MARS
Main Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Lee Donghae, Lee Hyukjae
Genre: Romance, Suspense, Friendship
WARNING!
BOYS LOVE
CERITA BUKAN MILIK SAYA.
INI ADALAH REMAKE DARI DRAMA MARS TAHUN 2004, DENGAN PENGURANGAN DAN PENAMBAHAN SEPERLUNYA DARI SAYA.
YANG TIDAK SUKA TIDAK USAH DI BACA DAN TIDAK PERLU REVIEW ^^
TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.
Typo may applied, don't be silent reader please, NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^
THANKYOU ^^
.
.
"there's no one in this world nicer than you"
.
.
Hari minggu pagi Kyuhyun sengaja bangun lebih awal, ia berencana mendatangi tempat kerja paruh waktu Donghae dan mengajaknya bicara. Kyuhyun merasa tidak enak hati karena sepulang kuliah kemarin ia bertengkar dengan Donghae soal Sungmin dan belum sempat menyelesaikannya baik-baik. Donghae adalah sahabat terbaiknya meskipun mereka selalu saling memaki, Kyuhyun tidak mau kehilangan sahabat satu-satunya hanya karena kesalahpahaman kecil. Sepanjang perjalanan menuju café tempat Donghae bekerja, Kyuhyun terus memikirkan apa yang harus ia bicarakan dengan Donghae atau bagaimana ia harus memulai pembicaraan dengan Donghae. Ini bukan pertengkaran pertama mereka, tapi entah kenapa Kyuhyun merasa terbebani dengan pertengkarannya kali ini.
Begitu sampai di tempat kerja Donghae, Kyuhyun melihat Donghae sedang tidak begitu sibuk. Mungkin karena ini masih pagi jadi pengunjung café belum begitu ramai.
"Hei, kita tidak perlu bermusuhan gara-gara hal kecil seperti ini, 'kan?"
Donghae berdecih sambil terus membersihkan meja, "apa menurutmu aku orang yang seperti itu?"
"Kalau begitu, kau marah gara-gara apa?"
"Ah, lupakan saja! aku malas bicara dengan orang bodoh sepertimu"
Kyuhyun hanya berdecak mendengar cibiran Donghae, Kyuhyun sangat mengenalnya. Meskipun mulutnya terus memaki Kyuhyun dengan kata-kata yang lumayan menyakitkan, Kyuhyun tahu Donghae tidak pernah bermaksud seperti itu. Kyuhyun akui, Donghae memang selalu lebih baik darinya.
"Hei, pulang kerja nanti kau ada acara tidak?"
"Aku harus menjemput adikku dari tempat kursus pianonya"
"Oh, kalau besok?"
"Ada apa sebenarnya? Kau mau apa?"
"Ikut saja denganku besok. Jam sebelas siang di Grill5, oke?"
.
.
Dan disinilah Donghae sekarang, duduk di meja paling pojok Grill5 bersama Kyuhyun dan Sungmin. Tidak ada obrolan sejak lima belas menit yang lalu, mereka hanya saling mencuri pandang dan sesekali berdeham. Situasi seperti ini benar-benar canggung dan tidak nyaman, Donghae merasa tidak enak hati pada Sungmin yang duduk dihadapannya dengan wajah yang tertunduk. Saat ini Sungmin pasti merasa tidak nyaman.
"Bukankah kalian teman sekolah? Seharusnya ada topik pembicaraan di antara kalian"
Akhirnya Kyuhyun memecah keheningan di antara mereka bertiga. Kyuhyun disini berperan sebagai perantara mereka untuk bertemu dan saling menyapa, karena Kyuhyun tahu Donghae terlalu bodoh dalam urusan cinta dan Sungmin terlalu menutup diri pada laki-laki. Tentang bagaimana perasaannya, Kyuhyun sama sekali tidak mau memikirkannya terlalu serius. Kyuhyun merasa perasaannya hanya sesaat saja sama seperti saat ia jatuh cinta pada mantan-mantannya dulu. Jatuh cinta, berkencan dan berakhir di hotel dan kemudian semua selesai, ia tidak merasakan apa-apa lagi pada semua mantan pacarnya.
"Donghae, terima kasih jusnya"
Sungmin akhirnya angkat bicara, meski tetap menunduk dan kelihatan tidak nyaman.
"Iya, jangan sungkan"
Kyuhyun menghembuskan napasnya bosan, mendengar obrolan yang membosankan seperti itu Kyuhyun bisa ketiduran disini.
"Jika kalian terus begini, aku bisa ketiduran atau bahkan mati bosan disini. Begini, Lee Sungmin apa kau mau menjalani pendekatan dengan Lee Donghae?"
