Chapter 3
Wonwoo POV
Kami baru saja tiba di kantin ketika Mingyu menarik tanganku dan berjalan kearah meja kosong yang tersisa lalu mendudukkanku di salah satu kursi yang ada disana, "Kamu mau beli apa 'Nu?" Tanya Mingyu yang masih berdiri disampingku.
Eh? Kenapa dia bertanya begitu? Jangan-jangan… "Nii-san mau traktir aku?" tanyaku dengan penuh harap.
"No. You buy it with your own money. Aku cuma mau memesankan dan membawakan pesananmu saja, kok." Jawab Mingyu dengan santai. Ish.. Aku kira dia mau mentraktirku.
"Ish.. Ya sudah, kalau begitu aku beli moccachino saja, Nii." Ujarku sambil memberikan uangku pada Mingyu.
"Lho? Kamu tidak makan?" Tanyanya heran yang kujawab dengan menggelengkan kepalaku "Kenapa?" Tanyanya lagi. "Karena aku belum lapar, Nii-san." jawabku.
"Yah.. aku makan sendirian dong?" gumamnya memelas sambil duduk di kursi yang berhadapan denganku. Sepertinya dia lelah berdiri terus-menerus hahaha.. "Iyalah, Nii." Jawabku cuek. "Ya sudahlah." Katanya pasrah lalu pergi untuk membeli makanan untuknya dan minuman untukku.
Tak lama kemudian, Mingyu kembali sambil membawa nampan berisi seporsi makanan serta 2 gelas minuman.
Mingyu duduk kembali di kursi yang sama dan memberikan pesananku "Thanks, Nii-san." Kataku sambil tersenyum senang "Ya." Balasnya singkat dan langsung memakan makanannya.
Sepertinya dia masih kesal karena harus makan sendirian, tapi bagaimana lagi? Aku kan memang belum lapar.
Oh iya, kira-kira bagaimana ya reaksi teman-teman kelas kami setelah melihat kedekatan kami tadi? Setidaknya aku harus mengingatkan Mingyu lagi tentang kemungkinan kedekatan kami yang menjadi bahan gossip teman sekelas kami.
"Nee, Nii-san.." panggilku yang direspon gumaman dari yang bersangkutan karena dia masih asik dengan makannya. "Kalau Nii-san digosipkan pacaran sama aku, responnya Nii-san apa?" tanyaku penasaran dan sedikit mencondongkan badanku kearahnya agar bisa melihat ekspresi wajahnya.
Rupanya Mingyu tidak menyangka aku akan bertanya begitu, karena dia tersedak dan batuk-batuk sekarang. Kasihan dia hahaha.. Karena tidak tega melihatnya batuk-batuk tidak jelas begitu, akhirnya aku menyodorkan minuman miliknya kepadanya yang segera diambil dan diminumnya. "Ups! Sorry, Nii." Ucapku tanpa merasa bersalah.
Setelah merasa batuknya reda, akhirnya Mingyu menatapku bingung dan bertanya "Pacaran sama kamu? Kok bisa?"
Ini aku yang tanyanya kurang jelas atau bagaimana ya?
"Well, teman-teman kelas kita pasti heran melihat kedekatan kita sekarang and they must be thinking that we're dating now." Sahutku gemas dengan responnya.
Dan sepertinya dia baru mengerti maksudku karena dia menganggukkan kepalanya dan menjawab dengan santai "Oh, Itu. Tidak mungkin lah, 'Nu. Kita kan memang akrab dari kita kelas 10. Lagipula Nayeon dan gengnya sudah tahu kalau kamu adikku, jadi tenang saja." lalu Mingyu kembali fokus pada makanannya.
"Tapi, Nii.. Kan cuma mereka yang tahu. Yang lain kan tidak. Bagaimana kita bisa santai?" Ujarku tak sabar.
Akhirnya Mingyu memutuskan untuk menghentikan kegiatannya dan menatapku. "Begini ya, Wonu. Nayeon beserta gengnya sudah tahu kalau kita bersaudara. Jadi kalau ada anak kelas kita yang menggosipkan kita berpacaran, mereka tidak mungkin diam begitu saja, pasti ada salah satu diantara mereka yang menjelaskan kalau kamu itu adikku dan aku kakakmu. Dan pada akhirnya semua teman-teman kelas kita akan mengetahui status baru kita, lalu mereka akan berhenti menyebarkan gosip aneh itu. So, problem solved. You got it?" jelas Mingyu dengan sabar.
"Ooh.. Begitu.. Okay, I got it. Aku mengerti sekarang hehehe.." jawabku yang dibalas anggukan kepala dari Nii-san ku itu, "Great, Now just be quiet and let me eat, Okay?" ujarnya lagi.
"Okay, Nii.."
Setelah mendengar jawabanku, Mingyu kembali menlanjutkan kegiatan makannya dan aku fokus pada moccachino milikku yang kuhiraukan sejak tadi.
Tapi entah kenapa aku masih merasa kalau akan ada gossip tentang kami. Ya sudahlah, lihat saja apa yang terjadi nanti atau besok. Mau mereka membuat gossip atau tidak, itu terserah mereka. Nanti juga mereka tahu sendiri.
-oOo-
Sekembalinya kami dari kantin, hampir semua teman-teman kelas kami yang berada di luar kelas kembali memperhatikan kami, namun kami menghiraukan mereka dan masuk ke dalam kelas.
Aku melangkah menuju bangku ku dan duduk disana, aku sedikit terkejut saat mengetahui kalau Mingyu menduduki kursi disisiku. Sepertinya aku tidak sadar kalau tadi Mingyu mengikutiku dan tidak kembali ke bangkunya.
"Apa yang Nii-san lakukan disini? Kenapa tidak duduk di tempatnya Nii-san?" Tanyaku bingung.
