Sad Love Song
Chapter 4: Meet Again
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: AU, OOC, OC, masa lalu Sakura
Summary: Sakura gadis miskin bersuara emas bertemu Pemuda Tampan kaya raya yang manja dan kesepian, sebuah lagu membawa mereka ke dalam perasaan yang asing bernama 'cinta'. banyak rintangan yang harus mereka jalani, namun kenyataan tak semanis perasaan, dan takdir tak semulus keinginan.
-Sad Love Song-
-FLASHBACK ON-
"Sakura, aku mohon, tolong jaga keluargaku" seorang pemuda berkata kepada seorang gadis dihadapannya yang masih berusia sekitar 15 tahun. "Sakura... jadikan mereka sebagai keluarga penggantimu, sayangi mereka seperti kau menyayangi keluargamu sebelumnya, aku tahu ini sangat berat bagimu, karena sekarang aku harus pergi meninggalkan mereka untuk sementara, tunggu sampai aku kembali, tolong jaga mereka untukku Sakura..."
"Ba-baik senpai, aku berjanji akan menjaga mereka dengan segenap jiwa ragaku." Sakura berkata tulus, berjanji akan menjaga keluarga Gaara senpai, senpai yang selama ini selalu ada untuknya disaat susah maupun senang, senpai yang selalu dikaguminya seperti mendiang kakak kandungnya, Sasori.
"Arigatou Saku-chan..." Gaara tersenyum tulus melihat tekad yang dimiliki Sakura, gadis yang selama ini selalu berada di relung hatinya, gadis yang terenggut kebahagiannya di usia yang masih belia.
Dua orang pria dewasa menghampiri Sakura dan Gaara. "Maaf Nona, kami akan segera membawa orang ini untuk ditahan." salah satu pria berperawakan tegap memakai seragam lengkap khas polisi dengan borgol di tangannya berbicara tegas kepada Sakura agar segera merelakan kepergian pemuda di hadapannya.
"Ta-tapi Pak, orang ini tak melakukan hal yang telah dituduhkan, aku yakin, ia senpaiku, sahabat terbaik kakakku, mana mungkin ia yang membunuh kakakku, itu tidak mungkin...hiks hiks..." Sakura berkata lirih dan tanpa ia sadari liquid bening meluncur dari manik hijaunya yang indah menangisi senpai yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, Sakura pun tertunduk lesu, pasrah ketika dua orang polisi memborgol tangan Gaara dan menahannya di tempat dingin yang bernaman penjara.
'Itu tidak benar, ini fitnah, tidak mungkin Gaara senpai yang melakukannya, aku yakin...' Sakura tertunduk meratapi kepergian Gaara.
Belum lama Ia ditinggal pergi orang tua untuk selamanya, nasib buruk kembali menimpa Sakura, kematian Sasori akibat kecelakaan yang sepertinya disengaja, dan ditinggal pergi Gaara, satu-satunya orang yang dianggapnya sebagai keluarga, meskipun bukan saudara kandung, Gaara selalu memperlakukan Sakura layaknya adik sendiri. Jangan ditanya kerabat-kerabat Sakura yang lain, mereka tidak peduli dengan Sakura, ketika orang tuanya meninggal, saudara dari pihak ibu dan ayahnya tak memperdulikan keadaan Sakura, mereka malah memperebutkan harta yang orang tua Sakura miliki, karena ayah dan ibu Sakura merupakan anak tertua dan keduanya berasal dari keluarga kaya raya, tak heran bila saudara-saudara orang tuanya memperebutkan harta yang mereka miliki.
Namun mereka melupakan satu hal penting, keluarga Haruno masih memiliki seorang putra yang kini usianya 17 tahun, usia yang pantas untuk memegang tampuk kekuasaan keluarganya. Semenjak Sasori memimpin perusahaan Haruno Corp. Ia bayak menyingkirkan lawan-lawan bisnisnya yang culas, termasuk kerabatnya sendiri. Meski usianya masih terbilang muda, Sasori cukup pandai menjalankan taktik bisnisnya, sehingga perusahaan semakin maju ditangannya, namun hal ini tak berlangsung lama, sampai kejadian naas menimpa dirinya.
Sakura sebatang kara, namun itu tak berlangsung lama, ia menemukan keluarga baru yang begitu ia cintai dan ingin ia lindungi dengan segenap jiwa raganya.
