Siapa yang tak kenal dengan couple Yugyeom dan Jinyoung. Mereka yang bukan fans pun tau jika mereka berdua adalah musuh dan selalu di juluki Tom&Jerry team. Tak ada bedanya dengan Jaebum dan juga Bambam, hanya seorang Bambam yang berani mengganggu sang leader. Dan juga Jackson dan Youngjae, merupakan couple terberisik yang pernah ada. Apapun yang di lakukan Jackson selalu jadi bahan tawa oleh Youngjae. Dan para maknae line sangat suka menjahili hyung line nya terutama 94 line. Dan sosok Mark hanya sebagai penonton yang bahagia mendapat tontonan gratis dan menghibur. Mereka seperti itu tak hanya saat on camera, saat off camera pun mereka akan tetap dengan sifat usil mereka. Dan berakhir dengan raungan prustasi dari Jaebum dan juga Jackson, Jinyoung akan menghampiri Mark dan berlindung di pundaknya. Itu adalah salah satu contoh keseharian mereka.
Jika salah satu member tak ada di dorm, dan sudah bisa di pastikan itu Jackson ataupun Bambam, Mark dan Jinyoung akan berada di dapur membuat masakan dengan berbagai macam resep yang mereka temukan, sedangkan Jaebum bertugas membangunkan sisa member dan menyuruhnya untuk membersihkan dorm. Saat ini mereka tidak punya jadwal, hanya beberapa jadwal individu. Tapi ke depanya mereka sudah harus menyiapkan diri untuk comeback mereka dan beberapa acara mereka sebelum comeback.
Saat ini Jaebum berada di depan pintu kamarnya. Menghela nafas. Begini kah sibuknya seorang ayah di hari weekend hanya untuk membangunkan anak anaknya? Bambam dan Yugyeom sudah bangun dan mereka saat ini ntah melakukan apa, yang terpenting di saat Jaebum mengecek keberadan mereka kondisi dorm sudah lebih baik. Jaebum memasuki kamarnya, terlihat seonggok daging berbalut selimut di pojok kamar.
"jae? ayo bangun. Yang lain sudah bangun." Jaebum hanya menepuk nepuk bagian tubuh Youngjae berharap dia bangun. Tak ada reaksi, itulah kebiasaan Youngjae susah di bangunkan. Jaebum menarik selimut dan di balas erangan. Youngjae mencari guling untuk dia peluk, Jaebum tersenyum lucu melihatnya.
"Youngjae ayo bangun." Jaebum menarik Youngjae agar duduk, melempar gulingnya ke arah belakang Youngjae. Mengelus punggung Youngjae sambil terus menepuk pipi Youngjae agar terbangun. Setelah mendapat reaksi dari Youngjae, Jaebum membereskan tempat tidur mereka. Sang otter berjalan gontai keluar kamar. Dan Jaebum selalu tersenyum setiap kali melihat tingkah apapun yang Youngjae lakukan.
"hyung jangan tidur di sofa lagi, itu sudah aku bersihkan!"
"Jaebum hyung, Youngjae hyung tidur di sofa!"
"astaga kenapa kalian berisik sekali!"
"hyung aku masih ingin tidur lagi."
Jaebum yang masih di kamar hanya tertawa. Inilah keseharian mereka jika sedang tidak ada schedule, beruntung pria hongkong itu tidak ada.
.
.
.
Malamnya mereka semua di panggil ke agensi untuk membicarakan rencana comeback mereka. Jackson datang telat karena dia baru tiba dari Hongkong. Setelah rapat selesai mereka lebih memilih untuk bermain dengan para sunbae mereka di ruang latihan. Di ruang latihan itu ada beberapa member 2AM yang mampir hanya untuk sekedar menyapa keluarga yang lain. (tahun 2014 itu 2AM ada di BigHitEnt) Yang lain asik dengan canda guraunya, ada satu orang yang hanya duduk di sofa pojok ruang latihan. Dia merasa lelah jika harus selalu menyimpan dan menunggu. Kali ini dia yakin. Jackson menatap Mark yang sedang tertawa bersama member lainnya. Tekadnya sudah bulat, untuk hasil akhirnya dia tak mempermasalahkannya.
Selama ini Jackson selalu mencari waktu yang tepat, tapi schedule gila yang dia punya membuatnya jarang bertemu dengan Mark. Mereka bertemu jika saat ada show bersama, meeting ataupun di dorm. Di dorm pun selalu berakhir dengan Mark yang sudah tertidur. Hanya kali ini dia bisa bertemu dengan Mark dan mempunyai waktu untuk kumpul bersama. Jackson mendekati Mark lalu menariknya keluar dari ruang latihan menuju rooftop agensi. Mark hanya mengikuti langkah Jackson. Di dalam pikirannya dia sudah menyiapkan beribu alas an untuk menjauhi dan juga menggagalkan rencana Jackson.
