:NIHILISTIC NOTE:
(bisa langsung scroll kebawah untuk skip balasan review dan langsung kecerita chapter 4)
HalfOwl: Waduh aku nggak paham deh apa itu veila, sorry banget, tapi bisa jadi sih, aku googling apa tuh veila harry potter dan muncul tentang makhluk Veela di hasil pencaharian, kalau itu maksudnya sih sebenernya emang cocok banget! Kalau ditanya kenapa pakai Ibu dan Bapak sebenernya nggak tau secara pasti juga, dari film dan beberapa info yang aku dapetin sih mereka memang menggunakan kata Madam, Miss, dan Mister, jarang menggunakan kata Sir dan Mam, tapi aku kepikirannya pakai kata-kata yang lebih akrab karena orang indo manggil guru di sekolah pakai Bu dan Pak, sedangkan tuan dan nyonya kepingin kusimpen dulu buat dipakai nanti untuk percakapan yang lebih formal lagi seperti obrolan antara mentri dan pejabat sihir dan sebagainya... mungkin, intinya buat orang-orang yang derajatnya lebih tinggi... atau sarkasme, hehe. Aku sendiri sebenarnya masih bingung terjemahan kata prefix Lady, Miss, Mrs, Mam, Madam, Sir, dan Mister, membedakannya dan menerjemahkan masing-masing kata ke bahasa indo agak musingin (tapi apalah, ane juga nilai bahasa indonya jelek gan). Sisanya spoiler, hehe.
Image28: Yep, entah apa yang ngerasukin si nihilis berbulu ini, JK. Cerita ini sebenernya full improv, aku nggak punya kerangka cerita dan sebenernya nggak tau mau bikin cerita ini jadi apa, biarlah mengalir sembari buat, mungkin itu yang bikin update cerita ini agak kenceng karena rasa masa bodoh yang penting nulis.Makasih, turut senang kalau itu penjabaran cukup memuaskan.
markr7828: Yoi mayoi, kayaknya sih cerita ini bakalan sampai 'Complete' soalnya nggak kayak ceritaku yang satunya lagi, cerita ini punya audience yang bikin ku seneng lanjutin cerita ini wkwkwkw. Aaaaaanyway.
"Dialog"
'Monolog'
"Dialog dalam bahasa asing"
"Mantra"/Kutukan/Nama benda atau nama makhluk sihir
(keterangan)
XoXoXoXoXoXoXoX
CHAPTER 4: THE FIRST DAY
XoXoXoXoXoXoXoX
Hari ini adalah hari pertama Sakura akan mengajar, dia duduk kelasnya yang kosong menunggu dengan gugup murid-muridnya yang nanti akan datang, untungnya dia sudah membuat buku yang nantinya akan membantunya mengajar dalam kelas sehingga dia tidak terlalu takut kalau cara dia mengajar malah membuat para murid kebingungan.
Kini dia hanya duduk di mejanya di depan kelas, Hogwarts membuat kelas khusus untuk dirinya sehingga dia bisa mendekorasi dan menata ruang kelasnya sendiri sesukanya entah hanya untuk pajang-pajangan atau memiliki fungsi tersendiri, Sakura memutuskan untuk menata kelasnya itu seperti kelas akademi di Konoha, dimana meja murid tertata seperti tangga, yang paling depan yang paling rendah dan semakin kebelakang semaking tinggi, tiap meja dibagi kelompok yang terdiri dari tiga orang, dan karena Sakura termasuk orang yang relatif pendek, dia putuskan kalau tinggi tiap meja hanya berjarak satu setengah anak tangga.
Meja-mejanya dan bangkunya terbuat dari kayu berwarna coklat sedangkan meja khusus untuknya berwarna merah dan panjang menyamping, dibelakang punggunya sudah ada sebuah papan tulis besar menempel di dinding dan juga jam dinding menggantung diatasnya. Sakura merogoh saku yang ada di jas putih yang dia kenakan dan kembali melihat jadwal mengajarnya.
Dari Senin sampai Kamis dia akan mengajar 3 kali sehari karena dia harus mengajar semua tahun ajaran dan di hari Jum'at dia memiliki satu kelas setelah waktu istirahat siang, 'Semoga bayaran yang diberikan dari misi rank-C ini benar-benar bisa membuatku berleha-leha, terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama setahun penuh.' pikirnya sembari mencubit jembatan hidungnya dan menghembuskan nafas.
