"Tuh kan, Mama bandel sih. Dokter kan udah bilang Mama tidak boleh makan seafood, jadinya begini, kan?" Omel Kibum yang saat ini berada diruang UGD sebuah rumah sakit swasta di daerahnya. Mamanya yang sedang terbaring sambil mengenakan infus hanya tersenyum kecil menanggapi ocehan Kibum, dia masih lemas karena keracunan. Bukan keracunan, namun Mama KiHyun ini mempunyai alergi terhadap makanan yang berbau seafood.
"Iya sayang, Mama minta maaf." Ucap Mama lemah namun tetap tersenyum. "Oh iya, adikmu mana?" Tanya Mama saat menyadari Kibum datang seorang diri.
"Dia pulang, aku tidak memberitahunya kalau Mama masuk rumah sakit. Telingaku sakit mendengar segala keluh kesah,curhatan,omelan,cicitan,dan lain sebagainya bla bla bla Kyuhyun kalau dia tahu Mama sakit." Jawab Kibum dengan nada kesal.
"Kyuhyun berani pulang sendiri?" Tanya Mama lagi. Kali ini dengan raut sedikit khawatir.
"Tadi aku antar dulu, Ma" Jawab Kibum bohong karena sebenarnya Kyuhyun pulang bersama Daniel. Kibum tadi bilangnya mau mengambil uang yang diberikan Mama, namun karena teriakan Kibum yang shock dengan kabar yang diberikan pihak rumah sakit lewat handphone Mamanya, membuat Kyuhyun penasaran. Akhirnya Kibum terpaksa berbohong.
Daniel dan Kyuhyun sudah sampai rumah. Mereka duduk di sofa sambil menunggu Kibum, banyak snack camilan dan lain sebagainya tercecer di meja bahkan ada juga yang di lantai. Itu mereka beli sepulang dari restoran, Kibum menemui Mamanya sendirian naik taksi. Awalnya Daniel hendak mengantarkannya, namun karena Kibum tahu hubungan Daniel dan Mamanya tidak begitu baik, ia memutuskan untuk pergi sendiri saja.
Daniel adalah adik tiri Siwon, dia hidup di China. Dia bekerja di AIG (Gua gak tau itu apaan, wkwkw) usianya baru 23 tahun dan sudah S2 (Gua juga gak tahu gimana caranya dia udah S2), mungkin karena otaknya yang sangat encer sehingga dari SD, bahkan PAUD dia selalu loncat kelas (ngarang banget wkwkwk) dan sewaktu SMP dia memulai pendidikan di Australia karena disuruh Papa tirinya, yaitu Ayahnya Siwon. Sedangkan Siwon sendiri sudah menikah diusianya yang masih terbilang muda karena suatu "accident"yang mengharuskannya menikah dengan Mama KiHyun. Nah, maka dari itulah hubungan Daniel dan Mama KiHyun sedikit kurang baik. Siwon juga merasa terpaksa menikahi Mama KiHyun, tak ada cinta diantara mereka. Namun bagaimana caranya mereka bisa menghadirkan KiHyun diantara keduanya ?
KiHyun hadir di dunia karena pada suatu malam Siwon tengah mabuk berat disuatu bar karena sedang ada masalah dengan Ayahnya. Kemudian dia menarik sembarang wanita dan mengajaknya tidur, wanita itu ya Mama KiHyun saat ini. Karena kondisi sama-sama mabuk, terjadilah hal-hal yang diinginkan. Kemudian 3 bulan setelahnya, Mama KiHyun mengabarkan bahwa dirinya "HAMIL"
Menikahlah Siwon dan Mama KiHyun hehehe. Gampangannya MBA (Married By Accident)
Kembali pada Daniel dan Kyuhyun..
"Om, Kyu ngantuk nih. Kakak lama sekali." Ucap Kyuhyun pelan dengan mata yang merem melek.
"Ooh, yasudah Kyu tidur saja. Nanti biar Om yang menyambut Kibum." Jawab Daniel manis.
