Meitantei Conan Chugakko

Aoyama Gosho

K. Shinichi/E. Conan x M. Shiho/H. Ai

Rate: T - M

Genre: Misteri, School life, romance

Summary: Conan dan Haibara memasuki masa SMPnya, tapi sayangnya organisasi tersebut masih menghilang, ditambah Haibara mulai tumbuh rasa cinta terhadap Conan, sedangkan Conan sendiri memulai debutnya sebagai detektif SMP.

Ai POV

"Conan-kun ayo bangun mau sampai kapanpun kau tidur." Ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuh yang sedang tidur dengan wajah polosnya.

"Ngghh... lima menit lagi Ai-chan." Ucapnya menepis tanganku

"Ya kalau kau tidak mau ya gak apa-apa asal jangan menyalahkan jika sampai ibu yang membangunkanmu." Ucapku meninggalkan kamar Conan-kun

Bruk...

Aku hanya bisa menahan tawa mendengar suara tersebut dari dalam kamar Conan-kun.

"Ai-chan, Co-chan sudah bangun."

"Sudah bu, ayah mana bu?"

"Yusaku sedang mengurus sesuatu." Jawab ibu membuatku penasaran. Setelah itu aku segera menonton tv dan mencari berita soal rencana 'kematian' kedua orang tua ku dan Conan-kun.

Disaat aku sedang menikmati tontonan ku. Conan-kun turun dengan masih memakai piyamanya. "Selamat pagi ibu." Ucapnya

"Pagi Co-chan." Jawab ibu

Aku pun kembali fokus dengan berita yang ku lihat. "Tidak biasanya kau melihat berita." Ucap Conan-kun yang duduk disebelahku

"Ini berita soal kemarin dan lebih baik kau mandi." Ucapku

"Nanti saja ini kan ha-" Ucap Conan-kun terputus akibat aku melihat tajam kepada dirinya. "Baik-baik aku mandi." Ucapnya kembali sambil pergi menuju kamar mandi.

"Ibu kapan kita ke kementrian sosial." Ucapku saat selesai menonton berita dan bisa dipastikan hari senin nanti aku dan Conan-kun akan banyak ditanya soal berita 'kematian' kedua orang tua kami

"Kita kesana setelah Yusaku pulang ya Ai-chan."

"Memang kapan ayah pulang?" Tanya Conan-kun yang telah selesai mandi dan berpakaian, sedangkan ibu hanya tersenyum. "Kalau begitu aku ke profesor dulu." Tambahnya.

"Sebelum itu betulkan dulu kerah baju mu Conan-kun." Ucapku melipat kerah baju Conan-kun.

"Ada apa bu?"

"Kalian benar-benar sudah mirip suami-istri." Ucap ibu membuat wajahku langsung memanas seketika.

"Su-sudahlah bu kami berangkat dulu." Ucap Conan-kun gugup yang sepertinya wajahnya juga memanas karena dapat ku lihat garis tipis merah dipipinya.

Rumah Profesor Agasa

Cklek...

"Profesor kau sudah bangun." Ucap Conan-kun

"Aneh biasanya jam segini dia sedang menonton atau sedang membuat sesuatu." Jawabku

Kami berdua pun menuju ruang bawah tanah dan masuk ke dalam ruangan yang dulu sering dipakai oleh ku.

"Profesor kau di dalam." Ucapku melihat profesor sedang tertidur.

"Dasar kebiasaannya tidak berubah masih saja ketiduran dengan komputer masih menyala." Ucap Conan-kun mendekati profesor. "Hei PROFESOR BANGUUUN..." Teriaknya dan membuat profesor terkejut

Bruk...

Dan terjatuh dari kusirnya. "Aduduh... apa yang kau lakukan Shinichi." Ucap Profesor yang sepertinya sudah kebiasaan memanggil Conan-kun dengan nama aslinya.

"Harusnya kami yang bertanya sedang apa kau diruangan ini." Ucapku

"Dan sepertinya kebiasaanmu tidak berubah ya." Ucap Conan-kun menambahkan ucapanku

"Oh Ai-kun, maaf aku sedang membuat penemuan baru untuk Shinichi dan dirimu."

