e)(o

Daun telah berguguran sebentar lagi musim dingin, kini yang dilakukan pria itu adalah merapihkan sebuah makam yang dipenuhi daun-daun yang berguguran. Mengelus dengan bersih batu nisan dengan nama yang memiliki marga sama dengannya.

"Hay noona kau tahu? Chanyeolmu sekarang sudah menjadi atlet renang internasional kebanggaan korea seperti yang noona inginkan, dalam dua bulan ini aku mengikuti perlombaan diantara dua benua kau tahu aku memenangkan semuanya, akan lebih membahagiakan jika noona melihatku dengan banyak membawa medali. Noona aku merindukanmu seharusnya kita akan menjadi atlet kebanggaan korea" chanyeol mengelus sayang batu nisan bertuliskan nama 'Park Sooyoung' dengan apik. "Aku akan membalasnya noona tenang saja" chanyeol menyeringai, menaruh sebuket bunga diatas pusara itu. Lalu berdiri berbalik kearah mobilnya sebelum mengatakan sesuatu "karena target yang menghampiriku" seringai dibibir tebal itu semakin lebar menyeramkan.

e)(o

"Berita terkini pesenam ritmik berprestasi park sooyoung yang baru saja mengepakkan sayapnya dikanca nasional mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan pergelangan kakinya cedera parah dilansir dari korean news pada tempat kejadian bahwa kecelakaan ini menyebabkan satu pengendara lain t-"

Televisi yang sedang menayangkan berita yang lagi hangatnya. Serentetan kalimat yang diucapkan oleh reporter diberhentikan oleh salah satu pria yang baru saja memencet tombol power pada remote yang ia pegang.

"Sial!" Pria itu beralih melihat kedaan luar yang tengah hujan deras, matanya melirik pada sosok wanita yang berbaring dengan sebelah kaki yang digipsum, ia miris melihat keadaan kakaknya yang tak berdaya.

"Noona" panggilnya lembut, noonanya yang sedari tadi melamun melirik kearahnya dengan tatapan yang kosong.

"Percayalah noona kau pasti akan sembuh aku yakin kau akan bisa meraih mimpimu kita akan menjadi atlet kebanggaan negara percayalah" hanya sebatas senyuman kosong yang diberikan oleh kakaknya, sakit hati chanyeol sakit. Bagaimana ia tahu perjuangan seorang park sooyoung untuk mendapatkan gelar sebagai atlet senam ritmik kesukaannya melalu berbagai polemik dalam keluarga dan yang lainnya. Dan semua karrirnya hancur dengan ucapan dokter yang memvonis bahwa kakinya tidak akan kembali seperti semula karena tulang pada pergelangan kakinya hancur. Kaki adalah hal paling terpenting pada karirnya namun kejadian semuanya itu seperti mimpi baginya.

"Jangan terlalu memikirkan apa kata dokter noona bisa saja ada hasil yang keliru" chanyeol berusaha menyemangati kegundahaan pada diri kakaknya.

"Semua sudah selesai channie" jawaban dari kakanya membuat hatinya terpukul beribu-ribu tangan.

"Tidak kau kuat noona kau adalah noonaku, noonaku tidak seperti ini, aku yakin kita akan menjadi atlet kebanggaan negara, dan membuat eomma dan appa bangga" chanyeol menyemangati dengan perasaan menggebu-gebu, kala itu chanyeol berusia 17 tahun.

"Noona hanya berharap channie bisa meraih mimpi channie, jadilah park chanyeol noona yang berani, park chanyeol atlet kebanggaan noona atlet kebanggaan eomma appa atlet kebanggaan negara atlet kebanggaan dunia, dan atlet kebanggaan pasanganmu nanti hehe" chanyeol bahagia melihat sempenggal kekehan dari kakaknya. Walaupun nyatanya kekehan itu adalah hal terakhir yang ia dengar setelah teriakan seseorang dan dibawah sana tubuh kakaknya yang bersimbah darah. Hal yang tidak pernah ia duga adalah kakaknya yang bunuh diri, ia tahu kakaknya adalah wanita kuat ia tidak akan menyerahkan dirinya hanya karena cedera seperti ini. Tapi atensinya jatuh padah ponsel kakaknya yang berdering menandakan suatu pesan yang membuat setan dalam dirinya muncul untuk sesegera mungkin membunuh seseorang yang jauh disana.