"Aku tak boleh cengeng, aku sudah berjanji pada Kaa-san, Tou-san, Sasori Nii dan Gaara senpai, aku tak boleh menangis lagi, aku harus mewujudkan harapan mereka." Sakura berkata sambil mengepalkan tangannya erat-erat, bertekad akan menjadi gadis yang tegar dan kuat.
Sambil menyeka air matanya, senyum tulus terpatri di wajah cantik Sakura, gadis yang kini menjelma mejadi gadis kuat, sekuat batu karang.
-FLASHBACK OFF-
.
.
.
-Sad Love Song-
Ketiga bocah yang diketahui bernama Rin, Sora dan Sara berhambur memeluk pemuda di hadapannya. "Nii-san!" ketiga bocah tersebut berteriak penuh antusias, berlari menuju arah pintu dan menyambut kehadiran Gaara.
Sementara nenek Mito hanya tersenyum melihat tingkah ketiga cucu kecilnya, seraya memandang tulus ke arah Gaara menyambut kembali kedatangan cucu tertuanya dalam diam namunmenyiratkan kerinduan dan perasaan haru bahagia yang teramat sangat. Ya, nenek Mito sudah mengetahui alasan Gaara meninggalkan rumah selama 2 tahun ini, Sakura yang menceritakannya.
"Nii-san kami merindukanmu, kau pergi lama sekali, apa pekerjaanmu sebegitu pentingnya sehingga kau tak sempat megunjungi kami?" Sora merengut sebal sambil menekuk wajahnya, menunjukkan betapa ia sangat merindukan anikinya.
"Gomen ne adik-adikku yang manis." Gaara berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal seraya menyunggingkan cengiran yang terlihat dipaksakan.
Nenek Mito dan Sakura menghampiri Gaara dan ketiga bocah yang masih setia duduk mengelilinginya. "Gaara Nii pasti lelah, ia perlu istirahat, nah kalian segera pergi tidur, malam sudah larut, besok kan kalian sekolah." Ucap nenek Mito bijak menyuruh ketiga cucu kecilnya segera pergi ke tempat peraduannya masing-masing.
"Baik nek" ucap ketiganya kompak.
- Sad Love Song-
Sepeninggal Rin, Sora dan Sara, ketiga orang dewasa yang masih tersisa melanjutkan perbincangan mereka seputar kebebasan Gaara dari Penjara.
"Jadi, bagaimana keadaan mereka?" Sakura bertanya kepada Gaara dengan nada yang terdengar marah sekaligus kecewa.
"Mereka dihukum seumur hidup, akibat pembunuhan berencana terhadap kakakmu yang mengkambing hitamkan diriku yang saat itu tak sengaja berada di tempat kejadian, dan penyelewengan aset perusahaan Haruno Corp. Yang menyebabkan perusahaanmu bangkrut tak lama setelah Sasori meninggal." Gaara berkata sambil menatap dalam-dalam manik emerald Sakura menjelaskan kejadian yang dialami oleh Jii-san dan Baa-san nya Haruno Shota beserta istrinya Haruno Mayuri yang telah tega berbuat sekeji itu terhadap keluarganya.
Sakura merunduk, menyesali ketidak berdayaanya 2 tahun yang lalu, yang tidak bisa berbuat apa-apa sehingga paman dan bibinya mengambil alih perusahaan milik orang tuanya,mereka melakukan segala cara, agar Sakura tak mampu berbuat apa-apa, dan hal tersebut menyebabkan Sakura pergi dari rumahnya sendiri. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga keluarganya dan menepati janjinya untuk menjaga keluarga Gaara senpai. Meskipun hidupnya telah hancur, masih ada satu hal yang masih dapat ia wujudkan, yaitu janji keduanya.
- Sad Love Song-
Sakura dan Gaara kini tengah berada di dapur, Sakura sedang menyiapkan makanan untuk Gaara mengingat Gaara belum makan malam sepeninggalnya dari tahanan.
"Sakura, bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah penyakit itu—umm maksudku..."
.
.
.
-TBC—
.
.
Holaa minna, ketemu lagi nih di chapter 4 yang gak panjang, kebiasaan gak bisa ngetik cerita panjang2, maaf ya chapter ini gak ada adegan romancenya, karena mau nyeritain dulu sebagian dari masa lalu Sakura, maaf ya minna di chapter ini gak ada Sasukenya, di chapter 5 aku janji bakalan ada adegan Sasusakunya deh hehehe.
Reviewnya kubalas lewat PM yaa.
Akhir kata...
Mind to Read and Review?
