Jimin | Yoongi | AU! Idol | other member appears | R-17 | We don't take any profit with this chara | beware '-')/

.

Lovers High

Story by

cute voodoo & Phylindan

.

Do not Plagiarize

.

Enjoy!

.

.

.

.

Yoongi menatap Jungkook dengan pandangan penuh antusias, sekaligus dengan pandangan lain. Pandangan aneh yang bahkan membuat Eunbi bergidik ngeri melihatnya.

Yoongi melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya dengan senyum tipisnya. Tigapuluh menit lagi acara radio yang mereka datangi akan selesai.

"Eunbi-ya, aku tunggu di luar. Oke?"

"Huh? Di luar? Kenapa?"Eunbi mengangkat satu alisnya dengan bingung karena pernyataan Yoongi.

Yoongi menyeringai Eunbi membelalakkan matanya seketika karena pasti ada maksud lain dari Yoongi jika pemuda itu mulai menyeringai. "Oppa—"

"Kenapa?" Yoongi segera merubah seringaiannya menjadi seulas senyuman yang manis. "Baiklah, aku tunggu diluar, ya." Tangannya mengusak rambut Eunbi sebelum keluar dari kerumunan penggemar tersebut.

Eunbi memandang sekilas punggung Yoongi yang sudah melangkah menjauh. Mendadak ada perasaan menyesal juga saat menatapnya.

"Astaga, yang benar saja jika laki-laki semanis dia bisa menjadi seorang sasaeng fans." Ringis Eunbi.

.

"Semoga saja dia keluar dari sini." Yoongi melangkah mendekat ke arah sebuah parkiran yang berada khusus di bagian belakang gedung. Mengeliling bagian parkiran mobil disana.

Kedua matanya mulai memicing saat pandangannya menyadari sesuatu dari lima mobil van yang terparkir van yang Yoongi pernah melihat sebelumnya ketika ia suatu hari mengejar Bangtan di sebuah fansign.Yoongi segera bersorak kecil lalu berlari mendekat dengan dua buah paper bag berbeda warna yang bergoyang di tangannya.

"Yeah, aku yakin sekali ini adalah mobil mereka."

Yoongi memperhatikan mobil van berwarna abu-abu dengan sticker bertuliskan Bangtan dalam tulisan hanja dan juga sticker berukuran sedang bertuliskan BigHit Entertainment. Ia bertepuk tangan kecil. "Aku harus bersembunyi sebentar sampai mereka keluar."

Lelaki berkulit pucat itu menjauh dari mobil van tersebut dan segera bersembunyi dari balik dinding yang ada disana. Kepalanya sedikit menyembul untuk mengintip pintu kecil di bagian belakang gedung tersebut jika 'mangsanya' sudah keluar dari sana atau belum.

Ya, mangsa kecilnya.

"Ayo, ayo, ayo, cepat keluar." Yoongi bergumam-gumam kecil dengan sesekali matanya melirik arlojinya.

Seharusnya acaranya sudah selesai dari sepuluh menit yang lalu...

...Dan yeah.

Benar saja tidak begitu lama setelah ia bergumam-gumam tidak jelas. Pintu kecil tersebut terbuka. Yoongi segera terkesiap dan menegakkan tubuhnya untuk merapat dengan dinding.

"Ah! Aku ingin es krim!"

Sebuah teriakan bernada berat menyambut indera pendengaran Yoongi.

"Sial, itu Taehyung." Ucap Yoongi pelan. Ia masih berdiri di tempatnya untuk menunggu seseorang yang memang menjadi incaran rencananya.

Yoongi menunggu beberapa saat dan setelah itu ada Hoseok yang keluar.

"Sial, dimana Jeon Jungkook?!" Yoongi berbisik kesal karena targetnya belum juga terlihat.

Ah, ternyata si Maknae Jeon Jungkook yang menjadi incarannya.

Yoongi masih tetap ditempatnya untuk sedikit lebih bersabar sampai akhirnya kedua matanya menangkap sosok tinggi berambut hitam yang sudah ia tunggu-tunggu.

"Ah!" pekiknya kecil dengan senang. Yoongi segera keluar dari tempat persembunyiannya saat melihat 'mangsa kecilnya' keluar dari gedung tersebut dan berjalan sendirian. Sibuk dengan ponselnya sendiri.