"Untuk kami?" Tanya kami berdua

"Iya benar, kalian masih belum lupa dengan snowboard yang pernah ku kasih ke Shinichikan." Ucap profesor. "Kali ini aku memodifikasikan untuk bisa disegala tempat, dari darat, salju, pegunungan dan di air, alat ini ku ciptakan untuk kalian, karena ku dengar dari Yukiko-kun kalau kalian sudah menjadi pasangan, karena itu aku membuat penemuan untuk kalian berdua ditambah dari dulu kalian selalu bekerja sama dengan baik seperti Holmes dan Watson." Tambah Profesor dan sukses mendapat tendangan dari Conan-kun di tulang kaki profesor dan lemparan sandal dariku tepat di wajah profesor. Kami berdua pun meninggalkannya dan profesor hanya bisa kesakitan akibat perbuatanku dan Conan-kun.

Tok...tok...tok...

"Iya sebentar." Ucapku menuju pintu

Cklek...

"Hhhuuaaaa... Ai-chan." Ucap Ayumi-chan yang langsung memelukku

"Hei-hei ada apa ini dan kenapa kalian menangis?" Tanyaku bingung

"Maaf Haibara-san tapi hiks...pasti berat hiks...setelah kedua orang tua mu tidak ada hiks..." Kojima-kun

"Oh kalian ada apa?" Tanya Conan-kun yang sepertinya bingung sama dengan ku saat awal melihat mereka.

"Hhuuuwwaa... Conan-kun." Ucap Ayumi-chan yang sekarang memeluk Conan-kun.

'Dasar anak kecil.' Batinku tidak suka

"Hei Ai, ada apa ini?" Tanya Conan-kun dan aku hanya menolehkan wajahku.

"Conan, bagaimana jika kita jalan-jalan. Supaya kau dan Haibara terhibur." Ucap Kojima-kun

"Kami tahu pasti berat untukmu dan Haibara-san karena kehilangan kedua orang tua kalian, karena kami ingin mengajak kalian jalan-jalan." Ucap Tsuburaya-kun memperjelas ucapan Kojima-kun

"Hoo... itu tidak apa-apa kok lagipula aku dan Ai memiliki profesor yang sering merawat kami benarkan Ai." Ucap Conan-kun berbohong dan aku hanya menganggukan kepalaku untuk meyakinkan mereka bertiga.

"Lalu mau sampai kapan kalian berpelukan." Ucapku dengan nada tidak suka kepada Conan-kun dan Ayumi-chan. Ayumi-chan yang menyadari nada bicaraku langsung melepaskan pelukannya dan menatapku tajam.

"Oh iya jadi bagaimana jadi tidak kita jalan-jalan." Ucap Kojima-kun

"Maaf aku ada urusan dengan profesor." Ucapku.

"Kalau aku harus ikut ibunya Shinichi-niisan." Ucap Conan-kun

"Ta-tapikan-"

"Sudahlah Mitsuhiko sepertinya Conan-kun dan Ai-chan tidak mau diganggu." Ucap Ayumi-chan yang masih menatapku tajam saat melewatiku

Mereka bertiga pun pamit, dan meningalkan kediaman profesor. "Jadi ada urusan apa kau dengan profesor?" Tanya Conan-kun

"Bukan urusanmu dan bilang kepada ibu supaya menjelang sore saja kita kesana." Ucapku meninggalkan Conan-kun ke ruang tempat profesor tadi.


Conan POV

"Hhhh... dasar suka seenaknya sendiri." Ucapku melihat Ai menuju keruang bawah tempat profesor, aku pun segera menelpon ibu walau bisa saja ku pulang karena rumahku tempat disebelah, tapi terlalu malas hanya untuk menyampaikan pesannya.

"Halo."

"Halo Co-chan ada apa?"

"Begini bu, kata Ai berangkatnya menjelang sore. Dirinya sedang sibuk menemani profesor."

"Oh begitu baiklah jam tiga sore kita berangkat."

"Baik bu." Ucapku dan menutup sambungan tersebut, dan tidur di sofa profesor

.

.

.

