TRUST MY LOVE

"NAE SARANG EUL-MIDYEO"

Present

Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/

Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/

Rated : T to M

Genre : Romance, Friendship

Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring

Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!

~Don't Like Don't read~


Annyeoongg~! ^^

Hye dataaanng *tenteng FF* hye datang kilat kan? Hahaha

Untuk sementara FF ini belum akan Hye naikkan rated nya yaa.. Bersabarlah.. #ditimpukinReader

Ne, Silahkan jika masih ada yang ingin menikmati cerita ini… *kasih FF*

Yesungdah….

Enjoy Reading~!


TMŁ

Sesak dan Sakit…

Hanya 2 kata yang teramat simple itulah yang menggambarkan perasaan namja imut yang tengah berlari melewati lorong panjang sebuah gedung. Ia berlari keluar dan melewati jalan ramai Seoul di siang hari ini. Namja berambut blonde itu harus berlari sambil meneteskan air matanya. Seorang Lee Sungmin yang kuat dan tegar itu telah hilang. Hanya ada Sungmin yang lemah dan hanya bisa menangis saat ini. Fikirannya kacau, ia tak mampu memikirkan apapun saat ini.

Sungmin terus berlari tanpa mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnnya. Dadanya terasa sangat sesak. Belum cukupkah seorang Cho Kyuhyun harus bermesraan dengan yeoja itu di depan mata Sungmin? Dan sekarang… ia juga harus mengetahui fakta bahwa yeoja itu justru memilikki perasaan bahkan scence yang Sungmin anggap adalah fake itu nyata sekarang.

"Kyu~" isak Sungmin di tengah larinya.

BRAAAKK

Karena terlalu asyik dengan larinya, Sungmin pun tidak menyadari saat seorang namja keluar dari sebuah restoran dan akhirnya mereka bertabrakan. Untung tabrakan itu tidak terlalu keras sehingga keduanya hanya mundur beberapa langkah.

"gwenchana?" Tanya namja itu dengan wajah cemas saat melihat Sungmin yang tengah menangis tersebut.

"Jeosonghamnida.. Jeosonghamnida…" Ucap Sungmin berulang kali sambil membungkukkan tubuhnya di depan namja itu. Setelah itu, Sungmin kembali melanjutkan larinya tanpa mempedulikan panggilan dari namja yang ia tabrak tadi.

"Hei.. itu.. Ming?" gumam namja yang bertabrakan dengan Sungmin tadi.

TMŁ

Lelah…

Setelah berlari cukup jauh akhirnya Sungmin menghentikan larinya di sebuah taman bunga yang sangat indah, taman yang sering ia kunjungi dengan Kyuhyun.. dulu….

Ia melangkahkan kakinya memasuki kawasan taman tersebut dengan langkah gontai. Ia berharap dengan berlari tadi ia dapat membuang semua beban yang ada, namun ia salah , ia semakin lelah dan lemas sekarang.

"Kyu…" gumam Sungmin lagi saat ia telah sampai di sebuah gazebo kecil berwarna putih dengan beberapa tumbuhan merambat yang menjadikan gazebo tersebut menjadi cantik. Tempat ini, salah satu tempat favorite Sungmin dan Kyuhyun. Sudah lama sekali ia tak datang kemari semenjak Ia dan Kyuhyun terlalu sibuk dengan dunia masing-masing.

Sungmin berjongkok di depan gazebo itu. Menundukan wajahnya menatap tanah yang kering, lalu membasahinya dengan air mata yang tak bisa ia tahan ini. Isakan pelan berubah menjadi keras. Sungmin pun berteriak, sambil memegangi dadanya yang masih berdenyut perih. Bulir-bulir air mata terus jatuh dari mata indahnya.

Ia kesal, sakit, dan marah. Tapi semua kata itu menghilang saat sebuah perasaan takut yang besar lebih mendominasi. Ia takut kehilangan sosok seorang bocah yang telah menemaninya selama 4 tahun itu. Ia takut kehilangan sosok yang telah mengikat seluruh hatinya itu.

"Uljima…"

Tangisan Sungmin mereda saat seorang namja datang dan langsung merengkuh tubuh mungil Sungmin dalam pelukan hangatnya lalu membisikkan kata itu tepat di samping telinga Sungmin,

"Uljima Ming.." ucap namja itu lagi sambil mengelus surai blonde sungmin dan mengelus lembut punggung Sungmin untuk menenangkannya.

Mendengar nama panggilan itu, Sungmin membelalakan matanya., Panggilan khas yang selalu di ucapkan seseorang, Suara yang juga sangat ia kenal. Suara seorang namja yang juga pernah mengisi tempat di hatinya dulu.

"Jungmo-ah.." Ucap Sungmin di dalam isakannya.

"ne, Uljima…" seseorang yang di panggil Jungmo tersebut semakin mengeratkan pelukannya.

"Jungiie..hiks.."

Menerima pelukan itu, entah mengapa tangisan Sungmin kembali pecah. Hal itu mengingatkannya pada sosok seorang Cho Kyuhyun yang selalu memeluk tubuhnya disaat ia menangis dan selalu mengucapkan kata-kata yang menenangkan. Ia menginginkan sosok itu sekarang, tapi yang di hadapannya ini bukan Kyuhyun. Mendengar isakan Sungmin yang semakin menjadi, Jungmo hanya bisa mengelus lembut rambut blonde Sungmin terus-menerus, membiarkan namja imut ini menangis dalam dekapannya, mengeluarkan semua perasaan sedihnya.