"Baiklah, aku tidur disini. Numpang pahanya ya Om?" Tanpa menunggu persetujuan, Kyuhyun langsung merebahkan kepalanya di paha Daniel dan memejamkan matanya. Daniel yang sebenarnya seorang GAY pun merinding disko karena hampir saja kepala Kyuhyun menempel pada 'nananina' nya.
"Oh Tuhan. Apa yang harus aku lakukan. Mampus aku." Ucap Daniel dalam hati. Dia gelisah jika nanti 'nananina' nya itu bangun jika tersentuh sedikit saja. Apalagi wajah Kyuhyun yang sangat manis jika saat tidur, Daniel hampir tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Om Daniel" Panggil Kyuhyun dengan mata terpejam.
"Eh? I..Iya" Jawab Daniel gugup.
"Om masih Gay apa sudah tidak? Maksudnya straight,begitu." Tanya Kyuhyun.
"Kenapa bertanya begitu, Kyu?" Tanya Daniel balik.
"Ingin tahu saja, ayolah Om kasih tahu." Rengek Kyuhyun.
"Iya, Om masih menyukai laki-laki." Jawab Daniel.
"Owh, begitu ya." Ucap Kyuhyun lemah dan langsung terjun ke alam mimpi. Daniel tersenyum walau rasa cemas masih saja menghinggapi dirinya.
Daniel mencoba menenangkan diri dengan cara menghirup nafas sebanyak-banyaknya kemudian menghelanya dengan perlahan. Terus seperti itu hingga ia bisa mengendalikan dirinya, Daniel hanya menatap wajah Kyuhyun yang tepat berada di bawahnya, sambil mengusap pelan pucuk kepala Kyuhyun yang ditumbuhi rambut keriting-keriting manja ala Kyuhyun.
Awalnya hanya usapan pelan di kepala, namun memang dasarnya Daniel Gay yang kurang belaian karena ditinggal sang kekasih. Mula-mula ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyuhyun, menatap tiap inci wajah imut,polos dan menggemaskan itu tanpa ada yang terlewati. Kini, ia mulai mengecup dahi Kyuhyun. Menatap wajah Kyuhyun lagi memastikan anak polos itu masih terlelap. Setelah yakin, Daniel kembali mengecup kedua kelopak mata yang sedang terpejam itu.
Sedikit menjauhkan jarak wajahnya dg wajah Kyuhyun karena Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya pasca pengecupan kedua kelopak matanya. Namun setelah itu ekspresi kerutan itu mulai pudar. Daniel tersenyum penuh arti, kini matanya mengincar bibir virgin yang sudah amat sangat menggodanya. Dikecupnya singkat, kemudian memastikan kembali. Setelah aman, Daniel mengecupnya lagi, membiarkan bibir keduanya menempel. Barulah Daniel mulai mencoba melumat bibir kenyal itu. Bahkan ia sangat menikmati, seperti profesional, ia melumatnya dengan perlahan dan penuh kelembutan sehingga Kyuhyun masih tenang tetap terjaga dan tidak terganggu. Daniel pun memejamkan matanya.
"Sial, ini terlalu dini. Mana Papa malah ke LA, lagi. Ck!" Umpat Kibum dengan suara pelan. Ternyata oh ternyata, dia sedaritadi berdiri di balik jendela rumah sambil merekam adegan Daniel yang mencumbu Kyuhyun diam-diam. Kakak macam apa ini? Adiknya di perkosa, bukannya menolong malah mengabadikannya. Ckckckck..
.
.
.
"Halo, Papa." Sapa Kibum lewat line telepon.
"Iya, ada apa Kibum? Papa sedang ada rapat, kalau nanti saja bagaimana?" Jawab Siwon diseberang sana dengan suara sedikit terburu. Mungkin memang benar dia sedang ada rapat.
"Ini Cuma sebentar kok, Pa. Aku mau kasih tau kalau Om Daniel kesini. Kami tidur bertiga dirumah Mama." Ucap Kibum.
"Apa? Daniel ke rumah? Sejak kapan dia datang?" Tanya Siwon yang menjadi antusias, padahal tadi dia yang meminta agar telfonannya nanti saja.