Changmin's

Selamat menikmati hadiah dariku sayang *

Dan ia tahu dalang dibalik semua kejadian ini adalah dia pemilik dimana ia mengenyam pendidikan atlet yang tak lain adalah kekasih dari kakaknya.

e)(o

Bulan ini adalah bulan dimana chanyeol terbebas dari semua kesibukannya, ia sangat menunggu waktu ini tiba.

Tring~

Bunyi pada ponselnya, secepat kilat ia mengangkat panggilan tersebut walaupun ia tidak tahu siapa nama pemanggilnya.

"Ah chanyeol-ah mau bergabung?" Chanyeol melihat sekilas ponselnya dan itu nomor baru, ia jadi ragu. Lama ia tidak menjawab akhirnya seseorang di sebrang sana menghela nafas.

"Aku luhan simpanlah nomorku, aku mengundangmu diapartemenku kami sedang pesta berbeque, aku tahu kau sedang banyak waktu luang"

Chanyeol memutar bola mata malas untuk menghadapi si cerewet luhan, baru saja ia akan menjawab.

"Hannam The Hill no 77, ajak sekalian teman pucatmu itu. Aku tutup bye"

Chanyeol rasanya ingin mencekik pria cantik itu, seenaknya saja memberi keputusan. Tapi tetap ia menuruti kemauan pria cerewet itu.

e)(o

"Hyung biar aku yang membaliknya" baekhyun mengajukan diri untuk setidaknya meringankan pekerjaan luhan, tapi luhan selalu menolaknya dengan alesan yang seperti ini tidak memerlukan bantuan padahal sedari tadi berhadapan pada tempat pemanggang membuat luhan sedikit pusing karna hawa panas yang dikeluarkan. Ya baekhyun dan luhan semakin dekat sejak kejadian diruang ganti.

"Sudahlah baek kau di sofa saja sana bersama yang lain" jawab luhan masih membolak-balikan daging yang sejujurnya sudah matang itu.

"Tidak mereka semua menggodaku hyung aku tidak suka" hanya kekehan yang didapati baekhyun.

Kini mereka berdua menyibukkan diri dengan luhan yang memanggang daging baru, dan baekhyun yang menyisihkan gelas soju untuk mereka minum sebenarnya tahun ini memasuki usia legalnya tapi memang baekhyun yang tidak punya cukup banyak mental untuk meminum minuman beralkohol tersebut, jadi dia membuat minumannya sendiri, membuat luhan tertawa.

"Oh sepertinya nona-nona ini sedang sibuk"

Merasa terpanggil kedua pria cantik itu menoleh, namun berbeda ekspresi, luhan dengan senyum meremehkan dengan baekhyun yang gugup setengah mati lalu reflek menunduk, sedangkan ke dua pria tampan disana hanya menatap datar tidak itu hanya untuk si pria yang lebih tinggi chanyeol. Sedangkan sehun menyipitkan matanya.

"Oh bukankah kau putra changmin sajangnim ?" Yang ditanya bertingkah gugup, lalu mulai menganggukkan kepalanya."Ohooo benar ternyata kau yang diruang ganti itu, hey kenapa kau bisa berada disini? Kupikir sajangnim sangat protektif padamu" sehun bertanya lagi sambil mengambil gelas yang berada ditangan baekhyun lalu menuangkan soju dan meminumnya, dalam satu kali tegukkan.

"Baek kau tak pernah bilang kalau kau anak tuan shim" luhan menimpali sinis seakan marah karena ia tidak diberitahu apapun. Luhan mengenal changmin karena dibeberapa waktu ia sempat bekerjasama dengan para atlet KSNU.

"Mianhae lulu hyung~" chanyeol yang melihatnya mengepalkan kelima jari kanannya melihat bagaimana baekhyun bertingkah.

