cast: Sehun;Jongin;danlain-lainnya
oh my idol
.
Sejak kejadian dimana Jongin mengecup keningnya Sehun menjadi tak tidur kembali. Sehun menurunkan selimut yang menutupi wajahnya. Ia turun dari tempat tidurnya berniat untuk kedapur.
Sebelum melangkahkan kakinya menuju dapur Sehun melirik pintu kamar Jongin, ia mengela nafas karena belum diizinkan sekamar dengan suaminya sampai dia lulus sekolahnya. Sehun membuka lemari pendingin dan mengambil sekotak susu coklat yang selalu diminumnya. Ia mendudukan tubuhnya diatas kursi yang berada didekat lemari pendingin.
Saat meminum susu coklatnya mata Sehun tak sengaja melihat kearah kompor yang berada tak jauh darinya. Ia jadi mengingat ucapan ibunya tadi saat ia berada dirumah orangtuanya.
.
"Sehun kamu tak ingin belajar memasak sayang?" Sehun menggeleng menjawab pertanyaan ibunya, ia memejamkan matanya saat ibunya mengelus surai miliknya.
"Sehun kamu harus bisa memasak sayang itu kewajiban sebagai seorang istri"
"Siapa yang istri? Sehun ini lelaki eomma!"
Ibu Sehun terkekeh melihat anaknya yang tak terima dengan ucapannya.
"Iya kamu lelaki, tapi kan kamu dipernikahan ini peranmu jadi seorang istri sayang" ibu Sehun kembali mengelus surai blonde Sehun, "Jika kau bisa memasak Jongin pasti senang ia akan betah berada dirumah"
"Jongin hyung jarang berada dirumah apa itu karena aku tak bisa memasak ya?" batin Sehun bertanya, tak lama ia memejamkan matanya karena mengantuk.
.
Sehun yang sudah selesai meminum susunya menaglihkan pandangannya kearah jam dinding. Sehun mendengus karena sudah jam empat pagi, ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya kembali. Sehun tak sengaja melihat layar televisi yang masih menyala, ia perlahan melangkahkan kakinya mendekat kearah sofa yang menghadap ke televisi.
"Jongin hyung!"
Pekik Sehun pelan, tiba – tiba saja pipinya terasa panas melihat Jongin yang hanya mengenakan boxer pendek dan juga yang tanpa atasan.
"Hyung"
Sehun ragu – ragu menyentuh punggung Jongin, karena Jongin yang tidur telungkup diatas sofa.
"Hyung bangun"
"Hyung jika tidur jangan disini, pindahlah kekamarmu"
Perlahan mata Jongin terbuka saat kedua tangan Sehun mengguncang punggungnya dengan keras. Sehun menggigit bibir bawahnya ketika Jongin membalik tubuhnya hingga kini dada milik Jongin terlihat dengan jelas dihadapannya.
"Sehun?"
Tanya Jongin dengan suara serak khas bangun tidur, ia mengubah posisinya menjadi duduk. Wajah Sehun kembali memanas saat melihat gundukan yang tercetak jelas diantara paha Jongin yang terbuka lebar.
"Jikatidurjangandisinipindahlahkekamarmu!"
Sehun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya usai berucap tanpa jeda dengan suaminya.
BLAM
Jongin menoleh kepintu kamar Sehun yang baru saja dibanting, ia berusaha mencerna kalimat yang diucapkan Sehun. Ia menggelengkan kepalanya karena rasa kantuk yang melandanya dan Sehun yang tiba – tiba saja membangunkannya.
. . .
Sehun kini tengah menikmati makan siangnya dicafetaria sekolah bersama kedua temannya, sedari tadi ia menghiraukan ocehan dari mulut kedua temannya. Ia masih mengingat gundukan besar milik Jongin yang tercetak diboxernya tadi malam.
Baekhyun menaikkan sebelah alisnya melihat Sehun yang menggelengkan kepalanya saat meminum orange juice nya, "Xing, Sehun kenapa?"
Yixing yang baru saja menelan nasi bekalnya menggeleng, ia kembali melanjutkan acara memakan bekalnya.
"Hun!"
Sehun langsung menoleh kearah Baekhyun saat temannya itu menggebrak meja dihadapannya.
"Kau kenapa?" tanya Baekhyun langsung pada Sehun yang baru saja meletakkan gelas orange juice nya.
Sehun menggeleng, ia mengalihkan pandangannya pada temannya yang sedang makan, "Xing kau bisa memasak kan?"
Yixing mengangguk dan kembali melanjutkan makannya.
"Ajari aku memasak"
Baekhyun yang sedang meminum air mineral miliknya hampir tersedak mendengar kalimat yang diucapkan Sehun, "HUN KAU TIDAK SALAH INGIN MEMASAK? PFTBHHHH"
"Ketawa saja kau tak usah ditahan!" kesal Sehun melihat Baekhyun yang mati – matian menahan tawanya.
"BHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"
Akhirnya tawa Baekhyun lepas juga, Yixing yang juga baru selesai minum juga ikut tertawa bersama Baekhyun.
"Teman ingin belajar memasak ditertawai, teman macam apa kalian ini huh!"
Sehun menata kesal kedua temannya yang masih tertawa lebar.
"Pftthh Hun kita hanya terkejut saja mendengar kau ingin memasak"
"Apa kau hari ini salah makan?"
Sehun langsung memukul kepala kedua temannya dengan sendok yang ada digenggamannya mendengar ejekan dari Baekhyun dan juga Yixing.
"Baiklah aku akan mengajarkanmu memasak tapi ada syaratnya"
"Apa?"
"Lihat saja nanti siang Sehunnie~"
Sehun mendengus karena Yixing yang tak memberi tahukan syaratnya.
.
.
"Usai tampil diacara music kita ada fansign didaerah Myengdong" Ujar Kris yang baru saja masuk kedalam van.
"Hyung apa kita pulang larut lagi hari ini?"
Kris menggeleng menjawab pertanyaan dari maknae mereka, "Sepertinya jadwal kita hanya sampai pukul delapan malam"
Semua anggota EXO mengangguk mendengar penjelasan dari sang leader.
"Istirahatlah masih ada waktu untuk kalian beristirahat"
.
"AAAAAAAA AKU TIDAK MAUUUUUUUUUUUUUUUU"
pekikan nyaring terdengar jelas disalah satu bilik ruang ganti pakaian ditoko baju.
"Ssst diamlah!"
Akhirnya suara pekikan itu mereda, pengujung yang berada didalam toko baju itu sedari tadi terus melirik kearah bilik ruang ganti pakaian yang mengundang perhatian kembali beraktivitas seperti sebelumnya.
SREKKK
Akhirnya kain yang menutupi bilik ruang ganti itu terbuka dan menampilkan dua pemuda dan satu orang gadis yang terus menekuk wajahnya.
"Sekarang gantian kami yang berganti baju Hun, kau diamlah disini atau kau tak akan kuajarkan memasak~"
Sehun diam saja tak menanggapi ancaman dari Yixing, sedari tadi ia sibuk menutup wajahnya dengan wig panjang berwarna merah mudah yang digunakan secara paksa oleh kedua temannya.
Sehun menatap pantulan kakinya yang berada dicermin saat ia menunduk secara perlahan ia menaikkan pantulan dirinya yang berada dicermin. Rasanya ia ingin teriak melihat dirinya yang berdandan seperi wanita. Ia melangkahkan kakinya mendekat kearah cermin, ia tak sadar mengangkat kedua sudut bibirnya menatap wajahnya yang benar – benar seperti seorang gadis.
Sehun langsung menjauhkan dirinya mendengar suara kain bilik ruang ganti yang terbuka. Ia menatap Baekhyun tak percaya yang juga berpakaian seperti dirinya lengkap dengan wig panjang berwarna hitam. Ia kembali mengalihkan pandangannya menatap Yixing yang menata rambut panjangnya didepan cermin.
"Ka –kalian?"
Tanya Sehun yang masih tak percaya pada kedua temannya yang berubah menjadi cantik, "Kita mau kemana?"
Baekhyun serta Yixing tak menjawab pertanyaan dari Sehun mereka masih sibuk menata penampilannya.
"Xing jam berapa?nanti kita telat"
"Iya sebentar Baekki~"
Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Sehun ia berdecak kagum melihat Sehun yang benar – benar cantik berpenampilan seperti dirinya, matanya tertuju kearah dada Sehun yang masih rata. Ia kembali menarik Sehun kedalam bilik ruang ganti.
"YA YA BAEKKKKKKKKKK"
SREKK
"Nah sudah, Xing berangkat~"
Akhirnya ketiga gadis cantik itu keluar dari took baju setelah membayar pakaian yang mereka beli.
"Baekhyun Yixing kita mau kemana?"
Tanya Sehun yang dengan sedikit kesusahan saat berjalan karena ia menggunakan sepatu highells yang hanya ber–hak tiga centimeter. Meskipun hanya tiga centimeter sedari tadi Sehun trus saja terjatuh saat berjalan beruntung kedua temannya mengapit lengannya.
"Jangan sebut nama kita saat berpenampilan seperti ini bodoh!"
"Panggil aku Lay dan Baekhyun dengan Baerbie"
"Lay? Baerbie?"
Yixing serta Baekhyun mengangguk.
"Itu nama kami jika kami seperti ini kalau kau hmm bagaimana dengan Hunna?"
