-Normal POV-

Langitnya cerah kali ini, menampilkan warna biru favorit Tae Ri. Laki-laki kelahiran Seoul ini kini sedang duduk disebuah taman terbuka sambil membaca buku berjudul 'Super Junior Salah Gaul' (please, buku macam apa itu?!).

Tepat saat Tae Ri membaca bagian yang menegangkan –dimana salah satu member Super Junior bernama Choi Siwon kepergok habis nyolong celana member Super Junior yang lain– tiba-tiba sesuatu yang hangat menyelimuti tubuh laki-laki bersurai cappuccino tersebut.

Ok, ok, Tae Ri nyaris melempar bukunya (?) begitu tahu kalau yang memeluknya dari belakang adalah seorang mantan kapten dan mantan Ace bermuka datar yang tidak lain adalah Ushijima Wakatoshi.

'Ok jantung! Berhenti bikin gue salah tingkah kayak habis liat pocong jadi atlit lompat gawang!' gerutu Tae Ri dalam hati, jantungnya masih deg-degan.

"Aku merindukanmu… Tae Ri." suara baritone itu terdengar sangat menggema di telinga Tae Ri. Tapi kalimatnya itu loh! Bikin Tae Ri pengen meleleh aja rasanya! Ya ampun! Ini bukan mimpi kan? Iya kan? Sepertinya kali ini Tae Ri harus menggampar mukanya sendiri.

Muka si cowok kacamata ini makin aja semerah tomat begitu ia merasa ada yang 'snuggling' di lehernya, masih dengan sepasang lengan bak kuli bangunan yang memeluk erat perutnya. Tae Ri cuma bisa senyum lembut sambil mengelus rambut merah yang ada di belakangnya itu.

Eh, tunggu.

Kayaknya ada yang salah?

'Ushijima habis dari salon? Kok rambutnya merah?' batin Tae Ri, mukanya yang kayak uke lagi jatuh cinta gara-gara kesemsem sama senpai langsung berubah jadi horror. Dia pun berbalik badan buat liat siapa yang selama ini peluk dia dari belakang.

ANJIR!

.

Tak perlu ada angin puting beliung atau se-couple titan colossal yang datang menghadang gedung asrama D, kedua mata Tae Ri langsung terbuka dengan sangat terpaksa. Pasalnya, mimpinya yang seindah surga itu tiba-tiba berubah jadi jahanam. Sedih? Iya lah! Padahal dia udah dipeluk kakanda Ushijima Wakatoshi kayak di drama korea gitu, tapi sayangnya bukan sang pujaan hati yang ada di belakangnya.

Setelah berkedip ketjeh beberapa kali, Tae Ri baru sadar kalau ada sesuatu yang mendekap pinggangnya. Dia menoleh kebelakang dan menemukan seorang laki-laki berambut merah sedang tidur yang dengan enaknya sambil memeluk Tae Ri. Laki-laki yang MERUSAK mimpi indahnya.

Dan laki-laki tersebut seketika melayang ditendang oleh Tae Ri dari kasur, yang disusul dengan bunyi 'BRUGH!', 'DUAK!', dan lolongan 'ITTAI!' yang menggema di ruangan gelap berukuran 3x4 meter tersebut.

'Mampus lu, kuah samyang!' umpat Tae Ri yang kemudian melanjutkan bobo cantik nya berhubung jam masih menunjukkan jam dua dini hari. Sama sekali tidak mempedulikan laki-laki berambut semerah kuah mie Samyang habis ketumpahan B*on Cabe sepuluh bungkus yang berstatus sebagai teman sekamarnya. Sedangkan Tendou Satori hanya meringis kesakitan sambil mengelus bokong bohay nya –yang bersaing ketat dengan ke-bohay-an bokong indah Bokuto– yang dicium lantai.

Kalau Bokuto sama Kuroo yang tidur sambil pelukkan kayak begini sih gak masalah (author senang).

Ini malah si kuah samyang yang coba-coba ambil kesempatan dalam kesempitan?

Makasih deh ya!

.

.

.

"Gimana nih progress pendekatan Tae Ri dan Ushijima?"

Yang di notis namanya refleks keselek jus jeruk yang lagi dia minum. Pasalnya, salah satu sohibnya dengan frontal menyebutkan nama sang pujaan hati di depan publik. Well, seperti biasa, si boyband jadi-jadian; Tae Ri, Tendou, Shirabu, dan Semi sedang bernongsky ria alias nongkong gak jelas di cafeteria langganan, walaupun mereka kekurangan dua personil setia yang tidak lain adalah Sugawara dan Reon. Dengar-dengar sih, Sugawara hari ini lagi gak ada jadwal ngampus jadinya bisa nge-date sama si pangeran gagak Sawamura Daichi. Kalau Reon, yah, palingan lagi hangout bareng soul mate nya yang masuk ke list seme inceran Tae Ri.

"Iya nih, Sugawara aja udah kencan sama Daichi. Tae Ri sama Ushiwaka kapan?" timpal Kenjirou Shirabu sambil nyengir ambigu bareng pacarnya. Siapa lagi kalau bukan Semi Eita.

"Ushiwaka kece loh!" iya tau, makanya Tae Ri naksir.

Respon dari Tae Ri hanya berupa helaan nafas, lelah, rasanya dia gak mungkin banget bisa dapetin hati nya seorang Ushijima Wakatoshi yang notabene terkenal paling maniak sama bola voli (masih untung dia gak kepergok lagi cium-ciumin bola voli. Bukan. BUKAN GITU!) dan paling nolak soal cinta-cintaan sebelum karir dia sebagai pemain voli nasional tercapai. Kalau saingannya udah menyangkut bola voli, Tae Ri bisa apa? Rasanya mau punya muka mirip Xiumin EXO atau mirip Nicholas Saputra sekalian juga percuma, gak akan bisa mengalihkan pandangan Ushijima.

