Setelah saya mendapat komentar yang membuat saya nangis darah. kenapa enggak orang masih baru di sini udah bikin kesalahan! sedih hatiku, gundah gulana, bumi gonjang-ganjing #APADEH =o=
Okeh dsaya lanjutkan aja ini dia DB Note Jae Change The World! Chap 4 =o=V
Junsu masih saja berusaha untuk membuat Ryuzaki mandi. Sudah berbagai cara dia lakukan. Dengan kesal Junsu mengambil piring yang dipenuhi dengan kue-kue dari tangan Ryuzaki. "Ini akan kubuang kalo hyung gag mau mandi!" Teriak Junsu.
"JANGAN!" Suara Changmin melengking yang hampir memecahkan gendang telinga siapa saja yang mendengarnya. Dengan kecepatan kilat Changmin meraih piring itu. "Dari pada dibuang keluar mending dibuang ke perutku aja. Perutku lebih membutuhkan mereka."
Akhirnya setelah mendapat bala bantuan dari Yoochun dan Changmin, Junsu bisa juga membuat Ryuzaki mandi. Ryuzaki sekarang terlihat lebih rapi, manis, dan tentunya juga wangi!
"OKE! Sekarang kita berangkat." Seru Junsu. "Kok aku yah yang pontang-panting begini? Biasanya kan appa sama eomma." Seru Junsu sambil memakai sepatunya.
"Ngomong-ngomong appa sama eomma, di mana tu orang dua?" Tanya Yoochun.
"Kalian memanggilku?" Seru seseorang dari belakang. Yang ternyata adalah Raito.
"Hyung, akhirnya udah sadar juga." Celetuk Changmin.
"Loh, memangnya aku kenapa?" Selidik Raito.
"Iya! Tingkah kalian berdua itu jadi aneh semenjak gempa itu." Jawa Changmin yang diiyakan oleh Yoosu.
"Oh itu. Sekarang aku gak aneh lagi kan?" Seru Raito. "Khukhukhu… akhirnya aktingku berhasil mengelabui mereka. Dengan begini aku bisa tenang mencari jalan keluar dari dunia ini." Batin Raito.
Memang semalaman suntuk Raito sibuk meneliti semua yang berkaitan dengan Yunho. Otak jenius Raito bisa dengan mudah menebak karakter seperti apa Yunho itu.
Setelah berusaha sekuat tenaga mereka berlima ditambah manjernya yang sudah memasang tampang sangat amat BT sampai di KBS dengan selamat, walaupun mereka hampir telat setengah jam. Untungnya mereka kebagian show yang terakhir.
"Okeh! Untung dewi fortuna masih berpihak pada kita, walau kita telat setengah jam. Untungnya kalian mendapatkan show yang terakhir." Seru manajer. "Ayo! Segera bersiap-siap!"
Junsu, Yoochu, dan Changmin pun langsung menuju ke tempat rias. Saat melewati lorong di studio KBS, Junsu merasakan hal yang aneh. "Sepertinya ada dua orang yang hilang." Batin Junsu.
"Sadar Junsu!" Junsu memukul kepalanya sendiri. "Ini kan bukan Super Junior yang anggotanya kayak kesebelasan sepak bola ditambah 2 pemain cadangan." Batin Junsu.
Yoochun yang memperhatikan tingkah aneh Junsu memegang jidat Junsu. "Kamu gak ketularan gila kayak pasangan Yunjae kan?" Tanya Yoochun.
"ngomong-ngomong Yunjae, appa sama umma kemana ya?" Tanya Changmin yang mulutnya masih dipenuhi makanan.
"Hah?" Refleks Junsu dan Yoochun menoleh ke belakang. "KEMANA LAGI TU ORANG DUA?" Seru YoSuMin berbarengan.
"Ryuzaki! Kau lama sekali hah?" Seru Raito dari luar toilet.
Ya, Ryuzaki dan Raito memang tidak mengikuti YooSuMin karena mendadak tadi Ryuzaki merasakan sesuatu yang aneh di perutnya alias mules. Dengan terburu-buru sebelumnya Ryuzaki berjalan berlainan arah dengan YooSuMin.
