Annyeoooong~!

Mian author rada lama updatenya...

Kali ini bener-bener jadi chapter terakhir~!

Panjang loooh~!

Semoga ga bosen baca FF author yang abal ini

heheehehehehehehehehe

Happy Reading~!


. Sacrifice of Love .

Pairing :: Yewook, slight Kangteuk, Kyumin and Onkey *tiba-tiba muncul*

Rating :: T kali yah

Disclaimer :: Author cuma punya FF doang, sisanya terserah reader mau diapain, tapi kalo mau ngapa-ngapain Yesung lewati dulu kaki author(?).. hahahay

WARNING! :: Typos! Geje! Aneh! Sarap! GENDERSWITCH! Ga nyambung! Adegan kekerasan! de el el!


-Yesung POV-

"Yak… Bagian persenjataan yang front depan diperkuat, tambahkan dengan beberapa tameng didepannya agar tidak medapat luka yang fatal", tuturku memberi pengarahan semua prajurit bergerak dengan cepat mengikuti perintahku

Aku memandang keseluruh tempat

Istanaku bagaikan pasar ikan. Semuanya sibuk, para namja-namja membawa persenjataan kesana kemari dan para yeojya sibuk menyiapkan perbekalan untuk kami

Phew…

Aku ingin semuanya segera berakhir. Jadi, setelah aku menguasai kerajaan es, aku akan mengajak Wookie menikah,nge`lemon` bareng, punya anak dan hidup bahagia selama-lamanya, hahahahahaha

Yaah, aku bisa berpikir demikian, karena janji kyu, kalau dia ga bakal nyerang yeojya dan anak-anak

Nanti aku akan berusaha menutupi wajahku, siapa tau Wookie akan bertemu denganku. Jadi dia tidak akan mengenalku

"Hyung!", panggil seseorang dan membuatku menoleh

"Waeo kyu?", tanyaku pelan

"Hyung kenapa masih ada disini? Biar aku saja yang mengurus sisanya. Hyung istirahat aja didalam", ujar Kyuhyun yang berjalan mendekatiku

Bisa kulihat, semangat untuk membantai kerajaan es tengah berkobar dimata Kyuhyun. Aku yakin, dia benar-benar tidak sabar untuk menunggu nanti malam

"Ani… Aku masih mau disini kyu", tolakku dengan pelan

"Aniyo! Kau harus istirahat sekarang hyung", protes Kyuhyun

Kutatap kedua mata berwarna merah milik namja yang sedang berdiri dihadapanku. Ia mengeluarkan deathglare-nya agar aku mau menurut

"Kyu, kau juga pasti capek. Bagaimana kalau kita istirahat bareng?", usulku dan membuat Kyuhyun terbelalak kaget

"Mwo? Hyung gila yah! Nanti malam kita sudah mau melakukan serangan. Mana bisa aku berhenti dan beristirahat", sergah Kyuhyun

"Kalau begitu sama denganku. Aku tidak mau berhenti sekarang kecuali kau juga mau ikut berhenti", tuturku sambil tersenyum sementara Kyuhyun berdengus pelan

Aku menyuruh Kyuhyun beristirahat karena aku tahu, dari semalam ia sibuk mengurusi persiapan ini. Matanya pun terlihat lelah

"Arraso… Kuikuti keinginanmu hyung", kata Kyuhyun yang sudah menyerah dan menuruti keinginanku

Lalu kami berdua duduk di sebuah bangku ditaman, melihat semua orang hilir mudik didepan kami

"Hyung…", panggil Kyuhyun yang membuatku kaget

"Wae?", tanyaku

"Perasaan cinta itu kayak apa sih hyung?", sontak pertanyaan Kyuhyun membuatku kaget dan terlonjak hampir jatuh dari bangku yang kami duduki

"Kau sedang mencintai seorang yeojya kyu?", tanyaku yang masih belum percaya dan sedikit mencondongkan tubuhku kea rah Kyuhyun

"Ani… Aku tidak bisa mengatakannya sebuah cinta. Karena aku belum pernah mencintai orang lain", jawab Kyuhyun sambil menunduk dan aku terdiam mendengarnya

"Jadi hyung. Cinta itu kayak apa?", tanya Kyuhyun lagi

"Cinta itu yaah… Kalau menurutku sih, sesuatu yang indah dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika kau sudah mencintai yeojya itu, pasti kau akan berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya, walaupun nyawa sebagai taruhannya", tuturku panjang lebar dan diikuti oleh anggukan pelan dari Kyuhyun

"Bahkan, bisa saja kau mengkhianati sahabat dan kerajaanmu hanya karena seorang yeojya yang benar-benar kau cintai itu", tambahku sambil tersenyum dan membuat Kyuhyun tersontak kaget

"Apa maksud perkataan hyung itu?", tanyanya lagi

"Ani… Itu kan hanya anggapanku saja. Sudahlah, jangan dipikirkan", jawabku singkat, "Jadi siapakah yeojya misterius yang bisa membuat hatimu tergerak?", tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan

"Ani hyung. Aku hanya bertanya saja", jawab Kyuhyun sambil menghela napas

"Aish… Kyuhyun sudah besar yah. Sudah mengenal yang namanya cinta, hahahahahahaha", ujarku sambil memukul punggung Kyuhyun dengan pelan

"Aish… Hyung ini…", gumam Kyuhyun

"Tadi kau bilang kau tidak pernah mencintai seseorangkan? Berarti kau tidak mencintaiku dong?", godaku

"Aigoo… Hyung, kau itu namja. Aku mencintaimu hanya sekedar kau adalah hyung dan chingu-ku. Hyung punya otak dipake dikit kenapa sih. Jangan dibiarkan laba-laba bersarang didalam kepala besarmu itu", cela Kyuhyun yang membuatku langsung menjitaknya dengan keras

"Aish… Hyung yang tadi ngajak aku istirahat, tapi aku disiksa seperti ini. Uda ah! Aku mau balik lagi", gumam Kyuhyun lalu berjalan meninggalkanku yang terkekeh melihatnya

Aku kembali merenung dikursi taman ini. Sebenarnya aku bisa saja penyerangan ini

Aku bisa membayangkan jeritan pilu dari yeojyadeul dan anak-anak kecil yang melihat appa atau suaminya atau hyungnya dibantai oleh kami didepan hadapan mereka

Aish… Tak kusangka aku masih mempunyai perasaan seperti ini, padahal dulu, sebelum mengenal Wookie, aku tidak pernah segan untuk membunuh orang apalagi orang yang munafik, darah mereka terasa sangat segar, hehehehehehe

Wookie benar-benar telah mengubah hidupku, semejak bertemu dia, sikapku tidak terlalu sewenang-wenang dan Kyuhyun bilang, aku tidak sekejam dulu bahkan mulai memiliki sifat penyayang

Aish… Yesung, kenapa disaat detik-detik penyerangan ini, kau kembali kalut…

Kenapa tidak dari kemarin saja sih. Pabboya!

Aku menegakkan posisi dudukku dan mencengkram kuat kepalaku yang besar ini

"Aah… Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus menghentikan ini? Atau melanjutkannya?", pekikku didalam hati

Ya Tuhan… Yesung… Kenapa kau ragu disaat begini

Aku terdiam sejenak, lalu beranjak dari kursi itu menuju kekamarku. Untuk beberapa saat aku tidak mau diganggu seseorang dulu

Aku akan memikirkan keputusan terakhir dikamarku

Apakah aku tetap harus menyerang atau menghentikannya

-Yesung POV end-

Yesung berjalan perlaha, ia melihat seluruh orang tengah sibuk, tidak ada 1 pun yang sedang menganggur

Ia tersenyum miris ketika hampir tiba dikamarnya

Ia memegang kenop pintu, melihat kesekeliling dan masuk kedalam kamrnya untuk merenung dan mengurung diri sejenak

Sementara itu di kerajaan es

-Ryeowook POV-

Aku sedang mengaduk adonan kue yang diberikan oleh Key ahjumma. Ia berjanji akan mengajarkanku cara membuat sebuah kue yang bernama Tiramisu ini

Sebuah nama kue yang cukup asing ditelingaku, tapi biarlah, Key ahjumma berjanji akan memberitahuku artinya saat malam nanti

"Ne, ahjumma", panggilku yang melihat Key ahjumma tengah sibuk membantu Minnie unnie yang hari ini ikut pelajaran PKK

"Wae?", tanyanya pelan

"Key ahjumma ga kangen sama Onew ahjusshi?", tanyaku

Key ahjumma tertawa pelan, "Tentu saja kangen. Wae Putri Wookie?", tanyanya lagi

"Ahjumma kapan terakhir kali bertemu dengannya?", tanyaku lagi sembari memasukkan adonan kue itu ke dalam cetakan

"Hmm… Tadi pagi, saat sarapan, hari ini dia akan melatih pedang kepada calon prajurit baru", jawab Key ahjumma

