You are a my girl
Pairing : Eren Jaeger X Annie Leonhartd
Rated : T
Disclaimer : Hajime Isayama
Alur : Gaje , Typo , Maju dan Mundur
Genre : Romance
Happy read ^^
Chapter 4
"apa disini ada yang bernama Hana Franzo?" mikasa bertanya pada salah satu anak kelas satu F yang berada diluar. Mereka kompak menggeleng dan malah menanyakan nomor telpon mikasa dan hal itu sukses membuat jean melotot galak pada mereka anak kelas satu.
Hufffffffff… aku dan mikasa sengaja datang pagi karna hari ini anak kelas satu semua masuk ke kelas masing2. Aku sudah menelusuri dari kelas A-F tidak ada yang namanya Hana Franzo. Tapi aku yakin sekali, dia ada disekolah kita ini. Memangnya siapa yang aku tabrak kemaren? Hantu?.
"Eren… tidak ada sama sekali" kata mikasa dengan tampang cemas melihat ada benang kusut yang sukses nempel dimuka ku.
"ah… yasudahlah" balasku malas diselingi menguap mikasa tersenyum simpul dan mengelus kepala ku lalu, berjalan kearah taman dengan Jean.
'kurasa aku harus keatap' kataku dalam hati sambil melangkah gontai menuju atap. Tempat terfavoritku disekolah ini. Menaiki anak tangga dengan perasaan malas dan hampir saja membuka pintu atap tiba2 aku mendengar suara nyanyian.
Warusa bakarino uto bekka
Kyou mo ana ake mori doro darake
okootta utto got kuchi bashi wo dokuni kaeta
koma atta utto bekka suanaga dokuni
gohan mu dokuni
tomodachi nii funereba shinu bakkari
kanashinda utto bekka
dokuni namida ga kira kira hikaru (*)
aku tercekat mendengar lagu itu melantun. Lagu yang menyakitkan, baik liriknya maupun iramanya. Dadaku bergetar, rasanya aku sangat ingin menangis. Kubuka sangat pelan pintu atap, disana.. didekat pagar sesosok berambut pirang sedang menatap area sekolah dari atas dengan sangat tenang. Aku mengenali sosok itu, terutama rambut gelung dan poni 2 belah si rambut pirang itu. Tak lupa pose tenang yang dia gunakan saat berdiri. Serta tatapan sedingin es yang sangat sulit untuk dilelehkan.
Dilihat dari sisi manapun itu adalah Annie Leonhartd
Aku berjalan pelan mendekati Annie, ingin rasanya kupeluk punggung kecil itu tapi urung karna aku tahu itu juga sangat tidak sopan. Mendengar lagu yang dinyanyikannya aku tau dia sangat sedih. Kesedihan yang mendalam. Kesepian ~ . itu yang bisa kusimpulkan.
Annie bergerak, dia mengelus rambutnya lalu segera berbalik,"eh" .. dia terkejut karna aku sedang berjalan berjingkat kearahnya. Begitu pun aku, aku hampir terjungkal tadi.
"Hallo, Annie. Anoo..tad-" aku tercekat. Kalimat yang akan kuucapkan bagai tertelan tenggorokanku sendiri. Aku melihat dipipinya basah, matanya juga sembab. Dia berlari menerjangku dan melotot dengan mata super dinginnya.
"apa yang kau lakukan disini jaeger" katanya sambil mencengkeram bahuku keras sekali. Sampai aku merasa sepertinya diriku ini akan menjadi beberapa bagian yang remuk.
"Tidak.. Tidak.. itu anuu… " aku kesusahan berbicara karna sebenarnya aku tak tau harus bicara apa. Jika aku berbicara 'tadi aku mau keatap, dan melihatmu melantunkan lagu sedih dan dengan menyedihkannya kulihat kau menangis sendirian' ohh.. tidak,jelas tidak. Kalian mau aku jadi Opor Eren.
Dia melepaskan cengkramanya, dan berjalan melewatiku tanpa sepatah katapun. Tapi saat dia hampir sampai ditangga dia berbalik dan bergumam "kalo kau tau aku menyanyi tadi. Tolong jangan katakan siapa2" kemudian dia menuruni tangga dengan langkah cepat.
Aku hanya terdiam mematung tanpa bisa berkata apa2. Kenapa akhir2 ini kau selalu membuatku terkejut Annie?
~O~
Awan bergerak pelan memutari langit, membentuk suatu pola yang sangat abstrak tapi, bila kita lihat dengan seksama bentuknya begitu indah dan menawan. Kupandangi helaian rambutku yang bergoyang diterpa angin. Kututup mataku menikmati moment2 ini yang bisa membuatku merasa tenang dan tentram lahir dan batin. Belum lama aku menutup mata, aku merasakan sesuatu yang ganjil, aku merasa seseorang memperhatikanku. Aku membuka mataku perlahan dan sosok itu pun terlihat,
Seorang gadis bertudung hijau….. Nampak menyeramkan.
