Generation of Uzumaki
Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Adventure/ Family/Other
.
.
.
A/N : Fiction ini terinspirasi dari beberapa Fiction yang mengisahkan Shinachikuchiku terlemrar kedimensi lain. Thnkz for idea.
NB : Naruto (Naruto ayah Shina), Sakura (Sakura Ibu Shina), Naruto (Naruto Ayah Boruto), Sakura (Sakura Ibu Sarada)
Chapter sebelumnya...
"Itu tidak akan terjadi" Teriak Shina sesaat setelah berhasil menjatuhkan Kinshiki, dan terlihat penampilan Shina sedikit berbeda dengan jubah merah dengan aksen lidah api dibawahnya dan dipunggungnya terdapat lambang spiral didalam lingakaran dan tak lupa sepasang pupil mata berwarna kuning dengan garis Horizontal.
"Selama aku masih disini itu tidak akan terjadi" Ucap Shina menantang Momoshiki, dan terlihat Naruto dan Sasuke menatap kearah Shina dengan tatapan tekejut.
Chapter 4
"Ugh... Dimana aku?" Ucap sosok pria setengah baya bersurai pirang dengan jubah merah bertliskan 'Nanadaime Hokage' yang tak lain adalah Naruto+, kemudian ia melihat kesekitar dan disana terdapat dua sosok wanita berambut soft pink yang ia kenal sebagai Istri dan Anaknya.
"Sakura-chan Hanami bangunlah, kenapa kalian bisa berada disini?" Tanya Naruto cemas melihat mereka bisa sampai disini.
"Egh..." Tampak keduanya menggeliat pertanda mereka akan sadar sebentar lagi.
"Dimana aku" Sakura mulai sadar setelah mendengar panggilan dari Naruto begitu juga dengan Hanami.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Naruto mengulang pertanyaannnya lagi, dan terlihat Sakura masih mengumpulkan kesadarannya dan beberapa detik kemudian ia sadar kenapa ia bisa ada disini.
"Itu karena Hanami mengikutimu meloncat melalui portal Kamui" Jawab Sakura, dan sontak pasadangan suami istri itu memalingkan wajahnya kearah Hanami yang hanya bisa nyengir.
"Hehehe... Gomen aku hanya ingin membantu Ayah" Ucap Hanami gugup karena melihat tatapan kedua orang tuanya.
"Kau itu membuat Ibu khawatir, kau pikir kau bisa membantu disini? kau hanya akan merepotkan ayahmu" Omel Sakura, sednagkan Hanami hanya dapat menunduk diam.
"Sudahlah Sakura-chan karena kau dan Hanami sudah berada disini maka tidak ada pilihan lagi, jadi kita akan mencari Shina bersama-sama" Ucap Naruto menenangkan suasana yang di balas anggukan oleh keduanya.
"Ngomong-ngomong kita seperti berada di dunia Shinobi" Ucap Hanami kemudian membuat Naruto dan Sakura menoleh dan ternyata benar saja meraka berada didunia Shinobi.
"Apa Kamui dari Kakashi-sensei gagal?" Tanya Sakura.
"Tidak, aku yakin kita sudah berada didimensi lain bisa saja dimensi lain disini sama seperti waktu kita terkena Genjutsu dari Obito dulu" Jawab Naruto memberikan asumsinya.
"Mungkin kau ada benarnya jad-..." Ucapan Sakura terpotong kala sebuah ledakan besar muncul.
Blaaaaaaaaaaaaar!
"Apa itu?" Tanya Hanami.
"Ayah juga tidak tahu, lebih baik kita menuju kesana siapa tahu Kakakmu berada disana, dan aku juga mersakan chakra yang tidak asing lagi" Ucap Naruto kemudian mengaktifkan Bijuu Mode-nya.
"Chakra siapa Naruto?" Tanya Sakura heran.
"Aku sangat kenal chakra ini, dan chakra ini adalah chakra milik Kurama" Jawab Naruto, kemudian mengaktifkan Bijuu Transform.
"Sugoi, aku tidak menyangka ayah memiliki kekuatan seperti ini" Naruto tersenyum mendengar ucapan dari Hanami, sedangkan Hanami masih sibuk mengagumi benda kuning dengan garis hitam yang membentuk seperti rubah.
"Baiklah kita berangkat" Ucap Naruto kemudian dengan cepat mereka menuju sumber ledakan.
= Generation of Uzumaki =
Naruto dan Sasuke menatap Shina penuh rasa ketidakpercayaaan kala Shina menggunakan jubah merah dengan aksen lidak api dibawahnya tak lupa sepasang pupil mata berwana kuning dengan garis hitam horizontal.
"Kau ceroboh Kinshiki" Ucap Momoshiki yang melihat bawahannya terkena pukulan keras dari Shina.
"Maaf, saya terlalu menganggapnya remeh" Balasnya.
"Sekarang giliran kami menyerang balik" Ucap Shina yang kemudian membuat Handseal dengan cepat.
[Mokunton : Kajukai Kourin]
Krek!
Dari tanah muncul akar yang kemudian membentuk sebuah bunga raksasa, Momoshiki yang melihat itu kemudian mengacungkan tangan kanannya yang sontak bunga raksasa itu terhisap oleh Rinnegan.
"Ninjutsu tidak akan pernah berguna melawanku" Ucap Momoshiki dengan nada sombongnya, Shina yang mendengar itu hanya mendengus sedetik yang kemudian digantikan dengan sebuah senyuman.
Sring!
Dengan kecepatan kilat Shina sudah berada dibelakang Momoshiki
[Senpou : Kawazu Kumite]
Tap!
Dengan sigap pukulan keras dari Momoshiki dapat ditahan ditahan dengan mudah oleh Shina, melihat itu Momoshiki hanya tersenyum remeh kemudian meluncurkan pukulan kedua dengan cepat nan kuat tapi Shina sudah menghilang dari tempat.
Sring!
