GyuMin407

Present

"Broken Angel"

Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan

Romance, Drama, Angst, School Life.

Enjoy^o^

.

.

.

Sungmin berjalan menuju loker nya santai, tak dipedulikannya tatapan sinis para siswa yang kini tertuju kepadanya. Memang, sejak insiden dengan Seohyun dua hari yang lalu kini Sungmin mendapat predikat buruk dari siswa-siswi disekolahnya. Tapi, Sungmin yang memang pada dasarnya tidak peduli pun hanya menganggap semua itu hanyalah angin lalu saja.

"Lagi?." Sungmin menghembuskan nafasnya lelah ketika sampai didepan lokernya yang seperti habis dibobol maling. Sungmin memutar bola matanya malas saat melihat lokernya kini penuh dengan sampah dedaunan. Sungmin mengambil secarik kertas yang berada diatas tumpukan sampah itu dan membukanya.

"Nona Lee yang terhormat, tolong jauhi Cho Kyuhyun kami!"

"Hah… Cho Kyuhyun kami? Menggelikan." Sungmin meremas kertas itu dan membuangnya ketempat sampah disampingnya, sejak kemarin Sungmin memang selalu mendapat surat aneh seperti itu ketika dia membuka lokernya yang sudah penuh dengan sampah.

Sungmin tau betul ini perbuatan siapa. Tentu saja ini kerjaan para fans Kyuhyun yang menurut Sungmin kurang kerjaan. Mereka menganggap Sungmin lah yang mendekati idola yang mereka elu-elukan itu.

Hey, siapa yang mendekati siapa?

"Surat ancaman lagi, eoh?" Sungmin beralih menatap Kibum yang kini sedang menyandarkan tubuhnya ditembok sebelah loker Sungmin. Sungmin hanya mengedikkan bahunya cuek dan mulai mengeluarkan sampah-sampah dedaunan dari lokernya dengan wajah kesal.

"Untung fans ku tidak semengerikan fans Kyuhyun, kau tidak mendapat terror kan dari fans ku?"

"Sejak kapan sifat narsis Cho Kyuhyun menular pada mu, Kim Kibum?"

Sungmin terkekeh melihat raut wajah Kibum yang tiba-tiba cemberut. Kibum tidak pernah suka disama-samakan dengan Kyuhyun. Sungmin menyimpulkan begitu karna Kibum yang selalu sensitive jika mendengar nama Cho Kyuhyun disebut.

"Kau, kenapa selalu berangkat dan pulang bersama dia sih?"

"Dia yang datang sendiri ke rumah."

"Kalau begitu mulai besok aku yang akan menjemput mu."

"Yaa.. Kenapa kau jadi bertingkah seperti anak kecil begini, sih? Lagi pula besok akhir pekan, sekolah libur."

Kibum menghembuskan nafasnya pelan lalu menggeleng, ia pun ikut membantu membersihkan loker gadis itu. Sungmin hanya mengedikkan bahunya dan melanjutkan kegiatannya membersihkan lokernya.

.

.

.

"Tolong bilang pada fans-fans mu itu untuk berhenti memasukan sampah ke loker ku." Sungmin meletakkan tas nya disamping meja dan mengeluarkan beberapa buku paket. Kyuhyun melirik kesamping sebentar dan memandang Sungmin bingung, sebenarnya gadis itu bicara pada siapa? Pikirnya.

"Kau bicara padaku?" tanya Kyuhyun. Sungmin memutar bola matanya malas dan mengangguk.

"Oh, Makanya kalau bertanya atau berbicara itu lihat orangnya, mana aku tau kau berbicara dengan ku jika kamu nya saja tidak melihat kearah ku." Kyuhyun melirik kearah Sungmin yang masih sibuk membaca buku paketnya. Gadis itu masih tampak asik membaca dan sepertinya tidak ingin menanggapi ucapan Kyuhyun tadi.

"Dan soal fans ku itu, lebih baik kau biarkan saja. Nanti mereka juga akan berhenti dengan sendirinya." Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi, dia melirik kearah Sungmin yang terlihat mengangguk. Itu cukup bagi Kyuhyun, setidaknya gadis itu mendengarkan ucapanya, kan.

