A Naruto FanFiction

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Author : Aimoura Kyuun

Pairing : SasoDei (untuk chap ini aku mau bikin mereka berdua dulu)

Gendre : Romance, Humor

Rate : T

Warning : Miss[Typo], Gender Bender(FemDei), alur kecepetan, cerita pasaran mungkin, menerima kritikan dan saran ataupun ide asalkan sopan ^^ No Flame okay NO FLAME

Selamat membaca Minna-san~ ^^

CHAPTER #4

Burung-burung berkicau merdu. Cahaya menerobos masuk melalui jendela yang telah dibukakan oleh para pelayan Sasori. Mereka sengaja takut membangunkan Tuannya, 'Takut ngegenggu' Batin mereka semua. Tuannya sendiri masih tertidur lelap dengan posisi yang sangat romantis. *ekhem*

Bagaimana tidak?

Kepala Deidara bersandar pada dada Sasori dengan manjanya, Sasori sendiri memeluk Deidara bagaikan guling kesayangannya sendiri. Ampun deh romantis amet mereka, Author jadi ngiri deh…

Perlahan, mata Deidara membuka, menyadari cahaya yang semakin silau, ini berarti sudah pagi ! tapi apa ini? Ketika membuka mata, didepannya lelaki tampan ga ketulungan memeluknya, Deidara hanya tersenyum menyadari bahwa tadi malam ia menyuruh orang ini untuk menemaninya tidur, ia pun tersenyum senang.

Tangan Deidara reflex menyentuh pipi halus teman sebangkunya itu, 'Ternyata orang ini baik.' Deidara mulai mengelus-elus pipi mulus Sasori.

Selintas, bayangan Hidan muncul…

Mata Dei meredup, teringat bahwa dirinya dan Hidan pernah seperti saat ini. "Hi-dan… kapan kita seperti saat ini lagi?" Suara Deidara lesu, matanya terpejam.

"…"

"Aku bukan Hidan" Celetuk orang disampingnya.

"Eh..?" Deidara membuka mata, 1…2…3 mengucek-ngucek mata dan…

"HWAAA~! B-BUKAN! B-BUKAN! H-Hidan? Siapa dia? Ahaha Saos baka!" Deidara gelagapan, dia langsung bangkit dari kuburnya*eh tidurnya.

"?" Sasori keheranan melihat tingkah Deidara, "Tadi kau mengusap pipiku Banana?".

"E-eh..?" Muka Deidara makin memerah, 'Baka~ Saos kok sadar?'.

"Apaan sih?! Cicak kali itu mah" Timpal Deidara sambil menjitak Sasori. Yang dijitak tambah keheranan, terlebih lagi tak henti-hentinya Deidara tertawa 'ehehehe' sambil turun dari kasurnya.

"Ehehehe…"

"Dei, awas…"

'JDUAAKK!' "HWAA~ ittai…"

"…Baka" Lanjut Sasori tersenyum simpul sambil berusaha menahan ketawanya, 'Kasihan' Batinnya.

"Kau gila? Dari tadi ketawa ehehe ehehe mulu, sampai lupa punya luka yang padahal baru aja tadi malem. Siapa sih Hidan?" Omel Sasori.

Deidara manyun, "Bukannya dibantuin malah ngomel! Huuh…". Sasori menghela nafas panjang, ia ngomel koreksi doang dibalesnya gitu, baru kali ini ada cewe bawel ga ketulungan. Ampun deh… Oh~ Sasori tau, ini pasti kelemahannya…

Tap… Sasori turun dari kasurnya.

Tap… Sasori jalan mendekati Deidara dan berjongkok.

Tap… Sasori mendekatkan mukanya pada muka Deidara dengan senyuman nakal nan menggoda.

"Eh.." Deidara memerah. Demi apa Deidara merah padam! Dideketin cowo sampai jaraknya sesentil lagi, yah itulah kelemahannya. Sasori makin mendekatkan wajahnya ke muka Deidara, 'Walau kau bawel, tetap saja kau pemalu seperti gadis biasa' Umpat Sasori dalam hati. Dia menyeringai puas, ini kelemahannya tooh..

"S-Sasori…" Deidara makin salting, ingin rasanya menjitak cowo ini keras-keras namun apa daya seluruh tubuhnya lemas tak berdaya, bagaikan pasrah.

Sasori mendekatkan mulutnya ke telinga Deidara, "Sadar Ba-na-na, ini sudah jam 08.30, kelas dimulai setengah jam yang lalu" Bisiknya tiis ._.

Matanya membulat, "KYAAA~! SASORI BAKA! (PLAK!)" Deidara bangkit, teriak dan menampar Sasori. Perfect ! 100!*eh.