Shina tiba-tiba muncul diatas Momoshiki dengan sebuah pukulan tapi pukulan itu dapat di mentahkan oleh Momoshiki hingga membuat Shina harus terseret beberapa meter.
"Kau tak apa?" Tanya Sasuke yang dibalas anggukan dari Shina.
"Kita harus mencari cari lain" Ucap Naruto yang kemudian mengaktifkan Bijuu mode.
"Akan kutunjukan apa itu keputus asaan" Ucap Momoshiki yang mengacungkan tangan kirinya yang sektika muncul serangan-serangan yang tadi berhasil ia hisap termasuk jutsu milik Shina.
Sring!
Dengan sigap Naruto mengaktifkan Bijuu transform yang kemudian dengan kecepatan kilat menghindari serangan dari Momoshiki.
Krak!
Sebuah lilitan pohon mengenai Bijuu transform dan itu membuatnya melemah.
"Sial" Desis Naruto.
[Futon : Chou Kazeryuu no jutsu]
Sebuah naga angin berukuran besar melesat dengan cepat menuju barikade batangan kayu yang menghadang yang kemudian menghancurkan kayu-kayu itu tanpa ampun.
[Kazeryuu Kai]
"Hati-hati jangan menggunakan Ninjutsu padanya karena ia bisa membalikannya" Peringat Sasuke.
"Maka dari itu aku membatalkan jutsuku" Jawab Shina.
"Kalian sudah selesai bicaranya? kalau sudah selesai tolong bantu aku" Ucap Naruto, yang dibalas anggukan oleh Naruto yang kemudian mengaktifkan Susono`o nya.
"Percuma kalian mau menggunakan penghalang apapun karena kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku, karena aku abadi..." Ucap Momoshiki meremehkan.
".. Saksikan aku, dengan kekuatan pil ini seketika aku mendapat kekuatan yang sangat besar" Ucap Momoshiki pada Naruto dan yang lainnya.
"Jangan bercanda itu kekuatan yang tidak nyata karena tidak berasal dari diri sendiri" Ucap Shina keras yang di balas kekehan remeh dari Momoshiki.
"Hahahaha... Makhluk Vulgar seperti kalian tidak akan mengerti lalu apa yang akan kalian lakukan? aku tidak ingin menghancurkannya tapi aku tidak punya pilihan lain karena aku akan membuat permainan yang lebih bagus lagi" Ucap Momoshiki kemudian menelan pil yang berada di tangannya.
"Ada juga jutsu yang sudah aku dapatkan sebelumnya tapi belum aku gunakan disini..." Lanjutnya kemudian di tangan kanannya muncul bola hitam yang lama kelamaan semakin membesar menyerupai Bijuu dama.
"Jika kita kalah berakhirlah sudah" Ucap Sasuke membantu mempertahankan Bijuu Transform dengan Susano'o, kemudian muncul sebuah badai karena jutsu yang dihisap kemudian di keluarkan oleh Momoshiki dan badai itu sedikit demi sedikit merusak lapisan dari Susano'o.
[Futon : Kazejin No Jutsu]
Shina membuat handseal yang kemudian Muncul sebuah selimut angin yang melapisi Bijuu Transform.
"Ini akan membantu" Ucap Shina yang dibalas anggukan pertanda terimakasih walau sebenarnya ada banyak pertanyaan tentang Shina tapi ia menahannya karena ini bukan waktu dan tempat yang tempat.
"Percuma kalian mau membuat berapa lapispun, tidak akan dapat menahan seranganku" Ucap Momoshiki dengan tangan kanan membawa sebuah bola hitam yang sekarang ukurannya hampir seperti Konoha.
"Sasuke kau jaga mereka, biar aku yang urus ini" Ucap Naruto membuat Sasuke tertegun.
"Kau mendengarkanku?" Tanya Naruto kemudian yang akhirnya dibalas anggukan oleh Sasuke.
"Aku percayakan padamu Naruto" Balas Sasuke yang kemudian membuat lapisan pelindung didalam Bijuu Transform yang melindungi Shina, Boruto, Sarada, dan juga dirinya sendiri.
"Ayo Kurama kita jangan kalah" Teriak Naruto yang kemudian Bijuu Transform membesar hingga menyerupai Ashura mode.
"Rasakan" Ucap Momoshiki menurunkan bola raksasa itu tapi bola itu justru tertelan oleh Bijuu Transform, melihat itu Boruto tak kuasa menahan jertinya melihat sang ayah yang mengorbankan dirinya
"Tidaaak! Ayah!" Teriak Boruto cemas melihat bola raksasa itu hampir meledak.
Duaaaaaaaar!
Sebuah ledakan besar tercipta di dalam Bijuu Transform, walau begitu tetap saja efek dari gelombang kejut ledakan itu membuat lingkungan disekitarnya mendapatkan dampaknya.
"Ugh..." Tampak Shina memegang pundaknya yang sepertinya terluka dalam karena sebelum ledakan itu ia sempat membuat lapisan Mokunton.
"Kau tak apa Shina?" Tanya Sasuke yang penampilannya tidak jauh beda dengan Shina.
"Aku tak apa hanya cedera sedikit dibagian pundak karena menggunakan Mokunton tadi, lalu bagaimana keadaan Boruto dan Sarada?" Tanya Shina kemudian.
"Mereka tidak apa hanya pingsan karena tak kuat menahan ledakan energi yang besar tadi, dan juga terimakasih atas bantuannya" Ujar Sasuke dibalas anggukan oleh Shina.
"Sama-sama, lalu dimana Hokage-sama?" Tanya Shina mengalihkan pandangan kesekitar arena yang rusak parah tetapi tidak mendapati keberadaan sang Nanadaime.
"Sial, mereka pasti sudah berhasil membawa Naruto saat ia kehabisan chakra karena menahan ledakan seperti itu" Desis Sasuke geram.
