-Chapter 4: Akeno Poltergeist-

"Wanita yang sangat cantik..."

Aku terpana, melihat seorang wanita cantik di depan sekolah. Kecantikan oriental yang sangat khas. Rambut hitam panjang diikat ponytail, tinggi semampai, terlihat dewasa, dada yang besar...

"..."

"Hmmmm..."

SFX no 1: Mobil melaju dengan kecepatan 40 km/jam

*Timbul angin yang cukup kencang*

"Eh-"

00:00:01

*Rok mulai tersibak sedikit ke atas*

00:00:02

*Ke atas lagi*

00:00:03

*Semakin ke atas*

00:00:04

*Semakin ke atas... dalaman putih mulai terlihat...*

00:00:05

*Kelihatan penuh!?*

SFX no 2: Bunyi asap keluar dari cerobong kereta uap

Crap-

00:00:06

*Mendongak ke atas, melihat oppai melambai-lambai*

00:00:07

*Rok turun dengan lembutnya*

00:00:08

*Rok telah kembali dengan sempurna*

"Eto-"

Perempuan tersebut mulai berbicara. Ia pasti mau marah-marah ini, gara-gara aku tak sengaja melihat harta karunnya...

"Ak...aku tidak melihat apa-apa."

Aku membalikkan tubuhku, memasukkan kedua tanganku ke dalam saku celanaku. Aku dikit-dikit mencuri pandang ekspresinya.

Ia tersenyum, tapi senyumannya mencurigakan!

Ia kemudian membenarkan sekaligus merapikan rok-nya, kemudian melangkah mendekati telinga kiriku...

"Kau melihatnya, bukan begitu? Hyodo Issei-kun, siswa tahun kedua?"

"Eh..."


SFX no 4: Jam weker berbunyi

"Hoams, ternyata baru jam setengah delapan. Sepertinya aku bangun terlalu pagi hari ini."

Aku masih ngolet di atas kasur, sedikit demi sedikit mengumpulkan nyawa yang masih berceceran. Hari ini merupakan hari pertama liburan musim panas.

BANZAI!

Liburan musim panas jadi surga dunia buatku, aku bisa bermalas-malasan, tanpa diganggu oleh tugas dan beban sekolah. Rencanaku hari ini, aku ingin bermain PSP sepuasnya.

Orang tuaku sekarang sedang pergi ke luar kota, menambah kebebasanku di saat hari pertama Liburan Musim Panas ini.

Sebelum 2 sahabat karib itu mengacaukannya...

SFX no 5: Bunyi bel rumah

"Tunggu sebentar..."

SFX no 6: Pintu rumah terbuka

"Eh, ternyata Rias-senpai dan Sona-senpai, tumben datang ke rumahku."

Aku menyapa mereka dengan senyum yang dipaksa. Jika mereka datang berkunjung ke rumahku, pasti ada apa-apanya sehingga rencana liburan musim panasku jadi kacau.

Dan juga mereka mengenakan seragam sekolah pula!

"Jadi begini, Naruto-kun. Kita akan mengadakan summer camp untuk klub kita."

Benar kan! Mereka mengacaukan rencana liburan musim panasku!

"Wajib, kah?"

Aku mencoba untuk menghindarinya. Tapi sepertinya Rias-senpai mempunyai rencana untuk mengantisipasi hal ini.

"Wajib, Naruto-kun. Kita akan menyelidiki misteri di sekolah selama summer camp."

Tunggu dulu-

Jika itu berkaitan dengan misteri... aku bisa menyelidiki tentang masa lalu Yuuma. Dan bisa bertemu dengan Yuuma!

Tapi sih, apa Yuuma betah, karena aku terus ditempeli oleh Rias.

Dan, dalam perjalanan ke sekolah, Rias terus menempeli diriku. Tangan kiriku dirangkul olehnya, dan aku merasakan sensasi dada besar yang lembut menyentuh tanganku.

Yah tidak buruk juga...

"Sahabatku, bukankah kau terlalu dekat dengannya?"


"Ini dia tempat menginap kita."

Kami sekarang berada di sebuah bangunan bekas tempat tinggal penjaga sekolah. Ini menandakan bahwa Summer Camp klub Investigasi Paranormal dimulai.

