Anisha Asakura... Muncul~! (PLOP) Oke, waktunya chapter 4! Sori agak lama soalnya masih rada pusing digebuk kulkas ama Mr.B (Baca Opening Talk Let's Baking Love chap.6) ...Eits! Anisha mau membalas beberapa review nih...
Untuk xxxLawlietgirlx: Terima kasih untuk reviewnya... Ups! Anisha benerin deh... Terima kasih atas koreksinya ya...
Untuk teacupz': Terima kasih udah review... Waks! Anisha benerin deh... Oke, terima kasih atas koreksinya lagi, teacupz... Wajar manusia bisa salah...
Oke, chapter 4... Mulaiii!!!
DISCLAIMER: I do not own of any HM charas!
(07:00 AM, Saturday)
---- (Jack's POV) ----
Tok! Tok! Took! Crash! Saat ini aku sedang menambang di Spring Mine, menambang beberapa Silver dan Copper di sekitar lantai 3. Kebetulan tadi malam hujan, jadi aku tak perlu repot-repot menyiram tanamanku hari ini. Hewan-hewan juga sudah kuberi makan.
"Yep, Silver." aku mengambil batu berwarna silver dari pecahan batu tadi, dan kusimpan dalam keranjang.
Tap, tap, tap.
"Heh?" aku mendengar ada seseorang yang masuk. Seseorang yang tingginya sama denganku, dan memakai topi.
"Ngapain kamu disini?" sahut orang itu angkuh. Dari suaranya pasti itu Gray.
"Bertambang." jawabku tak mau kalah. "Kamu sendiri?"
"Aku juga bertambang." jawab Gray dingin. "Jangan ikut campur."
"Terserah!" jawabku sambil memukul batu yang lain. Huh, dasar orang itu. Hanya gara-gara kakeknya yang galak (aku pernah bertemu dengan kakeknya yang super galak), dia jadi cuek ke orang lain. Menyebalkan.
Tok! Tok! Took! Crash! Batu yang kupukul hancur. Ada Copper dari pecahan batu itu. Sekali lagi kupukul batu lain. Tok! Tok! Tok! Crash! Silver keluar dari batu. Setelah agak cukup, aku keluar dari pertambangan, tanpa memperdulikan Gray.
(Hot Spring)
"Fuwaaah...." aku berendam di Hot Spring dekat Spring Mine. Sudah lama aku tak berendam air panas, dan hari Sabtu adalah hari yang tepat untuk berendam.
Craaaaash....
Aku mendengar seseorang yang masuk ke kolam air panas. Aaagh, Gray lagi, Gray lagi!
"Ngapain lagi kamu disini?" tanya Gray dingin.
"Berendam." jawabku. "Memang enggak boleh?"
".... Terserah." Jawab Gray datar.
"Aah, aku sudahan ah." Aku lalu keluar dari kolam air panas. Malas amat bicara dengan orang itu.
(Jack's Farm)
"Hem, sekarang sudah tanggal berapa ya..." aku melihat kalender. Tanggal 14 Spring. Heh? 14 Spring, Spring Thanksgiving Festival.
Otakku berpikir. Muncul tab yang sering ada di komputer. 25%.... 50%.... 86%.... 100%... COMPLETED.
"Ya ampun!" Ini hari Thanksgiving! Aku harus memberikan cokelat ke Claire! Aku buru-buru memakai apron dan segera memeriksa kulkas. Ternyata...
"Co.... Cokelatnya habis..." aku langsung terdiam saat melihat kulkasku yang ternyata cuma berisi Flour, Egg, Rice Ball, dan Curry Powder.
Aku langsung melepas apron dan berlari melesat ke Supermarket.
WUUUUUUUUSSSSH!!!!!!
(Supermarket)
Wakh! Supermarket penuh banget ama cowok! Ada Cliff, ada Rick, Doctor, bahkan Gray! Mereka pada beli cokelat juga!!!
"Be... Beli cokelat!" aku langsung melewati kerumunan dan membeli sebatang cokelat.
"Silahkan, harganya 100G." kata Jeff, yang bermuka cerah. Sepertinya dia senang kedatangan banyak pelanggan hari ini. Ah, peduli amat!
Aku langsung melesat ke pertanianku.
