Dia tidak ingat aku. Dia tidak ingat aku. Dia tidak ingat aku.

Pikiran itulah yang terus bergema di dalam otakku.

Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja. Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja. Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja.

Kalimat itulah yang terus kugemakan di dalam hatiku, untuk menenangkan hatiku yang kacau balau. Diriku kini benar-benar sedih. Hancur hatiku ketika mendengarkan penolakannya. Memori ingatan Nihon-san menolak untuk mengingat diriku. Padahal aku sudah bersiap, untuk menerima apapun yang terjadi ketika bertemu dengannya, tapi aku tak menyangka, kalau penolakannya akan berupa dirinya yang melupakan diriku. Aku tahu, kalau kejadian 'itu' sudah berlangsung sangat lama, tapi apakah kejadian seperti 'itu' bisa dilupakan dengan begitu mudahnya? Aku tidak mengerti, aku sedih, tapi betapa senang hatiku ketika melihat dia, setelah sekian lamanya aku tidak bertemu dengannya. Melihat Nihon-san yang bahagia dan lepas dari beban, itulah yang ikut membuatku senang. Aku hanya berharap, semoga dengan lupanya ia akan aku, itu dapat membuatnya tenang dan bahagia.

Pikiran dalam otaknya dan isi hati nurani Dewi terus menerus berdebat, mana yang terbaik yang harus dirasakan oleh jiwa dan raga Dewi, kesedihan ataukah kebahagiaan? Dewi hanya bisa menangis dalam diam, sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Dia terduduk di depan pintu di dalam kamar 210 itu. Kebetulan, Nesia sedang tidak ada disana. Namun tak apa, itu malah mempermudah Dewi, karena Dewi hanya ingin sendiri saat ini. Ketenangan lah yang mampu membuatnya berpikir dengan jernih, dan mampu menenangkannya. Mungkin… Semoga saja begitu…

Sementara Dewi sedang menenangkan diri, Kartini sedang bercakap-cakap di lobby hotel, bersama dengan ASEAN dan beberapa nation lainnya…

"Cielah, ngapaen aja tadi ama Nethere-honey? Ehem ehem!" Kata Malaysia pada Nesia

"Apaan sih Malay, sirik aja sih!" Jawab Nesia

"Nesia-chan, aku juga penasaran, hubungan kamu sama Nethere itu apa sih? Kelihatannya kalian sudah saling mengenal sejak lama ya?" Tanya Hungaria

"Ah! Hungaria-san… Uh… I-itu.. itu.."

"Itu sudah pasti kami adalah pasangan termesra tahun 2010!" Sambung Belgie mendahului Nesia

"GAH! Diam kau Belgie!" Nesia langsung berontak dan menampol Belgie (buset?)

"Ahahaha, aduh Nesia, sakit tau! Kuaduin nie!" Goda Belgie

"Aduin ke siapa hah?"

"Ke Broer lah~"

"Aduin aja! Kagak takut aku!"

"Oh, ya udah. Bro-…"

"EH JANGAN!"

"Katanya nggak takuuut…"

"Apa sih Belgie, Belgie gila, Belgie gila…" Kata Nesia untuk mengalihkan perhatian sambil tepok-tepok tangan

"WOY NESIA JADI GILA GARA-GARA DITINGGAL NETHERE KE KAMAR" Teriak Malay pakek TOA

"MALAY GILA ISTRINYA SINGAPOOR" Balas Nesia langsung rusuh gara-gara kesel denger ejekan Malaysia

"WOY NAPA NAMA GUA DIBAWA-BAWA? RUSUH BANGET SIH KAK NESIA!" Respon Singapore

"SEMUANYA GARA-GARA MALAY!" Jawab

"Kok gua?"