"Kenapa sih Wookie? Kau kangen dengan namjachingu-mu itu yah?", tanya Minnie unnie

Pertanyaan Minnie unnie membuat wajahku menjadi memerah dan memanas

"Aih… Putri Wookie… Cinta mati rupanya", goda Key ahjusshi

"Hmph… ahjumma juga, baru tadi pagi bertemu sudah kangen lagi sama Onew ahjusshi. Aku terakhir ketemu dengannyakan tadi malam", protesku sambil mengembungkan pipiku dan diikuti tawa dari Key ahjumma dan Minnie unnie

"Arraso Putri Wookie, itu yang namanya benar-benar cinta, bukan main-main… Kalau yang cuma main-main sih, paling seminggu juga uda ga ada perasaan lagi", tutur Key ahjumma sambil memasukkan adonan yang tadi telah kupersiapkan, "Apalagi Onew bakal jadi sering pulang malam gara-gara melatih prajurit. Aih… Aku bisa kangen setengah mati padanya", gumam Key ahjumma

Aku dan Minnie unnie tertawa melihat ahjumma kami yang konyol dan cinta mati sama Onew ahjusshi. Diam-diam aku melirik kearah Minnie unnie

"Unnie…", panggilku

"Wae?", tanyanya sambil tersenyum

"Unnie memangnya mengerti pembicaraan kami? Unnie-kan ga punya namjachingu", godaku dan aku bisa memastikan kalau wajah Minnie unnie memerah

"Nae… Tentu saja aku paham pabbo", jawab unnie

"Jinjja? Berarti unnie sedang kangen dengan seseorang dong?", tanyaku yang kaget begitu pula Key ahjumma

Sungmin unnie terdiam dan menunduk

"Unnie, cerita dong unnie… Jangan disimpan-simpan sendiri", bujukku

"Nae putri…", tambah Key ahjumma

"Nae… Aku merindukan seseorang…", jawab Sungmin unnie sementara aku dan Key ahjumma tersenyum lebar mendengarnya

"Siapa?", tanya Key ahjumma

"Seorang namjalah pokoknya", jawab Sungmin unnie singkat

"Nae… Siapa unnie? Beritahu kami", bujukku lagi

Sungmin unnie mengalihkan pandangannya kepadaku dan Key ahjumma yang daritadi mengintrogasinya sambil nyengir-nyengir

"Pokoknya seseoranglah,kalian ga mungkin mengenalnya", jawab unnie pelan dan melanjutkan mengaduk adonannya

Aku menepuk tanganku

"Jangan-jangan teman Yesung oppa itu yah?", tanyaku dan bisa kulihat tubuh Sungmin unnie sedikit terlonjak ketika mendengar pertanyaanku

"A… Ani…", sergahnya namun wajahnya memerah

"Aish… Ternyata kalian berdua memiliki tipe idaman pria yang sama yah", ujar Key ahjumma

"Sudah-sudah. Jangan dibahas lagi! Ayo lanjutkan kegiatan masak memasaknya!", gerutu unnie yang kelihatannya sudah tidak tahan diintrogasi terus menerus oleh kami

Aku dan Key ahjumma hanya tertawa saja

Aku duduk disebuah kursi yang ada didapur tempat aku memasak ini. Aku melihat Key ahjumma tengah membantu Sungmin unnie membuat kue

Aku berpikir sejenak tentang kemarin malam, kejadian yang sangat mengejutkanku

Ya! Saat Yesung oppa menangis, lalu ia mendekapku dengan erat, dan ia telah…. Hyaaa! Wajahku memanas jika mengingat kemarin malam

Aku tersenyum mengingat tadi malam, heheheehehheehehe

-Ryeowook POV end-

Ryeowook terus melamun sembari memperhatikan Sungmin dan Key ahjumma memasukkan adona kue milik Sungmin

Mereka berdua mengahmpiri Ryeowook yang dari tadi duduk sambil menunggu kue miliknya matang

"Ahjumma, kau berjanji akan memberitahuku arti dari nama kue itu kan?", tanya Ryeowook

"Nae… Jika berhasil sih. Berdoa saja semoga berhasil", jawab Key ahjumma yang menuangkan secangkir teh dan memberikannya kepadaku

Ting!

Bunyi oven itu membuat Ryeowook segera beranjak dari kursinya untuk mengangkat kue yang dipanggangnya

Asap hitam mengepul dari dalam oven, membuat Key ahjumma dan Sungmin menjadi kaget

"Putri Wookie, gwaenchana?", tanya Key ahjumma yang langsung menarik Ryeowook dari kumpulan asap hitam itu

"Uhuk… uhuk… Gwaenchanayo ahjumma… Uhuk… uhuk…", jawab Ryeowook yang terbatuk-batuk karena menghisap asap itu

Sementara Sungmin telah membuka jendela yang ada didapur itu, selebar mungkin, agar ada pergantian udara

"Aish… Putri pasti terlalu besar menghidupkan apinya, sampai gosong gini", tutur Key ahjumma yang mengeluarkan seonggok benda hitam dari dalam oven

Ryeowook kaget melihatnya, ini pertama kalinya ia gagal membuat kue

"Kok bisa begini ahjumma?", tanya Ryeowook tidak percaya melihat kuenya yang gagal

"Kau pasti melamun ketika menyetel apinya. Ckckckckckckck", tutur Sungmin dan diikuti oleh tawa kecil dari Key ahjumma

"Putri bikinnya pakai perasaan dong… Sambil memikirkan dia boleh. Tapi konsentrasi juga ga boleh buyar", ujar Key ahjumma lalu menyingkirkan kue yang dibuat oleh Ryeowook

"Ahjumma beritahu aku arti dari kue ini saja. Siapa tau setelah mengetahui artinya, aku bisa membuatnya lebih baik lagi", usul Ryeowook

"Aah… Aku juga mau tau artinya ahjumma", tambah Sungmin yang ternyata penasaran juga

Key ahjumma menggaruk-garuk kepalanya pelan lalu tersenyum

"Arraso..,. Aku akan memberitahu kalian berdua", ujar Key ahjumma dan senyuman mengembang di kedua wajah putri itu

Key ahjumma membisikkan arti dari nama kue itu ke Ryeowook dan Sungmin. Sungmin menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang kaget setelah mendengar arti nama kue itu, wajahnya menjadi merah

Begitu pula dengan Ryeowook, wajahnya pun bersemu merah, ia menjadi semangat dan tidak sabar untuk membuat kue tiramisu terbaik dan tentu saja akan diberikannya kepada Yesung malam ini


Sementara itu dikerajaan vampir

"Hyung. Aku masuk yah", panggil seseorang

"Nae kyu. Masuklah", jawab Yesung dari dalam kamarnya

"Hyung sedang apa?", tanyanya sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar Yesung yang besar

"Sedang berpikir keras tentang peperangan yang akan terjadi beberapa jam lagi", jawab Yesung singkat

"Apa yang hyung pikirkan?", tanya Kyuhyun, "Yeojyachingu hyung lagi?", tambahnya dan membuat tubuh Yesung menjadi tegang

"Nae…", jawab Yesung pelan

"Aish… Hyung, sudahku katakan jangan mencemaskannya", tutur Kyuhyun

"Tapi, kalau kebetulan dia ada disana gimana?", tanya Yesung

Kyuhyun terdiam, ia menatap Yesung dengan sorotan mata yang dingin

Kyuhyun menghela napas,"Hyung, kan nanti para yeojya dan anak-anak akan ditahan saja", tuturnya

"Tapi kalau dia keburu disiksa gimana? Terus dia bakal di `ini` dan `itu` oleh prajurit? AAARRGGHH!", pekik Yesung yang frustasi

"Hyung… Nanti akan kukatakan pada para prajurit untuk tidak menyiksa ataupun menyentuh setiap yeojya yang mereka tangkap. Nanti hyung tinggal liat, kalau-kalau ada yeojya hyung disitu", ujar Kyuhyun dan membuat Yesung sedikit tenang

Kyuhyun mengernyitkan dahinya, "Hyung, kekhawatiranmu ini, seolah-olah menunjukkan kalau yeojya-mu itu pasti saat ini berada di kerajaan es", katanya

"A… Ani…. Hanya perasaanmu saja, kyu", ujar Yesung. Kyuhyun memang memiliki perasaan yang tajam, tak jarang tebakkannya selalu benar

"Beneran hyung?", tanya Kyuhyun

"Nae… Sudahlah", jawab Yesung singkat

Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu kamar Yesung

"Masuklah", perintah Yesung dan muncullah seorang jendral muda dan segera berlutut dihadapan Yesung

"Yang Mulia, persiapan telah selesai dilakukan, kami hanya tinggal menunggu perintah dari Yang Mulia untuk berangkat kesana", tutur Jendral muda itu