*Tok tok tok* Suara ketukan pintu dari depan kelasnya menandakan kalau murid-murid sudah mulai berdatangan, dengan lambainya tanganya dari kursinya dia membuka pintu itu dengan sihir. "Masuklah dan segera duduk ditempat kalian masing-masing." jelas Sakura dengan senyuman.
Begitu anak-anak mulai memasuki ruangan dia bisa mencium bau parfum yang berbeda-beda dari murid yang sebagian membuatnya mual karena bau parfum yang terlalu kuat menyergap hidungnya, "W-wah... kalian sungguh bersemangat dalam memperhatikan penampilan kalian yah, bau parfumnya sampai kemana-mana." kata Sakura tertawa dengan sedikit keringat dikepalanya menahan diri, para siswa itu pun hanya menunduk malu.
Dia lihat dengan seksama murid-muridnya, sebagian besar lelaki disana berdandan rapih, rambutnya disisir kebelakang seakan-akan penampilan si Draco Malfoy itu menjadi trend semalam, tetapi salah satu murid dengan kacamata bundar tidak berpenampilan seperti itu dan membiarkan rambutnya yang hitam itu secara alami dan agak berantakan, rambutnya sedikit mengembang karena dia memiliki rambut yang agak panjang, untuk perempuan sebagian besar berpenampilan biasa tanpa ada perubahan yang mencolok.
'Ada apa dengan remaja British terhadap penampilan klimis?' pikir Sakura bingung, akhirnya dia hanya menggelengkan kepala dan memutuskan untuk segera memulai kelasnya.
"Seperti yang kalian sudah ketahui dari upacara semalam, kita akan belajar tentang Sihir Kedokteran." jelasnya sembari menulis di papan tulis, lalu kembali berhadapan dengan para murid, "Mata pelajaran ini terdiri dari pemahaman anatomi manusia dan mantra-mantra penyembuhan yang sudah ada sebelumnya dan sudah tercatat dalam compendium mantra dari Kementrian Sihir Britania Raya, dan juga mantra-mantra baru yang akan ku ajarkan kepada kalian."
Salah seorang gadis berambut coklat panjang dan bergelombang mengangkat tangannya tinggi ingin bertanya, "Oh semangat belajar yang bagus, baru di menit pertama sudah ingin bertanya, aku suka itu!" komentar Sakura dengan riang dan tertawa kecil, "Sebutkan nama dan pertanyaanmu."
"Aku Hermione Granger, Professor Haruno, apa maksudnya dengan mantra-mantra baru?" tanya gadis itu yang sekarang dikenal sebagai Hermione.
"Ah ya, jika kalian belum tahu, aku datang dari sekolah sihir yang berada di Jepang, dan kami tidak menggunakan mantra yang sama seperti di Inggris." jelasnya membuat semua murid membuka mulutnya dan membentuk huruf o, merasa senang mengetahui informasi pribadi baru dari guru barunya itu, "Jadi ku buat mantranya dari awal -dengan kata lain menerjemahkannya- dengan bahasa latin yang bisa kalian gunakan, dan ada sebagian mantra yang memang kubuat sendiri."
Murid-murid mengangguk dan Hermione merasa cukup puas dengan jawabannya.
Sakura lalu mengangkat buku yang dia tulis sebagai pembelajarannya itu, "Sebagai permulaan akan kubagikan buku ini kepada kalian, buku ini mencantum materi selama satu semester kedepan." untuk sementara semuanya diam, dan Sakura mulai mengeluarkan keringat di dahinya
'Terkutuklah aku dengan sifat pelupa ku, aku benar-benar lupa aku hanya membuat satu buku' Sakura mulai sedikit panik, dia menyalahkan rasa gugupnya itu akan keteledorannya. Untungnya Sakura ingat salah satu mantra dari buku yang dia baca di perpustakan tentang mantra duplikasi, Sakura mulai tenang dan memutuskan untuk menggunakannya, dia menaruh bukunya itu diatas meja, dia membuka telapak tangannya lebar-lebar, menurunkan sedikit jari tengahnya, lalu menyentuh buku itu dengan ujung jari tenganya dan melafalkan mantra, "Gemino!" Sakura lalu segera mengangkat tangannya keatas dengan cepat dan sekarang buku itu terduplikat menjadi banyak dalam sekejap.
