Depression
Chapter 4
Author : NiniSoo1288
Main Pair : Kai x Kyungsoo (Kaisoo)
Warning : Boys Love (BXB)
Summary : Do Kyungsoo adalah seorang aktor yang mengalami depresi karena suatu kejadian yang menimpanya, hingga dia bertemu dengan Kim Jongin seorang pria pekerja paruh waktu disebuah bar, semua kehidupan Kyungsoo berubah.
IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading~~
Kyungsoo terbangun dari tidur panjangnya, dan dia merasa kalau tidurnya kali ini terasa sangat nyenyak. Dia tidak bermimpi buruk dan dia merasa sangat tenang. Dia kembali mengingat kejadian kemarin, dirinya yang pulang ke rumah untuk menghadiri peringatan kematian ayah nya. Kemarin dia sangat frustasi, saat kakinya menapaki rumah nya semua kejadian yang ingin sekali dia lupakan seketika berputar seperti sebuah film. Sehingga dia memutuskan untuk segera pergi dari rumahnya.
Dia ingat saat perjalanan pulang dia sudah memikirkan matang-matang niatan untuk bunuh dirinya di atap. Tapi pria yang berada di gedung apartemen yang sama dengannya menghentikan tindakannya. Pria bernama Kim Jongin yang memiliki pelukan yang hangat dan usapan tangannya yang menenangkan, membuatnya jatuh tertidur di dekapan pria itu. Setelahnya dia tidak lagi mengetahui apa-apa, dan sekarang dia terbangun sudah berada di kasurnya.
"Eoh kau sudah bangun? Bagaimana tidur mu?" Baekhyun masuk ke dalam kamar Kyungsoo sambil membuka gorden kamar Kyungsoo agar cahaya matahari masuk kedalam kamar Kyungsoo.
"Baek berapa lama aku tertidur?"
"Cukup lama. Kau tertidur dari sore hari, apa tidur mu nyenyak?" Baekhyun menghampiri Kyungsoo dan duduk di pinggir kasur Kyungsoo sambil tersenyum senang. Senang, karena akhirnya Kyungsoo bisa tertidur dengan sangat lama.
Kyungsoo menganggukan kepalanya. "Ya, aku tidak bermimpi apapun dan sangat tenang"
Baekhyun memeluk Kyungsoo dengan setetes air mata yang sudah membasahi pipinya. "Aku sangat senang mengetahui ini Kyung. Aku berharap sekarang dan seterusnya kau bisa tidur seperti ini" Baekhyun melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Kyungsoo yang masih saja memasang wajah datarnya.
"Apa Jongin yang membawa ku kesini?"
Baekhyun mengangguk. "Ya. Siapa lagi, mungkin kau harus mengajaknya makan malam sebagai tanda terima kasih? Dia sudah sering membantu mu Kyung, tidak ada salahnya kan kau mengajaknya makan malam bersama?"
"Aku akan memikirkannya"
...
Seperti apa yang di katakan Baekhyun, hari ini Kyungsoo sedang menunggu Jongin di lantai apartemennya Jongin. Menunggu Jongin pulang dan berniat mengajak nya untuk makan malam. Karena terlalu lama menunggu Kyungsoo memutuskan untuk bermain game hanya sekedar untuk mengusir kebosanan.
Terlalu asik bermain game di ponsel nya Kyungsoo tidak menyadari Jongin yang sedang menatapnya dengan alis berkerut.
"Kyungsoo?"
Merasa terpanggil Kyungsoo mendongakan kepalanya, setelah melihat Jongin yang memanggilnya dia segera berdiri dari duduk nya di lantai. Sedikit membungkuk, Kyungsoo tersenyum canggung. "Annyeong Jongin-ssi"
"Ya, ada apa?"
Kyungsoo menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Di dalam hati mengumpat kenapa Jongin menatapnya dengan tatapan selembut itu. "Emm, itu... apa... kau mempunyai waktu luang?" tanya Kyungsoo dengan gugup.
Jongin mengerutkan keningnya bingung. "Waktu untuk?"
"Ahh.. itu... aku berniat untuk mengajak mu makan malam bersama"
Jongin mengangguk mengerti lalu tersenyum. "Untuk hari apa?"
"Bagaimana kalau besok? Apa kau punya waktu?"
