Di ruang inap. Jungkook duduk sembari menggenggam erat tangan sahabatnya.

"Kenapa kau harus mengorbankan nyawamu untuk saengnim baru itu, Kyungsoo? Kau terluka karenanya!"

Taehyung yang berdiri di sisi kiri Jungkook, memegang pundaknya.

"Kau jangan menyalahkan saengnim baru itu, Jungkook. Itu bukan salahnya." ucap Taehyung

Jungkook hanya diam, dan tidak menatapnya. Ia tahu, bahwa apa yang dikatakan oleh salah satu temannya adalah benar. Dan tidak seharusnya ia menyalahkan guru baru mereka.

"Apa kau ingin sesuatu? Aku ingin membeli minuman"

"Tidak. Kau saja. Aku akan menemani Kyungsoo di sini"

"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu"

Jungkook mengangguk mengiyakan. Taehyung menghela napas sejenak, kemudian ia pergi meninggalkan Jungkook di kamar inap Kyungsoo.

o

o

o

Di salah satu ruang inap, dan hanya berbeda kamar dari Kyungsoo. Kyuhyun di rawat, setelah sahabatnya yang bekerja di Rumah Sakit, menolongnya saat Kyuhyun tidak sadarkan diri di tepi jalan.

Sahabat Kyuhyun yang bernama Shim Changmin memeriksa denyut nadinya.

Changmin terlihat menghela napas setelah memeriksanya.

"Kyu..." ucapnya pelan

Tidak berapa lama, kelopak matanya bergerak. Changmin tersenyum ketika sahabat dekatnya mulai membuka matanya.

"Changmin..." ucap Kyuhyun lemah

"Aku dimana?" tanyanya lemah

"Kau di Rumah Sakit. Aku menemukanmu pingsan di pinggir jalan"

Kyuhyun memaksakan tubuhnya untuk bangun, namun Changmin mencegahnya.

"Jangan bangun dulu. Kau harus banyak beristirahat. Tekanan darahmu rendah. Dan sebaiknya kau makan dulu. Aku telah meminta perawat untuk membawakan makanan bernutrisi juga susu, agar kondisimu segera pulih. Untuk seorang pendonor, seharusnya setelah melakukan transfusi, kau harus beristirahat dulu. Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas."

"Dari mana kau tahu, aku melakukan donor darah?"

"Dari salah satu perawat yang membantuku, dan itu di lenganmu tertempel kapas steril." sahutnya

"Oh" ucap Kyuhyun datar

Shim Changmin adalah salah satu sahabat Kyuhyun yang kini bekerja sebagai Dokter muda di Rumah Sakit. Changmin sangat mengenal watak sahabatnya yang sangat keras kepala, dan jika Kyuhyun sudah mengatakan A maka tidak ada yang bisa membujuknya. Termasuk saudaranya sendiri.

"Changmin. Kau tidak memberitahu, appa dan Donghae hyung jika aku di rawat kan?" tanyanya

"Tidak. Karena aku tahu. Kau pasti akan marah padaku jika aku mengatakannya" sahut Changmin tersenyum padanya

"Hehehe" Kyuhyun tersenyum malu padanya.

"O iya. Bagaimana kabar siswaku? Apa kondisinya sudah lebih baik?" tanyanya karena ia mencemaskan Kyungsoo

"Siswa? Apa sekarang kau mengajar? Kau tidak bekerja di Perusahaan bersama Donghae hyung?"

"Tidak. Aku ingin melanjutkan cita-cita eomma yang dulu sempat terhenti karena eomma tiada"

"Apakah appamu setuju dengan pekerjaanmu ini?"

"Tidak. Tapi aku memaksakan diriku untuk memilih keinginanku sendiri"

"Kau memang keras kepala, Kyu. Ha-h! Bagaimana bisa aku memiliki sahabat keras kepala sepertimu ini"

"Hehehee. Meski aku keras kepala. Tapi kau tetap ingin bersahabat denganku kan?" candanya

"..."Changmin tersenyum padanya

"O iya, tolong bantu aku cari tahu kabar siswaku. Kalau tidak salah namanya Kyungsoo"

"Baiklah. Nanti aku akan mencari tahu kabarnya. Sekarang istirahatlah"

"Mm" angguknya

o

o

o

Angin berhembus lembut menyapa dedaunan. Chanyeol melangkahkan kaki nya menuju arah parkiran Mobil. Ia mempercepat langkah kaki nya saat ia menerima sebuah pesan yang berasal dari salah satu teman Kyungsoo.