Aksinya itu membuat semua murid menarik nafas terkejut, khususnya Hermione. Sakura lalu menggerakkan tangan kanannya layaknya mengusir seekor kucing membuat buku-buku itu melayang ke meja para murid.
"Silahkan kalian buka... buku... err..." Sakura ingin melanjutkan pelajaran tetapi ekspresi para muridnya yang melotot dan menganga kearahnya membuatnya sedikit takut dan tidak nyaman, tetapi melihat orang-orang bak ikan terdampar di darat sangat lucu memaksanya untuk menutup mulutnya dan tertawa, usahanya untuk menahan geli benar-benar gagal.
"Hush! S-sudah cukup 'pfftt' t-tolong segera kembali fokus ke pelajaran!" omel Sakura masih mencoba menahan tawa membuat para murid kembali sadar dan segera tersenyum malu merasa canggung dan sadar kalau mereka terlihat konyol di depan Professor berambut Pink itu. Apa boleh buat, untuk seseorang yang dapat melakukan sihir tingkat tinggi seperti kutukan Gemino seakan-akan itu hanyalah mantra biasa tanpa menggunakan tongkat sihir sangat mengesankan.
Sakura menaruh tangan kanannya di dagu dan lengan kirinya melipat menopang menahan sikut tangan kananya memasang pose berpikir, "Hmm... karena kalian sudah mengikuti kelas Professor Filius Flitwick sebelumnya aku penasaran..." ucap Sakura membuat semua muridnya segera memberikan perhatian mereka kepada si rambut pink itu, "Apa kalian sudah pernah belajar dasar dari mantra penyembuhan? Siapa yang tahu mantra penyembuhan angkat tangan dan sebutkan satu." tanyanya dengan antusias.
Hermione mengankat tangannya tinggi, Sakura lalu menunjuknya dan memintanya untuk menyebutkan satu mantra penyembuhan, "Uh, Episkey." jawabnya. Sakura senang kalau salah satu murid sudah tahu salah satu dasar mantra penyembuhan dan memberikannya 5 poin, membuat Nona Granger itu berteriak 'Yes!' dalam bisiknya.
"Ah benar Episkey, mantra umum yang bisa menyembuhkan luka dan penyakit ringan seperti luka lecet, bibir pecah-pecah dan sebagainya, bagus sekali Granger!" Sakura tersenyum lebar dengan gembira.
"Malaikat..."bisik Ron terkesima dengan senyuman Professor Haruno sehingga kepalanya mulai kosong, dia benar-benar sedang jatuh cinta pikir Harry, dan Hermione memukul pundaknya dan menatapnya tajam.
"Ada lagi?" Sakura memberi kesempatan yang lain untuk mendapat poin.
Murid lain bernama Susan Bones mengangkat tangan, murid dari asrama Hufflepuff itu memberikan mantra Ferula dan Sakura mengakui kalau itu adalah salah satu mantra yang sangat bagus karena dapat menyembuhkan keram dan keseleo, lalu memberikannya 5 poin.
"Baiklah, silahkan buka buku yang sudah kubagikan untuk kalian."
Saat Sakura lihat murid-muridnya mengikuti permintaannya dia memulai membahas subjek pertama, "Di bab pertama dalam buku itu menjelaskan tentang anatomi manusia, menjabarkan setiap bagian dari tubuh dan fungsinya masing-masing, bisa memahami cara kerja dan kondisinya adalah kunci utama dalam belajar sihir pengobatan, menjamin kalian memahami masalah yang dialami korban atau pasien, jika kalian tak pandai dalam membaca situasi pasien kalian bisa jadi membuat kesalahan karena menggunakan mantra yang salah,
"Jika kalian belum paham apa yang baru saja kubicarakan... maksudku adalah tanggung jawab besar dalam penggunaan sihir penyembuhan, saat kubilang 'Kesalahan' itu maksudnya resiko memperburuk kondisi pasien yang bisa jadi dapat menyebabkan kematian, jadi tolong perlakukan kelas ini dengan bijak dan berhati-hati" jelas Sakura membuat para murid gugup dan sedikit takut tentang tanggung jawab yang mereka pikul dalam kurikulum baru itu.
