"Kagami-kun! Seorang Hunter tak diizinkan untuk membunuh Hunter lainnya!" bentak Riko kepada sang pemuda berambut merah bergradasi hitam tersebut.

"kau itu bodoh atau memang tidak punya otak, D'aho?!" tambah Hyuuga yang kebetulan mendengar perkataan pemuda bernama Kagami

"Siapa yang mengatakan aku akan membunuh mereka?!" Bantah Kagami, "aku hanya ingin mengalahkan eksitensi mereka!"

"Lagipula, Sekuat apa mereka hingga dijuluki Hunter legendaris? Aku hanya ingin membuktikan kebenarannya!" tambahnya

"itu sama saja kau mencari mati!" bentak Riko lagi

Kebetulan yang tidak sengaja, Kuroko berada tepat diantara ketiga orang tersebut,

"anoo," Kuroko membuka suara, memang tak kencang ataupun memekakkan telinga, namun cukup membuat orang-orang disekitarnya mundur seribu langkah.

Menatap pucat dan berteriak layaknya melihat mahluk asing

"Gyaaaaa!"

"Kyaaaaa!"

"Setaaaan!"

Begitulah, Awal dari perkenalan sepihak hingga menjadi sebuah rumor 'Ada Hantu di Training School desa Seirin'

.

.

.

.

"Jika kita bertiga memang terhubung satu-sama lain, Apakah kau akan menerimanya?"

.

.

Monster Hunter!

.

Terinspirasi dari game Monster Hunter Freedom Unite dan Monster Hunter Portable 3rd © Capcom

.

Kuroko no Basuke ©Fujimaki Tadatoshi

.

Story by Eqa Skylight

.

Summary : Aku terbangun dan mendapati diriku sudah berada di sebuah rumah mungil di desa Seirin. Desa yang terletak diantara pegunungan bersalju yang memiliki banyak monster tinggal. Agar aku dapat kembali keduniaku, aku harus menjadi seorang Hunter yang mengalahkan para Elder Dragon!

.

Warning!

AU! OOC!OC!Felyne, TYPO(s)!, dan diikuti antek-anteknya!

.

Pairing dirahasiakan (?) Tapi sepertinya ada Hint dikit (?)

.

.

.

Chapter IV

.

Seirin Arc

Training X Weapon X New Friend

Part 2

.

.

.

"Pelatih! Izinkan Aku untuk mengambil sebuah misi! Aku ingin segera mengalahkan GoM!" Kagami memulai aksi 'Kicauan' miliknya sembari melatih teknik berpedangnya. Kuroko yang mendengarnya sekilas ikut mengerutkan dahi, apa yang membuatnya terobsesi dengan misi? Apakah untuk melampaui 'mereka' yang disebut sebagai GoM?

Well, anggap saja demikian.

Sudah seminggu lebih sehari, Kuroko berlatih menjadi seorang hunter di desa ini, dan selama itulah ia mulai mengenal beberapa Hunter di desa serta selak beluk desa.

Aida Riko, sang pelatih sekaligus anak perempuan dari kepala desa, dia merupakan hunter senior yang bertugas digaris belakang, Ia biasa bertugas melindungi desa bersama dengan Hyuuga Junpei. Tidak banyak yang ia lakukan dalam misi selain melatih beberapa hunter di Seirin Training School. Ia gadis jelita dengan rambht pendek cokelat dan sepasang jepit rambut yang terjepit rapi pada helaian rambutnya.

Lalu Hyuuga Junpei Dia merupakan hunter senior, sekaligus kapten dari pasukan pertahanan desa. Ia sering terlihat di Training school, tetapi terkadang ia sering pergi mengawasi keadaan luar melalui menara pengamat

Selama ia berlatih di Seirin Training School. Kuroko juga berkenalan dengan beberapa hunter pemula di desa ini, sebagian dari mereka lahir dan dibesarkan di desa ini, namun beberapa dari mereka pula merupakan seorang pelancong yang memang mencoba membuat kehidupan baru dengan menetap di desa ini

Seperti Kagami Taiga misalkan, Kagami bercerita bahwa dahulu ia hanyalah seorang pelancong yang ingin melihat dunia luas, namun setelah ia melihat desa ini, ia menjadi berminat untuk menetap. Ia memiliki keahlian sebagai pengguna Great Sword yang cukup hebat. Bahkan sudah cukup membuat dirinya menjadi hunter kesayangan dari sang pelatih.

