

Tak mau berpikir lama, ia bergegas merapikan buku-bukunya dan kemudian memasukannya ke dalam tasnya itu.

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Ia kemudian mengambil ponsel yang ia letakkan dalam saku celananya dan membuka pesan itu,

"New Message; Hankyung Appa"

"Appa menunggumu depan sekolah sekarang. Ada kejutan untukmu."

Setelah selesai membaca, Dahi Donghae sedikit berkerut; sepertinya ia sedang berpikir.

"Kejutan? Apa itu?"

Siswa-siswi kini berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing menuju gerbang. Tampak sesosok pria dengan jas lengkap sedang menunggu seseorang dari luar gerbang. Hingga matanya menangkap sosok anak yang dicintainya; Lee Donghae, kini berjalan kearahnya. Tapi, langkah Donghae terhenti sekejap saat ia melihat sosok pria manis keluar dari mobil ayahnya.

Tiba-tiba, suara seseorang di belakangnya semakin membuatnya bingung.

"Eomma…"

Pria disamping ayahnya itu melambaikan tangan, mungkin untuk seseorang dibelakangnya.

Donghae yang mendengar itupun membuat isyarat kepada ayahnya,

"Nuguya?"

"Ibumu" balas sang ayah dengan isyarat kecil.

"Eomma?"

Donghae semakin bingung akan keadaan ini, ia pun berbalik dan matanya membulat seketika…..

To be continued~~~~~

Akhirnya chap ini selesai juga.

Gimana?

Agak sedikit aneh kan?

Aku juga berpikir begitu…

Tapi…..

Ahhhhhhhh…. Entahlah…

Thanks buat:

~Nnaglow~,~ ~,~ MasiElf~,~ 1~,~Dian Fishy~,

~Lee Suhae~

Mind To Reviews this chapter?

Jeongmal Gomawo