A MinYoon Fanfiction—

Jimin | Yoongi | omegaverse | AU!ABOdynamics | mini series | R-18 | M-Preg later | I don't take any profit with this chara | Beware! '-')/

.

Do not plagiarize!

I warned you.

(Hope you can) enjoy!

.

.

.

Semakin lama suhu di kamarnya terasa semakin panas. Keringat bercucuran di seluruh tubuhnya dan Yoongi sudah tak kuasa menahan rasa sakitnya heat kali ini sendirian. Ah, seandainya ia memiliki seorang mate, tidak mungkin rasanya akan semenyedihkan ini.

Yoongi menggelengkan kepalanya untuk menghindari segala pemikiran anehnya. Tidak, Yoongi tidak boleh memikirkan seorang mate untuk saat ini. Ini hanya akan terjadi dalam beberapa hari dan Yoongi akan melewatinya dengan aman sama seperti heat sebelum-sebelumnya.

Yoongi menarik napas pelan dan bangkit dari ranjangnya. Ia kemudian terduduk dan merubah tubuhnya yang memang sedang tanpa busana apapun itu dengan wujud serigala. Sudah sejak usia sepuluh tahun Yoongi dapat merubah wujudnya dengan serigala putih yang memiliki bulu lebat selembut kapas dan kedua iris cokelat gelap yang menawan. Sebuah kemampuan yang jarang ditemui oleh seorang omega yang belum present saat itu. Hal itu membuat Yoongi terlihat semakin istimewa terlebih ketika ia mulai memiliki simbol omega di leher persis di tengah tenggorokannya. Tetapi kenyataan itu membuat orang-orang diluar sana mulai mengincarnya. Itulah mengapa Yoongi tak suka terlahir menjadi seorang omega.

Dengan wujud serigala Yoongi hanya bisa membangun nest dengan tumpukan bantal-bantal di atas ranjangnya untuk menghabiskan masa heatnya daripada ia mendesah sendirian dengan wujud manusia, Yoongi pikir lebih baik jika ia sendirian dengan wujud serigala.

Sesaat Yoongi mulai bergelung dengan nest—sarangnya, tiba-tiba ada seseorang yang membobol jendela bundarnya dan suara pecahan kaca terdengar jelas di rumah itu.

Prang!

Yoongi segera terbelalak karena terkejut tiba-tiba kedatangan seorang lelaki yang jelas dari feromonnya dia adalah seorang alpha yang sama sekali tidak Yoongi kenal. Ia mengambil ancang-ancang untuk mundur di kamar itu dan menggeram menunjukkan taringnya yang tajam pada seorang lelaki dengan surai almond yang terduduk santai di jendela bundar yang baru saja dihancurkannya. Jelas lelaki alpha ini menginginkan sesuatu dari Yoongi.

Yoongi melolong, niatnya ingin mengusir lelaki itu secara verbal namun lolongannya malah terdengar lemah dan menyedihkan karena ia sedang dalam masa heatnya. Mengundang lelaki yang tak dikenal namanya itu menertawai Yoongi yang beringsut dengan wujud serigalanya.

"Wow, omega kesayangan Jung ini sedang dalam masa heat rupanya. Baumu sungguh manis dan menggoda. Perlu ku bantu untuk melepas rasa penat?" tawarnya dengan turun dari jendela dan mulai mendekati Yoongi.

Yoongi sekali lagi melolong, sedetik kemudian ia maju untuk melukai lelaki alpha di hadapannya dengan taring dan cakarnya yang tajam. Tetapi yang terjadi dengan lihainya lelaki itu menghindari serangan Yoongi dan malah berbalik untuk mencengkeram bulu putih di punggungnya dan ia mengeluarkan sebuah tali untuk mengikat keempat kaki Yoongi dengan cepat.

