The First (Stop Bus)

By: Dinoya

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, other.

Rated: T

Genre: romance, drama

That GS (genderswitch) for uke. That's ageswitch for any cast. Don't be plagiator and silent reader! Absurd dan typo's. RnR please! Biasakan Review setelah membaca^^

.

Inspired by BoA song 'Who Are You'

.

Lets check this!

cheotnune neukkimi watdan mariya
gidaryeoon type of boy
mwonga geuryeonoheun deuthan oemo maltu da
injeonghago sipjin anjiman
injeonghal subakke eopseosseo
hajiman kkoindeuthan gori nal eojireophyeo

.

Terakhir kutatap matamu dibawah bintang-bintang

Pertama yang kufikirkan adalah kau yang kucari

Kau menyenangkan, aku mengakuinya.

Tapi ada yang membuatku bingung

.

.

Baekhyun mengerang gelisah ditempat tidurnya. Tadi malam ia tidur larut bahkan hampir dini hari. Dan siang ini dengan mata berkantungnya ia bergerak-gerak tak karuan membuat selimut dan beberapa bantal berjatuhan dilantai kayu kamarnya. Ia masih merasa bersalah telah membuat Chanyeol terluka dihidungnya. Meski lelaki baik itu telah berusaha merasa Baekhyun baik-baik saja tapi nyatanya hingga saat ini ia susah melupakannya. Ia tau itu bukan kesengajaan, tetapi Baekhyun ingin bertemu dengan Chanyeol sekali lagi dan meminta maaf.

Ditengah lamunannya pintu kamarnya berwarna putih tulang diketok dari luar kamarnya. Dengan malas ia bertanya siapa yang mengetuk pintu kamarnya disiang hari. Jika itu adiknya ia akan menendang pantatnya keluar dari kamarnya.

"kau lupa kyungsoo akan ke rumah? Dia sudah ada diruang tamu. Eomma akan menyuruhnya masuk."

Seketika mata sayu Baekhyun melebar. Bahkan ia melupakan janjinya dengan Kyungsoo. Ponselnya mati sejak tadi malam. Baekhyun menegakkan tubuhnya diatas tempat tidur. Bahkan ia masih menggunakan piamanya.

Satu menit kemudian kyungsoo membuka pintu kamar Baekhyun dengan senyum. tetapi beberapa detik kemudian senyumnya berubah dengan mimik wajah terkejut.

"ya Tuhan, Baekhyun! Ada apa ini?" pekik gadis bermata bulat itu. terdengar nada khawatir dari ucapannya.

Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo berada. "kyung, kemarilah!" ia menepuk bagian kosong tempat tidurnya. Dengan tas yang masih Kyungsoo gendong, Kyungsoo duduk disana dengan kebingungan. Baekhyun terlihat seperti orang frustasi. Apa semalaman ia depresi? Benak Kyungsoo berkata.

"kyung, apa yang kau lakukan jika kau tidak sengaja melukai seseorang?" Tanya Baekhyun menatap Kyungsoo. Mereka saling menatap. Kyungsoo menatapnya agak risih karena dandanan Baekhyun sangat tidak elit.

"kau ini bicara apa? Tentu saja aku akan meminta maaf sampai orang itu memaafkannya."

Baekhyun menundukkan kepalanya tidak bicara lagi.

Tiba-tiba Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat. "kau melukai siapa? Kau belum meminta maaf pada orang itu?" tanyanya heboh.

Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia mendongakkan kepalanya menatap kyungsoo lagi "kemarin malam, aku sudah membuatnya jatuh dari sepeda. Yang itu sudah aku tidak terpikirkan lagi. Lalu dimalam yang sama, kami bermain basket didekat sini—"

"tidak biasanya kau bermain basket." Potong Kyungsoo santai. Baekhyun hanya sweatdrop melihatnya. "baiklah, lanjutkan."

"aku merebut bola darinya dan ketika aku akan mengopernya padanya, tiba-tiba, BANG! Bola itu malah mengenai wajahnya. Hidungnya hampir patah! Lubang hidungnya mengeluarkan darah." Ujar Baekhyun mendramatisir ceritanya tadi malam. Seolah kejadian tadi malam adalah kecelakaan yang parah.

Padahal, tadi malam sebelum ia masuk kerumahnya, Chanyeol—orang yang terkena bola basket—mengantarnya sampai depan rumah. Dan ia sudah memaafkannya. Hanya Baekhyun merasa itu saja tidak cukup.

Kyungsoo menatap Baekhyun ngeri "apa kau sudah meminta maaf padanya?"

Baekhyun mengangguk cepat. "tetapi aku tidak bisa melupakannya karena aku sudah membuat kesalahan besar. Semalaman aku tidak bisa tidur karena memikirkannya terus!" ia mengerang dan merebahkan tubuhnya, bergerak-gerak seperti cacing kepanasan diatas kasurnya. Tidak peduli Kyungsoo melihatnya dengan tatapan aneh.

