Chapter 4

~oOo~

...'Hmm...! Kau sudah kembali Dobe?!' batin Sasuke karena Naruto sudah mau berbicara. Tak hanya Sasuke yg bahagia karena Naruto telah kembali mau berbicara, sama halnya seperti Sasuke, terbesit rasa bahagia di hati Gaara dan Sai karena Naruto sudah mau berbicara lagi...

~oOo~

Notification :

"lalalalal" = Perkataan yang diucapkan secara langsung (tanda petik double)

'lalalalal' = Perkataan dalam hati (tanda petik single)

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate = T+ atau M (Gore, Lemon dll)

Pair = NaruHina

Warning

- Yang merasa masih kecil dilarang baca

- Abal

- AU

- Jelek

- Typo

- OOC

- OOT

- DLL


My Heart

...

My Heart

Di sebuah ruangan yg serba berwarna putih, dengan bau yg khas dari ruangan tersebut yg sampai menembus pusat saraf. Di sebuah ranjang yg berukuran 3x1 meter, terbaring gadis berparas cantik yg mempunyai surai berwarna biru pekat atau indogo. Di sebelah kanan ranjang, terdapat pemuda bersurai kuning yg panjangnya hampir mencapai bahu sang empunya dan sedikit berantakan karena terus mengkhawatirkan gadis yg sangat ia sayangi, cintai dan kasihi.

'Nghhh...'

Dua bola mata amethyst sedikit terlihat ketika kedua kulit lembut bak kain sutra yg melindungi kedua matanya terbuka sedikit demi sedikit. Masih di keadaan linglung, Hinata membiasakan cahaya yg masuk di kedua matanya. Setelah terbiasa, Hinata merasakan tangan kanannya hangat. Karena penasaran apa yg terjadi dengan tangannya, kemudian Hinata melihat kearah kanan. Tak disangka oleh Hinata, ternyata yg memegang tangan kanannya ialah Naruto yg sedang tersenyum hangat kepadanya.

"N-Na-Naruto-Ku-Kun...!" cicit Hinata merasa kaget dan bangun dari posisi tidurnya.

"Hmm..! Ada apa Hinata-Chan?!" tanya Naruto bingung.

"Ke-kenapa Na-Naruto-Kun be-berada disini?!"

"Karena aku yg mengantarmu." jawab Naruto.

Seketika wajah putih mulus Hinata terhias semburat berwarna merah padam.

"Ba-bagaimana cara Na-Naruto-Kun membawaku kesini?" tanya Hinata ragu

"Tentu dengan menggendongmu." jawab Naruto santai.

"N-Na-Naruto-Kun?!" cicit Hinata terkejut dengan ucapan Naruto. Hinata terus berfikir dengan cara apa Naruto membawa tubuhnya saat dia pingsan.

'Blush'

Saat ini yg merasa panas bukanlah wajah Hinata saja, namun seluruh tubuhnya ikut memanas karena pikirannya. Bayangkan, bagaimana cara Naruto untuk membawanya keruang Kesehatan selain dengan gaya 'Bridal Style'? Tak mungkin dengan cara lain, pasti Naruto menggunakan cara itu untuk membawa Hinata keruang Kesehatan.

'Dia terlihat cantik.' batin Naruto dalam hati dan mengembangkan seulas senyum di wajah berwarna tan itu. "Hinata-Chan! Kau belum menjawab pertanyaanku."

"Eh?! Y-yang m-mana N-Na-Naruto-Kun?!" tanya Hinata pura-pura lupa. Sebenarnya, pertanyaan yg diberikan oleh Naruto tadi masih terngiang terus di telinga Hinata.

"Aku tak percaya jika kau sudah lupa, Hime!" seru Naruto atau tepatnya berbisik yg terus menipiskan jarak diantara mereka berdua hingga deru nafas dan degub jantung dapat didengar oleh masing-masing pemiliknya.

"N-Na-Naru..." Hinata tidak dapat melanjutkan kata-katanya kembali setelah melihat Naruto semakin memangkas jarak diantara mereka berdua. Ingin menolak, namun apa daya, tubuh Hinata sama sekali tak bisa bergerak. Sama seperti waktu didalam kelas saat naruto mengecup pipinya. Tak khayal, Hinata hanya memejamkan kedua mata amethystnya.

'Cup'

'Hangat'. Itulah rasa ciuman pertama bagi mereka. Ciuman yg mengantarkan rasa cinta, kasih sayang dan pengakuan. Ciuman sepihak yg dilakukan oleh Naruto namun berkesan di hati mereka berdua. Bukan karena paksaan, bukan karena ego, namun karena cinta kasih mereka berdua.

