Cartas de Amor

Length Chaptered

Lai Guanlin x Park Jihoon as maincast

Rating T

.

.

Berawal dari Guanlin, si siswa penyendiri, yang iseng meninggalkan coretannya di atas meja kantin dan ditemukan oleh Park Jihoon. Berakhir dengan saling jatuh cinta dengan tulisan masing-masing.

.

.

.

.

.

.

Hello, Park Jihoon.

Jika mau menemukan surat ini lagi, jangan lelah membaca tulisan berantakanku, hahaha. Tentang kelas, biarkan saja kita tahu ketika sama-sama bertemu nanti. Ya itupun jika kau mau bertemu denganku suatu saat.

Tenang saja aku tidak akan meninggalkan surat ancaman, apalagi teror di meja kantin, kok. Jadi katakan pada saudaramu agar tidak khawatir. Lagipula, kukira tidak akan ada yang mengambil suratku, ternyata kau sepeduli itu ya?

Soal kertas warna pink itu, aku mendapatkannya dari saudara sepupuku, Zhou Jieqiong. Aku bertemu dengannya di kantin, kemudian mengambil kertasnya beberapa. Tidak, aku tidak mencuri, Hoon. Serius. Setelah sekolah selesai aku menghubunginya dan berkata bahwa beberapa kertasnya aku ambil.

Iya. Aku bukan asli Korea. Aku orang Taiwan. Itu kenapa tulisanku masih tidak rapi, dan mungkin beberapa kalimat sulit kau mengerti juga, Hoon. Mungkin kau mau mengajariku? Kkkk~

By the way, ini juga kali pertamaku menulis surat, Hoon.

Oh ya, lokermu ada di nomor berapa? Ku rasa lebih baik meletakkan surat-surat ini di loker, kan? Jika kau mau. Lokerku ada di nomor 382. Aku harap kau meletakkan balasan suratmu di sana.

Wow, aku menulis begitu banyak untuk balasanmu. Tapi, tidak masalah, aku menikmatinya.

Aku sedang berpikir, bagaimana jika kita bertemu setelah 10 surat? Bagaimana menurutmu? Apakah terlalu lama?

Baiklah, See you later, Hoonie!

Lai Guanlin

.

.

.

Jihoon tertawa kecil membaca kata terakhir yang dituliskan Guanlin. "Hoonie," Jihoon bergumam. Tidak ada lagi yang memanggilnya Hoonie kecuali mendiang ibunya. Dan ini kali pertama setelah kepergian ibunya ada yang memanggil Jihoon dengan nama panggilan itu.

Jihoon kemudian mengambil kertas biru dari dalam tasnya. Berniat menulis balasan untuk surat Guanlin.

"Halo, Lai Guanlin," Jihoon bergumam sambil menulisnya. Kemudian tertawa pelan ketika membaca ulang apa yang sudah ia tuliskan.

"Lai Guanlin?" sebuah suara mengejutkan Jihoon yang membuatnya refleks menyembunyikan kertas-kertasnya. "Dia siapa, Ji?" Jihoon menatap kesal pada teman dekatnya, Ahn Hyungseob.

"Kau menggangguku, Seob," Hyungseob mendengus.

"Aku bertanya, dan bukan itu jawaban yang aku mau, Ji,"

"Berisik, Ahn Hyungseob,"

Kemudian, sisa hari itu di sekolah dilewati Jihoon dengan pertanyaan beruntun Ahn Hyungseob. Ah, jangan lupakan bagaimana mengganggunya Hyungseob ketika Jihoon menulis balasan surat untuk Guanlin.

.

.

.

.

.

hi, terimakasih udah sempet review. aku tau ini lambat alurnya:') hehehe. dan, kemungkinan gak ada konflik, tapi ya tunggu aja kejutannya.

sebenernya, aku iseng aja post disini, and i don't really care ada yg baca atau ga, ada yg baca ya makasih, kalo enggak juga gabakal aku delete, bcs ya buat arsip aja gitu ehehehe.

btw, aku mabok kevhwall ;;;;