Don't like don't read :) typo(s) dll
4. Lost
Pagi hari saat aku terbangun, matahari bahkan belum bersinar terang bahkan mungkin ini masih dini hari. Dapat ku lihat Taehyung-sunbae yang masih tertidur dengan dahi mengekerut, entahlah.
Aku putuskan untuk mengumpulkan pakaianku yang tercecer dilantai dan berjalan menuju kamar mandi dengan keadaan pantat agak sakit serta tubuh telanjang sempurna. Dengan cepat kubersihkan tubuhku dan memakai kembali bajuku kemudian kuputuskan untuk segera pulang kerumah.
Sepengetahuanku apa yang aku dan Taehyung-sunbae lakukan adalah one night stand atau dengan kata lain cinta satu malam yang juga berarti ini hanya berlaku saat kami bercinta semalam sehingga aku tidak akan berharap banyak dengan apa yang terjadi diantara kami semalam.
Bergegas keluar kamar setelah memastikan bahwa Taehyung-sunbae masih tertidur. Aku menuruni tangga sambil melihat keadaan, ruang bawah yang semalam sangat penuh sekarang amat hening, namun masih dapat kulihat Hoseok-hyung duduk sendirian lengkap dengan minumannya serta tangannya sedang menelfon seseorang.
Aku tidak mendengar apa yang ia katakan dengan lawan bicaranya namun wajahnya amat serius dengan pandangan datar yang amat berbeda dengan yang ia tampilkan semalam dengan senyum secerah matahari itu.
Saat aku sudah benar-benar dilantai bawah dan hanya beberapa meter dari hoseok-hyung baru ia menyadari keberadaanku, matanya terlihat kaget dengan keberadaanku dan segera menutup panggilannya, ia sekarang menarik atensi penuh pada ku yang hanya bisa bersemu merah.
"Ah, kau baru saja menghabiskan malam disini", suara hoseok-hyung terdengar menggoda ku. Ia menyeringai pelan dengan wajah yang amat membuatku malu.
"Hhm ne-", aku menggigit bibirku pelan sambil meringis "-jadi, aku pulang dulu hyung ?" aku tersenyum miris dan mengambil langkah keluar pintu rumah mewah ini.
"Hahahha, dasar anak muda, hati-hati kookie", aku hanya bisa menampilkan jempolku kepada Hoseok-hyung dan berjalan dengan cepat keluar dari rumah ini hingga melewati gerbang.
Kubuka gps ku untuk melihat ada dimana aku sekarang, karena semalam saat aku berangkat dengan jimin aku benar-benar tidak memperhatikan kemana kami pergi. Untungnya aku masih cukup waras untuk mengingat dimana menaruh ponselku.
Kulihat beberapa pesan masuk kedalam notification ku.
Chimchim 3 Misscalled
Chimchim 10 message
Papa 1 message
Kuputuskan untuk membuka pesan dari papa terlebih dahulu, karena aku takut mereka khawatir terhadapku.
"Kookie, maafkan papa harus melewatkan weekend kita kali ini, papa janji minggu depan kita akan menghabiskan liburan bersama" 08.30
Aku pikir untuk tidak membalas pesan itu sekarang, lebih baik nanti saat aku sudah dirumah, yang sekarang harus kulakukan adalah mencari taksi dan pulang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bisa tercium bau anyir yang tersebar diseluruh ruangan yang amat gelap itu. Rasa pengap dan menyiksa amat terasa diudara sekitar seorang pria yang lehernya terikat rantai itu. Setiap gerakan kecil yang ia lakukan pasti menimbulkan suara yang amat terdengar diseruh ruangn gelap itu.
Dihadapannya ada dua prang pria yang sama sekali tidak bisa diajak bermain-main, apa lagi pria yang sejak tadi hanya menunduk kelantai sambil menatap kosong ceceran darah yang ada dibawah kakinya.
Sudah sekitar 5 orang lain yang pria itu habisi dengan sebuah pisau lipat yang sekarang tergenggam erat ditangan pria tersebut. Ia sendiri tidak bisa dibilang baik juga, karena seluruh tubuhnya penuh dengan bekas lecutan yang dilancarkan oleh pria satunya yang sejak tadi hanya memberikan beberapa pertanyaan dan melepaskan lecutan demi lecutan secara sembarangan.
"Kau tentu tau maksudku kan bajingan. Lebih baik kau memberi tau kami apa yang sudah direcanakan aliansi rendahan itu?", si pria yang tadi melesakan lecutan sekarang bertanya kepadanya yang sedang dirantai itu. Si pria terantai sekarang menatap kepada pria tersebut dengan pandangan amat lelah, tubuhnya sudah sekarat karena banyak darahnya yang keluar dari bekas lecutan yang ada.