Yoongi ikut mengeluarkan ponsel pintar miliknya dan berpura-pura sedang menelepon seseorang dengan ekspresi geram.

Yoongi akan memulai aksinya dengan bakat cuma-cuma yang dimilikinya. Ia akan berakting didepan Jungkook.

"Yak yak! Aku sudah menunggumu! Aku bahkan berputar-putar!"

Yoongi keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan sengaja Yoongi berjalan merunduk. Langkahnya menuju kearah berlawanan dengan Jungkook untuk kemudian dengan sengaja menabrak tubuh tinggi pemuda itu.

"Aw!"

Sungguh, ini diluar dugaan. Yoongi yang berniat menabrak Jungkook untuk menjatuhkannya, tetapi kini malah dirinya yang terjatuh.

Yoongi jatuh terduduk dengan bokongnya lebih dulu yang mendarat pada aspal beton basemen.

"Astaga!" Jungkook yang menyadari jika ada seseorang yang menabraknya dan seseorang yang menabraknya itu terjatuh, pemuda itu segera saja memasukkan ponselnya dengan cepat ke saku celananya dan membantu Yoongi untuk berdiri.

"Mianhae," Jungkook membungkukkan tubuhnya kecil setelah membantu Yoongi untuk berdiri sebagai tanda permintaan maafnya.

Yoongi meringis kecil. "Tidak apa-apa." Ia berpura-pura. "Astaga! Kau—" Yoongi menunjuk wajah maknae Bangtan itu dengan telunjuknya.

Terkejut.

Berpura-pura terkejut lebih tepatnya.

"Je—Jeon Jungkook?!"

Jungkook tersenyum manis dengan canggung."Annyeonghaseyo,"

Jungkook cukup mengingat wajah Yoongi karena ia fanboy dan hampir di seluruh acara lelaki berwajah manis itu selalu ada dan berusaha menarik perhatian dirinya. "Aku mengingatmu."

"Be—Benarkah?" baiklah. Mendadak Yoongi benar-benar gugup tanpa kepura-puraan saat ini.

Namun mengingat misi balas dendamnya, ia mengepalkan tangannya menahan emosi.

"Tidak mungkin," ucap Yoongi pelan.

"Aku menyebutmu dengan 'Pria Manis'. Hoseok Hyung dan Taehyung Hyung juga menyebutmu begitu."

Astaga.

Yoongi gugup.

Sangat gugup.

Sejak awal Yoongi memang ragu akan balas dendamnya. Jungkook terlalu manis untuk diabaikan. Apalagi sekarang ia mulai di'notice' oleh pemuda itu. Yoongi sampai diberi panggilan spesial seperti itu.

Yoongi bahkan jadi berpikir untuk membatalkan niat jahatnya.

Tetapi Yoongi segera menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

"Jangan panggil aku seperti itu." Yoongi mengusap tengkuknya.

Jungkook terkekeh kecil menatap tingkah Yoongi. "Menurutku itu cocok. Kau manis. Ditambah dengan kulitmu yang putih mendekati pucat itu. Manis sekali."

Mendadak Yoongi jadi merona karena pujiannya. "Kulitku?"

"Ah, lupakan saja." Yoongi mengangguk kecil menatap Jungkook yang tertawa kecil dan mengibaskan tangannya lalu ia menatap polos Yoongi kemudian. "Kalau begitu, siapa namamu?"

'Bocah brengsek! Dia bilang dia mengingatku! Tapi dia tidak bisa mengingat namaku! Sialan!' Yoongi memaki dalam pikirannya.

"Ah," Tetapi Yoongi menampilkan senyumannya yang paling manis untuk menutupi pemikirannya itu. "Namaku, Min Yoongi."

"Min Yoongi. Min Yoongi." Jungkook bergumam kecil. Mencoba untuk tak melupakannya. "Kau pasti terkenal di sekolahmu."

"Ne?" Yoongi mengangkat satu alisnya.

"Kau pasti anak yang populer di sekolahmu." Jungkook melanjutkan. Membuat Yoongi semakin mengernyit.

'Min Yoongi, kau benar-benar mengangumkan ternyata. Semakin diperhatikan semakin manis. Hehehehe.' Diam-diam Jungkook memuji.

"Maaf, tapi aku sudah tidak sekolah. Maksudku, aku bukan lagi siswa. Aku mahasiswa." Yoongi menjelaskan.