Awalnya Raito sih sama sekali tidak perduli dengan hal –kemana si aneh Ryuzaki pergi- tapi mungkin ada malaikat yang mungkin nyasar dan masuk ke nurani Raito, maka dengan kerelaan hatinya Raito mau menunggui Ryuzaki.
"Ryuzaki! Kau sudah selesai?" Tanya Raito yang mulai tidak sabar.
"Maafkan saya Raito! Tapiii…" Kata-kata Ryuzaki terputus.
"Tapi apa sih?" Tanya Raito yang mulai tidak sabar.
"Kalau tidak keberatan apakah kau bisa masuk ke sini lebih dulu?" Tanya Ryuzaki.
"Baiklah." Raito mengehla napas panjang.
Raito membuka pintu toilet. Dan… ternyata di dalam sana tersuguhkan pemandangan yang amat sangat errr… menarik. Oh bukan! Maksudnya bukan untuk konsumsi di bawah umur.
"Maafkan saya Raito. Tapi saya baru sadar kalau resleting celana saya rusak. Mungkin saya tadi terlalu terburu-buru memakainya." Jelas Ryuzaki yang hanya memakai boxernya saja.
Raito menelan ludah berkali-kali. Otaknya benar-benar tidak bisa bekerja secara sempurna saat ini. Di hadapannya berdiri sosok Ryuzaki -yang memang sangat dibencinya dan musuh besarnya- hanya memakai celana boxer.
Siapa mengira, banyak orang-orang yang mengatakan Ryuzaki adalah orang aneh dan bisa dikatakan abnormal, ternyata saat di badan Jaejoong, Ryuzaki terlihat sangat sempurna di mata Raito. "Tenang, tenang Raito. Dia ada di badan orang sekarang." Batin Raito.
"Ka… Ka… Kau…?" Sontak wajah Raito memerah dan dengan gerakan refleks Raito mundur beberapa langkah. "Apa yang kau lakukan hah?" Bentak Raito untuk menutupi rasa malunya. "Cepat pakai celananmu!"
"Kau tidak dengar Raito-kun? Saya merusak resletingnya. Dan sekarang celana ini tidak bisa dipakai lagi." Jelas Ryuzaki. "Dan juga, baju ini sepertinya terlalu terbuka. Saya jadi tidak nyaman memakainya."
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kau pakai jaket ini saja." Raito melepaskan jaketnya untuk dada Ryuzaki yang kebetulan sebelum berangkat Junsu dengan semangatnya memakaikan Ryuzaki baju V Neck yang amat sangat rendah belahannya.
Saat berjalan dengan gugup, Raito terjatuh karena tersandung kakinya sendiri dan jatuh tepat di depan Ryuzaki, dan suatu kebetulan Ryuzaki saat itu tidak memiliki keseimbangan yang memadai dan akhirnya mereka berdua terjatuh dengan posisi Raito menindih Ryuzaki.
"Gyaaaa….." Teriak Ryuzaki.
"Ra… Ra… Raito?" Seru Ryuzaki dengan sedikit mendesah karena merasakan sakit di lehernya sebab Raito tadi sempat memegangnya dengan lumayan keras dan mungkin karena kulit Ryuzaki yang sensitif, tempat di mana Raito memegangnya menjadi berwarna kemerahan.
….
Sementara itu YooSuMin sedang sibuk mencari orang tua mereka.
"Aduh appa sama umma kemana sih? Kan bentar lagi perform" Teriak Changmin gak jelas.
"Gyaaa…" Suara teriakan laki-laki terdengar jelas dari tempat Yoosumin berdiri.
"Tunggu! Ini suara Jae hyung kan?" Seru Yoochun.
"Bener ini suara umma!" Histeris Changmin.
"Dari dalem kamar mandi." Junsu mencoba membuka pintunya dan….
Sebuah pemandangan tersuguhkan di depan mata Junsu yang memang masih innocent. Pemandangan di mana Jaejoong hyung-nya yang hanya memakai boxer ditindih oleh Yunho hyung-nya dengan hanya memakai kaos putih tipis. Junsu yang melihatnya merasa seakan-akan dunia berhenti.