Yesung terdiam mendengarnya, keringat dingin mulai bercucuran

Ia menatap Kyuhyun sementara Kyuhyun membalas tatapannya dengan tajam sambil tersenyum menyeringai dan menaikkan bahunya perlahan seolah-olah berkata,`sekarang-keputusan-ada-ditanganmu-hyung-jangan-membuatku-menunggu-lagi`

Yesung menunduk kebawah dan menarik napas dalam-dalam, ini saatnya ia memberitahukan keputusan akhirnya

"AYO KITA BERANGKAT SEKARANG", ujar Yesung dan diikuti senyuman menyeringai sebagai tanda sebuah kepuasan dari Kyuhyun maupun jendral itu


Kini matahari mulai terbenam diufuk sana. Bunyi lonceng jam besar yang ada pada menara pusat kota kerajaan es, berbunyi dengan nyaring dan menunjukkan telah pukul 4 sore

Saat ini, Ryeowook berada dikamarnya

Ryeowook tersenyum melihat sebuah kotak yang tebungkus dengan lucu beserta pitanya berada diatas meja

Ia tidak sabar ingin memberikannya kepada sang namja tercinta, Yesung

"Aigooo… Oppa… Semoga kau menyukai kueku ini, aku sudah menuliskan arti dari nama kue ini didalam kotak… Kekekeekekekekeke", gumam Ryeowook

Tiba-tiba Jungsoo dan Kangin muncul

"Chagi…", panggil Jungsoo pelan

Ryeowook membalikkan badannya, "Appa? Umma? Wae?", tanyanya

"Ani… Umma tiba-tiba ingin menghabiskan sore ini dengan Wookie dan Appa, tidak boleh?", tanya Jungsoo sambil tersenyum

"Nae, kita sudah lama tidak kumpul bareng", tutur Kangin

"Ani appa, umma. Tidak masalah kok", uar Ryeowook lalu merangkul tangan kedua orang tuanya

Mereka bertiga duduk-duduk diberanda yang ada dikamar Ryeowook

"Ne, Wookie", panggil Kangin

"Wae appa?", tanya Ryeowook

"Bagaimana dengan namjachingu-mu itu?", tanya Kangin dan membuat wajah Ryeowook menjadi memerah dan memanas

Jungsoo heran yang melihat galagat putri-nya yang menjadi aneh itu, "Kalian sudah sampai tahap mana?", tanyanya dan membuat Kangin terkejut dan wajah Ryeowook menjadi semakin memerah

"CHAGI! JANGAN BILANG KAU SUDAH SAMPAI TAHAP `INI` DAN `ITU` BERSAMA NAMJA ITU?", pekik Kangin yang kaget, maklum kekhawatiran seorang appa yang belum mau melepaskan putrinya kepada orang lain

Ryeowook menunduk ketakutan dan malu , sementara si pemberi pertanyaan alias Jungsoo hanya terkekeh melihatnya

"Aih… Aih… Jangan-jangan tebakan umma benar yah? Kok ga dijawab sih?", tanya Jungsoo sambil tersenyum

"Jangan takut appa tidak akan memarahimu", tambah Kangin yang agak tenang

Ryeowook terdiam dan berpikir, "Kami baru sampai tahap `ini` appa, belum sampai tahap `itu`", jawab Ryeowook pelan

Tiba-tiba seperti muncul gunung api yang siap meletus dikepala Kangin, dia tidak menyangka kalau putrinya sudah sampai tahap `ini`

*reader ngertikan maksud tahap `ini` dan `itu`?*

Ryeowook bersembunyi dibalik Jungsoo

"Sudahlah chagi… Jangan kau marahkan Wookie, dia tidak bersalah, namanya juga cinta. Kita juga melakukannya diwaktu yang sama", tutur Jungsoo yang membuka kartu rahasia antara dirinya dan Kangin sementara wajah Kangin menjadi merah

"Aaah… Jungsoo… Jangan buka rahasia didepan Wookie dong", tutur Kangin yang malu sementara Ryeowook dan Jungsoo hanya tertawa kecil

Kangin berdeham pelan, "Ya sudahlah Wookie, tapi janji yah… Kau akan segera membawa namja itu secepatnya", tutur Kangin

"Arraso appa", jawab Ryeowook pelan

"Tapi kau tidak diapa-apakannya kan?", tanya Kangin

"Aish… Kangin, berhentilah menanyainya…", protes Jungsoo

"Aah… Arraso… Arraso chagi….", ujar Kangin yang takut jika Jungsoo marah

Ryeowook tersenyum melihat appa dan umma-nya yang tengah berkumpul bersamanya sekarang. Ia tidak ingin moment ini berakhir

"Saranghae umma, appa…", gumam Ryeowook sambil memeluk kedua orang tuanya

"Saranghae chagi", jawab Jungsoo dan Kangin besamaan lalu membalas pelukan dari Ryeowook


Dipedalaman hutan es

"Baiklah semuanya, kita akan memulai penyerangan malam ini. Jangan ada seorangpun yang bergerak tanpa aba-aba dariku!", pekik Yesung kepada seluruh prajurit yang dibawanya

Kira-kira ada sekitar 2000 prajurit yang dibawanya

"Kalian jangan bertindak gegabah! Kerajaan Es memiliki pertahanan yang kuat! Para prajurit mereka selalu memperketat penjagaan terutama disekitar istana", tambah Yesung lagi

"Dan jika kalian sudah mengamankan para yeojya dan anak-anak, jangan pernah kalian menindas atau menyentuh mereka! Arraso?", pekik Kyuhyun

"ARRASOO!", jawab seluruh prajurit

"Tapi, kalian bebas untuk meminum darah para penduduk itu! Tapi kalian hanya boleh menghisap namja saja! Ingat! NAMJA SAJA", ujar Yesung

"Sekarang pergi keposisi kalian masing-masing! Tunggu aba-aba dariku!", tambah Yesung

Dan dalam sekejap, seluruh prajurit yang ada disitu, berteleport keposisi masing-masing

Setiap kelompok penyerang terdapat seorang jendral dan 100 prajurit, sehingga terdapat 20 kelompok yang telah siap pada posisi masing-masing dan menunggu aba-aba

Yesung dan Kyuhyun berada dikelompok penyerang yang ada disebelah barat, kenapa mereka disebelah barat? Karena Yesung tidak ingin menyerang didekat istana yang ada disebelah timur. Setidaknya ini akan meminimalisir presentase pertemuannya dengan Ryeowook

Hari sudah mulai senja, langit sudah tampak oranye dan matahari siap berganti shift dengan rembulan

Yesung tengah menunggu saat yang tepat untuk menyerang, sekitar pukul 10 malam barangkali, Aish… pokoknya dia sedang menunggu

"Hyung…", panggil Kyuhyun dan membuat Yesung mendongakkan wajahnya

"Peralatamu semuanya sudah siap?", tanya Kyuhyun

"Nae, aku sudah membawa pedang dan beberapa belati yang kuikatkan dipinggang", jawab Yesung sambil menunjukkan sebuah pedang yang panjang dan berwarna transparan. Salah satu pedang kebanggaan dan kesayangan Yesung, "kalau kau kyu?", tanya Yesung lagi

"Nae, aku bawa beberapa belati dan tongkatku tentunya", jawab Kyuhyun dan memperlihatkan sebuah tongkat panjang berwarna merah. Ya! Kyuhyun adalah seorang ahli tongkat, bukan ahli pedang seperti Yesung

"Hyung masih khawatir dengan yeojyachingu hyung?", tanya Kyuhyun dan Yesung hanya mengangguk sambil menghela napas panjang

"Ne, semuanya akan baik-baik saja hyung. Percayalah",tutur Kyuhyun

Yesung hanya tersenyum miris mendengar perkataan Kyuhyun dan kembali merenung sebentar


Tak terasa waktu terus bergulir

Semua penduduk di kerajaan es, sekarang tengah sibuk menyantap makan malam hangat mereka didalam rumah bersama masing-masing keluarga

Tidak menyadari kalau inilah saat terakhir mereka dapat berkumpul bersama

Begitu pula dengan Ryeowook, dia sedang tidak sabar menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kue yang dibuatnya untuk Yesung

-Ryeowook POV-

Aish… Sekarang sudah pukul 8 malam

Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan oppa!

Tapi, kali ini aku akan datang sedikit terlambat, jadi dia akan menungguku seperti aku menunggunya kemarin

Biar tahu rasa! Siapa suruh tidak datang-datang dan membuatku menunggu

Aku yakin oppa pasti akan marah, tapi pasti hatinya akan luluh ketika membaca surat kecil yang berisikan arti dari kue Tiramisu yang kubuat ini, kekekekekekekekeke

Lalu aku berbaring diranjangku

Hmm… Jam berapa aku harus datang yah?