Jungkook nampak membulatkan matanya sejenak. "Astaga, Hyung! Wajahmu sepertinya terlalu menggemaskan untuk menjadi seorang mahasiswa. Mianhae. Bahkan aku pikir kau lebih muda dariku."

"Tidak apa-apa." Ucap Yoongi pelan dan tertawa ringan. Bocah didepannya ini pintar merayu juga sepertinya kalau dilihat dari perkataannya tadi, pikir Yoongi saat itu.

"Oh ya. Beruntung sekali aku bertemu denganmu. Kebetulan sekali!" Yoongi berseru riang kemudian.

"Ada apa?" Jungkook memiringkan kepalanya dengan tatapan bertanya pada Yoongi.

Yoongi mengusap tengkuknya kembali dengan canggung karena Jungkook menatapnya dengan polos. "Aku... ingin memberikan sesuatu padamu."

"Benarkah?" jawab Jungkook dengan bersemangat.

Yoongi menganggukkan kepalanya.

"Apa itu?"

Yoongi menyodorkan paper bag berukuran kecil berwarna biru dengan corak hijau. "Kebetulan aku baru saja membeli es krim." Ia mendengung kecil. "Mungkin sudah mencair." Ucapnya agak kecewa. Pura-pura kecewa lebih tepatnya.

Tanpa sadar Jungkook mengusak rambut Yoongi karena tatapannya itu. Karena bagi Jungkook, Yoongi begitu menggemaskan dengan aegyo yang tanpa sadar muncul di wajah Yoongi.

"A—Ah, maafkan aku, Hyung."

Jungkook segera menjauhkan tangannya dari rambut Yoongi begitu menyadari tingkahnya sendiri.

Yoongi jadi tersipu dibuatnya.

Barusan rambutnya dielus oleh Jeon Jungkook...

Yoongi benar-benar tersipu.

Andaikan saja dia tidak ada di depan seorang idol saat ini, mungkin Yoongi sudah melompat-lompat bagaikan orang gila.

"Ini." Yoongi menyodorkan paper bagnya itu. "Kau suka rasa stroberi? Oh ya, temanku bilang es krim ini rasanya akan semakin terasa seperti stroberi jika dibekukan kembali."

Jungkook menerimanya dengan senang hati setelah mengangguk-angguk kecil dengan senyum simpulnya. "Aku akan membekukannya lagi di dorm kalau begitu. Terima kasih, Hyung." Jungkook berdehem kecil lalu tersenyum menawan kemudian. "Maksudku, Yoongi Hyung."

Yoongi mengangguk kecil dan tersenyum manis. "Kalau begitu, aku pergi dulu. Sepupuku sudah menungguku di restoran sekitar sini."

Jungkook mengangguk dan segera melambaikan tangannya begitu Yoongi mengambil langkah menjauh. "Hati-hati, Hyung. Sampai jumpa!"

Yoongi membalas lambaian tangan idola kesukaannya itu dan ia membalikkan kembali tubuhnya memunggungi Jungkook untuk berjalan menjauh.

Tanpa siapapun ketahui setelah ia membalikkan tubuhnya, seringaian kecil terukir manis di wajahnya. Rencananya telah berhasil rupanya.

Tetapi...

Ada perasaan sedikit menyesal sebenarnya.

"Ah, astaga." Yoongi menghela napas pendek. "Dia sudah begitu baik dan bahkan ia membuatku seperti penggemar yang paling beruntung. Tetapi aku malah menjahatinya?" Yoongi menghentikan langkahnya sebentar. Mengangkat paper bag berwarna coklat dengan corak kuning ke depan wajahnya dan menggoyangkannya.

"Ah! Tidak bisa! Aku sudah bertekad! Demi balas dendam pada pencuri sok polos yang mencuri ciuman pertamaku!" teriaknya bersemangat.

.

.

"Siapa tadi?"

"Huh?"

Jungkook yang sebelumnya ingin masuk ke dalam mobil van menyusul Taehyung dan Hoseok segera membalikkan tubuhnya saat pundaknya di tepuk oleh seseorang.

"Lelaki itu siapa?"

Jungkook tersenyum lebar sesaat ia menoleh dan mendapati kekasihnya berada di segera memamerkan paper bag yang ada di tangannya. "Fanboyku. Si Pria Manis."

