Author : Nakajima Hikari
Title: Comedy Gagal(?) HSJ
Type : Multichapter
Story Language : Indonesia, little bit Japanese
Genre : Friendship, Comedy(garing)
Cast: all member HSJ
Disclaimer : Hope you enjoy it XD
a YAM ga aru (ADA?)
Suatu hari para member JUMP yang tengah asik beristirahat tiba-tiba kaget mendengar suara teriakan dari seseorang…
AAAAAAAA!
"Hoooi hoooi siape tuh yang teriak!?" tanya Yuya.
"Au! Gilee kuping gue ampe gudek!" jawab Hikaru.
"Budek bang! Gudek mah makanan khas Bandung." Jawab Ryutaro.
"Ahh elah lu salah juga masih nyolot. Gudek itu dari dari Jogja. Budek itu biasanya kalo ada rumah kebakar budek!" jawab Yuya.
"Itu ludes!" teriak Daichan sambil memukul kepala Yuya.
"Ittai! Sakit tau! Ngapain make mukul kepala segala sih? Kan kasian kepala gue." Keluh Yuya sambil mengelus-elus kepalanya dan merapikan rambutnya yang berantakan.
"Sudah sudah. Betewe, tadi siapa yang teriak?" ucap Yabu menenangkan.
"Ahh, gue denger dari luar sana. Ayoo kita berexplorer!" jawab Inoo bersemangat.
"Lu kata Dora the Explorer ape?" cetus Yuya.
"Hahaha, pria sejati meen! Jangan ngaku lo pria sejati kalo ga nonton Dora the Explorer!" jawab Inoo bangga.
"Jiah, extra joss kali!" celetuk Chinen.
"Bukan! Laki itu punya rasa!" jawab Yuto.
"Rossa rossa! Cantik tenan euy eta cewek!" jawab Keito. (cantik tenan euy eta cewek= cantik bener tu cewek).
"Roso ahoo! Itu kan iklan Kukubima energi yang diiklan-iklan!" jawab Yuya kesal.
"Oh itu, yang ada sirup marjan ya?" tanya Chinen.
"Mbah Surip ama Marijan! Doh udah napa! Cari tu sumber suara siape yang teriak." Ucap Daichan.
"Iya iya. Ngomong-ngomong si Yamada di mana?" tanya Yuto.
"Ahh iya ya. Yama-chan!?" teriak Chinen sambil memanggil Yamada. Namun tak ada suara balasan darinya.
"Jangan-jangan…" ucap Keito datar.
"Jangan-jangan apa hayoo?" jawab Daiki panik.
"Jangan-jangan apa ya…?" ucap Ryutaro.
Seketika pintu pun ruangan terbuka. Para member yang sedang serius tadi tiba-tiba kaget dan melompat 3 meter dari tempat semula saking kagetnya.
"He? Ada apa?" tanya Yamada pada semuanya.
"Buset dah lu! Gue pikir kuntilanak nyasar tau ga! Bikin kaget aja lo! Kalo masuk ketuk-ketuk pintu dulu napa!" jawab Yuya kesal sambil gemetaran karena paniknya.
"Kuntilanak? Darimananya coba gue kayak kuntilanak? Ada-ada aja lu mbah." Jawab Yamada.
"Sudah sudah. Ngomong-ngomong tadi siapa yang teriak?" tanya Yabu penasaran.
"Iya tuh… gue ampe gedek!" jawab Hikaru kesal.
"Hikaru… lo berani ngomong lagi awas aja lo." Ancam Daiki.
"Hetdah… serem amat lu bocah." Jawab Hikaru.
"Sudah sudah…" ucap Keito.
"Teriak? Oh itu…" ucap Yamada tiba-tiba.
"He? Ada apa Ryo-chan?" tanya Chinen penasaran.
"Oh itu…" jawab Yamada.
"Ada apa? Ada apa?" tanya Yuto penasaran.
"Ngomong yang jelas cuuy." Celetuk Ryutaro.
"Mau tau tau tau banget?" tanya Yamada.
"Iya dah! Cepetan dah gue kepo!" jawab Daiki kesal.
"Oh itu… gue yang teriak." Jawab Yamada singkat.
"Emang kenapa Yama-chan?" tanya Inoo.
"Oh itu… gue laper." Jawab Yamada singkat.
"…"
"Jadi? Kenape lo teriak-teriak gitu?" tanya Yuya.
"Yaa pengen emang kenapa?" tanya Yamada.
"Gak kenape-kenape sih." Jawab Yuya.
"Oh… yaudah kalo begitu." Jawab Yamada meninggalkan ruangan.
Suasana ruangan hening sesaat.
"Jadi cuma itu!?" tanya Ryutaro.
"Iya. Mau diapain lagi." Jawab Yuto.
"Sial! Ga jelas lu teriak-teriak! Kirain gue dia nabrak gunung fuji!" jawab Hikaru.