"jangan karena kami masih mebiarkanmu hidup kau menganggap dirimu istimewa", pria itu menjeda dan memperhatikan pria yang menemaninya mengintrogasi (atau bisa dibilang menghabisi) tikus menjijikan yang menganggap diri mereka bisa lolos dari radarnya.
"maaf kan hamba tuan kim tapi yang hamba tau hanya kabar bahwa RED mempersiapkan sesuatu dan mereka mebayar tim ku untuk memata-matai pergerakan " setelah menyelesaikan ucapannya dengan nafas terputus-putus pria dengan leher terantai itu kehilangan kesadarannya karena terlalu banyak darah yang keluar.
"Dan kau masih berani menerima perintah itu ? tidak bisa ku percaya" pria yang disebut tuan kim itu bergumam pelan, tiba-tiba suara derit pintu yang terbuka terdengar diseluruh ruangan itu.
"ja-ah- Light, akhirnya kau datang", tuan kim berbicara tanpa mengalihkan padangannya kedapa tikus yang tadi introgasi.
"Ah ne"
"Light-ah aku ingin kau segera membereskan kekacauan ini dengan segera dan jangan biarkan tuan Gong mati, kami masih membutuhkannya"
"Baik tuan", dengan itu pria bernama light itu masuk dan melihat keadaan diruangan gelap itu, sementara tuan kim sekarang meraup tubuh pria yang menemaninya itu dan menggendongnya dengan kedua tangannya. Pria yang digendongnya hanya bisa terdiam tanpa mengucapkan satu patah katapun.
"kalian sudah membuatku membuang-buang waktu dengan hal-hal sepele seperti ini, jadi cepat bereskan 'kekacauan' ini dengan segera."
"Baik tuan"
Tuan kim sekarang berjalan menuju pintu keluar yang sama dengan masuknya light kedalam ruangan itu. Melangkah dengan cepat sebelum sisi gilanya mengambil alih. Diluar ruangan ia bisa melihat ada dua penjaga dengan tubuh besar menunggu didepan ruangan tersebut, ia memanggil salah satu dari mereka.
"Hei, panggilkan dokter Jun , suruh ia keruanganku sekarang dan kirim pesan kepada Ren untuk segera melaporkan hasil yang ia dapatkan kekantorku besok pagi"
"Baik tuan".
Tuan kim tau ada banyak hal didunia ini yang harus ia korbankan untuk hal yang paling berharga dihidupnya. Ia sudah hidup cukup lama untuk sadar bahwa tidak ada hal lain yang lebih berharga dibandingkan hal yang selama ini ia-ah mereka perjuangkan. Mereka tau bahwa semua hal yang telah mereka lakukan tidak akan pernah bisa di maafkan oleh siapapun lagi.
Mereka adalah dua orang terluka yang amat beruntung karena ditemukan oleh malaikat cantik yang harus mengorbankan hidupnya untuk membiarkan mereka tetap waras dan menjalani hidup. Mereka lupa kalau malaikat tersebut sudah mengorbankan dirinya untuk menjadi serupa dengan manusia yang bisa melakukan dosa.
"Harus sampai kapan kita seperti ini ?"
"…."
"Aku tidak tau"
.
.
.
.
.
.
Setelah kejadian malam itu, ini sudah masuk 1 bulan semenjak malam itu, aku memutuskan untuk menjauhi taehyung-sunbae dan tidak berani lagi untuk menghadapkan wajahku dihadapannya. Jimin benar, aku seharusnya tidak pernah sekalipun untuk menjatuhkan rasa tertariku padanya.
Setelah semua hal yang terjadi aku merasa bahwa aku makin terikat dengan Taehyung-sunbae, seluruh bayanganku tentangnya makin menjadi, entah apa yang aku pikirkan malam itu. Aku bahkan tidak mabuk, namun entah mengapa hanya dengan suranya yang berat itu aku terlena untuk melakukan hal itu dengannya. Ku rasa aku benar-benar sudah gila bisa jatuh dengan mudahnya ke tangan seorang iblis macam Kim Taehyung.
Siang ini, koridor sekolah terlihat amat sepi karena sekarang jam belajar sedang berlangsung sehingga hanya beberapa murid yang masih berkeliaran diluar menunggu jam masuk mereka. Aku menopang dagu malas menatap keluar kelas, sebenarnya hari ini aku pulang lebih cepat karena para guru akan membahas ujian semester yang beberapa minggu lagi akan diadakan. Tadi pagi aku lupa memberi tau dad dan papa bahwa aku pulang lebih cepat karena bisa dibilang tadi aku cukup terburu-buru karena kesiangan.