Jongin berfikir sejenak, sebenarnya hanya pura-pura berfikir. Sekalipun dia ada acara dia akan membatalkannya hanya untuk makan malam berdua dengan Kyungsoo. "Baiklah. Apa kau sudah menentukan tempatnya?"
Kyungsoo menggaruk tengkuknya lagi, entah kemana muka datar andalan nya kali ini. Dia merasa gugup berbicara dengan Jongin. "Untuk itu aku belum"
Jongin tersenyum. "Baiklah, apa kau keberatan jika aku yang menentukan? Aku punya rekomendasi tempat makan yang enak"
Kyungsoo tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Baiklah. Tidak masalah. Oke, sampai jumpa besok malam Jongin" Kyungsoo berniat untuk langsung pergi dari hadapan Jongin, tapi dia harus berhenti karena tangannya di tahan oleh pemuda di belakangnya. Kyungsoo berbalik dan menatap Jongin dengan tatapan bertanya.
"Bolehkah aku meminta nomor ponsel mu? Untuk berkabar besok?"
"Ah boleh. Berikan ponselmu". Jongin memberikan ponselnya dan Kyungsoo mengetikan beberapa digit angka di ponsel Jongin. Setelahnya memberikan kembali kepada pemiliknya. "Ini"
Jongin tersenyum. "Oh terima kasih. Sampai jumpa besok malam Kyungsoo"
Kyungsoo balas tersenyum dan menganggukan kepalanya, lalu benar-benar pergi dari sana. Sepergian Kyungsoo, Jongin tidak bisa menghilangkan senyuman di wajahnya. Jongin akui dia memang tertarik dengan Kyungsoo sejak pertama kali bertemu, ah mungkin tidak. Dia memang sudah menjadi penggemar Kyungsoo sejak dulu, disaat Kyungsoo sering membintangi film yang dia tonton.
…
Kyungsoo aku menunggu di koridor apartemen
Begitulah isi pesan yang Jongin kirimkan, sebelum keluar dia melihat penampilannya lagi di depan cermin setelah cukup Kyungsoo keluar untuk segera menemui Jongin. Saat berjalan di koridor sambil mencari keberadaan Jongin, dia melihat Jongin berada di depan sambil melambaikan tangannya ke arah Kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum canggung. "Maaf jika menunggu lama Jongin. Aku yang membuat janji tapi aku yang terlambat"
Jongin terkekeh. "Tidak apa-apa Kyungsoo"
"Mau menggunakan mobil ku?" Tanya Kyungsoo sambil menunjukan kunci mobilnya.
"Apa kau keberatan jika kita menaik bus umum?"
"Tidak masalah"
Jongin mengerutkan keningnya menatap Kyungsoo. "Kau tidak memakai penyamaran mu?"
Kyungsoo terseyum sambil menggedikan bahunya. "Ku rasa tidak ada lagi penggemar ku. Aku sudah jarang tampil di layar kaca, dan apalagi sekarang banyak sekali idol baru yang lebih keren dan tampan"
Jongin tertawa. "Apa kau mau ku beri satu kenyataan?"
Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya.
"Aku adalah salah satu penggemar mu"
Kyungsoo membulatkan matanya dan itu terlihat lucu dimata Jongin. "Benarkah? Wah kapan-kapan aku akan memberikan mu tanda tangan" Kyungsoo tertawa menampilkan senyuman heart shape dan eye smile miliknya, entah dia merasa nyaman berbicara dengan Jongin.
Jongin tertegun melihat pemandangan indah di depannya. Kyungsoo yang tertawa adalah keindahan bagi Jongin. "Suatu kehormatan untuk ku Aktor Do"
…
"Kyungsoo apa kau keberatan jika aku mengajak mu makan di kedai pinggir jalan?"
Kyungsoo tersenyum. "Tidak masalah. Dahulu Baekhyun selalu mengajak ku untuk memakan di kedai pinggir jalan, tetapi karena disaat itu jadwal ku selalu padat dan nama ku sedang di puncak sehingga aku tidak bisa bebas keluar rumah seperti sekarang"
"Bagaimana kalau kita memakan ramen disana?" Jongin menunjuk salah satu kedai ramen yang cukup ramai.