Mata Donghae terbelalak kaget, Cho Kyuhyun benar-benar membuatnya malu setengah mati. Donghae akui, memang ia menyukai Sungmin tapi apakah Kyuhyun harus mengatakannya sejelas itu?
"Kyuhyun!"
"Apa? Kau bilang menyukai Sungmin, aku membantumu untuk mengungkapnya"
"Iya memang benar, tapi..."
"Tapi apa lagi?"
"Baiklah"
Mendengar suara Sungmin, Kyuhyun dan Donghae yang sedang adu argumen langsung mengalihkan perhatian mereka pada Sungmin. Donghae hampir saja tersedak ludahnya sendiri karena terkejut dan Kyuhyun membelalakan matanya tidak percaya.
"Aku akan mencoba menjalani pendekatan dengan Donghae"
Tiba-tiba saja hati Kyuhyun berdenyut sakit, jawaban Sungmin membuat dirinya sedikit kesal. Padahal, Kyuhyun ada disini karena berniat menyatukan Donghae dan Sungmin. Tapi entah kenapa ia malah merasa sakit hati dan kesal.
Dengan sangat terpaksa Kyuhyun tersenyum pada Sungmin dan Donghae. Sebisa mungkin ia memberikan senyum terbaiknya.
"Oke, selanjutnya sudah bukan urusanku lagi. Aku ada urusan lain, Donghae selamat ya!"
"Kyuhyun..."
"Iya, aku tahu kau sangat senang dan ingin berterimakasih. Nanti malam datang ke apartemenku, bawakan aku wine yang paling mahal!"
Kyuhyun masih memberikan senyum terbaiknya pada Donghae. Meskipun hatinya sakit, Kyuhyun tetap harus melakukannya. Karena bagaimana pun Donghae adalah sahabat karibnya.
"Kyuhyun, tunggu sebentar"
Kyuhyun sudah mau beranjak pergi ketika Sungmin memanggilnya dan memberinya sebuah bungkusan.
"Itu jaketmu, sudah aku cuci. Terima kasih"
Kyuhyun menatap Sungmin sekilas, kemudian ia mengambil bungkusan yang diberikan Sungmin tanpa berkata apapun. Hatinya semakin tidak karuan saat melihat wajah manis Sungmin.
"Donghae, kau yang bayar tagihannya. Aku pulang dulu"
Setelah Kyuhyun pergi suasana kembali hening dan canggung. Sungmin bingung mau berkata apa, sementara Donghae bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?"
Sungmin mengangguk, ia juga tidak tahu harus bagaimana memulainya. Jadi, ia hanya akan mengikuti kemauan Donghae dan membiarkan Donghae yang memutuskan.
.
.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan menarik. Mereka hanya membicarakan soal masa sekolah dulu, itu pun hanya Donghae yang terus bicara sementara Sungmin hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
"Apa kau masih ingat? Saat kelas kita ikut lomba dansa, kau menolak ikut karena tidak mau besentuhan dengan anak laki-laki. Jadi aku mundur agar kelas kita bisa tetap ikut lomba, dan kita hanya berdiam diri di kelas sampai sore. Waktu berjalan cepat sekali, ya? Tidak terasa sudah empat tahun kita selalu jadi teman sekelas"
Donghae bicara panjang lebar soal masa lalu mereka di sekolah dan Sungmin hanya menanggapinya dengan senyum tipis dan anggukan.
"Sungmin, apa kau tidak senang pergi jalan-jalan denganku?"
"Aku cukup senang, setelah sekian lama kita kenal akhirnya kita bisa saling bicara seperti ini"
"Benarkah? Sejak tadi hanya aku yang bicara, aku pikir kau tidak begitu suka pergi jalan-jalan denganku"
"Donghae, aku haus. Kita minum kopi saja di Twosome Place, bagaimana?"
Meski Sungmin tidak menjawab pertanyaannya dengan jelas, Donghae tetap tersenyum ketika Sungmin mengajaknya minum kopi. Donghae sudah kehabisan topik pembicaraan, ia benar-benar tidak tahu harus bicara apa lagi sementara Sungmin hanya diam dan terus menunduk.
"Sepertinya kita kehabisan topik pembicaraan"
Donghae menyeruput vanilla lattenya perlahan, ia benar-benar tidak tahu harus bicara apa lagi pada Sungmin.
"Aku memang sangat pendiam. Maaf"
"Oh, tidak apa-apa. Kenapa kau harus minta maaf? Oh iya, aku pikir Kyuhyun adalah tipe laki-laki yang kau benci. Tapi tidak kusangka kalian begitu akrab, jujur saja aku sedikit kaget"
"Oh itu, aku memang tidak pintar bicara. Semua yang ingin aku katakan, aku gambar menjadi sebuah lukisan. Dia mulai bicara padaku karena sebuah lukisan"
"Lukisan? Sejak kapan dia mulai menukai seni? Ah, pasti lukisan wanita bugil ya?"
