SaSuSaku
By: AkinaYuki Nyo
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Genre: Romance/ General.
SasuSaku Pair
(Story Four)
-Boring-
"Kau ini orang yang membosankan Sasuke" kata Naruto yang sudah putus asa mengajak Sasuke berbicara. Hari ini Naruto mengajak Sasuke untuk berkenalan dengan teman-temannya, namun selama acara itu Sasuke hanya duduk diam sambil meminum kopinya, sesekali dia melirik jam tangannya.
"Bukan urusanmu" kata Sasuke sinis, dia tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadap dirinya. Yang penting dia merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
Sasuke sudah terbiasa dibilang lelaki yang membosankan. Baginya kata membosankan sudah menjadi kata wajib di dalam kamus hidupnya. Bukan hanya orang lain yang berkata bahwa dia membosankan, dirinya sendiri juga menganggap semua hal membosankan termasuk dirinya.
Contohnya saja acara ini, baginya sangat membosankan dan hanya membuang waktunya secara sia-sia. Lebih baik dia menggunakan waktunya untuk menyelesaikan pekerjaannya atau istirahat di rumah.
"Apa kau tidak mau mengubah sikapmu itu?" tanya Naruto sambil meminum jus jeruknya.
"Tidak" jawab Sasuke singkat. "Kapan acara ini selesai?" tanya Sasuke sambil menatap sekelilingnya dengan tatapan malas.
"Hei.. acara ini baru dimulai setengah jam yang lalu, sabarlah sedikit" jawab Naruto sambil memberikan tatapan herannya kepada Sasuke. Sasuke hanya menghela nafas menandakan dia sudah tidak ingin berlama-lama di tempat itu.
"Dari dulu aku heran dengan Sakura, kenapa dia bisa betah bersamamu?" tanya Naruto meminum jus jeruknya lagi.
"Entahlah" jawab Sasuke singkat. Dia memang tidak mengetahui apa yang membuat Sakura betah dengan dirinya yang membosankan. Bahkan selama ini Sakura tidak pernah berkata bahwa Sasuke adalah orang yang membosankan.
"Apa dia tidak pernah berkata kau membosankan?"
"Tidak" jawab Sasuke meminum kopinya.
'Sama sekali tidak pernah' batin Sasuke.
"Hum.. mungkin Sakura menyukai sesuatu yang abnormal" kata Naruto sambil memberikan cengiran khasnya, namun Sasuke membalasnya dengan tatapan tajam.
"Hei.. maksudku itu sesuatu yang beda dari yang lain, ya seperti dirimu itu!" kata Naruto menambahkan, "Kenapa Sakura tidak mau menjadi kekasihku ya? Padahal dia selalu berkata bahwa aku ini orang yang menyenangkan" tanya Naruto sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
"Entahlah" jawab Sasuke sambil menaikkan bahunya.
Bila dibandingkan dengan dirinya, Naruto adalah pribadi yang menyenangkan dan ramah terhadap siapapun. Dia dapat membuat suasana menjadi ceria dan dipenuhi oleh tawa. Namun.. Sakura menolaknya.
Sasuke sempat menduga bahwa Sakura akan memilih Naruto ketimbang dirinya, namun ternyata dugaannya salah. Sakura memilihnya, memilih dirinya yang membosankan dan bahkan belum pernah mengatakan bahwa dia mencintai Sakura.
Apa yang menarik dari dirinya?
Yah.. dia tampan dan kaya. Banyak wanita mengejarnya dan menyebutnya pria idaman. Tapi dalam soal percintaan Sasuke bukanlah apa-apa.
Dia dapat menyelesaikan soal-soal rumit atau masalah-masalah di kantor dengan mudah, namun mengenai cinta otaknya bagaikan otak unggas. Dia hanya tahu satu hal, dia mencintai Sakura selebihnya.. tidak ada.
Dia tidak pernah berpikir mengapa Sakura mencintainya dirinya yang seperti itu..
Sora wo miagereba
Hoshitachi ga hora matataiteru..
Handphone Sasuke berdering, di layar Handphonenya tertulis bahwa dia telah menerima satu pesan.
You got one message
Sasuke menekan tombol 'read' dan mulai membacanya.
From: Sakura
'Hei Sasuke! Sekarang kau dimana?'
'Rupanya Sakura' batin Sasuke kemudian dia menekan tombol reply dan membalasnya.
'Aku terjebak di sebuah acara membosankan'
"Siapa? Sakura?" tanya Naruto menyadari bahwa Sasuke menerima sebuah pesan di handphonenya.
"Hn.." jawab Sasuke sambil menatap layar handphonenya. Foto dirinya dan Sakura menjadi wallpaper yang menghiasi handphonenya yang mahal itu.
"Rupanya dia panjang umur!" kata Naruto sambil tersenyum. "Hei Sasuke, apa kau pernah menanyakan kenapa Sakura menyukaimu?"