"Yoongi! Yoongi!" suara gedoran pintu terdengar gusar dari luar kamar Yoongi, sesaat kemudian pintu tersebut didobrak paksa sampai terbuka kemudian menampakkan Jung Yunho dan istrinya—Jaejoong membelalakkan mata begitu melihat Yoongi dalam wujud serigala dibawa oleh seorang lelaki yang segera kabur dari rumah itu.

Yunho menggeram tajam. "Aku akan mengejar Yoongi, pastikan dirimu aman dan beritahu bibi Jung tentang hal ini." kemudian dengan cepat ia berubah dalam wujud serigala alpha yang besar dengan bulu cokelat-putih terangnya. Terlihat sangat berbahaya saat mendengar lolongannya yang nyaring dan tajam. Seolah sedang menyampaikan berita pada kawanannya.

Jaejoong hanya mengangguk dan menatap kepergian suaminya. Yoongi diculik, ia benar-benar panik sekarang. Kedua matanya memanas dan mulai menangis ketika ia mencari-cari telepon untuk memberitahu kerabat dan kepolisian pihak dinamis. Jaejoong sungguh sangat khawatir sekali pada Yoongi. Demi Tuhan anaknya sedang dalam masa heat dan ia diculik. Oh tidak, Jaejoong tidak akan pernah sanggup jika putra semata wayangnya akan hancur malam ini. Jaejoong tidak akan pernah memaafkan dirinya sampai kapanpun.

.

.

.

.

Jimin baru selesai bercukur dan bersiap untuk tidur di malam yang cerah ini. Bulan menunjukkan malam purnamanya yang belum sempurna dengan terang. Jimin tersenyum kecil menatap langit di jendela kamarnya yang terbuka.

Jimin kemudian baru akan menutup jendelanya ketika telinganya berdengung mendengar lolongan yang tak asing di telinganya. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang dan lengan kirinya kembali berdenyut. Jimin memegang lengan kirinya dengan wajah yang mengeras. Pikirannya tiba-tiba terhubung entah kemana dan penciumannya yang tajam mulai mengendus-endus. Perasaannya mulai tak enak karena kali ini rasa yang menghantuinya terlalu berbeda. Ada rasa takut yang membumbung di hatinya. Seolah benar-benar ada seseorang yang terus memanggil nama Jimin saat ini dan membutuhkannya sekarang juga.

Tanpa pikir panjang Jimin menaiki jendelanya. Semilir angin malam segera menerpa surai hitam lebatnya dan hidungnya kembali mengendus. Ada bau feromon yang harus dikejarnya malam ini. Jika Jimin berhasil mengejar baunya dan menemukan bahwa yang menyebabkan debaran rasa takut dan khawatirnya malam ini adalah seseorang bernama Jung Yoongi yang setahun ini terus dinanti olehnya—

Jimin kemudian merubah dirinya dengan wujud serigala hitam. Besar dan kokoh dengan tatapan tajamnya yang segelap bima sakti. Geramannya terdengar berbahaya diantara desisan taringnya yang tajam.

—Jimin pastikan akan memusnahkan apapun yang membuat Yoongi merasakan hal ini.

Jimin kemudian tanpa pikir panjang melompat dari jendela kamarnya dan berlari cepat melewati atap setiap rumah yang dipijaknya. Pikirannya kini di penuhi oleh Yoongi. Kali ini ia sudah tak meragukan perasaannya sendiri dan tentang denyutan lengan kirinya yang Jimin yakini bahwa itu adalah hubungannya dengan Yoongi.

Malam ini Jimin tidak meragukan apapun.

.

.

Yoongi mulai merasa mual. Ia masih dalam wujud serigalanya dengan seluruh kakinya yang terikat. Pelaku yang menculiknya membawanya berlari entah kemana. Yoongi tak bisa berpikir jernih. Masa heat masih aktif membakar tubuhnya dan angin malam sama sekali tak membantunya untuk menghilangkan sedikit suhu tubuhnya yang tetap terasa panas. Yoongi mulai menangis. Ia tak mengerti kenapa lelaki ini membawanya pergi dan hanya membuat Yoongi merasa takut.