"Sudahlah lebih baik kita urus terlebih dahulu Sarada dan Boruto, mengenai Hokage-sama kita bisa membicarakannya dengan Kage lainnya karena ini juga menyangkut kelangsungan hidup manusia" Ucap Shina, sedangkan Sasuke menatapnya takjub karena disaat situasi seperti ini dia dapat berbikir dengan jernih.
"Baiklah, lebih baik sekarang kita bawa Sarada dan Boruto kerumah sakit, dan setelah ini aku akan memikirkan cara untuk membawa kembali Naruto" Balas Sasuke kemudian keduanya sesegera menuju rumah sakit.
= Generation Of Uzumaki =
Tampak dirumah sakit Konoha tampak banyak orang berlalu lalang karena memang dampak dari serangan dadakan Momoshiki meninggalkan dampak yang cukup besar terutama bagi penduduk yang berada disekitar arena.
"Ugh andai aku dapat lebih berpikir jernih mungkin dampaknya tidak akan seburuk ini" Gumam Shina berdecak karena andai dirinya sempat berpikir menggunakan Jikkukan Hiraishin maka dampaknya tidak akan seburuk ini.
"Argggghhh" Geram Shina kesal karena besar kecil dampak ini adalah penyebabny dirinya juga.
"Kau kenapa Shina?" Tanya Sarada yang tiba-tiba berada dibelakang Shina yang diikuti oleh Boruto yang menundukan wajahnya pertanda ia sedang bersedih hati.
"Aku tidak apa, hanya saja aku sedikit menyesal karena jika tadi aku sempat berpikir jernih pasti dampaknya tidak akan sebesar ini" Jawab Shina.
"Sudahlah tak apa, ini juga bukan kesalahanmu" Hibur Sarada.
"Tapi Hokage..." Ucap Shina menunduk, dirinya membayangkan jika ini terjadi pada ayahnya walau sebenarnya sama saja.
"Kau tenang ayahku adalah seorang Hokage, aku yakin ayah akan baik-baik saja" Sahut Boruto tersenyum, tapi Shina dapat melihat pancaran mata itu menggambarkan kesedihan.
Wush!
Shina langsung mengerjapkan matanya kala ia merasakan chakra yang sudah tidak asing baginya yang berasal dari arah utara, dan ia yakin ini adalah chakra milik mereka.
"Aku pergi dulu, nanti aku akan kembali" Ucap Shina kemudian berlari melocati atap-atap rumah yang tidak terbilang bagus lagi, sesegera mungkin ia harus memastikan apa asumsinya benar.
Tap!
Shina berdiri diatas pohon yang berada di hutan yang posisinya tidak jauh dari gerbang desa, ia menunggu siapa pemilik chakra ini karena ia merasakan chakranya semakin mendekat kearahnya. Dan setelah terlihat siapa pemilik chakra itu Shina terbelalak melihat tiga orang yang sangat familiar untuknya.
"Ayah, Ibu, Hanami" Teriak Shina kemudian mengambil langkah dengan cepat yang kemudian memeluk mereka atau lebih tepatnya Sakura.
"Aku merindukan kalian" Ucap Shina tanpa sadar meneteskan air mata.
Duak!
"Ittai Shanabayou" Ringis Shina kala kepalanya merasakan pukulan dari sang ibu.
"Kenapa Ibu memukulku?" Tanya Shina sambil mengelus kepala pirangnya.
"Kenapa? apa kau tidak sadar kau menghilang selama beberap minggu dan kau tanya kenapa!" Ucap Sakura dengan penuh rasa geram pada putra sulungnya, tapi ia tidak dapat memungkiri perasaan lega dan bahagia kala putranya ini ternya baik-baik saja.
"Kau tak apa Niichan?" Tanya Hanami pada sang kakak, kemudian keluarga kecil itu mengambil posisi duduk dibawah sebuah batang pohon yang cukup rindang.
"Aku tak apa hanya pundakku cedera sedikit" Jawab Shina.
"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Sakura cemas karena baru sadar pakaian yang dipakai Shina sudah robek disana sini.
"Tadi kami sempat bertarung dengan Momoshiki dan Kinshiki Otsusuki, dan tadi nyaris kami hampir tewas jika saja Hokage tidak menggunakan Bijuu Transform ukuran besar dan aku yakin kalian juga melihat ledakan tadi" Jawab Shina yang mendapat tatapan terkejut dari Naruto dan Sakura.
"Otsusuki bagaimana mungkin ada keturunan lain lagi dan kau bilang apa tadi `Hokage`? sebenarnya kita berada di dimensi mana?" Tanya Naruto bingung begitu juga Sakura dan Hanami, dan setelah itu dapat terlihat wajah Shina yang menyendu membut Sakura cemas.
"Ada apa Shina kenapa kau terlihat sedih?" Tanya Sakura pada sang putra.
"Kita memang berada di dimensi lain, tapi disini sama dengan yang ada didunia asal kita hanya saja..." Ucap Shina menggantung membuat mereka penasaran.
"Hanya apa?" Tanya Naruto dan Sakura bersamaan.
"Hanya saja disini aku dan Hanami tidak terlahir karena didunia ini ayah menikah dengan bibi Hinata dan Ibu menikah dengan Paman Sasuke, dan kalian tahu betapa sulitnya aku harus menjalani kehidupan diduni ini" Jawab Shina menunduk, sedangkan Naruto dan Sakura terkejut mendapati fakta bahwa mereka tidak berjodoh didunia ini.
"Hey jagoan dengarkan ayah" Shina mendongak untuk menyimak ucapan sang ayah.
"Kita adalah keluarga mau disini maupun dimanapun tidak akan merubah fakta bahwa kita adalah keluarga, kau dan Hanami memang tidak terlahir didunia ini tapi kau dan Hanami sudah lahir ditengah ayah dan ibu itu sudah cukup untuk menggambarkan kebahagian kami" Ucap Naruto memberikan nasehat pada putranya.