Ngacir, Deidara ngacir secepat kilat menyambar kamar mandinya dan bergegas mandi. Sasori menyeringai, betapa manisnya teman sebangkunya ini, benar benar berbeda dengan perempuan lainnya.

'Dei… kurasa aku…"

"SAOOSS~! BURUAN MANDI BAKA UDAH TELAT NIH!" Seolah sudah mengetahui saja Sasori belum mandi, Deidara pun berteriak. Sasori pun segera bangkit dan menuju kamar mandinya.

.

.

.

.

"Banana"

"…"

"Woy baka.."

"…" Deidara seolah mengabaikan sahutan Sasori yang sudah berkali kali memanggilnya.

"Nyahut sedikit kenapa sih, ga sopan amat jadi orang" Sasori mulai kesal.

"Ck! Apaa?" Akhirnya Deidara menyahutinya walaupun tak ikhlas hatinya(cie dat bahasanya XD)

"…" Giliran Sasori yang tak menjawab Deidara. Ohh~ pundung nih ceitanya?

"Sasorii~" Menyadari mulai ada yang ga beres sama Sasori, ia pun mencoba menjadi 'sedikit' ramah.

"Udah dong jangan pundungan!" Tambah Deidara yang makin bersalah sama Sasori. Bukannya dijawab, Sasori malah meninggikan kecepatan laju mobilnya dengan amat cepat membuat Deidara ketakutan.

"K-kyaa…" Deidara trauma kecepatan mobil, ia mulai merungkut di kursi mobilnya. "H-Hidan…" lirihnya keciill sekali.

Tanpa disadari olehnya, ternyata telinga Sasori sangat Hisense, atau istilah sekarang 'peka'. "Okay Dei, aku marah sama kamu, baka" Sasori mulai acting.

"M-maaf… onegai, jangan cepet cepet mobilnya"

"Maaf ga cukup. Siapa lagi yang cepetin mobil gara gara kamu, ini biar cepet nyampe sekolah baka."

"Udah dong. Aku kan udah minta maaf, biar dimaafin aku harus apa?" Ternyata Dei gini-gini juga gamau ada orang yang marah padanya.

"Ada satu cara, tapi kau harus nurut, permintaan ku adalah.." Deidara sangat serius mendengar Sasori bicara.

"Adalah menjelaskan padaku, siapa itu HIDAN, ha-i-de-a-en, hidan" Ejanya.

"Enggak! Ogah! Bukan urusanmu, jangan itu kenapa sih? Lagian apa pentingnya kalo kamu tau siapa dia? Huh?!" Bukannya menjawab Deidara sangat menjadi judes sekarang.

"… Itu privacy Saos, kau tak perlu tahu, kumohon jangan tanya begini lagi, aku ga suka…" Tambah Dei dengan merendahkan nadanya.

Sasori melirik Deidara, gadis itu sekarang menunduk kebawah dengan wajah lesunya, tak bersemangat sekali. Ia menghela nafas, percuma ia bertanya berkali kali pun sepertinya tak akan dijawab oleh gadis manis ini. Tapi, asal kalian tahu saja Sasori adalah tipe cowok yang tak akan pergi begitu saja meninggalkan keingin tahuannya, sehingga ia harus menemukan informasi tentang cowok yang selalu Dei sebut sebut, terlebih lagi Dei sepertinya sudah mencuri sedikit atau mungkin banyak hati Sasori.

"Maaf Dei, aku ga akan nanya lagi, mau maafin aku?" Sasori menggenggam tangan Deidara, Dei pun kaget dan menatap Sasori yang tersenyum, ia tersipu akan ketampanan yang dimiliki Sasori. Deipun balik tersenyum dan mengangguk senang.

"EEHH MODUS AAH SASORIII~~~!" Teriak Deidara ketika sadar tangannya digenggam oleh Sasori, iapun segera melepaskannya. Rona merah menghiasi pipi putihnya, poni panjangnya menutupi mukanya berusaha menutupi ronanya agar tak terlihat.

"Kau manis Banana" Ucap Sasori sambil tersenyum tanpa mengalihkan pandangan menyupirnya. Deidara makin memerah, namun tetap diam seolah tak mendengar ucapan manis Sasori.

Akhirnya, setelah banyak insiden di mobil Sasori, mereka pun sampai di Sekolah mereka dengan sangat telatnya. Tetapi mereka tak berani masuk ke kawasan sekolah, karena apa? Ooh rupanya di depan gerbang sekolah berdiri seorang malaikat maut bagi mereka sekarang, yaitu pak satpam yang terkenal dengan kemesumannya, Pak Jiraiya.