Biasanya aku datang jam 10 malam, mungkin jam 11 atau 12 saja! Tapi, bisa-bisa oppa malah pulang

Ne! Aku akan datang jam setengah 12 saja lebih adil, hehehehehehehehe

Aaah… Aku tidak sabar menunggu pukul setengah 12 nanti

Tak lama setelah itu, akhirnya aku memutuskan untuk terlelap sebentar menghemat energiku

-Ryeowook POV end-

.

-Yesung POV-

"Kyu, pukul berapa sekarang?", tanyaku yang tengah memerhatikan tembok pembatas antara hutan es dan kota kerajaan es dibalik semak belukar yang rimbun

Kyuhyun mengeluarkan sebuah jam dari akunya, sebuah jam antic

"2 menit lagi pukul 10 malam hyung", jawabnya pelan

"Beritahukan mereka kalau tepat pukul 10 kita akan menyerang!", gumamku pelan dan dengan cepat Kyuhyun menyuruh beberapa prajurit untuk teleport ke kelompok yang lain, memberitukan keputusanku

"10 detik lagi hyung…", tutur Kyuhyun yang terus memandangi jam yang dipegangnya

"…9…"

"…8…"

"…7…"

"…6…"

"…5…", saat Kyuhyun mengucapkan 5, aku menelan ludahku. Inilah saat-saat terakhir, apabila aku ingin mengubah keputusan

"…4…"

"…3…"

"…2…", yak! Inilah saatnya…

"…1", "SERAAAAAAAAAANG!", pekikku sambil mengacungkan pedang panjangku ketika Kyuhyun menyebutkan 1

Seluruh prajuritku melompat dari tempat persembunyian dan langsung menerobos pintu gerbang yang ada pada tembok penghalang itu

Selama penyerangan ini, Kyuhyun terus berada didekatku. Setidaknya ia selalu berusaha melindungiku dari serangan penduduk yang menggunakan cangkul atau arit atau obor atau apalah itu yang ada disekitar mereka untuk menghalau kami

Aku menebas kepala para namja-namja itu! Tidak peduli tua maupun muda asalkan dia namja dan bertemu denganku, aku pasti akan terus melibasnya

Cipratan darah terus mengenai wajahku, sesekali aku menjilat darah yang ada pada ujung-ujung bibirku

Hmm… Segar! Benar-benar segar! Inilah darah terenak yang pernah kucicipi, Darah dari manusia-manusia yang ketakutan dan penuh dengan hasrat kemunafikkan

Kulihat banyak para yeojya yang menjerit histeris ketika melihat suaminya dipenggal kepalanya oleh kami

Hahahahahahahha… Harusnya kurekam peristiwa ini, dan nanti akan kutunjukkan ke anak dan cucuku

Kulihat Kyuhyun tengah bersenang-senang dengan tongkatnya, ia telah banyak mematahkan leher para namja itu dengan tongkatnya. Bajunya yang putih, kini telah bersimbah darah tak lupa ia terus menerus membantai orang-orang itu dengan evil smile-nya

Tiba-tiba ada sekitar 10 namja yang mengepungku, bisa kulihat dari tatapan mereka kalau mereka itu baru saja bangun, kaget dan ketakutan

Hmm… Pasti darah mereka sangat enak dan gurih, karena membayangkannya aku jadi menjilat bibirku sendiri

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAMI!", pekik namja A *mian, lebih gampang begini*

"KENAPA KAU SERANG KAMI!", teriak namja B

Aku tidak menghiraukan perkataan mereka, yang ada dipikiranku sekarang adalah hancurkan. Hancurkan semua yang menghalauku

Tiba-tiba 3 namja dari ke-10 namja tadi, menyerangku

Mereka menyerangku dari arah samping dan belakang menggunakan cangkul dan garpu pengaruk jerami

Namun, kuakui saja, aku sudah biasa berlatih pedang, kalau hanya dikeroyok segini sih, gampang, hahahahahahha

Saat namjadeul itu sudah berlari kearahku sambil mengacungkan senjatanya masing-masing, dengan cepat aku menunduk menyengkang kaki namja yang akan menyerangku dari belakang

Karena hal ini, namja itu terjatuh, tak lupa aku telah mengunuskan pedangku keatas, sehingga pedangku langsung menembus tubuh namja itu

Aku tersenyum dan dapat merasakan hangatnya darah namja itu yang mengucur melalui pedangku dan ketika pedangku menembus daging namja itu

Aish! Hampir lupa, 2 namja yang menyerangku dari samping itu, karena aku menunduk, mereka jadi tidak bisa menghentikan gerakan berlari mereka yang sangat cepat, sehingga senjata yang dibawa mereka saling menembus 1 tubuh sama lain

Bisa dikatakan, saat ini aku tengah mandi darah. Aah… Sungguh nikmat, sesekali aku kembali menjilat darah yang ada ditangan, ujung bibir dan pedangku

Sekarang pedangku terlihat merah karena puluhan orang, ah tidak, mungkin ratusan orang yang telah kubantai dari tadi, tidak berwarna transparan

Masih ada beberapa namja lagi, mereka hendak menyerangku dengan dari 1 arah, namun mereka melupakan keistimewaan penduduk vampir. Ya! Bisa teleport dengan cepat

Sehingga dengan cepat aku melewati namja-namja yang berlari secara bergerombol kearahku menggunaka teleport

Ketika aku sudah melewati gerombolan itu, aku langsung tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka yang terdiam tiba-tiba

Crooot!

Saat aku meninggalkan mereka, tubuh mereka langsung terbelah-belah menjadi potongan-potongan kasar dan darah mereka muncrat kesegala arah, membuat sebuah genangan darah yang besar

Aku tertawa keras

Ya! Tertawa!

KEMENANGAN ADA DITANGAN KERAJAAN VAMPIR!

-Yesung POV end-


Sementara itu, keadaan istana pun tidak kalah ricuh

Para prajurit vampir, tengah menguasai taman istana, mereka semua hendak membantai prajurit kerajaan es

Ada yang membelahnya, memenggalnya bahkan menggigit leher prajurit kerajaan es dan menghisap darahnya

Prajurit es pun tak kalah sigap. Mereka melanjarkan serangan dari berbagai arah, baik menggunakan panah, pedang, tombak bahkan ada yang menyerang sambil menaiki kuda

Dan peristiwa ricuh ini, sama sekali tidak membuat sang putri terbangun dari tidurnya

-Ryeowook POV-

"Wookie! Bangun! Ayo bangun!", panggil umma yang membangunkanku

"Waeyo umma?", tanyaku yang setengah tertidur, padahal masih pukul 10 malam, aku masih ingin berlayar kealam mimpiku beberapa menit lagi

"Kerajaan Vampir menyerang kita secara brutal!", ujar umma dan membuatku langsung membuka mataku lebar-lebar

"MWO! APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG UMMA? MANA APPA?", pekikku yang keget mendengar berita seperti ini

"Kita lari dulu ke menara puncak! Appa akan segera menyusul. Jangan khawatir", tambahnya

"Arra umma", jawabku

Sebelum berlari meninggalkan kamarku, aku masih sempat untuk mengambil kotak kue yang akan kuserahkan kepada Yesung oppa

Ya! Aku tidak akan membiarkan kue ini hancur!

Aku berlari bersama umma menyusuri koridor dan saat diperjalanan aku bertemu dengan Sungmin unnie yang terlihat menangis

"Unnie! Waeyo?", tanyaku dengan panik melihat unnie-ku tengah menangis tersedu-sedu

"Ta… Tadi… Aku berlari bersama Key ahjumma dan Onew ahjusshi… Ta… Tapi mereka malah menyuruhku untuk bersembunyi dibalik semak belukar karena prajurit-prajurit itu telah berhasil memasuki istana dan hendak menyerang kami…", ujar Sungmin disela tangisannya

"Lalu kemana mereka?", tanya umma

"Hiks… Me… Mereka dihabisi didepan mataku, aku masih ingat ketika Onew ahjusshi melindungi Key ahjumma dari tebasan pedang mereka. Ketika Onew ahjusshi tubuhnya penuh dengan luka yang menganga, Key ahjumma menangis sambil memeluknya. Lalu mereka…", ujar Sungmin unnie yang tidak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya

"Semoga mereka bisa hidup tenang dialam sana", ujar umma sambil tertunduk, "ayo kita sama-sama pergi kemenara", ajak umma dengan tenang namun bisa kulihat aura kekhawatiran dan ketakutan terpancar darinya

Aku berlari sekuat tenaga bersama umma dan unnie, bisa kulihat ada kobaran api dari arah kota. Asap mengepul dimana-mana

Persetan dengan pemimpin kerajaan vampir!