"Hah hah sudah-sudah, ayo cepat aku sudah lapar lulu hyung~" ujar sehun sambil memerankan bagaimana baekhyun memanggilnya, sedangkan baekhyun hanya tertawa kecil memperlihatkan gigi kelinci cantiknya, chanyeol benci melihat bagaimana wajah cantik itu bahagia.

"Sialan oh!, ah baek kau bantu aku bawakan minuman biar si jelek oh itu yang membawa dagingnya ayok!" Baekhyun hanya menurut saja, sedangkan sehun sudah merampalkan mantra-mantra agar luhan terkena ujian paling tidak sedikitnya tersandung kerikil.

Saat melewati chanyeol baekhyun bungkam dan tetap menunduk.

e)(o

Mereka tengah party dadakan sebagian besar adalah para atlet renang dari cina kawan atas luhan, yang rata-rata mereka menetapnya di negeri gingseng ini, walaupun luhan tidak menetap disini namun dibeberapa waktu luang banyak ia habiskan disini.

"Oh baek apa kau tidak mau mencari pacar?" Tanya kawanan luhan yang diketahui bernama Lucas.

Baekhyun hanya menggeleng, entah kenapa suasananya mencengkam padahal music dan tempat sudah nyaman untuk mereka berpesta.

"Kenapa padahal aku mau hahahaha" ini jackson atlet renang dengan style yang terlihat seperti rapper-rapper dibanding atlet. Mereka tertawa teriak karena mungkin pengaruh alkohol memabukkannya.

Chanyeol semakin kesal ingin rasanya mencabik-cabik semua yang ada disini. Entah kenapa.

"Lulu hyung aku ke toilet sebentar" baekhyun mengintrupsi dan hanya diangguki oleh yang lain yang masih menikmati suasana EDM tersebut.

Salah satu dari mereka tidak menyukai kegiatan ini, ya tentu saja chanyeol. Disaat yang lain menikmati kegiatan mereka, chanyeol pergi untuk setidaknya meminum air putih didapur apartemen luhan yang cukup terbilang mewah dan komplit. Setelah minum ia baru ingat bahwa bukan dirinya saja didalam rumah.

e)(o

Baekhyun mencuci tangannya di wastafel setelah menyelesaikan panggilan alamnya, setelah selesai ia bergerak membuka pintu tapi dirinya terdorong kembali saat seseorang memaksanya masuk dan mengunci pintu kamar mandi tersebut.

"E-eh ch-chanyeol ?" Baekhyun gugup bukan main bagaimana bisa chanyeol ada disini, apa dia tidak nyaman dengan party dadakan itu.

Chanyeol tidak menjawab ia hanya menatap bagaimana ekspresi gugup terpancar dari wajah cantik pria itu, seringainya kembali muncul saat tubuh si cantik bertabrakan dengan dinding kamar mandi dibelakangnya. Chanyeol menyudutkan baekhyun membelai pipi sehalus kapas tersebut dengan jari-jari kasar dan besarnya. Wajah baekhyun memerah saat jari kekar chanyeol menyentuh pipi bulatnya.

"A-apa ya-ang kau la-kukan chanyeol" suara parau baekhyun, membangkitkan setan dalam diri chanyeol. Sedang yang ditanyai masih tetap menatap baekhyun sangat intens.

"Diamlah aku tahu kau menyukaiku" pada akhirnya serentetan kalimat keluar dari bibir tebal pemiliknya, membuat baekhyun gugup menggulirkan matanya agar tidak menatap sosok yang tengah mengukungnya. Diamnya baekhyun membuat chanyeol semakin ingin melenyapkannya.

"Cik!" Cengkraman chanyeol menguat pada lengan kecilnya.

Air mata keluar begitu saja mengaliri pipi lembutnya, chanyeol mendecakkan bibirnya sinis melihat lelaki lemah dihadapannya, dengan kasar menarik dagu lancip itu menciumnya dengan kasar. Baekhyun membelalak kaget dengan apa yang chanyeol lakukan padanya. Baekhyun memberontak ingin lepas dari ciuman menyakitkan ini, ia tidak tahu apa maksud chanyeol menciumnya. Yang ia tahu chanyeol straight, Lalu kenapa chanyeol menciumnya. Baekhyun ingin menangis tangannya beberapa kali mendorong bahu chanyeol untuk melepaskan ciumannya, bibirnya sakit chanyeol melumatnya dengan kasar menggigitnya penuh emosi.

