Yo yo, minnasan! Ini Evil alias Evil Red Thorn dan juga Narator! Dan Erena!

Narator: yo...

Erena: yo!

Oke, silahkan dilihat balasan reviewnya:

xtreme guavaniko:

Yay! Xu Shu kena slending Yama-chan! *lompat-lompat gaje*

Xu Shu: *pundung* jahatnya kalian...

Yamahiku: *tepuk pundak Xu Shu* sabar...

Thanks atas reviewnya!

Scarlet 'n Blossom:

Wah, Scarlet-san peduli dengan Yama-chan yah... lihat itu, Yama-chan. ternyata masih ada orang yang mempedulikanmu!

Yamahiku: lalu? Tidak ada hubungannya denganku

Evil: *sweatdrop* dasar nggak peduli... Thanks atas reviewnya!

ilhamakbar .anshari:

YEAH! SPARTA! SPARTAAA-

Narator: uruse! *lempar Evil ke negara tetangga (?)*

Evil: HUWAAA!

Erena: wow... Narator kuat sekali... Thanks atas reviewnya!

Kuroragi Uum:

Oke! Ayo kita lanjutkan ceritanya! *gebrak meja*

Erena: *kaget, refleks potong meja*

Evil: WAA! MEJA EVIL!

Narator: jangan salahkan Erena. Kau sendiri yang buat dia kaget

Evil: hiks... meja... ah, Thanks atas reviewnya...

Dynasty Warriors are belongs to KOEI, not Evil

.

.

.

Perang di Xinye dimulai dari sekarang.

"Di dalam 'Eight Gates Formation' itu ada Cao Ren. Pertama-tama, kita harus mengambil kedua base yang ada di kanan dan kiri kita. Di dalamnya, ada musuh. Jika kau mau mengambilnya, kalahkan dulu musuh yang ada di dalamnya" Jelas Xu Shu panjang lebar.

"Kalau begitu aku akan mengambil base yang ada di kanan" Kataku yang berlari menuju base sebelah kanan. Tetapi, menuju ke base itu tidak semudah yang kupikir. Banyak tentara yang menghalangi jalanku. Terpaksa aku harus mengalahkan mereka.

Seorang tentara membawa tombaknya menujuku. Dengan sigap, aku menahan serangannya dan mengambil tombaknya. Aku menusuk perutnya dengan tombak. Ia pun terjatuh ke tanah dan berbaring tak berdaya. Aku melirik ke arah tombak yang kupegang. Ada beberapa bercak darah yang melekat di tombak itu.

Aku kembali melihat ke depan, lawanku semakin lama semakin banyak. Aku pun maju dan menusuk mereka hingga nyawa mereka tidak bersisa sedikit pun.

"Mati kau!" kata seseorang dari belakang. Aku pun menolehkan kepalaku ke belakang, dan seorang tentara bersiap-siap untuk memukulku. Tapi, tiba-tiba tentara itu terkulai lemas dan terbaring di tanah.

"Yamahiku! Kau baik-baik saja?" Kata Xu Shu yang mendekatiku. Ternyata, dia yang membunuh tentara tadi.

"Iya..."

"fyuuh... syukurlah..."

"..." Aku meninggalkan Xu Shu dan kembali bertarung.

"Ah! Tunggu aku, Yamahiku!" Xu Shu pun mengikutiku menuju base. Musuh di sekitar bagian kanan base hanya tinggal sedikit. Aku masuk ke dalam base dan bertemu dengan banyak tentara lagi.

"tch." Aku mendecak.

"Ayo, Yamahiku"

"hn."

Aku maju dan menusuk kembali tentara-tentara itu dengan tombak. Ternyata, perang itu cukup menyenangkan. Ditambah lagi, ada satu orang yang membuatku tertarik untuk melawannya. Aku tidak tahu siapa namanya tapi orang ini melakukan perlawanan daripada yang lain.

"Yamahiku! Di belakangmu!" Teriak Xu Shu yang membuatku refleks memutar badan dan membawa tombak milik tentara tadi ke wajahku. Dan karena kerefleks-anku, aku dapat menahan serangan orang itu.

Xu Shu mengambil kesempatan dan menyerangnya dari belakang, tapi orang itu tiba-tiba menghilang.

"A-apa?" tanyaku pada diriku sendiri. Tidak mungkin orang bisa menghilang.

Aku mendengar derap langkah yang semakin lama semakin jauh dari tempat dimana aku dan Xu Shu berdiri. Ternyata, orang itu kabur. Aku ingin mengejarnya, tetapi Xu Shu menghentikanku.

"Ayo, kita harus segera masuk ke 'Eight Gates Formation'" ajak Xu Shu yang sudah berlari lebih dulu. Aku mengikutinya dari belakang.

"Xu Shu..."

"hem?"

"Orang itu... siapa?"

