"wah…rumahmu lebih besar dari rumahku." Puji yuki menerawang kesegala arah sambil berjalan dalam rumah jumin
"saya sudah menyiapkan semuanya, tuan han." Jelas seorang pelayan kepada jumin
Jumin pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Sambil berjalan yuki menoleh ke kiri ke kanan melihat pintu-pintu tertutup rapat, ia juga melihat banyak lukisan-lukisan serta foto-foto terpasang di sepanjang lorong lantai 2, ada banyak jendela di sepanjang lorong dengan hembusan angina sepoi-sepoi membelai gorden.
"CKLIK."
"ayo masuk." Ajak jumin membuka pintu kamarnya
Ketika yuki menginjakkan kakinya di dalam kamar terlihatlah kamar yang begitu luas serta megah, ada beberapa lukisan dari pelukis terkenal di dalamnya dengan satu lukisan jumin di atas ranjangnya. Disana juga terdapat lemari menjulang tinggi serta panjang mengisi salah satu dinding ruangan dengan sebuah meja rias berada jauh di depan ranjang, beberapa meter dari kiri ranjangnya jumin, yuki melihat balkon, yuki segera berlari menuju balkon itu, ia pun memandang takjub ketika berada di balkon, ia melihat beragam jenis bunga di bawahnya menghiasi pemandangan balkon tersebut seperti lautan bunga.
"kebun yang sangat indah. Begitu luas." Yuki kagum
"mamaku dan aku sangat menyukai bunga." Jumin berada di belakang yuki
"lalu dimana mamamu sekarang?" yuki penasaran
"dia berada di luar negeri bersama suaminya." Jelas jumin
"bercerai maksudmu? Kenapa?"
"apa gunanya aku bercerita denganmu?"
Bukankah kau mengatakan kalau aku partner kerjamu? Jadi tidak masalah kalau kita saling bertukar pikiran hehehe."
DEGH
Raut wajah jumin mendadak berubah, sedikit kemerahan akibat senyuman yuki barusan
"aku mau mandi dulu, setelah aku selesai, kau mandilah. Pakaianmu sudah ada di lemari." Jumin berjalan meninggalkan balkon
"indah sekali." Yuki asyik menikmati pemandangan kebun bunga
Puas memandangi kebun bunga, yuki berjalan mengarah ke lemari pakaian. Ia melihat lemari yang baru-baru ini muncul di TV di depan matanya, lemari dari perancang furniture tekenal dunia.
"wahh…dia menghabiskan banyak uang untuk ini." Yuki meraba pintu lemari tersebut
"ukirannya halus sekali." Puji yuki
"baiklah aku harus siap-siap untuk mandi."yuki berniat mengambil pakaian
Namun, sayangnya ia tidak bisa membuka pintu lemari pakaian itu, ia menarik kuat pegangan kedua pintu lemari, tetapi tidak bisa juga.
"Ughhh!" yuki menarik sekuat tenaga pintu lemari
"ugggghhh! Kenapa tidak mau juga!"
"kau bisa merusaknya kalau seperti itu." Jumin muncul dari belakang
"kyaaaaaa!" yuki kaget "ke kenapa tiba-tiba muncul dari belakang?!"
"aku mendengar suara berisikmu." Jawab jumin datar
ZRAKKK
Dengan entengnya jumin membuka kedua pintu lemari dengan menggeser kedua pintu ke arah kanan dan kiri pada masing-masing pintu.
DOENG
"hanya digeser?" yuki bengong
"merepotkan saja." Jumin kembali ke kamar mandi dengan handuk melilit di pinggulnya
DEGH DEGH DEGH
"Kyaaaaa…..tubuhnya bagus sekali." Yuki berguling-guling di lantai ketika jumin kembali ke kamar mandi
DUAGH
"auww…!" teriak yuki reflex
"anak itu! Selalu membuat keributan saja." Jumin berendam di dalam bak berisi air susu
"auww! Sakit…!" yuki mengelus dahinya yang terbentur lemari
Kemudian dia dikejutkan oleh sejumlah besar pakaian di dalam lemari.
"banyak sekali?!" yuki berjalan mundur melihati lemari dari ujung ke ujung
SRAK SRAK SRAKK
"dimana pakaianku?" yuki mencari-cari pakaiannya
SRAK SRAK SRAK
"tidak ada? Tidak ada satupun. Aaaaaaa…..!" teriak yuki
"han jumin!" yuki kesal
"secepat kilat yuki berlari ke kamar mandi, saat dia memasuki kamar mandi barulah dia sadar kalau jumin sendan mandi.
"ma..maaf." wajah yuki memerah " aku akan keluar."
"berhenti disitu!" perintah jumin dari dalam bak
"kenapa kau berteriak-terial dari tadi? Kau merusak ketentraman rumah ini."
"ha? Merusak ketentraman? Kau yang merusak ketentraman."
"jangan memutar balikkan fakta."
"memutar balikkan fakta katamu? Papa mengatakan kalau dia sudah mengirim semua pakaianku kesini, tapi aku tidak menemukan satupun di lemari mahalmu itu."
"aku menyuruh para pelayan membuangnya. Kau sudah lihatkan pakaian-pakaian yang sudah ku beli untukmu?"
"jangan sok tahu ukuran pakaianku."
