Yah, gomen, updatenya telat ssu a Author keasyikan nonton anime Amne*ia jadi ikutan lupa buat Update kisah gagal ini T^T Baiklah, tanpa mengulur waktu lebih lama, marilah kita langsung memasuki kisah nista ini, whahahahahahhaaa [*ketawa laknat*]
Title :
Yahari Ore Tachi no Family wa Maccigatteiru!
Note :
Sekuel dari AkaKuro no Family
Disclaimer :
I don't own anything
Story :
©Rall Freecss
Cast :
Aomine x Kagami, Child Kuroko & Akashi, etc
Warning :
OOC, Yaoi, Newbie, Typo everywhere, GaJe, etc :v
Ah, ini sebuah keajaiban karena kita dapat bertemu lagi yah. Setelah makan Kare persembahan dari Aomine dan Kagami -_- Ah, kalian ga punya waktu buat dengerin ocehan Author ya. Okelah, kita langsung k TKP aja,
Hari itu hari Minggu, keluarga kecil itu tengah berkumpul di ruang keluarga. Tampaknya mereka sedang melihat album foto.
"Foto ini.." Kuroko memandangi sebuah foto, Kagami, Akashi, dan Aomine mendekat.
"Oh, foto inikan.." "Saat Tetsu dan Akashi TK dulu."
Kuroko mengangguk, ia tampak tersenyum kecil,
"Kalau ga salah, waktu itu ada anak yang iri pada kita karena punya 2 ayahkan?" ujar Akashi, Kuroko mengangguk, Aomine dan Kagami hanya garuk-garuk kepala.
"Waktu itu anak itu menangis dan mengadu pada ibunya. Kalau tidak salah dia bilang.." Kuroko berusaha mengingat kejadian hari itu,
"Dia bilang begini 'Mama, aku juga mau punya 2 papa seperti mereka..' begitu bukan?" Akashi meniru cara bicara anak itu. Tawa Kagami dan Aomine meledak melihat kelakuan Akashi. Kuroko yang jarang-jarang tertawapun ikut-ikutan.
"Ah, Tetsuya ikut tertawa." Akashi menunjuk wajah Kuroko, Kuroko berdehem, uhuk uhuk, dan kembali berwajah datar. Akhir-akhir ini, Kuroko sering sekali berwajah datar, walaupun hal itu sebenarnya hal biasa, namun kali ini, benar-benar lebih datar dari biasanya.
Kalau kalian tanya mengapa? Author juga ga tau ding .-. Tanya aja sama rumput yang bergoyang, readers-tachi.
Mereka masih terus membolak-balik halaman demi halaman album foto itu. Hingga mereka sampai pada sebuah foto. Di foto itu, Kuroko terkulai lemas di tempat tidur,
"Ah, kalau yang ini, saat Tetsu sakit kan?" ujar Aomine, Akashi dan Kagami mengangguk kompak. Kuroko hanya diam melihat ekspresi Akashi, Aomine, dan Kagami yang tiba-tiba jadi aneh, "Tidak seperti biasanya," pikir Kuroko.
"Saat itu kita semua berpikir Tetsuya tidak akan tertolong lagi," ujar Kagami sambil mengenang kejadian waktu itu. Tampaknya Kuroko tidak ingat yang satu ini. Ingatannya samar-samar, antara ingat dan tidak, jangan-jangan Kuroko juga ketularan penyakit Amnesianya Author ya? [sejak kapan Amnesia menular?]
"Saat itu, yang benar-benar putus asa itu Akashi kan?" kata Aomine sambil melirik Akashi,
"Ahomine diam saja!" perintah Akashi ketus, Akashi memalingkan pandangannya,
"Oya? Oya? Akashi malu-malu," goda Aomine, Akashi mengepal tangannya,
"Kalau aku bilang diam ya diam, dasar Ahomine!" gerutu Akashi, Aomine menyeringai,
"E? Aku baru menemukan anak durhaka seperti mu, mau di kutuk jadi batu kamu?" entah kenapa hari ini Aomine sangat senang menggoda putranya yang satu ini.
Akashi memalingkan kepalanya, ia hanya diam, tampaknya ia ingin jadi anak baik hari ini.
"Memangnya saat itu aku kenapa?" tanya Kuroko, semuanya hanya cengo mendengar pertanyaan Kuroko itu,
"Eh? Kau tidak ingat?" tanya Aomine, Kuroko menggeleng,
"Benar-benar tak ingat?" tanya Kagami, lagi-lagi Kuroko menggeleng, Akashi langsung buru-buru memeluk Kuroko,
"Tetsuya, orang mencurigakan itu tidak melakukan hal buruk padamu kan?!" tanya Akashi, Kuroko lagi lagi menggeleng. Anak ini, apa dia Cuma bisa geleng-geleng kah?
"Waktu itu, Tetsuya keracunan makanan." Jelas Kagami, Aomine dan Akashi mengangguk-angguk.
"Waktu itu, Tetsuya sendirian di rumah, jadi terlambat di bawa ke rumah sakit." Tambah Akashi, Aomine mengadah, kemudian menatap wajah Kuroko.
"Kau tau? Saat itu Akashi menyalahkan dirinya sendiri, dia bilang, itu kesalahannya. Tetsu keracunan karena kelalaiannya." Kata Aomine sambil menepuk-nepuk punggung Akashi.