"eh? Yang tadi? Kalau tidak salah namanya... Zhu Ling"

"...oh"

Kami pun tiba di depan 'Eight Gates Formation'. Tuan Liu Bei, Tuan Guan Yu, dan Tuan Zhang Fei datang tepat sesudah kami.

"Hah... hah... kalian baik-baik saja?" tanya Tuan Liu Bei padaku dan Xu Shu.

"Kami baik-baik saja. Sekarang, kita akan masuk ke dalam 'Eight Gates Formation' melalui salah satu gerbangnya, yaitu 'Gerbang Kehidupan'. Kalian harus mengikuti kata-kataku. Salah sedikit saja, nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya"

Xu Shu masuk ke dalam 'Eight Gates Formation' dan kami semua mengikutinya di belakang. Ternyata benar apa yang dikatakan Xu Shu. Salah sedikit saja, nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya. Karena ada banyak sekali tentara disini. Aku kembali menusuk tentara-tentara itu. Dan bercak darah di tombak yang kupegang ini semakin lama semakin banyak. Wajahku juga sedikit ternodai darah tentara-tentara itu.

Kami terus menerus melawan tentara-tentara yang ada di dalam 'Eight Gates Formation' hingga tidak sadar bahwa kami sudah sampai tepat di tujuan.

"Hanya beberapa orang saja yang mengerti bagaimana cara memasuki gerbang-gerbang ini tanpa sepengetahuanku" kata seseorang yang menurutku namanya Cao Ren.

"Benarkah? Kupikir semua orang mengerti caranya" kata Xu Shu.

"..." Aku pun berlari menuju Cao Ren dan menusuk di bagian wajahnya. Tapi, tamengnya menahan tombakku.

BUG!

Cao Ren memukul perutku hingga aku terpental cukup jauh. Aku memegangi perutku yang sakit. Aku merasa bahwa ada cairan yang keluar dari mulutku. Aku mengusapnya dengan tanganku dan menemukan bahwa cairan itu adalah darah. Tch, orang ini kuat.

"Yamahiku!" teriak Xu Shu memanggil namaku.

"Ja-jangan... mendekat..."

"Tapi-"

"Aku baik-baik saja... Uhuk!" darah kembali keluar dari mulutku. Kenapa? Kenapa tiba-tiba aku menjadi lemah seperti ini?

"Yamahiku, lebih baik kau istirahat saja terlebih dahulu" kata Tuan Liu Bei padaku.

"Tidak apa-apa, Tuan Liu Bei... aku baik-baik sa- Uhuk!"

"Jangan paksakan dirimu" kata Tuan Guan Yu.

"ukh... baik..."

Lalu, Tuan Guan Yu dan Tuan Zhang Fei sedang melawan Cao Ren bersama Xu Shu dan Tuan Liu Bei. Aku hanya bisa memperhatikan mereka saja.

"Aku tidak yakin bisa menang karena aku hanya sendiri dan kalian berempat. Kalau begitu aku pergi dulu" Cao Ren bersiul dan kuda pun datang. Ia menaiki kuda itu dan keluar dari sini.

"Kita juga harus keluar dari sini dan bertemu dengan Tuan Zhuge Liang. Ayo" kata Xu Shu yang berjalan mencari pintu keluar. Aku pun bangkit dan berjalan mengikutinya, meninggalkan tombak yang sedari tadi kubawa. Setelah cukup lama kami menemukan pintu keluar, kami berjalan menuju ke sebuah jembatan dan menyebranginya. Tiba-tiba, seorang wanita menghalangi jalan kami.

"Berhenti sampai disitu! Aku tidak akan membiarkan kalian pergi lebih jauh lagi!" kata Wanita itu.

"Ah, sepertinya kau adalah istrinya Zhuge Liang. Perkenalkan, namaku Xu Shu. Aku temannya Zhuge Liang. Bolehkah aku bertemu dengannya?"

"Ada banyak orang yang berpura-pura menjadi temannya suamiku. Jadi jika kau bisa mengalahkanku, aku akan membiarkanmu lewat"

"...Biar aku yang melawannya" kataku yang mengambil beberapa langkah maju.

"Tapi, kau kan masih-"

"Aku baik-baik saja. Lagipula, wanita melawan wanita itu lebih seimbang daripada pria melawan wanita"

Wanita itu pun berlari ke arahku dan memukulku di wajah. Aku menghindar dan mendekatinya. Aku menonjok di bagian wajahnya, membuat wanita itu terpental. Wanita itu bangkit lagi walaupun ia terlihat kesakitan. Dia mengayunkan senjatanya dan hampir mengenai tanganku. Refleks, aku mencengkram tangan kanannya.

"Beri kami jalan atau katakan selamat tinggal pada tanganmu" aku memperkencang cengkramanku, membuat wanita itu sedikit berteriak.

"Yamahiku! Hentikan!" teriak Tuan Liu Bei yang membuatku menengok ke arahnya, lalu aku menengok ke arah wanita itu. Wanita itu tampak kesakitan. Akhirnya aku melepaskan cengkaramanku dari tangannya.