"Yang dibilang ayahmu benar, dan ingat maupun kau disini atau didunia kita kau dan Hanami tetap anak dari Uzumaki Naruto dan Uzumaki Sakura jadi jangan pernah bersedih lagi" Senyum Shina langsung merekah kala mendengar ucapan ayah dan ibunya.
"Jadi apakah kita bisa pulang sekarang?" Tanya Hanami diikuti anggukan oleh Sakura.
"Tidak, aku bukan type orang yang akan meninggalkan masalah begitu saja, ayah pernah bilang bahwa didunia shinobi orang yang melanggar peraturan adalah sampah tapi orang yang meninggalkan teman lebih rendah dari sampah maka disini aku akan membuktikan tekadku, dan aku akan menyelamatkan Hokage yang dibawa oleh Momoshiki" Jawab Shina penuh keyakinan tak menyadari kedua orangtuanya menatap dirinya dengan bangga.
'Kau memang hebat dan pantang menyerah seperti ibumu/ ayahmu' Batin Naruto dan Sakura.
"Maaf tapi ayah tidak bisa membantumu karena ini akan melanggar peraturan ruang dan waktu, ayah hanya dapat memberikan ini sebagai alat untu kau kembali" Ucap Naruto memberika sebuah kunai bercabang tiga pada putranya.
"Apa ini?" Tanya Shina.
"Itu adalah kunai Hiraishin tapi berbeda sedikit kau perlu menancapkannya ketanah kemudian mengatakan `Netsu'" Jawab Naruto yang kemudian menancapakan Kunai yang sama.
"Pastikan kau kembali Shina, jika kau tidak kembali ibu pastikan kau tidak akan tenang selama hidupmu" Ucap Sakura dibalas kekehan oleh Shina.
"Aku ingin disini bersama Niichan, aku akan memastikan bahwa Niichan akan kembali" Mohon Hanami pada kedua orang tuanya, sedangkan Naruto dan Sakura hanya dapat tersenyum melihat rasa kepedulian pasangan kakak adik ini, berbeda dengan Shina yang tundung karena ia tahu fakta bahwa Hanami dan Ibunya tidak jauh beda.
"Baiklah, tapi ingat kalian harus kembali besok jika kalian melanggar ucapan Ibu kalian akan mendapat hukuman" Ucap Sakura penuh penekanan pada setiap katanya yang hanya dibalas anggukan oleh keduanya.
"Kau sudah siap Sakura-chan?" Tanya Naruto yang dibalas anggukan oleh Sakura.
"Jaga baik-baik adikmu Shina! Netsu" Ucap Naruto kemudian muncul sebuah segel dibawah Naruto dan Sakura dan tubuh mereka berubah menjadi putih bercahaya.
"Siap bos" Ucap Shina kemudian kedua orangtuanya hilang dalam partikel cahaya.
"Ayo Hanami kita menuju desa karena aku yakin team penyelamat akan datang untuk membawa Hokage" Ucap Shina dibalas anggukan oleh Hanami.
"Ayo" Setelah itu Shina dan Hanami langsung bergegas menuju desa Konoha.
= Generation of Uzumaki =
Sring!
Shina dan Hanami muncul dengan kilatan kuning di sebuah atap rumah sakit dan kedatangan keduanya membuat dua sosok lain yaitu Boruto dan Sarada terkejut terutama saat mereka melihat Hanami.
"Hanami kau tunggu disini, kalau bisa bantulah orang yang membutuhkan bantuan Niichan harus membantu Sasuke-jisan dan para kage lainnya untuk menyelamatkan Hokage" Ucap Shina kemudian.
"Baiklah, Niichan jaga diri baik-baik" Shina hanya menanggapi dengan mengangguk, kemudian ia akan pergi sebelum suara menginterupsi.
"Tunggu! Aku ikut" Ucap Boruto pada Shina.
"Kalau begitu ayo" Setelah itu keduanya berlari melalui atap meninggalkan dua gadis berbaju merah.
Tampak bahwa Sarada memperhatikan Hanami sekali mulai dari rambut berwarna soft pink sepunggung, warna kulitnya yang kuning langsat, baju merah dengan celana pendek berwarna putih kemerah jambuan, ikat kepala berwarna merah yang menjuntai dari atas tengkuk hingga puncak kepal, dan tak lupa dahi yang lebar.
"Siapa kau?" Tanya Sarada kemudian setelah mengobservasi secara mendetail Hanami.
"Ahhh... Namaku Uzumaki Hanami, senang berkenalan denganmu" Ucap Hanami tersenyum pada Sarada sembari mengulurkan tangannya, dan disambut dengan gugup oleh Sarada.
"Namaku Uchiha Sarada, apa kau adik kandung dari Uzushio Shinachiku atau hanya adik angkat?" Tanya Sarada penasaran.
"Tentu saja dia kakak kandungku, dan siapa tadi Uzushio? kau salah kakakku bermarga Uzumaki" Jawab Hanami membuat Sarada terkejut mendengar pengakuan dari Hanami.
"Memang ada yang salah?" Tanya Hanami karena lawan bicaranya ini hanya diam tak merespon.
"Sarada ternyata kau berada disini, dan k-..." Tiba-tiba terdengar sebuah suara wanita yang menginterupsi pembicaraan kedua gadis remaja ini, tapi sayang ucapan tak selesai kala iris emerald itu berpapasan dengan iris saphire milik Gadis berumur 14 tahun ini.
'Okaasan? jadi ini yang dimaksud oleh Niichan? tapi Ibu disini sedikit berbeda karena ia memiliki rambut pink yang pendek berbeda dengan Kaasan yang berambut panjang' Batin Hanami.
"Siapa kau?" Tanya Sakura menunjuk Hanami.
"Namaku Uzumaki Hanami" Jawab Hanami lagi karena pertanyaan dari Sakura sama dengan pertanyaan dari Sarada tadi.
"Uzumaki ba-..." Ucapan Sakura lagi-lagi tak terselsaikan kala sebuah panggilan menginterupsinya dan kemudian turun kembali untuk menjalankan tugasnya sebagai dokter.