"Ya iya, emang elu. Kemaren gara-gara loe gua jadi lemes setengah mampus gara-gara lu seret dari bandara ke hotel tempat kita menginap, gara-gara loe warga Negara gw dipenjara padahal gak salah, gara-gara loe pulau gua yang cakep-cakep jadi berkurang, gara-gara loe budaya gua jadi gak aman, gara-gara loe kemaren gua jadi nginjek cat sh*t, blablablabla…"

"Parah banget sih! Ngajak ribut lu ya? Dan yang terakhir itu kan gak ada hubungannya ama gua!"

"Pokoknya penderitaan gua itu semuanya salah elo!"

"SH*T!"

"Eit, lu bukannya lagi puasa?"

"…..AH!"

"Yaah batal deh batal~ Batal deh puasanya~ Yaaah kasiaaan…"

"Siaul lu!"

"Ahahahaha, udah, doa minta maaf dolo lu sana"

"Uh… aku pergi dulu deh…"

"Hati-hati ya" Kata Vietnam yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka

"Iya kak Viet…"

"Ve… Kalian kalau sering bertengkar ya?" Kata Italy

"Ah, maaf kami menganggu Italia-kun…" Kata Nesia sambil membungkuk dalam-dalam dan berkeringat dingin

"Gak apa-apa ve… Asal kalian hati-hati jangan ampe kena dor ama Swissu!"

"HEH! Jangan bicara sembarangan kau Italia! Berani bicara seperti itu lagi, akan kutembak KAU!"

"Ve! Ampuni aku! Aku masih punya saudara di Berlin! Doitsuuu!"

"Onii-sama… Kasihan Italia-kun, Onii-sama" Kata Liechtenstein pada Swiss untuk meredakan amarah Swiss

"Ah, Rihiten! Yah, ini semua karena si Italia ini selalu saja cari masalah…"

DUAR!

"Wua! Ampun Swissu!" Kata Italia sambil mengibarkan bendera putih

"Itu bukan aku Bodoh!"

"Eh lalu siapa ve?"

"Petasanku keren kan" Kata Hong Kong

DUAR DUAR DUAR DUARRR!

"Bagusan punyaku donk!" Kata Nesia

"…." *Hongkong diam sejenak*

DUAARARARARARARARRARA!*

"Hebat kan." Kata Hong Kong

"Awawawawa**…." Cengo Nesia

"Hong Kong! Nesia! Jangan main-main petasan di lobby hotel aru!"

"Ah, maaf China-kun, aku ketularan Hong Kong-kun!"

"…..Aku bosan…." Kata Hong Kong

"Main sama kuda poniku yang baru aja nih, namanya LIET!"

"He? Kok namanya sama denganku?" Kata Lithuania pada Poland dengan sedikit bangga karena mengira Poland sangat sayang padanya sehingga menggunakan namanya sebagai nama kuda poninya

"Karena mukamu mirip dengan kuda poniku ini Liet!"

"Hhhahh…achacha…chachacha…" Lithuania hanya bisa menarik napas sambil facepalm menghadapi Poland

"Bersatu dengan Rusia da?" Kata Rusia yang tiba-tiba muncul entah darimana

"TIDAK! Atau ibukotamu nanti jadi Warsaw!"

"Po-Poland! Apa yang kau katakan Poland!" Cemas Lithuania

"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Nethere, Nesia-chan?" Tanya Hungaria dengan tidak memedulikan lingkungan sekitarnya yang lagi rusuh

"E-eh…" Muka Nesia memerah medengar pertanyaan Hungaria

"Iya, aku juga heran lho Nesia-chan" Sambung Ukraine

"Engg… kami… kami…"

"Kami?" Kata WY ikut penasaran

"Kami…aku…"

"Iya? Aku?" Kata Belgie sambil senyam senyum

"Aku… AKU BENCI DIA!"

"Lho, Kok gitu?" Heran Seycheles

"Karena dia itu terlalu mengekang! Penyiksaan yang ia lakukan pada Negara Indonesiaku tercinta juga takkan terlupa!"