"Pria Manis?" Jimin mendengus malas. Ia tahu seorang fanboy yang selalu dipuji oleh ketiga member lainnya itu. Termasuk kekasihnya yang mulai notice pemuda manis itu.

"Jimin Hyung~" Jungkook segera menggelayut manja di lengan Jimin."Dia hanya penggemarku."

"Lalu itu apa?" Jimin menendang paper bag yang ada di dekat lututnya itu dengan lututnya karena rasa kesal yang tiba-tiba menderanya. Entah mengapa mengingat pria manis yang fanboy mereka itu membuat Jimin curiga dan kesal sebenarnya.

Jungkook dengan segera menyelamatkan paper bag berisi cup es krim rasa stroberi itu ke dalam pelukannya. "Ini es krim, Hyung!"

"Buang saja. Aku bisa membelikanmu lebih dari itu." Jimin berucap malas.

"Tidak mau!" Jungkook menjulurkan lidah untuk mengejek Jimin dan segera berlari masuk ke dalam mobil van. Diikuti oleh Jimin yang berdecak gemas karenanya.

.

.

"Jeon Jungkook!"

Suara teriakan Taehyung terdengar begitu jelas ke seluruh dorm mereka. Jungkook yang sedang bermain game di ponselnya menoleh ke arah dapur dimana Taehyung berada.

Belum sempat ia menjawab, Taehyung sudah muncul dan berlari dengan dua sendok di tangannya dan tangan kanannya memegang cup es krim berukuran sedang.

"Ini milikmu ya?" Taehyung berucap antusias.

Jungkook memicingkan matanya. Ia mengangguk mengiyakan. Menatap cup es krim rasa stroberi yang semalam diberikan oleh Yoongi. Pria manis fanboy mereka itu.

"Ada apa dengan es krimnya?"

"Ayo kita makan berdua!" ucap Taehyung dengan semangat. Ia menghempaskan tubuhnya di bagian sofa yang kosong di sebelah Jungkook. "Oke?!"

"Tidak!" Jungkook menarik cup es krim tersebut, lalu membawanya ke dalam pelukannya. "Ini dari penggemarku! Hyung beli saja sendiri!"

Taehyung menghela napas kecil merasa kecewa. Ia lalu dengan tiba-tiba menunjukkan aegyonya di depan Jungkook. "Jeon Jungkook~ bbuing~ bbuing~"

"Hyung!" Jungkook menutup matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Huh? Kau kenapa?" Tanya Taehyung yang malah bertanya kenapa Jungkook menutup matanya.

"Kau menjijikkan, Hyung."Lelaki yang lebih muda itu membuka matanya kemudian meledek Taehyung sebelum tawa kerasnya mengikuti.

"Sialan! Maknae terkutuk!" rutuk Taehyung. Ia memukuli tubuh Jungkook dengan sendok yang ada di tangannya.

Tetapi Jungkook malah tertawa puas.

"Ok, Hyung! Ayo kita makan!" sorak Jungkook merangkul bahu Taehyung.

"Yeah!" Taehyung segera menghentikan pukulannya dan bersorak kemudian.

.

.

.

.

"Astaga! Shin Eunbi!"

Yoongi yang baru saja pulang dari kampus hanya untuk terkejut karena mendapati sepupunya sedang berganti baju di dalam kamarnya. Yoongi segera menutup pintu kamarnya kembali dengan cukup kencang sehingga menimbulkan bunyi berdebam.

Eunbi yang baru saja selesai memakai pakaiannya itu berjalan menuju pintu dan menarik kenop pintu kamar Yoongi.

"Oppa!" seru Eunbi.

"Dasar bodoh!" Yoongi yang melihat Eunbi membuka pintu kamarnya segera mencubit dan menarik pipi Eunbi dengan kesal.

"Apa sih! Aku tidak melakukan apa-apa!" Eunbi meringis.

Yoongi melepas cubitannya kemudian melangkah masuk ke kamarnya. "Kenapa kau berganti baju di kamarku, bodoh!"

Eunbi menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan mengekori Yoongi setelah ia menutup pintu kamar Yoongi. "Memangnya kenapa? Jika kau melihatku telanjang juga tidak masalah. Kau kan juga tidak akan memperkosaku." Eunbi tertawa geli setelahnya. Ia tahu Yoongi tidak akan menyukai tubuh perempuan.