"Tetapi tenang saja aku disini untuk memastikan kalian dapat belajar dengan baik dan menghindari hal ini." Sakura tersenyum dan memberikan kedipan sebelah mata berusaha mengurangi ketegangan pada murid-muridnya.
"Baiklah mari kita bahas bab pertama!".
XoXoXoXoXoXoXoX
Menurut Harry, kelas itu berlangsung dengan lancar dan cukup menyenangkan karena Professor Haruno suka menambah candaan disela-sela penjelasannya membuat mereka tidak bosan dan tetap memahami apa yang disampaikannya. Dia tidak pernah menyangka suatu hari dia akan paham tentang bagaimana kerja otot, tisu daging yang berada dibawah kulit, mengenal struktur tulang lebih baik, dia bahkan jadi paham tentang bagaimana ligamen terkadang bisa terentang dengan paksa melampaui batas otot sendi itu sendiri saat mereka tidak berhati-hati dalam bergerak dan bisa menyebabkan pita sendi itu robek yang akhirnya dikenal dengan nama terkilir.
Hanya saja Harry terkadang sulit mengikuti pelajaran karena berusaha menahan tawa melihat tingkah Ron Weasley teman sebangkunya itu, Ron berusaha keras untuk berdiri tegap tidak seperti biasanya dan dia bahkan menyisir rambutnya berusaha mencari perhatian Professor barunya itu, Hermione terlalu fokus dengan pelajarannya dan sesekali hanya menghela nafas melihat tingkah Ronald Weasley.
"Baiklah untuk sekarang pembahasannya sampai disini dan tolong kerjakan soal dihalaman 31, dikumpulkan minggu depan, untuk sekarang ini apakah ada pertanyaan?" tanya Sakura.
Seorang anak mengangkat tangan dengan ragu, namun Sakura melihatnya dan mengangguk mempersilahkan anak itu bertanya, "Namaku Neville Longbottom..., Professor aku ingin bertanya kalau... Apakah Professor itu keturuan peri bunga?" tanyanya polos membuat Sakura melebarkan matanya dan mengedip beberapa kali kebingungan dengan pertanyaanya. Semua murid juga penasaran dengan identitas gurunya itu, bahkan Hermione harus mengakui kalau dia juga sangat penasaran.
"Uh... aku tak tahu kenapa kau bertanya hal itu... tapi bukan, aku bukan keturunan peri, lagi pula ku pikir hubungan peri dan manusia itu mustahil." Sakura memasang wajah ngilu karena mendapat gambaran mental bagaimana peri bunga yang ukurannya lebih kecil dari pada setangkai bunga berhubungan dengan manusia, bak kereta uap menerobos masuk lubang tikus, Sakura benar-benar merinding.
lalu Fred langsung bertanya juga dengan cepat "Atau mungkin keturunan Siren?" George bangun dari kursinya dan bertanya juga "Aku yakin Professor adalah keturunan Veela! Benarkan?"
Hermione lalu dengan cepat membantah itu dan berkata kalau tidak ada Veela berambut warna pink, mereka semua memiliki rambut putih keemasan, dan Siren itu duyung.
Sakura hanya tersenyum paksa melihat muridnya bertengkar tentang identitasnya, "Ahem, sudah-sudah aku tidak ingin ada pertengkaran dikelasku, aku tak paham apa yang ingin kalian gunakan dengan informasi ini, tapi agar kalian tidak kebingungan dan bisa kembali fokus ke pelajaran hari ini, aku beritahu ya kalau aku ini Muggle-born, jadi intinya aku ini cuma manusia biasa yang kebetulan memiliki genetik aneh." katanya Sakura sembari menunjuk kearah kepalanya, "Ada pertanyaan lain?"
George lalu berbisik kepada Fred dan Harry, "Ingin menentukannya sekarang?" dimaksudkan dengan taruhannya yang mereka buat diupacara penyambutan, Fred dan Harry mengangguk dan Harry sepakat untuk menanyakannya.
"P-Professor Haruno, kalau tidak keberatan, aku ingin tahu sebenarnya berapa usia Professor?" tanya Harry sedikit malu dan takut apa yang akan dipikirkan teman sekelasnya tentang dirinya karena menanyakan hal semacam itu, akhirnya dia angkat bicara lagi bermaksud untuk menyelamatkan mukanya, "Aku tidak bermaksud kasar atau sebagainya hanya saja Professor terlihat sebaya denganku."
