Mysterious Sight

.

Atem & Laksmi

.

"Little Gem—sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang…" keluh Atem kini malah bersandar di kursinya menatap Laksmi yang ada di depannya sambil menguap kelelahan

Laksmi menggeleng "Tidak bisa! Kita harus tetap tinggal disini Ate!" ucapnya menolak sambil melirik jam di tangannya "Sampai kita berhasil dengan bukti kalau 'hal' itu tidak benar-benar ada!" tambahnya lagi

Atem mendengus sambil membenamkan kepalanya diatas meja, Ini sudah malam dan keduanya berlagak layaknya anak pemberani masih berada di dalam gedung sekolah yang sudah gelap gulita—sepi tanpa penghuni yang berlalu lalang.


Katanya di cermin besar yang terpajang di lantai dua itu akan muncul penampakan aneh kalau kau berdiri di depannya tepat jam 12 tengah malam. Banyak anak-anak yang sudah mencobanya dan ternyata itu benar-benar terjadi lho!

"Ha—Kalian itu masih saja mempedulikan mitos yang tidak ada buktinya" sangkal Atem

Bakura menyeringai "Kalau begitu bagaimana kalau kau emmbuktikannya saja, he Tuan Sennen sok pintar"

Atem memutar bola matanya malas "Aku tidak punya kepentingan melakukan hal tidak berguna seperti itu, lagipula aku punya bisnis yang lain" sahut Atem menolak

Dan disaat itulah, Laksmi dan Yugi datang…

"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?" tanya Yugi penasaran

"Hantu~ Hantu~ Hantu~" ucap Marik dengan suara diseram-seramkan membuat Yugi bergindik ngeri

"Hantu itu tidak ada—dan kalau kalian memikirkan tentang hantu kaca yang populer itu…" sahut Laksmi "…Itu semua hanya omong kosong…"

"Ha! Bilang saja kau penakut Laksmi—Kau pernah membuktikannya? Masuk ke Rumah Hantu saja kau tidak berani…" sahut Bakura meremehkan

"Apa maksudmu—!" hardik Laksmi

Bakura menyeringai "Kita lakukan tantangan…"

"Tunggu—!" Atem berusaha mencegah

"Aku terima!" sahut Laksmi menyetujui tanpa mengetahui apa tantangan yang direncanakan Bakura, sementara Atem hanya menghela napas—kini bisnisnya harus menunggu waktu minggu depan..


Dan inilah keduanya, melakukan tantangan bodoh yang sama sekali tidak ada gunanya…

Bakura harus mendapatkan balasannya suatu saat nanti—batin Atem mendengus

"Ah! 15 menit lagi sebelum jam 12, sebaiknya kita pergi ke lantai 2 sekarang Ate…" ucap Laksmi beranjak dari kursinya

Atem memandang tidak berminat "Apa kita harus melakukan semua ini—" keluhnya "Kita bisa melakukan sesuatu yang lain dan pergi dari tempat aneh ini—!" ucapannya terputus

"Tidak…" jawabnya singkat sebelum kemudian beranjak pergi meninggalkan Atem sendirian yang hanya menghela napas panjang sebelum kemudian memutuskan untu mengikuti Laksmi diam-diam di belakangnya.

Ha! Setan! Hantu! Apapun itu aku sama sekali tidak takut! Di dunia ini tidak ada hal yang seperti itu—TIDAK ADA! Hanya rumor yang tidak jelas tanpa bukti-bukti! Kau pasti bisa Laksmi—batin Laksmi sambil menaiki tangga satu per satu dengan tangan yang gemetaran karena ketakutan atau semangat (?)

Atem yang melihat dari kejauhan menampakan seringaian usil, sepertinya ia memiliki hal seru untuk melepas kebosanannya ini

Tepat dimana jam menunjukan jam 12 malam, berdirilah dihadapan cermin itu dan menatap pantulan bayangan yang ada disana, perlahan kau pasti akan melihat sosok yang muncul di cermin itu…

Laksmi berdiri di depan cermin dengan muka yang bisa dikatakan berusaha tegar, sambil melihat jam tangannya kemudian beralih lagi ke depan cermin dimana ia hanya bisa mendapatkan pantulan dirinya sendiri disana—tidak ada hal aneh yang terjadi…

5 menit sebelum jam 12

Laksmi mulai malas berdiri di depan cermin aneh layaknya orang bodoh, well—Atem benar seharusnya ia tidak menyetujui ide aneh Bakura sejak pertama. Laksmi menghela napas pelan sebelum kemudian..

"BOO!" seseorang memegang pundaknya dari belakang dan mengagetkannya

"WAAA!" sontak Laksmi langsung terkejut dengan reflex langsung melayangkan sebuah tinju yang sangat kuat memukul orang yang sudah berani-beraninya menakut-nakutinya.

BHUAGH!

"Aduh-duh-duh—Little gem, kau tidak perlu memukulku sekeras itu…" keluh Atem meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya yang terkena hantaman tinju Laksmi

Dilain pihak Laksmi sudah hampir jantungan dan shock karena Atem menakut-nakutinya, disaat sedang melakukan hal seperti ini ia malah mengerjainya! "Grr—LAIN KALI AKU AKAN MEMATAHKAN TULANG-TULANG-MU ATE!" serunya ganas

"Err—T-Tenang Little gem, aku hanya bercanda barusan…" ucap Atem menjelaskan

"TERSERAH!.." sahut Laksmi pergi meninggalkan Atem dengan kesalnya

"Little Gem!" panggil Atem yang tertinggal

Kini hanya ada dirinya seorang di depan cermin sambil menghela napas panjang, Haah—niatnya sih reaksi Laksmi akan langsung memeluknya saat ketakutan, alih-alih mendapat pelukan dia malah mendapat sebuah tinjuan, rencananya tidak berjalan sesuai rencana dan kesepakatan awal…