.

.

.

"Yaa! Lee Sungmin, berhenti kau!." Sungmin menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

'Apa lagi ini?' batin Sungmin saat melihat sekelompok gadis itu berjalan menghampirinya, dan jangan lupakan sebuah ember berisi air yang dibawa salah satu dari mereka.

"Kami sudah memperingatkan mu, kan? Jauhi Cho Kyuhyun! Kau ini tidak tau malu sekali sih mendekati Kyuhyun begitu, kau pasti menggodanya, kan?" ucap salah satu dari mereka sambil memandang sinis kepada Sungmin.

"Siapa yang mendekati siapa? Harusnya kalian tanya pada idola kalian itu, kenapa dia terus-terusan menempel padaku seperti lintah!." Sungmin tersenyum sinis saat melihat wajah para gadis itu yang tercengang karna ucapannya.

"Kau…"

BYUURRRR

Sungmin melotot lalu mendengus kesal saat gadis yang membawa ember tadi menyiramnya dengan air yang dibawanya. Sungmin tidak tau air apa yang mereka gunakan itu, tapi Sungmin yakin air itu mereka ambil dari dalam toilet.

"Yaaa! Apa yang kalian lakukan, eoh?"

Wajah para gadis itu memucat saat suara bass itu terdengar, tanpa harus menoleh pun Sungmin tau suara siapa itu. Itu suara Kyuhyun. Sungmin menatap jengah para gadis didepannya yang kini memucat seperti habis melihat hantu, yaa.. Hantu tampan bernama Cho Kyuhyun.

"Aku diam karna aku fikir kalian hanya berani mengancam saja, ternyata kalian bertindak sampai sejauh ini. Apa ini yang kalian sebut sebagai fans?" Nada bicara Kyuhyun tidak meninggi sama sekali, malah terkesan datar. Tapi, entah kenapa semua gadis itu makin memucat setelah mendengarnya, bahkan Sungmin merasakan bulu kuduk nya kian merinding. Suaranya datar, tapi menakutkan.

"Harusnya kalian mendukung ku, bukankah itu definisi seorang fans? Kenapa kalian malah menghujat orang yang kusukai? Apa aku tidak berhak memiliki seseorang yang aku sukai?"

Sungmin melotot kala mendengar kata 'orang yang disukai' keluar dari mulut Kyuhyun tadi, apa maksudnya dengan orang yang disukai? Tiba-tiba jantung Sungmin berdetak lebih keras saat memikirkan maksud dari kata itu menurut pemikirannya sendiri.

"Bu-bukan begitu… Maafkan kami." Ucap salah satu gadis itu dengan kepala tertunduk kebawah, Sungmin sebenarnya kasihan melihat raut ketakutan gadis-gadis itu. Tapi dia juga kesal jika mengingat perlakukan mereka padanya tadi.

"Pergilah, kali ini aku memaafkan kalian. Tapi, jika kalian masih mengganggu Sungmin, aku tidak akan segan-segan memberi perhitungan pada kalian. Tidak peduli jika kalian adalah yeoja." Setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat penuh penekanan disetiap katanya itu, secara otomatis para gadis itu membubarkan diri dengan tergesa-gesa.

Sungmin tersentak saat wangi maskulin itu kini terasa dekat ditubuhnya dan kembali memenuhi rongga penciumannya, ia menoleh ke samping kanannya, dia terdiam saat melihat Kyuhyun kini tengah memakai kan jas sekolahnya kepundaknya.

"Tidak perlu.." Lirih Sungmin, entah kenapa kini dia merasa pita suaranya menghilang entah kemana. Kyuhyun tersenyum tipis dan kembali membenarkan letak jas nya dipundak Sungmin.

"Kau bisa kedinginan, tubuh mu basah kuyup. Aku minta maaf soal kejadian ini, aku tidak menyangka mereka akan senekat ini, sekali lagi maaf."

"Sudahlah lupakan saja, lebih baik kau mengantar ku pulang sekarang."