"Eh... tak apa, aku memang sering dikira berumur 14 tahun oleh para staff lain disini, kau bukan yang pertama jadi ku maklumi, untuk pertanyaanmu..." untuk sesaat waktu terasa melambat untuk mereka bertiga, taruhan besar bagi Fred, George, dan Harry, mereka gugup dan mulai berkeringat dan degup jantung mereka terasa berdetak lebih cepat.
"Aku ini 18 tahun."
Murid-murid lainya jadi bingung dan kaget, tetapi mereka tidak tahu ingin terkejut tentang informasi professornya itu atau tentang 3 pemuda yang seketika menghantam meja mereka masing-masing dengan dahi mereka hingga hampir merusak meja kelasnya itu.
"Astaga!" teriak Sakura kaget, sementara murid-murid lainnya berteriak "Demi Janggut Merlin!"
Fred dan George lalu berteriak kesal "WRRRYYYYYY-" dan seketika mengangkat kepala dan duduk seperti biasa lagi, dengan ekspresi seakan-akan tidak terjadi apa-apa, "Aku tidak apa-apa" kata George.
"Yep, benar-benar surprise sekali." tambah Fred.
"Tidak kusangka." kata George lagi.
Wajah mereka tersenyum santai seakan-akan tidak ada yang aneh, kalau saja bukan karena darah yang mengucur dari dahi mereka, mungkin semuanya akan percaya dengan apa yang mereka bilang kalau mereka baik-baik saja. Sementara itu Harry masih membenamkan kepalanya di meja dengan kacamatanya yang pecah berusaha memproses apa yang didengarnya itu, dia pikir umurnya setidaknya 2 tahun lebih tua dari tebakannya, bukannya justru satu tahun lebih muda, Harry tidak pernah menyangka rupa dan umur professornya itu terbilang cukup normal. Setidaknya dia berhasil membuat Fred dan George mentraktirnya dan kedua sahabat karibnya itu daging panggang karena tebakannya itu paling dekat.
Akhirnya Sakura hanya menyembuhkan luka mereka dan juga memperbaiki kacamata Harry dengan sihir, lalu mengomel kesal tentang bagaimana menurutnya kebanyakan muridnya tidak belajar dengan serius.
'Kalau aku harus menghadapi hal ini setiap hari, lama-lama aku bisa gila. Kenapa wih usiaku selalu menjadi perbincangan' pikir Sakura sembari memegang dahinya.
"Professor Haruno" panggil Neville Longbottom, "Ada gagak yang sedari tadi mencoba masuk lewat jendela." jelasnya.
Sakura lalu melihat ke arah jendela dan melihat gagak hitam dengan mata merah bertengger di jendela, gagak hitam itu cukup besar dengan ukuran sekepala orang dewasa, saat dilihat seksama gagak itu memakai kalung silinder berwarna merah dan putih, seketika itu juga wajah Sakura yang masam tadi hilang digantikan wajah senang, dengan lambaian tangannya, jendela itu langsung terbuka membiarkan gagak itu masuk.
"Ah Kurotaka, hai, sudah lama tidak berjumpa yah. (Ah, Kurotaka-kun! konnichiwa, hisashiburi desu ne.)" ucap Sakura dengan bahasannya sendiri membuat murid-murid kebingungan karena tidak paham bahasa jepang. Sakura lalu mendekat dan membiarkan gagak itu bertengger ditangannya, lalu dia mengambil isi kalung yang digunakan gagak hitam tersebut yang ternyata berisi sebuah surat.
Sakura membacanya untuk sementara dan wajahnya langsung berubah murung, bibirnya sedikit terbuka dan alisnya mengkerut, lalu dia berbicara dengan bahasanya kembali, "Hey Kurotaka, beritahu aku. (Ne, Kurotaka-kun, oshiete.)".
"Ada apa, Nona? (Nandeshou ka, Ojou-san?)" tiba-tiba gagak itu berbicara dengan suara berat membuat para murid itu teriak kaget -yang ujungnya juga membuat Sakura dan Kurotaka latahan dan lompat kaget pula- tidak menyangka makhluk berparuh itu bisa berbicara, walaupun mereka tidak tahu apa yang mereka katakan.