"Tapi syukurlah, waktu itu Tetsuya selamat ya." Ucap Kagami sambil mengacak-acak rambut Kuroko, Aomine mengangguk setuju,
"Kalau Tetsu sampai tak tertolong, anak ini pasti sudah bunuh diri dari dulu." Aomine mengacak-acak rambut merah Akashi, anak itu tampak marah pada Aomine.
"Ahomine, aku bukan anak kecil!" keluh Akashi, Aomine terkekeh.
Mereka kembali menjelajahi album foto itu. Hingga mereka tiba pada sebuah halaman.
"Ara, foto ini," gumam Kagami, "Foto inikan..." Aomine membuat ekspresi serius,
"Wah, Ahomine berekspresi aneh!" seu Akashi, "Sebenarnya ini foto apa?" tanya Kuroko
Kagami menoleh, kemudia menggeleng, "Ntahlah," jawabnya,
Kuroko dan Akashi langsung cengo ditempat. Aomine dan Kagami hanya cengengesan.
Tangan Kuroko trus menelusuri album foto itu, tangannya berhenti ketika matanya menemukan sebuah foto, itu adalah foto ketika ia dan Akashi lulus dari SD.
"Oh, kalau yang ini, kalau ga salah.." Aomine mencoba menerawang,
"Oke, aku menyerah." Ucap Aomine, "Wah, cepatnya! Too-san mudah sekali menyerah,"
"Aku heran dia bisa menjadi orang tua ku," kata Akashi, kata-kata itu benar-benar menusuk bagi Aomine, Kagami menepuk-nepuk punggung suami tercintanya itu.
"Ayolah, jangan bersedih." Bujuk Kagami, Aomine langsung pundungan di pojokkan, nemenin Author yang sibuk mengetik kisah ini, [ngomong-ngomong, kenapa Author ngetiknya dipojokkan ya?]
Kagami berdiri dari tempat duduknya, berjalan menuju dapur dan mengambil sesuatu.
"Wah! Jangan-jangan 'itu'.." seru Kuroko, Kagami tersenyum,
"Iya ini adalah 'itu' " balas Kagami, "Ngomong-ngomong, 'itu' apa?" tanya Kuroko tiba-tiba, Kagami nyaris menjatuhkan barang bawaannya, Akashi dan Aomine cengo ditempat.
"Ini," Kagami menyodorkan 'itu' pada Kuroko, "Wooh, apel yang dibalut caramel!"
"Oh, inikan, biasanya Tetsuya merengek minta dibelikan saat ada festival. Tapi selalu kehabisan." Ujar Akashi, Kagami dan Aomine mengangguk-angguk.
"Kalau sudah begitu, Tetsu pasti langsung ngambek seharian. Tidak mau makan." Tambah Aomine,
"Benar-benar. Kalau sudah begitu, kita hanya bisa menunggu Tetsu pergi ke dapur dengan sendirinya ketika ia sudah kelaparan." Lanjut Kagami.
"Sekarang sudah tidak seperti itu lagi!" bantah Kuroko, Akashi mengacak-acak rambut Kuroko. "Justru kita ingin melihatnya lagi loh! Habis saat Tetsuya ngambek itu sangat lucu, iya kan?" Akashi menoleh pada Aomine dan Kagami, meminta dukungan. Keduanya mengangguk. "Tolong hentikan, itu tidak menyenangkan." Dengus Kuroko. Yang lainnya hanya tertawa kecil melihat ekspresi Kuroko yang super kocak. Kalau ditanya gimana sih, khayalkan sendiri ya Readers Tachi~
Mereka berempat hanya diam, mereka benar-benar kenikmati apel berbalut saus karamel buatan Kagami. Aomine tampak mengingat sesuatu. Ia berjalan menuju kamar dan kemudian kembali lagi. Saat ia kembali ia membawa sebuah kamera di tangannya.
"Ayo semuanya merapat!" perintah Aomine, Kuroko dan yang lainnya langsung menurut, Aomine mengatur timer pada kamera itu dan. "CARAMEL~"
Keempatnya menunjukkan ekspresi bahagia di foto itu. Namun, terdapat sebuah kejanganggalan pada foto itu. Di foto itu, terdapat penampakan mengerikan. Penampakan itu terlihat duduk di sudut ruangan. Kalau kalian tanya itu apa, Author juga ga tau. Yang pasti foto itu uda sukses membuat Kuroko gemetaran sambil memeluk lengan Akashi erat.
"Aku ga tau yang nyempil di foto itu apa. Tapi aku benar-benar berterimakasih!" batin Akashi yang kegirangan karena hingga kini Kuroko masih menempel di lengannya.
Aomine dan Kagami hanya dapat ber-sweat drop ria melihat keduanya,
"Kami... tidak salah didik kan?" tanya Aomine dan Kagami pada hati kecil mereka.
To Be Continued,
Ah, entah kenapa ceritanya bisa jadi begini -_- mungkin karena efek ngantuk berat ya? Gomen, chapter yang ini super garing plus kriuk kan? Ah, benar-benar gagal. Rasanya ga mau di share aja dah chap yang ini. Tapi uda terlanjur diketik, dan kalo mau ngetik ulang ga bakal keburu... Jadilah terpaksa mempersembahkan cerita gagal begini -_-a Ah, pokoknya maaf banget. Ceritanya makin lama makin ancur aja ya T^Ta Readers tachi hebat banget bisa tahan dan terus mau baca cerita ga jelas kaya gini. Kalian memang luas biasaaa!