Tanpa mereka sadari, ada sosok yang tengah berdiri mematung di dekat mereka. Tubuhnya kaku saat menyaksikan seorang Sungmin menangis dashyat di pelukan seorang Jungmo. Ya, seperti biasanya, Kyuhyun selalu mengikuti namjachingu nya yang imut itu. Saat ia sudah tak mampu melihat Sungmin menangis, ia berniat menghampiri sosok imut itu. Namun telat, baru beberapa langkah dari persembunyiannya, munculah sosok namja lain yang telah memeluk namjachingunya itu terlebih dahulu. Namja yang sangat ia kenal dan menjadi rivalnya sewaktu di SHS. Kyuhyun hanya bisa mengepalkan kedua telapak tangannya. Ia ingin langsung melepaskan pelukan itu namun mengingat kondisi Sungmin sekarang, ia hanya bisa berdiri mematung di tempatnya ini.

"Shit.." Umpat Kyuhyun, kemudian membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi.

TMŁ

Terlihat 2 namja tengah asyik duduk di sebuah coffe shop. Mereka sedang menikmati alunan lagu klasik yang tengah di nyanyikan oleh sekelompok band di tengah panggung itu, di temani 2 coffe yang sangat lezat.

"Ming…" Panggil Jungmo sambil menatap namja imut yang duduk di hadapannya ini.

"eum?" gumam Sungmin sambil memainkan capucino floatnya.

"Kau benar-benar tak apa-apa? Jika ada masalah kau bisa menceritakannya padaku. Menyimpan sendiri justru akan menambah rasa sakitmu.." ucap Jungmo panjang lebar. Entah sudah berapa kali ia menanyakan hal ini pada Sungmin mulai dari tiba di coffe shop ini, namun namja imut di depannya itu hanya menggelengkan kepalanya. Jungmo sangat tau seorang Lee Sungmin lebih senang menyimpan suatu perasaannya sendiri agar tidak membuat orang lain khawatir pada dirinya, dan inilah yang justru membuat Jungmo juga yang lainnya menjadi khawatir pada diri Sungmin.

Sungmin tertawa kecil mendengar pertanyaan yang terus keluar dari mulut Jungmo. Walau tawa di paksakan itu sudah membuat namja imut ini semakin terlihat manis dan cantik.

"Yak! Apa yang lucu.. Aish.." decak kesal Jungmo

"Kau tidak berubah sedikitpun Jungie.." ucap Sungmin di tengah tawa kecilnya itu.

"Ne, kau juga tak berubah. Masih keras kepala dan tertutup. Aku benci itu." Ujar Jungmo kesal, Sungmin hanya bisa tersenyum kecil saat sifat buruknya di bongkar.

"Ne, mungkin.." Sungmin hanya berucap singkat lalu mulai meminum kembali capucino floatnya. Jungmo masih setia memandangi wajah imut yang sangat ia rindukan itu.

"Sejak kapan kau kembali ke Korea?" Tanya Sungmin kemudian. Ya, seorang Jungmo melanjutkan kuliahnya di Amerika saat menyelesaikan SHSnya.

"Sudah lama.. sekitar 4 bulan yang lalu. Aku bisa lulus cepat dengan otak jenius ku ini." Bangga Jungmo pada dirinya sendiri membuat Sungmin kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

" dan selama 4 bulan itu aku sudah mencarimu kemana-mana Ming. Kau sudah pindah dari Apartemen mu yang dulu" Ucap Jungmo lagi dengan nada seriusnya.

"Jinja? Ada apa mencariku?" Tanya Sungmin santai sambil mengaduk-aduk floatnya.

"tentu saja aku…" Jungmo menggantung kata-katanya membuat Sungmin mengernyit bingung sambil memiringkan wajahnya lalu menatap manic hitam Jungmo yang tengah menatapnya lembut.

"Tentu saja aku merindukanmu pabboya Ming.." Ucap Jungmo dengan senyuman lembutnya sambil mencubit sayang pipi mulus Sungmin.

"Yak! Appo…" Pekik Sungmin sambil mengelus pipi putihnya yang berubah menjadi merah muda karena di cubit gemas itu.

"Neomu bogoshippo Ming…" Jungmo tersenyum lalu mengenggam tangan kiri Sungmin.

Sungmin yang tidak nyaman, melepaskan genggaman tangan Jungmo, lalu mengalihkan pandangannya kembali pada gelas Float yang tersisa setengah itu.

"Ming…" panggil Jungmo lagi yang di jawab dengan gumaman dari Sungmin.

"Apa aku benar-benar tak bisa masuk lagi ke hatimu?" Tanya Jungmo serius membuat Sungmin harus menghela nafas malas. Selalu seperti ini, Jungmo memang belum merelakan hubungan mereka, ia masih sangat menyayangi Sungmin. Mencintai namja imut yang telah merubah hidupnya menjadi lebih baik itu.

"Jungie, jangan membicarakan hal itu lagi. Itu sudah terlalu lama." Ucap Sungmin

"Wae? Kau masih sangat terukir di sini Ming.." Jungmo menunjuk dada nya sendiri. Sungmin hanya terdiam.

"Kau masih bersama bocah itu?" Tanya Jungmo sambil tertawa getir. Sungmin hanya bisa menganggukan kepalanya. Melihat itu Jungmo hanya bisa menghela nafas pasrah.

Hening.. Setelah perkataan Jungmo, keadaan mulai canggung dan mereka tenggelam dalam fikirannya sendiri. Hingga suara ponsel Jungmo menginterupsi fikiran mereka. Jungmo menerima sebuah panggilan di smartphone nya. Sungmin masih meminum dan memainkan floatnya.

"Aku harus pergi" Ucap Jungmo setelah memutuskan sambungan di telfonnya itu.

"Ne, Gomawo untuk yang tadi.." Sungmin tersenyum dengan tulus, setidaknya ia tak menangis sendirian saat di taman itu.