Dad dan papa pulang sesuai dengan janji mereka pada hari ke 4 mereka sudah pulang, tapi entah kenapa sejak mereka pulang suasana dirumah menjadi amat aneh, bukan, mereka tidak bertengkar atau apapun. Hanya saja akhir-akhir ini papa menjadi lebih pendiam dari biasanya dan wajahnya selalu terlihat lelah namun saat berbicara denganku ia menjadi papa yang seperti biasanya.
Sementara dad hanya bersikap seperti sehari-hari, ia tetap kerja keluar kota bila dibutuhkan. Entahlah, itu mungkin bukan urusan ku yang masih remaja ini. Ngomong-ngomong sepertinya mereka tidak mengetahui insiden yang ku alami malam itu dan ku harap untuk selamanya mereka tidak mengetahuinya.
Kualihkan padanganku dari koridor menuju depan kelas, bukan untuk memperhatikan guru tentu saja tapi karena didepan kelaslah jam dinding yang entah kenapa berjalan amat pelan itu berada. Masih ada sekitar 20 menit sebelum bel pulang berbunyi dan tentu saja aku amat berharap jam itu berdering saat ini juga karena aku sudah mati kebosanan mendengarkan guru biologiku yang terus saja meracau tentang sel-sel dan mahluk hidup.
Maksud untuk apa ia menjelaskan bila akhirnya ia hanya akan memberikan ujian sesuai dengan buku pegangan yang tebalnya bisa digunakan untuk memukul orang.
Jimin menyenggol lenganku lumayan keras untuk menyadarkanku dari lamunan yang tidak ada ujungnya ini. "Pssst~, Kookie !", Jimin berbisik disamping telingaku. Aku hanya menoleh dengan gerakan tubuh bertanya ada apa.
"Pulang sekolah mau menemaniku pergi ketempat yoongi-hyung ?", ia berbicara dengan amat pelan agar tidak ketahuan mengobrol, aku hanya bisa terdiam sambil berfikir.
"Aku jamin tidak ada taehyung-sunbae", jimin melanjutkan dengan nada yang amat membujuk.
"Ok, aku ikut", aku menjawab cepat, toh ini paling hanya acara mengumpul biasa karena ini masih siang jadi tidak mungkin jimin akan membawaku ke tempat yang aneh, kan ?. Jimin mengangguk amat senang, kemudian kembali menaruh atensi penuh pada guru didepan.
Jimin setelah malam itu menceritakan segala reputasi yang telah dilakukan taehyung-sunbae disekolah, ternyata sudah banyak orang yang dijadikannya one night stand, mulai dari senior hingga junior pun pernah ditidurinya.
Lalu alasan mengapa sekolah tidak pernah menegurnya meskipun ia jarang masuk kesekolah adalah karena ia adalah keturunan "kim" yang itu. Keturunan keluarga "Kim" yang amat terkenal itu.
Di Korea, terdapat 3 keluarga yang memiliki peranan besar, yaitu keluarga "Choi" , "Park" dan "Kim". Tentu saja tidak semua orang yang memiliki marga tersebut adalah orang hebat, hanya beberapa dari mereka yang merupakan keturunan asli dari ketiga marga tersebut. Mereka menyebutnya darah murni, mereka hanya menikah dengan orang-orang sederajat untuk mendapatkan kasta yang setara.
Meskin jaman sekarang hal-hal yang berbau hirarki terebut sudah dihilangkan tetap saja orang-orang yang memilki keturunan darah murni bukanlah orang sembarangan, contohnya keturunan murni keluarga kim yang memilki banyak perusahan besar yang bergerak dibidang ekspor-impor barang. Atau keluarga Choi , pemilik perusahaan logistic paling besar di korea dan dad adalah salah satu orang yang cukup hebat untuk bisa bekerja diperusahaan tersebut.
Alasan lain keturunan darah murni amat diagungkan karena kemampuan mereka yang luar biasa. Bukan seperti supranatural, namun potensi yang ada didalam darah murni lebih besar. Kebanyakan dari orang-orang jenius korea adalah keturunan darah murni, sehingga bisa dibilang keturunan darah murni amat dihormati.
Oleh sebab itu Taehyung-sunbae bisa bersikap sesuka hatinya karena ia memiliki impact yang amat besar disekolah inilayaknya idol yang terkenal, bahkan katanya ia tidak pernah belajar atau pun serius dalam pelajaran namun nilainya tetap bisa diatas rata-rata.
Mendengar penuturan Jimin aku hanya bisa mendesah kecewa, karena tentu saja sudah tidak harapan lagi bagiku untuk mendekati Taehyung-sunbae, melirik dari fakta-fakta yang ada, belum lagi sifat Taehyung-Sunbae yang memang suka bermain-main membuatku berfkir berulang kali kenapa aku harus jatuh terhadap orang seperti dirinya.
.
.
.
.
Thankyou yg udh review :v, makasih banget, hehehe, diusahakan update cepat :v