"Apa kau mau ikut ne?" Tanya Hanami yang dibalas anggukan oleh Sarada kemudian kedua gadir berbaju merah turun untuk membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sedangkan ditempat lain atau lebih tepatnya di atas menara Hokage tampak para Kage dan juga Sasuke sedang menyiapkan strategi untuk membawa Hokage kembali secepatnya karena jika terlalu lama mengulur waktu bisa jadi kyuubi telah diekstrak dari dalam tubuh Naruto.
Sring!
Shina dan Boruto tak lama kemudian muncul diantara para kage tersebut yang sedang membicarakan tentang misi penyelamatan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Gaara.
"Aku tahu bahwa saat ini Naruto sedang dibawa didimensi yang sedang mereka siapkan untuk memulai dunia baru" Jawab Sasuke.
"Lalu apa rencananya?" Tanya Choujuro pada yang lainnya.
"Memang ada cara lain selain menyerang secara terbuka? kalian tahu dia pengguna byakugan dan Rinnegan jadi kita akan ketahuan jika secara sembunyi dan pastinya dia sudah memprediksi apa yang akan terjadi" Ucap Shina memberikan asumsinya yang dibalas anggukan yang lainnya.
"Jadi lalu apa rencananya?" Tanya Darui.
"Mudah, kita pisahkan keduanya para kage akan menghadang orang yang memiliki benda merah aneh itu biar sisanya mengurus Momoshiki" Ucap Shina memberikan saran rencana.
"Kurasa itu ide yang bagus, dengan seperti itu kita akan lebih mudah memperbelah kekuatan apalagi aku tahu kebanyakan dari para kage adalah pengguna ninjutsu jadi akan sulit untuk melawan Momoshiki" Timpal Shikamaru yang mendapat anggukan setuju dari Gokage.
"Tapi rencana ini juga memiliki resiko, jika kita gagal maka berakhir" Lanjut Shikamaru.
"Benar, maka dari itu kita harus mempersiapkan diri dengan matang dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan karena bisa jadi akan berakibat fatal bagi yang lainnya" Sanggah Gaara menambahkan apa yang diucapkan oleh kakak iparnya ini.
"Jadi apa kalian sudah siap?" Tanya Sasuke pada yang lainnya yang dibalas anggukan yakin dari Gokage dan juga Shina dan Boruto.
"Kita tunjukan siapa aktor sebenarnya" Gumam Shina memukulkan tangan kanannya ketelapak tangan kiri dengan pelan.
"Yosh, aku akan datang menyelamatkan ayah" Ucap Boruto penuh keyakinan.
"Dengan Rinnegan ini, jumlah Shinobi yang dapai kukirim untuk menyelamatkan Nandaime terbatas" Ucap Sasuke kemudian membuat sebuah portal yang akan mengirim mereka ke dimensi buatan dari Momoshiki.
"Mempertimbangkan kekuatan bertarung kita saat ini, hanya inilah yang terbaik yang bisa kita lakukan, tolong bawa kembali Naruto" Ucap Shikamaru, kemudian para Kage memasuki lubang dimensi itu menyisakan Sasuke, Boruto, dan Shina.
"Shina Boruto" Panggil Sarada membuat keduanya menengok dan mereka mendapati Sakura, Sarada, Hanami, Hinata, dan Himawari berdiri di belakang mereka.
"Ibu" Ucap Boruto pelan, kemudian Hinata berjalan pelan menuju Boruto.
"Aku akan berangkat" Ucap Baoruto yakin dengan memakai ikat kepala dengan lambang Konoha dengan garis horizontal kemudian memberikan senyum atau lebih tepatnya cengiran khas klan Uzumaki pada Ibunya.
Boft!
Terdengar sebuah suara kepulan dari samping Boruto yang ternyata saat ini Shina sedang memasuki Sennin Mode dengan jubah merah beraksen api hitam dibawahnya dan dipunggung berlambang Spiral dalam lingkaran dengan iris mata kuning garis tebal Horizontal, dan itu membuat Sakura dan Hinata terkejut melihat penampilan Shina.
"Niisan kau harus kembali apapun alasannya, karena ibu tidak akan memaafkanmu jika kau tidak kembali dengan selamat" Ucap Hanami memperingatkan sang kakak.
"Aku sudah berkata bahwa aku akan kembali maka dari itu aku harus kembali, karena ini janjiku dan aku akan membuktikannya Shanabayou!" Ucap Shina mengacungkan jempolnya kearah Hanami.
"Ayo" Ucap Sasuke kemudian ketiganya memasuki lubang dimensi menyusul para Kage.
"Hanami Sarada jaga yang lainnya" Ucap Shina sesaat sebelum melompati portal yang kemudian menghilang.
Sedangkan didalam dimensi buatan Otsusuki tampak sebuah pohon besar dengan sebuah bunga yang belum mekar di puncaknya. Dibawah pohon itu tampak Momoshiki yang sedang berusaha mengekstrak Kyuubi dari dalam tubuh Naruto tapi sepertinya ia mengalami kesulitan.
"Arghhhhhhhhh" Jerit Naruto kala Kyuubi berusaha diekstrak dari tubuhnya.
"Ini terlalu lama" Ucap Momoshiki kemudian melepaskan ekstraknya.
"Hah Hah Maaf tentang hal itu, kau lihat kami para Shinobi tidak suka mempermudah suatu hal" Ucap Naruto, kemudian Momoshiki melihat keatas dan kemudian mendapati para Kage yang bergerak cepat menuju kearah mereka.
"Mari kita lakukan" Teriak Gaara kemudian memnghujani Momoshiki dengan hujan pasir.
Crash!
Salah satu serangan dari hujan pasir mengenai sulur pohon yang mengikat pohon dan dengan cepat Shina dan Boruto melepas ikatan sulur itu.
"Jaga Hokage-sama aku akan membantu Sasuke-sensei untuk melawan orang bertubuh gempal itu" Ucap Shina pada Boruto.