"Apa yang harus aku lakukan?" lirih Yoongi dalam hatinya. Ia membayangkan wajah ibunya yang pasti akan sangat mengkhawatirkannya atau bahkan menangisinya. Yoongi tak tega membayangkannya.

Yoongi kemudian kembali terkejut ketika lelaki yang membawa tubuhnya ini mulai memanjat sebuah pohon besar yang tinggi. Yoongi tak tahu dimana tempat ini berada. Sebuah pohon besar seperti ini sudah pasti jauh dari pusat kota. Membayangkannya membuat Yoongi semakin merinding sampai sesaat kemudian lelaki dengan surai almond itu melepas Yoongi dan melemparnya ke sisi dahan pohon yang besar. Punggung Yoongi menghantam sisi dahan tersebut dengan keras dan membuatnya kembali melolong dengan suara lirihnya.

Lelaki tersebut berdecak menatap Yoongi dengan pandangan tertarik. Terlebih menatap bagaimana wujud serigala putih yang terikat itu terus menggeliat dengan binalnya dan menginginkan sentuhan. Ada bau slick dan feromon omega yang kuat menandakan bahwa si Putih itu sedang berjuang dalam masa heat nya.

"Tadinya aku diperintah untuk membunuhmu tetapi melihat putra CEO Jung yang terkenal itu ternyata seorang omega yang cantik dan sedang dalam masa heat ini sepertinya sangat disayangkan bila aku harus membunuhmu lebih cepat." Lelaki itu mendekati Yoongi yang terus semakin beringsut di sisi pohon. Ia tak bisa banyak bergerak dengan kaki-kaki mungilnya yang terikat. Terlebih jika ia semakin berontak, ia akan jatuh dari pohon besar yang tinggi ini.

Yoongi hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan percuma.

"Tetapi bukankah lebih baik aku membantumu menyelesaikan masa heatmu?" tawarnya dengan seringai yang membuat Yoongi sangat ingin meludahinya. Lelaki alpha ini sepertinya dikirim oleh seseorang untuk menghancurkan ayahnya mengingat ia menyebut nama ayahnya.

Yoongi menghela napas berat menyadari bahwa dirinya memang akan selalu menjadi beban keluarganya. Sudah sepantasnya ia selalu dalam bahaya seperti ini. Jika tidak ia hanya akan—

Suara lolongan keras terdengar begitu dekat dan sedetik kemudian seekor serigala melompat muncul dihadapan Yoongi dan menatapnya tajam namun dengan sirat penuh kekhawatiran dari iris gelapnya. Yoongi segera balas menatap serigala berbulu hitam sepenuhnya itu dengan mendelikkan kedua matanya. Yoongi yakin serigala itu pasti seorang alpha dan mengendus dari feromonnya dan debaran jantung Yoongi serta denyutan di lengannya yang menguatkan instingnya, Yoongi meneriakkan nama seseorang dalam hatinya.

"Park Jimin... kau kah itu?" isi hatinya berbisik, Yoongi mulai merasa kedua matanya memanas lagi. Setelah setahun dengan pertemuan pertama dan terakhir mereka, Jimin akhirnya muncul kembali di hadapan Yoongi dalam wujud serigalanya.

"Ini aku... Jimin, Yoongi-ah."

Jimin balas berbisik. Namun ia segera berbalik begitu mendengar suara lelaki di belakangnya.

"Wow, ada alpha lain yang menjemputnya. Siapa kau? Anjing penjaga keluarga Jung?" tanyanya sebelum sesaat kemudian merubah dirinya dengan wujud serigala. Mengisyaratkan untuk menantang Jimin yang juga dalam wujud serigala itu untuk berduel.

Jimin melolong keras sekali lagi. Ia kemudian mencoba menghantam serigala itu dengan cakar tajamnya. Membuat keduanya melolong semakin keras seiring dengan kedua pasang cakar yang mulai saling mencoba untuk mencabik satu sama lain.