Chanyeol masuk ke dalam mobil, kemudian ia mengemudikannya menuju Rumah Sakit.

Chanyeol begitu panik, hingga ia lupa untuk memberitahukannya pada Suho.

"Kyungsoo~ah. Apalagi yang kau lakukan sampai kau masuk Rumah Sakit. Jika appa tahu. Kau akan kena marah besar" batinnya

o

o

o

Di ruang rawat inap. Kyungsoo mulai membuka matanya. Samar-samar ia melihat salah satu sahabatnya menyeka air mata dan menggenggam erat tangannya.

"Syukurlah, kau sadar Kyungsoo. Bagaimana? Apa ada yang sakit?" tanya Jungkook mencemaskannya.

Kyungsoo tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya.

"Aku akan panggil Dokter untuk memeriksamu"

Kyungsoo memegang tangan Jungkook, karena melarangnya untuk memanggil Dokter.

"Ja...ngan. Aku baik-baik saja. Aku...ingin pulang saja" ucapnya lemah

"Pulang?! Kau ini terluka parah, Kyungsoo. Kau masih harus istirahat! Bagaimana jika jahitannya terbuka lagi! Lukamu bisa infeksi! "

"Apa yang dikatakan oleh temanmu ini benar. Jangan paksakan diri, jika kondisimu masih belum sehat"

Jungkook dan Kyungsoo memandang kearah pemuda berpakaian Dokter yang masuk begitu saja ke ruang inap Kyungsoo dan menghampiri mereka.

"Anda siapa?" tanya Jungkook

"Saya Dokter di Rumah Sakit ini"

"Aku tahu. Maksudku, anda bukan Dokter yang menangani Kyungsoo. Lalu kenapa ada kemari?" tanya Jungkook yang curiga padanya

"Ah...itu. Sebenarnya saya kemari, karena ingin memeriksa pasien saya. Dan seseorang yang mencemaskanmu, meminta saya untuk memeriksa kondisi siswanya"

"Maksud anda... Kyuhyun saengnim yang meminta anda datang kemari?!" tanya Jungkook seakan tidak senang karena lagi-lagi guru baru itu baginya hanya ingin mencari perhatian mereka saja.

"Nde. Saya akan memeriksa kondisimu. Bisakah kau bergeser sebentar, agar saya mudah memeriksanya" perintah Changmin pada Jungkook.

Jungkook akhirnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Changmin padanya. Ia bergeser sambil memperhatikan Changmin memeriksa keadaan Kyungsoo.

"Pasti dia pergi, dan meminta anda kemari. Karena dia pengecut" celetuk Jungkook

Sambil mengecek suhu tubuh Kyungsoo juga detak jantung serta jahitannya. Changmin tersenyum dan menjawab celetukan Jungkook dengan sabar.

"Beruntung temanmu ini masih bisa selamat, karena saengnim yang kau benci telah memberikan darah untuknya. Jika terlambat sedikit saja, mungkin temanmu ini sudah tewas kehabisan darah"

Jungkook dan Kyungsoo begitu terkejut dengan pernyataan Changmin. Bahkan mereka tidak percaya, jika guru baru itu telah menyelamatkan Kyungsoo.

"Seharusnya aku tidak mengatakan ini pada kalian. Tapi, karena perkataanmu yang tidak enak di dengar. Dan kesalahpahaman ini harus selesai, maka saya harus mengatakannya. Saran saya, bukalah hati kalian untuk menerima saengnim baru kalian"

"..."Jungkook hanya diam, begitu juga Kyungsoo

"O iya. Karena kau baru saja menjalani operasi. Kau harus menginap di Rumah Sakit sekitar seminggu, agar jahitannya benar-benar kering. Kalau begitu saya permisi dulu"

Changmin tersenyum pada mereka, kemudian ia pergi dari kamar inap Kyungsoo.

