Adventure chap 4

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Yesung, Ryeowook, Hyukjae, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humour, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Medalion yang dimiliki Ryeowook berhasil direbut oleh kelompok tidak dikenal. Yesung ingin membantu Ryeowook menyelamatkan Siwon.

Karena Ryeowook hanya sendiri, tenaganya tidak cukup untuk melawan empat orang, ketika Ryeowook sudah tersudut muncul Yesung dan Jaejong yang hendak menolongnya.

"Hei! Apa yang kalian lakukan?" seru Yesung kepada para namja yang mengeroyok Ryeowook.

Part 4

Yesung segera menarik Ryeowook untuk berlindung di belakang dirinya dan Jaejoong, mereka segera memasang kuda-kuda untuk melindungi Ryeowook.

"Kalian semua! Majulah bersama-sama!" teriak Yesung dengan kasarnya.

Perkelahian-pun tak terelakkan, mereka bertiga Ryeowook, Yesung, dan Jaejoong berjibaku menghadapi gerombolan namja yang tadi menyerang Ryeowook. Karena merasa terpojok, seorang yeoja yang tadi memengang pistol menembakkan pistolnya ke udara.

Dorr

Saat semua terkejut mendengar bunyi letusan tembakan tersebut, yeoja itu berhasil menarik paksa Ryeowook dan menodongkan pistolnya di kepala Ryeowook.

"Serahkan medalion atau kau akan mati!" bentaknya.

Dengan perlahan Ryeowook menyerahkan medalion kepada yeoja itu, namun dengan yang gesit Ryeowook dapat menendang pistol yang dipegang yeoja itu dan segera diambil oleh Yesung.

Yesung menodongkan pistol kepada yeoja itu supaya menyerahkan kembali medalion yang ia pegang. "Serahkan kembali medalion itu!" perintahnya.

"Tidak akan bocah!" tolak sang yeoja. "Jika kalian membunuhku akan kupastikan namja Korea yang bernama Siwon juga akan bernasib sama sepertiku." jelasnya.

"Apa! Jadi kalian yang menembak Siwon hyung?" tanya Ryeowook panik.

"Betul, karena kami memerlukan dia untuk mencari kedua medalion tersebut." lanjut yeoja tersebut. "Jangan khawatir, namja yang bernama Siwon akan kami biarkan hidup."

"Hentikan bicaramu! Dan jangan bergerak!" teriak Yesung seraya menodongkan pistol yang ia pegang kepada yeoja yang telah berhasil mengambil medalion milik Ryeowook.

"Aku tidak peduli ancamanmu, serahkan medalion itu!" bentak Yesung lagi.

Grebb

Ryeowook memeluk Yesung dari belakang, " Hentikan Yesung! Kumohon." pinta Ryeowook.

"Wook-ie!" teriak Yesung. "Apa maksudmu hah!"

"Biarkan dia membawa medalion itu." ujar Ryeowook.

"Dengar Wook-ie, dia hanya menggertak saja, mungkin setelah mendapatkan kedua medalion itu Siwon juga akan dibunuhnya," kata Yesung dengan nada kasarnya.

Adu argument antara Yesung dan Ryeowook dimanfaatkan yeoja beserta gerombolannya untuk pergi, dan situasi tersebut membuat Yesung semakin marah kepada Ryeowook.

"Lihat mereka pergi, membawa medalionnya pula. Jae mengapa kau diam saja?" teriak Yesung.

"Aku harus apa? Bukankah kalian sibuk berargumen sendiri?" kilah Jaejoong cuek.

"Aku tidak peduli dengan medalionnya, jika harta karun itu benar-benar ada maka kalian boleh mengambilnya. Bagiku Siwon hyung lebih berharga." teriak Ryeowook sambil menangis.

"Ck, ." Yesung membuang pistol yang ia pegang begitu saja. "Sekarang apa yang harus kita kalukan hah!" ucapnya masih dengan nada marahnya.

"Yesung, mianhe. . . karena ini menyangkut Siwon hyung, kalau yang lainnya mungkin aku tidak apa-apa." lirih Ryeowook.

"Tapi Wook-ie . . ." Yesung masih tidak habis pikir mengapa Ryeowook membiarkan yeoja itu membawa medalionnya begitu saja.

