Author : Fuuji Yamada

Disclaimer : Gyaaa I don't own .hack//GU in anyway

Pairing : Endrance x Haseo

Rating : M

"..." dialog

'...' pikiran

enjoy :D


Chapter 4

Di sekolah kelas 3-A

"Endrance kenapa kau senyum-senyum begitu? Membuat bulu kudukku merinding." Kata Kuhn sambil pura-pura menggigil kedinginan.

"Hehehe..." Endrance hanya tersenyum lagi kali ini senyum malaikatnya yang keluar.

Yang tentunya membuat seluruh siswa kelas 3-A tewas terkapar karenanya.

"Lho ada apa ini? Kenapa semuanya pingsan?" tanya Haseo begitu masuk ke kelasnya.

"Ini gara-gara Endrance yang tidak mengontrol senyumannya.. Ukh." Kata Kuhn terbaring dilantai sambil memegang kakinya Haseo dan terus pingsan lagi.

"Haseo.. walau kita baru berpisah tapi hati sudah sakit ingin bertemu denganmu." kata Endrance sambil memeluk Haseo di depan anak-anak.

"En..Endrance kenapa kau jadi aneh begini?" Kata Haseo yang berusaha melepaskan diri dari Endrance.

"Jadi... Kau tidak menyukaiku yang begini ya." kata Endrance sedih.

"Bu..bukan begitu hanya saja aku.. kan malu.." sahut Haseo yang mulai menyandarkan kepalanya di bahu Endrance dengan muka yang sangat merah.

"Baiklah saatnya detektif Kuhn beraksi!! Endrance dan Haseo apakah kalian pacaran??" tanya Kuhn dengan semangat 45.

"Eh? I..Itu.." Kata Haseo sambil memerah mukanya.

"Iya kami berpacaran.." kata Endrance tegas.

"Kyaaaa.... yaoi!!!" kata anak-anak yaoiners termasuk Atoli dan Saku dengan semangat.

"Siapa yang duluan nyatain cinta dan kapan?" tanya Kuhn tambah semangat.

"Aku menyatakannya di tengah gelap malam saat kami berpelukan, sambil saling merasakan panas tubuh dan nafas masing-masing." kata Endrance jujur dan apa adanya yang tentunya membuat Haseo tambah memerah mukanya.

Gara-gara Endrance yang ngomongnya begitu, membuat anak-anak yang lain terutama para yaoiners pingsan dan mimisan.

"Hmm... melihat anak-anak yang pingsan lebih baik aku akan bertanya lain kali saja deh." kata Kuhn sambil melihat mayat-mayat bergelimpangan di belakangannya.

Istirahat sekolah

"Endrance.." kata Haseo bersandar ke bahu Endrance.

"Hm? Ada apa?" tanya Endrance sambil mengusap kepala Haseo.

"A..Ano.. Aku senang kau mengakui hubungan kita.. kukira kamu berniat untuk menutupinya" kata Haseo malu-malu.

"Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, Haseo?" tanya Endrance bingung dengan pernyataan Haseo.

"Habisnya.. Kamu kan anak keluarga kaya sedangkan aku.. hanyalah anak biasa-biasa saja belum lagi kita ini sesama jenis" kata Haseo agak sedih.

"Hahaha... Jadi kamu risau soal itu ya.. Sudahlah tenang saja. Apapun yang terjadi aku akan selalu berada disampingmu dan akulah yang akan melindungimu." Kata Endrance sambil memeluk Haseo dengan erat.

Haseo yang merasa terlindungi langsung memejamkan matanya di pelukan Endrance.

Setelah beberapa hari tanpa terjadi apa-apa Endrance merasa bahwa perasaan tidak enaknya itu tidak benar sehingga dia pun segera melupakan perasaan tersebut.

Kamar Endrance

"Hngh.." gumam Haseo saat ciuman dengan Endrance karena kali ini ciuman ini begitu dalam dan lama sehingga Haseo mulai kehabisan nafas.

"Haseo aku tidak tahan lagi.." kata Endrance yang sudah menyelesaikan ciumannya.

"Hah? Ga tahan apa??" tanya Haseo bingung.

"Begini." kata Endrance sambil membaringkan Haseo di ranjangnya dan mulai menciumi leher Haseo seperti serigala kelaparan.

"En...Endrance.. apa yang.." Haseo kaget dengan kelakuan Endrance yang mulai membuka kancing bajunya satu-satu. "Haseo..Haseo.." gumam Endrance.

"Akh.." desah Haseo saat Endrance mulai menjilati bagian nipple Haseo. "Haseo... aku sangat mencintaimu.. karena itu aku tidak mau menyerahkanmu pada siapapun." Kata Endrance serius.

Awalnya Haseo ketakutan tapi karena Endrance mencintai dia, Haseo pun membulatkan tekad untuk menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Endrance.

"Endrance aku hanya akan menyerahkan diriku padamu seorang.." kata Haseo di kuping Endrance.

"Haseo..." Endrance mulai menciumi Haseo lagi dan kali ini Endrance mulai menuju ke daerah bawah Haseo yang membuat Haseo mulai menegang.

"Ah.. Endrance.."desah Haseo saat Endrance mulai memijat-mijat daerah sensitif milik Haseo dan nipple Haseo yang menggiurkan. Selesai berciuman, Endrance mulai menjilat-jilat dan menghisap nipple Haseo yang berwarna pink itu. "Hngh…" desah Haseo.

Endrance senang melihat muka Haseo yang malu-malu dan desahan-desahan yang dikeluarkannya sehingga Endrance makin bersemangat melakukannya.

"Haseo mungkin ini akan terasa sakit... Apa kau yakin mau melakukannya?" Tanya Endrance yang sudah telanjang bulat juga.

"Iya Endrance. Kalau tidak aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku dari tadi." kata Haseo tersenyum.

"Baiklah kalau gitu..cobalah untuk lebih santai, Haseo.."kata Endrance sambil melumuri lotion di selangkangan Haseo.

Haseo segera mengangguk dalam hati sebenarnya ia sangat ketakutan, tapi karena Endrance yang melakukannya ia akan menyerahkan apa saja.

"Hngh…" desah Haseo saat Endrance mulai memasukan miliknya di selangkangan Haseo.

"Akh..hah..hah..hngh.." desah Haseo begitu Endrance menusuk-nusukkan miliknya di dalam tubuh Haseo mencari titik yang pas. "Haseo…"kata Endrance sambil mencium bibirnya Haseo.

"Akh…" desah Haseo ketika Endrance berhasil mengenai titik yang tepat sehingga Endrance terus-menerus menusukkan miliknya di titik tersebut.

Tiba-tiba Haseo merasakan sesuatu yang hangat mengalir di selangkangannya ke dalam dirinya. "Endrance….hah..hah.." desah Haseo lagi. Merasakan sentuhan-sentuhan Endrance, Haseo pun tidak tahan lagi "Akhh…" desah Haseo dari miliknya keluar juga cairan putih itu.

Masih dalam posisi bersatu, Endrance memeluk Haseo dan berkata "Haseo…Aku sangat-sangat mencintaimu.."

"Aku juga sangat mencintaimu, Endrance.."kata Haseo malu.

"Apapun yang akan terjadi aku akan selalu di dekatmu dan melindungimu" kata Endrance.

"Iya aku percaya padamu" kata Haseo yang kemudian mulai terlelap kecapaian.


TBC

akhhh.. pikiran gw kemana-mana *brb mimisan

silahkan yg mo review, yg tidak mau jg gpp :D