Sungmin terkikik, akhirnya setelah berjam-jam di landa canggung Donghae bisa membuat Sungmin tertawa juga. Melihat Sungmin tertawa, Donghae merasa ada setitik cahaya di tengah-tengah kegelapan.
"Bukan, hanya lukisan seorang ibu yang sedang menggendong anaknya"
"Oh, pantas saja dia suka. Karena Kyuhyun tidak punya ibu, aku dengar ibunya meninggal saat dia masih kecil"
Donghae diam sejenak, ia mengamati perubahan raut wajah Sungmin.
"Sungmin, sebenarnya kau menyukai Kyuhyun, 'kan?"
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Karena sejak tadi kau tidak banyak bicara, tapi ketika nama Kyuhyun di sebut kau terlihat bersemangat. Sorot matamu juga mendadak berubah ketika kita membicarakan Kyuhyun"
Sungmin terdiam, ia tidak tahu harus berkat apa. Mungkin Donghae benar, ia mulai menyukai Kyuhyun.
"Eum, ngomong-ngomong saat lomba dansa di sekolah dulu, kenapa kau mau mengundurkan diri? Yang aku tahu kau sangat suka dengan hal-hal seperti itu"
Donghae tersenyum, akhirnya Sungmin bertanya padanya.
"Karena, dengan begitu aku bisa berduaan denganmu"
.
.
Pagi-pagi sekali Donghae sudah menunggu Sungmin di gerbang kampus, ia harus membicarakan sesuatu yang penting dengan Sungmin. Setelah semalaman berpikir dan merenung, Donghae sudah memutuskan untuk membicarakan soal hubungan mereka lebih serius lagi. Donghae butuh satu kepastian dari Sungmin, ia tidak mau berkencan dengan Sungmin karena alasan paksaan.
Tidak lama kemudian Sungmin datang. Dia tersenyum pada Donghae, hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan pada siapapun.
"Sungmin, aku perlu bicara soal..."
"Hai, selamat pagi. Maaf menganggu kalian, tapi aku perlu bicara dengan Sungmin. Kau tidak keberatan, Donghae?"
Donghae mengurungkan niatnya untuk bicara karena Eunhyuk tiba-tiba saja datang.
"Oh, ya tentu. Aku ada kelas pagi ini, kalian ngobrol saja duluan. Bye"
Sungmin merasakan hal yang salah dari cara Eunhyuk merangkulnya. Rasa takut kembali menyelimutinya, ia ingin sekali memanggil Donghae untuk minta bantuan tapi tampaknya Donghae sedang terburu-buru karena ada kelas yang harus dia hadiri.
Kyuhyun, tolong aku...
.
.
Ternyata Eunhyuk menyeret Sungmin ke taman di belakang gedung olahraga, taman yang sepi dan jarang sekali ada mahasiswa yang lewat kemari. Sungmin semakin takut, bagaimana jika Eunhyuk melakukan hal yang lebih buruk padanya?
"Rasanya aku sudah pernah memberimu peringatan agar tidak lagi mendekati Kyuhyun. Apa kau orang yang pelupa? Bukankah kau tahu? Anak yang tidak patuh itu harus di hukum!"
Eunhyuk mendorong Sungmin hingga Sungmin terjerembab di tanah. Ia menatap Sungmin sengit dan penuh kebencian.
"Kau tidak patuh padaku dan aku akan menghukummu Lee Sungmin!"
Mata Sungmin terbelalak saat Eunhyuk mengeluarkan sebatang rokok lalu menyulutnya. Eunhyuk tidak menghisap rokok itu, ia hanya memainkannya di depan wajah Sungmin. Sungmin tahu betul apa yang akan Eunhyuk lakukan padanya dengan rokok yang sedang ia pegang.
"Kau tahu apa yang akan aku lakukan dengan rokok ini? Aku ingin mengukir sesuatu di telapak tanganmu supaya kau berhenti mendekati Kyuhyun. Bagaimana?"
"Bukankah kau bilang Kyuhyun tidak akan serius padaku? Kenapa masih melakukan ini padaku?"
Dengan segenap keberanian yang ia punya, Sungmin memberanikan diri untuk membalas kata-kata Eunhyuk. Ia tidak akan lemah lagi, Sungmin tidak akan menunduk dan mengalah pada Eunhyuk. Kali ini ia akan melawan Eunhyuk dan mengatakan padanya dengan jelas bahwa Sungmin punya hak untuk menyukai Kyuhyun.
"brengsek"
Eunhyuk berdecih, rupanya Sungmin sudah berani membalas kata-katanya.