"Kalian ini jangan berteriak tiba-tiba seperti itu! Kalian bisa membuatku jantungan tahu!" komplain Sakura kepada sikap para muridnya itu.
"Hm, kalian dengar gurumu ini." tambah si gagak hitam Kurotaka membuat para muridnya mulai keringat dingin karna terlalu banyak hal terjadi dalam 1 setengah jam terakhir dan mereka sudah terkejut sana-sini dan kini mereka menghadapi burung gagak yang bisa berbicara layaknya manusia, bahkan menguasai dua bahasa.
Akhirnya Sakura menyuruh Kurotaka untuk ikut ke ruangannya dan Sakura pun memutuskan untuk membubarkan kelasnya, "Tolong ingat baik-baik tetang pelajaran hari ini, dan jangan lupa P.R yang kuberikan harap dikumpulkan di pertemuan berikutnya, ngomong-ngomong, kalau kalian sudah ada yang menyelesaikannya sebelum pertemuan berikutnya, silahkan saja datang dan kumpulkan diruanganku, sampai bertemu lagi nanti, kelas dibubarkan." lalu Sakura pergi dari kelas bersama Kurotaka di pundaknya.
"Professor Haruno benar-benar sesuatu yah." ucap Ron dengan senyum konyol tak jelas di wajahnya.
"Eh... hey Fred, George, kami tunggu daging panggang terbaik di tepi Black Lake (Danau Hitam) Sabtu ini." ucap Harry dengan seringai membuat Fred dan George menggerutu dan langsung pergi meninggalkan kelas, mereka akan mengocek kantung mereka setidaknya 2 galleon untuk pesta bakar-bakar itu.
XoXoXoXoXoXoXoX
Harry, Hermione, dan Ron kini sedang berada di aula untuk makan siang setelah mereka selesai dengan mata pelajaran Makhluk Sihir bersama Hagrid, Harry merasa sedikit kesal dengan teman perempuannya itu karena sudah menyeret dia dan Ron ke perpustakaan dengan paksa sebelum akhirnya mereka bisa pergi ke aula. Dia sempat heran kepada temannya Weasley karena dia tidak mengeluh seperti biasanya.
"Aku tidak pernah mendengar penggunaan burung gagak sebagai pengantar surat, terlebih lagi yang bisa berbicara, dan dibuku ini sama sekali tidak ada informasi tentang burung itu." Hermione kebingungan mencari-cari informasi tentang gagak pengantar surat yang bisa berbicara di buku ensiklopedia perantara surat. Semenjak kelas pertamanya itu, kini para siswa dan siswi Hogwarts sibuk membicarakan tentang Professor Haruno.
"Banyak hal yang tidak normal disekitanya Hermione." ucap Harry sembari menikmati pie daging miliknya, "Maksudku, dia punya rambut pink alami, dan matanya juga sangat aneh, kalau ku padamkan seluruh lampu di Hogwarts, aku tidak akan heran kalau matanya ternyata menyala dalam gelap, menurutku kau sebaiknya tidak usah ambil pusing."
Hermione sangat tidak suka disaat dia tidak mengerti akan sesuatu, rasa penasarannya selalu memakannya perlahan-lahan membuatnya jenuh, "Aku masih tidak percaya dia itu manusia." kata Hermione sambil menghembuskan nafas lelah, menyerah mencari-cari informasi dan segera menaruh buku yang dipinjam dari perpustakaan itu keatas meja.
"Setuju... dia itu bukanlah manusia, dia itu malaikat." sambung Ron yang masih senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh sembari melihat kelangit-langit, kepalanya bersandar di kedua tangannya.
"Sepertinya dia sudah dimabuk cinta." canda Harry, "Kasihan Ron".
Hermione langsung mengangkat buku tebal tadi dan segera menghantam buku itu ke kepala Ron. "Ronald, berhentilah bertingkah konyol! Dasar bodoh!".
"Aku penasaran apa yang sebenarnya Professor Haruno baca, saat dia sedang membaca surat yang dia dapatkan dari burung gagak itu, wajahnya langsung murung." kata Harry sambil mengingat kejadian di kelas tadi, "Dia baru saja mengajar disini dan kalau ternyata dia mendapat kabar buruk dan harus pergi, rasanya sangat disayangkan, aku menyukai pelajarannya."
