Sebelumnya :
"Ah akhirnya ketemu"
"TIDAK MUNGKIN?!"
KUROKO NO GAME
.
.
Disclamer :
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Story and OC © Kumacchi desu
.
Inspired :
No Game no Life © Yuu Kamiya
.
.
.
.
Rating : T
Genre(s) : Friendship, Comedy, Fantasy etc
Warning! : OOC, Typo(s), Gaje (banget)
.
.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
"TIDAK MUNGKIN?!" teriak Kuroko. Seriusan yang teriak Kuroko. Kagami, Natsuno dan Author saja sampai jawdrop mendengarnya. Seorang pria dengan pakaian pengawal itu juga ikutan jawdrop berjamaah. Sedangkan Kuroko hanya menatap mereka dengan tatapan 'masbulo' membuat yang melihatnya semakin jawdrop.
"Oi, apa kau menemukan ouji-sama?!" teriak suara yang menyadarkan mereka dari belakang sang pengawal.
"A-" Tanpa basa-basi, Kagami menyerang tengkuk pengawal itu dan membuatnya pingsan. Natsuno yang masih mencoba membaca situasi langsung ditarik tanpa persetujuan oleh duo K itu.
"T-tunggu! Kenapa kalian terburu-buru sekali? Memang siapa dia?"
"Untuk sekarang kau jangan banyak bertanya dulu. Kita harus cepat menjauh dari kerajaan ini sebelum terlam-"
"Kalian tidak akan kemana-mana" seorang gadis bersurai coklat menghalangi jalan mereka kabur.
"Dia bukannya-RIKO-SENpai?" teriakan Natsuno barusan membuat ketiga orang itu menengok ke arahnya.
"Hei, kenapa kau teriak?" bentak Kagami dengan suara kecil seperti berbisik "Lagipula kita harus segera pergi dari sini! Kuroko jika kau puny-"
Omongan Kagami terputus karena yang diajak bicara tiba-tiba menghilang.
"Akan kubunuh dia! Akan kubunuh dia!" Kagami terus menggumamkan kata-kata itu. "Ah, sekarang aku mengingat Kagami-kun" sekarang giliran Natsuno yang bergumam. "Apa mereka bena-benar teman Ouji-sama?"Riko hanya sweardrop melihat kelakuan kelompok ini.
"Itu Hyuga-senpai bukan?" tanya Natsuno. Riko yang mendengar itu langsung berbalik badan bersiap memarahinya.
"Hyuga-kun apa y-"tak ada siapa-siapa. Dia langsung membalikkan badannya lagi dan tak menemukan kedua makhluk berambut merah itu. Mereka berdua berhasil membuat iblis yang bertanam di tubuh mungil Riko bangkit. "Awas saja kalian!"
Sementara itu di tempat lain, Natsuno dan Kagami beristirahat sejenak, melepas lelah karena mencoba menghindar dari Riko.
"Syukurlah kita bisa menjauh darinya" ucap Kagami.
"Ne, Kagami-kun..." Kagami menoleh ke gadis yang ada di belakangnya. "Siapa sebenarnya Riko-senpai?"
"Kau tau namanya tanpa tau dia seperti apa?" Natsuno hanya mengangguk sambil mengelap keringatnya.
"Aida Riko-san, anak dari Aida Kagetora-san yang menjabat menjadi penasehat Kerajaan. Ayah sering memerintahnya untuk menjagaku. Maka dari itu saat aku kabur, dialah yang pertama tau dan mencariku"
"Oh begitu. KUROKO-KUN, KENAPA KAU MUNCUL?!"
"Sepertinya kau tak ingin aku mucul, Natsuno-san"
"Kuroko, kau dari mana saja?! Kenapa kau tadi meninggalkan kami"
"Natsuno-san..." Kuroko terus berjalan mendekati Natsuo dan tak menghiraukan Kagami. "Aku tak di hiraukan" pundung Kagami.
"Ada apa Kuroko-kun?"
"Kenapa kau tau Riko-san dan Hyuga-san?"
"Aku juga ingin menanyakan hal yang sama" Kagami juga ikut-ikutan Kuroko. Natsuno langsung terdiam seribu enam bahasa(Natsuno: eh?!O.o).
"Etto..." Natsuno menggaruk belakang kepalanya yang membuat kedua pemudanya itu menatapnya dengan curiga. "Eh?"
