The New Journey

Chapter 4: The End of the Assault

A/N: Halooo... maap apdetnya lama, berhubung sibuk sekolah... Tapi setidaknya tidak selama kemaren hehe #dilempartombak. Ehem... ya diriku juga ingin berterima kasih bagi mereka yang sudah review, favorite, follow dan mereka yang sudah membaca karena itu sangat berpengaruh dalam memacu motivasi D untuk menulis di tengah-tengah kesibukan:) sekali lagi arigato! sekarang sebelum kecerita, D mau balas riview.

Sp-Cs : Okok:D sudah di apdet silahkan membaca Sepicis-san:)

Rai21 : Sister complex._.? hmmm... entahlah tergantung situasiXD hehe... ceritanya belom dark kok... nanti beberapa chapter ke depan kayanya:) haha sabar deh Rai-san. dan untuk pertanyaan terakhir, silahkan cari tahu di fic ini.

Oyaa... kalo ada typo atau kesalahan lainnya dalam cerita mohon beritahu:) selamat membaca.

Disclaimer

Pesona series owned by Atlus.

Genres

Friendship, Family, Slight Romance.


Naoto's POV

"Kakek! Huh?" i-itu! Persona milik Minato-nii!? Minato-nii memanggil Personanya untuk melindungi kakek... Aku langsung mengarahkan tatapanku kepada Minato-nii, Minato-nii menyadarinya dan lalu ia pun tersenyum ke arahku.

"Maaf Naoto, tapi aku tidak punya pilihan. Kau tidak perlu khawatir, aku yang akan menjelaskannya nanti." Onii-san berkata begitu tenang. Dia bisa menjaga ketenangan dan emosinya bahkan disaat-saat seperti ini. Dia memang seorang Persona-user yang hebat. Tapi ada satu hal yang menjanggal dalam pikiranku, bagaimana dia bisa memanggil Persona di luar dunia tv?

"M-monster!?" ucap Yakushiji-san yang terlihat sangat terkejut. Kakek juga terlihat sangat terkejut. Ya, kalau aku jadi mereka aku pasti akan sama terkejutnya.

"A-apa itu?" ucap pria berjas yang tertembak itu.

"Grrrrroaaaaarrrgghhh!"

Persona milik Minato-nii menggeram begitu kerasnya. Thanatos... ya... Minato-nii pernah memberitahuku bahwa nama Persona ini adalah Thanatos, Sang Dewa Kematian. Awalnya aku tidak percaya kalau kakakku sendiri ternyata adalah seorang Persona-user, tapi setelah ia menceritakan sedikit tentang masa lalunya aku jadi percaya. Geraman Thanatos membuat pria berjas yang masih berdiri itu ketakutan. Pria itu menembakkan pistolnya ke arah Thanatos berkali-kali, tapi itu sama sekali tidak menyakiti Thanatos. Thanatos menggerakkan tangannya dan menggenggam pria itu dengan satu tangan, lalu mengangkatnya ke udara. Apa yang dipikirkan oleh Minato-nii? Apa dia akan membunuh pria itu?

"Minato-nii! Apa yang akan kau lakukan padanya?"

"Jangan khawatir, aku hanya memastikan dia tidak lari kemana-mana."

Apa yang aku pikirkan... tentu saja Minato-nii tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Sesaat kemudian teman-teman dari pria berjas itu datang, mereka terlihat sangat terkejut saat melihat Thanatos menggenggam teman mereka. Thanatos menolehkan kepalanya kepada mereka, dengan segera mereka menembaki Thanatos. Thanatos bergerak dengan sangat cepat ke arah mereka dan langsung menggenggam salah satu dari mereka dengan tangannya yang lain, dengan sigap mereka memundurkan posisi mereka menjauhi Thanatos. Lalu Thanatos melemparkan orang yang baru saja ia genggam ke arah orang-orang itu, hingga beberapa dari mereka terdorong dan terjatuh. Mereka ketakutan dan berusaha lari, pergi keluar dari ruangan ini. Tetapi Thanatos terbang di atas mereka dan menghalangi pintu keluar ruangan dimana kami berada.

"Kakek sudah menelepon polisi, kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka." Ucap Kakek sambil memasukkan kembali handphone-nya ke dalam jasnya.

"Kita harus segera keluar dari sini, sebentar lagi polisi datang." Kata salah satu pria berjas itu dengan panik.

"S-sial makhluk apa itu. Tembakan kita tidak bisa melukainya."

"H-hey aku mendapat pesan dari X, ia bilang ia sudah pergi meninggalkan tempat ini."

"A-apa? Orang itu! Sudah kubilang ia tidak dapat dipercaya."

Tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menyalahkan keadaan, aku melirik ke luar jendela. Polisi sudah datang... aku bisa melihat mereka sudah memasuki halaman.