"I-iya juga sih… Tapi kelihatannya kalian malah kayak sepasang kekasih yang terpisah cukup lama dan akhirnya bertemu kembali lho Nesia-chan!" Kata Taiwan

"Kamu kan suka dia Nesia" Sambung Malaysia

"Masa? Gak tuh." Kata Nesia sok cuek dan sok polos dan sok gak tau apa-apa

"….Boong? " Tanya Monaco

"….Gak tau ah!" Kata Nesia lepas tanggung jawab

"Kok gitu?" Kata Hungaria

"Bukan masalah besar kok Hungaria-san… Hehe"

Semua Nation langsung menoleh heran pada Nesia, karena pada penasaran dengan perasaan Nesia yang sesungguhnya

"Jadi beneran benci nih?" Tanya Hungaria makin penasaran

"Iya, aku memang benci dia. Saking bencinya ampe dari dulu kepalanya pengeeen banget kupenggal saking keselnya."

"Ja-jangan Nesia-chan!" Kata Taiwan

"Ah… Benci apa benci..?" Sahut Vietnam sambil senyum-senyum

"BENCI! Aku benci kesumat ama dia. Dia itu nyiksa negaraku selama 3,5 abad! Lama banget kan? Terus pas aku udah merdeka, eh, dia masih pengen menjajahku! Dia kali yang cinta mati ama aku!" Kata Nesia memberla diri

"Iya memang begitu kenyataannya kok."

"Nethere!" Kata Nesia, kaget

"Yo"

"Dari kapan disini?"

"Dari tadi, tapi aku males muncul, aku mau denger jawaban kamu atas pertanyaan mereka dulu sih."

"DASAR KOMPENI LOLICON!"

"Biar, karena aku ingin ngecek, kamu masih cinta gak ama aku"

"Apa sih, lolicon mesum! Dan apa itu 'masih'? Aku kan gak pernah suka kamu!" Kata Nesia dengan muka tsun-tsun

"Tunggu dulu Nesia, lanjutin dulu donk? Broer ganggu aja nieh!" Kata Belgium

"Tadi sampai mana?" Tanya Nesia

"Sampai cinta mati." Kata Swiss (lha, dia ikutan dengerin)

"Oh iya, kayaknya dia cinta mati ama aku. Buktinya dia lengket banget ama aku, udh 3,5 abad, masih pengen nambah lagi… Ngekang pula! Cemburuan juga!" Kata Nesia sambil nunjuk-nunjuk Nethere pake telunjuk

"Cemburuan gimana Nesia-chan?" Tanya Spain

"Waktu Nethere dijajah France, penjajahan dia pun jadi bercampur dengan budaya France, nah, pas itu, ada tentara dari France yang dikirim ke Indonesia juga, eh gara-gara aku deket ama tentara-tentara France, dia marah-marah ke tentara France sambil ngajak berantem"

"Kyaa, Nethere-san so sweet juga!" Kata Seycheles

"Demi Nesia, apa sih yang nggak" Kata Nethere

"Apaan lu, gombal banget"

"Dih, nyolot lagi" Kata Nethere sambil mengapit leher Nesia dengan lengannya

"ARGH! Lepaskan Kompeni sial!" Ronta Nesia

"Yah sudahlah," Kata Nethere sambil melepaskan lengannya dari leher Nesia. "Ngomong-ngomong ada sesuatu yang mau kuberikan"

"Apa?"

PETS! *sfx : lampu mati*

"Yah! Kok lampu mati!" Kata Nesia

"Ve~! Doitsu! Aku takut!" rengek Italy

"Tidak apa-apa Italia, aku di sini." Sahut Doitsu

"Rihiten, kau memegang tanganku kan?" Tanya Swiss memastikan keberadaan adiknya

"Iya onii-sama"

"Hungaria? Kau di situ?" Panggil Austria

"Iya, aku di sini Austria-san"

"Canada? Kau di situ?" Kata Prussia mencari Canada

"Aku di sini Prussia-san, eh? Kau menyadari keberadaanku?"