-Ryeowook POV end-


Sementara itu, si pemimpin yang dikatakan persetan oleh Ryeowook tengah bersenang-senang dibagian timur kota

Menikmati pembantaian ini dengan suka cita

-Yesung POV-

Aku berlari mengelilingi kota bagian timur

Waw… Mayat-mayat penduduk maupun prajurit, bongkahan daging dan genangan darah ada dimana-mana

Aku benar-benar pabbo tidak mengabadikannya

Sepertinya penduduk dibagian timur sudah dibantai habis olehku dan prajuritku

Aku berlari kekerumunan yang ada dipinggir kota, karena yang berkerumun itu adalah prajuritku

"Wae?", tanyaku yang bingung melihat kerumunan ini

"Ada 80 orang prajurit yang tewas dari kelompok kita, Yang Mulia", tutur seorang prajurit dan membuatku terdiam

"Nanti kita kuburkan mereka secara baik-baik, karena mereka telah rela mati demi kerajaan", jawabku singkat tidak menyangka kalau prajuritku banyak yang tewas, lalu menoleh kearah gerombolan yeojya dan anak-anak yang telah dikumpulkan

Kuperhatikan satu per satu wajah mereka. Dan aku terdiam, tidak ada Wookie disitu, berarti ada kemungkinan dia masih disuatu tempat

Dengan cepat aku berlari kedaerah kota yang lain

Yak! Semuanya sama, penuh dengan mayat yang bergelimpangan disana-sini, genangan darah yang luas, bahkan prajuritku tidak segan-segan untuk memenggal seekor anjing

Hahaahahahahahhahaha, aku yakin para prajuritku sangat menikmatinya

Tunggu dulu, sepertinya ada sesuatu yang penting dan kulupakan, apa yah?

Sudahlah,nanti juga akan ingat sendiri

Lalu aku berlari kekerumunan yeojya yang ada

Tak lupa kukena topeng agar tidak dikenali oleh para penduduk es, kalau prajuritku sih, sudah tau kalau orang yang mengenakan topeng ini adalah raja mereka yang tampan, hahahahahahahaha

Kucari sesosok yeojya itu, disetiap sudut kota malah, pokoknya aku selalu menghampiri tempat dimana yeojya dan anak-anak dikumpulkan. Mereka semua menangis histeris

Namun tidak kutemukan juga yeojya itu

Tiba-tiba bulu kudukku berdiri, aku teringat sesuatu yang penting itu!

Dengan cepat aku teleport keistana, tidak peduli apapun yang terjadi

Ya! Tiba-tiba aku teringat kalau daritadi Kyuhyun yang sudah tidak berada disampingku lagi!

Ya Tuhan, jangan sampai apa yang kutakutkan dari Kyuhyun ini akan terjadi…

-Yesung POV end-

.

-Ryeowook POV-

Aku berlari bersama umma dan Sungmin unnie, kami berada dilantai 3 saat ini, bisa kulihat, banyak mayat yang bergelimpangan ditaman

Aku ingin menangis melihatnya, namun aku berusaha menahannya dan mendekap kotak kue yang kubawa dari tadi

Tiba-tiba appa muncul

"Jungsoo! Wookie! Minnie! Sebelah sini!", panggilnya dan dengan cepat kami berlari menuju dirinya

"Bagaimana Kangin?", tanya umma

"Hancur! Kerajaan kita hancur! Kita tidak ada persiapan sama sekali!", pekik appa yang berlari didepan bersama umma

"Sudahlah, yang penting kita harus selamat saat ini",gumam umma

Tiba-tiba saat kami hampir tiba dipintu masuk menara, muncul seorang namja yang berlumuran darah, baju putihnya telah berubah warna menjadi merah dan sebuah tongkat panjang yang dibawanya

Ia memandang kami sambil tersenyum menyeringai

"Akhirnya kutemukan juga keluarga kerajaan", ujar namja itu sambil menjilat ujung bibirnya perlahan dan tiba-tiba kulihat tubuh Sungmin unnie menegang

-Ryeowook POV end-

Kangin yang melihat namja itu langsung naik pitam, ia segera mengeluarkan sebilah pedang panjang dari sarungnya yang dibawa olehnya

Ryeowook, Jungsoo dan Sungmin terdiam melihat Kangin yang tengah bersiap menyerang namja itu

Ryeowook heran melihat tubuh Sungmin yang tiba-tiba menegang ketika melihat namja yang datang itu

"KALIAN SEMUA! CEPAT BERLINDUNG!", perintah Kangin

Lalu Jungsoo, Ryeowook dan Sungmin segera berlari keatas menara

Mereka berlari melalui tangga berputar yang akan berakhir disebuah ruang rahasia yang berada dipuncak menara

Ruangan itu hanya digunakan saat darurat seperti ini dan hanya terdapat sebuah jendela yang dibagian langsung mengarah kearah sungai yang terus mengalir deras

Tak lama setelah mereka berlari dan hampir tiba dipintu masuk, tiba-tiba Jungsoo behenti

"Umma! Umma kenapa? Ayo masuk!", panggil Ryeowook namun Jungsoo hanya berdiri terpaku

"UMMAAAAA!", pekik Ryeowook, matanya sudah mulai berkaca-kaca

Lalu Jungsoo datang menghampirinya dan mengecup kening Ryeowook dengan pelan

"Mianhe chagi… Umma tidak bisa meninggalkan appa-mu sendirian", ujar Jungsoo sambil menunduk dan memeluk Ryeowook dengan erat

Seakan mengerti makna dari kata-kata Jungsoo, Ryeowook langsung menjerit, "UMMA! JANGAN UMMA! JANGAN TINGGALKAN AKU!"

"Tidak bisa chagi, umma harus ketempat appa sekarang. Saranghae chagiya… Saranghae….", gumam Jungsoo sambil terisak lalu melepaskan pelukannya dari Ryeowook

"UMMAAAAAAAAAA!", teriak Ryeowook diantara tangisannya saat melihat Jungsoo beranjak menurunin tangga

Ryeowook ingin menyusulnya namun ditahan oleh Sungmin yang langsung mendorongnya masuk ruangan rahasia dan menguncinya rapat-rapat

"UNNIEE! LEPASKAN AKU! AKU MAU KETEMPAT APPA DAN UMMA!", jerit Ryeowook dan Sungmin hanya bisa menggeleng lemah

"UNNIIIIEEEEE!", teriaknya lagi namun Sungmin langsung menamparnya dengan keras

"Cukup Wookie, cukup. Aku tidak mau kehilangan orang yang kusayangi lebih dari ini. Kumohon jangan kesana…", tutur Sungmin yang mulai menangis dan kakinya mulai lemas

Ryeowook ikut jatuh terduduk da menangis bersama dengan Sungmin, melihat berbagai pertumpahan darah yang sedang terjadi di kerajaannya ini

Sementara itu, Kyuhyun dan Kangin tengah berpandangan satu sama lain

Mereka bersama-sama mempersiapkan diri untuk menyerang

-Kyuhyun POV-

Kupandang namja yang ada dihadapanku, sepertinya ia adalah raja di kerajaan ini

Hmmm… Benar-benar sasaran empuk!

"APA YANG KAU INGINKAN DARI KAMI?", tanya namja itu sambil menghunuskan pedangnya

"KAMI HANYA MENGINGINKAN KEKUASAAN DAN KEHANCURAN KERAJAAN INI! HAHAHAHAHAHAHAHAHA", jawabku sambil tertawa keras dan tak lupa menghunuskan tongkatku juga

"SUNGGUH KALIAN MANUSIA BIADAAAAB!", pekik namja itu dan langsung menyerangku dengan brutal

Namja itu terus menyerangku, aku terus menghindar

Tapi kuakui, serangan namja ini penuh perhitungan dan sulit ditebak

Salah bergerak sedikit saja, matilah aku!

Aku terus menerus menghindar, sampai akhirnya ada jarak diantara kami

Ia berlari kearahku, namun dengan sigap aku langsung berlari dengan cepat kedinding lalu melompat dan sudah berada dibelakangnya

Kupikir akan dengan mudah menyerangnya dari belakang, ternyata ia bukannya jadi cengo karena melihat aku yang sudah menghilang dari hadapannya, ia malah langsung berbalik kebelakang hendak menusukku dengan pedang tajamnya

Sungguh lawan yang tangguh, tidak seperti para penduduk kota dan para prajurit lemah yang tadi kuhadapi

Hyaa! Nyaris saja dia akan menusukku, untung dengan cepat aku menghindar kebelakang

Ini bagaikan melawan last boss kalau di game-game, aish…

Aku sedang berusaha keras untuk melukai namja bertubuh besar yang ada di…

Eh? Loh? Kok dia sudah tidak ada didepanku lagi? Kok malah jadi aku yang cengo?