Natsuno menggunakan tangannya untuk menghindari sinar matahari yang mengenai wajahnya. Entah kenapa dia merasa sedikit hangat, tidak berbeda jauh dengan di tempatnya. Dan juga mengingatkannya dengan seseorang.
Mulutnya sedikit terbuka ingin mengucapkan sesuatu tapi tak jadi. Natsuno berjalan melewati mereka, "Aku akan ceritakan sembari ke kerajaan cahaya" ucap Natsuno tanpa berbalik. "Jadi, apa yang kalian tunggu?" Natsuno berjalan lagi tanpa mempedulikan mereka.
Kuroko dan Kagami saling bertatap beberapa saat kemudian tersenyum. "Ya" mereka berdua menyusul Natsuno yang sudah beberapa meter di depan mereka.
.
.
.
Seorang pemuda sedang asiknya bermain dengan biji shogi yang sedang di pegangnya. Dihadapanya, sebuah layar hologram transparant yang menampilkan sekelompok orang-orang unik yang sedang birbincang-bincang.
"Kau beruntung juga, Yuuki-chan" Nijimura meletakkan biji yang dipegangnya tadi di atas wajah gadis itu.
"Sepertinya aku tak harus menunggu lama" Pemuda-atau dewa- itu bangkit dari duduknya dan mendekati pinggiran. Jika dilihat ke bawah, jarak antara tempat Nijimura berdiri dan tanah dibawahnya itu cukup tinggi, bahkan tak bisa dilihat dasarnya. Nijimura memandang sebuah daratan dan lautan yang yang terpapang luas.
"Kau memang yang terbaik, Yuuki-chan"
.
.
.
"Kabur dari rumah?!" Orang-orang langsung berfokus pada gadis bersurai merah itu. Natsuno hanya mengucapkan kata maaf kepada orang-orang.
"Seharusnya kau tidak berteriak Natsuno-san" ucap Kuroko dengan tampang-tak-berdosa nya.
"Siapa yang membuatku berteriak?" bisik Natsuno dengan sinis. "Jadi itu alasan Riko-senpai mengejarmu. Tapi sekarang kita bisa sedikit lega mengingat kita cukup jauh dari kerajaanmu"
Mereka sekarang sudah berada di kerajaan cahya, lebih tepatnya sedang di keramaian pasar. Mereka benar-benar berterima kasih kepada Kagami yang sekarang sedang pergi atas usahanya menuntun jalan ke kerajaan ini. "Aku jadi yakin Natsuno-san berasal dari dunia yang berbeda karena tadi kau sempat salah jalan"
"Jangan diingetin lagi!"Natsuno memukul Kuroko pelan dengan wajah memerah mengingat dia saat Kagami mengatakan kalau Natsuno sempat berniat masuk kehutan lagi. Kuroko hanya terkekeh dan menerima pukulan Natsuno.
"Tapi yang penting, kenapa kau harus menantang Nijimura-sama? Dia kan dewa game" Natsuno menghentikan pukulannya untuk menatap Kuroko. Dia menyenderkan badannya di tembok yang ada di belakangnya. "Aku...harus kembali ke tempatku yang seharusnya" Iris Aquamarine itu membesar lalu kembali normal.
"Apa harus?"
"Eh?"
"Apa harus kau kembali ketempatmu?"
Natsuno sedikit berpikir "Walaupun tak pasti, aku yakin tubuh asliku sedang tertidur atau semacamnya. Jadi aku harus cepat-cepat sadar" Natsuno mulai menerawang bagaimana dia sedang tertidur di mejanya.
"Sudahlah, tak usah dipikirkan. Ngomong-ngomong, kenapa kau harus bertemu dengan pangeran-pangeran itu? Untuk di ajak bekerja sama? Atau..." Natsuno sengaja menggantungkan ucapannya karena yakin Kuroko sudah mengerti ucapannya. Dia semakin yakin saat Kuroko mengangguk sebagi jawaban atas kalimatnya.
"Ya..." Kuroko menunduk hingga matanya tertutup oleh poni. "...menipu mereka dan mencuri heart perdant" Kuroko mengambil sesuatu dari dalam bajunya.
Sebuah liontin yang bandulnya cukup mungil berbentuk kerucut digabungkan jadi ujungnya masing-masing lancip. Ditengahnya terdapat seperti mutiara yang bercahaya hitam tapi indah. Dia melepaskan liontin itu, Natsuno langsung mendekat untuk melihat liontin itu lebih jelas.