"Tentu saja, tidak perlu ditanyakan lagi itu. I'M AWESOME INI KAN HEBAT!"

"Sudah, lupakan saja dia Canada" Kata France

"Prussia-san, Fransu-san…"Kata Canada dengan mata berkaca-kaca

"Aku mengingatmu kok Canada! Tenang saja!" Kata Cuba

"Cuba-san…" Kata Canada

"Who are you?" Tanya Kumajirou

"I'm Canada da yo…." Kata Canada kembali tersedu

"Sea-kun! Kau dimana?" Tanya Latvia sambil mencari Sealand

"Hey, aku di sini!" Kata Sealand sambil niru salah satu iklan tetes mata di Indonesia

"Chuugoku?" Tanya Russia

"Ada apa aruka?" Tanya China pada Russia

"Pegang tanganku jangan sampai hilang da"

"Ap-apa-apaan! Ta-tapi.. yah.. hanya kali ini saja…" China berkata seperti itu sambil memegang tangan Russia (wah, udang di balik piring nieh)

"Gege, aku takut!" Kata Taiwan

"Sini pegang tanganku aru!"

"…"

"Hong Kong-kun? Kau di situ?" Tanya Taiwan

"Aku masih di sini… Bosan…"

"Poland?" Tanya Liet

"Hrrr"

"Po-Poland?"

"Apa Liet?" Jawab Poland

"Tadi suara apa?"

"Suara Liet lha!"

"Bukan suaraku!"

"Suara kuda poniku maksudnya, kan namanya Liet juga!"

*Lithuania sweat drop sambil facepalm*

PETS! *sfx : lampu nyala*

"Ah… Lampunya sudah…" Kata Nesia namun belum selesai

"Happy Birthday" Kata Nethere tiba-tiba sambil menyodorkan sebuah kotak panjang berwarna merah

"Eh?" Nesia bingung

"HAPPY BIRTHDAY NESIA/NESIA-CHAN/NESIA-SAN!" Teriak Nation lain dengan serempak, beserta dengan teriakan dari South Korea, America, Nihon, dan England yang datang tiba-tiba sambil membawa kue bertingkat dua

"Kok-… Bagaimana bis-…?"

"Aku yang merencanakan ini semua." Sahut Nethere

"Kau hari ini ulang tahun kan? Jadi… Karena sudah bertahun-tahun aku tidak bisa merayakan ulang tahunmu-walau aku mengunjungi Indonesia pada tanggal yang sama seperti hari ini-karena kau selalu sembunyi dariku-dengan alasan kau sedang sibuk. Jadi, kebetulan saja untuk rapat PBB kali ini kau yang ikut, jadi sekalian kurayakan hari ini." Kata Nethere, "Aku merindukanmu," Seraya memeluk Nesia dengan erat, seolah tidak mau melepaskanya.

"Neth-… Pelukanmu terlalu kenc-…!"

"Bukan masalah," Kata Nethere tidak peduli. Dia hanya mengikuti keegoisannya dan memeluk Nesia sekencang mungkin, sehingga tidak memungkin Nesia kabur dari pelukannya. Perasaan rindu yang melanda dirinya, itulah hasrat keegoisannya.

"Hmph." Nesia hanya semakin membenamkan dirinya dalam dada Nethere. Dia tahu, kalau dirinya juga sangat merindukan Nethere, aroma tubuhnya dan kehangatan tubuhnya. Namun apa daya, dia terlalu kesal untuk mengungkapkannya. Nesia pun, dengan muka yang sangat memerah dan sambil mengembungkan pipi, berkata, "Terima kasih,"


(A/N : percakapan di bawah ini dilakukan dengan suara kecil alias berbisik-bisik ya!)