Lalu Furihata Kouki, atau biasa dipanggil Furi oleh sebagian orang, ia merupakan pemuda yang lahir dan dibesarkan di desa ini, ia biasa bekerja dibagian administrasi Guild bersama seorang Hunter senior bernama Mitobe. Keahliannya dalam menyusun beberapa dokumen cukup membuat beberapa anggota guild menghormatinya. Keluarganya membuka sebuah toko kecil yang menjual bahan makanan. Terkadang, Kuroko mampir untuk membeli bahan makanan bersama dengan Kagami.

Fukuda dan Kawahara, mereka sama seperti Furihata. Mereka lahir dan dibesarkan di desa ini. mereka biasa terlihat membuntuti dan melindungi Furihata. Kuroko sempat bertanya kepada mereka, kenapa mereka menjadi seorang hunter. Namun, dengan tawa dan sedikit candaan, mereka memberitahukan alasan yang sama ;

"Kami khawatir bila Furi melakukan hal yang diluar nalar manusia. Dia sudah seperti adik bagi kami"

Tak ayal setelah perkenalan beberapa hunter pemula itu, Kuroko di bawa keguild desa untuk diperkenalkan secara resmi oleh Riko, dan berkatnya Kuroko mengenal beberapa hunter Senior yang bekerja disana

Seperti Koganei Shinji misalkan, dia merupakan anak dari keluarga penjual Item's Hunter (1) di tengah desa. Bahkan, saat berkenalanpun, ia tidak mengenakan sebuah armor ataupun membawa senjata, dikarenakan ia memang jarang mengambil Misi, hingga Kuroko bertanya alasannya dan hanya dibalas dengan nada riang "tidak diizinkan oleh Rin-chan" sambil menunjuk kearah Mitobe yang menatapnya dengan tatapan bingung

Orang yang Koganei sebut 'Rin-chan' adalah Mitobe Rinnosuke, seorang pemuda tinggi berambut hitam dan menatap semua orang dengan tatapan sangat sayu. dari informasi yang Kuroko terima, ia merupakan A-class Hunter (2). Cukup mengherankan baginya untuk mengetahui alasan seorang A-class Hunter bekerja dibalik meja Administrasi, namun dengan kepastian yang dijelaskan Koganei, Mitobe hanya akan mengambil sebuah Misi bila ada seseorang yang sanggub menggantikannya mengurus dokumen Administrasi. Tetapi, bagi Kuroko sekalipun akan mustahil menemukan orang yang benar-benar rela untuk duduk dan berkutat dengan berbagai macam dokumen misi yang bertumpuk-tumpuk itu.

Namun, beberapa gossip yang beredah dan didengar oleh Kuroko, Mitobe merupakan pemuda bisu yang dijuluki 'mama' oleh para hunter.

Tak lama kemudian ia juga mengenal seorang Hunter bernama Izuki-shun. Sama seperti Mitobe, ia merupakan seorang A-class Hunter, dan terkadang bekerja dibagian informasi. Sempat terbesit oleh Kuroko, bila Izuki terlihat seperti sesosok wanita cantik dengan Kimono hitam dengan corak bunga sakuranya tak luput dengan sebuah jepitan bunga sakura dirambutnya. Namun sangat disayangkan, rupanya Izuki merupakan seorang lelaki, dan Ia memiliki seorang adik lelaki yang tinggal di desa Shuutoku. Dan ketika kuroko bertanya mengapa ia berpenampilan layaknya seorang wanita, Izuki tertawa canggung seraya menggaruk pipi putihnya "dipaksa Reo-nee" dan setelah perkenalan singkat itu, Izuki menunjukkan permainan katanya dan disuguhi berbagai sindiran pedas oleh Hyuuga.

Dan selama itulah… Kuroko terbiasa di dunia yang 180 derajat berbeda dari dunianya.

Tidak ada yang mengetahui asal-usul Kuroko. Bahkan Riko sekalipun

Karena 'Tokyo' merupakan kata asing di telinga mereka.

Dan baginya, itu bukan masalah hingga waktu yang berbicara.

'hingga Kuroko mengetahui cara agar dapat kembali kedunianya'

"Pelatih, Sebenarnya siapa mereka hingga disebut GoM?" oh, beruntung. Pertanyaan yang sendari tadi merayapi benak Kuroko diucapkan oleh Furihata

"Kau tak mengenal GoM, Furihata?" kini kawan dari sang penanya, - Kawahara- ikut memberi komentar, "GoM adalah singkatan dari Generation of Miracle! Atau biasa disebut Kisedai, mereka adalah team terkuat sepanjang sejarah Hunters!" jelasnya.

"mereka juga terdiri dari enam orang yang rata-rata memiliki tittle A-class Hunter!" Jelas Fukuda.