Tetapi yang namanya serigala memang bisa berpikir licik, lelaki yang menculik Yoongi itu mulai mengincar Yoongi. Ia sengaja mencakar dahan di dekat Yoongi untuk membuatnya terjatuh. Dan itu membuat Jimin harus melindunginya dan mau tak mau konsentrasi Jimin untuk melawan serigala di hadapannya itu jadi terbagi antara harus melindungi Yoongi agar tidak terjatuh atau melawan serigala yang semakin liar mencoba menghajarnya itu atau juga menahan diri mereka untuk tak menghancurkan pohon yang dipijaknya. Cabikan taringnya bahkan sudah melukai punggung Jimin dan membuatnya kembali melolong keras.

Yoongi tak bisa bergerak banyak. Kakinya masih terikat kuat dan itu semakin menyusahkannya untuk membantu dirinya agar tetap di tempat dan tidak terjatuh karena guncangan dari dua serigala yang berduel di dahan pohon yang besar itu.

Scratch!

Jimin kembali melolong dalam wujud serigalanya ketika sebuah cakaran kembali mengenai dirinya. Yoongi yang melihat itu ikut melirih dengan geraman serigalanya merasakan rasa sakit yang sama seolah cakaran itu juga mengenai dirinya. Ia tak rela melihat Jimin yang tersakiti di hadapannya yang tak mampu berbuat apapun.

Tetapi Jimin masih bisa bangkit meski dengan kedua kakinya yang mulai bergetar, ia mulai mengambil ancang-ancang ketika serigala musuh dihadapannya bergerak lebih cepat dan mulai melompat untuk menghantam Jimin namun tiba-tiba Yoongi melolong begitu keras hingga membuat pohon besar yang mereka pijak itu bergetar dan sesaat kemudian mereka bertiga terjatuh dari atas dahan pohon besar itu.

Jimin segera kembali dengan wujud manusia begitu pula dengan Yoongi yang kembali dengan wujud manusianya, mereka berpelukan dan Jimin dengan cekatan membuka seluruh ikatan dilengan Yoongi. Ia juga melindungi kepala Yoongi sebelum akhirnya mereka jatuh ke tanah dengan Jimin yang memeluk Yoongi dengan posisi yang sudah ia pastikan aman sampai akhirnya mereka berguling-guling di tanah.

Jimin yang menyadari Yoongi tidak memakai pakaiannya segera melepas atasan piyama yang Jimin pakai sesaat sebelum Jimin berubah dengan wujud serigalanya itu untuk dipakaikannya pada Yoongi. Beruntunglah atasan piyama Jimin kebesaran di tubuh Yoongi hingga bisa menutupi tubuhnya hinga setengah pahanya.

Tanpa disadari musuh yang masih tetap dalam wujud serigalanya itu masih bisa bangkit. Ia berlari menghampiri Jimin namun belum sempat ia mendaratkan cakarnya pada Jimin, tiba-tiba datang serigala alpha lain yang kembali melolong keras kemudian menghantam serigala yang mencoba menculik Yoongi itu dengan keras. Menghantamnya habis-habisan tanpa jeda.

Yoongi yang kini aman dalam pelukan Jimin menatap serigala dengan bulu cokelat putih yang sangat dikenalnya itu. Ternyata ayahnya datang untuk menyelamatkannya juga.

"Appa..." lirih Yoongi kemudian, menatap dua serigala yang kembali berduel dengan sengit itu sampai salah satunya mulai tak bisa bangkit lagi karena serigala yang ternyata itu adalah ayah Yoongi—Yunho telah berhasil mematahkan satu kakinya dan membuatnya tidak dapat bangkit kembali.