Kyungsoo mengangguk antusias. "Ayo sudah lama aku tidak memakan ramen karena Baekhyun selalu melarangku. Dia selalu mengatakan 'makanan itu tidak sehat' padahal aku tahu kalau dia juga sering memakannya"
Jongin tertawa mendengarnya. "Sepertinya kau sangat dekat dengan Baekhyun"
"Ya, dia adalah sahabat merangkap sebagai saudara untuk ku. Yah, walaupun kadang mulut nya sering tidak terkendali kalau sudah berbicara" Kyungsoo tersenyum sambil membayangkan betapa baik dan sayang nya Baekhyun terhadap dirinya.
Mereka sampai di kedai pinggir jalan yang menjual ramen terenak menurut Jongin. "Kau ingin minum soju Kyungsoo?"
Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Aku sedang tidak ingin mabuk. Baekhyun akan sangat marah jika aku kembali meminum alkohol"
"Baiklah jika begitu. Aku juga sedang tidak ingin minum" –karena aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu dalam kesadaran penuh- lanjut Jongin dalam hati, tentu saja tidak dia suarakan.
"Jongin kau suka ice cream?"
"Ya, tapi tidak terlalu"
"Apa kau keberatan jika setelah ini kita makan ice cream? Aku sedang ingin memakannya, ku rasa enak"
"Baiklah"
…
Mereka menghabiskan malam ini dengan perasaan senang, sehabis mereka makan di kedai ramen sesuai dengan permintaan Kyungsoo mereka memakan ice cream. Lalu setelahnya mereka berjalan menuju taman kota yang malam ini terlihat lebih ramai, mungkin karena besok adalah akhir pekan. Sekarang mereka sedang berjalan menuju halte sambil memakan permen kapas yang di belinya, lebih tepat nya hanya Kyungsoo yang memakannya.
"Jongin kau serius tidak mau?"
Jongin menggeleng menatap Kyungsoo yang masih asik memakan permen kapasnya. "Tidak, aku tidak terlalu menyukai makanan yang manis"
"Wah padahal ini enak sekali. Kau harus mencobanya lain kali" ujar Kyungsoo sambil menolehkan kepalanya kesamping menatap Jongin yang sedang menatapnya juga.
Pandangan mereka bertemu, Jongin tersenyum lembut membuat kedua pipi Kyungsoo memanas dan memerah. Jongin mengetahuinya makanya dia hanya terkekeh melihatnya. Dan itu membuat Kyungsoo malu, dengan cepat Kyungsoo kembali memandang depan dan berjalan lebih cepat sambil masih memakan permen kapasnya.
Mereka duduk di kursi halte sambil menunggu bus kearah apartemennya. Jongin lagi-lagi menatap Kyungsoo yang berada di sampingnya dengan masih memakan permen kapas yang kedua, Kyungsoo memang membeli dua karena dia sangat menyukai makanan manis. Mungkin itu yang membuat wajah Kyungsoo terlihat manis, itu menurut Jongin.
"Kyungsoo terima kasih untuk malam ini"
Kyungsoo menoleh dan tersenyum manis. "Justru aku yang harus mengatakannya Jongin. Terima kasih untuk malam ini aku merasa sangat senang. Dan untuk pertolongan mu kemarin-kemarin aku belum sempat berterima kasih padamu. Jadi terima kasih lagi Jongin"
Jongin tertawa lalu mengusak kepala Kyungsoo, dan lagi-lagi membuat pipi Kyungsoo memerah. "Jika aku mengajak mu seperti ini di malam-malam berikut nya apa kau akan bersedia menyetujui nya?"
"Tentu saja ini sangat menyenangkan. Mungkin lain kali kita harus ke taman bermain? Itu sangat menyenangkan kita akan menaik bianglala sepertinya seru berada di atas ketinggian" lagi-lagi Kyungsoo tersenyum dengan bibir heart shape dan eye smile nya sambil membayangkan menaik bianglala.
"Jika kau mau kita bisa pergi di akhir pekan minggu besok. Bagaimana?"
Kyungsoo menoleh dengan pandangan berbinar. "Apa kau tidak sibuk Jongin?"
"Hm, tidak. Aktivitas ku hanya kuliah dan bekerja di malam hari itupun aku selalu mendapat libur setiap akhir pekan"
"Aku mau. Aku mau Jongin. Akhir pekan minggu besok ya?"
Jongin mengangguk sambil tersenyum.