"Ahahaha... ternyata kalian kuat. Kalau begitu aku akan membiarkanmu lewat" Wanita itu berjalan ke samping agar tidak menghalangi jalan. Aku berhenti di depan wanita itu, dan membungkukkan badanku.

"Maafkan aku"

"heh? Untuk apa?"

"Karena aku hampir mematahkan tanganmu. Sekali lagi maaf"

"Ahaha... tidak apa kok. Ini baru pertama kalinya aku bertemu anak perempuan sepertimu"

"... begitu yah..."

"Iya. Sekarang, kau cepat bertemu dengan suamiku"

"...Baik" Aku berjalan mengikuti Tuan Liu Bei, Tuan Guan Yu, Tuan Zhang Fei dan Xu Shu menuju Zhuge Liang.

Sesampai di depan sebuah rumah, ada seorang pria yang membawa kipas sedang berdiri di situ. Mungkin itu yang namanya Zhuge Liang.

"Jadi kau adalah 'Si Naga Tidur'. Perkenalkan, aku-"

"Ya. Saya tahu siapa anda, Tuan Liu Bei. Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di dalam?" kata Zhuge Liang yang disetujui oleh Tuan Liu Bei. Tuan Guan Yu dan Tuan Zhang Fei ikut masuk ke dalam rumah Zhuge Liang.

"Xu Shu, Yamahiku, ayo masuk" ajak Tuan Liu Bei.

"Tidak. Aku diluar saja" kataku menolak ajakannya.

"Aku juga" kata Xu Shu.

"hem... baiklah kalau begitu" Tuan Liu Bei dan yang lain pun masuk ke dalam rumah Zhuge Liang.

Keheningan pun datang ketika aku dan Xu Shu diluar. Yang terdengar hanyalah suara angin berhembus dengan cukup kencang dan suara bergoyangnya pohon.

"...Xu Shu, terima kasih" kataku memecahkan keheningan.

"emm... untuk?"

"Karena kau sudah menolongku..."

"o-oh... emm... iya..."

Lagi-lagi hening. Sebenarnya aku tidak benci dengan keheningan karena itu dapat membuatku tidur dengan tenang. Tapi, kalau sedang bersama seseorang, aku jadi tidak bisa tidur.

"...Sebenarnya, aku berniat untuk pindah ke Wei"

"...kenapa?"

"Karena... karena Tuan Liu Bei sudah menemukan strategist yang lebih hebat dariku"

"Itu bukan alasanmu"

"Tidak. Itu alasanku"

"Bukan. Aku merasa ada satu alasan lagi mengapa kau pindah ke Wei"

"..." Xu Shu terdiam dan membalikkan badannya, berjalan menjauh dari rumah Zhuge Liang.

"...kau mau kemana?"

"Aku kan sudah bilang padamu. Aku akan ke Wei"

Kupikir dia hanya bercanda, ternyata dia sungguh-sungguh ingin pergi. Derap langkah Xu Shu lama kelaman tidak terdengar lagi, ia sudah pergi.

"..." Aku mengepalkan tanganku. Kenapa tiba-tiba dadaku terasa begitu sakit ketika Xu Shu pergi meninggalkan Shu dan pergi ke Wei? Aku tidak mengerti...

"Loh? Kamu diluar?" tanya seseorang yang membuatku menengok ke arah sumber suara. Ternyata itu istrinya Zhuge Liang.

"Iya, aku tidak begitu suka didalam rumah"

"Begitu yah. Ah, ngomong-ngomong, aku Yue Ying. Salam kenal" kata Nona Yue Ying yang menjulurkan tangannya untuk bersalaman denganku.

"...Yamahiku"

"Salam kenal, Yamahiku. Bagaimana kalau kita masuk? Terlalu banyak diluar saat angin berhembus kencang itu tidak bagus untuk kesehatan loh"

"...Baik" Aku dan Nona Yue Ying masuk ke dalam rumah Zhuge Liang.

Zhuge Liang sekarang adalah bagian dari Shu. Dia bilang bahwa kami boleh menginap di rumahnya untuk sementara waktu karena besok kami akan berperang lagi. Nona Yue Ying membawaku ke sebuah kamar kosong yang akan menjadi kamar tidurku untuk sementara waktu.

Apakah di perang selanjutnya, aku bisa bertemu dengan Xu Shu?

...Kuharap iya.

Yo Yo, minna! ^ ^

Narator: tumben apdet cepet...

Erena: mungkin kepala Evil habis terpentok sesuatu...

Evil: Hei! Enak aja! Evil gak kepentok apa-apa kok!

Erena: hontou ni?

Evil: yeah!

Narator: mungkin dia kesetrum...

Evil: SHUT UP YOU TWO! Ah, by the way, terima kasih sudah mau membaca fic gaje ini! Jangan lupa reviewnya, minna! Sayonara! \~w~/