Hinata POV :
"Kami-sama.. Aku yakin dia adalah orang yang baik, dia tulus.. Dan aku selalu merasakan nyaman ketika berada di dekatnya.. Yah, seperti saat ini. Kedua bola mataku bahkan tak lelah menatapnya yang kini tengah terlelap, Kami-sama.. Betapa indahnya dia.. Hidungnya yang mancung, kulit porselen, bentuk wajah yang indah, dan mata hitamnya yang dingin namun menyejukan. Ohh.. Apa aku jatuh cinta padanya, semudah inikah aku jatuh cinta pada pria yang hanya dalam beberapa hari aku kenal. Apa ini takdir?"
..
"OBSESSION"
By: Lavenderviolletta
Naruto By Mashashi Kishimoto
Romance
Hinata.H x Sasuke.U
..
WARNING
.
OOC, Miss Typo
..
Happy Reading
Hinata tak henti-hentinya memandangi Sasuke yang tengah terlelap dalam tidurnya,, karena kehabisan bensin mau tak mau mereka akhirnya bermalam di dalam mobil. Sasuke sadar akan Hinata yang terus memandanginya, namun ia tak menghiraukan itu, sampai akhirnya ia benar-benar terlelap.
...
Kedua onyx itu kembali terbuka , ia melihat jam di tangan kirinya.. Waktu menunjukan pukul empat dini hari. Ia melirik Hinata yang masih tertidur. "Tch." Gumamnya, ia mengguncangkan tubuh wanita disampingnya itu untuk membangunkannya. Namun Hinata hanya menggeliat manja dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Sasuke. "Tsk.. Bangun pemalas !" Suara berat itu membuat Hinata membuka mata seketika. "Gomene." Ujarnya dengan semburat merah yang menjalar di pipi, malu dengan perbuatan diluar kesadarannya.
"Aku akan mendorong mobil ini sampai kita mendapatkan bensin. Kau kendarai mobilnya."
"Tapi? Bukankah itu cukup jauh?"
"Tidak ada cara lain. Lakukanlah dengan baik."
"Ha- hai."
Sasuke keluar dari mobil dan mulai mendorong mobil hingga akhirnya mereka dapat menemukan bensin, nafas Sasuke memburu karena ia mendorong cukup jauh. Hinata memberikan sapu tangan dan dengan cepat Sasuke mengambilnya, ia mengelap seluruh wajahnya yang basah bercucuran keringat, "Arigatou Sasuke." Hinata tersenyum
..
Pukul 10.00 pagi mereka sampai di kediaman Hyuuga, perasaan senang seharusnya menyelimuti hati wanita lavender ini. Tapi justru keadaan berbalik, Hinata merasa takut.. Takut tak bisa sedekat tadi malam bersama Sasuke.
"Tugasku selesai. Masuklah."
Hinata memegangi tangan Sasuke saat pria itu akan pergi. Sasuke berbalik dan memandang Hinata datar
"Sasuke- bisakah kita terus seperti ini?"
"Hm?"
"Sebenarnya aku malu mengatakan ini, tapi- aku merasa nyaman ketika bersamamu."
"..."
"Untuk itu, bisakah kita terus seperti ini?"
"..."
"Ku mohon." Hinata memandang Sasuke sendu
"Aku juga sebenarnya tak ingin mengatakan ini."
"Eh?" Hinata memiringkan kepalanya
"Tapi berada di dekatmu, apalagi di sekolah. Membuatku sangat risih."
"..." Hinata terkejut. Ia menunduk
"Untuk itu. Menjauhlah." Sasuke melepaskan tangan Hinata yang memegangi lengannya.
"Baiklah."
Sasuke menghentikan langkahnya tanpa berbalik melihat Hinata.
"Jika itu yang kau mau Sasuke-kun. Aku akan menjauhimu."
"..."
"Awalnya aku pikir kau akan menjadi teman yang baik untuku, namun sepertinya harapanku sia-sia." Hinata terkekeh seraya menghapus air matanya.
"..."
"Aku tak pernah menyesal. Aku senang bisa bersamamu meski hanya dengan waktu yang sangat singkat."