"Wahhh… Sekarang kau sudah berani memintaku mengantar mu pulang yaa, suatu kemajuan…"

"YA! Jangan terlalu percaya diri Cho Kyuhyun, aishh mereka memakai air apasih? Kenapa bau sekali!" Dumel Sungmin sambil berjalan menjauhi lorong sekolah yang sudah sepi itu, Kyuhyun terkekeh melihat tingkah gadis itu lalu berlari kecil menyusul Sungmin didepannya.

.

.

.

Sementara dibalik tembok tak jauh dari tempat Sungmin dan Kyuhyun tadi, seorang pemuda dengan kulit seputih salju yang ternyata adalah Kibum kini tengah memandang miris kedepan. Seharusnya dia yang menolong Sungmin tadi, tapi sayang, dia kedahuluan Kyuhyun. Dan sepertinya dia memang tertinggal satu langkah dari Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun itu…" Gumamnya sebelum akhirnya memilih berbalik dan pergi.

.

.

.

"Kenapa baju mu basah kuyup begini? Dan… Bau apa ini? Seperti bau toilet." Heechul menjepit hidungnya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya sambil menatap Sungmin heran, sedangkan yang ditatap lebih memilih untuk tidak menjawab dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

"Anak itu… Sebenarnya apa yang terjadi padanya, Kyu?" Heechul kini beralih menatap Kyuhyun didepannya.

"Ah… Akan aku jelaskan, Noona."

"Sebaiknya kita keruang tengah saja, Hyung mu ada disana." Kyuhyun mengangguk dan berjalan mengikuti langkah Heechul dibelakang.

.

.

.

"Oh.. Jadi begitu, fans mu mengerikan juga ya, Kyu." Heechul tertawa kecil. Kyuhyun sudah menceritakan semuanya pada Heechul, tapi respon Heechul benar-benar diluar perkiraan Kyuhyun. Tadinya dia fikir Heechul akan marah-marah dan mengamuk padanya, tapi ternyata wanita itu hanya tertawa mendengar ceritanya.

"Eonni, hentikan tawa mu yang menyebalkan itu." Kyuhyun sontak menoleh kearah tangga, dan saar itu juga dia merasa tubuhnya membeku melihat Sungmin yang kini sudah terlihat segar karna baru selesai mandi. Gadis itu terlihat sangat manis menurutnya saat sedang menggosokkan handuk ke surainya yang basah. Seketika Kyuhyun lupa bagaimana cara nya berkedip.

"Kyu, berkediplah." Tegur Heechul malas, Kyuhyun pun langsung tersenyum canggung dan mengelus tengkuknya salah tingkah. Sementara Sungmin kini sudah duduk tepat didepannya dan memandang Kyuhyun aneh.

"Kyu, aku mendapat laporan kalau selama ini kau tidak pernah datang ke tempat rehabilitasi, kenapa?" Hangeng menatap lurus adik sepupunya itu. Dia benar-benar tidak habis fikir dengan Kyuhyun. Kenapa dia tidak pernah datang ke tempat rehabilitasi, apa dia fikir rehabilitasi itu bukanlah sesuatu yang serius?

"Aku hanya tidak ingin." Jawab Kyuhyun singkat, Sungmin sedikit terkejut mendengar nada suara Kyuhyun yang terkesan dingin itu. Nada suaranya kali ini bahkan lebih menyeramkan dari nada suaranya tadi.

"Kyu, tapi kau…" Kyuhyun buru-buru menyela ucapan Hangeng dan beranjak berdiri sontak membuat semua orang disana terkejut melihatnya.

"Sudahlah, Hyung. Sudah tidak ada harapan lagi untuk ku. Aku pulang." Setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung beranjak pergi dengan langkah yang tergesa-gesa. Hangeng hanya bisa menghela nafas dan memijit pelipisnya dengan gerakan pelan, Heechul pun mengelus pundak Hangeng sayang, berniat menenangkan pria yang berstatus sebagai tunangannya itu.

Sementara itu, Sungmin hanya terdiam ditempatnya sambil berfikir keras. Dahinya mengerut dan bibirnya mengerucut, kebiasaan Sungmin jika sedang serius berfikir.