"Dasar perempuan gila!"

"Yayaya~" Eunbi menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang Yoongi. Matanya kini memperhatikan Yoongi yang sedang mencari ponsel di meja belajarnya. "Oppa,"

"Hmm."

"Nanti malam mau ikut denganku yuk?" Ajak Eunbi.

"Kemana?"

"BnG Club, tapi setelah fanmeeting Bangtan." Eunbi berseru.

"Ngapain ke club? Dasar maniak!" Yoongi mencela.

Eunbi mengibaskan tangannya dengan cepat. "Hei hei oppa tunggu dulu, aku hanya ingin mencari sebotol soda untuk kubawa pulang disana."

Yoongi memutar malas kedua matanya mendengar jawaban sepupunya itu. Tetapi Yoongi menghentikan tangannya yang sedang menekan-nekan ponselnya kemudian.

Mendengar kata 'Bangtan' ia jadi teringat sesuatu. Tak lama kemudian bibirnya melukis sebuah seringaian yang cukup membuat Eunbi lagi-lagi keheranan.

.

"Kami pulang!" itu suara Hoseok yang baru saja pulang berbelanja stok makanan bersama Jimin.

Taehyung dan Jungkook yang sedang asyik memakan es krim hanya berdengung menjawab salam dari Hoseok.

Jimin yang lebih dulu masuk, menatap keduanya heran. "Kalian beli es krim darimana?"

"Punyaku, Hyung. Yang semalam diberikan oleh penggemarku." Jawab Jungkook. Ia menyendokkan kembali es krim tersebut ke dalam mulutnya. Cup es krim itu nyaris kosong saat ini.

Sampai Taehyung tiba-tiba saja membanting sendoknya ke lantai dan menjulurkan lidahnya kemudian dengan wajah yang memerah.

"Pedas! Pedas!" Taehyung memukuli wajahnya yang sudah memerah lalu ia berlarian menuju dapur untuk mendapatkan segelas air dingin.

Hoseok yang baru saja sampai ke ruang tamu dan berdiri di dekat Jimin untuk menatap Taehyung juga dengan Jimin dan Jungkook.

"Pedas?" tanya Jimin. Ia lalu menatap Jungkook yang hanya balik menatapnya dengan tatapan tidak tahunya.

Tetapi selang beberapa detik kemudian Jungkook mulai merasakan sepanjang mulut, lidah, tenggorokan, dada, dan perutnya terasa panas dan terbakar seperti memakan ramen super pedas. Wajahnya berangsur memerah dan kedua sudut matanya mulai berair.

"Panas! Pedas!" pekik Jungkook. Ia ikut menyusul Taehyung untuk berlari ke dapur.

Jimin dan Hoseok yang heran segera mendekati sofa dan mengambil es krim tersebut. Memperhatikannya dengan seksama.

Tidak ada yang aneh atau apapun itu dari cup es krim rasa stroberi tersebut.

Tetapi melihat merknya membuat Jimin mengangkat satu alisnya. Ia seperti mengingat merk itu di suatu tempat. Treat shop.

"Sialan!" rutuk Jimin kemudian mengingat es krim itu diberikan oleh seseorang yang pernah bertemu dengannya. Fanboy mereka.

Yang tiga member lainnya memanggilnya dengan sebutan pria manis.

Jimin memang tak salah menaruh curiga pada fansnya satu ini. Bisa jadi fanboy itu seorang maniak dan menjadi seorang sasaeng fans yang ingin mencari perhatian mereka.

Ya, Jimin yakin itu.

Setelahnya Jimin membanting cup es krim itu untuk kemudian menyusul Taehyung dan Jungkook yang berada di dapur untuk mengecek keadaannya.

.

Yoongi menyeringai karena mengingat pesan yang diberikan oleh temannya beberapa hari yang lalu.

From : Sehun

Yoongi Hyung, jika ingin mengerjai seseorang, belikan saja seseorang itu es krim dengan varian rasa Hot Ramen di Treat Shop. Nanti aku berikan alamatnya. Hyung bisa memesannya langsung di kasir. Es krim itu unik sekali, Hyung! Jika dimakan akan seperti rasa stroberi tapi setelah beberapa menit yang akan terasa adalah seperti kita baru memakan ramen super pedas. Rasanya begitu pedas dan terbakar selama empat jam. Ini tidak berbahaya, Hyung. Sungguh. Oh ya, katakan pada seseorang yang ingin kau berikan es krim itu. Jika dibekukan kembali d freezer rasanya akan semakin terasa. Kkk~ selamat mengerjai seseorang, Hyung!