"sudahlah lupakan sebentar tentang itu. kita harus mengerjakan tugas bersama kita. Palli, cuci wajahmu dan sikat gigi. Bercerminlah, kau tampak seperti singa putus asa." Kyungsoo menarik lengan Baekhyun untuk segera bangun. Ia tidak melupakan niatnya kerumah satu-satunya teman dekatnya—mengerjakan tugas kelompok.

Dengan tubuh lemas Baekhyun berjalan ke kamar mandi yang ada dikamarnya. Ia mulai memasuki ruangan dingin serba biru muda. Ia berdiam diri sejenak dengan kepala menunduk didepan wastaple menghadap cermin besar menempel didinding bercat biru muda. Kemudian ia mendongak sembari menguap lebar. Sisi pemalas Baekhyunlah yang seperti ini. Beberapa detik pertama ia menatap cermin dihadapannya.

"Ya Tuhan!" pekiknya ketika sadar betapa bodohnya ia sekarang. Kyungsoo benar, ia seperti singa putus asa. Rambut indahnya sudah semerawut, mata sipitnya dihiasi kantung mata hitam, ia terlihat buruk sekali. Kemudian ia segera mencuci wajahnya dan menyikat giginya.

.

.

.

Dua jam terlewatkan bersama Kyungsoo mengerjakan tugas kelompoknya. Setelah ia berganti baju dengan baju yang lebih layak dari sebelumnya dan mendandani wajah cantiknya, ia dan kyungsoo keluar kamar. Menuruni anak tangga yang tidak terlalu banyak. Kyungsoo pamit pada ibu Baekhyun yang tengah menyiram tumbuhan dihalaman samping rumah. Tak lupa Baekhyun-pun meminta ijin untuk mengantar kyungsoo sampai halte saja. Setelah mendapat ijin dari ibunya, mereka berdua beranjak dari rumah Baekhyun.

Selama diperjalanan, sembari ia mengobrol ringan dengan Kyungsoo, ia berharap-harap bertemu dengan Chanyeol dijalan. Sekali saja ia ingin meminta maaf lagi. Ia ingin melihat Chanyeol lagi, apakah lelaki tinggi itu baik-baik saja sekarang.

Tidak terasa mereka sudah sampai halte. Kedua yeoja pendek itu menunggu kedatangan bus yang melaju ke jalur rumah Kyungsoo.

"kau pulang lah. Kita sudah sampai dihalte. Janjinya kau hanya mengantarku sampai halte 'kan, tidak sampai rumahku?" ujar Kyungsoo. Baekhyun tertawa kecil.

"aku akan pergi jika kau sudah dibus." Baekhyun duduk dibangku yang ada dihalte. Diikuti Kyungsoo yang duduk disampingnya.

Beberapa detik setelahnya, tiba-tiba ada sebuah motor sport biru yang berhenti melebihi halte. Motor yang dikendarai seseorang yang menggunakan jaket hitam lengkap dengan helm berkaca hitam itu mudur beberapa langkah. Motor dan si pengendaranya membuat Baekhyun dan kyungsoo yang hanya berdua duduk dihalte sedikit terkejut. Takut-takut itu adalah penculik atau penjahat semacamnya. Tetapi setelah kaca helm hitam itu terbuka, Baekhyun mengenalnya. Lelaki itu yang tempo hari mengembalikan anjing Baekhyun yang hilang disekitaran Han River.

"kai?" panggilnya yang ia yakin lelaki yang ada dimotor itu tidak mendengarnya. Begitu pelan suaranya.

Kyungsoo menoleh kearah Baekhyun. "kau mengenalnya?" baekhyun mengangguk tanpa menoleh. Ia tetap dengan pandangannya pada lelaki yang dimotor itu.

Lelaki yang Baekhyun kenali sebagai Kai itu membuka helm-nya dan turun dari motornya. Mendekati Baekhyun dan Kyungsoo yang duduk dihalte dengan senyum manis.

"hai Baekhyun!" sapanya masih dengan senyum.

Baekhyun salah tingkah didepan Kai. Ia menoleh sebentar pada Kyungsoo yang melihatnya bingung. "h-hai, kai." Baekhyun menyapa balik dengan cengirannya.

"itu aku." Kai tersenyum sampai gigi putihnya terlihat. Matanya terdorong pipi hingga menyipit. Ya Tuhan tampan sekali dia! Seru Kyungsoo dalam hati.

"kukira kau tidak mengenaliku karena kita baru bertemu sekali."

Kai terkekeh "tidak sengaja aku lewat sini. Kau sedang apa? Menunggu bus?" tanyanya menatap kyungsoo dan Baekhyun bergantian.