"Tadi siang dia menjemput kami di sekolah, sekarang dia tidur bersama Kyuhyun. Aku tidak bisa masuk ke dalam rumah, Pa. Pintunya di kunci dari dalam." Adu Kibum dengan suara kalem, dibalik ke kalemannya Kibum tersenyum miring yang entah apa maksudnya.
"Astaga ! Cepat telfon Mama mu dan minta kunci cadangan padanya, Kibum ! Bisa bahaya kalau Daniel dibiarkan berduaan dengan seorang laki-laki di dalam rumah !" Teriak Siwon diseberang sana, dia terdengar sangat panik dan khawatir.
"Mama sakit, Pa. Alerginya kumat." Jawab Kibum kalem. Sungguh tak ada panik-paniknya. "Memangnya akan terjadi apa kalau sampai Om Daniel dan Kyuhyun tidur bersama, Pa?" Tanya Kibum sok polos.
"Aish ! Benar-benar. Ya sudah Papa pulang sekarang !" Geram Siwon dan langsung menutup telfon secara sepihak.
"Hehehe, rencana hampir berhasil."
.
.
.
Kibum belum pulang, padahal ini sudah jam 11 : 30 malam. Daniel sangat khawatir karena ponsel Kibum mati. Begitupun Kyuhyun, walaupun seharian ini dari pagi sampai sore Kibum sudah membuatnya kesal, yang namanya saudara mau semarah apa pasti juga akan merasa khawatir dan cemas kalau sudah malam begini ada satu anggota keluarganya yang absen.
"Om sekarang bagaimana? Apa kita cari Kak Kibum keluar saja?" Usul Kyuhyun yang tidak disetujui Daniel.
"Kita tunggu sebentar lagi, mungkin dia sedang dijalan." Jawab Daniel.
"Tapi Kak Kibum tidak biasanya pulang malam begini, Om. Jam segini kami biasanya sudah tidur nyenyak, mungkin aku juga sudah ngiler, Kak Kibum nantinya yang akan mengelap ilerku." Curhat Kyuhyun. Semua orangpun tahu jika jam-jam segini memang waktu yang pas untuk menjelajah alam mimpi dan ber-iler ria, namun namanya kembar mau bagaimana? Mereka bak sepasang sandal jepit, jika yang satu tak ada maka yang lainnya tak ada artinya. (Wakakaka, ngarang. Masa' KiHyun gua samain ama sandal jepit #ditendang) "Aku mau mencari Kak Kibum !" Tegas Kyuhyun yang berdiri dan langsung menyambar gagang pintu, panggilan dari Daniel pun ia hiraukan.
CKLEK !
"Loh, Kyu? Mau kemana?" Tanya seseorang yang sedang berdiri di depan pintu, sepertinya dia hendak mengetuk pintu karena tangannya masih berada diudara saat menyapa Kyuhyun tadi.
"Kakak !" Teriak Kyuhyun dan langsung memeluk Kibum. "Kemana saja? Aku menghawatirkanmu ! Kenapa ponselmu mati? Kenapa tak memberi kabar?" Cerocos Kyuhyun disela pelukannya.
"Sudah tahu ponselku mati, mana bisa aku memberi kabar. Huuu." Cibir Kibum.
"Aaahh, Kakak naahh." Rengek Kyuhyun manja.
"Nah nah, manjanya kumat. Dasar. Ah iya, aku bawa Papa, nih. Dia mau bertemu sama Om Daniel." Ucap Kibum. Siwon pun muncul dari belakang Kibum dan langsung menatap Daniel dengan tatapan aneh.
Kyuhyun yang masih takut dengan Siwon pun beringsut dan bersembunyi dibalik punggung Kibum. Siwon berjalan mendekati Daniel, sedangkan Kibum menggiring Kyuhyun untuk menuju ke kamar.
"Kapan datang?" Tanya Siwon
"Kemarin. Kakak apa kabar?" Jawab Daniel seramah mungkin.
"Seperti yang kau lihat. Apa yang sudah kau perbuat dengan anakku?" Tanya Siwon to the point.
"Aku tidak berbuat apa-apa." Jawab Daniel kalem. "Kami hanya makan, kemudian pulang. "
"Yakin kau sama sekali tidak menyentuh salah satunya?" Tanya Siwon lagi seperti memojokkan Daniel.