Jimin hanya bisa memeluk Yoongi erat dan membisikinya kalimat menenangkan. Lelaki manis pujaannya yang sudah setahun tidak ia ketahui keberadaannya namun kemudian kembali bertemu dengan keadaan seperti ini membuat Jimin merasa sedih sebenarnya. Seharusnya ia mencari Yoongi sejak awal dan melindunginya agar tak terjadi hal yang membahayakan seperti ini. Astaga, Jimin tak tahu bagaimana jadinya bila ia tak mengikuti instingnya untuk mengejar Yoongi sebelumnya. Ia tak mau kehilangan Yoongi begitu saja untuk yang kedua kalinya.

"Jimin..." Yoongi memanggil, mengeratkan pelukannya pada leher Jimin. Suhu tubuhnya yang panas merasa lebih nyaman berada dalam pelukan Jimin. "...jangan tinggalkan aku."

.

Yunho kembali dengan wujud manusianya setelah berhasil mengalahkan lelaki alpha yang berusaha menculik anaknya itu. Yunho mati-matian menahan diri untuk tak membunuhnya karena ia berpikir lebih baik membawanya ke kantor polisi untuk menginvestiganya tentang apa motif dibalik kejahatannya karena menculik anaknya. Walaupun Yunho tahu pasti hal ini tidak akan jauh dari musuh-musuh dalam pekerjaannya.

Yunho kemudian menghampiri Yoongi yang menempel dengan seorang alpha lain. Membuat lelaki dewasa itu menatapnya heran sekaligus khawatir mengingat putra semata wayangnya sedang dalam masa heat.

"Yoongi?" Yunho mendekatinya dan mengusap bahu Yoongi yang hanya membuat anak itu semakin memeluk Jimin erat. "Dan... bukannya kau putra sulungnya keluarga Park? Park Yoochun?"

Jimin mengangguk gugup dan mengusap punggung Yoongi yang tetap memeluknya erat tanpa mau melepasnya sedikitpun. "Ya... anda mengenal saya rupanya." Yunho mengangguk kemudian.
Yunho tersenyum sedih melihat Yoongi yang ia hampir saja kehilangannya. Tetapi melihatnya kini merasa nyaman sedangkan dirinya berada dalam pelukan orang lain membuatnya sedikit lega meski ia agak bingung. Namun karena ia sangat mengerti keadaan putra semata wayangnya, bahkan tanpa harus bertanya pun ia mengerti keadaan Yoongi.

"Setahun belakangan ini aku begitu khawatir dengan Yoongi yang memiliki tanda seorang soulmate, aku harus menjauhinya karena takut Yoongi akan bermasalah dengan musuh-musuhku. Tetapi melihat bahwa sepertinya itu adalah dirimu, mungkin aku bisa bernapas lega sekarang." Tutur Yunho dengan penuh senyuman, ia mengusap surai basah Yoongi dengan lembut. Benar-benar sosok figur ayah yang begitu ramah dan penuh kasih sayang.

Jimin mengangguk mengiyakan. "Sebenarnya aku juga merasa begitu, ah ada banyak yang perlu aku jelaskan padamu aj—"

"Panggil aku Yunho-appa."

Jimin mengangguk antusias. Meski dirinya masih merasa canggung karena ini adalah pertama kalinya Jimin bertemu dengan ayah dari Yoongi. Sebelumnya Jimin hanya bertemu dengan ibunya dan itu pun kesannya tidak terlalu baik.

"Nah, Jimin, bisakah kau membawa Yoongi ke tempat aman. Kau tahu Yoongi sedang dalam masa heatnya dan tolong jangan sampai kau melakung mating dengan anakku sebelum aku sendiri yang mengijinkannya." Ucapnya menatap tajam Jimin kemudian.

Jimin mengangguk mengerti. Secara tak langsung ayahnya Yoongi telah memberikan kepercayaannya padanya bukan? Dan Jimin tidak boleh menghancurkan itu. "Tentu saja, aku akan menjaga Yoongi sepenuh hati."

Yunho tersenyum. "Kupegang janjimu."