'Ya Tuhan dia menatapku!' Kyungsoo bersorak dalam hati. Entah ia tiba-tiba seperti seorang gadis yang baru pertamakali bertemu lelaki setampan Kai ini. Ia masih diam dalam duduknya. Tidak peduli dengan percakapan Baekhyun dan Kai 'si tampan' itu. ia terus menatap mata coklat Kai.

"Iya, temanku akan pulang. Baru saja dia dari rumahku. Mengerjakan tugas kelompok." Ujar Baekhyun sambil menunjuk Kyungsoo. Otomatis Kai melirik Kyungsoo yang tanpa sadar masih menatap matanya.

"benarkah? Kemana pulangnya? Mungkin kita bisa pulang bersama, jika searah."

'mereka baru sekali bertemu tapi sudah seakrab ini?' Kyungsoo bermonolog tidak percaya.

"Kyungsoo pulang kearah myeondong. Benar kan Kyung?" baekhyun menyenggol kecil lengan Kyungsoo sontak ia segera sadar dari pikirannya dari lelaki berkulit gelap itu.

"i-iya." Jawabnya singkat.

"aku juga akan kearah sana. Mau pulang bersamaku? Tawaranku sangat langka." Tawarnya meski diakhir kalimatnya agak narsis ditelinga kedua yeoja itu.

"ah tidak usah. Sebentar lagi bus akan sampai." Tolaknya yang bertolak belakang dengan kata hatinya. Ia harus terlihat yeoja mahal. Yeah padahal ia ingin sekali satu motor dengan namja berkulit eksotis ini. Ia sudah berangan-angan memeluk pinggang Kai dari jok belakang. Yang pada kenyataannya itu tidak pernah terjadi.

"Eiy, kyung, pasti kau mau kan? Bukankah kau menyukai motor sport seperti yang dipakai Kai?" goda Baekhyun sambil mengedipkan mata. Kyungsoo membulatkan mata tajamnya.

Kai terdengar terkekeh "benarkah? Lalu apa yang kau ragukan, ikut saja—"

"aku duluan!" sela Kyungsoo yang tiba-tiba melesat ke dalam bus yang entah sejak kapan bus itu sampai. Baekhyun dan Kai tidak menyadarinya. Mereka berdua menatap kepergian Kyungsoo bersama bus yang melaju, bingung.

"aish anak itu." gerutu Baekhyun masih menatap bus itu.

Kai tersentak ditempatnya, kemudian ia mengeluarkan ponselnya yang menyala menampilkan sebuah telepon minta diangkat.

"sebentar, Baekhyun." Ia mengangkat tangannya mengisyaratkan Baekhyun untuk menunggu. Baekhyun mengangguk mengerti.

"arraseo. Aku dijalan hyung! Tunggu sebentar lagi aku sampai. Mengganggu saja." Umpatnya bicara dengan orang yang meleponnya. Sedikit banyak Baekhyun penasaran siapa penelpon itu.

Kai menurunkan ponselnya dari telinga. Kemudian ia memasukkannya kembali ke jaket hitamnya. Berbalik menghadap kembali pada Baekhyun.

"maaf, Baekhyun-ssi, aku harus segera pergi. Oh iya, kau mau kemana sekarang?"

"aku? Tentu saja pulang. Kau pergilah. Pasti sudah ditunggu." Baekhyun tersenyum pada namja berkulit agak gelap itu. kemudian Kai mengangguk dan segera memakai helm-nya dan naik ke motor sportnya berwarna biru-hitam. Sebelum Kai melaju Baekhyun membungkuk ringan padanya. Dan Kai melesat dengan motor sport-nya membelah jalanan.

Setelah Baekhyun benar-benar sendiri, ia kembali hendak pulang kerumahnya. Tapi fikirannya melaju ke taman bermain yang semalam ia datangi—dengan Chanyeol. Akhirnya dipertigaan ia memilih belok ke kiri jalan menuju taman bermain dan lapangan basket—dibelokan kanan jalan menuju rumahnya tetapi harus melewati beberapa belokan lagi.

"omo!"

"Aa!" Baekhyun merengut menutupi wajahnya. Ia hampir bertabrakan dengan seorang namja tinggi ketika ia berbelok ke kiri. Tunggu, namja tinggi?

Baekhyun mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ada dihadapannya. Sontak matanya terbelalak. Itu Chanyeol. Ia benar-benar bertemu dengan Chanyeol?

"baekhyun?" tanyanya khas dengan suara beratnya.

"oppa?" gadis mungil itu tiba-tiba blank. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya.