Hermione dan Ron lalu melihat kearah Harry, wajah mereka berubah serius mulai menyadari apa yang dimaksud teman selebritinya itu, lalu seketika Hermione dan Ron terhentak jatuh dari kursinya melompat kaget. Harry hanya membuka mata lebar bingung dengan apa yang tiba-tiba merasuki mereka berdua.
"Awww sudah mengkhawatirkan gurunya padahal baru pertama kali bertemu, aku terharu." suara bisik dari telinga Harry membuatnya langsung menyingkir dan menoleh kearah suara itu dengan cepat, dia tidak menyangka akan melihat Professor Haruno akan berada disampingnya begitu dekat.
"P-professor Haruno." Harry gugup dan mulai bernafas dengan cepat dan tak terkendali, mata hijau gelap bertemu dengan hijau emerald, Sakura tersenyum lebar memamerkan giginya yang putih seperti mutiara.
"Ahahaha! Santai saja aku tidak menggigit." Sakura tertawa dengan menaruh lengannya di pinggangnya, "Atau mungkin aku memang suka menggigit...? Rawr" candanya lalu tertawa lepas. Harry yakin disaat itu juga dia bisa mendengar Ron bilang kalau dia mau-mau saja di gigit oleh si rambut pink itu dalam bisiknya masih sembari mencoba bangkit karena jatuh dari kursi tadi, Harry mencoba melupakannya dan pura-pura tidak mendengar.
Sakura lalu mengelus kepala Harry yang masih duduk gugup, Sakura mencoba memberikan senyuman hangat untuk memberi kesan menyakinkan kalau apapun yang dia katakan selanjutnya memiliki beban dan makna kalau dia bersungguh-sungguh tanpa membuat muridnya itu tidak tegang dan tetap santai, "Tenang saja, aku tidak akan kemana-mana sampai tugas ku disini selesai."
Harry hanya mengangguk dan Sakura pun mengangkat tangannya dan kembali menenggerkan tanganya itu di pinggangnya, "Karena kau sudah jadi anak baik yang manis, aku berikan sedikit bocoran dan tips untuk kelas berikutnya, khusus buat mu."
Sakura lalu membungkukkan badanya kedepan dan memberi gestur dengan tangan kirinya untuk mendekat agar trio itu bisa mendengarnya, "Dalam pertemuan berikutnya kalian akan diberi tugas praktek mantra sihir penyembuhan yang pertama, mantra ini dapat digunakan untuk luka serius yang dihasilkan dari luar seperti pendarahan, gerakkan tongkat kalian membentuk angka delapan, dari tengah keatas, kebawah lalu kembali ketengah," jelas Sakura sembari mencontohkan pergerakannya itu dengan tangannya dihadapan ketiga murid yang mengerubunginya itu, "mantranya... Conexos Sanitatem." begitu Sakura menyebut mantra itu, seketika itu juga tangannya menyala membeli warna kehijauan, si trio itu menatap dengan seksama tangan Professor Haruno mencoba mengingat setiap aspek karakteristik mantra itu, "Kalian menyimak dengan baik?" trio itu mengangguk dengan cepat.
"Bagus, kunci dari mantra ini adalah pada imajinasi kalian sebagai akurasi, kamu, kamu, dan kamu," Sakura menunjuk mereka bertiga satu persatu "harus bisa membayangkan luka yang ingin kalian sembuhkan sembari mengarahkan tongkat kalian kearah luka, pastikan jarak antara tongkat kalian dan luka tersebut sedekat mungkin, latihlah penggunaan mantra ini kepada ikan hidup, kalau gagal kalian bisa panggang ikan itu dan makan sepuasnya sampai kalian berhasil menggunakan mantranya." tambah Sakura sembari tertawa kecil, "Itu saja, jangan lupa P.R yang kuberikan atau kalian akan ku hukum! Sampai jumpa dikelas berikutnya."
Sakura lalu pergi kearah meja para staff, menyapa Dumbledore dan akhirnya duduk di mejanya dan bersiap untuk makan siang, Harry, Hermione, dan Ron merasa sangat beruntung mendapatkan bantuan itu, Hermione merasa bersyukur dia dibolehkan dan mendapatkan bocoran itu sedangkan Ron mulai mengoceh tidak jelas kearah Harry dengan kasar, mengatakan kalau dia cemburu karena Professor Sakura mengelus kepalanya, namun Harry hanya menghiraukannya.