"Udeh berisik lu! Brebes-brebes gih!" jawab Yuya.
"Beres-beres, Yuy!" jawab Yabu.
"Yaah apaan dah itu namanya bodo amat." Jawab Yuya jutek.
Para member pun akhirnya kembali ke hotel tempat mereka menginap sementara. Mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing. Mulai dari nonton tv, main laptop, baca buku, sampai-sampai adu akrobat(?). Sementara itu Yamada masih sibuk di dapur mencari makanan yang bisa dia makan. Tapi ternyata tak ada satu pun yang bisa dimakan.
"Eh guys, lu pada punya makanan kaga? Laper gue ciyuusan." Ucap Yamada kesal.
"Kaga. Beli gih di luar sono." Jawab Yuya.
"Hmm, gitu? Yaudah deh." Jawab Yamada sambil pergi.
Yamada pun memutuskan untuk pergi ke minimarket di lantai 5. Karena dia mabok sama lift terpaksa ia mengambil jalpin alias jalan pintas melalu tangga darurat. Setelah beberapa menit akhirnya ia sampai juga di lantai 5. Ia pun memasuki minimarket dan setelah keluar dari minimarket tiba-tiba dia tersenyum lebar. Sambil tersenyum dengan bangganya ia segera balik secepatnya ke kamar. Sesaat setelah ia balik ke kamar…
"TADAIMA!" Teriak Yamada yang membuat semua member menoleh ke arah pintu masuk.
"Hetdah seneng amat dah lu teriak-teriak." Keluh Yuya,
"Hehehe." Jawab Yamada sambil tersenyum devilnya.
"Kenapa lu, Yam? Seneng amat perasaan?" tanya Ryutaro.
"Hehe… gue nemu sesuatu yang baru di minimarket tadi." Jawab Yamada sambil bergegas menuju dapur.
Sementara Yamada asik di dapur semua member bertanya-tanya ada apa dengan Yamada. 10 menit berlalu dan Yamada pun keluar dari dapur sambil membawa sebuah piring yang ditutup dengan penutupnya. Para member tiba-tiba mencium aroma wangi sedap dari piring tersebut.
"Wahh enak tuh. Itu apa Yama-chan?" tanya Inoo.
"Hehe, mau tau banget?" tanya Yamada.
"Kaga. Gue maunya tempe! Cinta Indonesia meen!" jawab Hikaru.
"Yaelah. Emang gue ngomong ama elu?" tanya Yamada.
"Itu apa Ryo-chan?" tanya Chinen penasaran.
Yamada pun mengeluarkan senyum devilnya sambil membuka penutup piringnya.
"Tadaaan!" jawab Yamada.
"Waah laper!" teriak Daiki sambil merebut piring tersebut dari Yamada.
"Eh bagi dong!" ucap Keito.
"Ayok makan makan~" ucap Yuto.
"He!? Kok lu pada yang makan sih? Wooi wooi?!" ucap Yamada.
Namun tak ada satupun yang menghiraukan Yamada. Saat Yamada mau merebut kembali piringnya ternyata…
"Njiirr… HABIS!? SIALAN LU PADA!" teriak Yamada.
"Sudahlah. Sekali-kali lu bersedekah baik loh. Kasianlah ama kita-kita yang kelaparan dari tadi." Jawab Yabu.
"I-ihmm… iiyaaa…" jawab Daiki sambil mengunyah ayam goreng.
"Eh itu ayam gue! Kok lu makan sih!?" ucap Yamada.
"Eitss… siapa suruh lo telat. Ayamnya enak looh… ngomong-ngomong lo beli ayam dimana? Bukannya di tu minimarket habis ya dari tadi sore?" tanya Daiki.
"Oh itu… tadi gue nemu ayam di dekat pintu kamar sebelum gue masuk. Karena gue pikir bakal jadi ayam yang lezat gue ambil deh terus gue goreng." Jawab Yamada.
Daiki pun terdiam.
"Ayam deket pintu kamar!?" tanya Daiki.
"Iya." Jawab Yamada santai.
Daiki pun langsung berlari menuju pintu kamar dan membukanya. Lalu…
"AAAAAAAA!" teriak Daiki.
"Buset dah. Kenapa lagi!?" tanya Yuya.
"Ayamku mana!? Jangan-jangan…" ucap Daiki sambil melirik Yamada.
"Eh!?" jawab Yamada sambil pura-pura tidak tau.
"EMAK! AYAMKU MANA!?" teriak Daiki.
"Sudah sudah. Makan dulu sana. Ada mie ayam special ga pake telor di dapur." Jawab Yamada sambil kabur dan mengunci pintu kamarnya.
"…. a YAM ga nai! (Ga ada!?). YAMADA!" teriak Daiki.
Sementara itu...
"Jadi yang gue masak tadi ayam gue sendiri... HUWAAAA! AYAMKU!"
To be continued…