"..."
"Ne.. Sasuke-kun. Arigatou."
Hinata berbalik, dan memasuki rumahnya.. Sasuke masih terdiam, apakah perkataannya berlebihan? Sehingga membuat Hinata menangis? Hei.. Dia lupa bahwa satu-satunya di sekolah yang mau berteman dengannya hanyalah Hinata. Lalu? Seperti inikah balasannya? Sasuke masih terdiam, ia kemudian melangkahkan kakinya menjauhi kediaman Hyuuga.
..
Konoha International Senior High School
Tiga pasang mata berbeda bola warna itu menghalangi jalan Sasuke ketika Sasuke akan memasuki kelas, Sasuke hanya menatap ketiganya datar. Gaara mendekat ia menatap Sasuke tajam
"Ini sudah di Acc oleh Tsunade-sensei." Ujar Gaara seraya melempar kertas yang berisi sebuah surat
Sasuke berjongkok untuk mengambilnya dan membacanya cepat
"Mengerti?" Ujar Gaara lagi ketika Sasuke mengetahui bahwa sekarang ia berada di kelas yang sama dengan Gaara, bukan di kelas Hinata lagi.
..
Bell masuk berbunyi. Meski telah memantapkan hati untuk tidak memperdulikan Sasuke lagi, tapi Hinata masih tetap tak bisa menghilangkan rasa kepeduliannya terhadap Sasuke. "Apa dia sakit?" Ujarnya pada diri sendiri ketika Sasuke tak juga hadir di kelas saat ini.
..
Kelas baru untuk Sasuke, dia kini berada di kelas yang sama dengan Gaara, Sai dan juga Naruto. Sasuke melempar tas dengan malas. Tak lama setelah ia duduk Anko sensei datang dan kelas akan di mulai.
Tok.. Tok.. "Ohayouu Sensei.. Gomene."
Anko menghela nafas kesal. "Keluar ! Kau tak mengikuti pelajaranku."
"Tapi-"
"Tidak ada toleransi, untuk siswa atau siswi yang tidak disiplin dalam pelajaran saya. Silahkan keluar!"
"Sensei-"
"KELUAR !"
"Tch !" Gadis bermata emerlard itu membanting pintu kelas kasar.
Anko hanya menggelengkan kepalanya, Sakura memang selalu terlambat setiap harinya. Dan ini bukan untuk kesekian kalinya ia terlambat di kelas Anko. Anko menegaskan kepada seluruh siswa yang ada di kelas agar mereka tak meniru Sakura, atau mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama.
"Tch.. Pemabuk itu." Sasuke mendecih. Ia merasa kelas ini tak lebih baik dari kelas sebelumnya.
..
Bell istirahat berbunyi. Hinata terkejut saat Gaara tiba-tiba berada di kelasnya. Bukankah pria bertato AI itu marah padanya? Lalu? Kenapa masih mendatanginya,.. Ohh.. Hinata tak ingin membuat keributan, ia menghindari Gaara namun Sai dan Naruto menghalangi jalannya. Hinata terpaksa berbalik dan menatap Gaara yang juga tengah menatapnya
"Apa maumu?"
"Temari mengatakan kau berdansa dengan Sasuke tadi malam."
"Yah.. Itu benar."
"Tch,, sejauh mana hubungan kalian."
"Apa aku perlu menjawabnya?"
BRUK !
Gaara menendang kursi kasar, "Kau masih kekasihku HINATA !"
Hinata menautkan kedua alisnya, "itu menurutmu."
"Apa?"
"Aku tak mencintaimu Gaara."
"Tch !"
"Bisakah aku pergi?"
Gaara terkekeh. Ia berjalan mendekati Hinata
"Semakin kau menjauhiku, semakin aku terobsesi untuk memilikimu Hime." Hinata bergidik karena Gaara berkata seraya berbisik di telinganya dan mencium telinga Hinata. Hinata mendorong Gaara untuk menjauhkan diri darinya, Gaara kembali terkekeh dan menyuruh Naruto dan Sai untuk tak menghalangi Hinata lagi.
..