.

.

.

.

Hari ini Yoongi akan kembali menghadiri acara fanmeeting malam hari yang diadakan Bangtan di salah satu parkiran gedung media. Mini Fanmeet katanya. Yoongi sendiri sampai bingung kenapa grup satu ini senang sekali mengadakan fanmeet dadakan di jalanan.

Tetapi daripada memikirkan hal itu, Yoongi ingin sekali menatap wajah Jungkook yang tiga hari yang lalu ia kerjai dengan sebuah es krim. Hari ini Yoongi membawa hadiah kembali untuknya. Tadah, sebuah buket mawar indah untuk Jungkook!

Khukhu.

Yoongi dan Eunbi berdiri di barisan paling depan karena memang mereka datang lebih awal untuk mengantri disana. Mereka hanya tinggal menunggu Bangtan keluar untuk menyapa.

"Oppa, kau bawa bunga mawar lagi?" Tanya Eunbi heran dengan Yoongi yang berdiri disebelahnya memegang buket mawar indah yang terlihat begitu segar.

"Iya. Memangnya kenapa? Kau iri tidak pernah mendapatkan mawar?" Tanya Yoongi datar. Ngomong-ngomong Yoongi sudah tidak memakai masker lagi jika menghadiri acara Bangtan. Yoongi sengaja agar wajahnya lebih mudah diingat jika Jungkook memperhatikannya.

Eunbi hanya menggerutu dibuatnya.

Tak lama kemudian Bangtan mulai menghampiri sekerumunan orang disana dimana Yoongi dan Eunbi berada. Sekerumunan itu segera bergema dengan teriakan mereka.

Yoongi hanya berdiri diam dengan tersenyum menatap empat member anggota yang berdiri di hadapannya. Berbeda dengan Eunbi yang bersorak riang.

Yoongi tak mempedulikan itu dan dia menatap wajah Jungkook dengan seksama. Pemuda itu tetap seperti biasa dan tak ada bekas-bekas jika ia pernah dikerjai oleh es krim pedas. Ia tetap menebar senyum imutnya dengan gigi kelincinya itu. Tetapi walau begitu Yoongi masih bisa menyadari kalau ketika Jungkook menatapnya sekilas ada perasaan lain dari tatapan itu.

Ah tetapi Yoongi sama sekali tak mempedulikan itu.

.

Sampai akhirnya ketika mendekati akhir acara dan Bangtan bersiap untuk pergi kembali dengan acara mereka, Yoongi bertekad untuk mengejar mereka hanya untuk memberikan buket mawarnya pada Jungkook.

Eunbi sampai kewalahan dibuatnya karena ia berpikir Yoongi tidak akan seliar ini untuk mengejar Bangtan bahkan sampai ke parkiran mobil mereka.

"Jungkookie! Jungkookie!" Yoongi berjalan cepat untuk menyamakan langkah dirinyadengan member Bangtan yang terlihat sekali jalan cepat mereka untuk menghindari kejaran fans yang masih mengikuti mereka. Termasuk Yoongi dan beberapa fans lainnya.

Tetapi Yoongi tak mau mengalah begitu saja. Ia tetap memanggil-manggil nama Jungkook sebisanya.

"Yak! Jungkookie! Jung—"

BRUK.

"—aww!" Yoongi tersandung kakinya sendiri dan membuat dirinya terjatuh diatas aspal.

Tak disangka ringisan kesakitan Yoongi membuat Jungkook menghentikan langkah dan menoleh padanya.

Tak menyiakan pula kesempatan itu, Yoongi dengan tiba-tiba melemparkan buket mawarnya ke wajah Jungkook.

Menghasilkan pekikan terkejut dari Jungkook karena bunganya mendarat tepat di sebagian wajah Jungkook hingga ke leher dan dadanya.

Dan yang lebih membuat Jungkook terkejut adalah ada serbuk yang keluar dari buket bunga yang dilemparkannya dan beberapa ekor kecoa dari dalam bunganya.