Awalnya hanya ciumam singkat diantara mereka yg hanya mementingkan cinta, kasih sayang dan pengakuan. Namun semua itu berubah saat Naruto meletakan tangannya pada tengkuk Hinata, memaksa tubuh sang gadis untuk terus melakukan hal yg dapat memabukan siapa saja.

"Nggh..." erang Hinata menolak karena Naruto terus memperdalam ciumannya.

Naruto mulai kehilangan kendali. Saat ini yg dilakukan Naruto bukan hanya mencium, namun saat ini Naruto melumat dan mengulum bibir ranum milik Hinata. Beberapa saat bibir mereka bersentuhan, bertemu dan menempel seperti ada suatu perekat yg selalu ada di bibir mereka, Naruto mulai sadar dan melepas ciuman panas mereka.

"Mmppphhaaah... Hah.. Hah.. Hah.." suara napas memburu terdengar dari sang gadis yg tak mampu mengimbangi stamina dari sang pemuda.

"Go-gomen.." ucap Naruto terbata. "go-gomen sudah me-melakukan hal yg buruk." Naruto terus saja berucap maaf. Sekilas pandangan mereka bertemu. Kedua bola mata Blue Saphire bertemu dengan kedua bola mata Amethyst.

Saat pandangan mereka bertemu, Hinata melihat cahaya penyesalan di dalam kedua bola mata Blue Saphire itu. Tapi tak lama kemudian, sang pemuda menunduk. Menutup mata Blue Saphire yg indah bagaikan samudera biru. Hinata tau pasti apa penyebabnya. Ya, memang dirinya yg menyebabkab kedua bola mata itu memancarkan cahaya penyesalan. Di saat kondisi seperti ini, di hati Hinata mulai ada rasa bersalah kepada pemuda yg dia sayangi.

"Me-mestinya aku tidak melakukan hal yg bodoh seperti tadi..." Naruto menggantung kalimatnya "...ka-karena ku tau, ka-kau tidak mencintaiku..."

Sekejap mata yg indah seindah batu amthyst itu membulat. Dia. Ya, memang dia lah penyebab Naruto menjadi seorang yg penuh sesal. Rasa bersalah di hati Hinata semakin memuncak san semakin besar. Hinata yakin, bahwa dirinya lah yg sangat bersalah dalam keadaan seperti ini.

"...ma-maafkan aku Hinata-Chan..." belum sempat Hinata meperbaiki keadaan, Naruto telah berucap maaf kembali.

Naruto mulai bangkit dari posisi duduknya. "...a-aku ingin ke kantin dahu... Mmmppphh.." belum selesai Naruto mengucapkan kalimat maaf, tangan Naruto ditarik Hinata dan bibirnya sudah disambar dahulu oleh Hinata.

"Mpphhhah.." suara akhir kecupan dari Hinata yg sontak hal itu membuat dirinya kaget setengah mati. Pasalnya, gadis bersurai indigo ini adalah gadis pemalu, gadis yg tak akan memulai permulaan sebelum orang lain memulainya. Namun kali ini beda, hanya disini, hanya dekat dengan Naruto, Hinata menjadi wanita sempurna, wanita yg berani, wanita yg tak akan menyerah walau mendapatkan rintangan yg sulit. Ya, hanya dekat dengan Naruto saja, itu semua sudah cukup.

"Hi-Hinata..." hanya kalimat itu yg hanya bisa terucap oleh bibir Naruto. Naruto masih tidak percaya dengan apa yg terjadi.

Naruto masih dalam posisi kagetnya. Mata sedikit membulat, alis terangkat satu dan mulut sedikit terbuka. Memang sungguh tidak elit jika seorang Namikaze Naruto bersikap seperti itu. Tapi, itu adalah ekspresi terkonyol yg pernah naruto buat.

Kesekian kalinya, kedua mata dari mereka brtemu dalam suatu pandangan yg sulir diartikan. Kemudian Hinata menundukan wajahnya ke bawah. Dan Naruto juga masih dengan ekspresi wajah konyolnya.

"Na-Naruto-Kun?!" suara lembut bagaikan alunan musik yg di mainkan oleh para dewi membangunkan Naruto dari lamunannya.

Sekejab Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya supaya kembali seperti biasa saja. "Hm.., ada apa?!"

Hinata memberanikan diri mengadahkan pandangannya ke wajah pemuda di depannya. Entah untuk yg keberapa kalinya mata mereka bertemu pandang, Hinata mwmberanikan diri untuk bertanya.

"Apakah Naruto-Kun marah dengan sikapku?" tanya Hinata takut jika Naruto marah.

Mendengar pertanyaan Hinata, di mata Naruto muncul kilatan dan senyuman kecil di bibirnya atau tepatnya 'seringai'.

"Ya..." jawab naruto singkat dengan ekspresi dingin.