"Kudengar, Ketua dan Wakilnya merupakan S-class Hunter (3)!" Kagami mengeratkan jarinya pada pedangnya, "Aku tak sabar untuk mengalahkan mereka!"

Riko hanya bisa mengerutkan dahi, menahan rasa pusing yang sendari tadi terus menyerangnya. Siapa yang tidak akan merasa pusing bila mendengar 'Kicauan' yang sama selama sebulan penuh dari mulut orang yang sama?

"Kau benar-benar ingin mengambil misi?"

"Tentu saja, Pelatih!"

"Kau yakin?"

"Tentu saja!"

"Biarkan aku berfikir" Masih ragu, Ia menilik kearah Hyuuga "bagaimana?" tanya Riko pada sang pemuda berkacamata itu.

"Apa sebaiknya kita melakukan test terlebih dahulu?"

"Si bodoh itu sudah mengalahkan hampir seluruh hunter pemula di tempat ini. Jika tidak dicegah secepatnya, mungkin ia akan menantangmu, Izuki-kun, Mitobe-kun bahkan bila perlu ia akan mencari Teppei-kun." jawab Riko dengan cepat,

Hyuuga ikut mengrutkan dahinya si bodoh itu benar-benar tidak menghormati para Senpainya. Bahkan untuk mengontrol kekuatan pun sepertinya sulit dilakukan, "bagaimana jika diberikan misi yang mudah?"

Riko menggelengkan kepala sedikit, "Misi mencari Herb (4)? Jangan bercanda, Dia pasti akan 'berkicau' lebih dari ini…"

"Ah, Itu dia!" kemudian Ia menyadari sesuatu hingga menampakkan senyum 'Misterius' "Kita biarkan Kagami melakukan Misi mencari 'popo Tongue'(5) dimalam hari"

"Oh, Kita juga akan membiarkannya satu tim bersama Kuroko. Lumayan, mengetest dua hunter sekaligus" tambahnya dengan nada yang cukup 'riang'

'riang' bagi seorang Riko, namun 'mengerikan' bagi seorang Hyuuga Junpei

"D-dimalam Hari?!" Kacamata Hyuuga hampir merosot mendengar kalimat yang dilontarkan Riko, "k-kau yakin?"

"Fufu~ Aku akan pergi ke guild dan melaporkan hal ini pada Mitobe-kun. Tolong sampaikan ini pada Kagami-kun dan Kuroko-kun"

-Skip Time-

"Akhirnya kita diberi Misi!" Kagami berteriak senang, "walau hanya misi class D, setidaknya lebih baik dari pada berdiam diri di Training School dan hanya mendapat misi mencari herb atau sejenisnya!"

Kuroko tidak mengubris Kagami dan segera membaca peta wilayah pegunungan Seirin. Dan sesekali, ia menatap kearah pemandangan luar kemah. Langit malam penuh bintang dan aurora, kemah yang tersembunyi diatas pegunungan yang menampakkan keindahan alam dibawahnya, sungai besar yang menghubungkan pegunungan pun tampak memantulkan cahaya bulan yang begitu besar. ini benar-benar berbeda dari pemandangan yang biasa Kuroko lihat di dunianya. Dia seakan terpaku akan pemandangan didepannya

"pertama kalinya aku melihat pemandangan seindah ini." Gumamnya

Kagami yang secara tak sengaja mendengar gumaman Kuroko "huh? Kau bilang apa?" Namun, Kuroko tak mengubris dan segera mengambil beberapa perlengkapan miliknya, yang sudah terisi oleh tiga botol Potion (6), map dan beberapa minuman hangat mengingat suhu pegunungan Seirin bisa mencapai dibawah titik beku

Kagami mengenakan sebuah lempengan besi yang menyelimuti tubuhnya, kedua lengannya, sepasang sepatu besi serta sebuah syal merah marun yang melingkar di leher si alis cabang tersebut.

Berbeda dengan kuroko yang masih mengenakan setelan baju mafumofu yang diberikan oleh Kiyoshi. Ia tak menyangka bahwa ia akan menerima misi dengan waktu sesingkat ini.

Diperhatikan peta yang dibawanya, terdapat tiga wilayah yang menjadi dominasi habitat hewan ataupun monster.

Wilayah kaki gunung, tempat hewan-hewan kecil serta perkemahan para hunter. Karena lokasinya dibawah kaki gunung, area ini masih dipenuhi oleh tanaman dan rumput-rumput kecil sebagai dominannya

Wilayah tengah, area didominasi oleh gua-gua es serta habitat monster karnivora. Suhu di wilayah tengah ini sangatlah dingin, hingga Kuroko sangatlah yakin bila minuman hangat akan sangat dibutuhkan.

