Kuroko no Basuke punya Fujimaki Tadatoshi

Perhatian punya Rinca

Warning: OOC,nista!Akashi,Akakuro,BL,typo.

Selamat membaca :D.

.

.

.

Chapter 4 : Chaos

.

.

.

.

.

"MOMOICCHI AYO TANGKAP AOMINECCHI DAN KAGAMICCHI-SSU! CIAATT." Kise berlari dan memutar mutar tangannya keatas.

"YEAHH,AYO TANGKAP MEREKA KI-CHANNNN." Bocah kecil berambut pink juga ikut berlari.

Ehem,keluarga Akashi dan Kuroko memang sedang kedatangan tamu saat ini. Yaitu Murasakibara dan Himuro bersama ketiga anaknya.

Ebujut anaknya tiga? Serem boo.

Mungkin itu yang ada dipikiran pembaca saat ini. Aomine Daiki,Kagami Taiga,dan Momoi Satsuki. 3 bocah biru tua,merah,dan pink bersatu membuat kericuhan dirumah Akashi. Dan jangan lupa ditambah dengan mahkluk pirang yang sedang jongkok dibawah meja itu.

Kok bisa Murasakibara anaknya tiga,Akashi cuman satu? Apakah tinggi badan berpengaruh? Akashi bertekad untuk rajin minum susu dari sekarang.

"Katanya Himuro-san,anu nya Murasakibara-kun besar Akashi-kun."

"Hah? Anu apa? Anu yang 'itu'?." Akashi pura-pura bego.

Memang menurut gosip,Murasakibara anunya besar dan tinggi. Anu apa?ya anu itu,beda benda beda arti.

Berarti anu nya Akashi kecil dong?

Maaf,kalau hal ini jangan tanyakan pada saya ya.

"Aka-chin,minta keripiknya lagi ya." Murasakibara mencomot keripik dari toples.

"Hm,ya. Jangan terlalu banyak makan camilan Atsushi." Akashi menatap nanar pada toples-toplesnya yang kosong. Memang seharusnya sebelum penyedot makanan itu datang,ia harus menyetok banyak camilan. Agaknya Akashi menyesal sudah membuang keripik bintang laut kemarin. Harusnya keripik itu diberikan ke Atsushi saja.

"Ahahaha,maaf Akashi-san, kau tahu kan selera makannya dia agak sedikit,emm...liar?" Himuro menggaruk-garuk kepalanya.

Akashi hanya menghela nafas dan mengangguk.


"Mau main apa nih-ssu. Aku capek main kejar-kejaran terus."

"Main boneka yuk Ki-chan! Aku bawa barbie loh."

"Hoek."

"Hoek."

"Iihhh,Kagamin dan Dai-chan kenapa sih!." Momoi menggembungkan pipinya.

"Cih,barbie itu untuk perempuan tahu! Lelaki tidak boleh main barbie." Kagami menggoyang-goyangkan jarinya didepan Momoi.

"Heh,tumben pintar?" Ucap Aomine.

"Yasudah,main lego aja deh-ssu. Ayo kekamar." Akhirnya keempat bocah warna-warni itu pergi kekamar Kise."

Kise pun menaruh 2 box besar berisi lego bermacam-macam bentuk dan warna ke karpet,dan membukanya. Kagami dan Aomine langsung heboh tentang 'siapa-yang bisa-buat-bangunan-paling-tinggi',sedangkan Kise dan Momoi kalem-kalem saja dan bekerja sama membuat istana. Sedang asyik-asyiknya main,tiba-tiba kamar Kise terbuka,dan Kuroko masuk sambil membawa senampan camilan dan minuman dingin.

"Ini ya anak-anak. Jangan lupa dimakan dan diminum."

"MAKASIH PAMAN/BIBI/MAMACCHI!."

Anak-anak terlihat sumringah melihat chips,popcorn,jelly bean,coke dan snack-snack lainnya. Kuroko tersenyum dan keluar kamar.

