The Old Church
Pairing : Kaihun, Hanhun
Genre : Romance/Thriller
Rated : T
Disclaimer : nama disini hanya kupinjam, semua member EXO milik SM Ent dan keluarga mereka masing-masing.
Summary : "aku akan melindungimu dari makhluk biadab itu meski aku bagian dari mereka
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Ruangan itu terlihat sangat gelap jika kau melihatnya dari luar. Tapi, jika kau melihatnya dari dalam, dan kau ada disana untuk memandangi, kau pasti akan berdecak kagum. Namun, berbeda dengan namja berkulit pale itu yang kita ketahui bernama Oh Sehun itu. Namja itu berdiri dengan keadaan terikat di sebuah tiang marmer yang berwarna putih pucat. Bajunya basah dengan keringat.
Ada satu orang yang sedang duduk dengan tenang menyesap rokoknya yang tinggal setengah. Namja itu hanya memakai celana jins biru dongker dan kaos biru tua yang terlihat seperti biasa, memesona setiap orang yang melihatnya. Rambut secokelat kayu eboninya yang seleher ia ikat kebelakang, membiarkan poni panjangnya menutupi mata kanannya. Di bibirnya tersungging sebuah senyum kebahagiaan.
Kenapa? Karena ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan dalam waktu yang sangat singkat. Ia tidak menyangka, kalau orang yang ia culik itu merupakan orang yang sangat disayang oleh rivalnya, pemimpin The Fury itu.
"Uhuk.." matanya beralih ke tabung kaca yang berbentuk kotak itu. Di dalamnya terdapat seorang pria yang masih memakai pakaian kerjanya. Tatanannya terlihat berantakan dan menyedihkan. Ah, malam ini benar-benar malam kemenangannya. Ia akan mendengar suara yang sering orang sebut dengan 'permohonan'
Senyum kemenangan itu berubah menjadi senyum bengis khas seorang psikopat. Bibirnya menyeringai melihat pria itu yang terkejut ketika ia bangun. Sungguh menyenangkan jika ia bermain-main sebentar dengan wanita di tabung kaca itu.
Dung! Dung!
"Luhan! Lepaskan aku!" pria itu-Luhan-berjalan mendekati tabung yang sudah ia goresi berbagai soal yang sangat sulit. Ia mungkin akan bermain tebak-tebakkan dengan pemimpin itu.
"Tidak akan pernah setelah kau merebutnya..." ucapan santai Luhan dibalas geraman marah dari pria yang selalu memberikan senyum yang menenangkan itu.
"Kau pecundang! Cepat bebaskan aku!" Jongin mengetuk-ngetuk dinding kaca dengan keras, berharap kaca itu akan pecah.
"Aku akan membebaskanmu setelah kau melihat pertunjukkan ini..."Jongin sedikit merinding mendengar suara Luhan yang mirip ular itu. Ia mengalihkan perhatiannya ketika tabung kacanya berputar. Dan matanya sukses membola melihat siapa yang terikat di tiang marmer itu. ia menatap Luhan yang tersenyum tipis, khas seorang Luhan. Jongin yakin yang dihadapannya ini bukan Luhan tapi 'Luhan'
"Apa yang kau lakukan!?" Luhan tersenyum. Ia mengeluarkan pisau bedah andalannya dan mulai menyentuh pipi Sehun.
"Wajahmu sangat mulus..bagaimana kalau kugores sedikit, Jongin-ah?" tangan kirinya mencengkeram dagu Sehun untuk menghadapkan wajah namja milky skin itu tepat di hadapannya.
SRET!
"Tidak!" Luhan menulikan pendengarannya. Ia kembali mengambil peralatannya, mulutnya bergumam 'aha' ketika mendapatkan apa yang ia cari. Balok kayu yang ujungnya sudah tajam. Sejenak, Luhan menoleh kearah Jongin yang memperlihatkan muka memelasnya.
"Jongin, aku mau mengirim Sehun ke..kemana ya? Surga atau neraka? Dia pantas masuk surga, tapi kau? Ah, aku ingin memberi sedikit tanda jika malaikat menanyakan siapa yang membunuhnya.."
PRAK!
"SEHUNNA!" Jongin benar-benar ingin menangis. Melihat orang yang ia sayangi tengah disiksa oleh Luhan. Kekasih macam apa ia? Kemana janji yang sering ia ucapkan untuk melindungi dan menjaga Sehun dari semua yang mengganggu baby Hunnienya? Kenapa ia sekarang terlihat sangat lemah? Lamunan Jongin tersadar ketika ia merasakan kakinya mulai basah dengan air. Ia tahu, tabung ini akan terisi air.
"Jongin, bolehkah aku memberikan sedikit tanda tangan di jantung baby Hunnie milikmu? Sebelum dia mati?" Jongin mengepalkan tangannya. Ia menatap tajam Luhan yang memegang sebuah besi yang sudah dipanaskan. Ujungnya runcing seperti pulpen, namun, Jongin tahu itu adalah sinar laser yang mampu melepuhkan kulit.