Rias beserta Sona mulai memasuki bangunan tersebut, sementara aku, masih terpaku di tempat aku berdiri. Karena merasakan hawa gelap (cemburu?) dari Yuuma yang menatapku dari belakang.

"Yuuma-san. Ayo kesini. Kita kan sedang mengadakan summer camp..."

"Humph-"

Yuuma berlalu meninggalkanku.

Aku dicueki Yuuma!

"KYAAAA"

Eh-

Aku mendengar teriakan Sona dari dalam bangunan. Dengan bergegas, aku langsung masuk untuk memastikan kondisinya.

"Ada apa, Sona-senpai? Berteriak ketakutan begitu..."

Wajah Sona langsung memerah.

"Ak...aku...tidak ketakutan! Tapi...sepertinya... kita sudah mendapat misteri begitu sampai..."

Sona menunjuk ke arah wastafel yang mengeluarkan air seperti darah, sambil gemetaran. Rias yang melihatnya hanya bisa tersenyum.

"Tenang, Sona-senpai. Itu hanya air yang bercampur dengan karat kok, sebentar lagi pasti air-nya menjadi jernih."

Dan kemudian air yang mengalir di wastafel menjadi jernih.

"Oh...jadi...begitu..."

Rias yang melihat tingkah laku sahabatnya, berusaha menahan tawanya.

SFX no 7: Tetesan air

"Jadi, untuk agenda hari ini, kita akan berenang di kolam renang sekolah, sebelum melakukan penyelidikan misteri di sekolah ini. Ini menjadi sarana refreshing serta memanfaatkan kondisi musim panas ini."

Rias mengatakannya penuh dengan wibawa.

"Seharusnya, Rias. Meskipun kau telah menyertakan alasanmu yang masuk akal itu, namun tetap saja..."

Rias langsung menaruh jari telunjuknya ke mulut Sona.

"Kamu sudah berjanji kepadaku untuk memakai kolam tersebut sepuasnya, karena kamu meminta klubku untuk membersihkannya, bukan begitu?"

Klub Penelitian Ilmu Gaib disuruh mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh klub renang?

Aku bingung...

Sona mulai menghela napas.

"Baiklah, Rias. Lakukan sesukamu."

"Dan kamu harus ikut!"

Wajah Sona langsung memerah

"Eh-"


*Byuuur*

Segarnya, renang di saat musim panas ini sangat menyegarkan. Aku memakai celana hawaii, dan tentu saja telanjang dada. Aku memutuskan untuk cepat-cepat berganti baju, supaya menghindar dari kemungkinan Rias menggodaku dengan pakaian renangnya.

"Nee... Naruto-kun..."

Tiba-tiba Yuuma berada di sampingku! Ia memakai pakaian renang ungu yang cukup membuatnya sedikit lebih seksi dari kelihatannya!

Otakku langsung mendidih! Air di kolam renang ini langsung berubah menjadi hangat!

"Bagaim..."

"Naruto-kun! Bagaimana dengan pakaian renangku?"

Aku langsung menoleh ke Rias yang tadi memanggilku, dan aku langsung menyemburkan ludahku. Ia sangat seksi dengan balutan pakaian renang putih yang dikenakannya. Ia sedikit terlihat nakal hari ini.

Dan di belakangnya, Sona berdiri malu-malu dengan balutan pakaian renang sekolah.

Tak kalah bagusnya...

"Humph!"

Yuuma langsung pergi meninggalkanku.

"Yuuma-san, tunggu..."

Ia tidak mempedulikanku.

Yuuma sepertinya ngambek lagi.

"Naruto-kun, ayo kita bermain bola voli."

Biarlah, nanti ia akan ceria lagi, seperti biasanya.

"Oke, Rias-senpai."

Kami sedang asik bermain bola voli, kami saling menjitak satu sama lain jika ada yang tidak bisa menerima bolanya dengan baik. Sesekali aku menengok ke arah atap bangunan ruang ganti, memandangi Yuuma yang terlihat galau, menatap jauh langit biru...

"Rias, kamu ternyata ada disini toh."