"Bibi Tetsuya baik banget ya Ki-chan,aku kalo dirumah jarang kebagian cemilan soalnya Papa-kun pasti ngabisin cemilan ku." Momoi curhat sambil mengunyah popcorn.

"He-eh. Satsuki benar. Papa itu hidungnya serem,masa aku ngumpetin coklat dikamar mandi ketahuan. Jadinya percuma kalo mau ngumpetin makanan soalnya papa pasti bisa nemuin walaupun udah dikubur didalam tanah." Ucap Aomine sambil meminum cokenya.

"Ooh,kalau gitu sering main kesini aja-ssu. Disini banyak cemilan,jadi nanti kalau cemilan kalian hilang,dateng kesini aja ya-ssu."

"Serius nih? Asyikk,aku gak perlu rebutan makanan sama papa deh. Nyam nyam nyam." Kagami mengambil chips dan mengunyahnya dengan berisik.

Kise,Aomine dan Momoi hanya geleng-geleng kepala.


"Selamat malam-nodayo."

"Selamat malam Tetsu-chan,Sei-chan!."

Duo hijau hitam datang.

"Wahh,ada Tatsuya dan Atsushi rupanya." Takao nyengir kearah Murasakibara dan Himuro.

"Midochin,Takachin,ngapain kesini?."

"Kami diundang Kuroko-nodayo."

Sontak Akashi melirik Kuroko.

"Selamat datang Midorima-kun,Takao-kun." Kuroko menatap datar tamunya. Bertepatan dengan itu,4 anak berambut warna warni turun dari atas.

"Lho,paman hijau ikutan kesini?."

"Yayy,paman Takaocchi datang-ssu!"

"Cih,paman Tsundere kesini."

"PAMAN ADU DU!."

Kagami menunjuk Midorima dengan tercekat. Midorima speechless dikatain mirip tokoh kartun berkepala kotak berwarna hijau.

"KAGAMI!AOMINE!." Himuro melotot pada 2 anaknya itu. Sedangkan Takao mati-matian menahan ketawa.

"ADU DUUUU." Kagami menjerit dan menunjuk-nunjuk Midorima dengan histeris. Himuro menarik Kagami dan menyuruhnya meminta maaf pada Midorima. Tetapi Kagami tetap ngeyel dan terus menerus mengucapkan adu du adu du. Entah kenapa.

"Kagamicchi kenapa sih-ssu?." Kise bertanya pada Momoi.

Momoi pun menjawab,"Dulu tuh paman hijau pernah bawa boneka bentuknya aneh gitu Ki-chan. Kepalanya kotak ada sungutnya,terus mulutnya lebar,sama badanya kecil pake baju kuning gitu. Terus waktu malem-malem,paman hijau lupa bawa bonekanya,dan bonekanya ketinggalan dikamar mandi. Pas Kagamin kekamar mandi malem-malem,bonekanya ada diatas toilet terus senyum senyum ke Kagamin gitu,jadinya dia jerit-jerit kayak orang gila Ki-chan,terus trauma deh." Momoi menceritakan asal-usul Kagami menjadi parno dengan Midorima dan lucky itemnya yang berupa boneka adu du dengan panjang lebar. Kise mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Oh gitu,bentar deh-ssu aku mau kekamar dulu." Kise kembali naik kekamarnya.

Himuro sedang menenangkan anaknya yang histeris mendadak dengan mengelus-ngelus kepalanya. Tampaknya Kagami masih belum tenang,terlihat dari wajahnya yang menatap Midorima dengan ketakutan. Terbayang dikepalanya boneka itu tersenyum diatas toilet dan menyeringai kearahnya. Mungkin terdengar berlebihan,tapi apa daya Kagami yang sebegitu parnonya dengan boneka itu.

Sedangkan Midorima yang menjadi sumber masalah hanya diam karena dia tidak tahu apa-apa.

Kise pun turun dari tanggan,dan menghampiri Kagami.