"Tidak terlalu buruk" ujar Yixing yang mengangguk – anggukan kepalanya.
.
.
Ingin rasanya Sehun menenggelamkan kedua temannya saat mengetahui kemana ia dibawa. Saat membaca pamphlet yang terpampang jelas didepan tadi Sehun ingin langsung kabur saja namun apadaya ia yang sedang memakai sepatu highhells sialan itu jadi tak bisa.
EXO FANSIGN
Sehun sedari tadi memandang malas kearah orang – orang terus berteriak saat salah satu anggota dari EXO menjawab pertanyaan mereka. Sehun yakin sepulang dari acara ini ia harus ke spesialis THT untuk memeriksakan indra pendengarannya.
Sehun mendongakkan wajahnya saat Baekhyun berdiri dan menanyakan sesuatu kepada anggota EXO.
"Apa tanggapan kalian tentang para haters kalian?"
Sehun merasa tersindir dengan pertanyaan Baekhyun menatap Baekhyun datar. Baekhyun yang merasa Sehun menatapnya, menatap balik Sehun dengan cengiran.
Sekitar satu jam acara berlangsung akhirnya tiba dimana para fans untuk meminta sign dari salah satu anggota EXO.
"Hun ini"
Sehun menaikkan salah satu alisnya melihat Yixing yang memberikan sesuatu kepadanya, "Apa ini?"
"Nanti kau kedepan dan hampiri salah satu dari anggota EXO untuk meminta sign mereka disini"
"TIDAK!"
"Hun ayolah kau hampiri saja Kai karena hanya sign darinya dan Luhan yang belum ada dialbum ku yang kubeli"
Sehun kembali memainkan ponselnya dan tak mendengar rengekan dari Yixing.
"Hun ayolah~"
"Sehunnie~"
"Oh Hunna~"
Sehun yang risih karena sebutan namanya yang terakhir akhirnya merampas benda persegi yang berada ditangannya.
"Yeah kau yang terbaik Sehun!"
Yixing menarik lengan Sehun menuju meja dimana para anggota EXO sedang memberikan sign kepada para penggemarnya.
"Kai yang menggunakan penutup wajah berwarna biru muda yang duduk ditengah"
Sehun langsung melangkahkan kakinya menuju seseorang yang bernama Kai usai Yixing memberitahukan kepadanya.
"Senyumlah noona~"
Sehun menggaruk lubang telinganya dengan jari telunjuknya saat mendengar suara dari Kai.
"Terima kasih sudah datang noona"
DEG
Sehun merasa pernah melihat senyuman yang ditujunkan Kai kepadanya. Sehun berusaha mengingat senyuman yang milik siapa yang serupa dengan senyuman milik Kai. Tubuh Sehun langsung terdorong kedepan saat salah satu penggemar mendorong tubuhnya karena Sehun yang terlalu lama berdiam diri.
Sehun mendengus kesal lalu melangkahkan kakinya kearah Yixing dan juga Baekhyun yang sudah duduk ditempatnya kembali. Ia langsung melemparkan album yang sudah diberi sign oleh Kai kepada Yixing.
"Kalau bukan karena aku ingin memasak aku tak perlu repot repot datang kesini dan meminta sesuatu konyol seperti itu" desis Sehun pada Yixing yang sedang memeluknya dari samping.
. . .
Sehun melangkahkan kakinya keluar apartemennya karena merasa sangat lapar , pasalnya sedari tadi saat Yixing dan Baekhyun menyeretnya dari sekolah ia belum menelan sesuatu kedalam mulutnya.
Sehun masuk kedalam salah satu minimarket yang berada tak jauh dari apartemennya, ia melangkahkan kakinya menuju rak mie instan yang cup. Setelah mengambil dua cup mie instan Sehun berjalan kearah kasir untuk membayarnya.
Sehun menatap layar televisi menatap tanpa kedip yang menampilkan berita mengenai EXO.
"Suka EXO juga ya?"
Sehun langsung menoleh kearah penjaga kasir, ia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Setelah meyerahkan uang kepada kasir Sehun melangkahkan kakinya menuju stan air panas untuk menyeduh mie instan yang baru saja dibelinya.
PLUK
Sehun langsung mengibaskan kedua tangannya saat kuah panas dari mie instan yan berada digenggamannya mengenai tangannya. Ia menatap lelaki yang berada dihadapannya yang baru saja menabraknya dengan tajam.
"KAU TAK MELIHAT HAH AWWSH"
Teriak Sehun kepada lelaki yang memakai jacket kulit berwarna hitam dihadapannya dengan hidung yang memerah.
"Maaf noona"
"APA?!"
.
Tbc
thanks reviewnya ya semua:)
review yaw
jangan jadi hantu!