"Baiklah, tapi hati-hati" Balas Shina kemudian bergerak cepat menuju arah Kinshiki yang sedang bertarung dengan Sasuke.
Sring!
[Rasengan]
Blaar!
Serangan dari Shina bertabrakan dengan sebuah penghalang padat berwarna merah milik Kishiki.
"Hati-hati Shina, benda padat merah itu berbahaya" Ucap Sasuke memperingatkan.
"Aku mengerti Sensei, karena aku pernah mengalahkannya jadi akan aku ulangi lagi" Ucap Shina pada Sasuke.
"Waktu itu kau hanya beruntung, sekarang aku akan membalas atas pukulanmu itu" Ucap Kinshiki yang sekarang fokus dalam melawan Shina.
Tap! Tap! Tap!
Pukulan dengan frekuensi keras dilancarkan oleh keduanya tapi serangan keduanya dapat ditahan dengan baik oleh pihak lawan.
"Rasakan ini" Ucap Kinshiki yang membetuk benda merah menjadi sebuah kampak.
Trank!
Kampak itu bertabrakan dengan kunai cabang tiga milik Shina yang kandungan besinya jauh lebih keras daripada kunai pada umunya bahkan puluhan lebih kuat.
"Kau kira dapat dengan mudah menghancurkan kunai ini?" Ucap Shina kemudian dengan secepat kilat ia sudah berada dibelakang Kinshiki.
Trank!
Lagi-lagi dua benda keras itu bertabrakan, Shina yang melihat itu hanya tersenyum kemudian mengalirkan Chidori dalam kunainya.
Trap!
Shina menyetakkan kunainya keatas hingga kedua benda keras itu berpisah kemudian melompat beberapa meter setelah itu ia melempar kunai yang sudah berlapis chidori tadi.
Wush!
Kinshiki memanuverkan tubuhnya secara horizontal membuat Kunai itu terbang diatasnya, Shina menyeringai pertanda rencananya berhasil.
Sring!
[Senpou : Oodama Rasengan]
Duaaar!
Serangan rasengan milik Shina mengenai perut milik Kinshiki membuatnya terlempar beberapa meter tetapi tidak membuat luka yang berarti pada Kinshiki.
"Seranganmu cukup kuat dapat melukai tubuhku sedikit, tetapi permainan baru saja dimulai dan mulai sekarang aku tidak akan memberimu kesempatan bocah" Ucap Kinshiki yang sekarang sudah mulai menunjukan kekuatannya sebenarnya.
"Kalau begitu buktikan jangan banyak bicara" Ucap Shina yang sekarang sudah mulai bersiap-siap menghadapi gelombang serangan berikutnya.
Tampak Darui dan kage lainnya sedang berusaha menghentikan laju dari Momoshiki dengan kekuatan fisik karena jika menggunakan Ninjutsu semuanya tidak akan berguna, tapi dengan skill Darui dan Choujuro yang menyerang dengan kenjutsu sangatlah lihai tapi Momoshiki masih dapat menghindari dengan sempurna dari serangan para Kage.
"Maaf kami terlambat" Ucap Naruto yang kemudian diikuti Sasuke dari belakang, dan Naruto sudah bersiap dengan segel Kagebunshin sebelum Sasuke berbicara.
"Naruto jangan menggunakan Ninjutsu pada mereka..." Ucap Sasuke kemudian berteleport kehadapan Momoshiki.
"Kau dapat menghisap jutsu dan kemudian melepaskannya lagi, ini sama dengan mainan alat ilmiah ninja itu" Ucap Sasuke menyeringai kearah Momoshiki.
"Lalu kami menggunakan Taijutsu dan Kenjutsu" Ucap Darui.
"Dan sepertinya kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi" Ucap Choujuro.
"Itu adalah kesimpulan yang mudah" Sahut Gaara kemudian, mendengar semua itu Momoshiki tampak geram karena mereka sudah mengerti bagaimana kekuatannya bekerja.
Dari kejauhan tampak Shina yang bertarung habis-habisan dengan Kinshiki itu dapat dilihat dari baju keduanya yang sudah tak tampak baik dari mulai jubah keduanya yang sobek disana-sini.
"Momoshiki-sama" Desis Kinshiki yang berusaha lepas dari ikatan Mokunton milik Shina.
"Kau ingin keluar dan menyelamatkan tuanmu? tidak akan kubiarkan dengan mudah" Ucap Shina yang kemudian memperkuat ikatannya, tapi Kinshiki berusaha agar lepas.
Krek!
Ikatan pohon itu mulai retak dikarenakan kekuatan Kinshiki yang sungguh besar, tak lama berselang setelah retakan pohon itu muncul tangan dari Kinshiki mulai terbebas. Kemudian Kinshi membuat sebuah pedang panjang yang kemudian ia tebaskan secara memutar.
Blaaaaaaaaaaaaar!
Sebuah gelombang kejut yang dahsyat tercipta bahkan pohon raksasa tadi tumbang akibat sabetan pedang dari Kinshiki, dan dengan cepat Kinshiki bergerak menuju arah Momoshiki.
"Sekarang, Momoshiki-sama tampaknya sudah waktunya anda menggunakan chakra saya, sama seperti dulu saat penjagaku mempercayaiku dengan kekuatan mereka jangan goyah dan balaskan pada bocah disana" Ucap Kinshiki dan tampak terlihat Rinnegan di tangan kanan Momoshiki bercahaya.
"Takkan terjadi" Ucap Momoshiki tapi kemudian Kinshiki tersedot oleh Rinnegan yang kemudian berubah menjadi sebuah buah, semua yang melihat itu hanay dapat terhenyak.
"Tidak mungkin" Gumam Shina.
Clap!
Momoshiki memakan buah itu tidak memperdulikan bahwa sebenarnya buah itu adalah pengobanan dari temannya, sepertinya ia tidak peduli pada rekannya itu.