"Kau sudah pintar bicara rupanya. Baiklah, kalau kau tidak mau rokok ini membakar telapak tanganmu, aku ingin kau berjanji padaku untuk tidak mendekati Kyuhyun lagi dan kau akan berhenti menyuruhnya menjadi model! Kalau tidak, aku akan benar-benar menyulut tanganmu dengan rokok ini sampai kau kesakitan dan tidak bisa lagi melukis!"
"Kau hanya ingin aku kesakitan dan menangis bukan? Baik, aku akan menangis tapi setelah itu apa kau akan mengijinkan aku menyukai Kyuhyun?"
Mendengar kata-kata Sungmin yang begitu berani membuat Eunhyuk naik pitam. Beraninya dia bilang begitu! Eunhyuk melemparkan rokoknya kemudian dia mengambil batu yang lumayan besar untuk menghantam telapak tangan Sungmin.
"Kenapa kau keras kepala? Jika batu ini menghantam tanganmu, kau tidak akan pernah bisa melukis lagi. Tanganmu akan hancur! Demi laki-laki kau rela tanganmu hancur? Berjanjilah padaku, kau tidak akan mendekati Kyuhyun lagi"
"Tidak mau!"
"Oh, jadi kau tidak keberatan jika batu ini menghantam tanganmu?"
"Jika tangan kanan tidak bisa melukis, aku masih punya tangan kiri. Jika kau menghancurkan kedua tanganku aku masih punya kaki, dan jika kau menghancurkan kedua kakiku aku masih bisa melukis dengan mulutku. Terus melukis meskipun kau menghancurkan semuanya!"
Napas Eunhyuk memburu, emosinya sudah di ambang batas. Ia benar-benar ingin menghancurkan Sungmin!
"Itu yang kau inginkan? Baik, aku akan menghancurkanmu!"
.
.
"Donghae! hei, bagaimana?"
Donghae mendengus, baru saja duduk sudah di sapa oleh anak setan.
"Apa yang bagaimana?"
"Jangan pura-pura bodoh! Aku bertanya soal kencanmu kemarin"
"Tidak ada yang istimewa"
"Bohong! Lihat wajahmu, kau tampak bahagia sekali. Sepertinya menyenangkan. Eh, ngomong-ngomong mana Sungmin? Kau tidak datang bersamanya?"
"Oh, tadi aku sempat bertemu dengannya di depan gerbang. Tapi, Eunhyuk tiba-tiba datang dan mengajaknya bicara"
"Eunhyuk?"
"Iya, katanya ada yang penting yang harus dia bicarakan dengan Sungmin"
"Kemana mereka?"
"Entahlah, sepertinya menuju ke gedung olah raga"
Tanpa banyak bicara lagi Kyuhyun langsung berlari meninggalkan kelas, Kyuhyun tahu apa yang akan Eunhyuk lakukan pada Sungmin. Mungkin Sungmin ada dalam bahaya sekarang.
"Kyuhyun! Tunggu!"
Donghae yang masih bingung kenapa Kyuhyun berlari tergesa-gesa langsung ikut berlari meninggalkan kelas. Ia tidak mengerti kenapa Kyuhyun berlari secepat itu? Apa sesuatu yang buruk akan menimpa Sungmin?
"Sungmin..."
Kyuhyun menghampiri Sungmin yang sedang berjongkok sambil memegangi telapak tangan kanannya. Ia ikut berjongkok mensejajarkan pandangannya dengan Sungmin. Jantungnya berdebar kencang, ia takut sekali jika Eunhyuk menyakiti Sungmin.
"Aku tidak apa-apa, sungguh. Aku...aku..."
Sungmin mulai terisak ketika melihat wajah Kyuhyun. Tanpa banyak bicara lagi, Kyuhyun langsung membawa Sungmin ke dalam dekapannya. Sungmin langsung menangis tersedu-sedu dipelukan Kyuhyun. Ia lega sekali melihat Kyuhyun di saat seperti ini. Meski Eunhyuk tidak jadi menghantamkan batu itu ke tangannya, Sungmin tetap ketakutan dan lemas.
"Sudah, jangan menangis. Tidak apa-apa, aku disini"
Melihat Kyuhyun yang memeluk Sungmin seerat itu dan berusaha menenangkan tangisannya, membuat Donghae sedikit cemburu. Di saat seperti ini, justru Kyuhyun yang menenangkan Sungmin bukannya Donghae. Donghae mendengus, ia merasa tidak ada gunanya untuk Sungmin. Ia bahkan tidak bisa melindungi Sungmin dari bahaya.
.
.
