KUROKO NO BASUKE Cuma milik Fujimaki-sensei doang

Song fic: masih mencintaimu (papinka)

Kasmaran (jaz)

Everything i need (rendi pangalila)

Warning:typo kebanyakan, gaje, klise, yaoi

DON'T LIKE DON'T READ

Enjoy reading readers~

Kagami terbangun dengan keadaan mata yang sembab karena terlalu lama menangis, ia mencoba menengok keluar melalui jendela "hah..."kagami menghela nafas "teryata sudah malam" kira-kira sudah berapa lama ia tertidur?, kagami bangkit dari kasur, dan segera menuju ke kamar mandi untuk cuci muka, begitu selesai membersihkan diri, kagami segera menuju ke dapur untuk membuat makanan

Hari ini ia sedang tidak berselera makan, jadi ia ingin membuat yang simple saja untuk ia makan seorang diri, ketika sedang memasak, kagami jadi teringat kebiasaan aomine yang selalu menganggu dirinya ketika sedang memasak, mulai dari memeluknya dari belakang, sampai menciumi tengkuknya, dan jika sudah seperti itu biasanya kagami akan mengancamnya dengan tidak memberinya jatah, yh jatah apa saja mulai dari jatah makan di apartemennya, jatah bertemu dengan dirinya sampai ke jatah melakukan yang aomine suka, dan aomine akan membalasnya dengan muka cemberut dan mendiamkannya seharian,

Jika teringat tentang dirimu berlinang air mataku

Ku rindu saat saat bersamamu kasih sayangmu padaku

Namun kini kau bukan milikku dan berakhir sudah cintaku

Biarkan saja hatiku bicara ku masih sayang padamu

kagami tersenyum tipis begitu mengingat masa lalunya dengan aomine, tapi kemudian wajahnya kembali sedih, kegiatan seperti itu tidak akan bisa terulang kembali karena dirinya dan aomine telah putus, aomine sudah bahagia kembali dengan kise, cinta pertamanya, satu tetes air mata jatuh kedlam panci membuat kagami terkejut yang kemudian ia mencoba menghapusnya

Ia tidak boleh seperti ini, ia harus bisa move on dengan aomine, ia harus bisa mencari kegiatan agar bisa melupakan aomine, mungkin nonton bisa menjadi solusi, setelah masakannya telah matang, kagami segera mengangkatnya dan kemudian menuju ke ruang tamu untuk menonton , ketika baru saja pantatnya menyentuh sofa, ponsel didalam kamarnya berdering keras, kagami segera berjalan mengambilnya, begitu sampai di dalam kamar kagami segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tas tepat disamping kotak sepatu milik aomine yang tadi di belinya, tanpa melihat siapa yang menelfon kagami langsung mengangkatnya

"moshi-moshi"sapa kagami

[moshi-moshi taiga] suara aomine terdengar dari seberang, membuat kagami terkejut

"Aomine?" lirih kagami tapi masih bisa terdengar oleh aomine

[iyh ini aku dan aku minta sekarang kamu pergi ke lapangan tempat kita biasa 1 on 1, aku mau berbicara]

"mau ngapain lagi aomine, udah enggak ada yang perlu dibicarain, semuanya udah jelas" kagami sudah sangat malas bertemu dengan aomine sekarang

[aku tidak menerima penolakan taiga, pokoknya sekarang kamu temuin aku di sana, SEKARANG] kini suara aomine terdengar lebih keras, tapi setelah itu hanya terdengar suara tut tut dari seberang yang artinya telfonnya telah ditutup oleh pihak penelfon

Kagami menghela nafas, sekarang apa maunya aomine, apa coba yang mau diomongin, bukankah semuanya sudah jelas, ia dan aomine telah putus, tidak mau terlalu memikirkan omongan aomine, kagami kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan niatnya untuk menonton, ia menaruh ponselnya tepat di sampingnya, ketika film yang dipilihnya baru saja mulai, ponselnya bergetar menandakan ada sebuah emali yang masuk

From:Kuroko Tetsuya

To: Kagami Taiga

Subjek: kebenaran

Kagami-kun benarkah kau putus dengan aomine-kun, kenapa?, tadi aomine-kun mengirim email kepadaku untuk memintamu menemuinya di lapangan tempat kalian biasa 1 on 1"

Kening kagami mengkerut heran, dari mana bayanganya ini tau kalo ia dan aomine telah putus, belum sempat ia membalas email dari kuroko, email lainnya masuk secara serempak, ada sekitar 4 email yang masuk, kagami mencoba membukanya satu persatu

From:momoi Satsuki

To:Kagami taiga

Subjek: apa benar?