Duaaaar!
"Uaghhhhh!" Sebuah ledakan energi besar tercipta sesaat setelah Momoshiki memakan buah itu, dan bentuk fisik dari Momoshiki berubah layaknya seperti Iblis, melihat itu Naruto dan Sasuke tidak tinggal diam mereka akan bersungguh-sungguh sekarang seperti melawan Madara, dan Kaguya dulu.
"Rasanya seperti melihay diriku yang dulu" Ucap Sasuke setelah melihat kejadian tadi sembari melepas jubahnya.
"Betul Sekali, ayo beri dia pelajaran Sasuke" Sahut Naruto kemudian memasuki Bijuu Mode.
"Ya" Jawab Sasuke datar.
Sring!
Ketiganya melaju dengan kecepatan yang sangat cepat.
Blaaaaaar!
Tinju dari Naruto dan Sasuke dapat ditahan dengan mudah oleh Momoshiki.
Duak!
Naruto memberikan sebuah pukulan keras kewajah Momoshiki hingga dirinya terpental beberapa meter, tidak sampai disitu Naruto dan Sasuke memberikan serangan kombo secara beruntun dengan pukulan keras maupun tendangan. Momoshiki mencoba menahan dengan mengeluarkan benda merah padat tapi dengan mudah dihindari oleh Naruto dan Sasuke.
Sring!
Duak!
Sasuke muncul dengan cepat dihadapan Momoshiki kemudian memberikan tendangan di bagian janggut kemudian berpindah dengan cepat kearah belakang Momoshiki untuk melakukan ura renggei.
Blaaaaaaar!
Sebuah ledakan besar tercipta kala tubuh Momoshiki terkena tendangan keras Sasuke kemudian meluncur menabrak apa yang ada dibelakangnya termasuk tembok, tidak sampai disitu Naruto memberikan serangan berikutnya dengan sebuah pukulan hingga tubuh Momoshiki terjerembab. Naruto dan Sasuke ingin memberikan serangan terakhir namun dengan cepat Momoshiki bertindak dengan melempar rantai yang terbuat dari benda merah padat yang ia dapatkan kekuatannya dari Kinshiki setelah memakan chakaranya dan juga memberika tendangan telak kearah Naruto.
Wush!
Dengan cepat Momoshiki melesat kearah Sasuke dengan membuat palu merah yang kemudian ia hantamkan kearah pedang milik Sasuke.
Trank!
Palu tadi tertahan oleh Kunai bercabang tiga milik Shina yang tadi berpindah didepan Sasuke.
"Tidak semudah itu kau mengalahkan kami" Ucap Shina membuat Momoshiki yang kemudian menendang perut Shina membuat Shina dan Sasuke yang berada tepat dibelakang Shina terpental jauh.
"Tamat riwayat kalian" Ucap Momoshiki kemudian mengatupkan tangan kanannya dan sontak rantai yang mengikat Sasuke meledak.
"Sasuke Shina!" Teriak Naruto panik, kemudian dengan Bijuu Transform ia menuju kearah mereka, dan dapat terlihat keduanya baik-baik saja walau mereka kelelahan.
Krek!
Tanah-tanah kemudian membentuk persegi panjang yang kemudian berusaha melilit Bijuu Transform tapi dapat dihancurkan oleh Naruto, kemudian mencul phoenix didepan mereka tapi sama halnya dengan yang pertama serangan ini gagal kala Naruto membelahnya menjadi dua.
Duak!
Sebuah pukulan dari raksasa magma didepannya membuat Bijuu transform terseret beberapa meter.
"Kuso" Desis Naruto.
Zrrh!
Kemudian Susano'o mulai menyelimuti Bijuu transform.
Sring!
Muncul sebuah pedang ditangan kanan Bijuu transform yang kemudian ditebaskan secara vertical dari bawah membua raksasa magma itu tumbang termasuk Momoshiki.
"Kau kalah Momoshiki" Ucap Shina seraya tersenyum kemenangan kearah Momoshiki.
"Pastikan kau merekam alat ilmiah Ninja! Ini adalah pembalasan atas apa yang kau perbuat padaku terakhir kali" Tiba-tiba daatng orang yang merupakan pencipta alat ilmiah Ninja.
Bungh!
Kemudian ia melesatkan serangan secara beruntun dari alatnya, Momoshiki yang melihat itu tersenyum kemudian mengacungkan tangan kanannya kedepan kemudian menyerap seluruh serangan yang dikeluarkan olehnya.
"Mereka mulai lagi, dasar tukang ikut campur" Ucap Darui malas.
"Mereka lagi" Ucap Boruto sedikit terkejut.
"Terimakasih Bodoh, sekarang rasakan pemabalasanku" Ucap Momoshiki kemudian membalikan serangan yang ia dapatkan tadi kearah Para Kage dan Naruto.
Blaaaaaaaaaaar!
"Hahahaha" Momoshiki tertawa setelah melihatledakan besar tercipta dari serangan kali ini.
Setelah ledakan itu selesai tampak Gokage sedang kesulitan karena terkena jutsu yang terserap oleh Momoshiki yaitu jutsu milik klan Nara Kagemane.
"Ini adalah kekuatan yang bagus..." Ucap Momoshiki menggantung kemudian membuat besi hitam khas Rinnegan.
Clap! Clap!
Besi hitam itu menancap ditubuh Naruto sehingga Naruto tidak akan bisa mengendalikan chakra secara leluasa.
"Sekaran aku akan lebih hati-hati padamu, aku tidak akan membunuh Kyuubi tapi aku akan membunuh terlebih dahulu yang mengganggu" Ucap Momoshiki kemudian muncul percikan listrik kecil yang kemudian membesar yang diarahkan pada Kage lainnya selain Naruto.
"Tidak para Kage" Ucap Boruto cemas.
"Sekarang kita berada didalam waktu sulit, kita tidak akan ada waktu untuk menyelamatkan para Kage" Ucap Sasuke pada Boruto.