"Minato-nii." Panggilku untuk mengisyaratkan bahwa polisi sudah datang. Minato-nii mengangguk dan Thanatos menurunkan pria yang masih ia genggam, lalu menghilang.

"M-makhluk itu menghilang! Ini kesempatan kita!"

"A-aku pikir sudah t-terlambat, polisi sudah datang!"

Tap, tap, tap, tap. Aku dapat mendengar suara langkah kaki, itu pasti polisi. Tak lama kemudian para polisi sampai di ruangan kami semua berada. Mereka langsung mengarahkan senjata mereka kepada orang-orang yang menyerang kediaman Shirogane.

"Angkat tangan! Ini polisi!" orang-orang itu pun mengangkat tangan mereka, mengisyaratkan kalau mereka tidak akan melakukan perlawanan dan membiarkan polisi mengamankan mereka. Polisi pun memborgol mereka satu persatu. Lalu kakek menghampiri salah satu petugas yang kelihatannya adalah komandan mereka

"Terima kasih atas bantuannya."

"Tidak perlu berterima kasih Shirogane-san. Ini sudah menjadi tugas kami sebagai badan penegak hukum."

"Untuk saat ini aku akan menyerahkan mereka kepadamu. Ada hal yang harus kubicarakan dengan cucu laki-lakiku, setelah itu aku akan ikut menyelesaikan kasus ini. Lagi pula mereka menginginkan cucu laki-lakiku, aku tidak bisa tinggal diam."

"Cucu laki-lakimu?"

"Ya, Minato. Ia sudah kembali sekarang, laki-laki berambut biru yang berdiri di sana adalah Minato... cucuku yang sudah lama hilang."

"Ahh, kalau begitu aku ucapkan selamat padamu Shirogane-san. Aku ingin sekali berbincang denganmu dan cucu-cucumu tapi aku harus kembali bertugas. Kalau begitu aku pamit sekarang, apabila sesuatu terjadi lagi... jangan segan-segan memanggil kami. Selamat siang."

"Ya pasti."

Para Polisi itu pun pergi sambil membawa orang-orang itu ke dalam mobil tahanan, setelah itu kakek duduk di salah satu sofa, seorang pelayan datang dan memasuki ruangan mengabarkan bahwa Yakushiji-san sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aku bernafas lega karena kejadian ini sudah selesai dan kejadian ini sepertinya tidak merenggut nyawa seorang pun. Tapi apa yang mereka inginkan dari Minato-nii. Bagaimana mereka bisa tahu tentang Minato-nii? Yang mengetahui bahwa Minato-nii hidup kembali hanyalah aku, teman-temanku, dan Mitsuru-san, sedangkan penghuni-penghuni kediaman Shirogane baru mengetahuinya hari ini. Mereka juga tidak mengetahui apapun tentang Persona, itu artinya tidak mungkin mereka terlibat dengan kejadian P1 Grandprix itu. Hmm... mungkin ini hanya penyerangan acak yang mereka lakukan dan yang memimpin mereka adalah seseorang yang dipanggil X. Tapi bagaimana pun juga ini terlalu aneh untuk disebut sebagai penyerangan acak, tidak mungkin mereka menyerang kediaman keluarga detektif terkenal di Jepang tanpa tujuan yang jelas.

"Duduklah kalian berdua."

Kami pun duduk setelah mendengar intruksi kakek. Kami pun menunggu kakek untuk berbicara. Aku segera memikirkan beberapa penjelasan untuk berjaga-jaga kalau sampai kakek bertanya kepadaku mengenai kejadian tadi. Tak lama kakek pun membuka mulutnya.

"Kakek menginginkan penjelasan mengenai bagaimana kau bisa kembali Minato..." kakek terdiam sejenak sebelum melanjutkan kembali.

"Juga penjelasan mengenai monster yang menyelamatkan kita tadi." Kakek menatap Minato-nii tepat ke matanya. Minato-nii terdiam sebelum akhirnya menjelaskan kepada kakek.

"Hmm. Baiklah... dua hari yang lalu, Naoto dan teman-temannya menemukan aku tidak sadarkan diri di bukit. Saat aku bangun aku sudah ada di rumah, aku tidak mengingat apapun tentang bagaimana aku bisa berada di bukit atau bagaimana aku bisa hidup kembali. Dan soal kejadian yang tadi..." jelas Minato-nii, tentu saja penjelasan Minato-nii itu adalah bohong. Kami tidak bisa memberi tahu kakek tentang dunia itu. Minato-nii menghentikan perkataannya dan lalu berbicara kembali.

"Apa kau pernah mendengar tentang lembaga baru yang bekerja sama dengan kepolisian, yang bergerak secara diam-diam?" Lembaga yang bergerak secara diam-diam... itu pasti Shadow Operatives. Wajah kakek berubah seketika sesaat mendengar perkataan Minato-nii. Hmm... aku harap Onii-san tidak membawa pembicaraan ini terlalu jauh.