"hyung temani aku disni sebentar yah, aku sedang kacau." Jackson meminta Mark untuk duduk di kursi kayu panjang yang terletak di ujung permbatas gedung.
"hyung aku punya cerita, aku bercerita sedikt ya hyung. Kau tau novel 'white fang' karangan Jack London? Cerita itu mengisahkan tentang seekor serigala yang kesepian, lalu bertemu dengan seorang pria yang dia anggap sebagai pemiliknya, karena menurut serigala itu sang pria menunjukkan kasih sayang untuk pertama kalinya pada serigala itu. Aku tau itu hanya cerita, tapi ntah kenapa memiliki arti yang berbeda untukku." Jackson berdiri lalu bermain dengan daun yang menggantung di trails tanaman. Sedangkan Mark hanya duduk dan mendengarkan Jackson bercerita. White fang memang novel yang mereka baca bersama saat masa traine dulu. Tapi Mark masih tak paham antara cerita serigala itu dengan dirinya.
"kau tau kan jika aku anak rantau, maksudku kita berdua ah dan juga Bambam. Tapi maksudku dulu aku benar benar tidak tau Korea itu seperti apa, aku hanya bermodalkan kemampuan Bahasa Inggrisku karena aku pikir Bahasa Inggris adalah bahasa formal yang semua orang tau. Tapi ternyata tak semua orang korea ah maksudku para traine saat itu bisa berbahasa Inggris. Dan beruntungnya aku bertemu denganmu hyung yang kebetulan bisa Bahasa Inggris dan juga sedikit Chinese. Semenjak saat itu aku sangat senang bisa dekat denganmu, di tambah kita menjadi teman sekamar saat traine." Jackson membelakangi Mark.
"wajar saja jika kau berpikir seperti itu karena memang hanya kita berdua yang mengerti satu sama lain karena keterbatasan bahasa, makanya kita menjadi akrab." Mark mengelak.
"lalu saat pelatihan traine kita di latih di bidang yang sama. Rapper dan juga dance khususnya di martial art."
"ya itu karena kita lancar berbahasa asing, bukankah kita memang di tuntut untuk menguasai berbagai macam bahasa, dan kebetulan kita mampu. Dan untuk martial art, kau adalah athlet dan aku dulu pernah mengikuti kelas taekwondo, dan pasti kita yang di pilih karena martial art merupakan olahraga yang berbahaya. Fisik kita sudah terlatih lebih dulu." Lagi lagi Mark memotong pembicaraan Jackson.
"dan saat kita terpilih untuk debut di satu group, itu membuatku senang. Apalagi setelahnya kita selalu berada di acara show yang sama. Itu membuatku benar benar bisa mengetahui dirimu lebih jauh. Aku tak tau ini benar atau tidak, tapi aku merasa nyaman bersamamu."
"itu wajar jika kau merasakan hal itu. Karena kita mempunyai banyak kesamaan dalam hal apapun dan itu yang membuatmu nyaman."
"tapi rasa nyaman ini berbeda hyung, maksudku ya ini berbeda, lebih …"
"kau wajar merasakan itu, karena kau punya seorang kaka yang begitu dekat denganmu. Sekarang kau berada di Negara orang begitupun kakakmu. Jadi wajar kau merasakan hal itu. Sama seperti Jaebumkan?"
"bukan hyung, astaga kenapa kau selalu mengalihkan pembicaraanku. Dengarkan perkataanku sampai selesai."
"tak ada yang perlu di bicarakan di si …"
"saranghae."
Dan ya setelahnya Mark menatap Jackson dengan sorot mata yang menyedihkan, mengatakan lewat sorotan matanya bagaimana Jackson dengan mudahnya mengatakan hal itu. Sedangkan dirinya harus berperang dengan pemikiran pemikiran yang terus mengganjal, bagaimana dengan dia? Bagaimana dengan Jackson? Bagaimana dengan group? Bagaimana jika dia bisa sebebas Jackson?
Mark mengerti, dia hanya menduduk. Dia lelah dengan semuanya. Menghindar, mengacuhkannya, berpura pura. Yang pada dasarnya Mark sama sama merasakannya.
"hyung?"
"ini salah Jackson, maafkan aku."
.
Di ruang latihan pun masih sama saat Mark dan Jackson meninggalkan ruangan itu. Bambam masih asik dengan ceritanya dengan Nickhun dan yang lainnya, tapi matanya memperhatikan saat Jackson dan Mark keluar. Youngjae pun ikut bergabung dengan Thai squad. Dan tak lupa tingkah aneh dari Jokwon dan juga Wooyoung yang membuat suasana menjadi riuh. Jinyoung sendiri bertanya berbagai macam hal tentang Jepang dengan Taecyeon dan juga Seulong karena mereka berdua sangat lancar berbahasa Jepang, persiapan untuk debut Jepang mereka. Maknae line (Chansung, Jinwoon, Yugyeom) tak lepas dari mengganggu hyung hyung nya. Jaebum hanya duduk tertawa bersama dengan JunK. Mata Jaebum tak pernah lepas dari Youngjae yang duduk bersebelahan dengan Nickhun.