WUUUUUSSSSSH!!!!
(Jack's Farm)
Aku memakai apron lagi. Setelah itu, kusiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Cokelat, tepung,susu, telur, mentega, ng... Kayaknya sudah cukup.
Aku mencampur tepung, telur, mentega, dan susu dengan pengocok. Lalu kutambahkan Baking Powder agar kuenya mengembang. Lalu, kutambahkan cokelat yang sudah kupotong-potong. Kucampur semua bahan. Setelah itu, kutaruh dalam cetakan kue, dan kupanggang. TING! Adaw, panas! Akhirnya kuenya jadi. Kue Chocolate Cake hangat favorit Claire.
Aku langsung berlari lagi ke Supermarket, berniat membungkus kue dengan pembungkus kado.
(Supermarket)
Waaakh! Lagi-lagi cowok-cowok saling berebutan giliran membugkus kue mereka! Aku mendapat giliran ketiga.
"Kau mau membungkus kue ini?" tanya Jeff, lagi-lagi dengan muka cerah.
"Iya. Tolong dibungkus." jawabku.
"Oke." Jeff menaruh Chocolate Cake milikku ke kotak putih, lalu membungkusnya dengan pita pink. "Selesai. Harganya 100G."
Aku memberikan uangku, sambil berterima kasih.
(Out from Supermarket)
"Akhirnya selesai juga! Aku akan memberikan ini pada Karen ah!" Rick bersorak saat kami berlima berjalan keluar.
"Kalau aku, Ann..." Cliff, yang suaranya nyaris tak terdengar, membungkuk dan agak tersenyum.
"Semoga Elli suka ini..." bisik Doctor. Doctor lalu berbelok ke Clinic. Tinggal aku, Cliff, Gray, dan Rick.
"Eh, Gray, kamu ngasih cokelat ke siapa?" tanya Rick.
Gray terdiam. "....Bukan urusanmu." Dia lalu langsung pergi ke Rose Square.
Ini anak... Kaku banget sih! Aku ingin sekali mendaratkan tinju ke muka orang yang satu ini. Tapi aku malas kalau berurusan dengan pertengkaran. Ah, peduli amat. Yang penting kueku sudah jadi dan siap diberikan ke Claire hari ini.
(Claire's Farm)
---- (Claire's POV) ----
"Ah, selesai juga!" aku baru selesai memanggang roti untuk acara Thanksgiving hari ini. Aku sudah menyiapkan Roasted Turkey, Baked Corn, Vegetable Soup, dan makanan-makanan yang biasa dimakan saat acara Thanksgiving.
Tok, tok, tok. Pintuku diketuk.
"Silahkan masuk! Tidak dikunci kok!" jawabku.
---- (Gray's POV) ----
Uh... Tak kusangka aku bisa memberanikan diriku menuju rumah Claire. Sejak aku mengambilkan pesanan kapak peraknya (Referensi: Baca Jack's Mineral Love chapter 2), bayangan gadis pirang itu selalu terbayang di pikiranku (Anisha Asakura: .... Jatuh cinta, nih, Gray?).
KRIIIEEET
"Ah, selamat sore, Gray!" sapa Claire riang. "Kebetulan semuanya sudah disiapkan. Yuk, masuk!"
Hah? Masuk? Disiapkan? Apaan? Aku keheranan.
"Taraaaaa!!!" Claire memperlihatkan meja makannya dipenuhi makanan-makanan Thanksgiving. "Aku ingin mengajak siapa saja yang mendatangi rumahku untuk makan dan mengadakan malam Thanksgiving hari ini!"
Aku langsung bengong.
".... Gray?" tanya Claire polos. "Kamu kenapa?"
Aku tidak kuat untuk menertawakan Claire. Pasti dia tidak mengerti apa maksudnya tradisi Spring Thanksgiving Festival. "Kamu... Memangnya tak tahu apa tradisi Spring Thanksgiving Festival, ya?"
"Oh, tradisi saat orang-orang berkumpul bersama dan makan Ayam Turki Panggang, kan?" jawab Claire polos.
Aku benar-benar ingin tertawa. Tapi aku menunduk untuk menyembunyikan tawaku. "Spring Thanksgiving Festival itu... Tradisi dimana cowok membuatkan kue untuk cewek yang disukainya. Bukan membuat Ayam Turki Panggang... Kamu pasti salah mengartikannya..." Aku mulai tertawa. ".... HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA! HA!"