Dan wilayah puncak gunung, tempat dimana monster buas dan perkemahan lama para hunter yang sudah lama hancur. Konon, puncak gunung seirin, merupakan kerangka seekor Elder dragon yang mati oleh beberapa hunter legendaris zaman dahulu kala.

ia dapat berspekulasi bahwa popo akan berada di puncak salju untuk berlindung. Popo merupakan hewan yang mirip dengan mamooth. Tubuh tinggi besar dan berbulu cokelat tebal. Popo merupakan salah satu hewan yang berhabitat di tempat ekstrim seperti ini.

-flash back-

"Kuroko, kata Mitobe berhati-hatilah. Pegunungan di malam hari sangat berbahaya bagi hunter pemula sepertimu." Sahut Koganei menerjemahkan bahasa Mitobe yang sendari tadi memasang wajah khawatir. Saat itu, Kuroko sedang menanti Kagami yang sedang membeli Item pendukung dalam misinya. Tak luput, ketika ia sedang duduk seorang diri di Guild hall dan meminum minuman hangat, Koganei dan Mitobe menghampirinya.

"kenapa demikian, Mitobe-san dan Koganei-san?"

"well, kau tahu bila pegunungan seirin merupakan habitat asli dari Tigrex." Kuroko mengangguk paham, "dan dimalam hari, merupakan saat-saat Tigrex keluar untuk mencari makanan" jelas Koganei sembari mengeluarkan peta, lalu Mitobe menunjuk kearah beberapa titik horizon peta, "kata Mitobe, jika kau bertemu dengan TIgrex, bersembunyilah ditempat-tempat ini, tempat-tempat ini memang tersembunyi dan sulit dilihat dengan sekilas. Namun, sangat aman dan kau bisa dengan mudah kembali dengan selamat." Jelasnya

"dan Kuroko-kun, bila terjadi sesuatu bawalah ini untuk berjaga-jaga" Koganei memberikan sebuah bola kecil berwarna hijau dan bola kuning. "bola hijau ini merupakan bom asap untuk mengalihkan monster agar kau dengan mudah menghindar dari serangannya dan melarikan diri. Sedangkan bola kuning ini adalah bom cahaya yang mampu membutakan mata monster untuk sesaat. Gunakan dua bola ini jika kau merasa dalam bahaya." Jelasnya

"bukankah ini peralatan hunter B-class hunter?" Tanya Kuroko sedikit canggung, "apa tak apa bila kau memberikan kedua benda itu padaku?"

"heeehee…. Anggap saja ini sekedar hadiah karena mendapatkan misi pertama" ucap Koganei lalu diikuti Mitobe yang memberikan kotak berukuran besar yang dibungkus rapi dengan kain dan menatap koganei seakan memberikan sinyal penerjamah, "kata mitobe, ini satu set obat-obatan dan bekal buatannya. Mitobe bilang, hati-hati diperjalanan"

"terima kasih Koganei-san, Mitobe-san." Ucap Kuroko sebelum akhirnya ia mendengar suara Kagami berteriak memanggil namanya.

-end flashback-

Kuroko menggenggam kedua bola kecil tersebut sebelum akhirnya ia masukkan kedalam saku pakaiannya sembari berjalan mengitari beberapa bebatuan tinggi yang menjulang, disekelilingnya terdapat sekawanan kelbi (7) yang tengah mencari makan. Ia memandang sekelilingnya untuk mencari cara memanjat tebing yang sangat tinggi menjulang ini.

"Hoy, Kuroko! Aku melihat beberapa tanaman yang melilit tebing dengan begitu kuat." Kagami menunjuk kesamping kiri tebing, "kurasa, kita bisa memanjat tebing dengan ini."

"kau tahu banyak ya…"

"tentu saja, aku sudah pernah berkelana hingga tiba di Seirin"

"lalu mengapa kau menjadi seorang Hunter?"

",,," Kagami terdiam, lalu ia mencoba memanjat tanaman tersebut, seakan perkataan kuroko barusan merupakan angina berlalu. "maaf, tetapi aku tak ingin membahasnya, Kuroko." ucapnya. Lalu memanjat dengan cukup cepat. bahkan belum mencapai beberapa menit, Kagami sudah mencapai setengah perjalanan tebing. Bahkan, walau ia membawa Great sword yang begitu berat, ia mampu membawa senjata terseut seakan bukan beban sama sekali

Tak mau kalah, Kuroko memulai memanjat tanaman tersebut. Sedikit licin memang, tetapi ia harus mencoba memanjat tebing tersebut dengan sekuat tenaga. Kagami sendiri telah mencapai puncak tebing dan segera dihadang oleh seekor babi liar.

