**** Chap 3 ****

Dentingan garpu dan sendok saling beradu di pagi hari itu. Antara sendok menyentuh gigi juga terdengar jelas di ruang makan itu, nampaknya tidak ada yang memulai percakapan, semua nampak sibuk dengan sarapan masing-masing termasuk Sehun.

"Lu, apa tidurmu nyenyak semalam?" tanya Tuan Oh pada Luhan untuk membuka percakapan setelah dilanda keheningan.

Luhan mengangguk pelan.

"Bagaimana denganmu, Hun?"

Sehun mendongak menatap appanya dengan mata tajam. Kemudian ia mengangguk sedikit.

Tuan Oh menghela napas melihat kelakuan Sehun, tapi ia harus menampikkan hal itu, "Baiklah, sekarang waktunya kalian berangkat ke sekolah," ucap sang appa. Sehun meneguk susu putihnya, diikuti Luhan. Lalu, mereka bersama-sama bergegas berangkat ke sekolah.

.

.

.

"Sehun, jaga Luhan baik-baik! Aku tidak ingin hari pertama sekolah Luhan menjadi tak baik gara-gara kau! Aku akan mencabut semua fasilitasmu apabila kau membantah dan menjauhi Luhan!" Ancam Tuan Oh berbisik pada Sehun yang hanya direspon dengan gumaman kesal dari namja berkulit putih tersebut.


"Sehun, sekolah kita seperti apa?" tanya Luhan antusias pada Sehun. Sehun memicingkan matanya membuat Luhan ikut memicingkan mata juga.

"Sekolah kita? Hm, sekolah kita bagus, mutu pendidikannya terjamin," jawab Sehun asal.

Luhan mempoutkan bibirnya, "Kau bohong!"

"Aniya! Aku tidak berbohong, hyung," balas Sehun.

Luhan tambah mempoutkan bibirnya, ia seperti itu agar Sehun mau jatuh padanya, namun Sehun tetap Sehun, namja dingin yang feminim dan anggun. Ia tidak mau jatuh begitu saja dengan manyunnya Luhan. Oleh karena itu ia diam saja.

Luhan tiba-tiba terkekeh, ia menyolek lengan Sehun. "Yak, apa kau sudah memiliki 'chingu'?"

Sehun menaikkan satu alisnya, apa yang dimaksudkan chingu? teman maksud Luhan? Tentu saja Sehun punya, banyak lagi. Sehun pun mengangguk.

Luhan terlihat berbinar-binar, "Woah, kau sudah dewasa rupanya saengieku sayang, kenalkan ia padaku, nae?"

Sehun menaikkan kedua alisnya, "Maksudmu mereka? Mereka ada 4, Kai, Chanyeol, Hyunhee, dan Zelo, dan mereka semua temanku sejak SMA,"

Luhan memukul kepala Sehun pelan, "Aish! Bukan itu, Hunnie! Maksudku chingu, chingu yang itu loh," Luhan menaik-turunkan alisnya agar Sehun mengetahui maksudnya.

Sehun menaikkan alisnya lagi, baru ia mengerti. Kemudian ia menggeleng.

"Ah! Payah kau Hunnie! Aku saja sewaktu baru masuk menjelang kelas 3, seorang hoobae menembakku, dan hoobaenya itu tampan sekali, tinggi, pokoknya typeku sangat, tentu saja aku menerimanya dan kami berpacaran sampai aku lulus," cerita Luhan. Sehun menyandarkan seluruh beban tubuhnya pada sandaran mobil BMW putih itu sambil menghela napas. Jika kakaknya sudah A, akan ada B, C, D, E, sampai Z yang akan didengarnya.

"Lalu, saat aku SMA, seorang sunbae menembakku, dan ia tak kalah kecenya dengan hoobae ku sebelumnya, lalu, lalu..."

Dan bla, bla, bla, bla.

Sampai Sehun melihat gerbang Seoul High School sudah di depan mata.

"Sudah sampai, Tuan, Nona!"