"Maksud kakak apa? Aku memang gay, tapi aku tidak melakukan apa-apa dengan si kembar. Aku menyayangi mereka, Kak." Bela Daniel yang hampir naik darah.
"Apa seperti ini caramu menyayangi mereka?." Ucap Siwon sambil menyodorkan ponselnya di depan muka Daniel. Sebuah video pun terputar disana. Terlihatlah adegan kissing yang masih anget yang baru tadi sore Daniel lakukan bersama Kyuhyun di sofa ruang tengah. Terlihat sangat amatir memang karena di rekamnya dari balik kaca jendela.
"I..Itu. Bagaimana Kakak mendapatkannya?" Tanya Daniel yang mulai gugup serta panik. Siwon menyimpan kembali ponselnya kemudian menghela nafas kasar.
"Aku tak habis fikir, bahkan keponakanmu sendiri kau serang juga. Kau tahu kan, mereka akan menjadi penerusku. Bisa hancur reputasiku kalau sampai seluruh anak buahku tahu anakku Gay." Ucap Siwon frustasi. Daniel hanya bisa menunduk, dia merasa bersalah. Namun dalam hatinya ia merasa sakit karena selama ini Kakaknya belum bisa menerima kaum gay seperti dirinya.
"Maafkan aku, Kak." Lirih Daniel.
"Sebaiknya kau kembali ke Australia, eh maksudku China. Jangan temui anak-anakku." Ucap Siwon dingin yang langsung beranjak menuju kamar KiHyun. Daniel pun merasa sedih dengan ucapan kakakknya, memang ini salahnya. Akhirnya Daniel pun berniat untuk kembali ke China esok hari.
KiHyun room.
"Sudah belum? Lama sekali." Protes Kibum yang menunggui Kyuhyun di depan pintu kamarmandi.
"Iya-iya" Jawab Kyuhyun dari dalam.
Cklek !
Cklek !
Pintu kamar mandi terbuka bersamaan dengan pintu kamar yang dibuka oleh Siwon. Mata Siwon membulat saat melihat pemandangan di depannya. Kyuhyun yang hanya mengenakan celana dalam putih bergambar Scoobydoo, menatap Papanya dengan kaget. Reflek dia menutupi daerah privasinya dengan kedua tangannya.
"Ada apa ini? Kenapa Kyuhyun tidak memakai baju?" Tanya Siwon.
"Biasa, Pa. Kyuhyun poop " Jawab Kibum santai sambil menyodorkan pakaian pada Kyuhyun.
"Poop? Kenapa semua bajunya dilepas?" Tanya Siwon lagi.
"Papa tidak tahu? Kyuhyun mana bisa poop kalau semua bajunya masih dipakai?" Jawab Kibum. Kyuhyun malu, dan mulai memakai celanannya.
"Owh begitu ya? Harus telanjang dulu baru bisa poop, begitu?" Tanya Siwon lagi sambil terkekeh melihat keunikan anaknya yang baru dia ketahui. Aduhh, kemane aje kau Siwon?
"Kak, bantuin." Ucap Kyuhyun sambil menghampiri Kibum untuk mengancingkan kemejanya.
"Papa lihat, kan? Si manja ini bahkan belum bisa mengancingkan kemejanya sendiri, akulah yang selalu direpotkannya setiap pagi." Keluh Kibum. Namun dia tetap mau membantu adiknya mengancingkan kemejanya.
"Kalian ini ada-ada saja. Oh iya, Kyu. Papa ingin bicara denganmu." Ucap Siwon.
Kyuhyun langsung bersembunyi dibalik punggung Kibum. Siwon pun bingung. Lagi-lagi Kibum yang harus menjawab.
"Pa. Kyuhyun masih trauma dengan Papa."
"Hah?"
.
.
.
Akhirnya, dengan jurus bujukan maut dari Siwon dengan dibantu Kibum. Kyuhyun mau berbicara dengan Siwon. Sebenarnya bukan bujukan, melainkan ancaman. Kibum bilang dia tidak akan memasakkan makan malam untuknya,menungguinya saat dia poop,membantunya mengancingkan kemeja, dan yang terpenting meninggalkannya sepulang sekolah. Kibum juga tidak mau ambil resiko kena marah Mamanya karena meninggalkan Kyuhyun.