"Boleh pinjam ponselmu?" Tanya Jungmo. Sungmin mengernyit bingung lalu menyerahkan smartphone nya. Jungmo mendial beberapa nomor dalam ponsel Sungmin. Lalu ia berdiri mendekati tempat duduk Sungmin.

"Hubungi aku jika kau membutuhkan teman untuk berbagi, Jangan pernah menyimpan semua hal sendiri. Arrasso?" Ucap Jungmo penuh perhatian. Sungmin hanya tersenyum lalu bangkit dari duduknya hendak memberi salam perpisahan, namun belum sempurna ia bangkit dari duduknya, Jungmo telah memeluknya, menenggelamkan wajahnya pada curuk leher Sungmin, menghirup aroma cheery yang menguar dari tubuh Sungmin,.

"Jungmo-ah…" gumam Sungmin pelan

"Neomu bogoshipo Ming…" Ucap Jungmo lirih dan semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin Sungmin pergi dari dirinya.

"Bocah itu… Kalau dia yang membuatmu menangis seperti tadi, aku tidak akan memaafkannya." Ucap Jungmo lagi membuat Sungmin mulai membeku.

"Jika ia sampai menyakiti mu, aku akan merebutmu kembali seperti dia merebutmu dariku." Lanjut Jungmo dengan nada tajam dan serius. Sungmin hanya bisa menelan ludahnya sulit.

"Saranghae.. Saranghae Ming…" bisik Jungmo tepat di samping telinga Sungmin, kemudian mengecup singkat pucuk kepala Sungmin. Setelah itu, Jungmo pun melangkahkan kakinya meninggalkan Coffe shop ini.

Sungmin yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, hanya menjatuhkan dirinya kembali terduduk. Hatinya mulai sakit, atau mungkin,.. Takut…

'Oh Tuhan, apa lagi sekarang?' batin Sungmin

TMŁ

Seorang namja cantik tengah memperhatikan seorang namja yang sejak tadi uring-uringan tak jelas. Waiting Room yang seharusnya hening dan di gunakan untuk tempat menunggu menjadi ramai hanya karena 1 orang yang terus berceloteh kesal.

Ya, seorang Heechul tengah memperhatikan artis yang ia asuh sambil terus menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak? Sejak tadi sang artis terus mengumpat berbagai kata yang tak jelas. Belum lagi PSP yang di pegang sang artis harus mengeluarkan suara teriak kesakitan (?) karena di mainkan dengan sangat kasar itu. Siapa lagi jika bukan idol kita Cho Kyuhyun.

Sejak sampai di waiting room ini, Kyuhyun terus mengumpat kesal karena pemandangan yang mengiritasi matanya tadi. Dan sekarang ia tengah melampiaskan semua kekesalannya pada sang PSP putih yang di selalu menemaninya kemana pun ia pergi.

"Aish.. Kenapa PSP ini benar-benar pabbo.. Kenapa kalah mulu?" PekikKyuhyun.

"Yak Hyung! Jangan menatapku seperti itu,. Aku jadi kalah gara-gara kau!" Teriak Kyuhyun lagi sambil melemparkan PSP nya di meja dengan kasar dan ia menidurkan tubuhnya di sofa panjang, memejamkan matanya.

"Sudah selesai marahnya?" ucap Heechul malas. Kyuhyun hanya melirik Heechul kesal dengan ekor matanya

"Haah., sebenarnya kau ini kenapa?" Tanya Heechul berusaha menahan amarahnya sejak tadi. Diam.. Kyuhyun tak menanggapi pertanyaan Heechul dan membuat namja cantik itu menghela nafas pasrah.

"Orang itu muncul hyung." Kyuhyun akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Nugu? Sejak tadi kau mengucapkan orang itu dan orang itu. Kau membuatku bingung" Ucap Heechul kesal.

"Jungmo.." ucap Kyuhyun lirih.

"Jungmo? Nuguya?" Heechul mengernyit bingung mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang, Lalu mulai merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Heechul

"Mantan namjachingu Minnie saat aku belum masuk SHS.. Aku sudah senang ia pergi tapi entah mengapa tadi ia muncul begitu saja di depan Sungmin dan memeluknya." Kyuhyun memulai ceritanya. Heechul hanya terdiam membiarkan sang artis meluapkan semua nya terlebih dahulu.

"Ia satu angkatan dengan Minnie, hubungan mereka kurang lebih 2 tahun." Kyuhyun menceritakan itu sambil menatap meja di depannya dengan tatapan murung

"Lalu? Kau cemburu eoh? Itu sudah lampau pabbo-ya" Heechul mulai membuka suaranya saat Kyuhyun mulai terdiam lagi.

" Tapi aku yakin Jungmo masih menyimpan perasaan pada Minnie. Dulu, ia sangat protektif pada Sungmin. Dan ia sangat marah saat Sungmin meminta untuk mengakhiri hubungan mereka dan memulai hubungan bersamaku Hyung.. " Jelas Kyuhyun panjang lebar

"Tapi sekarang Sungmin sudah bersama mu, apa lagi masalahnya? apa kau tidak mempercayainya huh?" Ucap Heechul kesal

"Tentu saja aku percaya.. aku.. hanya takut…" ucap Kyuhyun lirih masih menatap kosong kearah meja. Heechul terdiam, ia tak tau harus berbicara apa lagi.

"Hyung, sepertinya aku tidak ingin melanjutkan permainan ini. Aku takut Jungmo memanfaatkan situasi ini untuk merebut Bunny Min.." ucap Kyuhyun seraya merengek di depan Heechul

Pletak

Note kecil yang sedaritadi di pegang Heechul melayang begitu saja dan sukses mendarat di kepala Kyuhyun.

"Yak Hyung! Appo!" teriak Kyuhyun sambil meringis kesakitan.