Tiba-tiba ia menghunuskan pedangnya dari belakangku, rupanya ia bergerak sangat cepat, sehingga aku tidak menyadari kalau dia sudah berpindah tempat dibelakangku

"Sekarangkau harus mati nak…", tuturnya pelan dan aku hanya diam

Bisa kurasakan aura dendam muncul dari tubuhnya, namun saat ia hendak menusukku, kau segera berteleport kebelakangnya, mengeluarkan belatiku dan mengoyak kaki kanannya

"AAAAAARRRGGGHH!", erang namja itu sambil memeluk kakinya dan bergulingan dilantai

Aku tersenyum melihat namja itu tengah kesakitan, hahahahahahahahahahaha

Tiba-tiba muncul seorang yeojya yang berlari sambil menangis dan langsung memeluk erat namja yang sedang meringis itu

"HENTIKAN! KUMOHON! JANGAN SAKITI DIA!", pekik yeojya itu disela tangisannya dan aku hanya menatapnya dengan tatapan dingin

"KALAU KAU INGIN KEKUASAAN INI, AMBILLAH! TAPI JANGAN GANGGU KAMI!", pekik yeojya itu

Saat aku hendak menjawab kata-kata yeojya berambut putih itu, tiba-tiba namja yang tadi dipeluknya sudah bergerak dengan cepat dengan kaki yang terkoyak menuju kearahku sambil membawa sebuah belati

Aku kaget melihatnya yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku, ia tersenyum menyeringai

Lalu menancapkan belati itu dan mengoyak pahaku

"AAARRRGGHHH!", teriakku menahan kesakitan, pahaku terasa mati rasa, bisa kulihat kalau ada sebuah lubang yang menganga dengan lebar dipahaku

"Mati kau namja sial!", gumam namja itu dan ia langsung ambruk

Yeojya itu kembali memeluk namja itu dan menangis tersedu-sedu

Tapi mereka pabbo. Mereka tidak tahu kalau kekuatanku untuk bertahan jauh lebih kuat dari mereka, kalau hanya luka segini paling sakit saat pertama dan tidak akan terasa lagi setelah beberapa saat

Dengan cepat aku berdiri dengan menggunakan tongkat sebagai tumpuan

Mereka berdua terlihat kaget melihatku yang masih bisa berdiri, padahal kini celanaku sudah berwarna merah pekat

Aku pergi menuju kedepan tangga yang akan menggunakan teleport melewati kedua orang itu

Namun hati-hati saja, bukan berarti aku melewatinya begitu saja, saat menggunakan teleport, tentu saja aku menyerang kedua orang itu

Zraaash!

Mereka berdua langsung ambruk, darah kembali bermuncratan menebarkan bau anyir dan menarik hidungku untuk mencicipi sedikit darah dari kedua orang yang kuyakini sebagai raja dan ratu kerajaan es

Kulirik 2 onggok daging yang kini tidak bernyawa dan bersimbah darah dibelakangku, aku tersenyum menyeringai dan bergegas berlari menyusul ke-2 yeojya muda yang sepertinya pernah kulihat itu

-Kyuhyun POV end-

Sementara Kyuhyun tengah berlari untuk membantai habis semua anggota keluarga kerajaan, Yesung sekarang sedang berkeliling mencari tanda-tanda keberadaan Ryeowook

Ia melihat banyak mayat yang bergelimpangan, baik prajurit kerajaan es, maupun prajuritnya

Istana ini, sudah tidak terlihat seperti istana indah, yang dulu pernah diceritakan Ryeowook pada Yesung. Sekarang istana ini telah berubah menjadi sebuah istana yang terlihat angker dan mencekam

Ia bisa mencium bau anyir yang pekat dari genangan-genangan darah dan bau daging busuk yang menyeruak dari tubuh-tubuh mayat itu. Mungkin karena suhu udaranya yang lembab membuat bakteri pembusuk bekerja lebih cepat

Yesung terus berputar dan mencari kesana kemari, sampai akhirnya ia berhenti disebuah lukisan yang sangat besar

Ia harus mengadah terlebih dahulu jika ingin melihatnya

Sorotan mata kagum, terpancar dari mata Yesung

Ia melihat ada 3 orang yang terlukiskan dilukisan tersebut

Ada seorang yeojya berambut putih dan tersenyum bagaikan malaikat sedang duduk disebuah kursi yang berada ditengah-tengah, yang diyakini oleh Yesung adalah umma-nya Ryeowook

Disebelah kanan yeojya itu, berdiri dengan gagah seorang namja. Menggunakan pakaian kebesarannya sambil memegang sebuah tongkat sebagai lambang seorang raja. Ia tersenyum simpul disitu, walaupun ia hanya tersenyum simpul, wajahnya tetap menunjukkan ketegasan dan kebjaksanaan seorang raja, dan sekarang diyakini Yesung adalah appa-nya Ryeowook

Dan terakhir, berdirilah seorang yeojya disisi kiri. Ia tersenyum dengan sangat bahagia, membuat Yesung ikut tersenyum memandangnya. Ya! Yeojya itu adalah Ryeowook, yeojya yang kini telah memenuhi hati Yesung yang tadinya kosong

Yesung memukul jidatnya pelan, melupakan tujuan utamanya datang kesini. Dengan cepat ia berlari mencari Ryeowook

Kini Yesung berlari dilantai 3 dari istana itu, ia terus menoleh kekiri dan kekanan, terkadang menyembulkan kepalanya dari jendela untuk melihat keadaan diluar, walaupun keadaan diluar tidak jauh berbeda dengan yang didalam

Tiba-tiba ia berhenti berlari, tubuhnya menjadi kaku melihat sesuatu yang ada didepannya

Ia berjalan mendekati sesuatu yang bergumpal dan mengeluarkan darah itu

Dilihatnya lekat-lekat, lalu ia menelan ludahnya sendiri menandakan ketidakpercayaan

Ya! Yang dilihat oleh Yesung adalah namja dan yeojya yang ada dilukisan tadi! Yang tak lain dan tak bukan adalah appa dan umma Ryeowook

Yesung terdiam melihatnya, ia dapat melihat rambut putih milik umma Ryeowook kini telah berwarna merah diujung-ujungnya karena tergenang darah begitu pula appa Ryeowook

Mereka berdua meninggal dalam pelukan masing-masing

Yesung mencium darah yang ada disekitar appa dan umma Ryeowook, masih segar, bau anyirnya masih pekat dan tidak ada darah kering, yang menandakan kalau kedua orang tua Ryeowook baru saja dibunuh

Yesung menatap iba pada kedua orang tua Ryeowook belum pernah ia temui ini

Lalu Yesung mengalihkan pandangannya kepada jejak-jejak darah yang mengarah pada suatu tempat

Yesung kembali menelitinya, napasnya langsung tercekat, mengetahui darah itu masih basah dan yang membuatnya lebih tegang lagi adalah sebuah belati yang tertinggal didekat mayat orang tua Ryeowook

Sebuah belati yang sangat dikenalnya, yang tak lain dan tak bukan adalah milik Kyuhyun

Yesung langsung mendapatkan firasat buruk dan berlari mengikuti jejak darah itu


Sekarang Ryeowook dan Sungmin tengah menunggu dalam kecemasan yang sangat dalam

Mereka berdua sedang duduk disebuah tikar yang ada didalam ruangan itu

-Ryeowook POV-

Aku terus memeluk kedua lututku karena ketakutan sementara Minnie unnie, memelukku dan berusaha menenangkanku

"Wookie… Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja, tidak ada seorang pun yang dapat menemui kita disini", ujar unnie

"Nae unnie… Arraso…", gumamku pelan

Lalu Minnie unnie, sekali-kali melirik kearah pintu, takut-takut tiba-tiba umma dan appa datang dan pandangannya berhenti pada kotak berpita yang daritadi bertengger didekatku

"Wookie, kau masih membawanya? Disaat seperti ini?", tanya unnie sambil menunjuk kotak kueku

Aku mengangguk pelan dan menjawab, "Nae unnie, bagaimana pun aku harus memberikannya kepada Yesung oppa"

Tiba-tiba Minnie unnie menjadi tegang dan keringat dingin bercucuran

"Gwaenchana unnie?", tanyaku yang heran melihat unnie-ku

Minnie unnie tidak menjawab, ia malah menelan ludah

"Unnie?", tanyaku sambil menatapnya

"Wookie…", panggil unnie

"Wae?", tanyaku

"Jauhi namja yang bernama Yesung itu…", tuturnya pelan dan membuatku tersentak kaget

"Mwo? Aniyo! Kenapa aku harus menjauhinya?", tanyaku dengan nada sedikit tinggi

Minnie unnie kembali menelan ludahnya lagi

"Karena namja yang tadi menyerang kita saat perjalanan kesini adalah…"

BRAAAAK!