'Kenapa Kyuhyun harus ikut rehabilitasi? Dia tidak terlihat seperti seorang pecandu zat adiktif, lalu kenapa dia ikut rehabilitasi? Dan apa maksudnya dengan dia yang sudah tidak memiliki harapan? Sebenarnya dia itu kenapa?

Eh tunggu… Kenapa aku ingin tau? Itu bukan urusanku.' Sungmin menggelengkan kepalanya pelan dan berusaha untuk tidak memikirkannya lagi, itu bukan urusannya, dan itu berarti dia tidak boleh ikut campur. Lagi pula, peduli apa Sungmin dengan Kyuhyun?

.

.

.

Kyuhyun tersenyum puas melihat wajah cemberut Sungmin disampingnya, walau dengan 'sedikit' paksaan akhirnya Kyuhyun berhasil mengajak Sungmin keluar di akhir pekan ini, cuaca sedang cerah meski angin yang bertiup sedikit membuat tubuh menggigil mengingat Korea sedang memasuki musim gugur saat ini.

Sungmin menghela nafasnya pelan dan memandang lurus ke luar jendela, sekarang musim di Korea sedang memasuki awal musim gugur, musim yang tidak disukainya. Musim yang seharusnya tidak dia lewati di Negara ini, Negara yang menyimpan semua kenangan buruknya dimasa lalu. Negara yang menjadi sumber luka dihatinya sejak dulu.

"Chaa… Kita sampai." Sungmin menegakkan tubuhnya dan melihat ke sekitar, Kyuhyun sudah melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobil. Memutari bagian depan mobil nya dan membukakan pintu untuk Sungmin.

"Musim gugur dipinggir sungai Han itu yang terbaik, kau tidak akan bisa menemukan yang seperti ini di Jepang sana." Kyuhyun membawa Sungmin untuk duduk dipinggir Sungai Han yang terlihat ramai dengan orang-orang yang sedang asik menikmati akhir pekan di pinggir Sungai Han.

"Musim gugur tidak pernah baik, apalagi jika disini." Kyuhyun menoleh kearah Sungmin yang sedang menatap lurus kedepan, tatapan gadis itu kosong, tidak sedang menatap apa-apa, dia melamun.

"Sepertinya kau memang tidak pernah menyukai Korea, ya?"

"Ya, aku tidak pernah menyukai Korea, Musim gugur, dan Ayahku."

"Kenapa?"

"Negara ini terlalu banyak menyimpan luka bagiku, Musim gugur adalah musim dimana ibuku meninggal, dan Ayahku… Aku hanya tak menyukainya saja. Hey! Kenapa aku memberitahu mu?"

Sungmin mengutuki mulutnya yang bicara seenaknya saja, untuk apa dia memberitahukan hal itu pada Kyuhyun yang notabene nya adalah orang yang paling tidak dia sukai. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan beralih menatap kedepan.

"Apa salahnya berbagi, kita tidak hidup sendiri didunia ini. Kau tidak akan bisa hidup jika hanya mengandalkan dirimu sendiri."

"Tapi bukan berarti aku akan berbagi dengan mu. Ini terakhir kalinya aku 'berbagi' dengan mu."

"Kenapa?"

"Karna aku tak ingin."

"Hah?"

Sungmin berusaha menahan tawanya ketika melihat wajah bodoh Kyuhyun, dia sendiri juga heran. Kenapa dia bisa bicara selancar tadi soal ketiga hal itu pada pemuda ini.

'Mungkin aku hanya terbawa suasana' batin Sungmin mantap.

Kemudian keheningan pun menghampiri keduanya, setelah percakapan tadi baik Sungmin maupun Kyuhyun hanya terdiam, asik dengan dunia nya masing-masing. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Sungmin tanyakan pada pemuda itu, tapi dia sedikit ragu untuk menanyakannya.

"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu." Akhirnya rasa penasaran Sungmin mengalahkan egonya, dia benar-benar penasaran dan tak bisa menahan mulutnya untuk menanyakan soal rehabilitasi yang dibahas Hangeng kemarin.

"Apa?"