"Pabbonika! Untuk apa kau memulai sesuatu tapi akan menyerah sebelum mencapai target huh? Lebih baik kau tidak memainkan nya sejak awal!" Bentak Heechul kesal. Heechul paling tidak suka dengan sifat gegabah dan tidak sabaran dari seorang Kyuhyun .

"Tapi hyung, kalau acting ini terus berlanjut, aku tidak bisa menjauhkan Minnie dari ular phyton jelek itu, dia bisa terus menempel pada nae Bunny,…" Rengek Kyuhyun lagi.

"Aish.. terserah kau saja lah.. Tapi jangan pernah meminta bantuanku lagi! Percuma saja aku membantu mu mengurus semua nya." Ucap Heechul dengan sangat kesal. Kyuhyun kembali terdiam.

"Percayalah pada Sungmin. Kau tau? Rasa cinta Sungmin pada bocah seperti mu jauh lebih besar dari yang kau sendiri bayangkan. Tanyakan pada hatimu, kau mau melanjutkannya atau tidak." Ucap Heechul lagi dengan nada melembut.

"Ne Hyung.." balas Kyuhyun lirih

"Kajja, siap-siap.. 10 menit lagi kau tampil.." Ucap Heechul mulai bangkit dari duduknya dan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam dengan berbagai fikiran yang berputar dalam otaknya.

TMŁ

"Aiiisshh…." Teriak frustasi namja imut kita ini. Sungmin berteriak kesal pada dirinya sendiri. Sudah 3 jam ia berada didepan layar laptopnya namun tak ada satu kata pun yang bisa ia tuliskan di word nya. Sungmin mengacak rambutnya kesal. Tenggat waktu untuk chapter terbarunya tinggal 2 hari lagi, sedangkan ia belum menghasilkan 1 lembar karya pun.

"Omoo.. apa yang harus ku tulis? Appa Ummaaa… Othoke?" Teriaknya lagi sambil meletakan wajahnya pasrah di meja kerjanya. Tak ada satu cerita pun yang berkeliaran dalam otaknya, tak ada perasaan yang cocok untuk ia tuliskan sebagai lanjutan novelnya itu saat ini. Sungmin hanya terdiam sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

"kalian berdua membuatku pusing.." gumam Sungmin. Ya, 2 namja yang membuat mood nya buruk dan hatinya bergejolak hari ini.

"Terutama kau tuan Cho.. Aku benar-benar akan membunuhmu jika editor memarahiku nanti.." Gumam Sungmin lagi sambil menggembungkan pipinya, dan menunjuk-nunjuk figura foto yang ada di meja tersebut.

Kriiieett

Pintu ruang kerja Sungmin terbuka, Sungmin berniat menoleh kearah pintu.

"Hyuuuunnnggg~!" Suara tinggi nan memekik sudah mencapai pendengaran Sungmin sebelum ia sempat menoleh, belum lagi pelukan dari belakang yang sangat erat membuatnya sedikit sesak.

"Aissh! Wookie! Lepaskan.. Kau membuatku sesak.." Bentak Sungmin sambil berusaha melepaskan pelukan sang dongsaeng. Ryeowook melepaskan pelukannya, Sungmin menoleh dan mendapati seorang Ryeowook yang sedang tertawa senang.

"Minniee Hyunng.." Belum ada 1 menit Ryeowook melepaskan pelukannya, ia kembali memeluk Sungmin. Sungmin pun hanya pasrah tak berniat menolaknya lagi

"Wae? Kau sedang senang sekali eoh?" Tanya Sungmin sambil mengelus lembut rambut dark brown Ryeowook.

"Ne, Hyung… Aku senang sekali… " Jawab Ryeowook sambil tertawa dalam pelukannya, mendengar itupun Sungmin ikut tersenyum senang.

Setelah puas memeluk Hyung nya ini, Ryeowook pun melepaskan pelukannya dan menunjukan tawa senangnya.

"Apa yang membuatmu sesenang ini eum? Sudah lama kau tidak bercerita padaku wooki-ah.." Ucap Sungmin sambil memberikan senyuman manis yang paling di sukai Ryeowook.

Ryeowook pun mengambil sebuah kursi dan duduk di hadapan Sungmin.

"Anii Hyung… Aku hanya senang karena…" Ryeowook menggantung ucapannya membuat Sungmin mengernyit bingung.

"Karena aku menemukan seseorang yang sudah mengambil hati ku hyung.." Lanjut Ryeowook dengan muka tersipu malu

"Mwo? Jinja?" Tanya Sungmin sambil tertawa senang. Namdongsaeng yang selalu malas mengikat dirinya dalam suatu hubungan sekarang bisa membuka hatiya, itu membuat Sungmin senang,

"Ne hyung.." Jawab Ryeowook sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Nuguya? Yeoja atau Namja?" Tanya Sungmin sambil mengelus rambut Ryeowook.

"eum.. namja hyung… " jawab Ryeowook malu-malu.

"Nuguya?" Tanya Sungmin lagi karena Ryeowook masih belum memberikan idenditas dari namja yang bisa mengambil hatinya. Setidaknya Sungmin ingin tahu, jika namja itu tidak baik ia bisa menghajarnya nanti.

"Itu.. Kim.. JongWoon…" ucap Ryeowook lirih namun masih bisa terdengar oleh Sungmin. Awalnya Sungmin hanya mengangguk mendengar nama itu, namun ia berfikir sepertinya nama itu tidak asing.

"JongWoon?" Tanya Sungmin memastikan, Ryeowook pun hanya mengangguk mantap. Sungmin masih berfikir dimana ia pernah mendengar nama itu.

"MWO? Yesungie Hyung?" Pekik Sungmin kaget saat ia mengingat dimana ia pernah mendengar nama itu.