Kagamin apa benar kamu putus dengan dai-chan tapi kenapa?, apa dai-chan menyakitimu?

Oh iyh tadi dai-chan mengirimiku email bahwa ia ingin bertemu denganmu di lapangan tempat kalian 1 on 1, aku pikir sebaiknya kamu datang kagamin, jika ada masalah sebaiknya diomongkan baik-baik tidak dengan seperti ini"

Kagami membuka email selanjutnya kini dari kapten kiseki no sedai

From:akashi seijurro

To:Kagami taiga

Subjek: putus

Taiga, daiki bilang kau putus dengannya, ada apa? Ia menyakitimu?

Daiki mengirimiku email, ia memintaku untuk membujukmu agar mau bertemu dengannya di lapangan tempat kalian biasa 1on1

Selesai membaca email dari akashi, kagami mulai merasa takjub dengan aomine, apa segitu inginnya dia bertemu dengannya, sampai ia berani memerintah seorang akashi

From:kiyoshi teppei

To:Kagami taiga

Subjek: putus dengan aomine

Taiga, kuroko memberitahuku kau putus dengan aomine, ada apa? Jangan bilang bahwa kau disakiti olehnya, awas saja sampai dia menyakitimu, akan kubuat hidupnya berasa di neraka

Begitu membaca email dari senpainya itu, kagami merasa ngeri sendiri, jika senpai atau papanya itu sudah seperti ini

From:Himuro Tatsuya

To:Kagami taiga

Subjek:putus

Taiga aku mendapat informasi dari Atsushi bahwa kau putus dengan aomine, ada apa outoto? Ceritakan kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian?

Oh iya aku mendapat email dari aomine, dia memintamu untuk ke lapangan tempat kalian biasa 1on1, aku pikir sebaiknya kau datang, sepertinya ia sangat mengharapkanmu untuk datang, ia sampai memohon mohon padaku, datanglah taiga

Mata terbelalak, sampai tatsuya pun ia kirimi email, aomine sepertinya memang benar-benar ingin ia datang, kagami pun segera mematikan televisi dan berganti baju, yah tidak ganti seluruhnya sih, hanya mengambil jaket dan tak lupa sepatu aomine yang tadi dibelinya dan kemudian langsung pergi

selama di perjalanan, kagami memikirkan perkataannya kepada aomine tadi siang, apa benar ia mau putus dengan aomine? Bukankah aomine sendiri ia sudah lama putus dengan kise, jadi sebenarnya ia tidak menganggu hubungan aomine dengan kise kan? Tapi orang-orang bilang ia menjadi orang ke-3 rusaknya hubungan aokie, tanpa disadari kagami teryata ia telah sampai di lapangan tempat biasa mereka 1 on 1, dan ia melihat aomine tengah berdiri di tengah lapangan

aomine yang merasa ada seseorang di belakangnya menoleh dan melihat bahwa seseorang yang sedari ditunggunya telah datang "taiga.." sapa aomine sambil berjalan mendekati kagami "kau datang?"

kagami terhenti ketika ia telah berhadapan dengan aomine "jangan salah paham, aku datang hanya untuk memberikan ini dan menuruti permintaan dari tatsuya" kagami memberikan sepatu yang tadi siang dibelinya "ini sepatu untuk menggantikan sepatu yang waktu itu aku minta, setelah ini kita tidak akan ada urusan lagi kecuali untuk urusan basket" selesai memberikan sepatu, kagami balik badan hendak pergi sebelum tangannya di tahan oleh aomine "aku tidak butuh sepatu ini, yang aku butuhkan sekarang adalah kamu" tutur aomine, kening kagami mengkerut mendengar ucapan mantan kekasihnya ini "sejak kapan kau bisa berbicara romantis seperti ini, oh aku tau pasti karena sudah terbiasa berbicara romantis kepada kise kan" bola mata kagami memutar
"bisakah kita tidak membawa bawa kise dalam urusan kita, ini hanya urusan kamu dan aku tidak ada orang lain" genggaman aomine mengeras di sertai dengan suaranya yang meninggi

kagami melepaskan gengaman aomine pada pergelangan tanganya secara paksa "kenapa kau tidak mau orang yang kau sayangi itu disalahkan"