"Kenapa kau harus ikut rehabilitasi? Apa kau seorang pecandu narkoba?"

Sungmin memandang Kyuhyun takut-takut, tapi Sungmin malah mengeryitkan dahinya saat melihat Kyuhyun tersenyum-menyeringai kearahnya. Sungmin bahkan tidak sadar jika Kyuhyun tengah mencondongkan tubuhnya menghapus jarak diantara keduanya.

"Ma-mau a-apa kau? Yaa.. Menjauhlah!" Sungmin mendorong bahu Kyuhyun agar pemuda itu sedikit memberi jarak untuk keduanya, tapi dibandingkan tenaga Kyuhyun, tenaga Sungmin tidak ada apa-apanya. Sungmin makin panik saat wajahnya kini hanya berjarak sekitar satu centi dengan wajah Kyuhyun.

Ada sesuatu yang salah ditubuh Sungmin kala melihat wajah Kyuhyun dengan jarak sedekat ini, dia merasa ada sesuatu yang menggelitik di perutnya dan itu menghasilkan suatu energy panas yang menjalar keseluruh tubuhnya. Tubuh Sungmin pun seakan lumpuh mendadak, dia tidak bisa menggerakan tubuhnya sesuai dengan apa yang diperintahkan otaknya. Dan jangan lupakan kinerja jantung Sungmin yang kini berdetak diatas rata-rata kala dia melihat iris onyx itu dalam jarak yang sedekat ini.

"Lihat aku…." Sungmin makin bergetar saat Kyuhyun berbicara dengan suara pelan tepat disamping telinganya, susah payah dia meneguk salivanya sendiri kala mendengar suara yang lebih mirip bisikan itu.

"Apa… Wajah ku yang tampan ini tampak seperti seorang pecandu narkoba?"

Sungmin melotot setelah Kyuhyun menyelesaikan ucapannya dan menjauhkan tubuhnya dari Sungmin, kini jarak diantara keduanya sudah kembali normal.

'Dia hampir membuat tubuh ku lumpuh mendadak dan dia hanya ingin mengatakan hal tidak penting seperti itu? Orang ini… Aishh!' pikir Sungmin, dia tak henti-henti nya mengumpati Kyuhyun yang kini sedang tertawa terbahak-bahak didepannya.

"Haah… Maaf kan aku, aku hanya ingin menggoda mu tadi.. Aduh seharusnya aku memotret wajahmu tadi." ucap Kyuhyun disela-sela tawanya. Namun dia langsung menghentikan tawanya saat melihat Sungmin kini tengah menatapnya tajam. Kyuhyun pun berdehem sebentar dan kembali pada posisi normalnya.

"Soal rehabilitasi itu, bukan rehabilitasi seperti itu yang aku jalani."

"Lalu?"

"Hanya sesuatu yang tidak penting."

Sungmin baru akan menimpali saat mendengar ponselnya berbunyi dengan nama Heechul tercetak jelas dilayar nya. Ia pun bergegas mengangkat telefonnya.

"Aku sedang diluar, kenapa?"

"..."

"Dengan Kyuhyun, ada apa?"

"…"

"Aku tidak mau kerumah sakit!"

Kyuhyun agak tersentak saat mendengar suara Sungmin yang meninggi, namun dia tidak mau terlalu peduli dan kembali menatap kedepannya.

"Apa? Yunho Appa ada disana?"

"…"

"Baiklah aku akan kesana." Sungmin memutuskan sambungan telfonnya dan memasukan ponselnya kedalam tas tangannya.

Ia beralih menatap Kyuhyun dan sedikit menimang-nimang sebelum akhirnya memutuskan untuk meminta tolong Kyuhyun untuk mengantarnya kerumah sakit. Awalnya Kyuhyun agak bingung melihat raut wajah Sungmin ketika meminta nya untuk mengantar gadis itu ke rumah sakit.

Tapi akhirnya Kyuhyun pun mengangguk dan mereka pun bergegas meninggalkan Sungai Han yang kini terlihat semakin ramai dari saat mereka baru datang.

.

.

.