…
Setelah mengatakan 'Aku mengantuk' semenit berikutnya Kyungsoo sudah jatuh tertidur di sandaran kursi bus. Melihat kepala Kyungsoo yang bergoyang seiring berjalannya bus, Jongin meletakan kepala Kyungsoo di bahunya. Kyungsoo yang merasa nyaman pun menempelkan tubuhnya ke dada Jongin.
Sepanjang perjalanan Jongin tak henti-henti nya tersenyum sambil memandangi Kyungsoo yang tertidur. Melihat lingkaran hitam di sekitar mata Kyungsoo, Jongin menduga mungkin Kyungsoo jarang tidur karena padatnya jadwal yang dia miliki. Dia merasa kasihan apalagi mengingat bagaimana Kyungsoo kemarin-kemarin, Jongin jadi merasa ingin menanggung semua beban yang di pikul Kyungsoo. Karena Jongin sadar dari tangisan Kyungsoo yang memilukan pasti ada sebuah beban yang sudah tidak sanggup dia pikul sendiri.
Jongin mencium kening Kyungsoo pelan. "Jallja Kyungsoo"
Setibanya di halte dekat apartemennya Jongin membangunkan Kyungsoo yang masih terlihat sangat mengantuk. Saat berjalan pun langkah Kyungsoo tidak lurus terlihat sekali kalau dia benar-benar mengantuk. Maka dari itu Jongin berjongkok di depannya menawarkan sebuah gendongan.
"Kau sedang apa Jongin?" Tanya Kyungsoo dengan suara serak nya.
"Naiklah, aku tahu kau sangat mengantuk. Lagi pula ini masih lumayan jauh dari apartemen kita"
"Tidak apa-apa?"
"Ya, naiklah"
Kyungsoo pun dengan canggung mendekat dan melingkarkan tangannya di leher Jongin. "Sepertinya aku berat. Lebih baik tidak perlu, aku masih bisa berjalan"
"Kau tidak sama sekali berat Kyungsoo. Kata Jongdae hyung kau kehilangan banyak berat badan"
"Kau mengenal Jongdae?"
"Ya, aku bekerja di bar yang sama dengan Jongdae hyung. Di malam aku membawamu ke apartemen ku itu permintaan Jongdae hyung"
"Ah jadi kau bekerja disana. Ku kira kau hanya orang yang juga berkunjung di bar. Jongin aku mengantuk tidak apa-apa kan jika aku tertidur di bahu mu?"
"Ya tidurlah"
"Ah ya, nanti kau bisa langsung masuk dan meletakan ku di kasur ku. Password apartemen ku 1293"
"Ya, good night"
"Hm" setelah itu Kyungsoo hilang dari kesadarannya. Jantung Jongin berdebar merasakan hembusan nafas Kyungsoo di lehernya.
…
Tiga hari setelah kencannya dengan Kyungsoo, Jongin belum bertemu dengan Kyungsoo lagi. Tetapi dia bertemu dengan Baekhyun, dan Baekhyun mengajaknya untuk makan siang bersama. Maka disinilah Jongin berada di depan Baekhyun dengan satu pria tinggi yang tidak Jongin kenal.
"Jongin-ssi sebelumnya kenalkan dia Park Chanyeol, dia kekasih ku sekaligus psikiater nya Kyungsoo"
Jongin mengerutkan keningnya. "Psikiater? Kyungsoo mempunyai penyakit psikologis?"
Baekhyun mengangguk. "Makanya aku mengajak mu kesini ingin meminta sebuah bantuan kepada mu"
Jongin menganggukan kepalanya tanda bersedia.
"Sebelumnya aku akan mengatakan, kalau Kyungsoo mempunya penyakit depresi. Itu terjadi karena trauma nya di masa lalu terhadap keluarganya. Untuk masalah ini aku tidak bisa memberitahukannya padamu, karena ini masalah pribadi Kyungsoo. Tapi beberapa hari terakhir ini Kyungsoo bisa tertidur dengan nyenyak tanpa bermimpi buruk. Aku sangat senang, tapi aku tidak tau apa faktor yang bisa membuatnya kembali tidur dengan normal"
Jongin masih mendengarkan dengan serius kata demi kata yang Baekhyun ucapkan.