"Ya, aku pernah mendengarnya... sebuah organisasi yang bergerak tanpa diketahui oleh orang-orang. Menurut Informasi yang kudapatkan, beberapa orang di dalam organisasi itu memiliki kekuatan aneh."

"Ya, kekuatan aneh itu adalah kekuatan yang sama yang tadi kugunakan untuk memanggil makhluk yang membantu kita tadi. Makhluk yang tadi itu disebut sebagai Persona dan orang yang dapat memanggil Persona disebut Persona-user. Aku memiliki kekuatan itu di dalam diriku. Aku sudah menceritakan hal ini juga kepada Naoto kemarin."

"Ahh begitu. Persona... " kakek sepertinya percaya namun belum puas dengan cerita Minato-nii. Suara dering handphone terdengar oleh telingaku. Itu suara handphone milik kakek. Kakek langsung mengangkat teleponnya.

"Misanori Shirogane berbicara."

"Hmm? Ah ya aku mengerti. Aku kesana sekarang." Kakek menyimpan kembali handphone-nya dan lalu berkata kepada kami.

"Aku masih ingin berbicara dengan kalian berdua, tapi aku harus pergi. Kakek tidak tahu kapan kakek akan kembali jadi... kalian bersenang-senanglah selagi berada di sini. Kalau begitu kakek pergi dulu." Kakek pun melangkah pergi keluar dari ruangan. Aku dapat melihat mimik wajah dari kakek yang menyiratkan kalau ia menginginkan penjelasan lebih. *Sigh* sebaiknya aku segera memikirkan sesuatu kalau kalau kakek meminta penjelasan dariku.

"Onii-san, sepertinya kakek tidak puas dengan penjelasanmu." Ucapku kepada Minato-nii. Minato-nii menolehkan wajahnya ke arahku. Ia lalu berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya serta mulai berbicara.

"Aku tahu... untuk sekarang berpura-puralah kalau kau hanya mengetahui apa yang sudah kujelaskan pada kakek, juga tentang masa dimana aku bertarung untuk membasmi Shadow. Lebih dari itu, pura-pura saja kau tidak tahu." Aku mengangguk tanda mengerti. Aku melihat ke luar jendela, terihat kakek sudah berada diluar pagar sekarang dan sedang masuk ke dalam mobilnya. Tiba-tiba saja aku teringat dengan Yakushiji-san. Salah satu pelayan sudah membawanya ke rumah sakit, tapi apa dia baik-baik saja? Yakushiji-san sudah seperti bagian dari keluarga ini, jadi tentu saja aku mengkhawatirkannya.

"Jangan khawatir, aku yakin Yakushiji-san baik-baik saja." Ucap Minato-nii seakan-akan dia bisa membaca apa yang aku pikirkan.

"Ya, ku harap begitu." Ucapku masih diliputi rasa khawatir.

"Mau pergi ke taman?" ajak Minato-nii kepada ku. Hmm... ya ini ide yang bagus, lagi pula sudah lama aku tidak pulang kemari.

"Ide yang bagus."

"Ayo kalau begitu." Kami pun segera bergegas. Kami berjalan menuju taman, jaraknya tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 500 meter dari kediaman Shirogane. Kami berjalan bersampingan, berjalan dalam diam. Aku memutuskan untuk memulai pembicaraan.

"Minato-nii, aku penasaran dengan bagaimana kau memanggil Personamu di dunia nyata?."

"Ahh... benar, kau tidak tahu cara memanggil punyamu di dunia nyata. Ada dua cara untuk memanggil Persona di dunia nyata. Pertama secara langsung seperti yang ku lakukan tadi, butuh konsentrasi yang sangat tinggi dan latihan untuk melakukan cara ini. Yang kedua dengan menggunakan evoker, sebuah alat yang dikhususkan untuk memanggil Persona."

"Evoker?" hmm ini istilah baru bagiku.

"Ya, evoker. Aku akan memperlihatkannya padamu saat kita ke Port Island." Hmm... Jadi begitu cara Minato-nii dan teman-temannya memanggil Personanya di dunia nyata.

Tanpa kami sadari kami sudah sampai di taman. Aku dapat melihat beberapa kursi taman, juga air mancur. Beberapa anak kecil sedang berlari-lari girang. Aku lalu melihat ke arah lain, ka arah sebuah pohon besar dan di atasnya terletak sebuah rumah pohon. Rumah pohon itu sudah sangat tua, namun masih terlihat sangat kokoh. Rumah pohon itu adalah tempat dimana aku sering bermain dulu bersama Minato-nii. Hm... aku tersenyum kecil mengingat semua hal itu.