"Kayaknya sih gak mungkin bisa deketin dia deh…"

Sekarang giliran Tendou yang angkat suara, "Masa udah menyerah sebelum berperang sih?" katanya sambil menepuk bahu Tae Ri. "Selama dia masih terlalu waras buat nikah sama bola voli, ya gak jadi masalah." lanjut Tendou dengan entengnya.

Sekali lagi, Tae Ri hanya menghela nafasnya sambil menyimpan mukanya di meja marmer selagi Tendou menyeruput habis jus alpukatnya dan dua sejoli yang lagi asyik liat-liatin Instagram.

"Eh iya, kayaknya aku harus pergi duluan. Ada janji bantuin Goshiki ngerjain tugas." Tiba-tiba Tendou berdiri sambil melirik jam tangannya, "Duluan ya, byeee~" kemudian ngacir keluar cafeteria.

"Kamu gak ada acara hari ini, Tae Ri?" tanya Semi, gak bermaksud buat ngusir Tae Ri sebenernya, cuma gak enak aja temannya yang lagi resah-gundah-galau-merana tiba-tiba jadi obat nyamuk.

"Hmm… aku ke perpustakaan deh. Sekalian cari buku teknik fotografi."

.

.

.

Sebenernya tujuan utama Tae Ri ke perpustakaan bukan mau cari buku teknik fotografi atau embel-embel lainnya. Tapi dia mau tes hoki. Siapa tahu dia bisa ketemu Ushijima disana, mengingat kalau Reon dan Ushijima hobinya nongkrong di perpustakaan.

Langitnya cerah kali ini, menampilkan warna biru favorit Tae Ri. Laki-laki kelahiran Seoul ini melangkahkan kakinya menuju satu bangunan besar sambil menenteng buku berjudul 'Super Junior Salah Gaul'.

'Kok rasanya agak-agak déjà vu gimana gitu?' batin Tae Ri. Tiba-tiba pipinya terasa panas begitu mimpi indahnya semalam kembali terlintas di kepalanya –yang sayang sekali karena harus dihancurkan oleh Tendou.

Duh, dipeluk Ushijima.

'Gak mungkin banget…' pikir Tae Ri sambil memegang gagang pintu perpustakaan yang megahnya sebelas-duabelas sama pintu ruang kelas akademi Hogwarts di film Harry Potter.

Yah, seenggaknya, yang bisa Tae Ri lakukan hanya menguji ke-hoki-annya. Tanpa basa-basi lagi dia membuka double-door tersebut dan menemukan apa yang ia ingin lihat saat ini juga.

Laki-laki bersurai olive –yang kini memakai kacamata– bernama Ushijima lagi duduk sendirian sambil berkutat dengan beberapa buku.

Senyum bahagia kemudian merekah di muka imut Tae Ri. Tapi belum juga sepuluh langkah maju, senyum bahagia itu luntur berubah jadi tatapan horror.

Tiba-tiba saja seorang laki-laki berambut cokelat tiba-tiba memeluk Ushijima dari belakang sambil tertawa gak jelas. Yang dipeluk cuma bisa pasang tampang datar, tapi ia tahu kalau Ushijima sendiri merasa sedikit risih dengan kedatangan maniak alien yang satu itu.

Itu kan yang tiap pagi suka teriak 'iwa-chan! Iwa-chan!'

SI GANTENG FAKULTAS ASTRONOMI, MANTAN SETTER AOBA JOHSAI, YANG FANGIRLS-NYA BERTEBARAN DIMANA-MANA KAYAK KACANG GORENG, OIKAWA TOORU!

Mimpi buruk apalagi ini, ya gusti?

.

.

.


Halo, saya update lagi desuu~

Sedang UTS pun ni anak tetap gatel pingin update fanfict :'v

Kalau dia pake kacamata, rasanya presentase kegantengan Ushijima meningkat sebesar 200% *ngebayangin Ushijima pakai kacamata nerd* GANTENG BANGET! *rusuh fangirlingan*

Kuroo: aku dilupain nih? Emangnya gara-gara pesona siapa kamu sampai geser fandom dari BASARA ke Haikyuu? *cemberut di pojokan*

Oke, balasan review;

Untuk metasalmhover:

GODAAN SYAITON NIRROJIM TERBESAR SAAT UJIAN ADALAH FANFICT FAVORIT YANG ENTAH ABIS KESANTET APA TIBA-TIBA JADI RAJIN UPDATE.

Setuju, aku juga naksir sama kakanda Ushijima gara-gara denger suaranya yang… ehem XD

Iya nih, cuma sedikit yang minat bikin fanart/fanfict/doujin Ushijima dan kawan-kawan dari Shiratorizawa :( and I need more Ushijima x Tendou moment :') (malah curhat).

Wkwkwkw aku cuma sekedar mention beberapa pairing sebagai pemanis aja. Lah, aku malah gak nyadar kalau ada benih-benih cinta pada pairing TenRi (Ushijima dikemanain woy!). Suara apa coba hayooo? :v *ketawa laknat*

Akhirnya Ushijima merasakan lembutnya tangan Tae Ri *plaks!* tapi di chapter ini orang yang terdeteksi sebagai PHO dalam kisah cinta UshiTae (nama pairingnya maksa amat :'v) sudah muncul. Dan kayaknya gak bisa memenuhi tantanganmu nih wkwkwkw XD

Makasih udah setia menunggu update-an saya yang melambat gara-gara UTS. Makasih juga baca chapter 4 ini~

Terimakasih bagi yang sudah bersedia mampir ke fanfic gaje ini, silakan Review bagi yang berkenan.