"Tenang saja Kyu. Papa tidak akan memarahimu, kemari." Bujuk Siwon. Kyuhyun pun duduk di pangkuan Siwon, di paha sebelah kiri Siwon tepatnya.
"Kyuhyun."
"Iya, Pa."
"Papa boleh bertanya?"
"Eum."
"Apa Kyu sudah punya seseorang yang Kyu suka?"
Kyuhyun langsung melirik kearah Kibum. Kibum yang sedang duduk anteng di pojokan sambil memainkan ponselnya pun tidak tahu jika Kyuhyun sedang memberi kode untuknya.
"Tadi Papa sudah menanyai Kakak juga, dia juga sudah punya seseorang yang dia suka. Dia cantik dan imut katanya. Kalau Kyu bagaimana?"
"Aku..Aku juga sudah kok, Pa." Jawab Kyuhyun. Entah perasaan apa yang menghinggapi relung hati Kyuhyun saat Siwon mengatakan bahwa Kibum sudah mempunyai seseorang yang disukainya.
"Suatu hari nanti kau akan menjadi seorang Papa. Papa yang hebat, yang bisa memberi contoh yang baik untuk anak Kyu kelak. Kibum juga, dia akan menjadi lelaki tangguh, yang bisa menjadi pemimpin di keluarganya nanti." Ucap Siwon memulai pembicaraan. Meski paham-paham tidak, Kyuhyun hanya mengangguk. Kibum pun mendengarkan sambil duduk di sofa kamar yang terletak di pojokan.
"Nah, mulai sekarang. Kyu tidak boleh takut lagi dengan apapun. Ok?" Kyuhyun mengangguk lagi walau hatinya masih ragu.
"Kyu harus menjadi seorang pemberani,pemimpin yang tegas dan menyayangi anak dan istrimu nanti. Jangan membuat mereka sedih atau meninggalkan mereka. Kyu harus menjadi lelaki sejati."
"Tapi kenapa Papa berpisah dengan Mama?" Tanya Kyuhyun polos. Siwon pun speechless sedangkan Kibum menutupi wajahnya dengan bantal karena menahan tawa.
"Eummm begini. Papa belum bisa menjelaskannya padamu karena belum waktunya. Kyuhyun masih kecil." Jawab Siwon sambil menyentil hidung Kyuhyun.
"Tidak. Kyu sudah besar, Pa. Kyu sudah mimpi basah dua minggu yang lalu, berarti Kyu sudah dewasa. Bahkan Kyu sudah menonton film dewasa setelah itu." Protes Kyuhyun.
"Film dewasa? Siapa yang mengajarimu menonton film itu?" Tanya Siwon.
"Kak Kibum." Tunjuk Kyuhyun pada Kibum yang memasang tampang bego.
"Kibum~" Geram Siwon.
"Hehe, peace Pa."
.
.
.
Seminggu telah berlalu. Siwon menjadi lebih perhatian terhadap si kembar walau kesibukannya dalam mengurusi organisasi tidak bisa ia tinggalkan. Dan Siwon juga masih mempertegas bahwa KiHyun lah yang akan menjadi penerusnya. Sudah ada tanda-tanda lampu hijau pada Kyuhyun kalau dia mau menerima tugas dari Siwon untuk meneruskan organisasinya, namun tidak dengan Kibum. Dia masih saja menolak. Alasannya dia tidak mau membunuh orang yang tidak bersalah yang nantinya akan berakhir masuk penjara. Begitulah yang ada di fikiran bocah SMP seperti Kibum. Dia masih belum tergiur dengan iming-iming uang yang akan ia terima jika ia mau bergabung dan menjadi penerus organisasi mafia itu. Kini, Kibum memutar otak agar Papanya tidak menjadikannya ketua organisasi. Di dalam ruangan kamarnya di rumah Siwon, Kibum merenung dan berfikir cara apa yang harus ia gunakan untuk menggagalkan rencana Papanya.
"Sepertinya memang harus kembali pada rencana pertama." Desis Kibum.
TBC