"C-chan ahh hen-tikhannhhh" kini bibir chanyeol berpindah pada tengkuk dan lehernya, menyesapnya kuat membuat baekhyun ingin menjerit karena itu menyakitkan chanyeol seperti ingin membolongi lehernya. Setelah menyesap kuat leher mulus itu, chanyeol melihat bagaimana ruam berbentuk oval yang terlihat sangat kontras dikulit seputih salju terlihat tampak sexy dan mengerikan, ia menatap bangga dengan karya yang baru saja ia buat.

"Hiks..sa-kit" mendengar rintihan baekhyun membuat hasrat libidonya meningkat.

Lihat keparat bagaimana aku akan menyiksa hidup pria kesayanganmu kau akan mendapat karma setelah apa yang kau lakukan dulu bajingan!. Suara hati chanyeol bergumam kencang, meneriakkan bagaimana emosi telah menguasainya.

Maka dengan sekali tarikan kuat ia membawa baekhyun pergi dari apartemen ini, tidak memperdulikan kawannya yang masih menikmati pesta mereka.

"Hiks-hiks kau akan hikshh akan membawaku kemana chanyeol?" Baekhyun dan chanyeol sudah berada dibasement apartement luhan, entah darimana baekhyun berani menyuarakan dengan nada cukup tinggi, membuat chanyeol menatap dirinya datar. Tidak menjawab apapun lalu menyentak baekhyun memasuki mobil sports seharga rumah mewah itu. Baekhyun sempat memberontak namun cengkraman kuat pada pergelangan tangannya membuatnya pasrah menghadapi pria yang ia dambakan.

e)(o

Kini mereka sudah berada diapartement milik pria tampan itu, baekhyun tak pernah berhenti menangis memberontak pun percuma karena tenaganya dan chanyeol sangat bertolak. Chanyeol melepaskan cengkraman tangannya membuat baekhyun bisa sedikit bernafas lega walaupun setelahnya ia ditarik paksa kembali memasuki sebuah kamar khas pria, baekhyun dibanting diatas kasur king size pria itu membuat punggungnya sedikit ngilu karena gravitasinya.

Chanyeol menatap nyalang dirinya kabut nafsu dan emosi yang tinggi menguasainya saat melihat tatapan memohon baekhyun yang menggelengkan kepalanya kuat saat chanyeol mulai membuka zipper celananya.

"Hey jalang! Kau pikir aku tidak tahu antara kau dan si 'keparat' itu, kau memainkan peranmu sebagai putra si 'brengsek' itu cik menjijikkan. Berhentilah menatapku seperti itu seolah kau tak pernah melakukan apa yang memang menjadi pekerjaanmu!!! Cik! Malam ini malam terpanasmu karena aku akan merasakan jalang simpanan si keparat tua itu!" Chanyeol mulai merobek kemeja biru bergaris putih baekhyun dengan kasar dan melepaskan skinny jeans dan underware baekhyun sekali hentakan.

"Tidak!!!! Hikssss chanyeol jangan!!!" Baekhyun berteriak saat jeansnya sudah tak berada pada kakinya. Chanyeol menyeringai melihat keadaan baekhyun sekarang yang hanya terbaluti kemeja yang sudah tak berbentuk.

Sial bagaimana bisa 'keparat' itu memiliki jalang yang sangat cantik dan sexy ini!- chanyeol lagi bergumam dalam hati memuji tubuh putih mulus baekhyun dengan kilatan tajam penuh nafsu.

Tanpa berkata lagi dirinya langsung menerjang tubuh baekhyun penuh nafsu menciuminya dengan kasar melumatnya, mencengkram rambut halus baekhyun ketika anak itu akan memberontak.