"Kalau begitu... bolehkah aku membawa Yoongi ke rumahku? Aku juga harus mengobati lukaku." Pinta Jimin, sedikit meringis menyadari bahwa lukanya masih terbuka meski tidak terlalu dalam.

"Baiklah. Bawa Yoongi dan aku harus menyelesaikan tugasku dengan orang ini. Aku akan membawanya ke kantor polisi dan mengabari istriku bila semuanya baik-baik saja." Yunho menatap lelaki almond yang mencoba menculik itu hanya terkapar tak bisa bangkit di tanah.

"Dan Yoongi-ah..." Yunho mendekatkan dirinya pada Yoongi yang masih setia menempel pada Jimin itu.

Yoongi hanya menatapnya dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. "Appa..."

Yunho hanya tersenyum kemudian mengecup dahi putra semata wayangnya. "Aku mempercayakanmu pada Jimin, jangan sampai kau membuatku memisahkan kalian lagi dan jangan sampai membuatnya liar karena kau dalam masa heat, oke?"

Yoongi hanya mengangguk pelan.

Kemudian Yunho memberikan marking feromon alphanya untuk Yoongi sebelum membiarkan mereka berdua pergi. "Ini mungkin terakhir kalinya aku memberikan marking padamu, Yoon."

Yoongi hanya mengangguk mengiyakan dengan wajah yang mulai bersemu. Ia tak bisa berbicara banyak, yang ia butuhkan adalah pelukan Jimin padanya.

"Dan kau Jimin, kalau sampai kau menyentuh anakku lebih jauh, akan ku pastikan aku tidak akan pernah mengampunimu." Ancam Yunho sekali lagi, meski kali ini dengan senyuman menenangkan miliknya.

Jimin mengangguk cepat. "Aku berjanji."

"Kalau begitu cepat bawa Yoongi pergi, aku harus membereskan hal yang disini. Aku akan menjemput Yoongi besok di kediaman keluarga Park."

Jimin kemudian kembali ke wujud serigalanya dan membiarkan Yoongi berada di punggungnya. Jimin akan berlari dalam wujud serigalanya dan membiarkan Yoongi diatas punggungnya selagi ia membawanya pulang.

Jimin akan membawanya pulang ke rumah.

Untuk sejenak Jimin sempat melupakan Yoongi yang sedang heat bahwa lelaki omega itusangat menginginkan Jimin sesegera mungkin.

.

Selama perjalanan pulang, Jimin tetap fokus pada tujuannya dan tetap berlari dengan lihainya melewati atap-atap gedung tanpa ragu sedikitpun.

Berbeda dengan Yoongi yang hanya bisa memegang erat bulu hitam Jimin dengan erat dan menenggelamkan wajahnya disana. Merasakan betapa hangatnya punggung serigala alpha hitam itu. Yoongi pikir ia ingin selamanya mendekap punggung yang terasa sangat nyaman baginya ini.

.

Sesampainya Jimin di rumah, ia disambut dengan heboh. Hanya adiknya saja sebenarnya yang terlalu berlebihan menanggapi kedatangannya bersama Yoongi. Tetapi siapa yang tidak terkejut mendapati keluargamu yang seorang alpha membawa pulang seorang omega di punggungnya dan yang lebih mengejutkannya lagi omega tersebut sedang dalam masa heat?

Sungguh luar biasa.

"Ibu, bisa temani Yoongi sebentar? Setelah itu akan aku jelaskan semuanya pada kalian tentang ini." pinta Jimin yang telah kembali ke wujud manusianya. Ia menoleh pada Yoongi yang hanya menggeleng di kamar Jimin. Ia kini sudah berpiyama dan akan menginap di kamar tamu keluarga Park ini.

"Temani aku, Jimin. Temani aku!" suara hatinya yang hanya bisa didengar oleh Jimin itu terus menolak.

Jimin membisik menenangkan. Mengusap sayang bahu Yoongi dan tersenyum lembut. "Tunggu sebentar. Aku harus mengobati lukaku."