Atem memandangi cermin di depannya "Sepertinya ini membuktikan kalau desas-desus di sekolah itu tidak benar—!" ucapannya terputus

Mata Atem terbelalak melihat kabut putih tiba-tiba muncul di samping pantulan cermin dirinya, perlahan tapi pasti pantulan tersebut membentuk sebuah sosok…

Atem menelan ludah tetapi ia tidak bisa mengangkat kakinya untuk segera kabur…

Sosok tersebut makin lama terlihat jelas—sosok gadis berambut pirang dengan mengenakan gaun putih panjang, rambut pirangnya yang panjang sebagian diletakan di depan dadanya, mata saphirenya sepertinya membuat mata Crymson Atem menyadari sesuatu…

"Little gem—kau ingin menakuti nakutiku…" ucapnya sambil menggelengkan kepala "Ckck—kau bahkan mengganti bajumu segala…" tambahnya

Sosok yang menyerupai Laksmi itu mendekati bayangan Atem di cermin dan merangkulnya…

Dan disaat yang sama pula…

"ATE~ Mau sampai kapan kau berdiri disana…" panggil sebuah suara dari bawah tangga

Atem berbalik hanya untuk mendapati Laksmi kini berada di salah satu anak tangga dengan tas di bahunya menunggunya untuk pulang bersama, T—TUNGGU!...

"L-Little Gem?"

Laksmi berkacak pinggang "Apa?" sahutnya "Cepat turun!" perintahnya

"S—Sejak tadi kau ada disitu Little gem?" tanya Atem memastikan "Kau tidak mengganti bajumu dengan gaun putih?" tanyanya lagi

Laksmi mengerjapkan matanya "Apa maksudmu, Ate! Jangan melantur! Cepat turun!" ucapnya

GLEK!

Atem menelan ludah, kalau sejak tadi Laksmi berada disana berati yang ada di cermin barusan itu…

Atem membalikan wajahnya menatap cermin dengan mata terbelalak horror disertai keringat dingin—sosok itu masih ada dan lbih tepatnya bayangannya yang ada di cermin juga tidak mengikuti pergerakan dirinya yang asli, sosok itu kemudian menampakan sebuah senyuman kepada Atem yang saat itu sudah merasa seperti tersambar kilat…

Langsung saja Atem berlarian menuruni tangga sambil menarik tangan Laksmi bersamanya dan keluar dari gedung sekolah—sambil menyimpan sebuah catatan hati di dalam pikirannya, jangan pernah menyetujui tantangan Bakura!

Tanpa sepengetahuan keduanya yang sudah meninggalkan gedung sekolah, ternyata bayangan Atem masih tertampak di cermin dengan sosok gadis yang menyerupai Laksmi masih ada di sampingnya, keduanya tampak bergandengan tangan dan saling menatap satu sama lain sebelum kemudian perlahan menghilang…

"Jadi sudah diputuskan, teori 'Hantu Cermin' itu hanya desas-desus!" sahut Laksmi dengan mantap keesokan harinya "Aku dan Ate sudah memeriksanya dan tidak ada bukti apapun…" tambahnya

Kalau dibilang tidak ada bukti apapun…

Atem membenamkan kepalanya diatas meja, malas mendengarkan pembicaraan tentang hantu cermin ini, ditambah lagi ia sudah tidak bisa tidur semalaman gara-gara penampakan yang tidak diharapkan barusan..

"Kami tidak percaya!" sahut Bakura dan Marik keuh-keuh kemudian menambahkan "Kau pasti lari ketakutan sebelum sempat membuktikan…"

"Apa kalian berdua bilang!" protes Laksmi

"Untuk membuatnya lebih jelas bagaimana kalau kita semua saja membuktikan kebenaran fakta tentang hantu cermin itu…" usul Malik di samping Yugi dengan antusias

"Tapi bukankah itu mengerikan…" protes Ryou pelan disertai anggukan Yugi

"Tenang saja—Ry, masih ada aku yang menjagamu~" ucap Bakura dengan cengiran lebar membuat Ryou blushing sebelum kemudian "Jadi bagaimana nona?"

"a—!" sebelum Laksmi sempat menjawab

"Sayang sekali kami punya urusan yang jauh lebih penting untuk dilakukan nanti malam…" potong Atem sambil beranjak berdiri sambil menarik tangan Laksmi menjauh dari kelompok yang berniat mengekspedisi hantu cermin, apalagi kini ditambah dengan Joey yang antusias menarik Seto ikut kedalam acara—Hell No! Ia tidak akan pernah mau pergi kesana untuk kedua kalinya

"Hee… Hantu di dalam Cermin ya…" ucap Duke sambil duduk di kursi gurunya

"Iya, anak-anak sekarang mulai membicarakannya—sepertinya menjadi topic yang sangat populer sekarang, Bagaimana menurut bapak sendiri…" tanya salah seorang siswa perempuan kepadanya

"Pendapatku?" ucap Duke berpikir "Cermin itu memang bukan cermin biasa, tapi juga bukan Cermin Hantu…" ucapnya

"Hee?"

Duke tersenyum "Cermin itu bisa dibilang sebagai Cermin Jodoh yang sudah ada di SMA ini…" ucapnya

Cermin Jodoh?

Kalau kau berdiri di depan cermin yang ada di lantai 2 tepat jam 12 malam, maka kau akan dapat melihat sosok orang yang sangat berarti bagi dirimu saat itu—kau akan mengetahui jawaban yang ada di depan dengan hanya melihat kearah pantulan cermin