"GYAAAAAAAAAAAA" aku berteriak sedemikian rupa sambil bangkit dari tidur dengan posisi bertahan.
"maaf, apa aku mengagetkanmu?" katanya sambil duduk didekatku.
"ah.. iya ,, Etto.. Ano.. " aku masih sangat kaget sehingga sangat sulit untuk berbicara
"aku melihat kakak tertidur disini. Aku menghampiri bermaksud untuk beramah tamah pada kakak kelas" katanya menjelaskan. Dia duduk disebelahku sambil memeluk lutut.
"ohh.. begitu." Aku terdiam sejenak. Dan berfikir, ini dia gadis yang 2 tahun aku cari2. Aku harus tau identitasnya.
"maaf, apa namamu Hana Franzo?" kataku sambil memiringkan kepala kearahnya. Dia mendongak terlihat terkejut.
"iya.. darimana kakak tau?" tanyanya sambil mendongak memperlihatkan rambut pirangnya yang sebahu serta lesung pipi yang terlihat.
Aku tersenyum kalem. "kemarin kamu menabrakku dan menjatuhkan name tag ini" kataku sambil menyodorkan name tag itu kearahnya.
"aku mencarinya kemana-mana. Terima kasih kak" katanya sambil tersenyum lebar kearahku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman singkat.
"oh iya kamu dari kelas satu mana?" kataku bertanya. Mengingat aku tadi mencarinya keseluruh kelas satu tapi tidak menemukannya sama sekali.
"dari kelas 1-A ." jawabnya singkat sambil meletakkan name tagnya didepan tudung hijau yang dia pakai. Aku semakin penasaran, bagaimana wajah anak ini ya.. apa benar dia gadis bertudung yang aku cari.
"boleh aku liat wajahmu" kataku dengan sangat pelan. Dia terdiam sejenak dan menggeleng.
"Tidak … kakak tidak boleh liat wajahku" katanya sambil memilin rambutnya yang hanya sebahu.
"kalo aku sudah siap aku akan menunjukkan wajahku" sambungnya sambil duduk disampingku.
Aku tersenyum mengerti. "baiklah" jawabku singkat dan aku kembali berbaring dengan senyuman yang masih menghiasi wajah imutku (menurut kak mikasa wajahku itu imut dan tampannya hampir menyamai seorang artis *author speechless*)
Dia ikut berbaring disebelahku sambil bergumam pelan "kak aku ikut tidur ya.. kelihatnnya aku juga mengantuk. Aku membolos jam pertama" gumamnya pelan dan aku balas dengan 'yup' yang tak kalah pelan.
Dia hanya diam tak menjawab, aku masih terjaga karna aku yakin kali ini benar2 ada pelajaran. Nanti kalo aku tertidur dan tiba2 ada guru aku bisa kena hukum.
Aku terdiam dan menikmati saat2 sunyi yang tentram ini sampai akhirnya jam pertama berakhir berganti dengan jam kedua.
Aku bangkit dan meregangkan tubuh bersiap-siap kembali kekelas. Kutengok gadis bertudung disampingku. Dia masih tertidur, wajahnya masih tertutup rapat oleh tudungnya tapi aku bisa melihatnya.. bulu mata yang lentik. Aku tersenyum. Dan berpikir bahwa 'dia adalah gadis bertudung yang selalu kucari'.
Aku berniat membangunkannya, tapi urung. Aku menggeleng dan bangkit dari duduk hendak pergi menuju kelas. Tapi kakiku terhenti oleh tangan yang mencengkeram betisku. Hana mencengkram betisku.
"kakak.. besok kita bertemu lagi disini ya" katanya pelan dan bangkit dari tidurnya. "aku mau kekelas dulu.. sampai jumpa besok" kali ini dia berlari kecil kearah tangga dan menuruninya dengan cepat. Meninggalkanku dalam kebengongan yang sangat sangat memalukan.
~O~
"mikasa, aku bertemu dengannya tadi" kataku dengan lirih kearah kakak perempuanku yang sedang menyuapkan makanan ke arah armin.
"hah? Kau sudah tau wajahnya? Dia dari kelas mana?" Tanya mikasa sambil mengambil makanan yang akan disuapkan untukku.
"belum.. dia tak memberi tahuku wajahnya .. dari kelas 1-A" jawabku dan segera membuka mulut lebar untuk menerima suapan dari kakak tersayang.
Kenapa jadi suap2 an?
Abaikan..
"kalo kau benar2 menyukainya .. aku akan merestui kalian." Mikasa bergumam lirih sambil menundukkan mukanya.
"iya, aku juga menyetujuinya" seru armin polos sambil memamerkan giginya yang rapih.