"Saos, gimana nih ada Pak Mesum, pasti dimarahin kalo kita kesana, aduuh mana udah telat gini lagi, bentar lagi aja kita mau istirahat looh" Cerocos Deidara cemas yang sedang mengintip bersama Sasori.

"Mesum? Kok disebut mesum? Kenapa ga lewat belakang aja Dei?"

"Kamukan baru disini. Oiya~(ala nabilah JKT48) yuk~!" Dei langsung menarik tangan Sasori dan mengajaknya lari ke Gerbang belakang.

… Sesampainya Di Gerbang Belakang…

"Nahloh.. Sekarang gimana? Kan ga bisa masuk soalnya dikunci" Dei mulai pasrah. Sementara itu Sasori memandangi pagar yang lumayan tinggi ini.

"Kita panjat Dei, Cepat naik kepunggungku, kau duluan"

"KAU GILA? Kalo jatuh gimana? Gimana kalo nanti aku mati? Aku belom lulus, belom nikah, belom senengin temen, bloo…" Sasori segera membekap mulut Deidara, 'Berisik Banana, sekali lagi kau bicara, aku hukum kau' bisik Sasori dekat sekali ditelinga Deidara dan langsung membuat merinding, ditambah dengan kata 'hukum'nya itu. Mau tak mau, Dei segera naik ke punggung Sasori dan mulai memanjat pagar. Sasori tetap diam dibawah, memastikan agar Dei tetap aman, takutnya jatuh kan bisa dia tangkap.

"WOOYYYY~ NGAPAIN KALIAN MANJAT! SISWA NAKAL!" Sepertinya mereka belum beruntung kali ini, aksi mereka ketahuan oleh pak satpam mesum, sang satpam pun segera berjalan cepat kearah mereka, di dalam hatinya berkata ' I'm Coming Baby' Dengan jahatnya, Sudah lama ia tak memarahi siswa yang datang terlambat.

"DEEIIII~ Buruaannn~" Sasori mulai ketakutan.

"HWAAAAAA~" Deidara pun segera memanjat dengan kecepatan turbo, atau power of kepepetnya. Mungkin akibat terlalu terburu buru, ketika sampai diatas baju Deidara terkait ujung pagar yang tajam, sehingga ketika ia lompat kebawah…

'BREEEKKK~' Ohh tidak, baju Deidara robek besar dibuatnya, sehingga membuat bagian punggungnya terlihat jelas oleh Jiraiya dan Sasori, putih seperti susu dan… euh, ekhem, ada tali hitam disertai pengait yang melingkari bagian belakang dadanya.

"KYAAA~!" Deipun segera berteriak sambil berusaha menutupi punggungnya dengan tangannya. Namun sepertinya percuma, dan sepertinya berhasil membuat pergerakan Jiraiya terhenti dan mulai tersenyum senyum mesum. Hmm… Dei kau Genius !

"DEI~!" Sasori sempat terpana untuk sesaat(Dasar cowok =="), namun ia segera sadar dan segera memanjat pagar dengan cepat untuk menyusul Deidara. 'Hup!' Ia melompat dan mendarat sempurna ditanah lalu segera menyusul Deidara dan memeluknya dari belakang.

"S-sasori…hiks" Terdengar ia seperti hampir menagis dan Dei memerah seperti kepiting rebus, sudah dia malu akibat bajunya sobek, dan sekarang dipeluk dari belakang oleh Sasori.

"J-jangan salah sangka, aku hanya berusaha menutupi" Ucap Sasori yang mukanyaikutan memerah hampir menyamai warna rambutnya.

"Hiks.. jangan liaatt~" Rengek Deidara malu.

"I-iyalah! Tenang aja Banana, Cepat injak sepatuku, kita jalan bersama tapi ehm.. kau tetap aku peluk sobekan bajumu tak terlihat" Ujar Sasori. Deidara pun menuruti perintahnya. Malu malu ia segera menginjak sepatu Sasori, muka Deidara sangat memerah. 'Grep' Sasori mengeratkan pelukannya, "K-kompak, kita harus kompak jalannya" mereka pun segera berjalan cepat dengan sangat romantisnya meninggalkan Satpam mesum yang masih tersenyum senyum membayangkan 'tali surga' milik Deidara#apaan sih.

~TBC~

Hwaa~~ Aku bangkit dari Hiatusku setelah satu tahun lamanya(dari akun lama mah iya hiatus), dengan akun baru karena aku lupa dengan akun lama(tragis) ._. please review minna-san, tinggalkan jejak manis kalian ;* (pembaca pun muntah) XD. Gimana menurut kalian? Fluffy kah? Romantiskah? Oiya minta saran ._. Sankyuu minna~ #kissbye muaah muaah~