Seorang wanita berambut hitam panjang yang dikucir ponytail menghampiri kami yang sedang asiknya bermain. Ternyata ia adalah salah satu anggota klubnya Rias, dan juga merupakan bagian dari 3 Wanita terpopuler di sekolah. Lengkaplah sudah 3 Wanita populer di sekolah, berkumpul di sini.

"Tumben kamu kesini, Akeno. Apa kamu mau berenang?"

Akeno menggeleng.

"Ada barangku yang ketinggalan disini, maka dari itu aku kesini untuk mengambilnya. Tapi ngomong-ngomong Rias, Janganlah kamu terlalu semangat dalam kegiatan klub yang baru saja kamu gabungi, melupakan klubmu sendiri..."

Rias tersenyum mendengar perkataan Akeno.

"Kamu mungkin benar, namun kan lagi libur, benar? Maka dari itu aku manfaatkan untuk aktivitas di klub ini."

Akeno tersenyum.

"Baiklah, jikalau begitu. Sampai berjumpa kembali, ketua."

"Sampai jumpa kembali, Akeno."


Acara renang kami telah selesai, dan kami sekarang berkeliling gedung-gedung sekolah untuk menyelidiki misteri-misteri yang ada di dalamnya.

"Baiklah, sekarang kita akan mulai dari miste-"

*BRUUUKKKK*

Belum selesai Rias membaca buku note-nya, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari ujung lorong bangunan ini. Reflkes, aku langsung berlari menuju sumber suara, disusul Rias dan Sona.

*Taptaptap*

*Taptaptap*

*Taptaptap*

"Disinikah tempatnya..."

Aku terkejut. Ruangan yang kuduga sebagai sumber suara tadi sangat berantakan! Meja-meja berserakan dimana-mana, kursi bergelimpangan tak beraturan, papan tulis miring, pokoknya sangat berantakan! Tak aneh jika seseorang yang melihatnnya akan mengatakan sungguh hancur...

"Ini..."

"Poltergeist."

Sona mengatakannya dengan gayanya yang cool. Ia kemudian membenarkan kacamatanya.

Dulunya, ada sebuah insiden, dimana seorang siswi terbunuh karena keracunan merkuri saat melakukan percobaan kimia. Dia mati dengan perlahan-lahan penuh kesakitan yang amat sangat, menangis memohon bantuan...

Aku mendengarnya dengan penuh seksama. Mungkin saja ini berkaitan dengan Yuuma.

"Sepertinya misterinya dimulai dari sini yah..."

"Ano, apakah kalian yang membuat kekacuan ini?"

Seorang siswa berambut cokelat tiba-tiba berada di mulut pintu ruangan ini. Ia memasang sikap waspada, namun raut mukanya tampak rileks.

"Issei-kun? Mengapa kamu ada disini?"

Siswa bernama Issei kemudian mendekati kami bertiga.

"Yah, aku sedikit bosan di rumah selama liburan musim panas ini, jadinya aku berjalan-jalan di area sekolah. Kalau ketua sendiri?"

Ia memanggil Rias dengan sebutan ketua, pasti ia merupakan anggota klub penelitian ilmu gaib.

"Aku sedang melakukan penyelidikan tentang misteri-misteri yang ada di sekolah ini, dan sepertinya

sudah menemukan yang cocok disini..."

"Sayangnya, misteri ini sudah dipecahkan, Ketua."

Issei memotong pembicaraan Rias, kemudian berbalik meninggalkan kami bertiga.

"Namun, jika ketua masih ingin menyelidikinya, tak apa, semoga berhasil."

Ia melambaikan tangannya sambil berlalu.

Rias kemudian menghela napas.

"Kita akan tetap menyelidiki hal ini."

"Eh, bukannya tadi sudah dikatakan oleh Issei-kun..."

"Kita tetap akan melakukannya, Sona."

...

...

...

Kami menyelidiki peristiwa ini cukup lama, dan tak ada satupun clue yang kami dapatkan. Karena hari sudah mulai gelap, kami segera bergegas ke bangunan tempat menginap kami.

"Hari ini sangat melelahkan, kita istirahat untuk hari ini. Besok kita akan melakukan penyelidikannya lagi."

