Author : "Welcome back to Varia HQ Musical, mari kita lupakan masalah Xanxus dan Squalo."
Bel : "Shishishi.. tentu, kalau kau tak ingin membuatku bosan membaca ceritamu."
Author : "Ok deh.. kali ini giliran sang pangeran jadi tokoh utamanya."
Bel : "Shishishi.. Let's begin!"
KATEKYO HITMAN REBORN!
Akira Amano
Varia HQ Musical
Story by Reni-is-Ishida
Pair : BelFran
Warning : OOC, shonen-ai, dan ke-geje-an lainnya..
Theme song : Jatuh Cinta dari eyang Titiek Puspa
Putri or Pangeran Kodok?
Flashback..
PRANG!
Terdengar suara gelas wine yang pecah karena dilempar di ruangan Xanxus. Lussuria yang memasak di dapur seketika itu juga langsung berlari menuju lemari barang pecah belah, memeriksa apakah tikus- tikus di dapur sudah beani menerobos lemari dan memecahkan barang- barang di dalamnya. Bel yang daritadi bermain dengan tiara kesukaannya menghentikan permainannya.
"Shishishi, ada badai akan datang di sini," komen Bel sambil cengengesan. (hah?)
Levi yang sedang bersih – bersih langsung menjatuhkan sapunya begitu mendengar suara gelas pecah dari ruangan bossnya. Diapun langsung berlari menuju ruangan Xanxus.
Tok.. Tok..
"Bos, apakah kau baik- baik saja?" Tanya Levi dari depan pintu ruangan Xanxus.
"Kau pikir aku lemah, hah? Cepat bereskan pekerjaanmu, stronzo!" jawab Xanxus dingin dari ruangannya.
Levi dengan muka lesu melanjutkan pekerjaannya, Bel yang sedari tadi hanya cengengesan *ketawa ketiwi* langsung menghampiri Levi, "Jangan masuk kandang singa kalau dia lagi gak mood.
============================ nnnn ==========================
"Shishishi, di markas membosankan sekali hampir mati bosan aku dibuatnya," kata Bel sambil nyengir.
"Oi, Bel, Kau mau kemana?" tanya Lussuria penasaran.
"Mau ke tempat yang menyenangkan, disini membosankan. Semenjak Dino kemari aku kehilangan mainanku, Squally," jawab Bel enteng.
Bel mengambil MP3 Player di samping meja TV dan langsung melengos pergi. Lussuria di belakang hendak menghentikan Bel, bukan karena ingin ikut tapi Bel salah membawa MP3 Playernya.
"Huh, ya sudahlah," dengus Lussuria.
================================= nnnn =======================
Bel yang menuju ke arah hutan, dia baru ingat kalau ada danau di sekitar hutan itu.
"Shishishi, danau pasti lebih menarik daripada markas."
Bel berjalan melewati semak- semak yang tinggi, dan dilihatnya cahaya matari terpantul dari air danau. Lalu, ada seseorang yang MANDI? Bel menghentikan langkahnya, dan mulai menundukkan tubuhnya di semak- semak.
"Shishishi, beruntung sekali aku. Mau cari hiburan malah ketemu seorang gadis lagi mandi," gumam Bel.
Bel tetap memasang matanya melihat seseorang 'gadis' itu.
"Hmm.. dia kelihatan cantik sekali. Shishishi.. tapi kapan dia akan memakai baju. Aku jadi penasaran," Bel sudah menunjukkan sifat pervert-nya.
'Gadis' yang berada di danau itupun berdiri membelakangi pandangan Bel. Dengan perlahan dia memakai bajunya. Raut muka Belphegor sedikit kecewa.
"Che.. kenapa dia memakai bajunya seperti itu. Aku jadi tak bias melihatnya," gerutu Bel pelan.
Setelah memakai baju, tiba- tiba 'gadis' itu lenyap dan diiringi bunyi 'plop'.
"Hah? Kemana gadis itu? Apa dia bidadari? Shishishi.. menarik," kata Bel sambil berdiri dari tempat persembunyiannya. Dia memanjat pohon di samping semak- semak tempat persembunyiannya. Ketika mencapai cabang pertama, dia menghempaskan badannya. Tiduran di cabang pohon. Sambil merogoh MP3 Player di sakunya, memasang headset, lalu menekan tombol 'play' tanpa melihat layer MP3 Playernya.
Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya
Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura- pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian
Oh repotnya…
Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang dibelai amboi rasanya
Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya…
"Shishishi.. ternyata aku salah bawa MP3 Player milik Lussuria," kata Bel sambil menyeringai.
============================= nnnn =========================
Hari kedua
"Kau mau kemana lagi, Bel?" tanya Lussuria.
"Seperti kemarin, shishishi," kata Bel sambil berjalan pergi menghilang dari pandangan Lussuria.
"Hmm.. aku jadi penasaran," gumam Lussuria sambil mengelus dagunya.