Luhan dan Sehun menoleh ke arah jendela mobil. Tampak siswa-siswi berseliweran memasuki gerbang besar tersebut. Luhan tersenyum bahagia.

Ia membuka pintu mobil dan keluar diikuti Sehun di belakangnya. Luhan berjalan lurus dengan senyum mengembang di wajahnya, berbeda jauh dari Sehun yang memasang wajah bete, kesal, dan jengkel.

Keduanya memasuki lorong. Dan apa yang mereka dapatkan.

Teriakan histeris dari siswa-siswi yang melihat mereka.

"Oh Gosh! Sehun jadi dua!"

"Dan Sehun kedua itu lebih imut dibanding Sehun pertama!"

"Siapa dia?! Siapa dia?! Cantik sekali!"

"Kyaaa! Sehun kedua neomu yeppeoyo!"

Sehun mengorek-ngorek telinganya yang bising akan suara-suara siswa-siswi yang menggelegar di lorong. Sedangkan Luhan yang penampilannya benar-benar tak bisa dibedakan dengan Sehun, -hanya potongan rambut saja yang berbeda- melempar senyum pada orang-orang itu.

"Sehun?!"

Sehun sadar bahwa ia mendengar seseorang memanggilnya dengan suara yang tak asing. Luhan juga mendengar, kemudian mereka menoleh bersama-sama.

"Hyunhee?" balas Sehun tak yakin

Seorang yeojya berambut panjang berwarna blonde berlari menghampiri kedua namja tersebut, bodohnya, setelah ia mendekati namja bersaudara itu, Hyunhee malah memeluk Luhan. "Sehun! You don't have any idea why I miss u so much!"

Luhan menatap Sehun yang terbelalak melihat Hyunhee salah peluk. Hyunhee menangkup kedua pipi Luhan dan memeluknya erat lagi. "Huhuhu, Sehuunn~"

"Hee.."

Hyunhee masih memeluk Luhan.

"Hee..."

Hyunhee berhenti tersedu-sedu.

"Hyunhee, aku di sini..." Ucap Sehun pada Hyunhee yang diam. Ia melepaskan pelukannya dan menatap orang yang barusan dipeluknya dengan tatapan, 'loh, Sehun? Sehun? Sehun?'

Luhan tersenyum manis, "Annyeong Oh Luhan imnida,"

Hyunhee menatap Sehun.

Sehun menatapnya balik.

"Huna, ini siapa?" Tanya Hyunhee bingung meminta penjelasan.

"Kakak kembarku, Luhan."

"HIYAH?! WAH BERARTI AKU SALAH PELUK DONG TADI?! HUWAAAAA CHANYEOL-YAAAAAAA!" Dan Hyunhee berlari kabur dari kedua bersaudara tersebut karena malu salah peluk orang.

Luhan menatap Sehun sambil menunjuk Hyunhee yang berlari kencang, "Tadi itu siapa?"

"Salah satu temanku yang rada-rada gila, namanya Hyunhee, teman yeojya yang enak sangat dibully," jawab Sehun sambil bergeleng-geleng kepala akan kelakuan Hyunhee. "Kajja hyung! Kita masuk kelas!"

Luhan mengikuti Sehun menuju kelas barunya, ia bertekad ia harus berteman dengan yeojya aneh tadi yang salah memeluknya.


Chanyeol menghela napas ketika Hyunhee mencak-mencak di bangku mereka. Betapa malunya Hyunhee bisa salah peluk orang, dan itu orang asing. Betapa nistanya Hyunhee ketika melihat bahwa orang asing itu ternyata saudara kembarnya Sehun. Dan Chanyeol hanya bisa menggaruk tengkuknya.

"AKU TAK PERCAYA, CHANYEOL-AH!"

"Nae, Hee. Aku juga tak percaya. Tapi, aku bisa percaya sih, yeojya mana yang nggak malu karena ketahuan salah peluk, namja pula,"

"KAU TAK TAHU CHANYEOL!"

"Nae, Hee. Aku mengerti perasaanmu,"

Hyunhee tersedu-sedu, "Aku jadi takut bertemu orang asing itu,"

"Annyeong!"