Mata Baekhyun tertuju pada plester kecil yang menempel di tulang hidung Chanyeol. Pasti menyakitkan jika hidungnya terpukul bola basket yang keras. Jantung Baekhyun berdenyut ketika mengingat kejadian tadi malam.

"Baek, kau tidak apa?" chanyeol menatap manik Baekhyun bingung. Sementara gadis mungil itu masih diam terbengong.

Merasa tidak ada respon Chanyeol menjentikkan jarinya didepan wajah Baekhyun. Seketika Baekhyun tersentak tersadar dari lamunannya.

"o-oppa, maksudku–chanyeolri, Apa bisa kita bicara sebentar?" kalimat itu meluncur tidak sesuai dengan kata hati dan pikiran Baekhyun. Gadis itu menggigit bawah bibirnya, menatap onyx Chanyeol yang juga menatapnya.

"eum, bisa sih. Tapi aku harus memberikan ini dulu pada noonaku dirumah." Ujarnya mengangkat kantong keresek hitam ditangannya.

"ah, begitu. Kalau—"

"kita bisa bicara kok. Tapi aku harus memberikan ini dulu pada noonaku. Aku janji akan kembali lagi. Tidak akan lama. Tunggu ditaman bermain saja, ya? Tunggu disana!" ucap Chanyeol tergesa kemudian melesat pergi dari hadapan Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk keheranan menatap kepergian Chanyeol.

Baekhyun berjalan santai menuju taman bermain yang sepi yang tidak jauh dari tempatnya bertemu dengan Chanyeol tadi. Ia duduk dibangku kayu panjang disamping perosotan kecil. Ia menatap jalanan perumahan yang sepi. Padahal sekarang sudah masuk musim panas. Mungkin penghuni rumahnya sedang pergi berlibur jadi perumahan yang terbilang elit ini sepi dari orang-orang.

"eonni?!" pekik seseorang bersuara perempuan dari belakang Baekhyun. Gadis mungil itu menoleh kebelakang mencari siapa yang memanggilnya itu.

Dilihatnya adik yang menyebalkan—menurut Baekhyun—tengah melambai kearahnya. Luhan berlari kecil kearahnya. "sedah apa eonni disini?" tanyanya manja sambil memegang tali tas selempangnya.

Baekhyun menatapnya tanpa minat untuk membalas. "kau tidak melihatnya?" gadis mungil itu memutar bola matanya. "darimana kau? Pantas aku tidak melihatmu dirumah tadi."

Luhan tersenyum pada sang kakak. "aku baru dari rumah Hayoung. Mengerjakan tugas—"

"mengerjakan tugas atau membicarakan laki-laki teman sekelasmu itu?" potong Baekhyun dengan nada datar. Luhan langsung cemberut mendengar spontanitas Baekhyun.

"anii! Tentu saja aku mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh!" jawabnya dengan penuh penekanan diakhir kalimatnya.

"eh eonni, kau tau? Ternyata Hayoung punya kakak laki-laki!" ujar yeoja lebih muda antusias.

"mana kutau! Selama ini kau berteman dengannya hanya sebatas tau nama saja?" baekhyun berdecak sembari menggelengkan kepalanya.

"aniya. Aku sudah beberapa kali kerumahnya. Tapi aku belum pernah bertemu atau sekedar melihatnya dirumahnya. Kau tau? Kakaknya sangat tampan!" pekiknya kegirangan. Membuat kakaknya menatapnya keanehan.

"namanya Oh Se—oh Se-hun? Ah iya, Sehun oppa." Luhan mengangguk dengan keyakinan.

"oh sehun? bocah albino itu?" sahut suara berat dari belakang Baekhyun. Spontan kedua gadis berbeda umur itu menoleh kearahnya. Dilihat Chanyeol berjalan santai kearah mereka.

"bocah albino?" luhan bertanya kebingungan.

.

.

.

TBC or END?

.

.

a/n: Masih ada yg nungguin ff dino yg gaje ini?—Mungkin di chapter ini pendek dari chapter sebelumnya. Disini Luhan jadi adiknya baekhyun, dichapter sebelumnya yg entah dichapter berapa*-_-* udh keluar nama luhan dan jadi adiknya. Aku bikin mereka umurnya beda tiga taun, jadi kirakira Luhan masih middleschool. Pengennya sih ada hunhan sama kaisoo couple, tapi gimana otak dino aja deh yg mikir /?-_-

ohhiya maaf tentang tempat tinggal kyungsoo itu, aku gatau nama tempat-tempat di koriya, jadi ngasal aja namanya itu-_- maklum belum pernah ke koriya dan males nyari tau nama tempat-tempat dikoriya.

Kalau mau next chap Review please*3* maaf belum bisa satusatu bales review dari readers, maklum jarang ada kuota buat on di laptop u,u

Minal adzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin readers^^

.

.

.

REVIEW JUSEYO^^V