"Eh? Minnie Hyung kenal yesung hyung?" Ryeowook justru balik bertanya.

"A-ah itu, Kyuhyun yang mengenalkannya padaku saat aku mengunjunginya di Music Bank waktu itu.. Darimana kau mengenalnya Wookie?" Jelas Sungmin

"Mwo? Jinja Hyung?" Bukannya menjawab Ryeowook justru berteriak. Ia sama sekali tak tau Yesung mengenal Kyuhyun bahkan Sungmin.

"Ne.." Sungmin hanya menganggukan kepalanya

"Kenapa Yesung Hyung tidak bilang kalau ia mengenalmu Hyung? Padahal aku sudah sering menceritakanmu padanya.." Cerita Ryeowook dengan pipi menggembung kesal.

"Yak! Jangan seperti itu, mungkin ia lupa padaku.." Ucap Sungmin sambil mencubit sayang pipi Ryeowook.

"Menyebalkan.." ucap Ryeowook lagi.

"Sudahlah.., tak usah membahas itu, ne? Yang penting aku tau kalau Yesung Hyung tidak mungkin menyakiti mu wookie, dia orang yang baik.." ucap Sungmin sambil tersenyum manis.

"Jinjaro?" Tanya Ryeowook memastikan. Sungmin hanya mengangguk mantap dan itu membuat Ryeowook tertawa senang.

"Gomawo Hyung…"Ucap Ryeowook lagi sambil memeluk Sungmin.

"Chukae ne…" Sungmin membalas pelukan Ryeowook

"Apa hyung sudah makan?" Tanya Ryeowook lagi, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya.

"Aish, kenapa belum? Aku masakan ya? Aku tidak mau Hyung sakit lagi,…" Ryeowook pun berdiri dan mulai melangkah kan kakinya menuju dapur tanpa menunggu jawaban Sungmin.

Sungmin hanya tersenyum memandang bayangan Ryeowook yang telah hilang dari ruang kerja nya ini. Kembali ia mengalihkan pandangannya pada layar laptop miliknya. Mungkin ia bisa menuliskan sedikit tentang kisah Ryeowook saat ini, karena hanya itulah yang membuatnya senang saat ini.

Namun tatapan Sungmin sempat terpaku pada layar ponselnya. Ia mengambil ponsel tersebut.

"Pabbo-ya, Apa kau sangat sibuk dengan yeoja-yeoja itu?" guman Sungmin pada layar ponselnya tersebut. Ia pun kembali meletakkan ponsel itu dengan kasar lalu mulai menarikan jarinya di keyboard putih itu.

TMŁ

"Oke, Cho Kyuhyun, kenapa kau justru melangkahkan kakimu kemari.. haahh.." Kyuhyun bergumam sambil terus menatap pintu sebuah Apartemen yang tertutup. Ia menghela nafas panjang, ia bisa saja langsung membuka pintu itu lalu menerjang masuk, mencari sosok yang ia cari dan memeluknya dengan erat.

Kyuhyun tengah berada tepat di depan Apartemen Sungmin. Siang ini Ia tak memiliki jadwal apa pun dan salahkan kaki dan hatinya yang membawanya sampai di tempat ini walaupun ia sudah berusaha menolaknya.

"Aiisshh…" decak Kyuhyun kesal. Dengan langkah berat ia pun membalikkan badannya berniat meninggalkan tempat ini, namun baru beberapa langkah ia berhenti dan berdiri mematung di tempat. Ia melihat sosok yang ia cari sedang berjalan didepan sana, mengarah kemari. Bukan itu yang membuatnya shock, tapi sosok imut yang ia cari tidaklah sendiri. Ia bersama seorang namja manly dengan rambut lurus hitamnya. Ya, Sungmin berjalan bersama Jungmo.

'mimpi apa aku semalam?' batin Kyuhyun kesal.

"Kyu~" ucap Sungmin kaget saat Kyuhyun berdiri di depan pintu Apartemennya. Kyuhyun hanya terdiam menatap tajam kearah Jungmo yang juga sedang menatapnya dengan dingin. Sungmin yang menyadari keadaan yang mulai memanas ini, langsung berjalan mendekati Kyuhyun. Ia sangat tau kalau saat ini Kyuhyun pasti sedang shock dan marah melihatnya bersama Jungmo, Kyuhyun itu sangat cemburuan.

"Kyu.. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sungmin manis sambil menepuk pipi putih pucat Kyuhyun. Kyuhyun yang sedaritadi menatap tajam Jungmo pun mengalihkan tatapan matanya ke wajah imut di depannya ini, wajah yang sedang khawatir dan seakan meyakinkan tidak ada yang terjadi.

"Lama tak bertemu Cho Kyuhyun.." Ucap Jungmo dingin. Mendengar itu Kyuhyun hanya menyeringai.

"Kyu.. aku hanya bertemu Jungmo di jalan saat pulang menemui Teuki Hyung, lalu Jungmo ingin tahu apartemenku jadi aku mengajaknya kemari.." Jelas Sungmin saat tatapan Kyuhyun kembali padanya seakan meminta penjelasan. Kyuhyun masih tetap terdiam seribu bahasa setelah mendengar penjelasan Sungmin. Oke, saat ini Sungmin benar-benar takut bocah cemburuan ini marah padanya, belum selesai masalah mereka yang kemarin di tambah hari ini, itu semua membuat kepala sungmin ingin meledak saat ini juga.