"OHH ! Shit !" Sakura mengumpat Anko. Ia terus berteriak-teriak mengeluarkan isi hatinya yang kesal
"Ne.. Sakura-chan, tenangkan dirimu." Saara memberikan air mineral dan Sakura dengan cepat meneguknya. Emerlardnya menangkap sesuatu yang tak ia sadari sebelumnya ketika melihat Sasuke tengah menyantap bento di kelasnya. "Pria itu-" Sakura mencoba mengingat-ngingat, Sasuke-huh?"
Merasa namanya di panggil Sasuke menatap Sakura
"Ahahaaahaa .. Yahh kau benar.. Kau Sasuke hm?" Sakura tertawa riang, ia mendekati bangku Sasuke
"Hei- kau murid baru disini? Sejak kapan? Ohhh .. Tak ku sangka kita akan bertemu lagi disini, aku senang karena setiap hari akan melihatmu,, oyah.. Terimakasih untuk waktu itu, kau pasti sangat terganggu dengan ocehanku-"
"Yah.. Kau berisik dan kau sangat mengganggu."
"Eh?"
Sasuke berdiri dan berjalan keluar
"Sakura, kau mengenalnya? Saara bertanya heran.
"Yahh .. Dia ,, dia yang aku ceritakan padamu.. Kau lihatkan? Dia begitu tampan .."
"Yah! Tapi kau tau? Dia itu miskin huh !" Saara mengejek
"Tch,, aku tak peduli. Aku harus mendapatkannya Saara, harus."
"Hei, kau lupa kau adalah leader kita? Jika Ino tau? Dan dia menjatuhkanmu karena kau mencintai pria miskin? Bagaimana?"
Sakura terkekeh.. "Aku tak peduli, dan dia tak akan pernah bisa menjatuhkan Haruno., tch silahkan bermimpi Yamanaka."
...
Masih memikirkan Sasuke yang tak hadir hari ini, Hinata berjalan dengan tatapan kosong. "Kami-sama.. Apa itu fatamorgana." Hinata berujar pada dirinya sendiri saat melihat Sasuke berjalan di ujung koridor.
Hinata menyipitkan matanya saat Sakura berlari ke arah Sasuke dan menggandeng tangannya, dan Hinata semakin bingung saat Sasuke diam dan tak menolaknya. "Apa aku bermimpi?" Hinata menepuk-nepuk berkali-kali pipinya, "bukan." Ujarnya lagi. "Ini nyata." Hinata mengikuti Sasuke dan juga Sakura menuju ke kantin sekolah, "Jika Sasuke ada, kenapa ia tidak masuk kelas?" Pikirnya.
..
"Sasuke."
Sakura dan Sasuke melihat Hinata bersamaan
"Hei, Hinata-chan.. Kau mengenalnya juga? Atau kalian berteman sebelumnya? Ohh yah tentu saja kau mengenalnya karena dia juga bekerja di restoran Hyuuga.."
Sakura terdiam saat melihat Hinata hanya menatap Sasuke, "Heii? Hinata-chan?"
"Ohh.. Sepertinya kau masih bingung kenapa temanmu ini berada disini hm? Ini adalah hari pertamanya sekolah disini dan dia satu kelas denganku."
"Ini adalah hari ke lima dia sekolah disini."
"Eh?" Hari ke lima?" Sakura tampak bingung
"Kenapa kau tak masuk kelas?"
"Aku berada di kelas berbeda."
Hinata terkejut. Begitu risihkan dirinya bagi Sasuke,
"Kau tak seharusnya keluar dari kelasku. Aku tak akan mengganggumu lagi, dan sepertinya kau tak percaya padaku."
"Tidak ada hubungannya dengan itu."
"Aku tau,.. Aku mengerti Sasuke." Hinata pergi meninggalkan Sakura dan juga Sasuke.
"Ohh aku sungguh tak mengerti, ada apa antara kau dengan Hinata? Kau pindah kelas kare-"
"BERISIK !" Sasuke berdiri dan pergi meninggalkan Sakura.
"Heii.. Sasuke ! Tunggu"
...
..
.