Eunhyuk menghabiskan malamnya di bar yang biasa ia kunjungi bersama Kyuhyun saat mereka pacaran dulu. Perasaannya hari ini kacau sekali karena Lee Sungmin membuat kesabarannya habis dan membuatnya semakin kesal adalah ia tidak bisa mengeksekusi Sungmin, pikirannya berubah di saat-saat terakhir. Eunhyuk memesan beberapa botol Soju, memalukan memang mengingat ini adalah bar seharusnya Eunhyuk memesan Tequila, Whisky atau semacamnya.
"Aku minta segelas Whisky"
Eunhyuk cukup terkejut melihat Kyuhyun tiba-tiba sudah berada disampingnya dan sedang memesan minuman pada bartender.
"Tidak aku sangka ternyata kau punya rasa kasihan juga"
Sejak awal Eunhyuk sudah tahu, Kyuhyun tidak akan datang padanya tanpa alasan. Dia datang pasti untuk membicarakan soal Sungmin. Eunhyuk meletakan botol Sojunya dengan dramatis kemudian menatap Kyuhyun lekat-lekat.
"Hanya untuk kali ini, lain kali belum tentu!"
"Terserah, tapi yang jelas aku akan membunuhmu jika sesuatu terjadi pada Sungmin"
Kyuhyun balas menatap Sungmin dengan tatapan yang dingin namun menusuk, sorot matanya sarat akan ancaman.
"Jadi, demi dia kau mau membunuhku?" Eunhyuk berdecih meremehkan. "Jangan menggertakku"
"Aku pasti akan membunuhmu"
Kyuhyun menekankan kata-kata terakhirnya sebelum ia beranjak pergi. Kyuhyun bukan tipe orang yang suka menggertak dan Eunhyuk tahu betul soal itu. Jika Kyuhyun bilang akan membunuhnya maka sudah pasti Kyuhyun tidak main-main dengan kata-katanya.
Airmata Eunhyuk mengalir, jujur saja ia takut dengan dengan ancaman Kyuhyun. Menurutnya semua ini tidak adil, kenapa Kyuhyun memperlakukan Sungmin seperti seseorang yang istimewa? Apa kelebihan Sungmin? Dibandingkan dengan Sungmin tentu Eunhyuk jauh lebih baik, tapi Kyuhyun justru selalu mengabaikannya dan terus mengejar Sungmin.
"Jangan minum Soju lagi. Kau bisa mabuk dan hilang kendali"
Tidak lama setelah Kyuhyun pergi, Donghae datang entah dari mana membawakan Eunhyuk secangkir cokelat hangat. Sebenarnya, Donghae tidak berniat mendatangi Eunhyuk untuk menghiburnya. Donghae datang untuk meminta penjelasan pada Eunhyuk soal apa yang dia lakukan pada Sungmin. Namun Donghae mengurungkan niatnya begitu melihat kondisi Eunhyuk yang begitu menyedihkan. Meski perbuatannya salah dan tergolong jahat, Donghae tahu itu semua dilakukan Eunhyuk untuk mempertahankan Kyuhyun.
"Dia bilang dia akan membunuhku! Kyuhyun akan membunuhku! Kenapa dia memperlakukan aku seperti ini! Kenapa?"
Tangis Eunhyuk langsung pecah begitu melihat mata Donghae yang menatapnya dengan lembut.
"Karena kau sudah sangat keterlaluan. Sudahlah, kau 'kan tahu Kyuhyun suka bercanda"
"Dia tidak sedang bercanda! Hatiku sakit sekali, biasanya meskipun Kyuhyun terus mengabaikanku aku tidak pernah merasa sesakit ini! Kali ini berbeda, dia memperlakukan Sungmin dengan istimewa. Ada kalanya dia menatap Sungmin dengan lembut dan hangat, dia tidak pernah memperlakukan aku seperti itu! Membicarakan Lee Sungmin seperti ini membuatku sangat emosi, kau tahu? Tangannya sudah mau kuhantam tapi dia hanya mempedulikan Kyuhyun, dia sama sekali tidak peduli pada dirinya sendiri"
Setelah mengeluarkan seluruh isi hatinya Eunhyuk kembali menangis, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia malu sekali menangis dihadapan Donghae seperti orang bodoh.
"Sebenarnya, mereka berdua saling menyukai hanya saja mereka belum menyadarinya"
"Kau tahu? Aku sudah menyukai Kyuhyun sejak semester pertama. Makanya, aku selalu menunggunya. Berharap suatu saat dia akan kembali ke sisiku. Sekarang aku sadar, semua yang aku lakukan sia-sia saja. aku benar-benar menyedihkan"
"Lalu bagaimana denganku? Aku juga sudah menyukai Sungmin sejak SMA, aku selalu mengejarnya seperti orang bodoh. Pada akhirnya dia jatuh cinta pada sahabatku sendiri, bukankah aku jauh lebih menyedihkan?"