Yoongi terlihat menggeleng pelan. Raut wajahnya terlihat sedih dan sialnya itu terlihat menggoda di mata Jimin. Astaga, hidungnya. Hidung Jimin bisa membaui heat Yoongi dan itu tidak baik jika ia terus berlama-lama berhadapan dengan Yoongi seperti ini. Aromanya benar-benar manis dan menggoda.

Akhirnya dengan beberapa bujukan, Yoongi ditemani ibu Jimin—Junsu di kamar untuk melewati masa heatnya malam ini. Sebagai sesama omega, Junsu akan membuat Yoongi tenang dengan suppresant yang memang seharusnya dikonsumsi untuk mereka yang belum memiliki mate.

Sedangkan Jimin berlari ke ruang tengah untuk menghampiri ayahnya yang sudah siap menghakiminya itu dengan menutup hidungnya yang berdarah. Jimin benar-benar mimisan.

"Hei, senang mencium bau heat omega pujaanmu, huh?" tanya Yoochun melihat Jimin yang sedang mengusap darah dari hidungnya. Lelaki dewasa itu duduk di tengah sofa dengan melipat kedua tangannya. Disampingnya ada si bungsu yang ikut-ikutan ingin menghakimi Jimin.

Jimin mengusap wajahnya pelan. Jimin tak tahu kalau Yoongi yang sedang heat ternyata aromanya begitu menusuk raganya hingga ke dasar hati. Membuai alam bawah sadarnya jika saja Jimin tak menahan diri dan tak terngiang-ngiang oleh perkataan Yunho yang membuatnya berjanji malam ini.

"Aku akan menceritakan semuanya, tetapi bisakah kalian menutup luka di punggungku? Itu membuatku tidak nyaman." Kemudian Jimin menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dengan Yoongi malam ini dan pertemuannya dengan Jung Yunho. Juga semua fakta-fakta tentang soulmate antara dirinya dan Yoongi hingga saat ini.

Yoochun paham dengan keadaan putra sulungnya. Tetapi ini semua tak bisa dibiarkan begitu saja. Bagaimana jadinya jika Jimin memiliki seorang mate dalam waktu dekat? Yoochun sama sekali belum memikirkannya. Selama ini ia hanya membuat Jimin terlatih fisik dan siap menjadi penerusnya kelak baik dalam keluarga Park dan perusahaan. Tetapi hal ini... Jimin memiliki seorang soulmate dari keluarga Jung?

Yoochun bahkan tak yakin jika keluarga Jung merestui hubungan mereka.

.

.

Keesokan paginya Yunho dan istrinya benar-benar datang ke kediaman keluarga Park untuk menjemput Yoongi sekaligus membahas masalah yang ada dan tentang hubungan diantara kedua anak mereka.

Yoongi pagi itu hanya bisa melihat Jimin dari jauh, ia bahkan tak bisa melihatnya benar-benar karena ia masih berada di dalam kamar tetapi Yoongi dapat merasakannya dengan insting dan kata hatinya. Lelaki itu menjaga jarak padanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat Yoongi masih sedang dalam masa heat. Ibunya bilang bahwa mereka terus berdekatan hal itu akan mengundang rut Jimin yang akan membuatnya meliar dan bernafsu pada Yoongi nantinya.

Yoongi memeluk dirinya dengan erat. Denyutan di lengan kirinya kembali terasa melinu. Padahal Jimin benar-benar berada dekat dengannya namun ia masih juga tak bisa menggapainya. Ia ingin sekali memeluk Jimin kembali. Ia tak suka merasakan kekosongan dirinya yang seperti ini.

.

Kedua keluarga itu membicarakan hal yang serius. Sepertinya tentang masa depan keluarga mereka. Membicarakan tentang Jimin dan Yoongi ke depannya setelah memastikan bahwa mereka benar-benar soulmate seutuhnya sama seperti Yoochun dan Junsu.