"heh? Sepertinya ini akan menjadi pemanasanku" gumamnya sembari mengeluarkan pedangnya. "it's show time"

"grrrrr" Seekor babi hutan merasakan kehadiran mahluk asing, dan segera berlari menyerang Kagami. Tak butuh waktu lama baginya untuk segera menghindar dan menebasnya dari samping.

Berbeda dengan Kagami, berbeda pula dengan Kuroko. baginya, memanjat tebing itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan, Kuroko yang belum mencapai setengah perjalanan dapat mendengar Kagami yang sedang menebas hewan.

"kau lambat kuroko" Kagami menguap sedikit, lalu mengikat pedangnya kembali di punggungnya. Tepat ketika kuroko mencapai puncak tebing. Dihadapan Kuroko yang tengah melihat kearah Kagami, seekor babi hutan yang cukup besar terkoyak hancur hingga darah berceceran diatas salju. "aku bahkan membunuh seekor babi untuk persediaan makanan kita nanti."

"terima kasih atas pujiannya, kagami-kun. Dan kuharap kau segera menyingkirkan babi itu." Tanpa mempedulikan celotehan kagami mengenai babi hutan yang lezat untuk dijadikan santapan, kuroko tersadar bahwa ia menemukan sebuah gua yang cukup besar, karena penasaran ia membuka peta yang dibawanya. Sepertinya gua ini menghubungkan dataran rendah, kewilayah tengah.

"Kagami-kun. Kau yakin bila kita akan menemukan sekawanan popo jika melewati gua ini?"

"tentu saja" Kagami mulai mempersiapkan ancang-ancang untuk berlari sekuat tenaga. "tanpa petapun aku sudah sangat mengetahui tempat ini."

"kau yakin sekali—" ucapan kuroko terputus ketika tanah yang mereka jajaki terguncang cukup hebat

"—K-kagami-kun!"

Duaaaaarr!

Groaaaaaaaaaarrr!

Sebuah getaran hebat cukup membuat Kuroko dan Kagami terkaget. Teriakan monster yang memekakkan telinga sampai-sampai membuat keduanya berusaha menutup kedua telinganya. Tidak ada yang membuka suara. Mereka terlalu kaget untuk mencerna keadaan ini.

Merasa ada bayangan yang begitu besar diatas kepala mereka, Kuroko serta kagami menonggakkan kepalanya secara bersamaan.

Dan melihat

Seekor Tigrex yang melewati pegunungan dengan kecepatan tinggi.

.

.

.

.

Tbc

Keterangan :

Toko Item's Hunter : toko yang menjual berbagai keperluan dan alat pendukung hunter, seperti perangkap, pisau kecil, teropong, map, dll.

A-class Hunters : tingkatan hunter yang dapat menyelesaikan misi lvl A yang berisi perburuan monster besar dan cukup langka. Sulit menjadi seorang A-class hunter mengingat sulitnya mengalahkan monster berukuran besar tanpa pengalaman. Reward yang diterima dalam misi A-class sangatlah besar, namun setara dengan bahaya yang diterimanya.

S-class hunters : tingkatan tertinggi hunter. Sangat sedikit hunter yang mendapatkan predikat ini, selain pernah mengalahkan Elder dragon ataupun merupakan pahlawan desa.

Herb : sejenis tanaman obat yang digunakan hunters untuk pengobatan alternative

Popo tongue : lidah dari hewan sejenis mamooth bernama popo. Keberadaan popo tongue sangatlah banyak, namun sulit didapatkan dikarenakan popo bertempat tinggal di tempat yang sangat ekstrim.

Potion : sejenis ramuan obat yang sering dibawa hunter

Kelbi : hewan yang satu spesies dengan rusa kecil. Dapat dilihat di mbah google

Maaf telat update, minna~ Eqa terjangkit pesona Izaya dari fandom sebelah sampai lupa dengan update cerita ini~

Sebelumnya, thanks to

Kanna Snow-chan for Beta, ceramah (?) serta Gathering bareng di MH3rd!

KakaknyaKurokoTetsuya : kok tahu? jangan-jangan dikau adalah cenayang? *syok* #ditabok tetap lanjut kok~

Aprilia Echizen : hehehe makasih ripiunya~

Makasih pula untuk yang membaca, fav serta follownya!

Ripiu please?