Donghae beringsut dari duduknya, ia menarik Eunhyuk agar menghadap ke arahnya.
"Ini memang tidak adil untuk kita berdua. Kita berdua memang menyedihkan, tapi kau tidak perlu melakukan hal-hal bodoh yang membuat dirimu semakin terlihat menyedihkan. Kau harus menghadapi kenyataan, bahwa Kyuhyun tidak akan pernah kembali ke sisimu lagi"
Sejenak Eunhyuk teridam, mencoba menerima nasihat Donghae. Airmatanya mengalir lagi, Donghae benar, dia sudah melakukan hal bodoh yang membuatnya semakin terlihat menyedihkan.
Perlahan Donghae mengulurkan tangannya untuk menghapus jejak airmata di pipi Eunhyuk, kemudian ia menggeser duduknya agar bisa memeluk Eunhyuk. Meski Eunhyuk terlihat kuat di luar, sebenarnya Eunhyuk juga punya sisi lemah dan perlu diperhatikan.
"Aku iri sekali padamu, kau jauh lebih berani daripada aku. Aku tidak pernah punya keberanian berkata cemburu pada Kyuhyun, karena aku tidak berani cemburu. Jadi, yang bisa aku lakukan adalah menjadi temannya. Menjadi bayangannya"
Eunhyuk cukup bingung dengan sikap Donghae yang tiba-tiba lembut padanya. Donghae bahkan sekarang memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya seolah menenangkannya. Namun tidak dapat Eunhyuk pungkiri, pelukan Donghae sangat nyaman dan hangat.
"Jadi, kita hanya akan menjadi bayangan mereka?"
Donghae menggeleng, "Atau mungkin menjadi musuh mereka"
.
.
Sesampainya di rumah Sungmin langsung mengurung diri di dalam kamar. Sungmin tidak mau bertemu dengan ibunya hari ini, karena ia tahu ibunya pasti akan kembali membahas soal Kyuhyun. Untuk sesaat Sungmin kembali teringat saat Eunhyuk hendak menghantam tangannya dengan batu. Sungmin sempat kagum pada dirinya sendiri yang tiba-tiba punya keberanian untuk melawan kata-kata Eunhyuk, untuk kesekian kalinya Sungmin membenarkan kata-kata Kyuhyun. Lemah tidak ada gunanya.
Saat sedang memikirkan banyak hal, sama-samar Sungmin mendengar suara motor. Mungkikah? Mungkinkah itu Kyuhyun? Sungmin mengintip dari balik jendela kamarnya dan ia yakin itu Kyuhyun. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman yang sangat manis, langsung saja Sungmin berlari ke lantai bawah untuk menemui Kyuhyun.
"Aku baru pulang kerja, jadi sekalian mampir kemari untuk melihat keadaanmu"
Kyuhyun langsung memberikan jawaban bahkan sebelum Sungmin sempat bertanya.
Sungmin mengangguk, "Oh"
"Lain kali, aku tidak akan membiarkan siapapun menakutimu. Aku akan membuat Eunhyuk menyesal karena berani membuatmu menderita"
"Kau tidak bisa menyalahkannya, dia melakukannya karena sangat mencintaimu"
"Cinta? Dia sudah keterlaluan! Itu bukan cinta tapi obsesi. Kau tahu? Salah satu mantan pacarku pernah bilang padaku, aku ini seperti benda mewah dan berkilauan. Saat membawaku keluar, akan mengundang banyak perhatian. Makanya dia sangat menyukaiku, karena aku adalah benda berharga. Semua mantan pacarku hanya menganggapku sebuah benda, dan kau sendiri sudah tahu bukan? Sebuah benda tidak punya perasaan dan aku tidak butuh cinta tau semacamnya"
"Kau bukan orang seperti itu, aku sudah memperhatikanmu beberapa minggu ini. Aku bisa merasakannya, kau adalah orang yang butuh banyak cinta. Kau terus berganti-ganti pacar karena kau ingin merasakan cinta yang sesungguhnya"
"Kau benar, aku orang bodoh yang hanya ingin kebahagiaan instan. Aku berganti-ganti pacar untuk memuaskan diriku sendiri dan mencari kebahagiaan. Kau sudah tahu aku adalah orang seperti itu, mungkin Eunhyuk benar sebaiknya kau jangan dekat-dekat denganku"
"Aku pernah bilang begitu pada diri sendiri, aku selalu mengajari diriku sendiri agar menjauh darimu dan tidak terlibat dalam kehidupanmu. Aku tahu kau tidak mungkin menyukaiku jadi aku terus berusaha mengajari diri sendiri agar menjauhimu karena takut disakiti. Tapi, semakin aku menekan diriku agar menjauhimu tanpa kusadari aku justru semakin dekat denganmu hingga akhirnya aku tidak bisa meninggalkanmu"
Pandangan mereka bertemu, untuk sesaat Sungmin merasa waktu berhenti sejenak. Lalu, entah bagaimana Kyuhyun menghapus jarak di antara mereka dan bibir tebalnya memagut bibir lembut Sungmin. Tidak ada perlawanan dari Sungmin, ia justru memejamkan matanya menikmati pagutan lembut Kyuhyun dibibirnya. Kyuhyun menyelipkan tangannya di tengkuk Sungmin untuk memperdalam pagutan mereka. Bibir Sungmin sangat lembut dan hangat, berkali-kali Kyuhyun berciuman dengan semua mantan pacarnya, Kyuhyun tidak pernah merasakan bibir selembut ini.