"Kyaaa! Ini bukannya langsung kelihatan kalau mereka ini adalah sepasang kekasih?" Tanya Seycheles pada nation lain dengan semangat ala ibu-ibu komplek

"Hihi, iya, kelihatan jelas sekali ya, mungkin Nesia tengah membohongi dirinya sendiri?" Jawab Ukraina dengan nada bertanya-tanya

"Nesia sista…" Kata WY dengan muka sedikit blushing

"Nesia-san mesra sekali…" Kata Liechtenstein dengam muka blushing bahagia

"Yah, Nesia memang seperti itu, dia selalu meyakinkan dirinya kalau ia membenci Netherelands-san. Ia selalu membohongi dirinya sendiri. Kelihatannya, kebenciannya akan penjajahan yang dilakukan Netherelands hanya dijadikan alasan untuknya, sehingga ia bisa membenci Netherelands-san dan melupakan rasa cinta yang ia rasakan." Kata Thailand

"Benarkah? Tapi kenapa harus begitu?"

"Entah, hanya Nesia yang tahu, kenapa ia merasa harus membuat dirinya dan hatinya melupakan Netherelands-san." Kata Vietnam

"Ch, anak goblok" Kata Malaysia

"Bemunch munchnar jugamunch munch. Wah! Cakenya enak! Munch munch" Kata America sambil makan jadinya omongannya gak jelas

"Mana? Aku juga mau coba ah!" Kata Denmark yang tiba-tiba datang bersama Nordics

"Wah, enak juga cakenya ya," Kata Iceland

"C'ke ini en'k s'kali. Buat'n s'pa ini?" Tanya Sweden

"Aku yang buat lho! Sama-sama Fransu-niichan!" Jawab Italy

"Kuenya enak lho Italia-kun!" Kata Finland

"Aku setuju dengamu Fin," Kata Norway

"Hieee!"

"Wah! Liet juga bilang enak! Dia makan kuenya lahap sekali! Liet memang hebat!" Puji Poland pada Liet (kuda poninya maksudnya)

"Hhh… Mungkin sebaiknya nama kuda poni itu jangan Liet, Poland… Bisa membuat orang salah paham…" Kata Lithuania pada Poland dengan muka sweat-drop

"Aniki! Kuenya enak lho! Ini coba makan aniki!" Sahut South Korea

"Iya aru! Enak sekali ya" Kata China

"Mana? Aku juga mau coba da"

"Ambil sendir-… AH! Jangan kau makan kueku!" Teriak China

"Ah iya, enak sekali da" Kata Rusia sambil senyum-senyum

"Aiyah! Haiya!" Seru China sambil memukul-mukul Rusia dengan boneka Helllo Ki*ty nya

"Gege! Sudah biarkan saja dia Gege!" Seru Taiwan melerai mereka

"Kemana perginya Nihon-san? Lintang-san dan Dewi-san juga tak ada…" Kata Hong Kong

"Kau benar juga aru.."

"Tadi Nihon mengambil sepotong cake dan langsung menuju ke lantai 2 sepertinya. Kalau Lintang ssi aku tak tahu, kalau Dewi ssi aku malah belum lihat" Kata South Korea

"Kelihatannya Lintang sedang menunggu seseorang di luar" Sambung Doitsu

"Tahu darimana kau Doitsu?" Tanya Austria

"Itu, Lintang ada di luar sedang duduk di kursi taman sambil makan cake" Kata Doitsu memberitahu

"Ah benar juga ya, kira-kira dia menunggu siapa ya?" Tanya Hungaria

"Nation lain mungkin?" Sambung Spain

"His Lover mungkin?" Kata France

"Apa di otakmu itu tidak ada yang lain selain Lover, Fransu Bego?" Kata England

"Tentu saja tidak~" Kata France sambil menyodorkan mawar yang dipegangnya

"Um, setahuku Nation yang belum datang itu… Egypt-san, India-san, dan Portugal-san, 'kan?"Kata Afrika Selatan