Wajah Hinata tertunduk lagi. Kali ini Hinata menganggap dirinya bodoh, bahkan lebih bodoh dari siapa pun. Pasalnya dia mencium Naruto hanya untuk menahan Naruto agar tidak pergi dari sisinya. Hinata menyesali perbuatan egoisnya tersebut dan hanya menunggu reaksi dari Naruto.

"...aku marah karena kau menciumku terlalu cepat Hime!" seketika Hinata mengangkat wajahnya dan memandangi Naruto. Hinata tersimpu saat Naruto tersenyum hangat kepadanya.

"N-Naruto-Kun."

"Dan satu lagi..." Naruto menggatung kalimatnya lagi "...kau belom menjawab pertanyaanku yg tadi."

'...pertanyaan yg tadi...'

'...yg tadi...'

'...tadi...'

'Blush'

Naruto terkekeh pelan melihat wajah putih Hinata bak porselin terhiasi rona merah. Naruto tak habis pikir mengapa di matanya Hinata begitu cantik.

'Ternyata Hinata mirip dia... arrrrgghh sebenarnya apa yg kau pikirkan bodoh' umpat Naruto dalam Hati.

"Hey, bagaimana, mau atau tidak?!" tanya Naruto untuk mengalihkan pikirannya sendiri.

"Eh?! I-i-iy-iy-iy..."

"Baiklah jika kau tidak mau. Aku akan ke kantin sa..."

"IYA NARUTO-KUN. AKU MAU!" teriak Hinata spontan dan kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena dia tak sadar jika sudah melakukan hal itu di depan pemuda yg amat dia cintai.

Keadaan hening setelah Hinata berteriak. Hening, tak ada yg memulai percakapan. Ayolah, apakah hanya hal sepele seperti itu membuat mereka berdua untuk bungkam?

"Jadi..." Naruto memulai percakapan "...untuk hari pertama kita sebagai sepasang kekasih, kau mau apa dariku?"

"Se-sepasang ke-kekasih?" tanya Hinata tak percaya.

'Blush'

Wajah Hinata semakin merah. Apakah Naruto tidak tau bahwa Hinata sudah lelah di goda terus olehnya?

"A-a-a-aku..."

"Iya?"

"I-i-ing-ingin..."

"Ingin apa?"

"I-i-ing..."

.

.

.

TBC


A/N :

Chapter 4 UP. Bagi yg nungguin update dari fic ini (ngarep), terima kasih karena udah nungguin. Maaf jika saya meng-update fic ini terlalu lama, soalnya saya harus ngurusin data untuk masuk masuk ke-PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Dan saya butuh bantuan dari para reader untuk masukan fic ini. Tanpa banyak bacot lansung saja ke sesi tanya jawab.


Sesi Tanya Jawab :

angkerss.

Lanjut pasti

ditunggu nextnya okeh

Rama Dewanagari

next... author okeh

Misti Chan

kurang panjang fanficnya T_T please lah chap depan panjangin, saya suka fic'a senpai.. ganbare ne okeh akan saya panjangin

Namikaze Yuli

Author, update-nya cepetan dong... aku penasaran sama naruto-nya. aku suka bgt klo chara naruto itu perfect kaya gini, apalagi klo hinata juga perfect :)

lajutkan author _ okeh

natasia sato

Naruto... ehm charming banget kayaknya ya?.. charming apa ya? serius, saya gak tau, heheheh

liana

hoho selamat pada authot yg lulus UN makasih
btw aku juga baru lulus UN #gak ada yg naya
karena author senggang jd boleh minta update cepat? update cepat sih bisa, tapi bikin ceritanya yg lama T_T

Blue-Temple Of The King

lanjutt aja okeh

Guest

Ternyata bgus juga. sebenernya cuma fic biasa aja kok

Alvin

Lemon? pasti

MAGENZ

Lanjutttttttttttt...! pasti

JihanFitrina-chan

Hehe gomen setelah saya ubrak abrik story favorit saya ternyata ga story nya tiba2 hilang dan saya lupa lg judul nya, gomen gomen ga bisa kasih link :D tp saya jujur loh saya udah pernah baca, kalau ga salah Naru membisikan 'kamu terlihat cantik hari ini' itu juga kalau ga salah, saya lupa bahasa nya tp inti nya gitu hehe :D pasti NaruHina jadian ! mungkin kamu bacanya di facebook kali, emang fic ini udah update disana dulu

Apa disini akan terjadi konflik rumit cinta segi tiga empat dan seterusnya,,, sebenernya konflik disini bukan konfliknya tokoh utama, tapi nanti kamu akan tau dengan sendirinya jika mengikuti alur dari fic ini.


dan terima kasih kepada :

semua yg mereview (maaf, gak disebutin satu persatu) dan semua silent reader (maaf juga, gak disebutin satu persatu)

Terima Kasih

Rubianto