"Aku harus pulang"
Sungmin mendorong dada Kyuhyun pelan kemudian ia tertunduk. Menyembunyikan rona merah dipipinya.
"Oh, ya"
Kyuhyun merasa canggung. Katakanlah dia gila, jelas-jelas Donghae sudah sering memperingatkan Kyuhyun tentang ketakutan Sungmin pada laki-laki dan Kyuhyun malah menciumnya.
"Masuklah, jangan lupa kunci pintu"
Kyuhyun mengelus puncak kepala Sungmin, tapi kemudian gelang yang melingkar dipergelangan tangannya mengait di rambut Sungmin.
"Maaf, aku tidak sengaja"
Dahi Kyuhyun berkerut bingung. Gelang Cruciani yang ia pakai tidak terbuat dari besi atau kulit, gelang berwarna biru laut itu terbuat dari benang rajut dan tidak ada pengaitnya. Bagaimana bisa gelang nakal itu terkait di rambut Sungmin.
"Gelang ini sudah lama kupakai dan baru kali ini dia mengait di rambut seseorang. Dia jimat pelindungku, aku memenangkan perlombaan pertamaku selama empat jam bersama gelang ini"
"Bagus sekali"
"Kau suka? Kalau begitu untukmu saja"
Kyuhyun melepaskan gelang Crucianinya lalu memasangkannya di lengan kiri Sungmin.
"Tapi, dia jimat pelindungmu"
"Maka dari itu, gelang ini pasti bisa melindungimu saat aku sedang tidak didekatmu. Sekarang masuklah, sudah semakin larut. Aku akan melihatmu dari sini"
"Selamat malam, kau hati-hati di jalan"
.
.
Kyuhyun meneguk birnya lagi dan lagi, setelah mencium Sungmin tadi ia merasa perasaannya jadi semakin tidak karuan. Kyuhyun merasa menjadi pecundang karena dengan tidak tahu malu ia mencium kekasih sahabatnya. Sekilas kenangannya bersama Donghae terlintas, bagaimana mereka berbagi cerita, berbagi beberapa rahasia dan berbagi beban saat mereka dalam kesulitan. Kyuhyun semakin merasa bersalah saat membayangkan wajah polos Donghae yang mungkin sebentar lagi akan terluka karena Kyuhyun merebut kekasihnya.
Mungkin setelah ini Donghae akan benar-benar membencinya dan tidak mau lagi menjadi sahabatnya. Bagaimana tidak? Kyuhyun bertindak sebagai Mak Comblang di antara Donghae dan Sungmin, namun pada akhirnya dia lah yang jatuh cinta pada Sungmin.
Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini...
.
.
"Pagi, Kyuhyun"
Tidak biasanya Sungmin menyapa Kyuhyun duluan, Kyuhyun merasa senang dengan perubahan sikap Sungmin. Ini yang selalu Kyuhyun harapkan. Kyuhyun diam sejenak memandangi Sungmin, ia ingin sekali tersenyum dan membalas sapaan Sungmin. Namun tiba-tiba ia teringat pada Donghae.
"Pagi"
Kyuhyun membalas sapaan Sungmin dengan dingin.
"Sungmin, itu...yang kemarin..."
"Oh, maksudmu gelang ini? Akan aku kembalikan jika kau mau"
"Bukan! Maksudku itu...kau tahu 'kan di luar negeri ciuman antar teman itu biasa dan tidak berarti apa-apa. Itu hanya..."
"Main-main?"
Sungmin tahu, Kyuhyun tidak mungkin menganggap hubungan mereka serius. Sejak awal Sungmin sudah tahu tapi entah kenapa hatinya tetap merasa sakit.
"Ya, kau benar. Jadi, hubungan kita hanya sebatas itu"
Sungmin berusaha tersenyum, "Tidak masalah, aku tidak keberatan"
Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri untuk tidak jatuh ke dalam pesona Kyuhyun. Dia tidak bisa mengabaikan perasaannya pada Kyuhyun dan pada akhirnya dia juga lah yang terluka karena perasaannya sendiri.