"Indahnya"
"Setiap kerajaan memiliki warna yang berbeda. Kerajaanku berwarna hitam"
"Hitam... Kuro... Kuroko. Jadi begitu"
"Ya. Ini adalah liontin yang memegang seluruh nasib kerajaan. Setiap pangeran di seluruh negeri memiliki ini. Kami diberikan tanggung jawab untuk menjaga dunia ini agar tidak hancur. Tapi..."
Kuroko mendekati Natsuno, kemudian memasang liontin itu padanya. Natsuno sempat bingung dan ingin bertanya. "Aku memberikan kalung itu karena aku percaya pada Natsuno-san untuk membawa beban itu bersama-sama" Natsuno menatap Kuroko.
"Maaf membuat kalian menunggu" Kagami baru datang dengan membawa beberapa jubah dan makanan.
"Kagami-kun juga" tambah Kuroko sebelum Kagami ikut berkumpul.
"Ini. Kalian harus au betapa susahnya aku mendapatkan ini" keluh Kagami. Mereka berdua mengucapkan terima kasih. Kagami berniat memakan rotinya sebelum melihat liontin yang tak asing lagi melingkar di leher Natsuno. Dia terus memerhatikan liontin itu tanpa berkedip.
"Kagami-kun ada yang ingin kutanyakan?" Kagami langsung tersadar dan menoleh ke sumber suara. "Ada apa?"
"Kau sebenarnya siapanya Kuroko-kun?"
"Bisa dibilang aku teman masa kecilnya Kuroko" jelas Kagami.
"Pantas kalian cukup akrab. Oh ya PSP..." Natsuno menggigit rotinya untuk mengambil PSP kesayangannya.
"Apa itu?" tanya Kagami dengan alis terangkat(Aomine: Aku penasaran bagaimana alis anehnya terangkat? Kagami: Urusai na, Aho!)
"Ini PSP, alat dari duniaku. Ini bisa bermain game, menulis tanpa pena dan mencari sesuatu. Tapi sepertinya sekarang aku tak bisa mencari sesuatu dengan ini" jelas Natsuno sambil mengetik sesuatu.
"Wah, keren"
"Oh ya, bagaimana kalau kita sekarang bertemu dengan pangeran-pangeran itu?" tanya Natsuno masih asik menatap PSP nya.
"Tentu saja. Ayo"
"Oh ya, tadi dijalan aku mendengar sesuatu yang menarik" ucap kagami sebelum kami berjalan.
"Pangeran dari kerajaan tanaman dan Laut akan datang kekerajaan ini kan?" tanya Natsuno yang dijawab dengan kekagetan Kagami.
"Bagaimana kau tau?"
"Tadi saat kita baru sampai aku tak sengaja mendengar. Tapi itu bukannya itu bagus Kuroko-kun?" Kuroko hanya mengangguk dengan tatapan fokus kedepan.
"Kita harus berangkat sekarang juga" ucap Kuroko lalu berjalan dengan cepat. Kagami dan Natsuno langsung mengejar Kuroko.
Tapi karena asik melakukan sesuatu dengan PSP nya, dia tak sengaja menabrak seseorang dan membuat PSP nya. Dia mengucapkan maaf dan langsung mengambil PSPnya yang jatuh.
"Baguslah tak apa-apa. Tapi..." Natsuno melihat sekeliling dan tertawa pasrah. "...aku benar-benar tersesat di tempat entah berantah"
To be Continued
Tempat main Kisedai :
Kuroko : Author-san, kau tak apa-apa?
Author : Jika aku bilang tak apa, itu fitnah namanya
Natsuno : Kalau tak salah, kau habis UTS ya
Kagami : Oh begitu, aku mengerti perasaanmu, Author
Kuroko : Disini cuma ada kita ber empat ya
Natsuno : Semuanya sepertinya sedang ada urusan. Kalau gitu kita balas riviewnya dulu saja. Kagami-kun, kau yang balas
Kagami : Baiklah. Etto... dari Akiyama Seira Author tidak bisa janji tapi dia akan usahakan. Hikari no Ouji? Ah lebih baik kau ikuti saja er... desu.
Natsuno : Karena Author-san sedang tak enak badan, kalian yang tutup ya
Kuroko : Baiklah. Kau siap, Kagami-kun?
Kagami : Tentu saja. Aku sudah lama menantikannya
Kuroko, kagami : Tolong Reviewnya / er...desu