Yoongi segera terkekeh dan bangkit berdiri lalu berlari menjauh dari kerumunan dan aksinya yang melempari Jungkook itu.

Yoongi tertawa puas melihat ekspresi Jungkook saat itu. Ekspresi terkagetnya yang imut dan tersirat ketakutan begitu menyadari ada serbuk dan kecoa dari dalam bunga yang dilemparkan Yoongi.

"Hahaha seharusnya aku melihat reaksi dari serbuk itu!" Yoongi semakin berlari menjauh dari tempat itu menuju tempat yang lebih sepi.

Wajah Yoongi memerah, ia merasa puas dengan apa yang dilakukannya tadi. Buket mawar yang dilemparnya tadi berisi kecoa mainan dan serbuk gatal yang Yoongi telah taburi disana. Lemparannya tadi tepat mengenai Jungkook. Yoongi yakin setelahnya Jungkook pasti akan merasa gatal-gatal dari sana karena serbuknya pasti mengenai kulitnya dan baju yang dipakai Jungkook.

Ah, rasanya Yoongi jadi ingin tertawa. Setelah ini Jungkook pasti akan benci padanya karena apa yang diperbuat Yoongi sekarang.

Tetapi tenang saja, Yoongi masih belum ingin menyelesaikan acara balas dendamnya.

.

"O—oppa!"

Sebuah panggilan yang sangat Yoongi kenal itu membuat Yoongi menghentikan langkahnya setelah berlari. Ia menoleh ke belakang lalu mendapati Eunbi yang berlari kearahnya.

"Apaan?" Yoongi bertanya pada Eunbi yang sedang mengatur napasnya karena terlalu banyak berlari.

"Oppa! Apa yang baru saja kau lakukan pada Maknae!" Protes Eunbi.

Yoongi mengangkat bahunya. "Melemparnya bunga?"

Eunbi terlihat menggelengkan kepalanya keras. "Selain itu. Tadi kulihat Jungkook berteriak gatal dan ia terlihat lemas juga tubuhnya memerah."

"Oh benarkah?" Yoongi terkejut dengan penjelasan Eunbi. Tetapi ia segera berekspresi seperti biasa kembali.

"Astaga, Oppa. Sebenarnya apa yang merasukimu, kenapa kau jadi begini." Eunbi menepuk kepalanya sendiri dengan heran.

Yoongi malah berseru riang kemudian. Ternyata mengerjai seseorang itu menghasilkan kesenangan sendiri. Yoongi baru tahu hal itu. Yoongi kemudian menarik lengan Eunbi untuk menariknya kembali berjalan malam itu.

"Eunbi-ya, katanya mau ke Club. Ayo kita kesana!"

Eunbi semakin menggeleng prihatin dibuatnya. Ia mulai menyadari ada sesuatu yang disembunyikan Yoongi. Dan itu membuatnya menjadi seperti sekarang ini. Eunbi harus mencari tahu kalau sudah begini.

.

Tanpa disadari keduanya, ada sosok berkacamata gelap sedang memperhatikan mereka dari balik tiang tak jauh dari sana. Ketika Yoongi dan Eunbi melangkah menjauh, sosok serba hitam itu juga melangkah dengan menjaga jarak mengikuti kemana langkah Yoongi dan Eunbi pergi.

.

.

.

.

To be continued.

.

.

.

.

Nb :

Cute Voodoo : HAIIII~ BALIK LAGI NIH )/ SIAPA YANG NUNGGUIN? ㅋㅋㅋ. Guys, sebenernya saya males harus muji-muji seorang Jeon Jungkook disini /lirik phylindan unnie/. Jangan tanyakan kenapa~ karena ku tak tahu~ /nyanyi/. Oh ya, soal es krim pedas ㅋㅋㅋjangan kalian pikir gak ada ya, di Amrik ada. Saudara voodoo pernah nyoba, katanya sih beneran pedesㅋㅋㅋ. Oh ya maaciw ya masih mau nunggu fic ini~ㅋㅋㅋ. Oh satu lagi! Pokoknya fic ini beda deh sama yang *piiip* next door/? ㅎㅎㅎ.

(P.S : ayo temenan & kenalan sama voodoo di bbm~ ㅋㅋㅋ)

Phylindan : sudahlah, saya lelah dengan kelakuan bocah ini -_-

Terimakasih buat yang sudah membaca dan komentar :3

Review, please? :3