---- (Jack's POV) ----
Aku menuju pertanian Claire sambil membawa kue buatanku. Hatiku berseri-seri sekali. Eh?
".... HA! HA! HA! HA!....."
"...."
Aku mendengar seseorang tertawa didalam rumah Claire. Aku mencoba memasuki rumah Claire yang tak terkunci. "Permisi..."
BLANK.
Aku melihat Gray. Dan Claire. Gray sedang tertawa. Claire... Mukanya merah padam sekali. Kulihat air mata keluar dari mata Claire.
"Claire!?" aku mendekati Claire.
"Ha! Ha! Ha!.... Eh?" Gray berhenti tertawa.
".... Gray jahat!!!" Claire berteriak kencang, menjatuhi roti panggang yang dibawanya, melewatiku, dan pergi keluar.
Aku benar-benar tak mengerti. Tadi... Gray tertawa... Dan Claire... Mukanya merah... Dan menangis??? Apa yang sebenarnya terjadi????
"Heh, GRAY!" aku menarik kerah baju Gray. "Dari pagi, aku malas berurusan denganmu, apalagi bertengkar sama kamu. Tapi, karena kamu udah bikin Claire nangis, kamu enggak akan kumaafkan!"
"Apaan sih?!" bentak Gray. Keadaan makin memanas.
"Kamu ngapain ke Claire, sampai Claire nangis hah?!"balasku. Kulepas kerah bajunya.
"Eee... Tadi, Claire, dia salah mengartikan tradisi Thanksgiving dengan Spring Thanksgiving Festival..." ucapan Gray terbata-bata. "Dia mengira Spring Thanksgiving sama seperti tradisi Thanksgiving, yang membuat Turki Panggang..."
"Kenapa kamu ngetawain dia?!" bentakku. "Apa salahnya?! Arti Thanksgiving juga sama seperti tradisi Spring Thanksgiving Festival! Hanya aja beda! Boleh aja kan, mengadakan acara makan malam! Lagian kamu enggak sadar, Claire susah-payah membuat makanan-makanan sebanyak itu untuk orang-orang yang mengunjunginya hari ini?!"
Keadaan jadi sunyi. Gray hanya terdiam. Aku menatap Gray, kesal.
Aku segera menyusul Claire.
(Goddess Stream, near the Spring Mine)
---- (Jack's POV) ----
Aku menghampiri Claire yang berjongkok di sungai dekat Spring Mine. Sepertinya dia sedih sekali. "Hei."
Claire menoleh. "Hai, Jack..."
Aku ikut berjongkok di dekat sungai. Lalu kami saling diam.
"Aku juga pernah seperti kamu, kok." aku memulai pembicaraan. "Dulu, waktu SD, aku paling susah membedakan hari Valentine dengan Paskah. Aku memberikan telur di hari Valentine, dan Cokelat di hari Paskah. Aku selalu lupa!" aku tertawa kencang.
Claire, masih menangis, tapi ikut tertawa. "Ha ha ha! Norak!" dia menepuk-nepuk punggungku.
Saat tawa kami reda, Claire mencoba menghapus air matanya. "... Memangnya kamu enggak malu?"
"Yaah, waktu itu sih, malu banget, sampai-sampai aku enggak mau sekolah selama 3 hari." jawabku. "Dulu, waktu aku enggak mau sekolah, ibuku menjelaskan arti hari Paskah dan Valentine. 'Di hari Paskah kita memberikan telur tanda kasih sayang. Kalau Valentine, memberikan cokelat, semakin manis rasanya, semakin dalam arti rasa kasih sayangnya.' Kontan aja aku langsung nanya, 'Maksudnya, bu?'. Ibuku lalu tersenyum dan menjelaskan lagi. 'Paskah dan Valentine memang berbeda, tapi tujuannya sama. Memberikan rasa kasih sayang untuk dia yang disayangi.' Begitu katanya."
Claire mengangguk-angguk. "Jadi..."
"Jadi tidak apa-apa kalau kadang kita salah menentukan tradisi." jelasku. "Tuhan pasti mau mengerti, kan?"