"Biar aku yang urus" Ucap Shina.
Sriiiiiiiing!
Muncul pusaran angin yang menyerupai Fuma Shuriken ditangan kanan Shina yang tak lain adalah Futon : Rasen Shuriken.
'Bagaimana ia bisa menggunakan jutsu itu? setahuku hanya Naruto yang bisa' Pikir Sasuke.
"Jangan gila jika kau ingin menyerang Momoshiki dengan itu, kau tahu kekuatannya menyerap kemudia melepas" Ucap Sasuk memperingatkan.
"Aku tahu, maka dari itu biar aku yang urus" Ucap Shina tidak memperdulikan ucapan Sasuke.
[Futon : Rasenshuriken]
Wush!
Shina melepaskan Rasen shuriken yang melaju kencang menuju arah Momoshiki, Sasuke yang melihat itu hanya berharap bahwa rencana Shina tidaklah gagal. Momoshiki menengok dan melihat sebuah shuriken angin melaju kencang kearahnya dan ia mengambil tindakan dengan mengacungkan tangan kanannya guna menyerap jutsu itu.
Sring!
Tap!
Sedetik sebelum Rasenshuriken dihisap oleh Momoshiki Shina terlebih dahulu muncul mengambil Rasenshuriken di tangan kanan dan tangan kirinya ia gunakan untuk menyingkirkan tangan kanan dari Momoshiki. Momoshiki yang terkejut perpindahan Shina sudah terlambat untuk mengounter serangand dari Shina.
"Rasakan" Teriak Shina kemudian meghantamkan Rasenshuriken kearah Momoshiki membuatnya terpental belasan meter yang kemudian menimbulkan ledakan.
Blaaaaaaaaar!
"Gerakannnya cepat sekali" Ucap para Kage kagum dengan kecepatan yang dimiliki oleh Shina.
"Bagaimana kau bisa menggunakan Rasenshuriken?" Tanya Naruto pada Shina yang berjalan kearahnya.
"Tentu saja ayahku yang mengajarkannya untukku" Balas Shina.
"Ayah, kau tidak apa?" Tanya Boruto cemas.
"Aku tidak apa" Jawab Naruto.
"Boruto sekarang giliranmu" Ucap Shina membuat Boruto terkejut.
"Ya sekarang giliranmu gunakan Rasenganmu untuk mengakhiri" Sahut Sasuke.
"Tapi Rasenganku..." Ucapan Boruto tak terselsaikan.
"Lakukan apa yang disuruh oleh Sasuke" Ucap Naruto.
"Beraninya sekali kau melakukan ini untuk yang kedua kalianya" ucap Momoshiki sengit kearah Shina, kemudian memakan pil yang ia dapatkan setelah mengekstrak Bijuu.
"Sekarang" Ucap Naruto kemudian Boruto membuat Rasengan yang dibantu oleh Chakra Naruto yang kemudian membuat Rasengan Boruto semakin membesar.
"Aku tidak akan kalah" Ucap Baoruto penuh semangat membuat semuanya tersenyum mendengarnya.
"Aku bisa membut itu sampai tak terhingga" Ucap Momoshiki yang melihat Boruto dan Naruto membuat Rasengan besar, kemudian ditangan kirinya muncul bola hitam besar.
"Aku akan menyerap serangan itu, dan selsaikan Boruto" Ucap Shina kemudian yang membuat Naruto terkejut.
"Apa maksudmu?" Tanya Naruto tapi tak dihiraukan oleh Shina yang kemudian membuat sebuah rasengan yang kemudian menghitam membentuk hitam dengan lingkaran cincin diluarkan (Seperti Dai Rasenringu tapi lebih besar).
[Jinton : Rasen Burakkuhoru]
"Dengan rasengan tingkat ini bukan hanya jutsu bahka sebuah pulau dapat terhisap karena ini adalah Black Hole" Ucap Naruto.
"Ayo" Ucap Shina kemudian melaju kencang kearah Momoshiki, Momoshiki menembakan berbagai jutsu tapi dapat dihindari oleh Shina.
"Rasakan" Ucap Shina kemudian melempar jutsunya kearah bola hitam raksasa itu.
[Katsu]
Duaaaaaaaaar!
Serangan Shina meledak diudara kemudian membentuk lubang hitam yang dengan cepat menghisap Bola Hitam milik Momoshiki, Momoshiki yang melihat itu terkejut hingga tidak menyadari Shina sudah berpindah di samping kanannya.
"Perhatikan lawanmu" Ucap Shina kemudian menggunakan kunai bercabang tiga untuk menusuk Rinnegan di tangan kanan Momoshiki.
"Tidak mungkin" Ucap Momoshiki tak percaya bahwa kekuatannya telah menghilang, kemudian dirinya melihat keatas dan Mendapati Boruto sedang membawa rasengan besar.
"Rasakan ini" Ucap Boruto.
[Rasengan]
Blaaaaaaaaaaaaaaaaaaar!
"Wuaaaaaaaaaaaaaaaah!" Jerit Momoshiki menahan sakit terkena serangan dari Boruto yang kemudian menyeretnya jatuh kebelakang lalu keatas dan meledak untuk kedua kalianya diudara.
Blaaaaaaaaaaar!
"Ledakan yang bagus" Ucap Shina melihat ledakan yang terjadi diudara itu.
= Tobe Continued =
Yah ini akhirnya kelar juga ni fiction di Chapter keempat dan besok Chapter kelima adalah ending dari Fiction ini, maka dari itu saya ingin memberitahukan bahwa chapter depan [END] tetapi entah kalau masih ada Sekuel lagi hehe...
Dan maaf jika masih banyak kesalahan di Chapter ini karena maklum seperti biasa gak ada waktu untuk koreksi secara mendetail hehe... Jee ne
Next Update : Indiscrimate Love, The Destiny of Hearth, Generation of Uzumaki, The White Wolf...
.
.
.
Dont Forget For Review :D