"Aku tidak percaya! Kenapa dia harus menolongmu? Seharusnya dia membenci kita! "

"Sudahlah, Jungkook. Setidaknya aku selamat karena pertolongannya" jawab Kyungsoo

"Tapi aku tetap tidak menyukai saengnim baru itu! Ini pasti akan-akalannya saja, agar kita takluk padanya"

"..."Kyungsoo hanya diam dan menghela napasnya.

o

o

o

Mingyu duduk menyendiri di atas balkon Sekolah. Ia menatap kedua tangannya yang masih terdapat noda darah Kyungsoo.

Wajahnya terlihat pucat pasi karena ia merasa sangat bersalah atas apa yang dilakukannya pada Kyungsoo.

"Mian...jeongmal mianhe...aku tidak sengaja...aku tidak sengaja, Kyungsoo" gumamnya berkali-kali

"Mianhe...mianhe..."

o

o

o

Jungkook membantu Kyungsoo duduk sambil menyandarkan tubuhnya pada bantal yang ia berdirikan di dinding.

Brak!

Kyungsoo dan Jungkook begitu terkejut saat Chanyeol membuka pintu begitu saja.

"Hyung..." ucap Kyungsoo

Chanyeol bergegas menghampirinya, lalu memeluknya erat.

"Ba...bagaimana hyung tahu...aku disini?" tanyanya

"Mian, Kyungsoo~ah. Aku yang menghubungi Chanyeol hyung" jawab Jungkook

"Bagaimana kau bisa terluka, Kyungie. Siapa yang melakukannya padamu?!" tanya Chanyeol sembari melepas pelukannya

"Aku baik-baik saja. Hyung, tolong jangan beritahu Suho hyung dan appa, jika aku masuk Rumah Sakit"

"Tidak. Hyung belum memberitahu appa dan Suho hyung, jika kau dirawat. Lalu apa kata Dokter? Bagaimana dengan lukamu?"

"Dokter mengatakan, Kyungsoo harus dirawat selama seminggu, hyung. Agar jahitannya benar-benar kering" jawab Kyungsoo

"Hyung, aku ingin pulang. Jika aku tidak pulang ke rumah. Nanti aku akan kena masalah lagi"

"Tapi Kyungsoo..."

"Tolong, hyung. Aku janji, aku akan hati-hati dan menjaga diriku, agar appa tidak tahu jika aku terluka" pintanya

"Baiklah. Hyung akan bicara dengan Dokter"

Jungkook tersenyum, lalu ia sengaja ke luar dari kamar inap Kyungsoo dan melangkahkan kakinya untuk mencari udara segar.

"Kau beruntung Kyungsoo. Disaat kau terluka seperti ini, kau masih memiliki saudara yang memperhatikanmu. Sedangkan aku... Jin hyung dan Suga hyung selalu sibuk dengan urusannya. Bahkan dulu ketika aku sakit, hanya pelayan di rumah saja yang merawatku" batinnya

Jungkook tidak sadar jika Taehyung berjalan di belakangnya. Meski Jungkook selalu memperlakukan Taehyung sebagai anak buahnya di Sekolah, tapi Taehyung menyayangi semua teman-temannya termasuk Jungkook.

"Jungkook~ah" panggilnya

Langkah kaki Jungkook terhenti ketika ia mendengar suara Taehyung memanggil namanya, lalu ia berbalik.

Taehyung memberikan soft drink padanya.

"Gumawo" ucap Jungkook dan menerima pemberiannya

"Bagaimana Kyungsoo?" tanyanya

"Kyungsoo sedang bersama Chanyeol hyung"

"Oh. O iya, bukankah besok hari ulang tahunmu?"

"Benarkah? Hahahaha, aku saja sampai lupa" sahutnya yang tertawa, kemudian wajahnya kembali datar dan ia kembali melangkahkan kakinya.

Taehyung tahu, bahwa sebenarnya Jungkook terlihat sedih. Karena tampak jelas dari tatapan matanya yang berkaca-kaca meski ia berusaha tertawa di depan Taehyung.

o

o

o

Changmin menatap tabung kecil yang berisi darah Kyuhyun, saat dirinya sengaja mengambilnya tanpa sepengetahuan Kyuhyun, setelah ia memeriksa keadaan Kyuhyun sewaktu belum sadarkan diri.

Changmin begitu cemas menunggu hasilnya.

"Semoga, apa yang ku takutkan tidak terjadi padamu, Kyu" batinnya.

Tbc

Bagaimanakah kisah selanjutnya?