"Oh, jadi Kim Jaejoong itu kau?" Suara Yunho terdengar datar. Tak terdengar antusias seperti tadi menanyakan alamat rumah padanya sebelum ia kerjai. Mereka duduk di sofa saling berhadapan.
Jaejoong, pria menawan itu, terlihat tidak jauh berbeda dengan wajah bocah lucu difotonya. Rambut hitam dan mata besarnya, terlihat masih sama hanya terlihat dewasa sekarang.
"Iya. Itu aku. Maaf soal yang tadi." Jaejoong terlihat malu.
"Jaejoong bawa Yunho berkeliling. Disini sangat sumpek." Ujar ibunya. Mungkin malu akan rumah kecil mereka.
"Ayo ikut aku!" Ajak Jaejoong keluar rumah. Yunho mengikuti. Mereka berjalan beriringan. Begitu hening dan canggung.
"Maaf, soal tadi. Aku kira kau teman Kibum, adikku." Ujar Jaejoong.
"Apa semua teman adikmu kau perlakukan seperti itu?"
"Sebenarnya baru kali ini."
"Oh, jadi aku yang lagi sial yah."
Jaejoong tertawa. Ia menunjukkan wajah menawannya lagi. "Mungkin saja. Ada apa kau mencariku?"
"Hanya ingin berkunjung."
Mereka pun sampai di sebuah taman kompleks yang jaraknya satu blok dari rumah. Jaejoong mengajak pemuda itu untuk duduk di kursi yang ada di bawah pohon. Kebetulan cuaca tidak terlalu terik sekarang. Banyak anak-anak kecil yang sedang bermain di sana.
Yunho mengeluarkan dompetnya kemudian menunjukkan sebuah foto masa kecil mereka.
"Ini kau dan kita dimasa lalu. Kau tidak banyak berubah." Yunho menunjuk gambar bocah kecil lucu itu. Jaejoong hanya tersenyum.
"Kau pun tidak berubah." Balas Jaejoong. Ia pun menyuruh Yunho untuk menunduk dan menyamakannya dengan fotonya dimasa kecil. "Pitakmu tetap kembar."
Yunho tertawa. Foto itu diambil dari atas. Difoto wajah Yunho memang tidak terfoto jelas karena foto diambil ketika ia sedang menunduk sambil sibuk mengecat tas hello kitty sementara Jaejoong, bocah lucu itu duduk menyamping sehingga wajahnya terlihat jelas.
"Boleh kusimpan?" Tanya Jaejoong.
"Silakan."
Jaejoong pun meletakkan foto itu disakunya.
"Anakmu sudah berapa?" Tanya Jaejoong pada Yunho. Yunho kembali tersenyum sambil menggaruk kepala. Ini percakapan para pria tua.
"Aku belum menikah. Kenapa? Aku terlihat tua yah?" Yunho terlihat malu-malu.
Jaejoong menyipitkan mata, seraya menggoda. "Benarkah? Tampangmu sangat menjanjikan bagaimana bisa belum menikah." Sejak awal bertemu Jaejoong memperhatikan penampilan Yunho, seperti pria matang bertubuh proporsional dengan style dandy yang mewah. Pasti orang sukses, pikir Jaejoong.
"Hanya belum menemukan yang cocok. Bagaimana denganmu? Kau sudah menikah?"
"Kelihatannya bagaimana?"
Yunho menaikan bahunya.
"Aku sama denganmu. Masih lajang." Jaejoong menghembuskan nafasnya. "Sekarang kau bekerja dimana?"
Yunho mengeluarkan kartu namanya kemudian memberikannya pada Jaejoong.
"Wah, apa kau serius?" Tanya Jaejoong terkesan melihat kartu namanya tercetak nama perusahaan ponsel terkenal. "Kau bekerja sebagai apa?"
"CEO."
"Apa?!"
"Kenapa?"
"Tidak. Kau hebat sekali bisa menjadi CEO." Jaejoong terlihat tak percaya.
"Kau bagaimana?" Tanya Yunho.
"Oh." Jaejoong mengeluarkan kartu namanya. "Aku bekerja sebagai asisten artis. Kau tahu Super Junior? Aku asisten mereka."
"Terdengar bagus." Ujar Yunho.
Jaejoong tersenyum teduh. "Kau kan belum menikah. Mau ku kenalkan dengan artis-artis cantik, tidak? Kau pasti bisa menikahi salah satu dari mereka."
Yunho tersenyum. "Kurasa tidak." Tolaknya halus.
Sore hari, Jaejoong pulang sendiri karena Yunho sudah terlebih dulu pulang setelah mendapatkan panggilan. Ibu Jaejoong mengeluh karena ia sudha memasakkan makanan, mengira Yunho akan makan terlebih dahulu sebelum pergi kemudian ucapannya beralih yang intinya ia tidak suka dengan pekerjaan Jaejoong.
Sebelum kesal, Jaejoong langsung pergi berendam sambil melihat foto masa kecilnya yang diberikan oleh Yunho. Saat ia selesai berendam, ibunya sedang asik membuka album foto yang ia sangka tidak pernah ada karena selama ini tidak pernah terpajang foto satupun dirumah mereka.
Karena rindu pada Kibum, Ibunya hanya memperhatikan foto-foto Kibum ketika ia masih kecil. Disana terselim sebuah foto masa kecil Jaejoong yang sedang tidur diantara Kibum dan seorang bocah laki-laki berseragam, sama seperti bocah laki-laki yang ada di foto masa kecil yang diberikan Yunho padanya.
"Jadi benar kami pernah berteman." Gumamnya.