"Aku adalah anak yang dibuang, tujuh belas tahun yang lalu di hari yang bersalju, Siwon hyung memungut bayi yang dibuang di pojok pemakaman. Dia yang menyelamatkanku ketika aku sudah sekarat karena kedinginan, Siwon hyung-lah yang pertama menyayangiku, lalu dia-lah membawaku dalam keluarga Kim yang sangat menyayangiku pula. Karena itu bagaimanapun, aku akan menolong Siwon hyung. Apapun caranya." ungkap Ryeowook panjang lebar.

"Cukup! Aku mengerti, baiklah aku akan membantumu mencari Siwon, jadi kita harus bekerja sama supaya berhasil." ucap Yesung.

Ryeowook hanya diam mencerna ucapan Yesung, yang penting bagi Ryeowook adalah menyelamatkan Siwon, bukan medalion maupun harta karun itu.

Puk

Sebuah tangan menyentuh kepala Ryeowook dan mengusapnya dengan sayang, Ryeowook menoleh sambil mendongak, dan bertemu pandang dengan mata doe Jaejoong yang membelai rambutnya.

"Huweeeeee. . . ." tangis Ryeowook-pun pecah, "Jae hyung. . .huweee." Ryeowook mendekap tubuh namja cantik yang berada dihadapannya, menangis sepuasnya untuk mengurangi kesedihan yang melanda dirinya.

'Apa ini? Mengapa rasanya hangat seperti ketika Siwon hyung memelukku?' inner Ryeowook saat merasakan kehangatan yang melingkupi dirinya ketika Jaejoong memeluknya dengan penuh kasih sayang.

Lama Jaejoong dan Ryeowook berpelukan, membuat Yesung cemburu, "Gantian dong."

Dugg

Yesung mendorong tubuh Jaejoong dengan kasar agar terlepas dari pelukan Ryeowook. "Nah Wook-ie, menangislah dipelukanku."

Greb

Secara sepihak Yesung memeluk Ryeowook, Ryeowook tidak menolak pelukan dari Yesung, tangan mungil Ryeowook mencengkram erat baju bagian depan milik Yesung, dan . . .

Srott

Ryeowook mengeluarkan seluruh ingusnya dibaju Yesung, "Ah lega, setelah menangis hidungku jadi mampet."

"YA! Wook-ie apa yang kaulakukan? Mengapa kau membuang ingusmu dibajuku huh? Ini baju mahal tahu." omel Yesung.

"Hahahaha. . . mian Yesung-ie, setelah menangis aku sehat lagi sekarang. Ayo Yesung kita kejar mereka! Aku ingat semua wajah mereka!" teriak Ryeowook dengan penuh semangat melupakan pertanyaan Yesung padanya.

"Aish kau? Ah sudahlah, yang penting kau jangan sembarangan bertindak. Kau harus bekerja sama dengan kami." perintah Yesung telak. "Dan jangan bilang tidak pada kami, kami-kan orang yang telah menolongmu, jadi kalau Wook-ie tidak balas budi pada kami berarti Wook-ie bukan anak yang baik." ucap Yesung dengan senyum evilnya.

"MWO! Apa kau bilang? Balas budi?"

"Ne, setidaknya biarkan kami tinggal dirumahmu, komplotan itu pasti akan mengincarmu juga. Jadi kami bisa sekalian melindungimu."

"Kalian seenaknya sendiri, baiklah!" Ryeowook akhirnya menganggukkan kepalanya tanda setuju walaupun disertai gerutuan-gerutuan yang keluar dari mulut mungilnya itu.

"Eomma aku pulang!" seru Ryeowook dari balik pintu.

"OH kau sudah pulang sayang? Masuklah!" perintah Heechul dari dalam rumah.

"Eomma . . . nggg . . ." Ryeowook bingung harus menyampaikan apa kepada Eomma-nya tentang Yesung dan Jaejoong yang ingin tinggal dirumahnya.

"Ada apa sayang?" tanya Heechul penasaran.

"Nggg, ada temanku yang mau menginap disini eomma." kata Ryeowook pelan, takut jika eomma-nya tidak mengijinkannya.

"Eoh? Temanmu? Jinja? Kenapa tidak bilang dari tadi, suruh mereka masuk. Diluar dingin sekali cuacanya." ternyata Heechul langsung menyetujui permintaan Ryeowook tanpa mempertimbangkannya lebih dahula.

"Anneyong haseo ahjuma, perkenalkan saya Jeremy Kim biasa dipanggil Yesung, dan ini pengawal saya Kim Jaejoong." Yesung memperkenalkan dirinya setelah Ryeowook menyuruhnya masuk untuk bertemu eomma-nya.