"Nih Kagamicchi,biar nggak takut lagi. Dulu aku juga takut sama adu du,tapi Papacchi selalu maksa aku buat mainan sama itu,jadinya nggak takut lagi deh-ssu. Malah sekarang aku tidur sama ini." Kise tersenyum polos dan meletakkan boneka laknat itu dihadapan Kagami yang masih shock.

Kagami pun terdiam,lalu melotot dan menjerit.

"WAAAAHHHHHH,AKU BENCI BONEKA ITUU." Kagami melompat dari sofa dan lari kesembarang arah. Kise yang kaget,ikut berteriak juga.

"AAAAAAAAAAA." Terdengar dua teriakan maut antara Kagami dan Kise. Aomine yang dasarnya jahil,mengambil boneka tersebut dari sofa dan mengejar Kagami yang berlari kearah dapur.

"SINGKIRKAN BENDA ITU BODOHH."

"AHAHAHAHA,RASAKAN INI."

"HWAAAAHHHHHH."

"AOMINE!KAGAMI! HENTIKAN! MOMOI,PISAHKAN MEREKA!." Himuro ikut dalam acara 'antara aku dan adu du yang bikin trauma' dan mengejar Aomine serta Kagami. Momoi dan Kise pun akhirnya ikut turun tangan dan mengejar mereka.

Himuro pun berhasil menangkap Aomine,tapi naas,ia tersandung kaki kursi,dan jatuh mengenai pohon natal. Pohon natal itu bergoyang,dan rubuh tepat diatas Kise yang sedang berlari didekat pohon tersebut. Akashi pun dengan sigap langsung memeluk Kise dan berguling kesamping. Tetapi pohon itu sudah terlanjur jatuh tepat diatasnya,

Tindakan heroik Akashi patut dicontoh.

Kise selamat,Akashi boro-boro. Murasakibara dan Takao mengangkat pohon natal itu,dan membantu Akashi berdiri. Terlihat pemandangan Akashi dengan ornamen-ornamen natal dirambutnya,wajah terkena glitter,dan tubuh yang terlilit lampu hias.

Kuroko pun menghampiri Akashi dan menggendong Kise yang menatap Papanya dengan bersalah.

Kuroko berlutut dan mengambil hiasan bintang yang jatuh,dan meletakkannya diatas kepala Akashi.

"Merry Christmas." Ucapnya.

Midorima,Takao,Murasakibara,Himuro,Momoi,Kise,Kagami dan Aomine terdiam.

Akashi pun ikut terdiam.

krik

"M-merry christmas semuanya!." Takao memecah kesunyian dengan suaranya.

"Yeah,Merry Christmas!."

"Merry Christmas-ssu."

Mereka pun saling mengucapkan salam natal satu sama lain. Akashi tertawa,dan ikut mengucapkan Merry Christmas.

Tiba-tiba Akashi menyeringai.

"Rawrrr,aku adalah monster pohon natal. Siapa yang tertangkap dia akan kugunting,HAHAHA." Akashi pun berjalan dengan merentangkan tangannya,dan melebarkan kakinya. Persis seperti monster di film-film.

Anak-anak pun menjerit dan berlari kesana kemari,takut digunting sama monster pohon natal yang berjalan kearah mereka.

Kuroko,Himuro dan Takao tertawa melihat tingkah Akashi yang jarang-jarang bisa seperti ini. Sedangkan Midorima dan Murasakibara tersenyum melihatnya.

Hei,malam Natal memang seharusnya membuat bahagia kan?


HALOOOO SEMUANYAA,HIHIHI#dor.

maaf chapter ini telat update,harusnya sih tanggal 25 kemaren,hahaha.

tapi gapapa lah ya,daripada gakndiupdate #ngeles.

makasihh banget yang udah review,fav,follow *w*. Dan untuk Flow . L ,saya juga baru nyadar tentang nama-nama mereka Orz. Tapi karena udah terlanjur,dan saya juga lebih nyaman gini,jadi gapapa ya?hohoho#ketawasanta.

oh iya, sampai jumpa di chapter berikutnya,jangan lupa review dannnnn SELAMAT TAHUN BARUUU~~