Belum selesai Minnie unnie berbicara, tiba-tiba pintu ruang rahasia ini didobrak oleh seseorang

Tubuh kami berdua menjadi lebih tegang dari yang sebelumnya dan kami sedikit demi sedikit bergerak mundur

"Annyeong yeojyadeul, kita bertemu lagi", ujar namja bermata merah yang seperti aku kenal, walau aku berusaha untuk mengingatnya, aku tetap tidak bisa mengingat namja yang tengah berdiri dihadapan kami dengan luka yang menganga dipahanya sambil tersenyum menyeringai

-Ryeowook POV end-

Sungmin berusaha melindungi Ryeowook dengan berdiri didepannya

Tatapan Sungmin bertemu dengan tatapan Kyuhyun, mereka saling melemparkan tatapan dingin

"Apa yang kau inginkan dari kami?", tanya Sungmin

Kyuhyun tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak yang membuat tanda tanya besar pada pikiran kami

"APA YANG KAU TERTAWAKAN? DASAR SINTING!", teriak Sungmin yang heran melihat namja yang ada didepannya tertawa

"Ahahahaha… Ani… Hahaha… Hanya lucu saja melihat kalian", jawab Kyuhyun disela-sela tawanya

"Pabbo! Pergi kau dari sini!", teriak Sungmin sementara aku hanya bisa terdiam melihat mereka adu mulut

"Ani! Setelah membereskan kedua orang tadi, aku tetap harus menghabisi kalian", gumam Kyuhyun

Kata-kata Kyuhyun membuat Ryeowook jatuh terduduk karena mendengar kalau kedua orang tuanya sudah tiada, tangisan pun sudah tak bisa dibendung lagi

"DASAR NAMJA SIALAAAAAAN!", teriak Sungmin lalu berlari kearah Kyuhyun hendak memukulnya

Namun apa daya? Walaupun Kyuhyun dalam keadaan terluka, tetap saja ia lebih kuat dari Sungmin

Dengan sekali gerakan, Kyuhyun langsung menangkap tangan mungil Sungmin, mendorong tubuh Sungmin kearah dinding dan *ehem* menciumnya, mencuri ciuman pertama Sungmin

Mata Sungmin terbelalak, ia kaget karena namja itu menciumnya, ia ingin melepaskan diri, namun Kyuhyun lebih kuat, sehingga ia memperdalam ciuman mereka berdua dengan menekan leher Sungmin

*aish… author ketahuan otak yadong*

Lalu Kyuhyun melepaskan ciumannya itu dan menatap mata Sungmin, Sungmin terlonjak kaget dengan tatapan yang diberikan Kyuhyun kepadanya, tatapan seorang namja yang jatuh cinta seperti tatapan yang pernah diberikan oleh seorang jendral kepadanya beberapa tahun yang lalu

Kyuhyun tersenyum menyeringai, lalu mendorong Sungmin hingga jatuh kesamping Ryeowook dan Ryeowook segera merangkulnya

Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tajam

-Kyuhyun POV-

"HA! Kalian para yeojya kerajaan es memang tidak punya martabat! Mau saja dicium oleh namja yang telah membunuh raja dan ratunya sendiri!", pekikku kepada yeojyadeul yang ada dihadapanku

"MWOO! LALU KENAPA KAU MEMBERIKAN TATAPAN SEPERTI ITU KEPADAKU?", pekik yeojya yang tadi kucium

Aku kembali menatapnya, entah mengapa setiap melihatnya, jantungku langsung berdetak kencang dan dadaku bergemuruh

Apa ini yang dirasakan oleh Yesungie hyung?

Aish… Pabboya Kyuhyun! Jangan sampai kau mencintai seorang yeojya dari kerajaan es yang nyawanya sedang ditanganmu saat ini

-Kyuhyun POV end-

"Kurasa cukup kalian bernapas saat ini…", gumam Kyuhyun

Tubuh Sungmin dan Ryeowook lebih tegang dari sebelumnya, napas mereka tercekat ditenggorokan, menelan ludah pun susah

"Inilah saatnya kalian mati", tambahnya pelan lalu mengacungkan sebuah belati yang siap membunuh yeojyadeul itu kapanpun Kyuhyun mau

Sungmin dan Ryeowook tengah berpelukan, ketakutan menjalar ditubuh mereka berdua

Ketika Kyuhyun sudah mengambil ancang-ancang untuk menusuk kami, tiba-tiba ada seorang yang berteriak

"KYUHYUN! HENTIKAAAAN!", pekik namja yang baru saja tiba dengan napas memburu dan suara yang sangat familiar ditelinga Ryeowook

"O… Oppa…", gumam Ryeowook yang melihat kedatangan Yesung

Yesung memandangnya dan tersenyum miris

"HYUNG! APA MAKSUDMU MENYURUHKU BERHENTI?", pekik Kyuhyun dan membuat Ryeowook menjadi kaget

"Kyuhyun? Hyung? Apa maksud dari pembicaraan mereka ini", pekik Ryeowook didalam hati

"HENTIKAN KYUHYUN! KAU TIDAK BOLEH MENYERANG MEREKA BERDUA SESUAI JANJIMU DENGANKU!", teriak Yesung yang menuntut keadilan(?)

"TAPI MEREKA BERDUA ADALAH ANGGOTA KERAJAAN HYUNG! KITA HARUS MENGHABISI SEMUA ANGGOTA KERAJAAN!", pekik Kyuhyun yang tidak terima

"KAU TIDAK BOLEH MENYERANG MEREKA! JANGAN-JANGAN YEOJYA YANG ADA DIBAWAH TADI PUN KERJAANMU JUGA?", tanya Yesung

"NAE! ITU MEMANG KERJAANKU! MEREKA ANGGOTA KERAJAAN HYUNG! TIDAK ADA TOLERANSI UNTUK SELURUH KELUARGA KERAJAAN!", balas Kyuhyun yang langsung mengacungkan belatinya dan hendak berlari kearah Ryeowook dan Sungmin yang ketakutan

Wajah Yesung memerah, bukan Karen malu atau terciprat darah, namun karena kemarahannya sudah sampai diubun-ubun

"YA! KYUHYUN! AKU ADALAH RAJAMU! DAN KAU HARUS MENURUTI SEMUA PERINTAHKU!", teriak Yesung yang membuat Kyuhyun berhenti karena tidak pernah melihat hyung-nya ini marah dan Ryeowook menjadi pucat pasi mendengar sebuah kenyataan

Kenyataan pahit tentunya

Sontak, Ryeowook langsung berlari melewati Kyuhyun dan memeluk tubuh nemjachingu-nya yang sudah berlumuran darah

"OPPA! KATAKAN PADAKU! KALAU SEMUA YANG KAU KATAKAN ITU HANYA BOHONG!", teriak Ryeowook disela-sela tangisannya

Namun Yesung tidak menjawab yang membuktikan bahwa semuanya benar. Ia tidak sedang berbohong

Yesung memeluk tubuh Ryeowook dengan erat

"Mianhe Wookie… Mianhe… Aku tidak bermaksud membohongimu… Aku mencintaimu sejak pertama kali aku mendengarmu bernyanyi didekat danau. Mianhe… Jeongmal Mianhe…", tutur Yesung yang mendekap tubuh Ryeowook dengan erat

Ryeowook yang masih belum bisa menerima keadaan, terus menangis didada bidang milik Yesung. Yesung pun terus menciumi kepala Ryeowook dengan lembut

"Oppa… Oppa harus membaca tulisan yang ada dikotak kue yang akan kuberikan padamu", ujar Ryeowook disela tangisannya

"Nae chagiya…", jawab Yesung dan memeluk erat tubuh Ryeowook

Perlahan, Yesung mengangkat dagu milik Ryeowook dan menciumnya pelan. Hal ini membuat Ryeowook berhenti dari kegiatan tangisnya

Setelah beberapa menit, Yesung melepaskan ciumannya dan menatap mata Ryeowook

"Saranghae….", ujar Yesung

"Naddo…", jawab Ryeowook

Tiba-tiba Yesung merasakan ada sesuatu yang mengalir dari tubuhnya, ia memandang kebawah

Lalu menatap Kyuhyun yang sedang melakukan evil smile

Darah mengalir pula dari mulut Yesung, begitu pula mulut Ryeowook. Darah mengalir dari mulut mereka berdua

Ternyata, telah menancap sebuah pedang yang pada tubuh kedua orang itu

Pedang itu menembus tubuh Ryeowook lalu menembus tubuh Yesung

Mereka berdua ambruk karena telah ditusuk

"Kyuu… ke… na… pa kau…. Laku…. Kan … in…i..", tanya Yesung yang terus memeluk tubuh Ryeowook sementara Ryeowook merintih pelan

Kyuhyun mendekati tubuh yang sebentar lagi akan dijemput oleh dewa kematian

"Sudah kukatakan hyung… Seorang pengkhianat harus mati. Aku tidak peduli dia raja atau chingu-ku. Yang pasti dia harus mati", bisik Kyuhyun ditelinga Yesung sementara Yesung berjuang menahan rasa sakitnya

"Ada permohonan terakhir hyung?", tanya Kyuhyun sambil menatap dengan tatapan datar ke hyungnya itu

"Ba.. bacakan….", ujar Yesung sambil berusaha mengangkat tangannya, menunjuk kearah sebuah kotak yang ada disitu