"Conan-kun bangun Conan-kun." Ucap Ai sambil menggoyang-goyangkan tubuhku

"Jam berapa Ai?" Tanya yang masih baru setengah sadar

"Jam tiga kurang lima belas menit." Jawabnya

"Baiklah, ayo kita pulang, Ibu bilang kita akan berangkat jam tiga." Ucapku yang mulai duduk

"Aku tahu, tadi ibu menelponku dan minum dulu." Ucap Ai sambil menyerahkan air minum kepadaku dan aku meminum air tersebut dengan rakus.

"Fwah,,, makasih Ai."

"Hn"

Setelah itu kami berdua pamit kepada profesor dan pulang yang rupanya sudah ditunggu oleh ayah dan ibu, tanpa lama lagi kami berempat berangkat ke kementrian sosial.

.

.

.

Kementrian Sosial

"Lama tak jumpa Yusaku." Ucap salah satu kepala cabang di kementrian Sosial

"Bu, kenapa ayah bisa mengenalnya." Bisikku kepada ibu

"Bagaimana ya, kalau Co-chan menanyai hal seperti itu ibu rasa itu hanya kebetulan." Ucap Ibu

"Kebetulan yang terlalu sering." Jawabku

"Hoo... jadi kalian yang akan diadopsi oleh Yusaku." Ucap kepala cabang tersebut. "Perkenalkan namaku Yoshimura Hikaru."

"O..oh namaku Edogawa Cnan dan ini Haibara Ai." Ucapku menengalkan diriku dan Ai

"Kalau begitu kalian bisa ikut keruanganku, nanti disana aku akan menjelaskan prosedurnya."

Saat kami berlima melangkah, Tangan Ai menraik kaosku pelan. "Ada apa?" Tanyaku

"Aku merasakannya bau yang samar dari dirinya." Ucap Ai dengan wajah serius dan rasa takut

"Kau serius." Tanyaku tajam dan Ai hanya mengangguk

"Ada apa Ai, Co-chan." Tanya ibuku

"Ah tidak apa-apa kok bu." Balasku dan segera mengajak Ai sambil mengandeng erat lengannya

Sesampainya diruangannya aku dan Ai menanda tandangi surat pengadopsian anak, begitu juga dengan ayah dan ibu. setelah selesai kami berempat pun pamit.

.

.

.

"Oh iya kalian ingin pergi kemana?" Tanya Ibu

"Mending kita pulang saja bu." Ucapku sambil merangkul Ai yang tertidur dibahu ku

Kamipun segera pulang, dan aku segera menggendong Ai ke kamarnya, sesudah menaruh Ai dikasurnya dan menyelimutinya aku segera mandi.

"Conan-kun, kau didalam." Ucap Ai, saat aku masih menikmati diriku berendam.

"Iya kenapa?" Tanya ku

Saat itu aku terkejut saat Ai masuk ke dalam hanya badannya tertutup dengan handuk. "A-apa yang kau lakukan." Ucapku terkejut

"Badanku sudah sangat lengket dengan keringat." Balas Ai dan segera masuk dalam bathup sambil memunggungiku, aku pun juga berbalik memunggunginya juga. "La-lagipula ini keinginan ibu." Tambahnya

"Baiklah aku selesai." Ucapku segera bangun dan meninggalkan kamar mandi dan menuju kamar. 'HHH... ada apa si dengannya, kenapa tidak menolaknya.' tambah batinku yang segera memakai piyama. Eh tunggu kenapa kepala ku terasa pusing, apa aku terlalu lama berendam. Sial pandanganku kabur, aku pun segera menuju tempat tidur. Sayangnya saat ingin menaiki kasurku pandanganku langsung menjadi gelap.

To Be Continue


shioreinz: Alooo. Ini shioreinz yg gk login.

Gak sabar nunnggu kelanjutan ceritanya. BANYAKIN. ADEGAN. CONAN-AI nya YAAA /pplakk

Ya udah dulu, sekiannn :D

A: Oke siap

Shioreinz: btw, barus sadar, Rate nya T-M?! oh ya, ini pairnya Conan-ai kan? banyakin adegannta dongg/paan/ makasih. (kayaknya udh pernah review chapter ini tapi kayaknya gak ke kirim, jadi review lagi)

A: iya pairnya Conan-Ai, oke siap