"Come to Papa, baby.." Luhan membuka kaos Sehun hingga menampilkan bagian dadanya.
"ANDWEEE! SEHUNNA!" Jongin bangun dengan nafas terengah. Ia mengusap peluh yang mengalir deras di pelipisnya. Ia menengok ke arah samping. Sehun tertidur dengan tenang disampingnya. Tidak, ini hanya mimpi buruk. Positif Jongin. Positif Jongin. Sehun masih ada disampingnya, dan tidak berada di tangan psikopat gila itu.
Ia memutuskan untuk mengambil minum di dapur. Ia hanya memakai celana jeansnya dan keluar untuk mengambil minum. Ia memikirkan kembali cerita Sehun ketika ia baru pulang dari wawancara dengan narapidana itu. sebenarnya, ia sedikit marah dan kesal terhadap Sehun yang ia lampiaskan dengan berhubungan untuk pertama kalinya. Dalam sejarah percintaan mereka, Jongin baru sadar kalau ini pertama kalinya ia bisa sangat marah dengan Sehun.
"Jongin.." suara itu terdengar lirih di belakang punggungnya. Ia hanya diam. Ia tahu Sehun sedang gugup karena kekasihnya itu memanggil dirinya sedikit bergetar. Detik selanjutnya ia bisa merasakan tangan halus yang memeluk pinggangnya, dan ia juga bisa merasakan bahu telanjangnya yang basah terkena air mata Sehunnya.
"Maaf Jongin.." Pria tan itu hanya menghela nafas menghadapi tingkah manja Sehun ini. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Sehun. Kalau boleh jujur, ia ingin tertawa melihat ekspresi Sehun yang sangat manis dan menggemaskan. Bibirnya yang mengerucut, pipinya yang memerah dan matanya yang memerah dan sedikit membengkak karena menangis.
"Jongin.." Jongin tetap memasang wajah datarnya. Anak ini sekali-kali harus diberi pelajaran.
"Jongin hyuuung, tadi Sehun benar-benar tidak mau merepotkan hyung, Sehun tahu hyung sedang kuliah.." kata namja milky skin itu sembari menggoyang-goyangkan lengan Jongin.
"Jongin hyuuung.." Sehun mengerucutkan bibirnya melihat Jongin yang masih saja memasang ekspresi kerasnya.
"Ish! Hyung menyebalkan! Sehun benci Jongin hyung!" ucap Sehun, langsung membalikkan tubuhnya, namun, tanganya dicekal oleh orang yang sudah pasti Jongin. Jongin membawa tubuh Sehun untuk merapat ke dirinya. Ia memojokkan Sehun ke tembok. Tangannya mengunci pergerakan Sehun.
"M..mmwoo?" tanya Sehun, suaranya sedikit bergetar melihat Jongin yang menatapnya dalam. Pipi Sehun sudah memerah. Ia menahan nafasya ketika Jongin tidak berhenti mengalihkan pandangannya. Sehun tertegun melihat penampilan Jongin yang terlihat sangat uh..ia malu mengakuinya, seksi dan mempesona. Dengan abs yang tidak terlalu terbentuk tapi terlihat tidak terlalu berlebihan, dan rambutnya yang acak-acakan.
"Hyungie..." Sehun merengek, ia mendorong dada Jongin untuk menjauh dari tubuhnya, tapi Jongin tak bergeming. Ia terus menatap dalam Sehun yang sekarang sudah dibuat salah tingkah karena tatapan Jongin yang penuh warna.
"Kau tahu Sehun, aku begitu menyayangimu..." nafas Jongin terdengar sangat jelas di telinga Sehun. Namja milky skin itu meneguk ludahnya ketika kekasihnya itu mendekatkan wajahnya. Hidung mereka sudah bersentuhan. Ditambah tangan kanan Jongin yang menumpu di dinding dan tangan kiri Jongin yang berada di tengkuknya.
"Hyung, lepas~ Sehun mau tidur, besok kuliah.." Sehun menolehkan wajah ketika Jongin semakin mendekatinya. Pria tan itu mengecup pelan leher putih Sehun, membuat dirinya membeku. Jongin tersenyum tipis menatap Sehun.
"Ayo tidur, aku tidak mau kau terlambat besok." Jongin mengacak surai pelangi Sehun yang dangat lembut itu. Sehun mengerucutkan bibirnya. Apa Jongin hyungya itu tidak tahu kalau posisi tadi membuatnya senam jantung.
"berjanjilah untuk selalu disampingku, Sehunna..."
.
.
.
TBC
Sorry for late update. Okay, it is chapter 3.
I dont know if this chapter is good or not, but I expect a response from your readers, and I gratedul to all who have been taking the time to read fanfiction is not clear in the ideas of my free time XD
okay, completed the event confidante, happy reading and do not forget to review,...
MIND TO REVIEW?