"Appa!" Sungmin langsung menghambur kepelukan Yunho begitu dia sampai didepan ruang inap Leeteuk. Yunho pun hanya tertawa kecil dan membalas pelukan Sungmin sambil mengelus punggung Sungmin sayang.

Yunho beralih menatap Kyuhyun yang tadi datang bersama Sungmin, Kyuhyun pun membungkukkan tubuhnya bermaksud memberi salam pada Yunho. Yunho pun membalasnya dengan senyuman ramah.

"Apa tadinya kau sedang ada kencan, Min? Ahh kencan kalian jadi terganggu, maafkan Appa, ne?"

Kyuhyun tersenyum kecil seakan membenarkan ucapan Yunho soal 'kencan yang terganggu', sedangkan Sungmin langsung mengangkat wajahnya dan memandang Yunho kesal, dan oh! Sungmin mengerucutkan bibirnya sekarang.

"Appa, dia itu menyebalkan, mana mungkin aku berkencan dengan orang yang menyebalkan seperti dia." Rajuk Sungmin.

Kyuhyun menganga melihat Sungmin yang sekarang ada didepannya yang kini sedang berada didalam pelukan ayahnya. Bahkan Kyuhyun benar-benar tidak mengenal Sungmin yang sekarang ada didepannya, Sungmin yang selalu memasang wajah datar dan dingin, Sungmin yang selalu ketus bahkan terkesan arogan kini merajuk dipelukan ayahnya. Kyuhyun benar-benar merasa seperti melihat sisi lain dari seorang Lee Sungmin.

"Hey, kau tidak boleh sekasar itu, Minnie Chagi. Appa kan sudah bilang kalau seorang gadis tidak boleh berbicara kasar atau ketus terhadap orang lain." Nasihat Yunho pada Sungmin yang dibalas anggukan oleh gadis itu.

'Oh, andai paman tau seperti apa sikap anak gadis paman ini jika disekolah, terutama kepada ku.' Batin Kyuhyun.

"Ah, hampir saja aku melupakan mu. Siapa nama mu, nak?"

"Ah.. Annyeonghaseyo Paman, nama saya Cho Kyuhyun."

"Oh, Cho Kyuhyun yang sering dibicarakan Hangeng, kah? Kenalkan, aku Jung Yunho. Appa kedua Anak ini." Yunho mencubit hidung Sungmin pelan, Sungmin merengut kesal pada ayahnya.

"Mana ada Appa kedua, Appa itu Ayahku satu-satunya." Ralat Sungmin.

Kyuhyun mengeryitkan dahinya bingung, kenapa Yunho mengatakan bahwa dia adalah Appa kedua Sungmin, memang Sungmin itu punya berapa Ayah? Pikir Kyuhyun sambil memandang interaksi Ayah dan anak didepannya.

"Ah anak ini, sudahlah lebih baik kita masuk, yang lain sudah ada didalam menunggu kita. Kyuhyun, didalam ada Hangeng kok, jangan sungkan ya." Ucap Yunho ramah, Kyuhyun benar-benar terkesan dengan sikap Yunho yang sangat ramah dan lembut. Berbeda sekali dengan ayahnya.

.

.

.

"Ah.. Sungmin datang dengan Kyuhyun ternyata." Kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan pria bertubuh tambun yang dia ketahui bernama Kangin. Sedangkan Sungmin tidak merespon sama sekali dan memilih untuk tetap bergelayut manja dilengan Yunho. Melihatnya Kyuhyun kini berfikir jika Sungmin mempunyai dua kepribadian yang bertolak belakang.

"Bagaimana keadaan mu, Leeteuk-ah?" Tanya Yunho ramah, Sungmin memandang sinis wanita paruh baya yang kini tengah memandangnya dengan tatapan sendu. Yunho yang tau Leeteuk memandangi Sungmin sejak tadi pun menyuruh Sungmin untuk memberi salam.

"Untuk apa aku memberi salam, Appa? Masih untung aku mau menjenguknya."

"Minnie-ah, jangan begini."

"Berani sekali kau berbicara seperti itu kepada ibumu."