"aku menyayangi kise hanya sebagai teman, tidak lebih kagami" jelas aomine, aomine mengerti sikap mereka berdua sama-sama emosional jika tidak ada yang mengalah, masalah pasti tidak akan selesai-selesai, kagami menghembuskan nafas "dengar aomine, aku hanya tidak mau menjadi orang ketiga dihubunganmu dengan kise" kagami mencoba menjelaskan kenapa ia minta putus

"sudah berapa kali kubilang kagami, aku dan kise sudah lama putus, kau bukan orang ketiga dihubunganku dengan kise" aomine kembali memegang kedua tangan kagami

"kau tidak perlu berbohong seperti itu aomine, aku juga tau bahwa aku tidak cocok denganmu, bahkan para fans mu saja tau" ujar kagami sambil menundukkan kepalanya

"fans ku?" kali ini giliran kening aomine yang mengkerut "tau apa mereka tentang apa yang cocok untukku, kau tidak perlu mendengar ucapan mereka" jelas aomine

"terus , bagaimana dengan sikapmu beberapa hari ini, aku lihat kau menjadi dekat sekali dengan kise"

Bukannya menjawab pertanyaan kagami aomine malah menarik kagami untuk ketengah tengah lapangan "aku akan menjelaskan semuanya padamu tapi nanti, sekarang aku mau kau lihat keatas"kagami mendongak dan ia tidak melihat apa-apa "ada apaan sih aomine"

"tunggu sebentar"tepat selesai ucapan aomine, tiba-tiba terdengar bunyi kembang api dan kemudian langit dihiasi warna-warni kembang api yang membentuk tulisan "will you marry me kagami taiga" kagami yang terkejut langsung mengarahkan pandangannya ke arah aomine "aomine ini perbuatanmu?

Aomine hanya diam saja dengan wajah tetap berhiaskan senyuman, setelah suara kembang api mereda kini kagami kembali dikejutkan dengan perbuatan aomine yang tiba-tiba memberikan bola basket kepadanya "kalo kamu bilang iyah, shoot bola itu ke arah ring, tapi kalo kamu jawab enggak buang bola itu" kagami memandang sejenak bola basket yang ada di tangannya, kemudian memandang aomine yang tengah tegang menanti jawaban darinya

Kagami berada dilema sekarang, apakah ia menerima lamaran aomine atau menolaknya, jika ia menolaknya apakah ia rela aomine kembali dengan kise?, tapi jika ia menerima apakah aomine benar-benar melamarnya atau ini hanya sebuah lelucon, ia melihat kembali sikap aomine yang masih menunggu jawaban darinya, kagami menghembuskan nafas, jika melihat dari sikap aomine sepertinya ia benar-benar tegang lagi pula dia juga teryata memang masih mencintai ace touou itu , kagami menghadap ring, ia mengambil posisi untuk menembak dan melempar bola itu dan kemudian disusul suara kibasan ring,

Your my love

Your my live

Your my everything i need

I give you my heart

I give you my soul

in every way

aomine yang melihat hal tersebut sempat terpaku sejenak sebelum akhirnya berlari menghampiri kagami dan memeluknya dari belakang, kagami sempat terkejut sebelum akhirnya ia membalikkan badan dan kembali memeluk kekasih-hitam-tersebut

Ketika sedang berpeluk ria, kagami dikejutkan dengan kemunculan para temannya dari balik semak semak di pinggir sekitar lapangan "kalian? Ngapain disini?" tanya kagami setelah dirinya melepaskan pelukannya pada aomine, belum selesai dengan keterkejutannya, kagami lebih dulu diterjang oleh momoi

"AHH, KAGAMIN SELAMAT" teriak momoi sambil terus memeluk kagami

"kagamicchi~~ selamat –ssu"ucap kise sambil merentangkan tangannya hendak memeluk kagami sebelum bajunya ditarik kebelakang oleh aomine "mau apa kau? Memeluk kagami? Tidak boleh"

Kini kagami menyadari bahwa dirinya telah dikelilingi oleh seluruh temannya

"aku tidak menyangka kau akan benar-benar melamarnya aomine" takao menoleh ke midorima yang berdiri tepat disampingnya "kapan kau akan melamarku juga shin-chan~"

"kita masih SMA bakao, lagipula siapa juga yang melamarmu nanodayo" midorima mengalihkan pandangannya