Lain lagi dengan Yoochun dan Changmin. Otak mereka yang memang sudah terkena penyakit yadong akut, tampak biasa-biasa saja malah mereka mulai senyum-senyum sendiri dan mulai kamera handphone mereka masing-masing untuk mengabadikan momen special ini.
Raito dan Ryuzaki hanya bisa mematung dengan posisi seperti itu. Tapi jepretan kanera dari ponsel Yoochun menyadarkan Ryuzaki.
"Ryuzaki, maaf apakah kau bisa menyingkir dari atas badan saya?" Tanya Ryuzaki.
Raito tersentak kaget dan mendadak wajahnya memerah dan darah mulai menetes dari hidungnya, buru-buru dia turun dari atas badan Jaejoong yang saat ini ditempati Ryuzaki. "Ma.. maaf."
"YAH! JANGAN UDAHAN DULU DONG! MAU DIUPLOAD DI YOUTUBE NIEHHHHH!" Teriak Yoochun dan Changmin berbarengan.
Junsu yang sedari tadi hanya terbengong-bengong, kesadarannya mulai pulih dan dia mulai angkat bicara. "Ya! Jae hyung, Yunho hyung! Kalo mau begituan liat situasi dan kondisi dong!"
"Maaf.. maaf. Maafkan saya." Seru Ryuzaki. Dia mencoba berjalan mengambil celananya. Tapi langkahnya terhenti saat dia merasakan sakit di daerah pergelangan kakinya. "Aduh." Ringis Ryuzaki.
"Kenapa Jae hyung?" Tanya Junsu khawatir. Beda lagi dengan Yoochun dan Changmin. Mereka berdua hanya mendumel sebab kegiatannya tadi harus terhenti.
"Kenapa harus berhenti sih! Padahal ini pertama kalinya Changmin ngeliat beginian!" Dumel Changmin.
"Yak!" Dumelan Changmin tadi ternyata dihadiahi jitakan oleh sang Pangeran lumba-lumba Junsu.
"Jae hyung kenapa?" Tanya Junsu lagi.
"Tidak apa-apa, hanya daerah pergelangan kakiku sakit." Jawab Ryuzaki polos.
"Yunho hyung mainnya kasar sih! Terus kita nanti perform gimana?" Seru Yoochun yang juga dihadiahi jitakan oleh Junsu.
"Terus bagaimana ini?" Seru Junsu panik. Dan kepanikan Junsu makin menjadi-jadi setelah melihat Raito yang sekarang berada di tubuh Yunho terus-terusan mimisan ditambah dengan wajahnya yang merah layaknya kepiting rebus.
"Aduhhh… Yunho hyung sakit ya?" Junsu meraba kening Yunho. "Omona panas banget!" Seru Junsu panik. Sebenarnya sih panasnya Raito bukan karena dia sakit, tapi efek dari kegugupannya dan mimisan yang saat ini dia alami.
"Ya udah deh! Untuk kali ini biar kita bertiga yang perform aja ya gag?" Saat Junsu menoleh pada Changmin yang dilihat ternyata Changmin sedang memeriksa kondisi leher Ryuzaki.
"WOW! MERAH! BESAR! SADIS NIH YUNHO HYUNG!" Histeris Changmin. "yang kayak gini mah harus diabadikan dan harus disebar ke Yunjae shipper pasti Changmin dapet duit banyak!"
"Changmin!" Teriakan lumba-lumba milik Junsu pun tak terelakan terdengar.
Sementara itu di dunia Raito dan Ryuzaki asli….
"Kenapa bajunya ini semua sih!" Teriak Jaejoong yang memang orang fashionist sejati setelah melihat isi lemari Ryuzaki yang hanya dipenuhi oleh kaos tangan panjang dan semuanya berwarna putih.
"Ini orang hagak tahu fashion apa?" Seru Jaejoong dengan tampang kusut.
.
.
.
.
.
.
.