"Ahhhh hiksss..hen-ahh tikan"

Desahan dan tangisan baekhyun membaur dalam ruangan besar itu, chanyeol masih menikmati bibir dan leher baekhyun. Menciumi titik-titik sensitif baekhyun. Baekhyun tidak memberontak lagi ia pasrah dengan apa yang akan diperbuat chanyeol pada dirinya, dia hanya berdoa bahwa eommanya disana yang mungkin sudah tertidur memaafkannya karena tidak bisa menjaga dirinya.

"Anhhgggh hiksss"

Chanyeol tidak pernah berbuat lembut padanya, sentuhan-sentuhan itu menyakitkan untuk baekhyun menyakitkan fisiknya dan psikisnya. Saat merasakan sesuatu memaksa masuk dibawah sana membuat dirinya panik.

"Chan hikss ahh..ja-jangan hen- ANNNGHHHHH!"

Percuma ia lupa bahwa chanyeol adalah pria yang keras kepala, dan ia melupakan bahwa dirinya sekarang telah dikuasai oleh pria kekar diatasnya. Baekhyun merintih kesakitan sakit sekali bagaimana penis besar chanyeol memasukinya tanpa penetrasi ia tidak tahu keadaan lubangnya seperti apa sekarang, saat chanyeol dengan semangat singanya menyentakkan penisnya kasar pada lubang baekhyun bertubi-tubi.

"Anghhh hiks eunghh anghhhh ah ah ah"

"Artgghhht erraghhh"

"Sial si keparat tua itu pintar memilih jalang arghh seketat ini!arggghhtt" chanyeol bermonolog yang masih sempat didengar oleh baekhyun, baekhyun ingin menangis, ia ingin berteriak bahwa ia bukanlah jalang dari 'ayah tirinya' baekhyub ingin memberitahukan kepada semua orang yang berasumsi buruk terhadap dirinya termasuk chanyeol.

Permainan chanyeol menghabiskan waktu cukup lama hingga jam mulai menunjukkan pukul 01.00 chanyeol belum juga mencapai hasratnya, sedang baekhyun tak terhitung sudah berapa kali ia berorgasme sampai penisnya merasakan ngilu.

"Ah anghh ahh ahh ahh ahhh ahhh"

Chanyeol menyukai bagaimana desahan baekhyun yang mengalun indah pada pendengarannya, walaupun ia tahu desahan anak itu bukan desahan kenikmatan. Penisnya mengeras pencapaiannya akan segera datang. Makin cepat ia menumbuk baekhyun dengan suara yang terdengar habis karena banyak mengeluarkan suara desah maupun rintihan saat seks berlangsung.

"Baek arrgghtt baek arggggg!"

"Enghh ahh ahh ahhh"

Merasa chanyeol akan mencapai orgasmenya baekhyun menggelengkan kepalanya kuat, ia tidak mau ini terjadi dirinya mencengkram bahu chanyeol kuat untuk memberhentikannya.

"Angghh ahh ahh chan-chanyeol tid-dakkhh ja-jangannhhh di ahhh dalam-"

"ARRRGGGHTTTT"

suaranya teredam oleh geraman chanyeol yang sudah mencapai pelapasannya. Baekhyun terisak dirinya terlambat saat merasakan sesuatu yang hangat didalam tubuhnya, merasakan bagaimana sperma chanyeol menyembur deras didalamnya. Baekhyun menutup matanya dalam menahan isak tangisnya, sambil melafalkan kata maaf untuk ibunya dalam hati.

tbc

Fyuhhhh 2k gengssss, btw Gua Up dah kalo soal nc wkwk maap kalo ga hotteu. Pikiran gua meliar abis ikut seminar kesehatan materi alat reproduksi gua malah keingetan chanbaek wah parahsih otak gua emg gaberes gegara chanbaek nih wksss.

Btw woyyyyyyyyyyyy teaser chanyeol beneran bangsadh sih udah gua nyerah ganteng paripurna banget sial !!!!! Tau banget ya daddy kelemahan soel itu jidat bangsadnya apalagi dia post foto yang itu!!!!! Bener-bener richard park mafia kejam bangsad. Berapakali hari ini gua ngmong bangsad -_-

Gua sengaja bikin POV nya sudut pandang ke tiga jadi seluruh isi ff ini pov nya author.