(SFX: JENG JENG JEEENG.... Kultum bersama Jack) -AA digaplok Ustad Jefri dan Carter-
"Oooh...." jawab Claire. "Aku sudah baikan sekarang. Terima kasih ya, Jack."
"Sama-sama, Claire." Aku berdiri, diikuti oleh Claire. "Nah. Kita ke rumahmu ya? Kita rayakan acara Thanksgiving hari ini."
Claire tersipu, dan sedikit tertawa. "Yuk."
(Claire's Farm)
---- (still Jack's POV) ----
Aku berjalan berdua dengan Claire. Syukurlah semuanya sudah selesai. Tapi masih ada satu masalah lagi. Gray.
"Claire!" Gray menghampiri Claire, mengacuhkanku. "Maafkan aku tadi menertawakanmu, sebenarnya aku enggak bermaksud..."
"Ah, tidak apa-apa, Gray." sahut Claire. "Kamu enggak salah apa-apa, kok. Aku yang salah. Terlalu sensitif, jadi nangis. Yuk, kita makan malam bertiga!"
Apa boleh buat. Aku, Gray dan Claire makan malam bertiga.
.
.
.
---- (Claire's Farm, 08:30 PM) ----
---- (Jack's POV) ----
"Ah, sudah malam. Aku harus memberi makan Jo." Aku baru ingat harus memberi makan anjingku.
"Lho? Sudah mau pulang, Jack?" tanya Claire. "Bawa ini untuk oleh-oleh, ya?" Claire lalu memberikan beberapa roti panggang (yang sudah baru) yang dibungkus saputangan putih.
"Ah, aku juga harus pulang, Claire." sahut Gray. "Aku harus pulang ke Inn."
"Anu, kau juga bawa ini, ya?" Claire memberikan roti panggang yang sama seperti yang kubawa.
"Tidak usah," jawab Gray.
"Oh ya!" aku merogoh kueku dari ransel. Hampir saja lupa. "Ini, Chocolate Cake. Selamat hari Spring Thanksgiving Festival, Claire."
"Waaw! Ini dia favoritku! Jadi malu..." Claire mengambil kueku sambil tersipu-sipu. Hihihi, aku paling suka kalau dia senyum.
"Oh, ya," Gray merogoh sesuatu dari sakunya. "Selamat hari Spring ThanksgivingFestival, Claire."
Claire menerima sesuatu dari Gray."Wah! Cookies! Makasih, Gray!"
Egh... Aku langsung terpaku.
Gray... Dia ngasih kue ke Claire.
Tradisi Spring Thannksgiving Festival kan... Tradisi dimana cowok ngasih kue ke cewek yang disukai...
Itu berarti... GRAY NAKSIR SAMA CLAIRE?!!!
WOOOOOOSSSSSSSSSSSSHHHHHHHH!!!! Muncul kobaran api kecemburuan di sekitarku. Gray... Mulai sekarang, kamu adalah rival cintaku!!!!!
"Jack, kamu kenapa?" tanya Claire, setelah menyimpan kueku dan cookies dari Gray.
"Ah... Enggak apa-apa..." jawabku berusaha menenangkan diri.
"Oke, selamat malam semuanya!" kata Claire sambil menutup pintunya.
---- Out from Claire's Farm ----
---- (Jack's POV) ----
Aku berjalan berduaan, (sambil berjaga jarak) dengan Gray.
"Heh." Aku memanggil Gray.
"Apaan?" tanya Gray angkuh, seperti biasa.
" ... Aku enggak akan kalah!" teriakku blak-blakan, sekali lagi muncul kobaran api di sekitarku. Aku enggak akan menyerahkan Claire ke orang kaku kayak Gray!!!
"......" Gray tak berkata apa-apa, langsung pergi menuju Inn.
Kini tinggal aku sendirian. Aku langsung berlari ke rumah, dan segera tidur. (tentu saja setelah memberi makan Jo). Aku harus mengaktifkan semua heart event Claire!!!
###***###
Kyaaa~ Selesai juga chapter 4nya~~! Gray disini agak kaku, ya... Tapi memang itulah tradisi dia. No flame, please... And review~! (eh, kebalik ya? Ah sudahlah... –digaplok Bu Lina, guru Bahasa Inggris di skul-) POLP