"O ini anak yang dari Amerika itu? Wah kalian sangat tampan, eomma sangat menyukainya. Jangan sungkan-sungkan, kalian panggil saya eomma saja, arraso!" sambut Heechul dengan wajah sumringah.

"Betul eomma, dan kami ingin meminta ijin eomma supaya diperkenankan untuk tinggal disini sekalian menjaga Ryeowook." kata Yesung dengan sopan.

"Kalau untuk tempat tinggal tidak masalah, tapi diusia seperti kalian inikan sedang membutuhkan energi yang banyak, eomma tidak bisa menyediakan makanan yang banyak untuk kalian." Heechul mengutarakan tentang keberatan tentang biaya makanan yang akan ia tanggang jika ada dua remaja yang tinggal di rumahnya.

"Kalau soal itu eomma tidak perlu khawatir, kami bisa menyediankannya sendiri dan Jeajoong ahlinya dalam bidang memasak eomma boleh mencobanya." Yesung memerintahkan keahliannya pada eomma Ryeowook saat ini juga. "Eomma bisa mencoba masakan Jaejoong sekarang." tawar Yesung

Heechul menganggukkan kepalanya tanda setuju, kebetulan ia juga belum menyiapkan makan malam untuk keluarganya. Heechul mengajak Jaejoong ke dapur dan menyerahkan bahan-bahan yang akan ia masak untuk makan malam.

"Eomma tunggu saja di ruang tengah, saya akan siapkan hidangan makan malam yang spesial untuk keluarga anda." pinta Jaejoong dengan sopan.

"Benarkah? Kau tidak perlu bantuan?" tanya Heechul.

"Saya sudah terbiasa memask sendiri eomma." tolak Jaejoong.

"Baiklah kalau begitu, tetapi jika kau butuh bantuan panggil eomma ne." Heechul berlalu meninggalkan Jaejoong di dapur menuju ruang tengah dimana Ryeowook dan Yesung berada.

"Ya! Berhentilah bertengkar! Mandilah kalian sambil menunggu masakan matang." teriak Heechul menghentikan acara pertengkaran Yesung dan Ryeowook. "Apa kalian selalu bertengkar seperti ini?" tanya Heechul.

"Ne eomma, itu karena Yesung yang mulai duluan." adu Ryeowook, "Dan mengapa eomma langsung setuju menampung mereka disini." keluh Ryeowook.

"Itu karena mereka tampan dan manis Wook-ie." jawaban Heechul membuat mata Ryeowook membulat.

"MWO! Apa eomma bilang?Tampan dan manis? Jae hyung memang manis, tapi dia? Kepalanya besar begitu." pekik Ryeowook, telunjuknya menunjuk ke arah Yesung.

"Yang penting aku tampan Wook-ie, eomma-mu saja mengakui kalau aku tampan, apa kau tuli sehingga tidak mendengar pernyataan eomma tadi hem?" tanya balik Yesung.

"Aku tidak bicara denganmu!" teriak Ryeowook.

"YA kalian! Bisakah kalian diam? Suara kalian membuat eomma pusing." Heechul kembali berteriak untuk menghentikan adu mulut dua sejoli itu. "Cepat kalian mandi, atau tidak ada jatah makan malam untuk kalian." Heechul mengeluarkan seringainya dan siap menghajar dua bocah yang dari tadi bertengkar.

Tanpa menunggu lama lagi, Ryeowook dan Yesung bergegas mandi sebelum Heechul mengeluarkan amukannya. Sementara itu Jaejoong telah selesai memasak untuk makan malam. Jaejoong membuat beberapa makanan yang sangat menggugah selera. Heechul benar-benar di buat senang oleh Jaejoong beserta makanan yang dibuatnya.

"Wah kau sungguh hebat, sudah manis pandai memasak pula." pujinya sambil melirik Ryeowook yang tengah menggembungkan pipinya. Ryeowook paham jika Heechul tengah menyindir dirinya. Ryeowook tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah apapun, membuat berantakan iya.

"Kau kanapa Wook-ie? Kau tambah manis jika bibirmu maju begitu? Atau jangan-jangan minta di chu?" goda Yesung.

Ryeowook segera mengangkat sendok yang dipegangnya dan memukulkannya ke kepala Yesung.

Takk

"Aww, appo." rintih Yesung sambil mengusap kepalanya. "Suka sekali kau memukulku?" dengus Yesung.

"Siapa yang mulai coba?" hardik Ryeowook.

"YA kalian bisa diam tidak atau aku eomma akan melempar kalian keluar!" ancam Heechul.