"Hmm… kuharap aku menyukainya"~
.
.
.
.
.
Di dalam kelas…
"oy.. Eren. Kau mau main kerumahku hari sabtu?" seseorang menepuk bahuku dengan keras.
"Sakitt woy.. kenapa memangnya?" seruku sambil menengok kearah sumber suara yang ternyata adalah Reiner dan tetap dengan senyum menawannya.
"aku mau memperlihatkanmu sesuatu yang bagus eren" kata reiner berapi-api.
"jika kau mengajak eren ,, kau harus mengajak ku dan armin juga" kata mikasa dengan aura dingin
"ohh tidak bisa… aku hanya ingin mengajak eren" kata Reiner yang ditatap lapar oleh mikasa.
"sudahlah.. neechan, aku akan kerumah Reiner . hanya sebentar sebelum malam aku akan pulang" sahutku sambil tersenyum dan aku sangat yakin kakakku yang satu ini pasti akan lumer dan menurut.
SREEEEKKKKKKKKKKKK…
Seorang gadis bertudung membuka pintu kelas dan berseru "aku mencari kak eren" dengan lantangnya diikuti dengan semburat merah dipipi nya.
Aku tercekat. Kenapa dia kesini?
Aku mendorong tubuh Reiner pelan dan berjalan menuju pintu.
"ada apa?" tanyaku padanya, kurasakan pipiku memanas.
"Anoo.. kak eren. Besok aku akan membuatkanmu bekal,mau?" katanya sambil menunduk
"Boleh… bahkan setiap haripun kau boleh membawakanku bekal" kataku sambil tersenyum dan membelai tudungnya. Yahh rambut pirangnya memang tertutup tudung
"beneran kak" katanya ragu
" iyaa… setiap hari saat jam makan siang kita akan bertemu diatap sekolah" kataku lagi dengan senyum mengembang. "haik" dia mengangguk antusias dan segera berlari kekelasnya.
Aku tersenyum simpul dan berbalik hendak masuk kelas. Tapi sebelum itu, aku melihat Annie membawa sebuah kotak warna merah muda tetap dengan muka datarnya.
Tanpa menoleh ataupun menegurku , dia langsung masuk ke kelas dengan muka malas.
Aku mengikutinya dari belakang. "wahh.. panen. Dapet berapa Ann?" Tanya mikasa sambil berjalan mendekati Annie.
Haa.. panen?
"tidak banyak. Seminggu ini baru dapet 15 biji" kata Annie dengan nada dingin seperti biasa.
15 biji? Apanya?
"Kalo ada coklat, bagi2 ya Annie" kali ini Reiner menyahut sambil senggol2 Bertold
"Putriku memang tak ada duanya" bertoltd berkomentar dengan tidak warasnya (menurutku).
"Wahh… annie, kau hebat sekali. Mikasa baru dapet 10 biji seminggu ini. Ada juga yang mengirim bingkisan es krim. Tapi akhirnya diembat Jean" cerocos armin makin membuatku bingung.
"haa… aku malas membaca surat2 itu. Semua hanya berisi gombalan tidak bermutu" tutur Annie sambil melirik malas kearah armin.
"Ohh iya kah… para penggemar mikasa banyak yang mengirim, puisi.. walaupun sajaknya berantakan kalimatnya bagus juga kok" Balas Armin sambil tertawa renyah.
"aku malas" sambut mikasa sambil melirik Annie. "kuharap minggu ini tak ada yang mengirimiku surat cinta ataupun bingkisan. Nanti Jean marah" kata mikasa sambil berjalan kearah bangkunya.
"hah.. aku juga berharap begitu mikasa." Balas annie sambil menyimpan kotak itu diloker mejanya.
.
.
Aku tak bisa percaya mereka berdua se-tenar itu….
.
.
.
TBC
Halloo lagii… ^^ sekali lagi saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam fic (yang sangat) error ini.
Annie disini saya buat tenar. Karna ehem_menurut saya pribadi dia itu cantik dan berbulu mata lentik_ehem. Mikasa sama jean itu saya buat terpaksa/jduak.
Saya pengennya Levi sama Mikasa tapi, ah sudah lah. Hehehe.. untuk lagu diatas (*) itu saya ambil dari salah satu anime judulnya deadman wonderland kalo gak salah.
Ada yang tau animenya? Bagi yang tidak tau tidak apa2, karna anime ini memang tidak terkenal :v
Maafkan saya kalo gaya penulisan saya yang terkesan 'aneh' dan berubah-ubah. Setiap author pasti punya gaya penulisan tersendiri yang menjadi ciri khas. Saya menulis berdasarkan mood, jadi kalo sedikit abal-abal. Mohon maaff *sembah sujud*
Ohh iyaa jangan lupa review ya… *berdoa biar lancar*
Okee itu aja dulu ya..
Tee hee *salam shizuka*