"Ah, kurasa dia sedang menunggu Portugal-san, mungkin" Sambung Australia

"Tahu darimana kau? Sok tau banget" Kata Romano

"Yah, setahuku dulu Portugal-san pernah juga menjajah Indonesia, dan pernah memiliki hubungan khusus dengan Lintang, begitulah" Kata Australia

"E-eh? Jangan-jangan…" Kata Seycheles

"Jangan-jangan mereka itu.. beneran pacaran?" Tanya Hungaria-san

"Who knows" Jawab Australia

"Eh… Belarus-chan juga belum datang ya Rusia-chan?" Tanya Ukraina pada Rusia

"E-eh, yah… baguslah…" Jawab Rusia dengan agak merinding

"GAH! Rusia merinding! Dunia akan hancur!" Teriak England dengan suara kecil agar Rusia tidak medengar suaranya

"Ngomong-ngomong…" Kata WY

"Ada apa WY-chan?"

"Mau sampai kapan mereka pelukan?" Kata WY sambil menunjuk Nethere dan Nesia yang ternyata masih pelukan dari tadi

"Biarkan saja, mereka sedang mesra setelah sekian tahun lamanya" Kata Swiss


Sementara itu, ternyata Nihon-san membawa pergi sepotong cake bukan untuk dimakannya, melainkan untuk memberikannya pada Dewi

TOK TOK TOK

"Dewi-san? Apakah anda ada di dalam?"

"Y-ya, Nihon-san…" Mendengar suara Nihon, Dewi langsung menghapus air matanya

"Eh, kau bisa mengenali suaraku ya?"

"Ah, biasa kok Nihon-san, haha. Ada apa Nihon-san?"

"Aku membawa cake ulang tahunmu, hari ini kau juga berulang tahun sama dengan Nesia-san dan Lintang-san kan?"

"Ah, terima kasih Nihon-san, taruh di depan saja, nanti akan kuambil."

"Baiklah, kutaruh di depan pintu saja ya"

"Hai***, Nihon-san."

"Dewi-san…"

"Ya?"

"Apa…apakah kau sedang menangis?"

"Tidak Nihon-san, Saya tidak sedang menangis."

"Oh… oke.. Baiklah.. Aku tinggal dulu ya Dewi-san…"

"Baik, terima kasih Nihon-san…"

Setelah Nihon pergi, Dewi segera membuka pintu dan mengambil kue itu. Dia memakannya karena perutnya keroncongan, perutnya kosong dan lelah sehabis menangis. Dewi hanya bisa berkata, "Kuenya enak sekali, terima kasih Nihon-san." Sambil berkata seperti itu, dia menatap ke Bulan, dan mengingat-ngingat kenangannya dengan Nihon-san


To Be Continued….


Chapter 4 selesai! Ternyata aku masih malas membongkar kisah-kisah personifikasi Indonesia itu… seiring berjalannya waktu… kisah-kisah mereka pasti akan terbongkar, tunggu saja ya!

Berhubung bulan ini ultah Indonesia kita tercinta, jadi aku selipin di fanfic ini, karena males bikin ff baru. Dan walau udh lewat juga.. tapi anggap saja dalam ff ini, hari ini adalah tanggal 17 Agustus! Namanya juga fiksi! Hohoho

Oh ya, ssi yang digunakan Yoong Soo di belakang nama Lintang dan Dewi itu seperti –san dalam bahasa Jepang. Begitulah kata Ilana Tan-sensei ku yang hebat! Kalau g salah sih… aku lupa-lupa ingat…*baru baca novelnya Ilana Tan dan langsung terpukau*

Author's Note :

*Duarararara! Parodi dari anime DURARARA!

**Awawawawa Parodi dari nama setiap chapter komik Durarara!, judul chapter komik durarara! Itu kan wawawawa

***Hai sekali lagi, hai di sini itu maksudnya 'ya' (bahasa jepang)

Please RnR, karena kritik, saran dan pujian anda sangat membantu ff ini (+_+)V