"Kenapa? Tidak suka aku duduk disini? Aku kan mau menemani adikku. Masa tidak boleh, sih?" jawabnya panjang lebar dengan nada menuduh.
"Eh? Kok begitu sih? Boleh lah, Nii. Boleh banget kok. Aku cuma heran saja. Jangan marah begitu dong." Balasku sambil mengarahkan pandanganku kearah bangku milik Mingyu.
Oh, pantas saja Mingyu 'mengungsi' disini. Rupanya bangkunya sedang diduduki oleh Tzuyu yang sepertinya sedang reuni dengan teman satu gengnya karena mereka duduk membentuk lingkaran disekitar bangku milik Nii-san ku.
Seharusnya kan Mingyu tinggal bilang kalau ada yang menempati bangkunya, tidak perlu pakai alasan mau menemaniku segala. Dasar Mingyu hahaha..
Akhirnya aku mengajaknya mengobrol dan kami bercanda hingga waktu pulang tiba dan kami pulang ke rumah masing-masing.
-oOo-
Keesokan harinya, aku bangun dengan tubuh dan kaki yang pegal karena kelelahan. Sepertinya karena sudah lama tidak naik-turun tangga, jadi beginilah jadinya.
Lalu, Aku menceritakan keadaanku pada Eomma ku dan Eommaku memintaku untuk beristirahat saja di rumah dan tidak pergi ke sekolah, lagipula kegiatan belajar-mengajar masih belum dimulai. Akhirnya aku memutuskan untuk membolos dan menonton TV di rumah.
Drrt.. Drrt…
Tanda notifikasi chat di handphone ku membuatku mengalihkan fokusku dari TV ke handphone ku dan mengecek siapa yang mengirimiku chat di jam segini.
Oh? Nii-san?
From : Nii-san
Hey! Kenapa kamu tidak masuk?
From : Wonu
Badanku pegal semua, Nii.
Sepertinya karena lama tidak naik-turun tangga hehehe
From : Nii-san
Begitu saja capek.
'Begitu' katanya?
Naik-turun lantai 2 ke lantai 1 dan berjalan kaki dari sekolah ke rumah hanya 'begitu'?!
Tega sekali sih.
Oh iya, Mingyu kan fisiknya memang kuat, jadi hal-hal yang kemarin kulakukan mungkin sudah menjadi hal yang biasa baginya.
From : Wonu
Ya kan kekuatan fisiknya Nii-san berbeda denganku.
From : Nii-san
Alasan..
Oh iya, kamu benar 'Nu.
Teman-teman kelas kita mulai membuat rumor yang tidak-tidak tentang kamu sama aku.
Nah kan, aku benar. Mereka itu mudah sekali ditebak.
Mereka itu tidak ada pekerjaan atau bagaimana sih? Sampai membuat gossip tentang aku dan Mingyu-Nii segala.
From : Wonu
Nah! Aku bilang apa kemarin, Nii-san sih tidak percaya sama aku.
Memang apa kata mereka?
From : Nii-san
Mereka tidak bilang langsung ke aku sih.
Kamu cek grup kelas saja deh.
Grup kelas? Memang mereka membicarakan kami di grup? Lebih baik aku cek dulu.
Astaga! Banyak sekali chat dari teman kelasku. Kalau begini kan aku jadi malas membacanya. Lebih baik aku tanya ke Mingyu saja.
From : Wonu
Aku lagi malas membuka grup kelas, Nii.
Terlalu banyak yang harus dibaca jadi aku malas hehe
From : Mingyu
Ya intinya mereka bilang yang aneh-aneh lah 'Nu
Ish.. Dasar Nii-san tidak jelas!
Kalau memberitahu sesuatu selalu menggantung seperti ini. Membuatku penasaran saja...
From : Wonu
Terus bagaimana perasaannya Nii-san waktu digosipkan begitu dengan adiknya?
From : Nii-san
Ya aneh lah
From : Wonu
Well, same here.
By the way, aku merasa tidak enak sama Tzuyu.
From : Nii-san
Biarkan saja
Biarkan apanya!?
Aku bisa membayangkan bagaimana reaksinya Tzuyu ketika bertemu denganku besok. Pasti dia aku memandangku dengan sinis..
From : Wonu
Kok 'biarkan' sih?
From : Nii-san
Terus mau bagaimana lagi?
Masa aku harus memberikan perhatianku padanya?
Tapi aku malas.
From : Wonu
Entahlah, Nii.
Kalau malas ya jangan Nii-san lakukan.
Tapi ya Nii-san biasa saja. Jangan terlalu dekat juga jangan terlalu jauh.
Aku takut kalau Nii-san terlalu menjaga jarak, teman-temannya Tzuyu berpikir kalau aku yang menghasut Nii-san agar menjauh dari Tzuyu.
From : Nii-san
Tidak akan 'Nu
Percaya deh sama aku.
From : Wonu
Yakin sekali sih?
Nanti kalau aku dibully sama mereka bagaimana?
From : Nii-san
Yakin lah.
Tidak akan 'Nu, lagipula aku akan membelamu kalau mereka mengganggumu.
From : Nii-san
Benarkah?
From : Nii-san
Iya, Wonu. Aku janji.
From : Wonu
Okay, aku percaya sama Nii-san.
Dan obrolan kami berlanjut sampai sore.
Well, semoga apa yang dikatakan Nii-san benar, semoga teman-temannya Tzuyu tidak menggangguku dan kalau memang iya, kuharap Nii-san menepati ucapannya padaku bahwa dia akan membelaku. Semoga saja..
To Be Continued
Hai...
I'm back with new chapter here.. ^^
I hope you guys still want to read my story and want to wait my next story hehe ^^
Thanks for reading my story... ^^