"Kyu.. A-mpphht.." Sungmin hendak menjelaskan kembali, namun bibirnya telah terkunci sempurna oleh bibir tebal Kyuhyun. Sebenarnya ini hanya sebagai kekesalan Kyuhyun namun Kyuhyun justru terjatuh dalam ciuman itu sendiri. Semua rasa kesalnya hilang, saat Sungmin menerima ciuman itu bahkan membalasnya. Kyuhyun mulai melumat dan menghisap bibir Sungmin, tangannya melingkar sempurna di pinggang Sungmin, memeluknya dengan sangat protektif. Kyuhyun menyeringai dalam ciumannya saat menyadari Jungmo hanya memalingkan wajahnya sambil berdecak kesal melihat itu. Biarlah ini menjadi bukti dan tanda bahwa seorang Lee Sungmin hanya milik Cho Kyuhyun seorang saat ini dan selamanya.

Sungmin pun hanya menikmati setiap lumatan dari Kyuhyun, jujur ia sangat merindukan bibir itu. Namun sedetik kemudian ia memukul pelan dada bidang Kyuhyun agar melepaskan ciuman protektif tersebut saat menyadari mereka tidak sedang berdua saat ini. Kyuhyun pun melepaskan ciumannya, namun ia masih belum puas memamerkan kemesraan mereka di depan ular phyton itu.

"Bogoshippo nae BunnyMin…" ucap Kyuhyun sedikit keras sambil menjilat bibir bawah Sungmin, membuat Sungmin tergeli dan menutup matanya. Kyuhyun pun menarik Sungmin ke sampingnya dengan tangan masih setia melingkar di pinggang Sungmin.

"A-ah, Jungmo Hyung, mianhae.. Aku sampai lupa kau masih berada disini, ku kira kau sudah pergi." Cibir Kyuhyun seakan mengusir Jungmo dengan cara halus. Jungmo yang mendapat sambutan 'hangat' dari Kyuhyun pun hanya tertawa meremehkan. Ia masih berusaha menahan amarahnya walau tangannya telah mengepal sempurna.

"Haha, Ne, aku masih ingin bermain bersama Ming. Kenapa artis terkenal sepertimu bisa bebas berkeliaran disini?" Ledek Jungmo.

"Ah tentu saja untuk menemui BunnyMin ku Hyung…" Ucap kyuhyun dengan penekanan di 'BunyMin ku' itu sambil mengecup pipi Sungmin dan lagi-lagi Jungmo hanya bisa tertawa getir.

Sungmin yang mendengar dua bocah yang sedang bertengkar secara halus pun hanya bisa mengehela nafas panjang.

"Jungie., sebaiknya kau pulang saja sekarang ne? Aku mohon.." Ucap Sungmin sambil menatap dengan mata bunny nya pada Jungmo yang membuat Kyuhyun menyeringai penuh kemenangan. Jungmo mau tak mau harus menuruti permintaan Sungmin, ia tak pernah bisa melawan permintaan seorang Sungmin.

Setelah memberi salam, Jungmo pun melangkahkan kakinya meninggalkan Apartemen milik Sungmin tersebut.

Sungmin menatap kearah Kyuhyun yang sedang tersenyum senang. Ia hanya menggelengkan kepalanya lalu mulai masuk kedalam Apartemennya, Kyuhyun yang awalnya ingin meninggalkan Apartemen ini akhirnya hanya mengekor Sungmin dari belakang, biarlah hari ini ia bersenang-senang dengan Bunny nya.

"Hyung.., Kenapa ular Phyton itu datang lagi sih? Lalu kenapa kau masih dekat-dekat dengannya. Dia itu masih menyimpan perasaan padamu hyung, aku tak mau kau dekat-dekat dengannya." Ucap Kyuhyun panjang lebar dengan nada kesalnya. Sungmin hanya memutar bola matanya malas, ia sudah tau kalau bocah ini pasti mengatakan hal-hal seperti itu.

"Wae? Aku harus menuruti mu? Shireo!" Ucap Sungmin tidak peduli sambil mendudukan dirinya di sofa.

"Yak! Kenapa begitu Hyung?" pekik Kyuhyun kesal, ia pun mendudukan dirinya disamping Sungmin

"Kenapa? Kau juga tidak menuruti ucapanku.." Sungmin menyenderkan tubuhnya pada sofa seraya menutup matanya lelah, ia memang belum tidur sejak kemarin karena harus menyelesaikan 50 lembar naskah lanjutan novelnya. Kyuhyun menatap wajah imut itu dengan tatapan menyesal namun juga senang, Entahlah namun ia sedikit senang saat Sungmin membantah ucapannya, ini jarang terjadi.

"Hyung~" panggil Kyuhyun dengan nada manja nya,

"Jangan memanggilku begitu, aku masih marah padamu Kyu~" ucap Sungmin singkat

"Marah? Jinja?" Kyuhyun masih menggoda Sungmin dengan nada super manja nya, ia pun merebahkan tubuhnya di sofa, dan meletakan kepalanya dipangkuan Sungmin. Kyuhyun pun mengambil tangan Sungmin lalu meletakkan nya di atas rambutnya seakan meminta untuk mengelus rambutnya seperti biasa. Oh, seorang Kyuhyun sedang ingin di manja saat ini.

"Kyu, bangunlah,, aku lelah,.." ucap Sungmin masih memejamkan matanya. Mendengar penolakan Sungmin, Kyuhyun justru menyeringai. Ia kembali mendudukan tubuhnya, namun lebih merapat dengan Sungmin, ia pun mulai mendekatkan wajahnya mengincar 1 titik yang memang selalu menggodanya, apa lagi jika bukan bibir pulm Sungmin. Kyuhyun kembali melahap bibir itu. Sungmin hanya membuka matanya kaget namun tak bisa melawan, tangannya telah di cengkram sempurna oleh Kyuhyun.

Kyuhyun melumat kembali bibir manis itu, menghisap dan menekannya dalam. Kyuhyun kembali menggigit bibir bawah Sungmin untuk memberi akses agar ia bisa mengabsen seluruh isi mulut Sungmin dan bermain indah dengan lidahnya.