"Ooh… baiklah…", jawab Kyuhyun lalu membaca surat yang ada didalam kotak itu

"Oppa… Aku memberimu kue ini… Key ahjumma bilang namanya Tiramisu. Cukup aneh yah, namanya? Tapi ia memiliki arti yang bagus loh oppa. Oppa mau tau? Artinya itu `Izinkan aku kesurga bersamamu`… Jadi walaupun kita sudah tiada nanti, kita tetap bisa bersama-sama disurga. Semoga kue buatanku enak. Saranghae oppa. Wookie", ujar Kyuhyun yang membaca surat yang ada didalam kotak itu

Walaupun kematian sudah hendak menjemput, Yesung masih sempat menangis…

Menangis dan menyesal karena telah memutuskan untuk menyerang, bukannya mengundurkan atau membatalkan perang ini. Ya! Penyesalan selalu datang belakangan

Sekilas Yesung mengecup kening, kedua pipi dan bibir Ryeowook yang tubuhnya sudah kaku dari tadi

Ia memeluk tubuh Ryeowook dengan erat, "Mianhe Wookie… Saranghaeyo…", bisiknya pelan

Lalu ia menghembuskan napas terakhirnya

Kyuhyun tersenyum menyeringai lalu mengalihkan pandangannya kearah Sungmin yang ketakutan dan terkejut melihat dongsaengnya, sekarang telah tiada

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin sambil membuka kerah bajunya

Sungmin berjalan mundur

"APA YANG KAU INGINKAN LAGI! PERGI KAU!", usir Sungmin

"Aku ingin memilikimu seutuhnya…", jawab Kyuhyun dan membuat Sungmin kaget

"APA MAKSUDMU? KAU TELAH MEMBUNUH WOOKIE! BAHKAN RAJAMU SENDIRI KAU BUNUH! APALAGI YANG KAU INGINKAN?", pekik Sungmin yang masih berjalan mundur namun Kyuhyun menggunakan teleportnya agar bisa langsung bergerak kedepan Sungmin

Sungmin terlonjak kaget, ia tidak sadar kalau ia sudah berada diambang jendela besar yang ada pada ruangan itu, sehingga ia terjatuh kebelakang

*reader ngerti ga? Author bingung nulisnya…*

Namun sebelum jatuh, ia masih sempat menarik baju Kyuhyun sehingga mereka berdua sama-sama terjatuh dari menara itu

-Sungmin POV-

Aku menutup kedua mataku

Bisa kurasakanada tekanan angin dari bawah kepalaku…

Inilah akhir hidupku, aku pasrah, tidak ada lagi yang bisa kulakukan sekarang

Kubuka mataku

Aku kaget melihat namja yang bernama Kyuhyun itu tengah menatapku dengan matah merahnya. Ia tersenyum memandangku

Ia menarik tubuhku dan memelukku

"Saranghae…", bisiknya pelan

Aku tidak dapat menahan tangisku lagi

Boleh aku jujur sebelum kematianku ini? Aku sebenarnya menyukai namja yang bernama Kyuhyun ini, namun karena aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, jadi kuputuskan untuk menyembunyikan perasaanku

Aku tersenyum memandangnya, "Naddo saranghae…", balasku pelan

Lalu ia mencium bibirku, aku memejamkan mataku

Tiba-tiba bibirnya bergerak keleherku

Ia menciumi leherku dan membuka mulutnya lebar-lebar

Rupanya, dia tengah menghisap darahku

Tengkukku terasa panas, napasku menjadi tercekat aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menangis

Seusai ia menghisap darahku, ia kembali menciumku

Ciuman rasa darah, itulah yang menjadi ciuman terakhirku

Karena tak lama setelah itu, kami berdua sama-sama terjatuh kedalam aliran sungai dan kepala kami menghantam batu-batu besar yang ada didasar sungai

-Sungmin POV end-

Sekarang kerajaan es tidak lagi terlihat seperti dulu. Sekarang sudah terlihat seperti kota hantu

Genangan darah, bau anyir, mayat-mayat bertebaran dimana-mana

Ternyata ke-2000 prajurit dari Kerajaan vampir telah ditumpas oleh prajurit kerajaan es. Mereka saling membunuh, hingga akhirnya tidak ada yang tersisa lagi. Bahkan para yeojya dan anak-anak pun ikut terbunuh karena mereka melakukan perlawanan

Semuanya terlihat tenang dan mencekam, tiba-tiba muncul sebuah tangan dari dalam sungai

Ya! Ada 1 orang yang selamat

Namja itu tersenyum menyeringai, ia berjalan dengan tertatih-tatih dengan baju yang basah dan luka yang menganga dipahanya

Ya! Namja itu adalah Kyuhyun

Ia satu-satunya yang berhasil selamat

Ia sudah tidak mampu melakukan teleport, tenaganya sudah terkuras habis

Sehingga ia memutuskan untuk berjalan menuju ke kerajaan vampir

Selama perjalanan kembali ia terus tersenyum

Tersenyum puas, namun disisi lain ia sedih karena telah kehilangan sahabat sekaligus rajanya sendiri

Dengan bersusah payah ia berjalan menuju ke kerajaan vampire

Darah terus menetes dari lukanya, hal ini mengundang para serigala liar yang ada dihutan

Saat Kyuhyun sudah hampir tiba digerbang kerajaan vampir, ia disergap oleh segerombolan Serigala liar

Mereka memakan habis tubuh Kyuhyun karena tertarik dengan bau darahnya

Setengah jam kemudian, Kyuhyun sudah menghilang dari permukaan bumi

Setelah kepergian Kyuhyun ini, tidak ada seorangpun yang tahu dengan keadaan kerajaan es maupun raja dan penasehat kerajaan vampir

Seluruh penduduk kerajaan vampir percaya, kalau rajanya akan segera kembali dengan membawa berita gembira

Padahal yang mereka lakukan tidaklah berguna karena raja mereka tidak akan pernah kembali untuk selama-lamanya

.

.

-END-


Yaaak~!

Akhirnya author bisa tidur awal!

FF ini bener-bener menguras tenaga, pikiran dan kain pel(?) punya author

Panjangkan? Author bikinnya sampai 7000 karakter loooh

heheheeehehehehehe

Nah, liat deh tuh, Yewook ga author pisahin kan?

Meninggalnya aja bareng, author memang baik, membuat mereka terus bersama-sama sampai kematian menjemput

hiks...

*croooot*

*ditendang reader gara-gara author bo`ong*

Mian yah kalau akhirnya ga memuaskan atau ga nyambung...

Author bingung juga mau mengakhirinya gimana...

hehehehehehehe

Oh ya, yang masalah kue Tiramisu itu, kalau author baca dibuku

Tiramisu itu dalam bahasa Itali artinya `Izinkan aku pergi ke surga`

Tapi author tambah-tambahin aja..

hehehehehehhee

.

Yang uda baca wajib review yak~!

Don`t be silent reader or there is something-something in your room

*sok inggris*

*plak*

.

.

Naah... Ini looh, balesan review~! ^3^

1. Kim TaeNa-sshi

Hehehehehehe...

tapi yang kali ini agak lama, soalnya panjang

wew...

Wookie akan menerimanya apa adanya..

huahahahhaahhaaha

*dibekep pake sendal jepit*

2. Minnie Lups Starcraf-sshi

Hiks...

author juga kadang sedih sendiri kalaungebacanya T^T

mereka ga akan berpisaaah...

meninggalnya aja sama-sama

tar mereka juga kesurga sama-sama

ohohohohohohohohoho

*plak*

3. Cloudyue921-sshi

hahay...

Ini...

uda diupdate.. mian terlalu panjang X.X

4. Dhikae-sshi

Gomawo ^^

Ini updatenya...

mian menunggu dan panjang...

moga ga bosen yah ^^

5. Kyuminbee-sshi

uh... uh... author rada susah ngeceritain bagian perangnya,

daripada peperangan lebih pantas disebut pembantaian..

uh... uh...

mati tuuh... gara-gara Kyu...

*jitak kyu*

*digebuk Sparkyu*

6. ELFishyShfly-sshi

annyeong^^

uda direstuin kook, walau uda melakukan `ini` `itu` tapi tetep aja direstui.,

hehehehehe

7. Af13SparkMint-sshi

uuh...

daripada disebut peperangan, sebut aja pembantaian X.X

hmm...

author uda bikin tuuh...

tapi ga tau, jadinya sweet atau ga

heheheehehehe

.

.

Maaf jika ada kesalahan dalampenulisan nama

jangan lupa nge-review yaah~!

Gomawo yang selama ini sudah mereview dan memberi dukungan buat author dalam menyelesaikan FF geje ini

Gomawo juga buat "orang rumah" yang uda ngebacot nyuruh cepet-cepet ngepublish nih FF..

nyehehehehehhehehee

.

.

Saranghae~! ^^