"Kenapa .. Sangat menyesak disini.. Hikss.." Hinata memegangi dadanya yang terasa sakit. Suara langkah kaki seseorang terdengar olehnya. Ia segera menghapus air matanya tak ingin ada satu orangpun yang tau bahwa dirinya menangis.
Seseorang memberikan es krim untuknya. Ia menoleh, "Gaara-kun." Lirihnya..
Gaara duduk disamping Hinata, "Akhirnya aku bisa menemukanmu." Ujarnya seraya memakan es krim vanila
Hinata terdiam, "Bagaimana kau biisa menemukanku?"
Gaara tertawa. "Sinyal." Ujarnya asal
"Tch.. " Hinata mendecih seraya memakan es krim yang di berikan Gaara
"Kau harus ingat, sejauh apapun kau menjauhiku, aku akan tetap bisa menemukanmu, dan sejauh apa kau mengejar cinta, kau tak akan pernah mendapatkan cinta seperti yang aku miliki terhadapmu."
"Mengejar cinta?" Hinata terkekeh..
"Kau mencintai Sasuke hm?"
"Eh?"
"Tch.. Hal yang wajar jika aku membencinya, aku juga tak bisa memaksamu untuk terus berpura-pura mencintaiku. Untuk itu, aku akan bersaing sehat dengannya untuk mendapatkanmu."
Hinata kembali tertawa. "Untuk apa bersaing dengannya? Dia tak mencintaiku."
"Tapi kau mencintainya,,, dan itu sama saja dengan aku bersaing dengannya."
"..."
"Aku sangat iri padanya, dalam hitungan waktu yang singkat, dia bisa dengan cepat mengambil hati seorang Hyuuga Hinata."
"Bisakah kau berhenti membicarakannya?"
Gaara terkekeh, "Hei. Apa kau tak akan masuk kelas?"
Hinata menepuk jidatnya.. "Ohh kau benar, sepertinya kita terlambat." Hinata terkekeh
Gaara hanya tersenyum dan keduanya berjalan bersama memasuki kelas, di koridor yang sama arah jarum jam 12 Sasuke dan Sakura juga berjalan di arah yang berlawanan, dalam jarak satu meter kedua pasangan itu berhenti dan beradu pandang.
"Gaara-kun. Hinata-Chan." Ujar Sakura
"Bukankah seharusnya kau berada di kelas." Balas Gaara datar
Sakura terkikik. "Lalu? Bagaimana dengan kalian?"
Hinata memegangi baju lengan Gaara mengajaknya untuk pergi, mengerti dengan keinginan Hinata, Gaara kembali melangkahkan kakinya.
"Gaara-kun." Teriak Sakura, Gaara berhenti tanpa menoleh
"Katakan pada Naruto. Aku telah melupakannya dan aku telah mempunyai kekasih. Kau lihat kan? Pria yang ada di sebelahku?"
.DEG
Hinata mengepal kedua tangannya, "Katakan sesuatu Sasuke." Ucapnya dalam hati.
Sasuke hanya melempar deathlarge pada Sakura, tapi Sakura mengabaikannya.
Gaara menyeringai, "Hn, akan ku katakan padanya." Gaara merangkul Hinata dan pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura.
"Haii Arigatou Gaara-sama." Teriak Sakura penuh kemenangan, yahh .. Tentu saja, ia juga ingin membuktikan pada Naruto bahwa ia juga bisa melupakan cinta pertamanya itu.
"Heii- Sasuke, tunggu kita ke kelas bersama."
"DIAM !" Sasuke membentak Sakura kasar.
"Upss.. Kenapa?" Tanya Sakura bingung,
"Berhenti mengikutiku."
Sakura terdiam, entah kenapa ia merasa takut ketika Sasuke membentaknya, dan bentakan Sasuke mungkin adalah bentakan pertama yang ia terima seumur hidupnya, Sakura menepis segala rasa takutnya, misinya harus tercapai.. Yahh apapun resikonya dan apapun yang terjadi nanti, ia harus tetap mendapatkan Sasuke.
.
.
.
TBC
O genki desu ka mina \(^▿^)/ gomen'ne lama updatenya *bungkuk-bungkuk*