Rias mengakhiri 'Summer Camp' pada hari pertama ini, kemudian ia beserta Sona, langsung berbaring di atas Fuuton, langsung tertidur lelap.

Aku tidak bisa tidur, aku lebih memilih untuk memandangi bulan purnama yang bersinar terang pada malam ini.

"Naruto-kun, bisakah kamu ikut aku sebentar?"

"Yuuma-san..."

Aku melihat Yuuma begitu cantik malam ini, dengan latar belakang sinar bukan purnama yang sangat indah. Ia menujulurkan tangannya kepadaku, dan mengajakku pergi bersamanya.

Akupun menerima juluran tangannya, dan kemudian kami melakukan jalan-jalan malam yang indah nan romantis di kompleks sekolah.

Yuuma kelihatan senang hari ini, sepertinya ngambeknya sudah hilang. Mungkin gara-gara jalan-jalan malam kali ini? Yang terasa begitu romantis.

"Indahnya!"

Sekali lagi aku menikmati pemandangan bulan purnama malam ini dengan indahnya. Kali ini berada di outdoor, bersama Yuuma disampingku, dan berada di tempat terbuka yang luas.

Yuuma begitu mengagumi keindahan bulan purnama malam ini. Wajahnya terlukis ekspresi bahagia yang amat sangat.

"Aku berharap, aku dapat bersamamu seperti ini untuk selamanya..."

Ia menyadarkan tubuhnya ke bahuku, memejamkan matanya dan tersenyum dengan manisnya. Ia sangat menikmati momen-momen ini.

Begitu juga denganku

SFX no 8: Kursi terjatuh dari ketinggian, masih berada di udara...

"Awas Yuuma!?"

Menyadari ada Kursi yang siap menghantam kami berdua dari atas, aku langsung melindungi Yuuma sekaligus menggulingkan badanku serta badannya ke arah samping, menghindari hantaman kursi tersebut.

Posisi kami sekarang... Sungguh tak mengenakkan! Aku berada di atas, sementara Yuuma tepat dibawahku, layaknya aku sedang ingin melalukan sesuatu yang tak senonoh ke Yuuma.

"Maafkan aku, Yuuma..." Aku sedikit tersipu malu. "Namun... sekarang kita harus mengecek apa yang terjadi di atas."

Aku beserta Yuuma langsung berlari menuju ke ruangan yang kemungkinan menjadi tempat dimana Kursi tersebut dijatuhkan, yang hampir menghantam kami berdua. Sempat aku mendengar suara gaduh setelah kursi itu jatuh, yang membuat diriku berkesimpulan bahwa ini merupakan Poltergeist.

*Taptaptap*

"Eh- Hyodo-san?"

Aku bertemu Issei di koridor yang sama. Sepertinya memang ini Poltergeist...

"Cukup Issei saja. Yang penting kita harus segera masuk-"

Issei langsung mendobrak pintu ruangan,

Dan,

...

...

...

Kami melihat Akeno menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, menoleh ke arah kami. Terlihat matanya mengeluarkan air mata begitu banyaknya.

Hiks...Hiks...

Issei langsung mendekati Akeno.

Hiks...Hiks...

"Akeno-senpai... Ini sudah berakhir... Sudahlah, janganlah kamu terus berbuat seperti ini..."

"Issei..."

"Ini sudah berakhir, saat musim panas tahun lalu. Tolong, Akeno-senpai. Biarkanlah masa lalumu yang kelam itu, janganlah kamu terperangkap di dalamnya. Kan aku sudah mengingatkannya kepadamu, satu tahun yang lalu?"

"Issei-kun, namun aku... aku...tidak...bisa...melupakannya begitu saja..."

Issei langsung memeluk Akeno dengan eratnya.

"Aku akan selalu membantumu keluar dari perangkap itu, Akeno-senpai..."

"Issei-kun..."

To be continued...

In Natsumonogatari!


Its my story in summer last year. I was stuck in terrible memories, on a fraigle girl.

It makes some chaos, even almost snatched my life.

Thats summer...

-Natsumonogatari (Akeno Berserk)-

-part of Poltergeist in Kuoh Academy-

released after Yuremonogatari reached the end