Seperti kemarin, Bel kembali ke danau. Dan Bel kembali mendapat 'tontonan-gratis-untuk-para-mata-keranjang' dari 'gadis-mandi-di-danau' itu. Tapi, Bel gagal lagi untuk melihat 'sisi-depan' gadis itu. Setelah memakai baju, gadis itu menghilang seperti kemarin. Bel curiga, apa 'gadis' itu benar- benar bidadari?
Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya
"Shishishi.. kenapa terus- terusan mengingat gadis itu?"
============================== nnnn ============================
Hari ketiga
"Oi Bel, kau darimana?" tanya Lussuria.
"Shishishi, menemui seorang gadis," jawab Bel singkat.
"Gadis? Kau yakin? Ada seorang gadis di sekitar sini? Markas kita kan dikelilingi hutan," kata Lussuria curiga sambil mengangkat salah satu alis matanya.
"Shishishi, kau pikir aku sedang bermimpi? Aku yakin bertemu gadis itu, dia berambut hijau sebahu, tapi.." Bel menghentikan kata- katanya sambil memberi kode Lussuria untuk membisikkan sesuatu.
"Dia selalu menghilang"
"A-apa kau yakin dia manusia? D-dia bukan se-setan kan? Aku tahu kalau tipemu bergitu ekstrim t-tapi jangan se- ekstrim itu," jawab Lussuria bergidik.
"Shishishi.. aku akan buktikan padamu kalau dia bukan setan," Bel tersenyum sambil pergi meninggalkan Lussuria yang bergidik ngeri.
================================= nnnn =======================
Hari keempat
"Bel, kau yakin dia maksudku gadis itu adalah manusia?" tanya Lussuria sambil gemetar.
"Shishishi, tentu saja."
Bel kembali lagi ke danau dan melihat 'gadis' itu mandi lagi di sana. Muncul niat iseng Bel. Bel dengan perlahan menghampiri tempat baju 'gadis' itu tergeletak. Tanpa disadari sang empunya, Bel berhasil mengambil bajunya.
"Shishishi.. sekarang aku bisa melihat pertunjukkan yang tertunda dari kemarin," gumam Bel sambil tersenyum licik.
'Gadis' itupun selesai, dan segera mengambil bajunya tapi setelah dilihatnya ke tempat pakaiannya tergeletak. Wajahnya yang tanpa ekspresi tetap melihat tempat itu dan kembali berendam ke air.
"Bajuku hilang, huh? Baiklah aku berubah wujud sekarang biar aku tidak malu," kata 'gadis' itu pelan.
Dan.
Plop..
Bel membelalakkan matanya, ternyata 'gadis' itu berubah wujud menjadi KODOK?
Bel yang masih penasaran segera beranjak dari persembunyiannya dan menangkap kodok 'jadi-jadian' itu.
"Shishishi.. cepatlah kau berubah wujud lagi menjadi manusia, putrid kodok!" perintah Bel pada seekor kodok di tangannya.
Lalu
Plop..
Terlihat sesosok laki- laki yang dikira Bel 'gadis' itu berdiri tanpa memakai sehelai benangpun di depan Bel.
"Aku bukan putri kodok, aku laki- laki," kata manusia siluman kodok tanpa ekspresi.
Bel yang biasanya matanya tertutup poni, sampai menyibakkan poninya terpana. Karena, yang dilihatnya *lebih tepat diintipnya* adalah seorang laki- laki.
"Shishishi, ternyata kau manusia siluman kodok. Wajahmu seperti perempuan, jadi sia- sia aku melihat tubuhmu," ejek Bel.
"Aku bukan siluman kodok, tapi aku pangeran kodok. Tapi kerajaanku sudah hancur, jadi aku tinggal sendirian di sekitar sini," ujar pangeran kodok panjang lebar.
"Aku rugi merasa jatuh cinta padamu, che! Siapa namamu? Kau mau bergabung denganku? Kita kekurangan anggota," kata Bel sambil menyerahkan baju kepada pemiliknya.
"Fran. Baiklah!" jawabnya tanpa ekspresi dan memakai bajunya dalam diam.
=============================== nnnn =========================
"Bel, Siapa ini? Ja-jangan bilang kau ketularan bos. Kau masih normal kan?" Lussuria kaget melihat Fran di belakang Bel.
"Diamlah, Lussie! Aku salah perhitungan, aku merekomendasikannya untuk menggantikan Mammon," jawab Bel kesal.
"Baiklah, kesini! Putri er- maksudku Pangeran kodok milik Bel," goda Lussuria sambil menghindari pisau yang dilempar ke arahnya oleh Bel.
-=========================== TBC ===============================
Author : "Hiyaaaaaaahhhh.. makanya kalo punya poni jangan kepanjangan. Penglihatan jadi terganggu kan?"
Bel: "Shishishi, apa kau mau aku jadikan sasaran untuk melempar pisauku ini?"
Author : "Ampun….*ngacir* Reader-budiman .. sekali lagi review..review..review…"