"eunggh..kyuhh…" desah Sungmin dalam ciumannya, saat Kyuhyun mulai mendudukan dirinya di atas pangkuan Sungmin dan membiarkan junior mereka saling bergesekan tanpa melepaskan ciuman mereka.

Setelah melakukan ciuman itu cukup lama, Kyuhyun menurunkan bibirnya pada leher Sungmin. Menjilati dan menghisapnya. Kyuhyun juga mulai menindih Sungmin dalam posisi terduduk, membuat Sungmin benar-benar tak bisa bergerak

"Kyuhh,..eunghh…" desah Sungmin saat Kyuhyun menggigit salah satu titik di lehernya, Kyuhyun benar-benar sedang kelaparan saat ini, Ia sudah tak bisa menahannya. Entah apa yang akan terjadi nanti. Tangan kanan Kyuhyun mulai membuka kemeja Sungmin dan tangan kirinya masih setia memainkan junior Sungmin yang telah menegang itu.

"Kyuhh… akkhh… Kyunniee…" racau Sungmin saat merasakan remasan di juniornya oleh Kyuhyun.

Kyuhyun kembali menyerang bibir pulm Sungmin. Menghisapnya dengan kasar dan penuh nafsu. Menekan bibir yang semakin memerah itu. Setelah berhasil membuka kemeja Sungmin seluruhnya, Kyuhyun menurunkan ciumannya pada bahu Sungmin, menjilatinya seakan bahu itu terasa manis.

"Kyu.." panggil Sungmin lirih. Kyuhyun tak merespon sedikitpun panggilan itu, ia masih asyik menikmati bahu putih yang menggodanya.

"Apa.. eung.. kau juga melakukan ini padanya kyunnie?" Tanya Sungmin sangat lirih sambil menahan setiap desahan yang ingin di keluarkan karena hisapan Kyuhyun di bahunya juga tangan Kyuhyun yang masih setia meremas juniornya.

Mendengar pertanyaan itu, Kyuhyun menghentikan segala tindakanya. Ia mendongakkan kepalanya menatap mata Sungmin yang telah berair itu.

"padanya?" Tanya Kyuhyun bingung.

"yeo-yeoja itu.." jawab Sungmin sambil menundukan kepalanya tak berani menatap mata tajam Kyuhyun.

"Mwo?" Kyuhyun masih tak mengerti dengan yang dikatakan oleh Sungmin.

"Bukankah kau juga mencium yeoja bernama MinJi itu kyu?" Tanya Sungmin lagi. Kyuhyun menghela nafasnya malas. Lagi-lagi kegiatan ini terhenti oleh sesuatu yang tidak penting.

"Apa kau juga melakukan hal seperti ini padanya?" Tanya Sungmin lagi. Bulir air mata telah jatuh membasahi tubuh nakednya dan kemeja yang masih dikenakan Kyuhyun.

"Hyung.." panggil Kyuhyun lembut.

"Kau bilang ciuman itu fake, tapi.. sebenarnya itu benar-benar nyata kan?" Sungmin tak menanggapi panggilan Kyuhyun, ia ingin menumpahkan semua kekesalannya sekarang. Ia sudah tak bisa menyimpannya lagi.

"Kau tidak percaya padaku eoh?" Tanya Kyuhyun sambil memegang dagu Sungmin dan menatap mata yang telah memerah itu.

"Tapi yeoja itu yang bilang kalau kau benar-benar menciumnya, dia juga menyukaimu kyuh…" Sungmin mulai terisak saat menatap mata kyuhyun.

"Lalu? Kau mempercayai kata-katanya begitu saja?" Tanya Kyuhyun tajam. Sungmin hanya terdiam sambil terisak.

"Hyung.. jawab aku…" Kyuhyun masih memohon pada namja imut didepannya ini. Ia sedikit kecewa, saat Sungmin membicarakan hal ini, apalagi Sungmin terdiam seperti ini. Ia tau jika Sungmin sedang bimbang saat ini dan itulah yang membuat Kyuhyun menjadi kesal.

"Tapi Kyu…"

"KENAPA KAU TIDAK MEMPERCAYAIKU BUNNYMIN?" Bentak Kyuhyun memotong ucapan Sungmin, tepat saat Sugmin ingin mengalihkan pembicaraannya dan tidak menjawab pertanyaannya lagi. Entah mengapa Amarah Kyuhyun tidak bisa di tahan saat ini. Sungmin hanya membelalakan matanya kaget, Ia menatap mata Kyuhyun yang penuh kemarahan itu. Sungmin benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. Ia tidak mengerti mengapa Kyuhyun jadi membentaknya. Takut. Sungmin takut dengan tatapan mata Kyuhyun itu. Sungmin kembali terisak, Ia menenggelamkan wajahnya pada dada Kyuhyun seakan memberitahu bahwa ia sedang ketakutan saat ini.

Namun tak berapa lama, Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin. Ia bangkit berdiri lalu menghela nafas panjang.

"Hyung.." panggil Kyuhyun pelan. Sungmin hanya menatap punggung Kyuhyun yang memang membelakangi nya saat ini.

"Kau tahu?" ucap Kyuhyun menggantung

"Aku benar-benar marah padamu saat ini hyung.." lanjut Kyuhyun lagi.

"Mwo? Apa maksudmu Kyunie?" Tanya Sungmin bingung masih dengan isakan kecilnya

Hening.. Kyuhyun terdiam begitu pula dengan Sungmin.

"Fikirkan baik-baik kenapa aku bisa marah Hyung. Setelah kau sadar, aku akan memberitahumu semuanya." Ucap Kyuhyun lirih. Setelah mengatakan itu Kyuhyun melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Sungmin yang menatap bayangan Kyuhyun dengan tatapan penuh tanda Tanya. Ia benar-benar tak mengerti maksud perkataan Kyuhyun.