"Lalu aku bertanya pada Chanyeol. Dan ternyata itu faktor emosi yang mempengaruhi nya, Chanyeol bilang kalau akhir-akhir ini mungkin Kyungsoo merasa senang maka dari itu dia sedikit terbebas dari ingatan tentang masa lalunya. Aku tidak tahu apa yang membuat dia merasa senang sebelumnya, dan di saat aku bertanya kegiatannya akhir-akhir ini. Dia mengatakan kalau sabtu malam kalian menghabiskan waktu bersama. Benar?"
Jongin menganggukan kepalanya. "Ya, dia mengajak ku untuk makan bersama"
"Awalnya aku yang memintanya untuk mengajak mu makan malam bersama karena kau sudah sering membantunya. Ku kira dia tidak menjalankannya tapi di luar dugaan Kyungsoo mau mengajak mu makan malam bersama. Jadi Jongin bolehkah aku meminta bantuan kepadamu untuk selalu membuat Kyungsoo merasa nyaman dan senang? Buat dia merasa tenang berada di sisi mu. Maka itu akan membuat Kyungsoo sedikit melupakan masa lalunya. Ini akan menjadi kemajuan untuk penyakit psikologis nya Bisakah?" Baekhyun menatap Jongin dengan pandangan penuh dengan harapan.
"Aku berharap kau tidak menolaknya" kali ini Chanyeol yang bersuara setelah terdiam dan hanya mendengarkan.
Jongin tersenyum lalu menganggukan kepalanya. "Ya aku bersedia"
Baekhyun terlalu senang sehingga tidak sadar sudah menggenggam tangan Jongin, membuat pria yang duduk di samping nya menatap dengan kesal. Sadar akan tatapan sang kekasih dengan cepat Baekhyun melepaskannya sambil tersenyum canggung. "Maaf Jongin-ssi kekasih ku memang sedikit posesif. Tapi untuk bantuannya terima kasih, jika kau membutuhkan bayaran sebutkan saja aku akan mentransfer kan uangannya setiap bulan kerekeningmu"
Jongin menggeleng kan kepalanya "Tidak. Tidak perlu, aku membantu Kyungsoo dengan tulus tidak meminta bayaran, sungguh"
Baekhyun tersenyum semakin lebar menunjukan gigi-gigi nya yang kecil dan putih. "Terima kasih banyak Jongin-ssi"
"Hm, bolehkah aku pamit? Karena setelah ini aku masih mempunyai kelas"
"Ya boleh tentu saja. Terima kasih atas waktu luang dan bantuannya Jongin-sii"
"Ya, sama-sama Baekhyun-ssi" Jongin berdiri dan tersenyum. Sebelum meninggalkan mereka, Jongin sedikit membungkuk.
To Be Continue…..
..
..
Hallo
Maaf beribu maaf telah menghilang lama sekali wkwkwk. Sampe semua ff ku tak ada yang di lanjutkan hehehe. Untuk Squel ff ku yang I Only Had a Heart masih proses membuat yaa. Sumpah membuat Squel itu gak semudah ngelanjutin ff yang berchapter. Bingung aku mau kaya gimana alur nya.
Sebenernya real life aku lagi gak sibuk sih, Cuma aku lagi seneng baca ajah dibanding nulis. Nerusin baca ff Jaeyong yang udah update dan belum sempat ku baca karena sibuk dulu. Hehehe aku suka Otp selain di EXO itu Jaeyong dari NCT Jaehyun x Taeyong. Adakah yang sama? Mereka manis sih, jadi bikin gemess hiks. Apalagi Taeyong nya culikable banget macem kaya Kyungsoo. Lemah aku tuh sama yang imut imut wkwkwk.
Nunggu EXO Comeback bener-bener jamuran aku tuhh, lama banget biasanya bulan ini udah ngeluarin 2 album menuju 3 album. Eh ini satu ajah belum hiks, rindu kali aku ini. Tapi Sehun udah buat spoiler di ig yaa.
Maaf ya buat typo yang tak terkendali, aku tuh orangnya males baca ulang. Kadang suka udah di baca ulang pun masih ajah ada typo nya. Yahh namanya juga manusia. Maklumi ya. Aku minta review nya dong. Kalian tahu gak satu review dari kalian itu membuat aku semangat nerusinnya. Suka agak nyesek kalo gak ada riview. Sumpah gak boong.
Mau kritik aku juga gak apa-apa, dari cara tulisan ku kah yang masih bertantakan tidak apa-apa aku menerima, disertakan saran nya ya.
..
Terima Kasih
NiniSoo1288