Himuro mendekati adiknya tersebut "selamat taiga" kini himuro mengalihkan pandangannya ke arah aomine yang berdiri tepat disamping kagami "dan untuk kau aomine, walaupun kau sudah melamarnya, kalian tetap tidak boleh menikah terlebih dahulu, ingatkan kalian masih SMA dan selama kau belum menikahi taiga, aku akan tetap terus mengawasimu, sekali kau menyakitinya jangan harap kau bisa bertemu dengan kagami lagi" mendengar ucapan himuro, aomine merasa merinding

"tatsuya kau tidak boleh seperti itu, lagipula siapa juga yang mau menikah cepat-cepat, aku kan mau mengejar cita-citaku menjadi pemadam kebakaran dulu" aomine menoleh kearah kagami dengan tatapan berbinar, dan kemudian memeluknya dengan erat "ahh bakagami, gue bersyukur punya pacar seperti loe"

Akashi yang sedari tadi memperhatikan kedua sejoli ini mulai mendekati mereka "selamat taiga, kuharap keputusan kau benar, tapi jika nanti daiki menyakitimu bilang saja padaku dan aku akan membuatnya tidak bisa lagi merasakan namanya kehidupan"

"terima kasih akashi, kau tenang saja, jika dia menyakitiku lagi aku akan langsung menghubungimu" ucap kagami sambil melepaskan pelukan aomine

"kagami-kun"

"AAHHHH KUROKO/CCHI/TETSU" seluruh orang yang berada di sana langsung terkejut ketika tiba-tiba saja kuroko berada disamping kagami "sejak kapan loe disitu?"tutur aomine yang berhasil mengendalikannya keterkejutannya

Tanpa mengindahkan pertanyaan aomine, kuroko malah menatap cahaya itu "selamat kagami-kun, dan aku juga minta maaf sudah membuatmu menangis" ujar kuroko sambil menundukkan kepalanya

"terima kasih kuroko, tapi kenapa kau meminta maaf?" kagami menatap sang bayangan heran "karena sebenarnya ini semua untuk mengerjaimu" kuroko mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada cahayanya

Kagami memiringkan kepalanya, ia masih tidak terlalu mengerti apa yang dibicarakan oleh pemain bayangan kiseki no sedai itu "hah? Ngerjain gue? Makhsudnya?" kuroko makin menundukkan kepalanya, melihat kecanggungan yang terjadi diantara bayangan dan cahaya itu, aomine berinisiatif untuk ,menjelaskan apa yang terjadi lagipula ini adalah urusannya dengan kagami "begini kagami, sebenarya selama 2 hari ini, loe lagi kami kerjain, jadi seluruh kejadian yang menimpa loe itu sudah kami rencanakan dari mulai pertemuan kita di maji burger bareng kise sampai gue jalan sama kise hari ini "

Kagami benar-benar terkejut dengan penjelasan aomine "kenapa loe lakuin itu?"

Tbc

Hay hay...ada yang masih ingat denganku? Hehehe maaf yah karena terlalu lama menunggu

HAHHH akhirnya sudah mau selesai, ada yang bisa nebak enggak kalo akhirnya kaya gini, kalo ada yang tanya kenapa aku enggak membuat fanfic yang akhirnya maksa gini, sebenarnya enggak maksa juga sih,

Awalnya aku ingin membuat aomine melamar kagami tapi dengan cara anti mainstream, nah terus aku kepikiran kenapa enggak ngebuat aomine mengerjai kagami dengan cara selingkuh dengan kise, terus kenapa kise? Karena aku ngeliat di mana" kalo kebanyakan orang itu lebih suka aoki daripada aokaga (padahal kan author shipper aokaga) nah sebenarnya juga aku enggak keberatan mau aoki kek atau aokaga kek terserah, itukan seleranya masing masing, karena aku sukanya aomine dengan kagami, yah jadi aku ngebuat aominenya selingkuh dengan kise (yah walaupun pura-pura sih) nah kalo masalah judul? Jujur author itu orang yang paling enggak bisa bikin judul makanya yaudah deh ngasal ajh.

Maaf yah maaf kalo fanficnya nambah jelek, maaf karena sudah menunggu lama, maaf karena aku sudah menulis fanfic yng tidak bermutu, maaf karena aku sudah muncul disini, maa...-menundukkan badanya terus menerus- (ditendang readers: BERISIIIK!")

Oh iyah sebenarnya chapter ini awalnya mau aku buat sebagai chapter terakhir tapi karena kepanjangan jadi aku potong deh, di chapter depan aku akan bahas tentang kenapa aomine mengerjai kagami dan proses mengerjainya

Akhir kata tetap

REVIEW SENPAI!