Makan malampun berjalan dengan lancar, tanpa ada pertengkaran dari Yesung dan Ryeowook. Ryeowook segera meninggalkan ruang makan menuju kamarnya tanpa membantu Jaejoong dan eomma-nya membereskan ruang makan terlebih dahulu.

"Ah aku bisa gila kalau tiap hari bertemu dengan Yesung si kepala besar." omelnya sambil merebahkan tubuhnya ke kasur ukuran single miliknya dan dua menit kemudian sudah terdengar dengkuran dari mulut mungil Ryeowook.

Kicauan burung dipagi hari terdengar begitu merdu, namun nyanyian merdu dari para burung tersebut tidak mampu membangunkan Ryeowook dari tidurnya. Namja mungil itu masih bergelung dibawah selimutnya.

"Pagi eomma." sapa Yesung ketika bertemu Heechul di ruang makan, Heechul membantu Jaejoong menyiapkan sarapan pagi. "Wook-ie mana eomma? Atau jangan-jangan dia belum bangun?" tanya yesung kemudian.

Heechul berhenti sejenak dari kegiatannya menata peralatan makannya. "Dia masih tidur, anak itu benar-benar susah untuk bangun pagi." jawab Heechul kemudian melanjutkan pekerjaannya.

"Bolehkah saya membangunkannya eomma?" pinta Yesung.

"Ne, tapi dia juga susuah dibangunkan." pesan Heechul sebelum Yesung pergi ke kamar Ryeowook.

Klek

Yesung memutar knop pintu kamar Ryeowook, obsidian Yesung menelisik setiap sudut ruangan yang bercat ungu muda. Yesung menahan tawanya melihat pernak-pernik yang berada di kamar Ryeowook, 'Ck sungguh kekanak-kanakkan.' gumam Yesung.

Yesung mengambil duduk di tepi ranjang Ryeowook, lalu menepuk pantat Ryeowook pelan untuk membangunkannya. "Wook-ie bangun! Nanti terlambat ke sekolah." Ucap Yesung.

Merasa tidak ada respon dari Ryeowook, Yesung menepuk kembali pantat Ryeowook, namun kali ini agak keras. "Wook-ie bangun! Kau mau sekolah tidak!" serunya.

"Engg . . ." Ryeowook mengerang sambil membalikkan badannya. "Eomma ini jam berapa?" tanya Ryeowook tanpa memperhatikan siapa yang ada disampingnya. Kedua tangannya mengucek matanya , Ryeowook membulatkan matanya sempurna saat melihat siapa yang berada disampingnya. Dan . . .

1

2

3

"Kyaaaaaaaaaaaa . . ." teriak Ryeowook melengking, membuat burung-burung yang bertengger di dahan pohon depan kamar Ryeowook beterbangan karena mendengar suara tenor Ryeowook.

"Kyaaa . . . apa yang kau lakukan disini?" tanya Ryeowook masih dengan berteriak.

Yesung tersenyum dengan manisnya "Tentu saja membangunkanmu baby, uhh kenapa kau malas sekali, jam segini baru bangun." komentar Yesung.

"Apa urusanmu namja berkepala besar! Pergi sana!" maki Ryeowook sambil menendang tubuh Yesung hingga Yesung terjatuh dari tempat tidur Ryeowook.

"Aww . . . baby appo." Keluh Yesung sambil memegangi pantatnya yang baru saja mencium lantai. "Kenapa kau suka sekali menyiksaku baby?"

"Salah sendiri, siapa suruh membangunkan aku, pergi sana!" usir Ryeowook sebelum berlalu meninggalkan Yesung untuk mandi. "Dan sekali lagi jangan memanggil dengan baby!" Ryeowook menoleh sejenak sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu kamar mandi.

"Dasar baby, lihat saja nanti! Kau pasti akan jatuh dalam pesonaku." lirih Yesung dengan penuh percaya diri.

Pada saat sarapanpun kericuhan yang disebabkan pasangan Ye-wookpun tidak terhindarkan, selain beradu mulut mereka juga berebut makanan yang dibuat oleh Jaejoong. Heechul dibuat kewalahan menghadapi mereka yang tidak henti-hentinya bertengkar hanya karena masalah sepele.

"Ck dasar kalian, bikin pusing kepala saja." keluh Heechul sambil memijit kepalanya yang mendadak terasa pening.

"Wook-ie, hati-hati makannya!" Hyukjae memperingatkan Ryeowook sahabatnya yang makan dengan terburu-buru.