"Tempat ini tidak berubah sama sekali..." ucap Minato-nii. Aku memandang kakakku itu, ia tersenyum saat melihat tempat ini. Sepertinya ia sama senangnya denganku.

"Ya, tempat ini tidak berubah." Ucapku. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, berdiri di sini bersama dengan kakakku yang selama ini aku pikir telah tiada. Minato-nii pun melangkahkan kakinya ke arah salah satu kursi, aku mengikutinya dari belakang. Kami berdua pun duduk di kursi itu.

"Onii-san. Soal kejadian tadi... apa kau mengetahui sesuatu?"

"Tidak... aku tidak tahu. Tapi sepertinya orang-orang tadi hanyalah orang suruhan dan siapa pun yang menyuruh mereka, ia tahu tentang Persona dan Shadow. Ada kemungkinan dalang di balik kejadian tadi ada hubungannya dengan kejadian yang kau alami di dunia tv tak lama ini."

"Aku juga berpikir seperti itu, mereka memanggilnya X... kalau polisi dan kakek bisa membuat mereka bekerja sama, maka akan mudah bagi kita untuk menangkap orang berinisial X itu."

"Tidak akan semudah itu, orang yang berinisial X itu pasti tahu kalau suruhannya akan memiliki peluang tertangkap yang sangat besar, itu sebabnya dia menggunakan nama samaran. Ia pasti sudah melakukan persiapan untuk mencegah dirinya tertangkap."

"Ya, itu memang kemungkinan terbesar *sigh*..." aku menghela nafasku. Akan butuh waktu yang tidak sedikit untuk melacak siapa pun X ini. Investigasi ini sebaiknya dimulai secepatnya. Lawan kami saat ini sudah membuat langkah yang sangat berani dengan menyerang kediaman Shirogane. Kami harus secepatnya pergi ke Iwatodai.

.

.

.

"Aku minta maaf sudah membuat kalian semua khawatir."

"Kau tidak perlu minta maaf Yakushiji-san, aku senang kau baik-baik saja." Ucapku lega. Syukurlah Yakushiji-san tidak mengalami luka yang terlalu parah sehingga dia tidak perlu dirawat di rumah sakit. Kami sedang terduduk di ruangan yang sama saat pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.49, kakek juga sudah kembali dari kantor polisi.

"Jadi, siapa mereka kakek?" tanya Minato-nii. Aku menatap wajah pria separuh baya itu. Wajah kakek sangat serius kali ini.

"Mereka hanya orang sewaan, mereka bilang mereka disewa untuk menangkapmu hidup-hidup. Mereka tidak tahu identitas orang yang menyewa mereka." Tepat seperti yang aku dan Minato-nii pikirkan.

"Begitu rupanya." Ucap Minato-nii sambil menghela nafasnya.

"Sudahlah kalian tidak perlu repot-repot memikirkan kejadian ini, biar kakek yang menyelesaikannya. Selagi kalian berdua di sini, kakek ingin membicarakan banyak hal." Ucap kakek sambil tersenyum.

"Ahh ya Minato-sama, aku sudah mendaftarkanmu di sekolah yang sama dengan Naoto-sama, Yasogami High School. Kau akan mulai masuk ke sekolah besok." Ucap Yakushiji-san.

"Terima kasih Yakushiji-san. *Chuckle* sepertinya aku harus berhenti bersantai dan mengerjar ketertinggalanku."

"Ya, kalau kau tidak serius... kau bisa berada di angkatan yang sama denganku, atau lebih buruk dari itu, kau bisa berakhir menjadi adik kelasku." Ucapku kepada Minato-nii sambil tersenyum kecil.

"Geez... itu tidak akan pernah terjadi Naoto."

"Hahahaha." Kami tertawa sesaat Minato-nii menyelesaikan kata-katanya. Kakek terlihat sangat senang. Aku belum pernah melihat kakek sesenang ini setelah kecelakaan yang menimpa orang tuaku dan Minato-nii. Heh.. begitu juga denganku aku belum pernah sesenang ini setelah kecelakaan itu.

End of POV

.

.

Sementara itu disebuah tempat, gelap seperti di belakang sebuah bangunan, dua orang berjubah hitam berdiri saling berhadapan. Kap jubah mereka menutupi wajah mereka itu.

"Rencana tadi memang telah gagal, tapi itu baru awal. Minato akan tinggal di Inaba, awasi orang itu dan apabila saatnya tepat... tangkap dia."

"Aku mengerti, jangan khawatir... aku tidak akan gagal. Dia tidak bisa lari dariku." Ucap orang itu sambil tersenyum licik.


A/N: Yosh! Chapter 4 selesai, kalau punya saran atau keritik silahkan riview atau pm juga boleh:) tadinya chapter ini mau dibuat sampe hari pertama Minato di Yasogami, tapi setelah di pikir-pikir enaknya disimpen di chap selanjutnya hehe.. okok see you!