Harry memukul tangan Ron yang berusaha keras memegang kepalanya karena dia bilang itu bekas tangan Professor Haruno dan dia ingin memegang tangan Professor walaupun secara tidak langsung, Harry hanya terus menyingkirkan tangan Ron dengan memukul tangnya menggunakan sendok berkali-kali seperti lalat. Ron berhenti saat Hermione benar-benar kesal dengan tingkahnya dan memukul belakang kepala Ron dengan buku tebal yang sangat keras.
Harry lalu menoleh kearah Professor Haruno yang matanya berbinar-binar melihat tudung saji didepannya itu, alisnya naik, lidahnya keluar menyamping (:P) LOL abaikan) sembari memegang tudung saji itu, untuk sesaat Harry pikir dia bisa melihat ekor dan telinga kucing muncul pada Professor Haruno, namun dia segera menggelengkan kepala dan membuang imajinasi anehnya itu. Professor Haruno lalu membuka tudung saji itu memperlihatkan jelly buah yang cukup besar dengan es krim stroberi diatasnya, si rambut pink itu pink hanya menjerit kecil kegirangan dan segera melahap jelly itu.
Harry dan Hermione yang melihatnya hanya bisa menyeringai dengan keringat muncul di dahi mereka, menatap kelakuan aneh Professor barunya itu, jelly dan es krim untuk makan siang itu sungguh aneh, sementara Ron masih mabuk hanya senyum-senyum sendiri.
'Professor sepertinya gila akan makanan manis' pikir Harry. "Eh, aku benar-benar tidak sadar dia berdiri dibelakangku tadi, aku bahkan tidak merasakan apa-apa, dan karena kalian berdua seharusnya bisa melihatnya, kenapa kalian masih terkejut?" tanya Harry kepada kedua temannya itu.
"D-dia muncul seketika, aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya karena itu bukan sihir Apparate, dan juga Hogwarts memakai penangkal Apparate." jelas Hermione, "Tapi dia muncul dengan bunga berwarna pink bertebaran." kata-kata Hermione itu membuat Harry segera menoleh ke lantai dibelakangnya dan melihat kelopak bunga yang dikatakan Hermione bertebaran disana.
'Muggle-born huh...?' pikir Harry.
XoXoXoXoXoXoXoXoX
Hari berlalu menenggelamkan matahari dan bulan sudah tinggi diatas langit menandakan hari baru saja berganti, sudah lewat tengah malam dan langit Hogwarts begitu gelap, bintang-bintang berkilauan indah dan tenang berlawanan dengan suasana hati Sakura, dia sudah mengirim Kurotaka pergi membawa suratnya dan kini dia sendiri berbaring di ranjangnya. Lengan kirinya naik menutupi kedua matanya dan kanannya beristirahat diatas dadanya sembari menggenggam erat secarik kertas yang dia dapat tadi pagi, dia merasa lelah dan akhirnya membiarkan rasa kantuk menguasai dirinya.
Untuk Haruno Sakura
Sakura, aku senang kau baik-baik saja, aku telah membaca semua surat yang kau kirim dalam 3 bulan terakhir.
Maafkan aku kalau aku membuatmu cemas karena tidak bisa membalas surat-surat yang kau kirimkan sebelumnya, semenjak kau pergi aku diberikan misi rank-S untuk menginvestigasi sisa-sisa dari Kaguya dan ninja pelarian mantan anak buah Danzo.
Aku meminta Sai membantuku sehubung dia adalah mantan anggota ROOT dan akhirnya berhasil menemukan markas rahasia mereka hari ini tetapi beberapa berhasil kabur dengan ninjutsu aneh, mereka menyentuh sebuah topi kuncup aneh dan menghilang dengan sekejap bersama topi itu, sharingan dan rinnegan ku tidak bisa melacak kemana mereka pergi seakan mereka benar-benar tidak pernah disana.
Aku akan sibuk dengan pencarian ini jadi maafkan aku karena aku tidak bisa membalas surat mu dalam waktu yang lebih lama.
Jaga dirimu baik baik.
Uchiha Sasuke.