"ukuran pakaianmu itu mudah ditebak. Keluarlah.. kau mengganggu konsentrasiku berendam."
"pria ini? Pria ini mengusirku? Lihat saja kau, ku pastikan kau akan mendapatkan 1 pukulan dariku han jumin." benak yuki
TAP TAP TAP TAP
Yuki segera meninggalkan kamar mandi dan jumin hanya melirik yuki.
….. 30 MENIT KEMUDIAN…..
Jumin keluar dari kamar mandi, sekarang giliran yuiki memasuki kamar mandi. Disaat jumin memandang lemari pakaian, jumin berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil pakaian dalam beserta sebuah gaun merah, lalu dibawanya masuk ke dalam kamar mandi.
"kyaaaaaaaa!" teriak yuki reflex menutupi dadanya "apa yang kau lakukan disini?!"
"pakai ini." Jumin meletakkan pakaian dalam beserta gaun merah di atas tempat baju
"pakaian ini tidak cocok dipakai untuk saat ini." Jumin mengambil pakaian seta pakaian dalam pilhan yuki kemudian berjalan keluar kamar mandi
DOENG
"…." Yuki mati kutu
Setelah 20 menitan akhirnya yuki keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun pilihan jumin. ternyata di kamarnya sudah menunggu beberaoa pelayan, pelayan-pelayan itu meminta yuki duduk di depan meja rias.
"mereka mau apa ya?" pikir yuki dari depan kaca
"t..tunggu!" yuki reflex berdiri " aku bisa mengeringkan rambutku sendiri."
"maaf nyonya han, tapi ini perintah langsung dari tuan han."
"tapi aku bukan anak kecil lagi."
"maafkan kami nyonya. Kami harus melakukannya. Bisakah anda kembali duduk?"\
"baiklah.."
Yuki kembali duduk dan para pelayan mulai mengeringkan rambut yuki menggunakan hairdryer. Setelah rambut yuki kering para pelayan mulai menyisirnya serta memasangkan sebuah penjepit rambut merah.
"apakah ini juga atas perintah tuan han?" yuki meraba kalung berlian di lehernya
"tentu nyonya. Tuan han tadi menyerahkannya kepada kami."
"tunggu!" yuki menahan tangan salah seorang pelayan
"kalau make up..biar aku saja."
"tapi nyonya?"
"kalau dia bertanya aku akan mengatakan kalian yang melakukannya."
"baiklah nyonya."
Kemudian yuki mengambil bedak dan sebuah lipstick dari lemari hiasnya, ia memilih warna merah menyala untuk lipstiknya dan memakainya. Selesai make up, seorang pelayan meminta yuki mengikutinya. Ia membawa yuki berjalan keluar dari lantai 2.
"banyak sekali ruangan di rumah ini. Di lantai 2 juga begitu, tapi pintunya tertutup rapat semua"
"oh kalau itu semuanya kamar tidur."
"kamar tidur?"
"ya nyonya. Tuan han sendiri yang mendesain rumah ini."
"pintar sekali dia. Oh ya..ibunya tuan han dimana? Aku tidak melihatnya dari tadi."
"kalau nyonya besar sudah tidak tinggal disini lagi. Di rumah ini hanya tuan han, Elizabeth 3rd serta para pelayan."
"tidak tinggal disini?"
"saya tidak seharusnya mengatakan ini, tetapi karena anda adalah istri tuan han, saya akan mengatakannya. Ibu dari tuan han bukan seorang wanita karir, dia menghabiskan hari-harinya di rumah, dia juga tidak terlalu suka bergaul, lebih penyendiri. Sedangkan ketua han sangat sibuk mengurusi peruhaan-perusahaannya sampai-sampai ia tidak punya waktu untuk nyonya besar, jadi nyonya besar merasa sangat kesepian."
"hmm..begitu ternyata. Sekarang aku paham."
"maaf jika saya lancing nyonya. Tapi, saya mohon tetaplah berada disisi tuan han walau apapun yang terjadi. Tuan han tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, dia selalu menyimpan semuanya seorang diri, anda adalah wanita kedua yang menginjakkan kaki di rumah ini, setelah nyonya besar. Saya harap anda bisa mengerti tuan han."
"apakah kau sudah lama disini?"
"saya sudah bekerja disini sejak ketua han menikah."
"huaaaa…sudah lama sekali."
"iya nyonya." Jawab pelayan "kita sudah sampai."
"disini?" tanya yuki melihat kesekelilingnya "pemandangannya indah sekali dari sini."
"tuan han sudah menunggu anda disana. Saya permisi dulu."
"terima kasih."
Kemudian yuki berjalan mengarah ke sebuah meja makan di tengah jembatan, disana sudah menunggu jumin bersama seekor kucing berbulu putih.
"benar-benar seperti kerajaan." Yuki melihat jembatan yang dijalaninya terhubung dengan sebuah bangunan besar
"itu bangunan apa ya?" tanya yuki
TAP
"maaf aku lama." Yuki berdiri di samping jumin
"…." Jumin tidak mengatakan apapun, dia hanya menoleh ke arah yuki kemudian menyibak rambut yuki hingga seluruh rambut yuki berada di belakang punggung yuki
"begini lebih indah." Puji jumin
"Ayo makan." Ajak jumin