Hyunhee dan Chanyeol mendongak ke arah suara dan terkejut karena Sehun membawa orang. Orang yang sama seperti Hyunhee ceritakan. Seketika wajah Hyunhee memerah hebat dan berteriak histeris.

"Yak! Yak! Lee Hyunhee! Pelankan suaramu! Aku sedang membaca tahu!" Tegur seorang teman sekelas mereka Kim Youngsoo yang merupakan anak terkutu buku di sekolah mereka, namun cantik dan kaya, semua orang takluk akan pesona namja tersebut.

Hyunhee mencibir, "Kalau kau tak mau keributan, pergilah ke pantai sana biar kau dimakan ombak sekalian,"

Youngsoo tidak mengacuhkan Hyunhee melainkan membaca bukunya lagi.

"Annyeong, Luhan imnida!" Luhan memperkenalkan diri di hadapan Chanyeol dan Hyunhee, ia tersenyum manis.

"Hek, ini anak baru itu Sehun-ah?" tanya Chanyeol menunjuk Luhan.

"Menurut lo?" Tanya Sehun balik menaruh bokongnya di kursi depan bangku Chanyeol dan Hyunhee. Luhan menaruh tasnya di kursi sebelah Sehun walau tak menyadari tatapan memicing dari Sehun, tapi karena Luhan butuh teman, terpaksa Sehun harus mengalah. 'Mianhae, Kai-ah, aku tidak bisa duduk bersamamu,' batin namja anggun tersebut sedih.

Chanyeol dan Hyunhee masih mengap-mengap. Sedangkan Sehun memicingkan matanya. Dengan maksud, 'nggak usah kalian mengap-mengap, perkenalkan diri kalian!'

Hyunhee yang rada-rada aneh sedikit bisa menangkap sinyal Sehun, ia menyenggol Chanyeol yang kembali mengatupkan mulutnya. Kemudian, yeojya yang bisa dibilang cantik walaupun freak itu memperkenalkan diri dengan senyum freak ala Hyunhee.

"Annyeong. Lee Hyunhee imnida. Kau bisa memanggilku dengan sebutan Lee, Hyun, Hee, Lee Hyunhee, Hyunhee, Leehyun, LeeHee, Hyunhee Lee, Heehyun Lee, apa saja asalkan jangan Relight!"

Luhan mengedipkan matanya innocent berkali-kali berusaha mencerna apa yang dikatakan Hyunhee, kemudian ia mengangguk.

"Karena Relight nama aslinya," jelas Sehun melihat Luhan memasang wajah bingung, "Nama aslinya Hyunhee, Devonnie Rymafein Dawnlight, ia keturunan seperempat prancis, seperempat belanda, setengah korea, jadi bisa dikatakan eropa-korea,"

Luhan berdecak kagum, "Keren. Enak sekali ada darah eropa mengalir di tubuhmu, pantas saja kau tidak sipit,"

"Dan jangan lupa, Hyunhee memiliki bintik-bintik di pipinya," goda Chanyeol membuat Hyunhee murka.

"Yak! Park Chanyeol! Tega sekali kau!"

Chanyeol hanya tertawa, kemudian ia menarik napas dan memulai perkenalan diri, "Annyeong, Chanyeol imnida. Kau bisa memanggilku Yeol,"

Luhan mengangguk antusias, "Senang bertemu dengan kalian!"

Sehun menghela napas, 'this is gonna be a long day..'

.

.

.

.

TBC

Baru pertama kali Luhan menginjakkan kakinya di kelas Sehun, Luhan sudah berhasil meluluhkan sahabat Sehun. Bagaimana dengan semua orang nanti?

... HAHAHAHAHAHAHA, GAMSAHAMNIDA BUAT REVIEWNYA /nangis lagi/ Kalau yang ini masih belum greget TBCnya, maafkan author nae, soalnya author mau cepet, wush wush, jadi mian ya kalau jelek masih :(

Thanks for reading dan SEKALI LAGI REVIEW! :D