Tetapi Jimin tak mempedulikan hal itu, ia kini benar-benar menginginkan Yoongi. Jimin bahkan terus menatap pintu yang menyimpan Yoongi dibaliknya itu dengan tajam seolah-olah ingin membakarnya. Di dekat pintu kamar tamu itu ada adiknya yang berdiri dengan tatapan sok angkuhnya. Ia diperintah untuk menjaga Yoongi agar tak keluar kamar karena feromon omeganya yang begitu kuat saat heat akan berbahaya bagi Jimin.

Nyatanya Jimin masih bisa mengendus lamat-lamat aroma feromon manis Yoongi di hidungnya. Entah kenapa memikirkan Yoongi sejak semalaman membuat masa rut Jimin sebagai seorang alpha kembali bangkit. Dan itu tentu saja membangkitkan birahinya sebagai seorang 'pengendali'.

.

Yunho terlihat menghela napas. Ia kemudian menatap Jaejoong sejenak yang hanya mengangguk yakin padanya setelah mendengar kejadian dan fakta yang sebenarnya. Walau pada awalnya Jaejoong sempat hampir menilai buruk Jimin yang ternyata seorang putra dari keluarga Park, rasanya kini ia bisa menjanjikan putra kesayangannya pada pewaris keluarga Park itu.

Yunho menatap Yoochun yakin. "Setelah kejadian semalam sepertinya aku harus mempertimbangkan keselamatan anakku. Jika Jimin bisa melindunginya, aku tak perlu takut dengan musuh-musuh dalam pekerjaanku. Lagipula kita bisa bekerjasama sepenuhnya dalam perusahaan ke depannya. Apa kau setuju?"

Yoochun mengelus dagunya dengan pelan. Ia menatap istrinya sejenak kemudian mengangguk pelan dan menatap Yunho dengan pandangan meyakinkan. "Aku setuju kita besanan."

Senyuman hangat mulai menghiasi kedua pasang keluarga yang sudah menentukan nasib bagi kedua putra mereka.

Tetapi sesaat kemudian tiba-tiba muncul si bungsu keluarga Park berlari menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh. "Ayah, ibu! Jimin-hyung menerobos masuk ke kamar Yoongi-hyung kemudian menguncinya dari dalam!" ucapnya khawatir.

Yunho menggeleng pelan dan tersenyum bersama istrinya, "Sepertinya insting Jimin begitu kuat. Aku baru mengijinkannya bersama Yoongi bila aku telah menyetujui hubungan mereka. Dan sekarang ia langsung melakukannya, eoh?"

Yoochun hanya terkekeh mendengarnya yang dihadiahi pukulan malu-malu istrinya karena tingkah putra sulungnya itu. "Anakku telah terlatih."

Sedangkan si bungsu keluarga Park hanya bisa melongo melihat tingkah kedua pasang keluarga beda pack itu saling tertawa dengan bahagianya.

"Jadi Jimin-hyung akan dibiarkan mating di dalam sana?!"

.

.

.

To be continued...

.

.

Nb: hello~~ huhuhu terima kasih sudah membaca sampai sini dan juga buat yang sudah komentar kemarin. I appreciate it so much T_T

SPECIAL thanks to kamu yang komentar di chap kemarin; I Luv U~

Cpd / kuramauchihakyu69 / Fujimoto Yumi / Iis899 / NabillaTaehyung / Guest / blossomcandy / Park RinHyun-Uchina / song raemi / minyoonlovers / Linkz acoount / PoppoMing / rossadilla17 / syupit / aya. anezaki / rere / famekillahz / cicipciel / RenRenay / min. xxs / Minzzz / Guest / Buzlague / Riani Lee / Jibangie / sugaberry / Jang Taeyoung / joah / Siska Yairawati Putri / MinReri Kujyou / Uzumaki 'Muku'Zoldyck / PrinceDudu1 / Guest / Rahmah / givelic / chimpark22 / dazzlingR

Thank you!

.

.

With love and respect,

Phylindan. :3