BLAM

Pintu apartemennya tertutup dengan lumayan keras, seakan memberitahu bahwa namja itu benar-benar dalam keadaan marah saat ini. Sungmin menundukkan kepalanya.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa semakin rumit seperti ini?" gumam Sungmin pelan.

TMŁ

Kyuhyun menyenderkan tubuhnya yang lemas pada pintu Apartemen Sungmin yang baru saja ia tutup dengan sangat keras tersebut. Perasaan nya kacau. Ia tak tau bagaimana bisa ia membentak Sungmin seperti itu, ini pertama kalinya. Ia kesal, sedih dan bahkan marah tak tau pada Sungmin atau marah pada dirinya sendiri.

"BunnyMin, Mianhae…" gumamnya pelan, kemudian Kyuhyun menutup matanya berusaha menenangkan dirinya.

TES

Tanpa di perintah satu bulir air mata meluncur dengan indahnya dari pucuk mata kanan Kyuhyun. Ia menghela nafas lelah lalu menghapus jejak air mata itu.

Kyuhyun mulai berjalan gontai menuju parkiran. Ia seakan melayang saat ini, tubuhnya seakan ringan tak ada kekuatan sedikit pun. Kyuhyun pun sampai di depan sebuah mobil Hyundai miliknya.

BUAGH

Saat Kyuhyun akan membuka pintu mobilnya, seseorang menariknya lalu langsung memukulnya dengan sangat keras. Kyuhyun yang memang tak memilikki tenaga tersebut otomatis tersungkur ke lantai. Darah segar mengalir dari sudut bibir Kyuhyun yang hanya bisa meringis kesakitan. Kyuhyun menyeka darah yang keluar dari bibirnya tersebut lalu mendongak melihat siapa orang yang berani memukulnya seperti itu.

Kyuhyun tersenyum miris saat melihat pelaku pemukulan dirinya.

"Haah, ular phyton kau masih disini?" Ucap Kyuhyun dengan nada mengejek sambil berusaha berdiri.

"Hanya satu pukulan kau sudah jatuh? Sangat lemah.." balas seorang Jungmo dengan tatapan teramat dingin.

Kyuhyun berhasil berdiri walau kepalanya sudah berdenyut sekarang. Ia menatap Jungmo yang masih terus mencibir dirinya. Entah mengapa ia sedang tidak ingin membalas kata-kata Jungmo saat ini.

"Mwo? Tidak berniat membalas Cho? Bukankah dulu kau berandalan eoh?" Cibir Jungmo lagi sambil terus menatap Kyuhyun dingin. Tapi sejujurnya ada sedikit perasaan aneh saat melihat obsidian dark brown Kyuhyun, tatapan Kyuhyun saat ini berbeda, tatapan yang penuh dengan keputus asaan dan kesediahan mungkin. Hening. Tidak ada lagi kata-kata mengejek yang keluar dari keduanya. Kyuhyun masih setia menatap Jungmo dengan berbagai fikiran di otaknya, sedangkan Jungmo hanya mengernyit bingung dengan tatapan tak focus Kyuhyun.

"Yak Cho! Jangan menatapku seperti itu!" pekik Jungmo setelah tak nyaman dengan tatapan aneh Kyuhyun.

Kyuhyun tak menanggapi ucapan Jungmo, ia mulai berjalan mendekati Jungmo masih dengan langkah gontai nya. Melihat Kyuhyun mendekat Jungmo mulai mundur beberapa langkah dan menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang lagi. Namun mata Jungmo terbelalak kaget saat melihat seorang Cho Kyuhyun justru duduk berlutut tak jauh dari tempat Jungmo berdiri.

"Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?" Pekik Jungmo dengan nada tinggi.

Kyuhyun tak menjawab. Ia masih berlutut sambil menundukkan kepalanya.

"Cho Kyuhyun berdiri!" Teriak Jungmo lagi.

"Hyung.." Kyuhyun mulai membuka suaranya membuat seorang Jungmo harus terlonjak kaget lagi.

"Jungmo Hyung… Aku… Aku mohon.. bantu aku….." Ucap Kyuhyun terbata namun tegas masih dalam posisi berlutut dan menundukkan kepalanya.

"MWO?" Teriak Jungmo teramat kaget dengan ucapan Kyuhyun barusan.

Ini benar-benar gila, Jungmo menatap Kyuhyun dengan tatapan horror. Seorang Cho Kyuhyun yang tak pernah memohon apalagi pada dirinya, sekarang memohon bahkan sampai berlutut.

~TBC~


Giahahahaha

Tebece nya gantung yaah? :D #Plaakkk

Oke, karena permintaan Readerdeul yang menginginkan seorang Kyu juga tersiksa maka saya munculkan orang ketiga.. Hahaha

Bagaimana? Masih ada yang ingin melanjutkan cerita ini? Hehehe

Yesungdah…And the last…

Jeongmal Gomawo untuk semua Readerku tercinta… *poppo poppo reader*

Mind to Riview this Chap? ^^

Gomawo *Bow

RnR please~!

Special Thanks to :

Guets -Ryeosung Couple YeWook, hyuknie, Kim Soo Hyun, olive1315, kyumin forever, sha, KMS, BbuingBbuing137, lee kyuzha, 1812, dhianelf4ever, winecoup134, cloud, reaRelf, 0203, Chikyumin, Cho Kyuri Mappanyukki, Eunnida, Ms. KMS, RirinYeWooKyuMin, Tomy, Evilkyu Vee, vicsparkyu4ever, Day KyuMin's Fujoshi, Princess kyumin, ayachi casey, WieLoveWolfBunnySelamanyah, Keyra Kyuunie