Kyuhyun mengeryitkan dahinya saat Kangin mengatakan bahwa wanita paruh baya yang sedang terduduk lesu di tempat tidurnya itu adalah ibu Sungmin. Pikirannya melayang saat dia mengikuti Sungmin ke area pemakaman waktu itu, waktu itu bukankah Sungmin menyebut-nyebut Eomma didepan makam itu? Kyuhyun pusing sendiri memikirkannya.

'Lalu yang kemarin dikunjungi Sungmin, makam siapa?' batin Kyuhyun.

"Dia bukan ibuku, ibuku hanya ada satu dan dia sudah disurga sekarang."

Kyuhyun lagi-lagi tersentak, kini Sungmin sudah menjadi Sungmin yang biasanya, arogan. Apa dia bertindak semanis tadi hanya didepan Yunho saja?

'Astaga, Sungmin… Terlalu banyak kejutan yang aku dapat darimu hari ini' Pikir Kyuhyun. Dia sedang asik dengan pikirannya sendiri saat mendengar suara 'PLAK' yang cukup keras.

Dia terkejut, ah… Semua orang diruangan itu terkejut saat melihat Sungmin kini memeganggi pipi kanannya yang terlihat memerah dan membentuk seperti sebuah cetakan tangan besar. Kyuhyun menatap Kangin yang sedang mengatur nafasnya dan beralih kearah Sungmin yang sedang menatap Kangin tajam.

"Kau… Puas?" Sungmin mendekati Leeteuk yang terdiam ditempatnya. Sungmin tertawa sinis melihat Leeteuk yang memandangnya iba.

"Kau puas? Bahkan sekarang ayah kandung ku menamparku demi membela mu, KAU PUAS?!" Leeteuk tersentak saat Sungmin membentaknya, belum sempat dia berbicara Sungmin sudah berlari tergesa-gesa keluar ruangan. Leeteuk menundukan kepalanya dan setetes air mata pun keluar dari sudut matanya.

"Kau tidak perlu sampai memukulnya Kangin-ah!"

"Kenapa? Dia sudah keterlaluan. Apa aku tidak boleh memberi sedikit pelajaran untuk anak kandungku yang pembangkang itu? Kau terlalu memanjakannya Yunho-ah"

"Tapi tidak perlu sampai memukul! Itu hanya akan membuatnya semakin membencimu!"

Heechul dan Hangeng diam saat kedua pria paruh baya itu saling beradu mulut, mereka juga bingung harus bagaimana jika situasi nya sedang sensitive begini. Sedangkan Leeteuk kini tengah menangis dalam diam ditempatnya.

"Biar aku yang berbicara dengan Sungmin, permisi." Kyuhyun buru-buru pamit untuk mencari Sungmin dan tidak memperdulikan Yunho dan Kangin yang sedang beradu pendapat. Sedikit demi sedikit Kyuhyun dapat memahami seperti apa permasalahan Sungmin. Dan dia yakin Sungmin sekarang sedang menangis sendirian disuatu tempat, dan Kyuhyun harus segera menemukan gadis itu.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

Akhirnyaa selesai juga chapter 4 yang makin abal ini hihihihi :")

Lagi-lagi saya mengucapkan banyak terima kasih buat para reader yang kemarin udah review dan allhamdullilah berkat suntikan semangat kalian author kembali mendapatkan inspirasi author yang kemarin sempat hilang(?) *okesip abaikan*

Buat masa lalu Minnie Chagi mungkin akan dijelaskan di chapter selanjutnya secara berkala hehe, sekarang author lebih mementingkan moment antara Kyunnie dan Minnie hehe *ditimpuk sandal*._.v

BIG THANKS TO : Is0live89, kyuminnnnnn, chaerashin, InnaSMI137, ndah957231, SNSA, Miss Key, ChoLee, Guest, kyuminchiyunjae, lilin sarang kyumin, hyunhee98, Tiffy Minnie, newclearam.

Dan semua reader yang review atau pun silent readers…. Tapi, buat para silent reader, yaaa akan lebih baik jika kalian menunjukan jati diri kalian(?)

Tetep review yaaa supaya kisah ini akan terus berlanjut sampai KyuMin menemukan kebahagiaannya:")

Salam

GyuMin407