"aku akan merekammu dan memberikan efek laser pada matamu saat menatap Nickhun." JunK berbisik.
"aku hyung? hahaha memangnya ada apa aku dengan Nickhun hyung?" Jaebum tersenyum hambar.
"memangnya aku tak bisa melihatnya, aku sudah berpengalaman dengan hal seperti ini. Siapa? Bambam? Youngjae? Atau Jinyoung?" JunK menebak asal. Tapi dia sudah tau jawabannya.
"Jinyoung sedang bersama Taec hyung dan Seulong hyung. Aku kan sedang menatap Nickhun hyung."
"GOTCHA!" Jaebum membulatkan matanya tapi tidak menatap JunK. 'sial, apakah mulut dan otakmu tak mau kerja sama Im Jaebum' Jaebum bermonolog.
"kau tau kan jika Nickhun menyukainya? Dan di akuinya di depan umum kan?" JunK memprofokasi Jaebum, sesekali menjahili Jaebum tak masalahkan.
"aku butuh motivasi hyung. Jadi suatu hari nanti akan datang saatnya aku mengatakan padamu 'dia milikku sekarang'." Jaebum melirik bangga pada JunK.
"hahaha suatu hari yang penuh dengan harapan. Aku tunggu itu." JunK tertawa menghina pada jaebum.
.
"apakah one side love itu selalu menyedihkan hyung?" Yugyeom bertanya pada Changsung saat mereka sedang menunggu reaksi hyung mereka setelah di kerjai.
"jika sesuatu tidak membunuhmu, maka kau akan terus menjadi kuat." Jinwoon berucap. Chansung menertawakan ucapan Jinwoon.
"aku pernah memperjuangkan cintaku, walau tak berakhir bahagia tapi aku menikmati momentku denganya." Chansung duduk sambil bermain ponsel, sekali kali dia melirik ke arah hyungnya.
"aku tau dia mengagumi Taec hyung, tapi apa tak ada mentor lain selain dia. Aku benci tatapan Taec hyung yang seperti itu, seperti menelanjangi Jinyoung hyung di depan kalian." Yugyeom berucap kasar saat melihat interaksi Taecyeon dengan Jinyoung.
Chansung dan Jinwoon tertawa heboh saat tau siapa yang di maksud Yugyeom. Mereka masih asik menertawakan Yugyeom saat tiba tiba pintu ruang latihan di buka kasar. Sontak membuat semua yang ada di ruang latihan fokus pada pintu masuk. Mark hanya diam mengambil barangnya. Jaebum berdiri mencoba untuk mendekati Mark tapi mendapat aba aba dari Jinyoung untuk tidak mendekati Mark. Youngjae dan juga Yugyeom hanya diam menunduk, Bambam? Dia hanya memperhatikan gerak gerik Jaebum dan juga Jinyoung. Member yang lain tak ingin tau karena mereka sendiri pasti tau apa yang terjadi. Mark mohon maaf karena mengagetkan semua orang lalu undur diri. Jinyoung pamit pada sunbae nya lalu meminta ijin pada Jaebum untuk dia saja yang menyusul Mark. Saat Jinyoung mencoba mengejar Mark dia melihat Jackson akan memasuki ruang latihan dengan muka masam dan senyum pahit. Jackson mengambil barangnya lalu pamit pulang. Mereka pulang tersisa Jaebum, Bambam, Yugyeom dan Youngjae. Youngjae duduk di sebelah Jaebum sedangkan Yugbam memilih mencari lagu yang menarik di depan computer.
"aku melihat Jackson hyung murung beberapa hari ini. Bukan seperti Jackson hyung yang biasanya. Aku merindukan Jackson hyung dulu." youngjae baru saja mengucapkan kata kata sacral. Dia tidak tau jika ucapannya tadi sudah membuat seseorang sakit hati.
"mungkin dia sedang ada masalah." Jaebum mengusap kepala Youngjae.
Yugyeom dan Bambam yang berpura pura mencari lagu mendengarkan obrolan Jaebum dan Youngjae. Bambam melirik ke arah Jaebum. Jaebum hanya mengusap rambut Youngjae dengan senyum khas. Bambam pusing dengan teman segroupnya. *lu pusing apalagi gua yang buat ceritanya-_-*
.
.
.
.
.
Tbc~
Aku lagi ada di dunia antah berantah. Jadi up nya kalo sinyal memadai
Kalo aku cerita nanti malah di kira spoiler. Pokoknya gitu deh mereka
Chrome Hearts!
Review yah kesayangan~
Peace out! Jjai~