"Aku sangat lapar hyung, bertengkar dengan Yesung membuat nafsu makanku meningkat." ujar Ryeowook seraya memasukkan ramen ke mulutnya.

"uhuk-uhuk." Ryeowook tersedak karena makan sambil berbicara.

"Nah apa kata hyung. Pelan-pelan jika makan, memangnya apa yang dilakukan Yesung terhadapmu eoh?" tanya Hyukjae

"Dia mengangguku terus. Hah aku bisa stres jika setiap hari bertengkar dengan Yesung." dumel Ryeowook . "Uhuk-uhuk." Ryeowook kembali terbatuk, kemudian Hyukjae menyodorkan minuman dengan segera.

"Wook-ie!" teriak Minho yang baru saja sampai di kantin, kemudian berjalan mendekat ke arah sahabatnya itu.

"Ada apa teriak-teriak begitu?" tanya Ryeowook tanpa mempedulikan Minho yang masih mengatur nafasnya akibat berlari dari kelas menuju kantin.

Minho mendudukkan dirinya disamping Ryeowook sebelum mengawali ceritanya, "Wook-ie, aku dapat info mengenai Yesung." Minho berhenti sejenak, kemudian mengambil minum Ryeowook dan meminumnya.

"YA! Jangan minum minumanku!" teriak Ryeowook

"Mianhe aku sangat haus. OK aku lanjutkan yang tadi, aku dapat info jika Yesung itu anak dari bangsawan Korea yang bermukim di Amerika dan mempunyai perusahan bertaraf internasioanl disana." cerita Minho dengan antusias.

"Benarkah?" kaget Ryeowook dan Hyukjae bersamaan.

"Iya, begitu yang aku dengar dari guru-guru. Tapi sejujurnya aku kurang percaya, apalagi kalau lihat tingkah Yesung, dan kalau dia anak konglomerat mengapa dia harus menginap di rumah Ryeowook." ujar Hyukjae meragukan cerita dari Minho.

"Nanti aku akan minta tolong appa untuk menyelidiki siapa sebenarnya Yesung itu." usul Ryeowook disambut anggukkan setuju dari dua sahabatnya.

Ryeowook berjalan pulang dengan langkah gontai, pikirannya masih mencerna kata-kata Minho tadi. 'Apa benar Yesung anak kolongmerat?' innernya dalam hati. 'Aku harus menyelidikinya juga.' semangat Ryeowook dalam hati.

"Eomma, aku pulang." seru Ryeowook ketika membuka pintu depan. Matanya menatap Yesung yang telah sampai di rumah terlebih dahulu. Yesung tampak asyik menonton TV sambil berteriak-teriak.

Ryeowook hanya menatapnya heran, 'Apa ada anak konglomerat udik begitu?' gumam Ryeowook.

"Berhentilah menatapku terus, aku tahu kalau aku ini tampan." kata Yesung tanpa menoleh ke arah Ryeowook.

"Eh? Cih siapa yang menatapku, aku hanya ingin mengingatkanmu saja, katanya kau ingin mencari informasi tentang Siwon hyung, mengapa malah enak-enakkan nonton TV?" tanya Ryeowook.

"Sudah kok, aku sudah mengirimkan semua data yang aku perlukan ke Amerika dan tinggal menunggu hasilnya saja." jawab Yesung santai.

Ryeowook tidak menanggapi omongan Yesung, dia memilih meninggalkan Yesung di ruang tengah untuk mencari Jaejoong. Ryeowook berniat mengajak Jaejoong berlatih beladiri.

"Jae hyunggggg~~" sapa Ryeowook. "Kita latihan yuk!" ajaknya dengan nada manja.

"Eh? Tapi hyung ingin memasak Wook-ie." tolak Jaejoong.

Ryeowook mengerucutkan bibirnya mendengar penolakan Jaejoong, "Sebentar saja hyung, pleaseeeeee." bujuk Ryeowook.

Akhirnya Jaejoong mengalah dan menemani Ryeowook berlatih beladiri. Ketika keduanya tengah asyik berlatih muncul Yesung menganggu latihan mereka.

"Jae aku ada tugas untukmu!" perintah Yesung sambil menyerahkan selembar kertas pada Jaejoong.

Tbc

Akhirnya bisa update juga, mianhe terlalu lama menunggu. Aku harap kalian masih berkenan untuk membacanya. Masih banyak typo berhamburan disina, maklum update tanpa edit. Nah selamat membaca . . . sampai jumpa di chap berikutnya. Byeeeeeeee

Gomaowooooooo^.^