"Tidak"
"Tidak terpikirkan untuk menanyakannya?"
" …… " Sasuke terdiam, dia memikirkan pertanyaan Naruto dengan serius. Kenapa dia tidak menanyakannya?
Sasuke menekan tombol handphonenya membentuk sebuah rangkaian nomor telpon dan menghubunginya.
"Hallo?" terdengar sebuah suara seorang gadis dari seberang, "Sasuke?"
"Hn, ini aku Sakura" jawab Sasuke sambil memberikan isyarat kepada Naruto untuk pergi.
"Ok!" kata Naruto pelan kemudian meninggalkan Sasuke sendirian.
"Ada apa? Barusan aku mau membalas pesanmu hahaha" kata Sakura sambil tertawa kecil.
" …… " Sasuke diam. Dia tidak menjawab pertanyaan Sakura. Sebenarnya dia ingin menanyakan mengapa Sakura menyukai dirinya, tapi.. ternyata sungguh susah membuka mulutnya untuk mengucapkan pertanyaan itu.
"Hum.. Kau di acara apa Sasuke?" tanya Sakura yang menyadari bahwa Sasuke tidak mengeluarkan suaranya.
"Acara perkenalan" jawab Sasuke singkat.
"Dengan siapa?"
"Naruto" jawab Sasuke lagi sambil melihat Naruto yang sedang bercengkrama dengan temannya yang Sasuke ingat bernama Kiba.
"Apa sungguh membosankan?"
"Lumayan."
"Oh.. lalu?" tanya Sakura lagi.
"Hn?" tanya Sasuke tidak mengerti dengan maksud Sakura.
"Kau ingin menanyakan sesuatu kepadaku kan?" tanya Sakura yang mengerti maksud Sasuke menelponnya.
"Hn.."
"Apa?"
"Kenapa?"
"Hah? Kenapa apa?" tanya Sakura balik yang tidak mengerti pertanyaan Sasuke.
"Menyukaiku.." jawab Sasuke menambahkan.
"Hum…" Sakura diam sejenak. "Bagaimana ya? aku sadar kalau kau itu orang yang membosankan dan tidak pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku."
'Rupanya dia menyadarinya' batin Sasuke menundukkan kepalanya sambil melonggarkan dasinya.
"Aku juga sadar kau adalah pria yang tidak ahli dalam percintaan.." tambah Sakura. Sasuke hanya terdiam mendengar semua perkataan Sakura. Dia tidak bisa menyelanya atau menyanggahnya, semua yang dikatakan oleh Sakura adalah kenyataan.
"Tapi.. meski kau membosankan, tanpa kau sadari sebenarnya kau membuat hidupku lebih menarik. Meski kau tidak pernah berkata kau mencintaiku, perbuatanmu yang mengatakan betapa kau mencintaiku, dan meski kau tidak ahli dalam percintaan.. kau telah membuatku merasakan cinta" kata Sakura lagi.
Sasuke terpaku mendengar jawaban dari Sakura. Ucapan Sakura benar-benar membuatnya sadar akan sesuatu yang tidak pernah disadarinya.
Bahwa menilai diri sendiri dari orang lain dan dari pandangan sendiri itu salah, karena penilai yang paling benar adalah dari orang yang sangat mencintaimu.
"Apa aku terdengar seperti orang bodoh Sasuke?" tanya Sakura.
"Hn… memang bodoh" jawab Sasuke, sepintas dia tersenyum namun sayang Sakura tidak dapat melihatnya.
"Hufth.. " Sakura mendengus kesal mendengar jawaban Sasuke.
"Sakura.."
"Ya?"
"Terima kasih.." kata Sasuke pelan.
"Doitte, oh iya! Sekali-sekali rubahlah sikapmu yang membosankan itu!"
"Tidak akan" jawab Sasuke dengan nada sinisnya.
"Hahahaha, aku hanya bercanda! Tetaplah seperti ini.. menjadi Sasuke yang aku cintai."
"Hn.."
Sasuke tersenyum puas. Hari ini dia mendapatkan jawaban yang sangat menyenangkan baginya.
'Setidaknya acara ini tidak teralu membosankan' batin Sasuke sambil meminum kopinya lagi.
Owari
A/N: Nyooooo!!^^ arigato for the reviews!! Aki seneng banget dengan reviews kalian semua. Oh iya, ada kesalah pahaman nieh.. fic ini belum tamat kok!^^ Aki belum ada niat mau COMPLETE-in ni fic. so.. bersabar aje ye.. hahahahaha..
Bagi semua yang reviews Aki hanya bisa berkata Arigato buat pujian and sarannya! Arigato juga udah mau add ni fic ke fav story!^^.Jangan sungkan-sungkan untuk mereviews ye!! Ja nee!