.
.
"Sebelum masuk kelas, aku ingin menjelaskan sesuatu padamu"
Tidak lama setelah Sungmin pergi, Donghae datang menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun tahu apa yang akan terjadi setelah ini, mungkin Kyuhyun akan kehilangan sahabat terbaiknya. Kyuhyun sudah menyiapkan mentalnya jika Donghae memang berniat membencinya, Kyuhyun juga tidak akan membalas apapun yang akan Donghae lakukan padanya. Kyuhyun sudah pasrah dan siap menerima kenyataan seburuk apapun itu, karena ia tahu semua ini adalah kesalahannya sejak awal.
"Apa?"
Donghae tidak menjawab, ia menatap Kyuhyun sengit dan sedetik kemudian ia melayangkan tinju ke pipi kiri Kyuhyun.
Kyuhyun memegangi pipi kirinya yang terasa ngilu. Ini pertama kalinya Donghae melayangkan tinju sekeras itu. Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak membalas perbuatan Donghae, jadi ia hanya diam menunggu penjelasan Donghae.
"Pukulan itu berarti aku sudah memutuskan untuk melupakan Sungmin"
"Donghae, aku tidak mempermasalahkan pukulanmu. Tapi..."
"Sudahlah, aku dan Sungmin tidak akan berhasil. Semua yang kau lakukan untuk kami hanya sia-sia saja, meskipun aku masih menyukainya tapi untuk bersatu dengannya itu tidak mungkin. Selamanya tidak akan mungkin. Karena, orang yang Sungmin cintai adalah kau"
Kyuhyun mendengus, meski pukulan Donghae keras tapi hati dan otaknya sungguh lemah. Bagaimana bisa dia menyerah begitu saja? Seharusnya dia lebih berusaha, seharusnya dia membenci Kyuhyun, seharusnya dia menghajar Kyuhyun lebih dari ini.
"Bukankah kau sudah sangat mengenalku? Kau tahu betul aku bukan laki-laki yang baik sepertimu, kenapa kau masih mendorongku padanya?"
"Aku tahu. Meskipun kau musibah bagi Sungmin, tapi itu adalah pilihannya sendiri"
Kyuhyun memandangi wajah Donghae yang masih berpura-pura tegar dan tersenyum padanya. Laki-laki bodoh dan terlalu polos.
"Jangan menatapku begitu, aku paling benci sudah kalah masih harus dikasihani lawan. Kalau masih menganggapku sahabat, jangan pernah menunjukan ekspresi seperti itu lagi!"
Dengan senyum yang masih dipaksakan Donghae menghampiri Kyuhyun kemudian menepuk bahunya.
"Jaga dia baik-baik"
.
.
"Aku datang padamu bukan untuk minta maaf karena perbuatanku yang kemarin"
Sungmin mengangguk, ia tahu Eunhyuk tidak mungkin minta maaf padanya. Sungmin sudah mengiranya, mungkin Eunhyuk mau memberinya peringatan lagi.
"Jangan merasa senang dulu karena kau berhasil mendekatinya. Karena, kalau kau terus berhubungan dengannya cepat atau lambat pasti akan berakhir. Dan kau akan sama menderitanya denganku"
Eunhyuk menekankan kalimat terakhirnya sebelum pergi. Ia harap Sungmin mengerti maksud dari peringatannya dan tidak merasa menang karena telah mendapatkan perhatian Kyuhyun.
"Eunhyuk"
Eunhyuk menghentikan langkahnya tanpa berniat membalikan tubuhnya untuk menghadap Sungmin.
"Kau benar, Kyuhyun tidak mungkin menyukaiku"
"Lee Sungmin, Kau...terlalu bodoh!"
.
.
TBC
CEPET YAH UPDATENYA~~ ^^ karena review kalian semua kkkk dan kebetulan ada waktu luang lebih ^^
terimakasih buat yang selalu review...selalu nyemangatin saya dari awal sampe sekarang ^^
balas reviewnya di singkat saja ya ^^
buat Zeze, gue mau nulis kaya gitu Ze...cuma gue ragu gue takut nnt malah di kira tukul *eh makasih ya koreksinya udah gue perbaiki ^^ makasih bgt ! ^^
buat Cho Na Na, makasih ya koreksinya membantu banget ^^ makasih jg udah review ^^
dan buiat reviewers lain TERIMAKASIH SUDAH NYEMANGATIN SAYA ^^ LOVE YOU ALL! ^^
gak di edit semoga gak ada typo ya
.
.
With Love,
Milkyta Lee
